31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 15586

Webber Melesat, Button Mengeluh

Sesi Tes di Barcelona

Barcelona- Mark Webber mengawali tes resmi terakhir Formula 1 di Barcelona dengan apik. Pembalap Red Bull itu menempati posisi teratas berhasil menjadi yang tercepat.

Dalam tes yang dijalankan di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Selasa (8/3), pembalap Ferarri Sergio Perez sebenarnya mampu mencetak waktu tercepat dengan torehan 1 menit 21,176 detik buat satu lapnya.

Akan tetapi, catatan waktu yang dibuat Perez di penghujung sesi latihan tersebut tidak dianggap karena pembalap Meksiko itu dianggap melakukan pelanggaran karena melompati sebuah chicane.

Webber akhirnya berhak duduk di posisi teratas dengan waktu 1 menit 22,544 detik. Ia disusul oleh pembalap McLaren Mercedes, Jenson Button, yang membukukan waktu 1 menit 22,910 detik.

Perez akhirnya duduk di posisi keempat dengan waktu terbaik 1 menit 24,117 detik. Di atasnya, ada pembalap Renault, Vitaly Petrov, yang menggoreskan waktu 1 menit 22,937 detik.

“Hari ini cukup baik dan tidak banyak perubahan sejak pekan lalu. Kami juga mengalami putaran yang baik hari ini,” kata Webber dikutip dari Stuff NZ.

Sementara Button yang lebih lambat 0,366 detik dari Webber mengeluhkan performa mobil terbaru McLaren, MP4-26. Meski demikian, Button cukup puas dengan hasil yang diraihnya di sesi tes ini.
“Saya tahu tak banyak lagi sesi tes tersisa, saya hanya punya satu hari lagi bersama mobil ini. Tapi setelah hari ini saya merasa kami akan mengalami perkembangan positif,” ujar Button. (net/bbs/jpnn)

Perwira Ditikam Orang Gila

Perwira Pertama (Pama) Poldasu, Iptu K Saragih, ditikam orang tak dikenal (OTK) di bagian lengan kirinya. Saragih ditikam saat berada di warung kopi Simpang Selayang. Pelaku penikaman diduga orang gila. Peristiwa itu terjadi Kamis (9/3) sekira pukul 07.00 WIB.

Keterangan yang diperoleh di lokasi menyebutkan, saat itu Iptu K Saragih yang bertugas di Samapta Polda Sumut ditugaskan untuk membantu mengatur lalulintas di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di Simpang Selayang.
Saat hendak melaksanakan tugasnya untuk mengatur lalin, Iptu K saragih pergi warung Kopi untuk memesan kopi yang terletak tak jauh dari persimpangan padat itu.

Tiba-tiba orang yang tidak dikenalnya turun dari angkot dengan menenteng pisau belati. Dia langsung mendekat dan menyerang Iptu K Saragih. Merasa terkejut, Iptu K Saragih tidak dapat melawan dan hanya bisa mengelak dari serangan tersebut.

Dengan membabi buta, OTK tersebut berhasil menacapkan pisau belatinya di lengan kirinya dan langsung lari meninggalkan Iptu K Saragih dengan naik angkot. Warga yang melihat kondisi polisi tersebut yang terjatuh ke tanah dengan berlumuran darah langsung melarikannya ke Klinik Altara, Perumnas Simalingkar, selanjutnya dibawa ke RS Brimob, Jalan KH Wahid Hasyim.

“Setelah melakukan penikaman, orang yang tidak dikenal korban yang diduga stress tersebut langsung lari dengan menumpang angkot,” ujar Kapolsek Delitua, Kompol SP Sinulingga saat dikonfirmasi melalui teleponnya.
Dalam memburu pelaku penikaman tersebut, polisi masih menyelidiki orang tak dikenal tersebut dengan membentuk tim untuk melakukan pengejaran. “ Tim yang kita bentuk sudah melakukan pengejaran di sekitar Padang Bulan. Korban belum membuat laporan dikarenakan masih dalam perawatan jalan di rumah sakit,” ucapnya. (mag-1)

158 Unit Mobil Plat Merah Dilelang

KANTOR GUBERNUR-Sebanyak 158 unit mobil dinas atau mobil plat merah milik Pemprovsu akan dilelang tahun ini. Hal ini dilaksanakan karena telah berusia di atas lima tahun dan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp4,1 miliar.

Demikian disampaikan Kepala Biro Perlengkapan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Daerah Propinsi Sumut (Setdapropsu), Bondaharo di Kantor Gubernur, Rabu (9/3).

Dia mengatakan, pelaksanaan lelang ini dilakukan secara tertutup sesuai dengan ketentuan seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah. Di dalam Permendagri tersebut dijelaskan ketentuan pelelangan, salah satunya terkait harga kendaraan yang dijadikan acuan oleh Pempropsu.

“Mengenai waktunya, kami belum bisa pastikan dan masih akan dikoordinasikan lagi dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan dalam Permendagri tersebut dinyatakan untuk kendaraan dinas yang berusia 5-7 tahun, maka saat pelelangan nilainya sebesar 40 persen dari harga pasar kendaraan dimaksud.

Bondaharo menerangkan, lelang tertutup dipilih, karena dibenarkan oleh aturan tersebut. Hal ini memang untuk memberi peluang besar bagi pemakai kendaraan dinas untuk memiliki mobil dinas tersebut melalui proses yang dibenarkan sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dia juga mengungkap pada tahun ini, Pemprovsu akan menambah jumlah kendaraan dinas baru. Untuk sekretariat, direncanakan penambahan 16 mobil jenis mini bus, dua unit mobil jenis jeep dan satu unit mobil bus serta 20 unit kendaraan roda dua. (ril)

Tiga Bulan untuk Kadishub Medan

Kemacetan di Medan masih menjadi persoalan yang belum teratasi. Solusi yang dilakukan Dishub baru sebatas rekayasa lalulintas, mengubah tujuh arus jalan. Bagaimana dengan wacana rekayasa lalu lintas tahap dua, apakah bisa dilakukan atau ditunda? Berikut analisis pengamat Tata Kota Medan, Abdul Rahim Siregar yang diwawancarai wartawan Sumut Pos Ari Sisworo.

Bagaimana anda memandang persoalan kemacetan di Kota Medan selama ini?
Tidak bisa dipungkiri, selama ini memang kemacetan masih menjadi persoalan yang masih belum teratasi. Banyak titik kemacetan yang tiap hari terlihat, dan seolah menjadi fenomena. Kita ketahui memang, Pemerintah Kota Medan memang telah melakukan sebuah solusi dengan cara merekayasa lalu lintas, yakni dengan merubah tujuh ruas jalan di Medan. Namun perubahan itu hingga saat ini belum mampu mengatasi kemacetan yang ada. Buktinya, kemacetan masih saja terjadi seperti di Jalan Pulau Penang menuju Jalan Ahmad Yani VII-Jalan Perdana dan Jalan Hindu. Penumpukan jumlah kendaraan juga kerap terjadi di sepanjang Jalan Raden Saleh, tepatnya di dekat Hotel Grand Aston Medan. Begitu pula yang terjadi di sepanjang Jalan S Parman Medan, tepatnya mulai Jalan S Parman-simpang Jalan Kejaksaan hingga dekat Patung Guru Patimpus terus ke arah Jalan Kapten Maulana Lubis.

Siapa yang harus menjadi garda terdepan dalam penanganan persoalan ini?
Pastinya adalah Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Medan. Saya pikir, Kepala Dinas Perhubungan yang baru, mesti melakukan kajian ulang atau evaluasi terhadap kebijakan perubahan arus tahap I tersebut. Karena kita ketahui pula, jangan sampai nantinya perubahan arus lalu lintas tahap II pada kenyataan juga tidak memberi dampak yang signifikan. Seharusnya Dinas Perhubungan memasukkan rencana rekayasa lalulintas yang telah melalui kajian ilmiah dan akademis ke Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang wilayah. Agar, semua yang direncanakan bisa dipetakan. Ini adalah rencana jangka panjang. Jadi, tidak berpikiran untuk sementara waktu saja. Rencana perubahan arus yang kedua diharapkan dilakukan setelah ada kajian yang matang. Karena perubahan arus yang pertama, terkesan dilaksanakan sembarangan, tanpa kajian yang matang. Kebijakan itu dilakukan tanpa melihat perkembangan angkutan kota (angkot), tidak mempertimbangkan kondisi infrastrukstur jalan dan lainnya. Jadi, Kepala Dinas yang baru harus benar-benar mampu merancang itu.

Jadi apa yang harus diprioritaskan, apakah perubahan arus tahap dua atau wacana pengadaan bus massal atau kembali mengevaluasi perubahan arus tahap satu?
Dalam hemat saya, seperti yang saya utarakan tadi adalah prioritas utama yang semestinya dilakukan adalah pengevaluasian perubahan arus lalu lintas tahap satu. Kalau dipikir, untuk apa melangkah satu langkah ke depan, kalau yang ditinggalkan belum beres.

Bagaimana dengan kinerja Kepala Dinas Perhubungan Medan yang baru?
Sejauh ini belum ada realisasi nyata yang terlihat. Program atau wacana-wacana yang selama ini telah dikumandangkan juga seolah atau terkesan belum berjalan.

Langkah apa yang bisa diambil Wali Kota Medan terhadap Kepala Dinas Perhubungan Medan yang baru ini?
Sesuai dengan pernyataan Wali Kota Medan yang memberi tenggat waktu tiga bulan akan melakukan evaluasi. Mungkin pernyataan itu patut dicermati. Waktu tiga bulan itu cukup realistis memberi penilaian. Namun, dalam hal ini mungkin evaluasi yang dilakukan mungkin difokuskan pada evaluasi kinerja dari Kepala Dinas tersebut. Kalau mendapat rapor merah setelah pasca tiga bulan itu, maka bukan tidak mungkin dilakukan evaluasi jabatan. (*)

Syaiful Syafri, Tidaklah…

Tiga Calon Sekdaprovsu Jadi Isu Hangat

GEDUNG DEWAN-Fit and profer test calon Sekdaprovsu yang dilakukan Kemendagri menjadi pembicaraan hangat di kalangan anggota dewan. Layak tidaknya tiga pejabat yang mengikuti fit and profer test jadi pembahasan hangat, Rabu (9/3). Sebagian besar meski tak secara langsung, menjagokan Syafaruddin paling layak jadi Sekdaprovsu.
Nama Aspan Sofyan tak begitu dibicarakan. Sedangkan nama Syaiful Syafri diprediksi tidak akan terpilih, mengingat latar belakangnya selama ini. Sumber wartawan koran ini di Kantor Gubernur menyebutkan, Syafaruddin merupakan calon utama sedangkan Aspan Sofyan dan Syaiful Syafri hanya calon penggembira.

Anggota Komisi E DPRD Sumut yang berasal dari Fraksi Golkar, Richard Eddy M Lingga menyatakan, Syaiful Syafri tidak akan terpilih menjadi Sekdaprovsu. Jadi yang paling berpeluang adalah Kadispenda Sumut Syafaruddin dan Penjabat (Pj) Bupati Madina, Aspan Sofyan Batubara. “Syaiful Syafri, tidaklah,” katanya singkat.
Sementara itu, anggota DPRD Sumut lainnya Siti Aminah dari Fraksi PKS menyatakan, jangan sampai Syaiful Syafri terpilih menjadi Sekdaprovsu. “Di Dinas Sosial bermasalah, ke Dinas Pendidikan meninggalkan persoalan. Mau jadi Sekda, apa jadinya nanti. Mudah-mudahan tak terjadilah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS Hidayatullah menyatakan, dari ketiga nama tersebut, dirinya mengaku lebih mengenal Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Sumut, Syafaruddin.

“Sekda adalah pejabat yang mengikuti perintah dari Gubernur dan Wakil Gubernur. Artinya, Sekda adalah yang membantu tugas-tugas dari pimpinannya. Yang nantinya menentukan adalah dari Menteri Dalam Negeri. Dari ketiga nama tersebut, saya telah lama kenal dengan Bang Syafaruddin, kalau yang lain tidak begitu kenal dan tidak saling kontak,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Hardi Mulyono lebih diplomatis menyikapi hal ini. Menurut Hardi, ketiga nama tersebut memiliki peluang yang sama untuk menduduki jabatan Sekdaprovsu. “Ketiga nama ini sama-sama berpeluang, makanya mereka bertiga yang mengikuti fit and profer test,” katanya.

Senada dengan Hardi, Wakil Ketua DPRD Sumut, Muhammad Affan, juga menyatakan hal yang sama. “Dari sisi administratif, ketiga nama tersebut telah memenuhi syarat. Dari sisi kepangkatan dan sebagainya, mereka juga sudah pas. Jadi, tinggal menunggu hasil dari fit and profer test yang dilakukan saja,” cetusnya.

Berita sebelumnya, tiga kandidat calon Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) telah mengikuti fit and profer test di Jakarta, Selasa (8/3) lalu. Ketiganya adalah Kadis Pendapatan Daerah (Kadispenda),Syafaruddin, Kadis Pendidikan (Kadisdik) Syaiful Syafri, dan Penjabat Bupati Madina, Aspan Sofyan Batubara.
Syaiful Syafri selama ini memang memiliki hubungan yang panas dengan DPRD Sumut. Apalagi sejak Syaiful dikuliti Komisi E DPRD SU terkait sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) di Disdik Sumut sebesar Rp56 miliar lebih. Syaiful dinilai tidak berhasil menjalankan program dinas pendidikan sehingga banyak anggaran yang tersisa. (ari)

Yamaha Lexam Bidik Eksekutif Muda

MEDAN- Yamaha meluncurkan produk baru mereka berupa bebek matik yang diberi nama Yamaha Lexam. Nama Lexam merupakan singkatan dari kata Luxury, Levamentum yang berarti nyaman dan mewah, serta T-Max atau Maxam yang memiliki model motor besar, tampil dengan desain mewah yang meningkatkan kesan stylish, sporty.
Manager Promotion & Motorsport PT Alfa Scorpii area NAD, Sumut, dan Riau, Yong Ting Lee mengatakan, Yamaha Lexam tidak akan dijadikan volume maker seperti produk-produk Yamaha lainnya. Hal ini karena Yamaha Lexam lebih ditempatkan di segmen premium. “Bidikan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) adalah para pengguna mobil yang ingin beralih menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

Yong Ting Lee yang didampingi Gevin Eko (bidang promosi PT YMKI), Gerald (bidang promosi PT YMKI), dan Syaufil Bait (supervisor&trainer academy PT Alfa Scorpii) mengatakan, target penjualan sepeda motor bebek otomatis ini hanya 250 unit untuk wilayah Medan pada satu bulan pertama.

Gerald, bidang promosi PT YMKI mengtakan, banyak spesifikasi teknis Lexam yang mengadopsi dari mobil, seperti penggunaan rem ketika berhenti seperti hand brake pada mobil. “Mungkin saja Lexam bisa jadi solusi di tengah tingginya harga bahan bakar,” tegas Gerald.

Soal bahan bakar, Gerald menegaskan Lexam lebih ekonomis untuk para pengguna mobil yang akan beralih ke sepeda motor. “Konsumsi bahan bakar Lexam sama saja dengan mesin matik yang ada sekarang, 40-50 km per  liter,” ujarnya.

Selain itu teknologi yang diusung motor ini, lanjutGerald  dengan teknologi YCAT (Yamaha Compact Automatic Transmission)  membuat mesin berkapasitas 113,7 cc menjadi tahan lama, minim getaran dan suara yang lebih halus.
Dengan desain sporty dan elegan, serta dipadu dengan lampu belakang yang futuristik, footboard yang lebar dan Rear Hand Brake, Lexam tampil  untuk menggoda pengguna mobil yang ingin beralih ke sepeda motor seharga Rp16,6 juta. (jun)

Kami siap berkuah darah untuk ini…

Ribuan Warga Kembali Tolak Eksekusi Lapangan Bola

Seribuan warga bersama murid Sekolah Dasar (SD) melakukan akasi unjuk rasa di Lapangan Bola, Jalan Rebab, Kelurahan Titi Rante, Medan Baru.

Nesten Marbun,  Medan

Ini merupakan aksi yang kesekian kali sejak tahun lalu untuk menuntut Pengadilan Negeri (PN) Medan untuk tidak melakukan eksekusi terhadap lapangan tersebut.

Aksi dilakukan sekira pukul 09.00 WIB. Mereka berkumpul di lapangan bola tersebut setelah mendengar informasi akan dilakukan eksekusian. Warga menuding Pemko Medan telah menjual fasilitas umum itu kepada pengembang. Tudingan itu sebetulnya keliru, karena Pemko Medan dalam persidangan dikalahkan oleh majelis hakim. Dan harus merelakan lapangan yang sejak puluhan tahun lalu dijadikan fasilitas umum, menjadi milik N Gingitng, warga Kaban Jahe, yang memenangkan atas sengketa tanah tersebut.

“Kami tidak mau tanah ini dijual kepada pihak pengembang, jangan mentang-mentang banyak uang lantas suka-sukanya mencaplok tanah masyarakat yang digunakan sebagai fasilitas umum,” teriak T Pinem dengan kesal, seorang warga. Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Rikardo N Ginting. Dia tidak terima jika lapangan itu dieksekusi oleh pengadilan untuk keperluan privasi tanpa memperhatikan kepentingan umum.

“Saya tidak terima, soalnya sejak saya lahir tahun 60-an, saya sudah bermain bola di sini, dan status pembeliaan tanah itu baru dilakuakan pada tahun 2004 lalu. Dan sejarah tanah ini pun memang milik bersama, bukan milik pribadi. Jadi sangat aneh rasanya jika ada orang yang mengklaim tanah ini miliknya dan melakukan transaksi penjualan kepada pihak lain,” ujarnya.

Dijelaskanya, sebagi warga yang sejak lahir tinggal di daerah tersebut, dia siap berkuah darah untuk mempertahankan tanah lapang tersebut. “Kami siap berkuah darah untuk ini, karena ini kepentingan umum bukan kepentingan pribadi. Si Pembeli itu bukan warga sini. Jadi tidak usah bertingkah, kalau saja tadi petugas datang untuk mengeksekusinya, maka perang hingga bertumpah darah pun pasti tidak terelakkan,” ujarnya. Warga kemudian membakar ban bekas di sejumlah titik di pinggir lapangan sebagai simbol kemarahan. Kepulan asap hitam sempat mengganggu pemandangan.

Koordinator Aksi Forum Masyarakat Peduli Lapangan Olah Raga Jalan Rebab, Zakaria Bangun SH mengatakan, jika eksekusi tanah seluas 8.317 meter tersebut tetap dieksekusi, maka dikhawatirkan gereja GBKP dan masjid yang bersebelahan dengan Gereja tersebut, juga terancam akan digusur.

“Gila itu, kalau Pemko Medan membiarkan tanah ini dieksekusi maka, gereja GBKP dan masjid di samping lapangan bola ini akan terancam digusur, apa mungkin itu dilakukan?” kesal Zakaria. “Tanah itu dulunya diberikan oleh raja perang kepada rakyatnya untuk diusahai, namun sekarang tanah itu diklaim oleh pengembang menjadi miliknya secara pribadi, aneh benar,” katanya.

Dijelaskanya, dirinya cukup heran terhadap berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Medan dengan Suratnya N0 19/Eks/2010/05/Pdt/2005/PN Mdn. Kemudian pada 9 Maret, PN Medan menerbitkan Surat N0:2.VI/2878/Pdt.04.10/II/2011 tentang pelaksanaan eksekusi pengosongan tanah atas lapangan olahraga di Jalan Rebab Kelurahan Titi Rante. “Itu…itu dia, penyebab terjadinya aksi ini, akibat surat putusan itu. Jadi jangan salahkan kami kalau kami akan melawan dengan cara kami sendiri jika putusan PN itu tetap dilaksanakan,” ujarnya marah.

Dalam aksi itu, warga yang berjumlah seribuan orang dijaga sebanyak 200-an personel polisi untuk mengantisipasi tindakan provokasi yang berujung anarkis. Sampai siang eksekusi batal dilakukan, dan sebagian warga pun membubarkan diri. Aksi unjuk rasa warga Jalan Rebab telah dilakukan berkali-kali sejak tahun lalu. Mereka tetap tak terima dengan putusa PN Medan yang memenangkan N Ginting sebagai pemilik tanah. (*)

Penganiayaan Polisi Belum Terungkap

MEDAN-Terkait korban penganiyaan yang dialami Briptu Jhon Erwin Sinulingga (31) yang bertugas di Polairud Poldasu oleh tujuh pria berambut cepak, Selasa malam (8/3), penyidik Reskrim Polsek Delitua masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

Hal tersebut dikatakan Kapolsek Delitua, Kompol SP Sinulingga, Rabu (9/3), saat dikonfrimasi melalui telepon selulernya. Dikatakannya, korban yang tinggal di Pasar I, Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deliserdang, tersebut tidak bisa menandai wajah pelaku pemukulan tersebut.

“Kita masih berupaya melakukan lidik terhadap pelaku yang melakukan penganiayaan. Namun, korban saat kita mintai keterangannya sama sekali tidak mengenali wajah pelaku yang menganiayanya,” ujarnya singkat.
Dimana, akibat penganiayaan tersebut Jhon Erwin mengalami lembab dibagian muka dan kepala dan telinga mengeluarkan darah.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi saat Jhon yang hendak pulang ke rumahnya, menghentikan laju sepeda motornya akibat jalan macet, tepatnya di Pasar X Deli Tua.

Karena macet, Jhon bertanya dengan salah seorang warga sekitar. Namun tiba-tiba, Jhon didatangi seorang pria berambut cepak dan langsung melayangkan pukulan di bagian wajahnya. Melihat kejadian tersebut, keenam rekan pria cepak tersebut ikut membantu menganiaya hingga Jhon tersungkur.

Setelah puas membabi buta memukuli Jhon, ketujuh pria cepak tersebut mengusir Jhon agar segera pergi dari lokasi karena tidak mau melihat wajah Jhon yang sudah lembam. Dengan tubuh yang masih kesakitan, Jhon mendatangi Polsek Delitua untuk melaporkan hal tersebut.

Dalam laporanya Jhon tidak begitu menandai wajah dari ketujuh pria cepak yang mengeroyoknya dan hanya memberikan keterangan dengan menandai kostum yang digunakan pelaku. (mag-1)

Bongkar Reklame, Tewas Kesetrum

MEDAN LABUHAN-Kecelakaan kerja yang berujung maut kembali terjadi. Seorang pemuda yang bekerja sebagai teknisi papan reklame, Suyono (31), warga Deli Tua menemui ajalnya setelah tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, Rabu (9/3) sekitar Pukul 14.30 WIB.

Kejadian tersebut bermula pada saat, Suyono sedang bekerja membongkar papan reklame di bekas showroom Suzuki yang berada di Jalan Pasar V, Medan Marelan.

Tidak hanya kesetrum, Suyono, juga terjun bebas dengan ketinggian lebih kurang 2 meter hingga mengakibatkan kepalanya terbentur aspal. Diduga akibat luka bakar pada bagian dalam tubuhnya karena sengatan listrik bertegangan tinggi, Suyono pun menjemput ajal di ruang IGD Rumah Sakit Ameta Sejahtera.

Sejumlah warga sekitar tempat kejadian perkara mengaku tidak ada yang melihat langsung kejadian tersebut. Umumnya, warga mengetahui kejadian itu ketika ada suara letupan cukup keras. “Waktu mendengar ada suara letupan, saya langsung keluar. Saat itu juga saya mendengar ada teriakan minta tolong, katanya ada pekerja yang memasang reklame terjatuh setelah sebelumnya kesetrum,” ujar Sumantri.

Sumantri bilang, dia melihat korban sudah terkapar dengan badan menghitam akibat mengalami luka bakar dan pada bagian mulutnya mengalami pendarahan. Korban langsung dilarikan warga ke RS Ameta Sejahtera untuk mendapatkan perawatan medis. Di ruangan IGD, korban dalam keadaan yang sangat lemas sesekali meraung kesakitan saat dokter memberikan pengobatan pada luka bakarnya. Tidak lama berselang, korban yang sudah sangat kritis akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Labuhan Deli, AKP Oktavianus membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kecelakaan yang berujung maut tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan dan melakukan olah TKP di lokasikejadian,” ujarnya. (mag-11)

Mudahkan Pelanggan Peroleh Informasi Sesuai Kebutuhan

Telkomsel Hadirkan Layanan Profiling Pelanggan

Dalam upaya mengenal karakteristik pelanggan secara lebih tersegmen demi peningkatan layanan Mobile Advertising, Telkomsel menghadirkan Program Profiling (survey pelanggan) yang berlangsung selama Januari-Maret 2011. Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan yang telah berpartisipasi dalam program tersebut, Telkomsel menyediakan total hadiah 12 unit Honda Jazz S Type, 90 Honda Scoopy, dan 900 voucher isi ulang pulsa senilai Rp 50.000.

Melalui Program Profiling (survey pelanggan), Telkomsel telah melakukan pemetaan pelanggan berdasarkan data usia, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, lifestyle, dan hobi pelanggan. Data pelanggan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas fitur dan layanan Mobile Advertising Telkomsel, serta pemberian info promo yang sesuai dengan minat pelanggan.

VP Mobile Advertising Management Telkomsel Nyoto Priyono mengatakan, “Dengan mengikuti Program Profiling, pelanggan Telkomsel akan merasakan kenyamanan karena mereka mendapat informasi yang spesifik sesuai dengan preferensi dan kebutuhannya, baik berupa info diskon maupun promo produk lainnya. Pelanggan juga mendapatkan informasi download beragam aplikasi konten gratis, seperti Mobile Comic, PetLovers, SMS 2.0, dan ragam konten Value Added Service Telkomsel yang lain.”

Melalui Program Profiling, secara teknis Telkomsel melakukan broadcast SMS kepada sejumlah pelanggan yang dipilih melalui metode sampling. Untuk mengikuti layanan ini, pelanggan Telkomsel dapat mengakses *997*1# langsung dari ponsel, atau cukup mengetik SMS: JOIN <spasi> TANGGAL LAHIR <spasi> JENIS KELAMIN (L/P) ke 2022. Contoh: JOIN 18051988 L. Pelanggan akan dikenakan biaya Rp 1.000 untuk pengguna kartuHALO, serta Rp 1.100 untuk pengguna simPATI dan Kartu As.

Peserta Program Profiling akan mendapatkan hadiah berdasarkan undian yang dilakukan setiap akhir bulan (Januari 2011, Februari 2011, dan Maret 2011) secara transparan di hadapan notaris, departemen sosial, dan pejabat pemerintah kota Jakarta. Seluruh daftar pemenang diumumkan di website www.telkomsel.com, dalam hal ini pemenang tidak dikenakan biaya apapun dan seluruh pajak ditanggung Telkomsel. Pelanggan Telkomsel masih berkesempatan untuk mengikuti Program Profiling periode akhir hingga 25 Maret 2011.

Seputar Mobile Advertising Telkomsel

Di awal tahun 2010, Telkomsel telah meluncurkan Mobile Advertising, yakni layanan pengiriman pesan komersial dalam bentuk iklan kepada pelanggan Telkomsel melalui SMS, MMS, NSP, outbond call, cell broadcast, dan sebagainya. Dengan kehadiran Mobile Advertising, Telkomsel memfasilitasi seluruh industri dengan menyediakan solusi baru untuk beriklan secara masif dan tepat sasaran.

Layanan Mobile Advertising menawarkan berbagai macam konten informasi dan penawaran yang disesuaikan dengan profil pelanggan Telkomsel. Untuk menyampaikan beragam konten tersebut, Telkomsel bekerjasama dengan sekitar 50 media seller yang membantu memberikan solusi periklanan kepada perusahaan, merchant, atau brand management yang ingin beriklan.

Untuk menggunakan layanan Mobile Advertising, pihak pengiklan dapat bekerjasama dengan media seller yang menjadi mitra Telkomsel untuk menyusun materi iklan. Sementara itu, Telkomsel menyediakan jasa untuk menyampaikan materi iklan tersebut kepada calon pelanggan.

Telkomsel menyediakan ragam layanan Mobile Advertising yang hadir dalam bentuk teks, gambar, suara, maupun video, antara lain: SMS 2.0 (layanan SMS generasi terbaru yang memberikan nilai tambah dalam format tampilan SMS, seperti: background berwarna, teks berwarna, emoticon, informasi, dan konten gratis), Mobile Media (layanan konten media dengan kemampuan multi-format flexibility sehingga dapat mengakomodasi berbagai format Mobile Media yang dilengkapi dengan manajemen penjualan mobile advertising, manajemen konten media, manajemen pembaca, dan manajemen pengiklan), Mobile Newspaper (layanan yang menyajikan informasi dari berbagai surat kabar harian dan tabloid ke dalam format MMS), Ad@hand (layanan aplikasi yang di-download, di mana pelanggan dapat menikmati konten iklan berupa video atau gambar disertai musik atau multimedia sebagai Ring Tone pada saat panggilan masuk), dan MKupon (layanan yang memberikan fleksibilitas bagi pengiklan dan merchant untuk mempromosikan produk-produknya melalui kupon elektronik berupa image dalam layanan MMS).

Untuk menambah ragam dan kemanfaatan layanan Mobile Advertising, Telkomsel juga menghadirkan LBA (Location Based Advertising), yakni layanan dengan sistem broadcasting advertising yang memungkinkan pengiklan menyasar secara tepat target pasarnya berdasarkan lokasi dengan memanfaatkan SMS dan MMS sebagai media penyampaian pesan. Informasi iklan atau promosi yang dikirimkan sudah tersegmentasi sesuai profile subscriber, sehingga informasi yang sampai ke pelanggan dapat berguna dan bukan berupa spamming info.

Untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan, berbagai layanan Mobile Advertising tersebut dikirimkan hanya kepada pelanggan yang telah menyatakan kesediaannya untuk menerima pesan. Pelanggan cukup melakukan registrasi melalui Telkomsel maupun pengiklan bersangkutan. Di samping itu, Telkomsel juga menjamin kerahasiaan data pelanggan dan membatasi jumlah pesan yang diterima pelanggan di ponselnya.

Membahas lebih lanjut mengenai Mobile Advertising Telkomsel, Nyoto menambahkan, “Saat ini Telkomsel telah mengeksekusi jutaan iklan yang melibatkan lebih dari 4.000 merk ternama dari berbagai kategori produk, seperti: perbankan, makanan dan minuman, consumer goods, otomotif, dan lain-lain. Dengan memanfaatkan potensi pasar yang masih terbuka luas, Telkomsel bertekad untuk menjadi prominent player di industri Mobile Advertising.”