26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 15583

Dua Ledakan Guncang Bandara Polonia

MEDAN-Dua ledakan keras beruntun terjadi di sekitar run way (landasan pacu) Bandara Polonia Medan, Jumat dinihari (11/3) sekira pukul 00.17 WIB. Warga yang tinggal di sekitar yang mendengar ledakan itu sontak heboh. Apalagi, suaranya sangat keras hingga menggetarkan atap rumah warga yang rata-rata terbuat dari seng.

“Rumah kami berjarak sekira 1 kilometer dari bandara, saking kerasnya suara seng rumah kami sampai bergetar,” ujar H Thalib, warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Kenangan, dinihari tadi.

Pantauan wartawan koran ini, beberapa detik setelah ledakan terlihat asap hitam membumbung tinggi. Namun, beberapa menit asap hitam itu menghilang. Akibat ledakan itu, seluruh warga yang tinggal di sekitar bandara keluar rumah, berkerumun dan saling bertanya.

“Ada apa ya, kalau pesawat meledak, kenapa tak nampak api. Apa ya?” ujar warga saling bertanya.
Wartawan koran ini kemudian menelepon beberapa kenalan yang kebetulan bertugas di sekitar Bandara Polonia. Dua orang teman wartawan koran ini yang berkerja di bandara, tak bisa dihubungi, handphonenya mati.

“Kok, mati semua nomor handphone kawan yang piket malam ini. Aneh, biasanya ada kejadian, kalau kayak gini, biar wartawan nggak tahu?” ujar seorang rekan yang berkerja di Bandara Polonia.

Wartawan koran ini kemudian menuju Bandara Polonia. Di sepanjang jalan ratusan orang keluar rumah dan bergerombol. Semua menunjukkan dua ledakan keras yang diikuti asap tebal dari tengah areal bandara.
“Macam bom. Kuat kali suaranya,” kata warga yang sempat terdengar wartawan koran ini.
Wartawan koran ini sampai di depan gerbang depan bandara, dekat terminal internasional langsung dihadang petugas bernama Sudiono berpangkat sersan dua.

“Jangan masuk, kami sedang latihan, ini internal,” katanya. Meski telah memohon, wartawan koran ini tetap dilarang masuk. Wartawan koran ini kemudian bertanya kepada petugas piket di Pos Avros. “Ini intenal kami, ada latihan, simulasi penanganan darurat,” tukasnya. (her/mag-8)

Pemprov Diprediksi Bergolak

  • Pengamat: PKS Konsolidasi, Bidik Pilgubsu 2013
  • Kepres Penonaktifan Syamsul Digarap

MEDAN- Berbagai persepsi muncul setelah adanya kabar yang menyatakan Gubsu Syamsul Arifin akan disidang Senin (14/3) mendatang. Sejumlah pihak memprediksi, pergeseran peta perpolitikan akan memberi ruang pada partai pengusung pasangan Syamsul-Gatot pada Pilgubsu 2008 lalu. Sementara itu, sejumlah pejabat pilihan Syamsul Arifin, diperkirakan akan banyak yang bergeser.

Pemerhati politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Warjio SSos MA menegaskan, Syamsul tetap memangku kewenangan gubernur hingga Mendagri menonaktifkannya. ”Dalam proses hukum seperti ini, memang biasanya terdakwa tersebut dinonaktifkan. Kendati demikian, tetap harus menunggu keputusan dari Mendagri,” katanya kemarin (10/3).

Ke depan, Warjio memprediksi, bakal ada peluang pemutasian jabatan yang cukup besar. Bila, dilihat perkembangan selama ini pengangkatan dan pemutasian yang dilakukan sebelumnya tanpa sepengetahuan Gatot.

”Saya pikir, bakal ada pergolakan yang cukup besar pada pemerintahan ke depan setelah Gatot menduduki jabatan Plt atau gubernur definitif. Karena, pengangkatan pejabat selama ini tanpa sepengetahuan Gatot. Dari sisi yang lain, secara otomatis Gatot juga akan melakukan penilaian kinerja terhadap para pejabat yang ada,” bebernya.

Warjio melihat, peta perpolitikan juga akan mengarah kepada partai-partai pengusung pasangan Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho saat maju ke Pilgubsu 2008 lalu.

”Ke depan, PKS akan lebih mengintensifkan komunikasi politik yang ada. Karena, peluang incumbent pada Pilkada 2013 mendatang sangatlah besar. Dan itu berkaca dari pilkada-pilkada di daerah-daerah lain. Sementara itu, peluang bagi partai-partai pengusung juga bisa terpecah atau keluar dari koalisi yang ada. Dari sini, perkembangannya menyongsong pada Pilgubsu mendatang,” ungkapnya.

Anggota DPRD Sumut dari PDIP lebih melihat pentingnya memberikan wewenang penuh kepada Gato Pujo Nugroho sebagai gubernur, begitu Syamsul Arifin berstatus terdakwa.
”Kalau (Syamsul Arifin) sudah jadi terdakwa, sebaiknya langsung ditetapkan saja wagubsu jadi Gubernur. Tidak usah pelaksana tugas (Plt) lagi. Dengan demikian, pemerintahan yang limbung ini bisa berjalan seperti sediakala,” tegasnya.

Mengenai peluang pemutasian jabatan, Syamsul Hilal menilai, kemungkinan itu bisa saja dilakukan. Namun dia meminta pemutasian dan pengangkatan pejabat yang nantinya lebih objektif dan profesional.

Sementara itu, politisi Partai Demokrat Sumut Hasbullah Hadi menegaskan, Syamsul Arifin tetap sebagai gubernur sebelum ada putusan hukum tetap (incraht) dari pengadilan tindak pidanan korupsi (tipikor). ”Bila Syamsul jadi terdakwa, pemerintah akan mengambil kebijakan untuk menonaktifkan. Bukan memberhentikan. Itu perlu dilihat, sampai proses hukum selesai,” kata pria yang juga Ketua Komisi A DPRD Sumut ini.

Wagubsu Gatot Pujo Nugroho sendiri saat dimintai konfirmasinya tak bersedia memberikan keterangan. ”No comment lah kalau untuk yang itu,” katanya kemarin.

Percepat Nonaktif

Sementara itu, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mendagri Gamawan Fauzi menepati janjinya mendorong agar proses pemberhentian sementara Gubernur Sumut Syamsul Arifin bisa berlangsung cepat. Pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) sudah mengirim nomor register perkara dengan terdakwa Syamsul Arifin dan surat pemberitahuan itu sudah diterima kemendagri, kemarin (10/3).

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan mengatakan, dengan adanya nomor register itu maka pembuatan Surat Keputusan Presiden (Kepres) tentang pemberhentian sementara Syamsul Arifin sudah bisa diproses.

”Hari ini register perkara beliau (Syamsul, Red) sebagai terdakwa sudah kita terima,” ujar Djohermansyah Djohan kepada wartawan di pressroom Kemendagri, kemarin (10/3). Mantan Deputy Setwapres Bidang Politik itu menjelaskan, pengiriman nomor register perkara itu sudah didahului dengan mengirimkan surat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang membawahi pengadilan tipikor, meminta nomor register perkara kasus dugaan korupsi APBD Langkat ini. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Moh Jasin menyatakan, pihaknya akan meminta pengadilan tipikor cepat mengirim nomor register perkara ke mendagri.

Berdasarkan catatan Sumut Pos, proses pengiriman nomor register perkara kasus Syamsul ini merupakan tercepat dibanding perkara-perkara lain. Bahkan, bisa dibilang super cepat lantaran nomor register dikirim sebelum Syamsul disidang, yang sesuai jadwal akan digelar Senin (14/3) mendatang. Namun, diperkirakan, Kepres pemberhentian sementara Syamsul baru akan keluar tatkala Syamsul sudah mulai disidang alias resmi berstatus terdakwa. Perkiraan koran ini, paling cepat Kepres keluar Senin (14/3), saat Syamsul menjalani sidang perdana.

Djohermansyah menjelaskan, tahapan proses administrasi pengeluaran Kepres. Sebagai pejabat yang juga membawahi urusan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah, Djohermansyah menjanjikan, proses di Ditjen Otda bisa kelar seharian kemarin untuk pembuatan draf Kepres. Diupayakan, kemarin draf Kepres bisa langsung naik ke meja Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni. Lantaran kemarin Mendagri Gamawan Fauzi sedang tugas dinas ke Kupang dan baru balik ke Jakarta hari ini (11/3), maka paling cepat hari ini sekjen bisa menyerahkan draf Kepres ke Gamawan untuk diteken, sebelum diteruskan ke menteri sekretaris negara (mensesneg). Dari sesneg, draf Kepres diteruskan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk ditandatangani. Lantaran terbentur hari Sabtu-Minggu yang merupakan hari libur, perkiraan paling cepat Senin (14/3) baru bisa masuk ke meja presiden.

”Saya juga sudah koordinasi dengan sesneg. Hari ini saya bereskan, naik ke sekjen. Besok mendagri pulang dari Kupang, lantas diteruskan ke sesneg,” terang guru besar di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) itu. Kapuspen/Jubir Kemendagri, Reydonnyzar Moenek menambahkan, prosesnya paling tidak membutuhkan dua hingga tiga hari. ”Bengkulu itu hanya dua atau tiga hari saja kok,” ujar Donny, panggilan akrabnya, menyebutkan waktu yang dibutuhkan untuk proses penonaktifan Gubernur Bengkulu Agusrin Nadjamuddin.

Djohermansyah menjelaskan, begitu Syamsul dinonaktifkan, maka tugas-tugas pengendalian pemerintahan di Pemprov Sumut diserahkan ke Wagub Gatot Pudjonugroho yang akan naik posisi menjadi Plt gubernur. ”Dan Pak Syamsul bisa lebih konsentrasi memikirkan kasus hukumnya. Urusan pemerintahan diserahkan ke wagub. Pak Gatot yang melaksanakan tugas pemerintahan di Sumut,” terang Pak Djo, panggilan akrab pria asal Sumbar itu.

Bagaimana dengan tiga calon sekda Provinsi Sumut yang sudah telanjur diajukan oleh Syamsul dan sudah menjalani fit and proper test? Djo menjelaskan, begitu nantinya Gatot resmi menjadi Plt gubernur Sumut, dia akan diberi waktu untuk berkonsultasi dengan pejabat kemendagri. ”Siapa tahu dia (Gatot, red) ingin sekda yang ini, yang itu, cocok nggak?” ujarnya.

Djo mengatakan, tiga kandidat sekda yang diajukan Syamsul memang harus tetap diproses, yakni melewati fit and proper test. Hal ini merupakan ketentuan aturan perundang-undangan, terlebih Syamsul sebagai pengusul calon juga masih menjabat gubernur definitif. Hanya saja, lantaran prosesnya di Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Wapres Boediono belum berlangsung dan sebentar lagi Syamsul diberhentikan sementara, maka ada waktu bagi Gatot sebagai Plt gubernur untuk berkonsultasi mengenai kandidat sekda. ”Apalagi nunggu di TPA itu bisa berbulan-bulan,” ujar Djohermansyah.

Sebelumnya, pada 23 Februari 2011, Mendagri Gamawan Fauzi menyatakan, kewenangan pengusulan nama-nama calon sekdaprovsu definitif menjadi kewenangan penuh Gatot Pujo Nugroho ketika nanti dia menjadi plt gubernur Sumut. Syamsul Arifin, ketika sudah dinonaktifkan sebagai gubernur lantaran berstatus terdakwa, dilarang merecoki Gatot soal pengusulan nama calon sekda dimaksud. Hanya saja, tidak lama setelah Gamawan mengeluarkan pernyataan itu, nama tiga calon sekda yang diusulkan Syamsul masuk ke kemendagri.
”Kalau sudah terdakwa, langsung nonaktif, wagub naik. Nah, wagub yang naik ini tak perlu lagi konsultasi dengan yang non aktif (Syamsul, Red). Wakil yang naik ini yang punya kewenangan untuk mengusulkan calon sekda definitif,” terang Gamawan saat itu.

Seperti diberitakan, tiga kandidat sekdaprovsu pada 8 Maret 2011  menjalani fit and proper test di kantor kemendagri, Jakarta. Ketiganya adalah Kadis Pendapatan Daerah Pemprovsu Syafaruddin, Kadis Pendidikan Pemprovsu Saeful Safri, dan Penjabat Bupati Madina, Aspan Sofyan Batubara. Ketiganya secara bergantian diuji oleh lima pejabat tinggi kemendagri, yakni Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni selaku ketua tim, Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan, Dirjen Kesbangpol Kemendagri Tanribali Lamo, Kabandiklat Kemendagri Tarmizi Taher, dan Irjen Maliki Heru Santosa.

Seperti diberitakan koran ini, proses hukum dugaan korupsi APBD Langkat segera memasuki tahapan krusial. Salah seorang hakim pengadilan tipikor yang juga akan menyidangkan kasus Langkat, Tjokorda Rae Suamba, memastikan sidang perdana perkara Langkat ini akan digelar Senin pekan depan (14/3). ”Menurut hakim Tjokorda, sidang pertama Senin yang akan datang,” ujar Kepala Bagian Humas PN Jakarta Pusat, Suwidya kepada koran ini, Rabu (9/3). (ari/sam)

KPK: Laporkan Mafia Dana Bansos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta kepada masyarakat di Sumatera Utara membantu membongkar praktik mafia proposal bantuan sosial (bansos) di lingkungan pemerintahan provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan pemotongan dana bansos sehingga dugaan penyelewengan bisa diketahui dengan jelas dan mafianya digulung dan diserahkan ke meja hukum.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pencegahan KPK Eko Soesanto Tjiptadi usai menggelar konferensi pers mengenai Rapat Kerja Evaluasi Supervisi Peningkatan Pelayanan Publik di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (10/3).
Eko Soesanto Tjiptadi menegaskan, pemotongan uang untuk penyaluran dana bansos di Pemprovsu sangat tidak dibenarkan. Apalagi pemotongannya dibayarkan terlebih dahulu, dipungut dari pemohon proposal. ”Jadi ada baiknya laporkan saja ramai-ramai ke KPK, sehingga bisa diusut seluruhnya,” ucapnya.

Seperti telah diberitakan, hasil penelusuran Sumut Pos menunjukkan, pola pemotongan dana bansos di Pemprovsu bervariatif. Sistemnya penawaran terlebih dahulu ke pihak yayasan, selanjutnya pihak yayasan yang akan menerima dipilih langsung dan diminta nomor rekening serta tanda tangannya.

Biasanya, permintaan dilakukan atas perintah seorang pegawai di Biro Binsos Pemprovsu, kemudian berkasnya dibawa dan langsung diproses. Selanjutnya, uang dicairkan ke rekening di maksud. Tapi, banyak diantara yayasan yang besar tak mendapatkan bantuan sosial tersebut.

Kepala Biro Binsos Pemprovsu Hasbullah Lubis yang dimintai konfirmasinya, kemarin, enggan memberi tanggapan. Pejabat eselon II yang selalu mengenakan peci ini bahkan tidak mengaku sudah berulang kali dimintai keterangan KPK terkait dugaan penyelewengan dana bansos senilai Rp217 miliar. ”Enggak ada itu,” ucapnya sesaat hendak masuk ke ruang Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu).

Terpisah, Wagubsu Gatot Pujo Nugroho yang ditemui usai Salat Ashar di Masjid Agung di sebelah kiri kantor gubernur menyampaikan, pelaku dugaan penyelewengan dana bansos tersebut belum diketahui pasti. Tetapi jika ada pegawai yang terlibat memotongan tersebut, Gatot memastikan, yang bersangkutan pasti diberikan tindakan.
Untuk mencegah hal yang sama terulang lagi, Gatot akan membenahi sistem yang ada. Selanjutnya, penyaluran dana bantuan ini juga akan dicek langsung ke petugasnya untuk selanjutnya dibuat evaluasi. ”Saya akan benahi pada akan datang, dan memberikan tindakan bila ditemukan pemotongan,” tegasnya. (ril)

dr Purnama Diborgol, Dipukuli dan Disekap

Nyamar Jadi Pasien, Rampok Bersenpi Satroni Praktik Dokter

MEDAN BARU-Perampok bersenjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) kembali beraksi. Kali ini pelakunya menyamar sebagai pasien dan merampok serta menganiaya dokter Purnama Br Marpaung (52) di tempat praktik merangkap rumah tinggalnya di Jalan Abdullah Lubis No 26 B, Kecamatan Medan Baru, pukul 10.00 WIB, Kamis (10/3).

Selain menggasak tiga unit telepon genggam (HP) dan uang Rp5,5 juta, perampok memborgol memukul kepala dr Purnama dengan gagang pistol. Akibatnya, dokter umum itu mengalami luka dan terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Elisabeth, Jalan H Misbah Medan.

Menurut Zaenab, pembantu rumah tangga dr Purnama, perampok berjumlah sekitar lima orang datang ke rumah dokter Purnama. Mereka mengendarai mobil Daihatsu Terios bercat hitam dengan kaca rayband gelap. Tiga pelaku turun dari mobil dan langsung masuk ke ruang praktik dokter. Sementara dua pria lainnya tetap berada di mobil.
Zaenab sempat menanyakan keperluan ketiga pria itu masuk ke rumah. ”Mau ngapain, Pak,” ujar Zaenab. ”Mau berobat, istriku sedang sakit di dalam mobil,” ujar Zaenab menirukan suara kawanan rampok tersebut.

Pelaku kemudian dipersilakan masuk. Mengetahui Zaenab curiga atas prilakunya, ketiga pelaku yang membawa benda menyerupai pistol dan senjata tajam, langsung membungkam mulutnya dengan lakban, memukulnya dengan palu. Zaenab kemudian disekap di kamar mandi, dekat kamar utama tempat dr Purnama sedang tertidur.

Pelaku kemudian masuk ke kamar, memukul kepala dr Purnama dengan pistol kemudian memborgolnya kemudian dikurung di kamar. Saat itulah perampok leluasa menguras isi kamar dan rumah.

Samuel, anak dokter Purnama yang mendengar suara mencurigakan mendatangi kamar ibunya. Dia curiga melihat pintu kamar dikunci dari luar. Saat dibuka, ia melihat darah mengalir di kepala dr Purnama.
Dengan celana pendek tanpa baju, Samuel langsung keluar dari sebelah garasi dan minta tolong. Spontan para karyawan PT Torganda yang kantornya persis bersebelahan dengan TKP, berhamburan untuk melihat apa yang terjadi.

Ivan Dedi Aruan, security di PT Torganda itu langsung menuju rumah dokter tersebut. Bersama Samuel, Ivan mengangkat dokter Purnama yang kedua tangannya masih terborgol ke mobil yang kebetulan lewat dari depan rumah untuk dilarikan ke RS Elisabeth.

Ivan tak menyangka, mobil Terios yang diparkir di dekat gerbang rumah bercat krem itu ternyata milik perampok. ”Memang tadi kulihat ada (orang) keluar dari mobil. Kupikir itu tamu ibu dokter. Yah tahu sendirilah Bang, siapa tahu itu familinya atau gimana,” ujar Ivan.

Lelaki bertubuh kekar ini mengaku melihat dua orang menunggu di mobil itu.. ”Kaca rayban memang bang, tapi kaca depan mobil sedikit terbuka. Palingan kurasa cuma 15 menit kejadian itu. Eh gak tahunya bang Samuel itu lari dari dalam berteriak,” ujar Ivan, sembari mengatakan bahwa pelaku perampokan itu lari ke arah Jalan Patimura Medan
Saksimata lainnya mengaku melihat mobil perampok itu tergesa-gesa menuju Jalan Patimura Medan. ”Becakku aja mau ditabraknya bang,” ujar salah seorang tukanh becak.

Kapolresta Medan Kombes Tagam Sinaga langsung turun ke TKP untuk melihat langsung lokasi kejadian. ”Anggota sudah memeriksa seluruh ruangan, termasuk benda-benda yang digunakan para pelaku untuk melukai korban,” ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga di lokasi kejadian. ”Motifnya sementara ini hanya ingin menguasai harta benda korban,” tambah Tagam.

Hingga kini kasus tersebut masih ditangani petugas dari Polsekta Medan Baru. ”Rencana empat orang saksi dulu yang diperiksa, termasuk satpamnya dan kini kasus itu telah ditangani Polsekta Medan Baru,” ujar Tagam.
Untuk membantu mempercepat pengungkapan kasus, Polda Sumut turut serta membantu Polsekta Medan Baru dan Polresta Medan. ”Kita sudah bentuk tim untuk memburu pelaku bekerja sama dengan Polresta Medan. Penyelidik sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara, Red), ” ujar Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Heri Subiansaori, kemarin.

Karena pelaku tidak meletuskan senjata, Heri belum bisa memastikan pelaku menggunakan senjata api asli. ”Karena perampok di Wilayah Sumut masih banyak menggunakan senjata api mainan dan rakitan,” ucapnya.
Sementara soal borgol asli yang digunakan pelaku, Heri tidak banyak berkomentar.
Heri meminta peran aktif masyarakat untuk selalu peduli lingkungan sekitar dan segera melaporkan bila menemukan kejadian-kejadian yang berpotensi menimbulkan tindak kriminal. (mag-8/mag-1)

Cari Pemasukan, Eksepsi Ustad Dijual Rp20 Ribu

Kisah Murid-murid Abu Ba’asyir yang Setia

Selama menjalani persidangan kasus terorisme di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Abu Bakar Ba’asyir selalu ’dikawal’ ratusan muridnya. Tak sedikit yang datang dari Solo hanya berbekal nekat.

Hilmi Ridlwan, Jakarta

PAGI itu (7/3) PN Jakarta Selatan di Jl Ampera Raya seperti dikepung polisi. Jumlah mereka sekitar 3.000 orang. Bukan hanya itu. Di beberapa sudut lokasi yang tak seberapa jauh dari PN, ada para sniper yang selalu siaga. Seperti itulah pemandangannya, setiap kali digelar sidang kasus terorisme dengan terdakwa Abu Bakar Ba’asyir.

Sidang dengan terdakwa pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, itu dilaksanakan setiap Senin dan Kamis. Pada dua hari itulah polisi selalu sibuk melakukan pengamanan.

Di luar sidang juga dipadati ratusan orang, kebanyakan pria, yang mengenakan pakaian muslim: berkopiah dan ada yang bersorban. Mereka inilah para murid Ba’asyir yang selalu setia mengawal sang ustad menjalani persidangan. Jumlah mereka yang mencapai ratusan itu, membuat jalan di depan PN macet setiap kali sidang Ba’asyir digelar.
Kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos) beberapa murid Ba’asyir itu menyatakan kekecewaannya terhadap polisi.

Menurut mereka, pengamanan yang dilakukan polisi terlalu berlebihan. “Lihat itu, di atap-atap ada sniper. Seakan-akan kami ini berbahaya,” kata Muhammad Umar, murid Ba’asyir yang juga anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), sambil mengarahkan telunjuk tangannya ke arah atap bangunan, tak jauh dari PN Jakarta Selatan. “Hei, itu sniper turun saja,” teriak Umar.

Hari itu (7/3) agenda sidang yang digelar adalah jawaban jaksa atas pembelaan Ba’asyir. Sidang sempat panas setelah salah seorang anggota kuasa hukum Baasyir, Munarman, bersitegang dengan jaksa penuntut. Umar mengatakan, demi memberikan dukungan kepada gurunya, hari itu (7/3) dia tiba di Jakarta sejak subuh. Pria 27 tahun itu datang dengan 50 orang temannya dari Solo.

Dua jam sebelum sidang dimulai (pukul 10.00), Umar dan teman-temannya yang juga murid Ba”asyir sudah tiba di depan PN Jaksel. Semula mereka berniat masuk ke ruang sidang. Tapi, upayanya gagal. “Ada orang-orang misterius yang sudah duduk di kursi pengunjung,” katanya.

Selama persidangan, Umar selalu waspada dan memasang telinga tajam-tajam. Setiap kali Ba”asyir atau pengacaranya menyebut polisi dan Densus 88 Antiteror musuh Allah, Umar dan puluhan rekannya membalas dengan pekikan Allahu akbar. Umar menjelaskan, keputusannya dengan beberapa rekannya sesama anggota JAT datang ke Jakarta adalah bentuk dukungan. “Dukungan dari seorang murid kepada guru atau ustadnya,” paparnya.
Dia sangat kecewa karena guru yang sudah mendidiknya ilmu agama itu didakwa sebagai otak dan penggerak pelatihan teroris.

Berangkat dari Solo ke ibu kota, Umar merogoh kocek sendiri. “Kami menggunakan bus. Kami mulai menabung sejak ustad kali pertama ditangkap,” katanya. Ba”asyir ditangkap di Banjar, Ciamis, Jawa Barat, 9 Agustus 2010.
Untuk datang ke Jakarta, Umar mengatakan perlu sedikit perjuangan. Terutama persoalan ongkos transportasi. Dia menjelaskan, meluncur dari Ngruki ke Jakarta menggunakan bus dan kereta api.

Umar mengatakan, dirinya cukup beruntung karena tidak mengalami kesulitan soal kuangan. Beberapa rekannya mengaku meniru gaya suporter Persebaya Surabaya ketika datang ke Jakarta. Bondo nekat alias bonek. “Motivasi utama, kami harus bisa datang dan memberikan semangat kepada ustad, guru kami,” tandas Umar.

Dia memaparkan, beberapa rekannya ada yang berbekal pinjaman dari rekan lain untuk bisa meluncur di Jakarta. Atau, menumpang kenalan yang akan berangkat ke Jakarta. “Ada yang ikut truk,” katanya.

Tiba di Jakarta, mereka tidak menginap atau beristirahat di hotel. Sebaliknya, mereka menumpang meluruskan kaki di rumah anggota JAT yang tidak jauh dari PN Jakarta Selatan. Misalnya, di kawasan Blok M dan Mampang.
Kondisi keuangan yang pas-pasan tersebut dibenarkan oleh Direktur JAT Media Center Son Hadi. Bahkan, untuk menambah pemasukan organisasi, para aktivis JAT hari itu (7/3) menjual fotokopi materi eksepsi Ba”asyir. Materi setebal 120 halaman itu dijual Rp20 ribu kepada wartawan lokal maupun wartawan asing yang meliput sidang.

Sonhadi memimpin JAT Media Center yang tugasnya memantau setiap detik persidangan Ba”asyir. Setiap kali persidangan, mereka membuka gerai JAT Media Center, persis di depan PN Jakarta Selatan. “Kami mencatat secara detail lika-liku persidangan,” katanya. Hasilnya di antaranya diunggah ke situs www.ansharuttauhid.com.
Sonhadi menjelaskan, selama menempuh pendidikan di JAT dia mendapatkan ilmu tentang berbagi bersama. “Kami ibarat satu keluarga,” katanya.

Menurut Sonhadi, JAT tidak tepat jika disebut organisasi massa seperti Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah. Hadi lebih suka JAT disejajarkan dengan jamaah tabligh yang sering keliling masjid. Atau jamaah-jamaah dakwah yang tersebar di kampung-kampung.

JAT didirikan Ba’asyir setelah menyatakan keluar dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pada September 2008. Setelah sang amir dipenjara, aktivitas JAT tidak langsung otomatis terhenti. “Dakwah-dakwah berkala tetap ada. Pesantren juga masih jalan,” tandas Hadi.

Terkait dengan penjagaan polisi, Hadi mengatakan sudah terlalu kelewatan. “Kami punya tim yang mengawasi orang-orang misterius. Bahkan ada yang berjilbab, itu sudah kami rekam video,” katanya.
Bagaimana bisa tahu? “Kami terlatih membedakan. Gerak-geriknya kan kelihatan. Kalau tidak biasa pakai kerudung pasti kikuk,” katanya.

Dia menjamin, anggota JAT yang setiap persidangan memadati halaman PN Jakarta Selatan tidak akan berbuat anarkis. Apalagi, sampai melawan polisi yang dilengkapi persenjataan lengkap. “Lalu mengapa harus ada sniper?” katanya.

Di antara anggota JAT yang datang ke persidangan tak sedikit yang membawa istri dan anak-anaknya. Karena itu, untuk berbuat kekerasan harus berpikir seribu kali. Pasalnya, hal itu bisa berbalik membahayakan anggota keluarga mereka. “Kami juga punya tim khusus untuk antisipasi provokasi,” katanya.(jpnn)

Syahrini Sepanggung dengan Anang-Ashanti

Syahrini bakal sepanggung lagi dengan Anang Hermansyah. Tetapi, mereka tidak berduet. Sebab, Anang akan berkolaborasi dengan Ashanty. Syahrini akan menyanyi solo. Aksi itu terjadi pada 18 Maret mendatang dalam pergelaran HUT ke-18 AnTV di Jakarta Convention Center (JCC).

Akan sepanggung lagi dengan mantan pasangan duet dan masih terjadi perang dingin, penyanyi bertubuh seksi itu pun santai. Tahun lalu, saat HUT ke-17 AnTV, Syahrini dan Anang tampil bersama. “Iya betul. Di acara itu nanti saya satu panggung, tapi enggak duet (dengan Anang)

Aduh, seru deh pasti,” katanya saat ditemui di Epicentrum Kuningan, Jakarta, setelah mengikuti konferensi pers kemarin (10/3).

Daripada Anang, Syahrini memang lebih banyak berbicara ketika dimintai keterangan tentang riwayat duetnya. Sebagai penyanyi profesional, kata dia, seharusnya hal-hal seperti itu tidak lantas membuat dirinya tidak nyaman. “Mau duet atau solo, buat saya, tetap sama. Siapa bilang saya tidak nyaman bersolo karir. Saya nggak pernah lho mengeluarkan pernyataan seperti itu,” jelasnya.

Kerikil dalam berkarir, lanjut Syahrini, bukanlah ujian terberat dalam hidup. Yang paling berat untuknya selama ini adalah ketika ayahnya, H. Dadang Zaelani, meninggal dunia beberapa waktu lalu. “Kehilangan ayahandaku adalah yang terberat. Bukan kehilangan seseorang yang seperti kalian tanyakan (Anang, Red),” tegasnya. Dari cobaan itu, pelantun Aku Tak Biasa tersebut belajar ikhlas dan sabar.

Bahkan, dari rasa kehilangan itu, Syahrini mendapatkan inspirasi tema lagu. “Kebetulan tema lagunya cocok, kehilangan karena kepulangan ayahandaku. Insya Allah, akan dibuat lagunya,” tambah dia. Mendengar pernyataan itu, Syahrini tampak semakin mantap untuk menjalani solo karir. Setelah Aku Tak Biasa, single kedua sudah dirilis di radio.

Apakah di proyek album solo sarjana hukum Universitas Pakuan Bogor tersebut berencana untuk berkolaborasi dengan penyanyi lain? “Enggak ada. Belum ada. Saya belum ada rencana untuk duet lagi atau kolaborasi. Kalaupun tiba waktunya, saya pasti beri tahu kalian,” tegasnya. (jan/c13/tia/jpnn)

Valentino Rossi Pantang Menyerah

BOLOGNA – Valentino Rossi belum menunjukkan performa terbaiknya dengan tunggangan terbarunya, Ducati. Kendati begitu, mantan pembalap Yamaha tersebut tak lantas putus asa. Menurutnya tidak ada kata pantang menyerah dalam kamusnya. “Itu (hasil uji coba) tak berarti saya dan tim pasrah dan menyerah. Saya tidak akan pernah menyerah, begitu juga dengan tim saya dan tentunya Ducati,” tegas Rossi sebagaimana dikutip Eurosport, Kamis (10/3).

Memang, sejak memutuskan meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducati pada akhir musim 2010, Rossi belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Dalam dua sesi uji coba resmi yang dilakoninya bersama Ducati, pembalap berjuluk The Doctor ini terbukti belum mampu menjinakkan Desmosedici GP11 yang terkenal memiliki kekuatan yang ‘liar’.

Terlepas dari masalah klasik, cedera bahu yang belum sepenuhnya pulih, Rossi memang belum mampu memacu kuda besinya itu ke batas maksimum. Terbukti, dalam dua kali sesi uji coba resmi di Sepang, juara MotoGP tujuh kali ini hanya mampu menempati urutan sembilan sebagai pencapaian terbaiknya. Kondisi ini jelas membuat kubu Ducati dan tentunya Rossi cemas. Pasalnya, dua rival utama Ducati, Repsol Honda dan juara bertahan Yamaha menunjukkan progres yang cukup signifikan.

Meski demikian, Rossi enggan menyerah. Selain mengaku bakal menyesuaikan gaya balapnya dengan karakter motor, dirinya bertekad akan terus bersosialisasi dengan awak timnya untuk membuat GP11 lebih mudah dijinakkan.  “Kami punya banyak ide, kami hanya butuh waktu untuk mengerjakan semua itu. Saya juga ingin tahu, bagaimana motor bereaksi di trek lain, mulai dari Qatar (seri pembuka) dan sirkuit lain yang memiliki temperatur berbeda,” tandasnya sambil menegaskan bahwa dirinya bertekad membuat GP11 tampil kompetitif di semua karakter sirkuit.

Sejauh ini, Rossi memang mengakui ada beberapa hal yang masih harus dibenahi timnya untuk mendapatkan motor yang sempurna. (net/jpnn)

Empat Negara Dongkrak Orang Terkaya Dunia

MAJALAH Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di dunia. Rusia, Brazil, Cina dan India menjadi negara-negara yang telah mendongkrak jumlah orang terkaya di dunia.

Dalam rilis daftar tahunan 1.209 orang terkaya di dunia, Forbes menyebut bahwa Rusia saat ini paling banyak menghasilkan miliarder. Bekas negeri komunis itu menyumbangkan 79 orang dalam daftar orang-orang terkaya dunia. Selanjutnya New York, disebut Forbes memiliki 58 miliarder.

Sementara pendiri Microsoft, Bill Gates, berada di posisi kedua dengan pertumbuhan kekayaan mencapai  dollar US 56 miliar dari dolar US 53 miliar pada tahun lalu. Sedangkan Warren Buffett yang kekayaannya naik dari dollar US 47 miliar menjadi dollar  US 50 miliar, lagi-lagi berada di posisi ketiga.

Dalam laporannya Forbes menyebut bahwa Cina hampir menggandakan jumlah miliarder menjadi 115. Angka itu merupakan yang pertama kali bagi negara di luar Amerika Serikat yang menghasilkan lebih dari 100 miliarder.
India juga menambah enam miliarder, sehingga 55 warganya masuk dalam daftar orang terkaya dunia. “Namun kekayaan bersih (India) rata-rata sangat besar, yaitu mencapai dolar US 4,5 miliar untuk seorang miliarder, sedangkan Cina hanya mencapai dolar US 2,5 miliar,” ujar Chief Executive Forbes, Steve Forbes seperti dikutip REUTERS. Lonjakan miliarder di Rusia disebabkan oleh ledakan komoditas baja dan minyak. Sedangkan jumlah miliarder di Brazil bertambah seiring berasal dari pengetatan keuangan dan pengetatan nilai tukar. (ara/jpnn)

 

Orang Gila Nyusup ke Run Way Bandara

MEDAN-Jemayah Alexander nekat masuk ke landasan pacu (run way) Bandara Polonia Medan, Rabu malam (9/3) sekira pukul 21.00 WIB. Tapi, aksi pria berusia 23 tahun asal Desa Sei Ogung-ogung Kecamatan Pangururan, Kebupaten Tobasa ketahuan sekuriti PT Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, dan berhasil diamankan.

Informasi yang dihimpun, Alexander masuk ke bandara melalui gorong-gorong dari pinggiran pagar areal run way, tepatnya dari arah Sari Rejo. Saat ditangkap Alexander  sudah berada di sekita run way. Petugas sekuriti Bandara, Bambang langsung mengamankannya dan memboyong Alexander ke POM TNI AU di Lanud Medan.

Selanjutnya diserahkan ke Pos Pol Bandara Polonia Medan diteruskan ke Mapolsekta Medan Baru untuk diperiksa.
Saat diperiksa Alexander ternyata mengalami gangguan jiwa (gila). Pasalnya, saat saat ditanyai jawabannya melantur. Polisi kemudian melepaskannya. Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, Iptu Akta Wijaya membenarkan kalau Alexander mengalami gangguan jiwa.

“Dia (Alexander) namanya saja dia lupa, makanya kita pulangkan. Lagi pula pihak bandara juga tidak membuat laporan pengaduan. Jadi kita tidak berhak untuk menahannya,” jelas Akta.(mag-8)

Kilang Minyak Utama Dibom

Picu Kenaikan Minyak Dunia

TRIPOLI – Pertempuran sengit antara pemberontak dan pasukan yang setia kepada pemimpin Libya Moammar Kadhafi mulai merembet ke beberapa fasilitas minyak di negara yang terletak di Afrika Utara itu. Bahkan, pesawat dan artileri pro-Kadhafi memukul kelompok pemberontak yang selanjutnya membalas dengan tembakan roket, pada serangan itu diketahui bom meledak di kilang minyak utama.

Di kutip dari Euronews, dalam peristiwa tersebut sebuah tangki penyimpanan minyak di Ras Lanuf meledak. Masing-masing pihak saling menyalahkan atas kerusakan tersebut. Di jalan-jalan dari Ras Lanuf, pemberontak mengumumkan bahwa mereka telah kembali memasuki kota Bin Jawad, tetapi menghadapi serangan artileri berat dan pemboman udara.

Pemberontak mengklaim lima tank pemerintah telah dihancurkan dengan rudal dan granat roket. Di sisi lain ibukota, penduduk di Zawiyah mengatakan bah wa tank-tank dan penembak jitu dari kelompok pro-Kadhafi memaksa para pemberontak keluar.

Pertempuran itu dilaporkan berlangsung dengan sengit. Wartawan asing masih berada di luar, namun saksi mata mengatakan penembak jitu yang berada di atap menembak apa saja yang bergerak.

Sebuah kilang minyak utama dekat Zawiyah ter paksa ditutup seiring mendekatnya pasukan bersenjata berat. Seorang dokter di kota Zawiyah mengatakan, jalan-jalan dipenuhi dengan mayat, termasuk lansia, perempuan dan anak-anak.

Pengeboman di Ras Lanuf berlangsung saat terjadi pertempuran antara pasukan Kadhafi dan penentangnya. Kilang itu terbakar di tiga sisi. “Asap membumbung tinggi ke udara. kamu bisa melihat mortir bom yang dijatuhkan pasukan Kadhafi ke arah kelompok penentang,” kata seorang saksi mata. Sejumlah orang tewas dan terluka dalam pengeboman itu, tetapi belum dipastikan jumlahnya.

Kadhafi melalui televisi pemerintah menyalahkan kelompok penentang sebagai pihak yang bertanggungjawab. Ia menuduh kelompok penentang yang didukung oleh Al-Qaeda, yang melakukan pengebomban.
Pengeboman kilang minyak itu mendorong naiknya harga minyak dunia di atas dollar US 115 per barrel.
Produksi minyak Libya juga menurun, menurut Badan Energi Internasional produksi minyak Libya turun menjadi 500.000 barrel per hari dari sebelumnya 1,58 juta barrel per hari.

Selain memborbardir para penentang di Ras Lanuf, pasukan Kadhafi juga mengebom mereka di sisi timur kilang minyak di Sidrah pada hari yang sama. Akibatnya fasilitas tangki penampungan kilang pun terbakar.
Penentang Kadhafi tak tinggal diam, mereka membalas serangan dengan meluncurkan roket. Dalam serangan balik itu, beberapa tangki minyak terbakar dan asap hitam langsung membumbung di udara.
Hal yang sama terjadi di kota Bin Jawad dimana kilang minyak berlokasi. Sejumlah saksi mata mengatakan melihat pasukan Kadhafi mengebom melalui kapal laut ke arah kota pantai itu.

Saksi lain juga melihat pesawat perang menjatuhkan bom dari udara.  Tak berapa lama kemudian, pemerintah Kadhafi mengklaim telah menguasai Bin Jawad setelah terjadi pengeboman itu.  (bbs/ara/jpnn)