32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 15577

Kepercayaan Ortu Bikin Anak Mandiri

Rasa percaya yang diberikan orangtua kepada anak memengaruhi kemandirian dan kepercayaan dirinya. Hal itu termasuk dalam membebaskan anak bertualang mencari pengalaman berbeda yang suatu saat akan membawa pengaruh positif bagi dirinya.

Inilah yang dibuktikan Skip Yowell, salah satu pendiri produsen tas asal Amerika bermerek JanSport. Pria yang akrab disapa Skip ini meyakini membebaskan diri untuk bertualang, mencari pengalaman berbeda, dan mengamati kehidupan langsung di lapangan, menjadi bekal individu untuk menjadi mandiri dan percaya diri.
Dampaknya kemudian, individu ini lebih mampu menapaki kehidupannya, mampu melahirkan berbagai inovasi dan yakin dengan dirinya untuk mewujudkan mimpi dan hasratnya. Selain mempraktikkan sendiri prinsip hidup bertualang ini, Skip juga memberikan kebebasan kepada putrinya untuk bertualang.

“Saat putri saya 17 tahun, saya membiayainya berkeliling enam negara di Eropa seorang diri. Saya bilang kepadanya, bertualanglah, carilah tantangan. Anak saya backpacking ke Eropa dan ia mengunjungi museum, situs bersejarah, berteman dengan pelajar asing di sana. Ia belajar bergaul dan bertemu dengan budaya dan orang yang berbeda. Dari perjalanan ini, ia belajar mandiri dan membangun kepercayaan diri,” kisah Skip di Jakarta baru-baru ini.
Skip mengatakan, kuncinya, ortu (orangtua) memberikan kepercayaan penuh kepada anak. Dengan begitu, anak bebas mengeksplorasi dirinya dan berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman berbeda yang menjadi bekal dalam kehidupannya di masa mendatang.

Kini, putri Skip berusia 25 dan mengikuti jejak ayahnya yang hobi bertualang. “Putri saya juga seorang traveler,” katanya. Bentuk kepercayaan seperti apa yang sudah diberikan kepada anak? Sekecil apa pun kepercayaan Anda terhadap anak, pengaruhnya berdampak besar baginya. Ia akan tumbuh mandiri dan yakin atas dirinya karena ia mengetahui bahwa orangtuanya percaya sepenuhnya dan mendukung apa pun yang dilakukannya. (net/jpnn)

Gudang Mebel dan Rumah Musnah Terbakar

LABUHAN- Satu unit gudang mebel atau panglong pembuatan kursi dan satu unit rumah semipermanen di Jalan Manunggal, Dusun 2A, Pasar VI, Desa Manunggal, Kecamatan Medan Marelan, hangus dilalap sijago merah, Sabtu (12/3) dini hari sekira pukul 05.30 WIB. Kebakaran tersebut diduga akibat arus pendek listrik dan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Saat kebakaran terjadi, warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang. Warga sekitar juga terlihat panik mengeluarkan barang-barang milik mereka, karena lokasi kebakaran tersebut merupakan daerah padat penduduk.

Warga juga mengaku kecewa, karena mobil pemadam kebakaran yang ditunggu-tunggu tak juga datang, sementara api terus membakar gudang perabot dan rumah semipermanen tersebut. Berselang 30 menit kemudian, barulah delapan unit mobil pemadam kebakaran datang. Selanjutnya, petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api. Sekira pukul 07.55 WIB, api berhasil dipadamkan.

Berdasarkan informasi di lokasi kebakaran, gudang mebel yang terbakar tersebut milik Luois (47), warga Gang Subur Pasar V, Desa Manunggal. Sedangkan rumah semipermanen tersebut milik Solahuddin (43). Meski tak ada menelan korban jiwa, namun satu unit Vespa dan dua ekor anjing yang diikat di gudang mebel tersebut ikut terbakar.
Salah seorang warga sekitar, Armed (28) mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat warga sedang tertidur. Diduga api berasal dari gudang mebel akibat arus pendek listrik. “Kejadian tersebut begitu cepat, apalagi di gudang tersebut banyak tumpukan kayu yang mudah terbakar, sehingga api langsung membesar dan membuat panik warga sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Labuhan Deli, AKP Oktavianus mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kebakaran tersebut. “Dugaan sementara api berasal dari hubungan arus pendek dan kerugian materil diperkirakan Rp500 juta,” ujarnya. (mag-11)

Cerdik dan Licik Itu Bedanya Tipis

Oleh: Ramadhan Batubara

Pagi tadi istri saya keningnya berkerut. Dadanya naik turun. Dan, saya yakin, jika begitu, dia sedang marah. Ketika saya ungkit permasalahannya, ternyata gara-gara anak tetangga yang suka mengotori beranda kami yang tak seberapa.

“Dia tu licik tau gak? Bayangin aja, dia yang ngajak anak lain maen di teras kita, eh, pas aku marahi, dia langsung kabur. Jadinya kan anak lain yang kena marahku,” begitu urai istri saya.
“Bukan licik, tapi cerdik,” balas saya pula.
“Hallo? Begitu itu cerdik, licik tau!”

Sampai di situ, tak saya tanggapi lagi perkataan istri. Pasalnya, kalau saya tambahi, dia akan semakin berang. Bahaya kan? Padahal saya ingin sekali mengatakan padanya kalau cerdik dan licik itu sejatinya memiliki arti yang mirip; tinggal disesuaikan dari sudut pandangnya saja. Memang, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘cerdik’ memiliki arti panjang akal atau juga pandai mencari pemecahan, sementara ‘licik’ berarti banyak akal yang buruk; pandai menipu; culas; curang dan sebagainya. Nah, arti kedua kata tadi bermuara pada banyak akal, dibedakan pada efek positif dan negatif semata. Hm, masalah positif dan negatif itukan masih bisa diperdebatkan. Misalnya begini, benarkah si Kancil (dalam dongeng ‘Si Kancil dan Buaya’) adalah sosok yang cerdik? Atau malah licik? Bagi sebagian orang akan mengatakan, si Buaya itu yang bodoh. Nah, bagaimana cara si Kancil membodohi Buaya, bisakah dianggap sebuah kecerdikan? Bisa, jika kita berpangku pada arti ‘cerdik’ bermakna panjang akal atau pandai mencari pemecahan. Cerita itu, pemecahan bagi si Kancil sendiri kan? Jika begitu apa bedanya dengan licik? Ya, bukankah apa yang dilakukan Kancil pada Buaya adalah sebuah perbuatan curang, yakni memperdaya Buaya yang sedang tidur dengan buaian daging segar?

Begitulah, perbedaan cerdik dan licik itu sangat tipis. Dan, kedua kata tersebut sudah cukup lama hidup di Nusantara ini. Perhatikan cerita fabel tadi, dongeng adalah sastra lisan yang tentunya lebih dulu dikenal dibanding sastra tulis yang ada di Nusantara ini kan? Selain soal Kancil, masih cukup banyak cerita yang bersumber pada kata cerdik dan licik tadi. Di Sumatera Bagian Utara tentunya kita sangat mengenal cerita Pak Belalang dan juga cerita Si Jonaha. Hm, ada yang bisa memastikan kalau Pak Belalang adalah tokoh yang licik atau Si Jonaha sebagai tokoh yang cerdik? Jawabnya kembali ke sudut pandang. Maksudnya begini, licikkah Pak Belalang yang bekerja sama dengan anaknya, Belalang, dengan menyembunyikan kambing di hutan? Pasalnya, itu dilakukan agar mereka dapat terbebas dari rasa lapar. Ya, setelah warga merasa kehilangan kambing, si Belalang keliling kampung sambil mengkampanyekan kalau bapaknya dukun andal; mampu menemukan barang yang hilang. Dan, bukan sesuatu yang sulit ketika Pak Belalang berakting bak dukun sambil menunjuk di mana tempat kambing yang hilang itu kepada warga yang datang ke gubuk mereka. Licik atau cerdik?

Lalu Jonaha (kebetulan Opera Batak mementaskan cerita ini di Taman Budaya Sumatera Utara pada Jumat dan Sabtu malam kemarin), cerdikkah ketika dia mengatakan kalau dirinya memiliki kecapi sakti yang bisa membersihkan ladang? Padahal, dia selalu membersihkan ladangnya di tengah malam. Dan ketika pagi, dia berpura-pura dengan kesaktian kecapinya tadi. Lalu, si Pemalas membeli kecapi itu dengan harga yang melimpah. Cerdik atau licik?
Begitulah, Pak Belalang dan si Jonaha tak lain adalah tokoh rekaan yang diciptakan sejatinya untuk membangkitkan motivasi orang yang ingin maju. Pak Belalang yang miskin, dengan menggunakan akalnya, mampu menjadi dukun yang kaya. Si Jonaha, dengan akalnya, mampu mengelabui si Pemalas dan berujung pada keuntungan harta. Intinya, ketika masalah menghampiri, jangan putus asa. Berusahalah karena kita semuanya punya akal.

Begitulah, soal cerdik dan licik ini sudah terserap dalam kehidupan manusia di Nusantara sekian waktu. Maka, bukan sesuatu yang aneh ketika hal serupa sering didapati di kehidupan nyata bukan? Contohnya, ketika seorang bawahan di sebuah kantor yang ingin mencari uang lebih, dia akan menggunakan akalnya untuk meraih kebutuhannya itu. Nah, ketika usaha dia terhambat oleh atasan, bukankah atasan itu juga memiliki atasan yang lain. Jadi, dia pun langsung potong kompas ke atasan yang paling tinggi. Jadi, ketika atasannya yang menghambat tadi berusaha menggagalkan kesempatannya, dia kan sudah aman karena sudah berkawan dengan bos tertinggi. Heheheh. Cerdik apa licik?

Masalah cerdik dan licik ini intinya kan pada akal. Jadi, ketika kita stag pada sesuatu, gunakanlah akalmu. Kalau nanti dikatakan licik, kan bisa kita balikan menjadi cerdik. Ya, itu semua hanya soal sudut pandang dan bagaimana kita menjabarkannya.

Hm, jadi ingat Gayus Tambunan dan tokoh lainnya yang merugikan negeri tercinta ini, cerdik atau licik? Ya, bukankah dia mampu menggunakan akalnya dengan melihat keadaan negara yang carut marut ini?
11 Maret 2011

“Yang cerdik itu keponakanmu. Ingat waktu kukasih uang, dia tidak langsung ke warung, dia simpan uang itu. Besoknya ketika uangnya bertambah, baru dia beli bonbon yang banyak,” tiba-tiba istri saya mengatakan itu. Tampaknya dia masih tak terima kalau anak tetangga yang katanya licik itu saya sebut sebagai anak yang cerdik.
Sumpah, saya tak menanggapi kalimatnya. Saya hanya teringat keponakan yang dimaksud istri saya. Ya, dia memang tak langsung ke warung, tapi dia diam-diam malah menghabiskan bonbon adiknya. Lalu, besoknya dia malah lari ketika adiknya meminta bonbon yang baru dibelinya itu. Hm, cerdik atau licik? Entahlah. (*)

Komputer Ungkap Pencurian di KPUD Karo

KARO- Kasus pencurian di Kantor KPUD Kabupaten Karo pada Kamis (10/3) lalu akhirnya terungkap. Dua pelakunya berhasil diamankan polisi, yakni Rabumin alias Joker (33), warga Desa Mondang Kecamatan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, dan Cardi Siburian (22), warga Jalan Veteran (Tugu Bambu Runcing) Kabanjahe.

Menurut pemaparan yang disampaikan Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Ig Agung Prasetyo SH MH, Sabtu (12/3), tertangkapnya kedua tersangka berkat ditemukannya satu unit komputer milik KPUD Karo di semak-semak sekitar 400 meter dari kantor KPUD Karo. Komputer tersebut diduga sengaja disembunyikan kawanan pencuri ini, karena tak mampu membawanya.

Temuan tersebut dimanfaatkan untuk memancing tersangka. Empat polisi ditugaskan mengawasi lokasi temuan komputer tersebut. Ternyata, tak lama berselang dua pria berboncengan mengendarai sepeda motor datang ke lokasi dan berniat mengambil komputer tersebut. Tanpa buang waktu, empat polisi tadi langsung menangkap tersangka. Sementara pria yang pengendara sepeda motor tersebut, berhasil melarikan diri.

Usai diamankan, pria yang belakangan diketahui bernama Cardi itu, mengaku kalau aksi pencurian yang digelar Kamis dini hari kemarin, ia lakukan bersma rekannya Joker. Mendapat informasi itu, polisi lalu bergerak mencari tersangka lainnya. Tidak lama berselang, Joker ditangkap ketika minum di kedai kopi di kawasan Jalan Sukaraja Munte Kabanjahe.  Kepada petugas, Cardi mengakui barang yang diambilnya itu dititipkannya di kedai kopi Sami Kapor Purba di Jalan Penghubung Berastagi. Sementara barang yang dibawa Rabumin dititipkannya di rumah Erwati alias Mamak Ayu di komplek Konen Kabanjahe.

Menurut catatan di Polres Tanah Karo kedua tersangka mantan narapidana. Cardi Siburian baru keluar 2 hari dari Rutan Kabanjahe terkait kasus curanmor. (wan)

Ketika disinggung, apakah kasus pembobol kantor KPUD memiliki muatan politik jelang pelantikan Bupati Karo terpilih, Kapolres mengatakan kasus tersebut murni kasus pencurian.(wan)

IWAN TARIGAN/SUMUT POS
TEMU PERS: Polres Tanah Karo memberikan keterangan pers, terkait kasus pencurian di kantor KPUD Karo, Sabtu (12/3).

Rasa Aman Perempuan Cenderung Berkurang

Sepanjang tahun 2010, perempuan ternyata kembali hidup dalam teror. Berbagai kasus kekerasan, baik di ranah pribadi, publik, maupun negara, telah menimpa kaum perempuan.

Maka Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dalam catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan (Catahu KtP) Tahun 2010 menyimpulkan, rasa aman perempuan telah berkurang.
“Situasi ini tidak bisa serta-merta diartikan bahwa jumlah dan intensitas kekerasan terhadap perempuan menurun. Sebaliknya, Komnas Perempuan mengamati bahwa tahun 2010 seolah menjadi titik kembali perempuan hidup dalam cengkeraman teror,” ujar Justina Rostiawati, Komisioner Komnas Perempuan.

Yang perlu dicatat, angka kekerasan di ranah negara justru naik delapan kali lipat. Ada berbagai macam penindasan yang dialami perempuan, dari menjadi korban penggusuran, kekerasan yang dilakukan atas nama agama dan moralitas, dan korban trafficking yang dijerat dengan UU Pornografi.

Di ranah publik, perempuan harus menghadapi kekerasan seksual, antara lain dalam tindak perkosaan, percobaan perkosaan, pencabulan, dan pelecehan seksual. Sedangkan di ranah personal, terjadi kasus kekerasan terhadap istri, kekasih, dan anak perempuan.

Arimbi Heroepoetri, Komisioner Komnas Perempuan, menyatakan, penegakan hukum kepada setiap pelaku kekerasan, secara individual maupun organisasional, dan langkah tegas nyata untuk perlindungan hak-hak konstitusional warga negara tanpa kecuali, adalah sangat penting untuk memulihkan rasa aman perempuan. (net/jpnn)

Berharap Keberuntungan

Sevilla vs Barcelona

SEVILLA-Pada pertengahan pekan lalu Barcelona sukses membalas kekalahan 1-2 dari Arsenal di ajang Liga Champions, setelah tim berjuluk  Los Blaugaranas itu menang 3-1 pada leg kedua.
Kemenangan itu memastikan tim besutan Pep Guardiola melangkah ke babak perempatfinal, sedangkan The Gunners harus mengubur impiannya untuk menebus kegagalan Liga Champions musim lalu, yang juga tersingkir atas lawan yang sama, Barcelona.

Sukses di ajang Liga Champions jelas membangkitkan motivasi Blaugranas menatap laga di ajang La Liga saat bertandang ke markas  Sevilla, dini hari nanti.

Meski kini Lionel Messi dkk kokoh dipuncak klasemen, namun Stadion Ramon Sanchez Pizjuan yang menjadi markas Sevilla bukanlah tempat yang ramah bagi tim asal Katalan itu.

Buktinya,  dari 70 pertandingan yang berlangsung di sana, tuan rumah tampil sebagai pemenang sebanyak 30 kali, sedangkan Barcelona hanya menang 20 kali, dengan 20 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Pertanyaannya, akankah Sevilla melanjutkan dominasi atas Barcelona di Ramon Sanchez Pizjuan, atau kah justru Barcelona yang terus memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam melakoni laga tandang musim ini?

“Sejauh ini, dari 12 kali melakukan pertandingan away kami belum sekalipun kalah. Saya berharap rekor ini terus bertahan hingga kepulangan kami dari Ramon Sanchez Pizjuan,” harap Pep Guardiola, entrenador Barcelona.
Menurut Pep, optimisme yang dimilikinya ini terkait buruknya rekor kandang yang dimiliki Sevilla dalam mengarungi musim kompetisi kali ini. “Mereka telah empat kali mengalami kekalahan di hadapan pendukungnya. Kami berharap menjadi tim kelima yang mampu mengalahkan mereka,” bilang pria yang pernah merumput bersama Barcelona, AS Roma dan Brescia itu.

Selain hal tersebut, Pep juga menilai absennya sejumlah pemain pilar di kubu Sevilla akan mengurangi kekuatan tim ini. Ya, pada laga nanti Gregorio Monzano, entrenador  Sevilla tidak bisa menurunkan kiper Anders Palop, Diego Perotti, Javi Varas, Julien Escude dan Luis Fabiano yang telah hengkang ke Sao Paolo.
“Harusnya ini menjadi kesempatan terbaik bagi kami untuk mengalahkan mereka. Tapi, saya takkan meremehkan mereka” bilang Pep lagi.

Terpisah, pemain Barcelona yang dipinjamkan ke Sevilla Martin Caceres mengatakan bahwa dirinya siap tampil maksimal guna memberi kemenangan kepada Sevilla.
“Saat ini saya berada di sini. Maka seluruh kemampuan saya akan saya berikan kepada tim ini (Sevilla, Red),” bilang Caceres.

Selanjutnya Caceres mengatakan bahwa dengan sejumlah pemain bintang yang cedera, tak ayal, saat menghadapi Barcelona nanti Sevilla membutuhkan sedikit keberuntungan. “Kami harus tetap fokus. Sedikit saja kami melalaikan mereka, maka kekalahan akan datang,” bilang Caceres.
Dengan kondisi seperti yang dipaparkan tadi, tim mana yang akan anda unggulkan pada pertandingan dini hari nanti? (jun)

Reuni Ala Adriano

Bagi Adriano Correia Claro, laga mengahdapi Sevilla merupakan kesempatan untuk bereuni dengan mantan rekan-rekannya. Ya, pemain Barcelona ini pernah enam tahun memperkuat Sevilla, sebelum akhirnya hengkang ke Blaugranas pada awal musim lalu.

“Kapan pun saya ke sana, itu akan jadi pertandingan spesial. Benar-benar menakjubkan di Piala Super, dimana saya mendapat sambutan yang baik. Akan ada atmosfer yang fantastis,” ungkap Adriano, di situs resmi klub.
“Fans akan memenuhi stadion dalam laga seperti ini. Mereka tak peduli Sevilla ada di peringkat berapa. Ini sesuatu yang fantastis,” bilangnya.

Adriano menganggap laga tandang ke Ramon Sanchez Pizjuan sebagai salah satu yang terberat Blougranas musim ini, selain ke Santiago Bernabeu dan El Madrigal. Meski demikian, dia tak menilai laga tersebut sebagai penentuan juara.
(bbs/jpnn)

Dukungan Mantan Bintang

MANCHESTER-Kekalagan 0-2 atas Dynamo Kyiv yang dialami Manchester  City membuat mantan bintang klub itu Mike Doyle turut prihatin.

Kendati begitu, Doyle optimis jika pasukan Roberto Mancini akan meraih hasil maksimal saat berlaga pada babak perempatfinal FA Cup yang berlangsung di City of Manchester, malam ini.

Apalagi tim yang akan menjadi lawan klub berjuluk The Citizens itu berasal dari Divisi II Reading. “Tidak ada alasan yang tepat untuk kalah dari mereka (Reading,Red), meskipun mereka sempat mengalahkan Everton pada babak sebelumnya,” bilang Doyle.

“Ingat, Everton berbeda dengan klub ini (Manchester City, Red). Klub ini memiliki ambisi untuk menjadi yang terbaik di tanah Inggris. Ini lah yang membedakannya,” bilang Dotyle lagi.

Doyle adalah mantan pemain Manchester City yang bermain untuk klub itu sekitar  tahun 1962 hingga 1978. Selama memperkuat The Citizens, pemain ini tampil dalam 558 pertandingan, dan mempersembahkan Piala FA pada tahun 1969 berkat sebuah gol yang dilesakkannya ke gawang Leicester.

“Ini (Piala FA) adalah kompetisi tertua di dunia. Semua orang akan menoleh kepada pemenangannya. Ini pernah kami rasakan,” bilang Doyle.

Karena hal tersebut Doyle berharap agar seluruh pemain Manchester  City segera bangkit dan melupakan kekalahan atas Dinamo Kyiv. Apalagi pada dua pertandingan terakhir di Piala FA, anak  asuh Mancini selalu tampil impresif dengan mengalahkan Notts County (5-0) dan Aston Villa (3-0).

Pertimbangan lainnya, meski James Milner masih diragukan tampil karena cedera hamstring, namun Carlos tevez dan Nigel de Jong siap merumput.

Nah, jika City (sebutan lain Manchester City) tampil impresif pada Piala FA, demikian juga halnya dengan Reading. Sebelumnya, tim yang kini berlaga di pentas Divisi II itu mampu mengalahkan Everton dengan skor 1-0.
Catatan lainnya, tim ini pun tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan tandang terakhir. Termasuk saat bertandang ke Godisoon Park (markas Eeverton).

Sayangnya, pada laga nanti Reading bakal kehilangan kapten tim Matt Mills. Center bek Reading ini mengalami cedera pangkal paha dan hanya tampil 15 menit saat timnya menang 3-1 atas Ipswich Town, pada empat hari lalu. Kemungkinan besar posisi Mills akan digantikan Ivar Ingimarsson.
Selain kehilangan kapten tim, malam ini Brian McDermott, pelatih Reading juga bakal kehilangan Jobi McAnuff, Andy Griffin dan kiperAdam Federici Kiper.
“Kami tak punya pilihan lain kecuali menurunkan kiper kedua berusia 21 tahun Alex McCarthy. Saya yakin dia mampu menajalankan tugasnya dengan baik,” bilang McDermot, tactician Reading. (jun)

Ditikam 2 Liang, Cewek Asal Rantauprapat Tewas

Seorang wanita ditemukan tewas di kawasan Jalan Nibung Raya tepatnya di depan Planet Mobil, Jumat (11/3) malam pukul 23.45 WIB. Korban beranama Adeline Feronika (21), warga Simpang Enam Rantauprapat tewas dengan dua tikaman di bagian dada sebelah kiri dan leher.

Bahkan pada bagian tangan sebelah kanan korban juga terdapat luka gigitan. Pengakuan ayah korban, Berlin Hutauruk (56) di Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan, malam itu anaknya tiba di Medan dengan mengendarai kereta api dari Rantauprapat.

Sesampainya di Stasiun KA Medan, korban diantar teman prianya yang tidak dikenal Berlin, ke Klinik Medika di kawasan Jalan Jamin Ginting untuk menjenguk kakeknya yang sedang opname.

“Dia ke Medan mau menjenguk kakeknya yang diopname, dan dari stasiun dia diantar teman laki-lakinya, yang nggak saya kenal. Setelah sampai di klinik, sekitar pukul 22.00 WIB dia pergi lagi, dia bilang sama kakeknya mau makan, karena dari sore belum makan,” ungkap Berlin.

Sementara dari pengakuan teman korban, Br Purba yang bersama korban pada malam kejadian mengaku tidak mengetahui perihal kepergian korban malam itu. “Saya nggak tau dia pergi sama siapa. Saat itu, saya tidur di mobil. Kalau saja saya tau dia mau keluar beli nasi, saya pasti temani dia. Saat di klinik dia memakai celana pendek dan jaket, tapi pas ditemukan tewas, jaketnya sudah hilang,” ungkapnya.

Menurut Br Purba, seorang satpam di lokasi kejadian sempat melihat korban berantam dengan tukang becak. Korban saat itu sempat berteriak dan lari ke pos satpam sembari mengatakan mau dibunuh.

“Satpam di sana bilang dia sebelumnya berantam sama tukang becak, tapi wajahnya nggak jelas karena pakai helm. Setelah ditikam, korban sempat lari ke pos penjagaan,” sebutnya. (uma)

Supir L300 Tewas Dibacok Anak Tiri

BIREUEN- Warga Desa Cot Trieng, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen Sabtu (12/3) sekira pukul 08.00 WIB, mendadak gempar. Jailani (50) warga setempat, sehari-harinya bekerja sebagai supir mobil penumpang L300, ditemukan tewas mengenaskan di samping kios depan usai dibacok Nasruddin (25) yang tak lain anak tirinya. Usai menghabisi ayahnya, pelaku menelepon Kapol Subsektor setempat untuk menyerahkan diri, saat ini sudah ditahan di Polsek Samalanga.

Keterangan dikumpulkan Metro Aceh (grup Sumut Pos) di lokasi kejadian,  menyebutkan Jailani pagi itu baru saja keluar dari rumah Nuraini (40) disebut-sebut istri keduanya dan juga orangtua tersangka. Korban kemudian duduk menunggu seseorang sambil mengisap sebatang rokok, di bangku depan kios miliknya Muriati (35) persis di depan Meunasah Desa Cot Trieng dan tak jauh dari rumah istrinya itu.

Tak lama berselang, tersangka (Nasruddin-red) tadinya diduga hendak pergi ke kebun itu, sempat dilihat saksi mata, baru datang jalan kaki dari arah utara (jalan masuk ke desa itu-Red) sambil memegang parang dan membacokannya kepada korban.

Kapol Subsektor Simpang Mamplam, Aiptu Razali menjelaskan sejauh ini motif perkara belum jelas, masih dalam proses penyelidikan, pelaku sudah ditahan di Polsek Samalanga.(mru/jpnn)