23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15623

Olla Ramlan Mantan Penikmat Narkoba

Gara-gara narkoba, banyak artis masuk penjara. Meski tak pernah dipenjara, ternyata presenter Olla Ramlan jujur mengakui pernah mengkonsumsi narkoba. “Saya terus terang pernah coba, cuma sekadar pingin tahu aja, kayak apa sih. Tapi tidak dibuat lama,” ujar Olla Ramlan, di Studio Dahsyat, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin.

Olla mengaku mengkonsumsi narkoba ketika masih duduk di bangku SMA. Bekas istri Alex Tian ini mencoba karena didorong rasa ingin tahu sangat besar pada narkoba. Saat mencoba barang haram itu, ia juga ditemani orangtuanya.
“Zaman SMA rasa ingin tahu itu rentan banget, seperti apa rasanya (narkoba). Untungnya waktu itu ditemani orangtua. Saya pernah coba, tapi tidak lama, saya enggak mau munafik juga,” ungkapnya.

Sadar akan bahaya narkoba, Olla berusaha menjauh. Tak mau jadi korban, Olla juga menghindari pergaulan di kalangan selebriti yang bisa menjerumuskannya pada barang haram tersebut.

“Saya rasa harus seperti itu ya (memilih-milih teman). Karena kalau kita bergaul di lingkungan yang sama, mau nggak mau bisa terjebak, akan coba terus,” ujarnya.

Terkait pernyataan polisi tentang 11 artis pemakai narkoba yang menjadi target operasi penangkapan, Olla mengaku baru tahu. Karena itu, dia mengimbau agar rekan-rekannya sesama artis bisa hidup tanpa narkoba. “Ya hati-hati saja deh. Nggak cuma artis yang harus hati-hati, tapi orang biasa juga harus hati-hati,” pesan Olla. (rm/jpnn)

Wisnu Amat Sastro Gantikan Oegroseno

MEDAN- Gerbong pemimpin di tubuh Polri terus bergerak. Setelah Komjen Pol Nanan Soekarna yang pernah bertugas sebagai Kapolda Sumut diangkat menjadi Wakapolri menggantikan Komjen Pol Jusuf Manggabarani, kini giliran Irjen Pol Oegroseno yang mendapat promosi. Kapolda Sumut ini akan segera menduduki jabatan baru sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Mabes Polri. Oegroseno yang sekaligus akan naik pangkat itu akan menggantikan pejabat lama Komjen Imam Sudjarwo. Sementara posisinya di Polda Sumut akan digantikan Irjen Pol Wisnu Amat Sastro, yang saat ini menjabat staf ahli Kapolri.

“Info awal, Kapolda kita (Sumut Irjen Pol Oegroseno, Red) menjadi Kalemdiklat,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hery Subiansaori Selasa (1/3) sore.

Meski kabar berkembang menyebut Irjen Wisnu akan menggantikan Oegroseno, Hery Subiansaori mengaku belum mengetahui siapa pemegang tongkat komando di Polda Sumut berikutnya. “Pengganti Kapolda Sumut belum ada. Mohon doanya,” tutup Hery.

Oegroseno yang dilahirkan di Jakarta pada 17 Februari 1956 merupakan lulusan terbaik kedua dari Akpol angkatan 1978. Menggantikan Irjen Pol Badrodin Haiti pada 4 Maret 2010 di  lapangan KS Tubun di Mapolda Sumut, ia menjabatan Kapolda Sumut setelah meninggalkan posisi sebagai Kadiv Propam Mabes Polri.
Semasa kepemimpinannya di Polda Sumut, Oegroseno yang sempat digadang-gadangkan sebagai calon kuat pengganti mantan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.(mag-1)

Tekanan Mestalla

Valencia vs Barcelona

VALENCIA-Valencia adalah klub yang tidak mungkin dilupakan David Villa. Namanya bisa mendunia tak lepas karena sepak terjangnya bersama Valencia selama lima tahun (2005-2010).

Seandainya Valencia tidak mengalami problem keuangan, Villa mungkin tidak akan berkostum Barcelona.
“Saya memiliki momen-momen hebat selama membela Valencia dan saya sangat menikmatinya,” ungkap Villa yang mengemas 129 gol dari 212 laga bersama Valencia kepada AFP.

Tak pelak, lawatan Barca ke Mestalla dini hari nanti (siaran langsung TV One pukul 04.00 WIB) tak ubahnya nostalgia Villa. Apabila diturunkan, itu menjadi laga pertama Villa di Mestalla sejak ditransfer 40 juta euro (Rp485 miliar) ke Barca di awal musim ini.

Kendati datang sebagai musuh, Villa masih mendapat sambutan hangat sebagai mantan pahlawan Mestalla. “Yang saya tahu, fans kami telah menyiapkan sambutan spesial kepada David dibandingkan hal buruk (teror, Red),” kata Manuel Llorente, chairman Valencia, di situs resmi klub.

Fans Los Che – sebutan Valencia – memang bisa memahami apabila kepergian Villa karena membantu kondisi klub yang tengah krisis finansial. “David bisa pergi setahun lebih awal ke Barca apabila dia memang menginginkannya. Tapi, dia masih mencoba bertahan sampai detik terakhir. Dia adalah pemain sejati Valencia,” tambah Llorente.
Ketika Barca mengalahkan Valencia 2-1 di Nou Camp 16 Oktober tahun lalu, performa Villa tidak kelihatan. Ada tudingan apabila Villa bermain setengah hati mengingat sebelum laga, striker 29 tahun itu menyebut sangat aneh apabila harus menjebol gawang Valencia.

Tapi, tidak menurunkan Villa di Mestalla karena latar belakangnya sepertinya tidak akan dilakukan Barca. Apalagi performa Villa tengah subur-suburnya. Dari 31 laga musim ini, top scorer sepanjang masa timnas Spanyol itu telah mengoleksi 24 gol.

“Saya berharap Villa turun dan membuktikan kemampuannya,” ungkap Unai Emery, entrenador Valencia, di situs resmi klub. “Laga di Mestalla bukan pertarungan antara Barca versus Valencia, melainkan pertarungan pribadi Villa dengan Valencia,” tambahnya.

Dengan keunggulan tujuh poin (68-61) dari Real Madrid di puncak klasemen, Barca tidak akan menghadapi tekanan berat di Mestalla. Apalagi, statistik Barca di Mestalla juga bagus. Dalam empat tur terakhirnya, klub asal Catalan itu menang sekali dan kalah sekali.

Perlu diingat pula, statistik away Barca di liga musim ini nyaris sempurna dengan menang sebelas kali dan sekali seri dari 12 laga. “Kami harus tetap mewaspadai Valencia karena mereka tim peringkat ketiga klasemen,” kata Sergio Busquets, gelandang jangkar Barca, sebagaimana dikutip Marca. (dns/jpnn)

Saya Diancam Bunuh

Nurdin Curhat ke Komisi X DPR

JAKARTA- Ketua Umum PSSI Nurdin Halid memohon perlindungan Komisi X DPR RI karena diri dan keluarga terancam akan dibunuh terkait kemelut yang melanda PSSI menjelang dilangsungkannya Kongres PSSI.
Nurdin mengaku siap mengungkap tabir tersebut asal dirinya memperoleh perlindungann
dari Komisi X yang membidangi persoalan olahraga.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dipimpin oleh Ketua Komisi X Mahyudin (FPD) dan Wakil Ketua Komisi Rully Chaerul Azwar dengan nada getir, Nurdin siap menyebutkan nama pejabat negara atau menteri yang mengancam akan membunuhnya melalui pesan singkat dan telepon.

“Jiwa saya terancam akan dibunuh. Saya dan keluarga saya juga terima SMS akan dibunuh, demikian beberapa pengurus PSSI daerah juga diancam akan dibunuh,” ujar Nurdin Halid, dengan mata berkaca-kaca, didampingi Sekjen PSSI Noegraha Besoes dan seluruh jajaran pengurus PSSI di gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa (1/3).

Di hadapan anggota Komisi X DPR RI, Nurdin juga mengaku siap mengungkap identitas para pengancamnya yang diduga berasal dari pejabat negara maupun menteri, asal dirinya memperoleh perlindungan dari DPR.

“Saya siap buka-bukaan asal DPR mau melindungi saya. Saya minta jaminan. Apapun saya siap buka. Siapa menteri yang ancam saya, akan saya buka! Siapa pejabat tinggi yang ancam saya, akan saya buka. Saya akan buka semua, kapan ancaman itu, hari apa jam berapa saya buka. Soal hidup saya serahkan ke Allah,” ujar Nurdin.

Tak pelak, pernyataan Nurdin tersebut mengundang respon beberapa anggota Komisi X untuk melanjutkan RDPU tersebut dengan rapat tertutup, karena mengandung terancamnya jiwa Nurdin Halid.

“Saya tersentak. Kita harus hati-hati soal ini. Saya khawatir yang terjadi sudah keluar dari substansi. Saya usulkan kepada beliau untuk bicara dalam rapat tertutup,” kata anggota Komisi X dari Fraksi PKB, Hanif Dhakiri.
Namun beberapa anggota diantaranya Dedi Gumelar (FPDI Perjuangan), Gde Pasek (FPD), dan Jamal Aziz (F-Hanura) menolaknya, karena sifat RDPU terbuka untuk umum.

Dalam RDPU tersebut, Nurdin menegaskan bahwa motivasinya bertahan dalam kepengurusan PSSI karena ingin mengawal konstitusi PSSI dan menjaga harkat, martabat dan marwah PSSI dari intervensi apapun.
“Motivasi saya bertahan cuma satu, hendak mengawal konstitusi PSSI, tidak boleh ada intervensi, tidak boleh ada yang mengatur siapa yang boleh jadi ketua umum,” kata Nurdin.

Namun demikian, kata Nurdin, hingga RDPU, Nurdin mengaku belum pernah mengajukan atau deklarasi mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI. Nurdin mengaku dirinya baru akan menyatakan diri bersedia atau tidak dicalonkan, pada saat Kongres PSSI digelar. “Jadi, saya tegaskan lagi kenapa saya bertahan karena ingin menjaga harkat, martabat, marwah, PSSI. Secara pribadi, saya pun menghendaki siapa pun boleh maju, bertarunglah seperti tahun 2003,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin juga membantah pernyataan bahwa PSSI tak berprestasi selama dua periode kepemimpinannya. Di eranya, Nurdin menyatakan PSSI berada di peringkat delapan Asia dan rangking satu Asean. Dengan prestasi itu, kata Nurdin, prestasi kompetisi tingkat nasional berarti sudah diakui dunia.

“Dengan prestasi ini kita memiliki dua jatah di Champion Cup, satu langsung dan satu tim lagi melalui play off. Sementara negara lain cuma memiliki jatah satu itu pun lewat pertandingan play off,” tukasnya.

Nurdin juga membantah PSSI dikuasai oleh Partai Golkar. Kedatangan Timnas ke rumah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak menunjukkan itu karena Timnas ingin mengucapkan terima kasih.

“Ada kesan PSSI milik kelompok tertentu, ini yang saya bingung dan saya sedih karena demi Allah, demi Tuhan tidak ada sedikitpun,” kata Nurdin.

Menurutnya, keluarga Bakrie memang memiliki kontribusi terhadap PSSI. Namun itu tidak berarti Golkar menguasai PSSI. “Kedatangan Timnas ke rumah Abdurizal Bakrie murni betul-betul untuk mengucapkan terimakasih kepada keluarga Bakrie, karena beliau menghibahkan 25 hektar tanah ke PSSI untuk dibangun sekolah sepak bola,” tambah Nurdin.

Menurut Nurdin, rencana membawa Timnas kerumah Bakrie sudah direncanakan jauh sebelum ada AFF. “Saya ingin membawa Timnas untuk bersilaturahmi mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar Bakrie bukan kepada ketua umum Golkar,” tegasnya.

Nurdin juga mengatakan mengucapkan terima kasih kepada Aburizal Bakrie perlu dilakukan, agar PSSI dan Timnas mendapatkan lagi bantuan dari keluarga Bakrie. Nurdin juga membantah telah mengatakan keberhasilan Timnas di AFF adalah keberhasilan Partai Golkar.

“Kata-kata saya begini karena semboyan Golkar suara rakyat, suara Golkar. Apapun kerja kalian sebagai kader Golkar harus mengabdi untuk rakyat, harus berkerja untuk rakyat. Contohnya saya sebagai Ketua PSSI, saya harus berkerja keras bagaimana PSSI berhasil sehingga diminati, digemari bagi seluruh rakyat terhadap kualitas Timnas,” ujar Nurdin. (fas/jpnn)

Gadaikan Motor demi Nasi Bungkus

Pendemo Nurdin Halid, Berhari-hari Menggelandang di Luar Kantor PSSI

Ribuan suporter dari berbagai daerah sejak Senin pekan lalu (21/2) berdemo di depan Kantor PSSI, kompleks GOR Gelora Bung Karno. Tujuan mereka hanya satu: merevolusi PSSI, sekaligus menurunkan Nurdin Halid, sang ketua umum. Inilah kisah tentang kenekatan mereka.

MUHAMMAD AMJAD, Jakarta

PELUH Muhammad membasahi wajahnya yang terlihat agak kuyu. Sesekali dia menyeka peluh itu dengan lengan kanan. Meski tampak kuyu, pria 29 tahun ini sangat bersemangat ketika berbicara. Apalagi, ketika materi pembicaraan mengarah kepada sosok Nurdin Halid, sang ketua umum PSSI. Kedua matanya bisa terlihat membelalak, seperti orang yang akan melampiaskan amarah.

“Saya jual tiga ayam saya untuk biaya berangkat ke Jakarta. Saya mau berkorban karena saya ingin menunjukkan bahwa suporter sepak bola sudah bosan dengan permainan PSSI. Harus ada perubahan,” kata pria asal Bojonegoro, Jatim, yang akrab dipanggil Mamat ini, penuh semangat. Sore itu (25/2) dia ditemui JPNN (grup Sumut Pos) di depan Kantor PSSI di kompleks GOR Gelora Bung Karno, Jakarta.

Mamat dan ribuan suporter lain dari berbagai daerah di Indonesia, sejak Senin pekan lalu (21/2) memang tumplek blek di depan Kantor PSSI. Mereka berdemo berhari-hari, menuntut terjadinya revolusi di tubuh PSSI. Mereka juga menuntut Ketua Umum Nurdin Halid diturunkan.

Aksi mereka bahkan sampai menyegel Kantor PSSI, sehingga para pengurusnya tak bisa masuk kantor. Hingga kemarin, aksi unjuk rasa masih terjadi meski jumlahnya sudah sangat berkurang bila dibandingkan dengan aksi pada hari-hari sebelumnya.

Selama beberapa hari berada di Jakarta, ribuan suporter itu rela tidur menggelandang di halaman sekitar Kantor PSSI. Untuk tidur, mereka ditampung di dua tempat. Ada yang di halaman Masjid Albina, ada juga yang ditampung di halaman parkir timur Senayan.

Di dua tempat itu disediakan tenda besar berukuran lebar 4 meter dan panjang 15 meter. Di tempat itulah para suporter tidur dengan alas seadanya. Saking banyaknya suporter, tak sedikit yang tidur beratap langit dan beralas tanah. Sebagian suporter yang sudah siap menggelandang juga membawa tenda sendiri. “Untuk demo ini, saya tinggalkan keluarga dan pekerjaan saya,” lanjut Mamat, yang mengaku bekerja sebagai wiraswasta.
Jika Mamat sampai harus menjual ayam-ayamnya, lain halnya dengan Deni Setiawan. Pria 32 tahun itu adalah teman satu daerah Mamat, yang juga sama-sama suporter Persibo (dari Bojonegoro). “Saya terpaksa menggadaikan motor bebek milik saya untuk ongkos ke Jakarta,” katanya, tak kalah bersemangat dengan Mamat.

“Begitu tiba di sini, saya puas bisa bergabung dengan suporter lain dari daerah lain,” tandasnya, ketika ditemui Jawa Pos Jumat sore (25/2) di halaman parkir timur Senayan.

Keberangkatan para suporter asal Bojonegoro itu ternyata juga dilandasi kekecewaan mendalam karena kesebelasan kesayangan mereka (Persibo) pernah dikerjai PSSI. “Kali ini kami ingin menunjukkan dan menghentikan semua itu. PSSI tidak boleh lagi menjadi sarang mafia sepak bola,” ujarnya berapi-api.

Hal ini tak dibantah Prianto Jasmo, koordinator suporter asal Bojonegoro. “Kami berangkat ke sini murni atas kehendak hati nurani. Tidak ada paksaan. Kami ingin melihat perubahan di PSSI dan sepak bola tanah air. Karena itu, datang kemari juga memakai biaya sendiri-sendiri,” kata Prianto.

Bagaimana dengan kebutuhan makan” Sangab Surbhakti, salah satu koordinator suporter yang berasal dari Jakarta mengatakan, untuk memberi makan para pendemo itu, dia dan teman-temannya melakukan beberapa gerakan.
Salah satu yang terbukti cukup efektif, kata Sangab, adalah memanfaatkan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Pria 44 tahun ini memaparkan, melalui situs jejaring sosial itulah dia berhasil mendapatkan banyak sumbangan makanan.

“Sambutan teman-teman melalui Facebook maupun Twitter ternyata luar biasa. Banyak yang bersedia memberikan bantuan makanan,” kata pria berkepala plontos yang sehari-hari berprofesi sebagai pengacara ini. “Setiap hari ada nasi bungkus yang dikirim,” lanjutnya.

Tak hanya Sangab yang berkampanye minta bantuan makanan melalui jejaring sosial di dunia maya. Hal yang sama dilakukan Hilmi Atmadja, koordinator suporter Jogja, Solo, Semarang (Joglo Semar). Dia menegaskan bahwa pengumuman yang dia buat di jejaring sosial dunia maya tersebut murni untuk mengetuk hati nurani orang lain.
“Kami umumkan bahwa kami hanya menerima bantuan dalam bentuk makanan. Tidak dalam bentuk uang,” cerita pria 26 tahun ini ketika ditemui Jawa Pos kemarin di kompleks GOR Bung Karno.

Bantuan yang diberikan kepada para suporter itu tidak hanya dalam bentuk makanan. Ada juga beberapa orang yang menyumbangkan tenda.  “Dengan banyaknya sumbangan itu, kami melihat warga pencinta sepak bola lainnya yang tak turut berdemo ternyata mengungkapkan kepeduliannya dalam bentuk lain. Ini yang membuat para suporter semakin bersemangat menyuarakan perubahan,” tandas Hilmi.

Ketika disinggung bahwa kemarin jumlah pendemo menyusut cukup banyak, Hilmi awalnya tersenyum. Hilmi menjelaskan bahwa kondisi itu (jumlah pendemo berkurang) tidak akan berlangsung lama, karena bakal ada gelombang suporter yang lebih besar pada hari ini (1/3). Mereka datang dengan tujuan menunjukkan pada dunia dan FIFA bahwa terjadi masalah dalam persepakbolaan Indonesia yang butuh perbaikan segera.

“Besok (hari ini, Red) kan mau ada sidang exco FIFA yang katanya juga mau membahas masalah PSSI. Kami harus turun besar-besaran untuk menunjukkan bahwa PSSI harus direvolusi. Nurdin dan kroninya harus hilang dari PSSI,” tandas pria 26 tahun ini. (jpnn)

Syamsul Tinggal Sidang, Buyung Belum Ditahan

JAKARTA-Jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya membutuhkan waktu 10 hari untuk menyusun berkas dakwaan perkara dugaan korupsi APBD Langkat Tahun 2000-2007. Pada Senin (28/2) lalu, JPU sudah melimpahkan berkas ke pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor). Selanjutnya, mengenai kapan Syamsul Arifin mulai disidangkan, masih harus menunggu jadwal dari pengadilan tipikor.

Sumber Sumut Pos memastikan, pelimpahan ke pengadilan tipikor dilakukan Senin (28/2). Pengacara Syamsul, Samsul Huda, juga mengaku sudah mendengar kabar mengenai pelimpahan tersebut. Hanya saja, secara resmi tim pengacara Syamsul belum diberitahu.

“Ya, katanya begitu, tapi kita belum dikasih tahu secara langsung,” ujar Samsul Huda melalui layanan pesan singkat (SMS) kepada Sumut Pos, kemarin.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, JPU KPK menerima berkas penyidikan perkara Langkat dari penyidik KPK pada 18 Februari 2011. Pelimpahan berkas dari penyidik ke JPU itu bertepatan dengan habisnya masa penahanan Syamsul di tahapan penyidikan. Syamsul yang mulai ditahan sejak 22 Oktober 2010, sesuai ketentuan, maksimal ditahan untuk masa penyidikan selama 120 hari.

Hitung-hitungannya, untuk masa penahanan pertama 20 hari, lantas diperpanjang lagi 40 hari, dan perpanjangan kedua selama 30 hari. Masa penahanan yang sudah diperpanjang dua kali ini habisnya jatuh pada 19 Januari 2011. Sesuai ketentuan, untuk kasus pidana dengan ancaman di atas 9 tahun, bisa diperpanjang untuk ketiga kalinya yakni ditambah 30 hari lagi. Total 120 hari.

Penyidik memaksimalkan ketentuan ini dan persis 120 hari Syamsul berada di rutan Salemba, berkas dilimpahkan ke JPU. Sementara, JPU berhak menahan Syamsul selama 20 hari. Namun, baru 10 hari, JPU sudah menyelesaikan berkas dakwaan.

Begitu disidangkan, status Syamsul berubah menjadi terdakwa, yang akan disusul dengan keluarnya Surat Keputusan Presiden tentang pemberhentian sementara Syamsul sebagai gubernur dan Wagub Gatot Pudjonugroho akan menjadi pemegang kendali Pemprov Sumut sebagai plt gubernur.

Sementara itu, status tersangka Buyung Ritonga yang turut dijerat kasus dugaankorupsi APBD Langkat tahun 2000-2007, tidak membuatnya ditahan Kejatisu. Hal itu memicu pertanyaan banyak pihak, termasuk LBH Medan.
“Kita heran kenapa mantan bendahara Langkat ini belum juga ditahan. Kalau alibi kejaksaan bahwa KPK masih membutuhkan keterangan dari yang bersangkutan, kalau memang KPK ingin meminta yang bersangkutan sebagai saksi, kejaksaan kan bisa kirimkan, masalah biaya untuk membawa Buyung Ritonga, sudah pasti tanggungjawab KPK,’’ tegas Muslim kemarin. (sam/rud)

Oman Kirim Serdadu ke Perbatasan

Dialog Pangeran Bahrain tak Berhasil

MUSCAT – Massa anti pemerintah masih terus menggelar demonstrasi di Oman. Pemerintahan Sultan Qaboos bin Said Al Said mengerahkan serdadu ke wilayah utara Oman yang berbatasan langsung dengan Uni Emirat Arab (UEA).
“Pengerahan pasukan ke sebelah utara ibu kota, Muscat dilakukan agar unjuk rasa anti pemerintah tidak menular ke UEA,” kata seorang pejabat pemerintah kepada Agence France-Presse. Selain personel militer, pemerintah juga menempatkan persenjataan ringan di ibu kota dan perbatasan. Pemerintah tidak ingin kerusuhan yang menewaskan satu orang di Kota Sohar seperti, Sabtu lalu (26/2) terulang lagi.

Kemarin, ratusan massa anti pemerintah kembali menggelar aksi protes di ibu kota. Tapi, kali ini, pemerintah sudah jauh lebih siap. Jumlah aparat lengkap dengan kostum antihuru-hara sudah siaga di Muscat. Bahkan, beberapa tank juga terlihat di lokasi-lokasi strategis kota pusat pemerintahan Oman tersebut. Aksi yang sama dengan skala lebih kecil terjadi di beberapa kota besar lainnya.

Sejak Sabtu lalu, massa tidak berhenti memprotes pemerintahan monarki di kawasan Teluk tersebut. Mereka menuntut upah lebih tinggi, penyediaan lapangan kerja yang memadai dan pemecatan sejumlah menteri yang dianggap tidak becus. Konsentrasi massa terjadi di ibu kota dan Sohar, terutama di Bundaran Bumi atau Earth Roundabout. Mulai kemarin, aparat menempatkan kendaraan lapis baja di sana.

Prioritas utama aparat adalah menghalau demonstran dari jalan raya utama Sohar yang menghubungkan kota di pesisir barat laut Oman itu dengan ibu kota. Namun, para demonstran tak kurang akal. Mereka sengaja menutup akses dari Pelabuhan Sohar ke kawasan industri alumunium dan petrokimia di kota tersebut, dengan cara memarkir truk-truk di jalanan.

Sejak benih-benih protes muncul di Oman, Sultan Qaboos sudah berusaha keras mencegah pecahnya unjuk rasa. Salah satunya dengan menjanjikan pekerjaan bagi 50.000 orang. Khususnya, para sarjana yang masih menganggur. Kesultanan juga menjanjikan tunjangan sebesar 150 riyal atau sekitar Rp3,4 juta kepada mereka yang tercatat dalam daftar pencari kerja.

Kebijakan populis tersebut tidak juga bisa membendung protes massa. Kepada Associated Press, seorang aktivis anti pemerintah menegaskan bahwa aksi mereka berbeda dengan revolusi di Tunisia dan Mesir. Sebab, rakyat Oman tidak menuntut lengsernya pemerintah. Mereka hanya mendesak pemerintah melakukan reformasi dan memperluas lapangan kerja.

Sementara itu, di Bahrain masih tegang. Walau, Putra Mahkota Bahrain, Salman ibn Hamad ibn Isa Al Khalifa, sudah berdialog dengan oposisi sejak Senin (28/2), massa anti pemerintah tetap berunjuk rasa. Mereka menuntut negara monarki itu melakukan reformasi politik dan merombak pemerintahan.

Penerus Raja Hamad bin Isa Al Khalifa menyesalkan kekerashatian massa anti pemerintah yang terus menggelar unjuk rasa. Kemarin (1/3), sekitar 100 sampai 200 aktivis mengepung Kementerian Informasi di Kota Manama. Mereka berjanji akan mengerahkan lebih banyak massa dan tetap menduduki gedung kementerian sampai pemerintah mengabulkan tuntutan mereka.

“Kami akan tetap berada di sini sampai rezim yang sekarang berkuasa lengser,” teriak salah seorang pengunjuk rasa seperti dilansir Agence France-Presse.

Sedangkan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad menilai para diktator di negara-negara Arab telah menembaki rakyat sendiri dengan senjata buatan Amerika Serikat (AS) dan para sekutu Eropanya. (bbs/hep/dos/jpnn)

 

Hukuman Mati Untuk Bakar Stasiun

AHMEDABAD- Pengadilan Gujarat tuntas menggelar sidang pembakaran di stasiun kereta api Kota Godhra yang merenggut 59 nyawa pada 2002 lalu. Kemarin (1/3), pengadilan menjatuhkan vonis mati kepada 11 pelaku utama ledakan pemicu bentrok muslim dan Hindu tersebut. Sedangkan, 20 tersangka lainnya dihukum seumur hidup.

Kebakaran yang menewaskan 59 penumpang kereta yang semuanya adalah peziarah Hindu lantas memicu bentrok antimuslim. Dalam waktu singkat, bentrok menyebar luas di Negara Bagian Gujarat sekitar 2.000 orang tewas dalam bentrok tiga hari di beberapa kota di Gujarat.  Seiring bergulirnya proses hukum selama hampir sembilan tahun terakhir, sebanyak 63 terdakwa akhirnya dibebaskan. Mereka tidak terbukti ikut menyulut kebakaran dan membunuh para peziarah Hindu di Gordha, sisanya 31 terdakwa.  “Hakim yang memimpin sidang menganggap kejahatan yang dilakukan para terpidana sangat keji. Dia menyebut aksi mereka sebagai tindak kriminal langka yang sadis,” kata J.M. Panchal, jaksa penuntut umum, dalam wawancara dengan AFP. (hep/dos/jpnn)

Fatwa Bayi Tabung tak Dipahami

KUALA LUMPUR – Lazimnya, seorang bayi memiliki satu orang ibu. Yakni, perempuan yang mengandung dan melahirkannya. Tapi, bagaimana jika bayi itu lahir dari perempuan yang hanya meminjamkan rahimnya saja, tanpa punya ikatan biologis atau psikologis dengan sang bayi” Apakah bayi itu juga harus menyebutnya ibu?

Kebingungan semacam itulah yang membuat pemerintah Negara Bagian Selangor prihatin melihat terus meningkatnya tren bayi tabung alias In Vitro Fertilisation (IVF) di Malaysia. Padahal, fatwa tegas yang melarang soal bayi tabung dan ibu angkat yang mengandung dan melahirkannya sudah diperkenalkan sejak 2008 lalu. Tapi, memang tidak banyak masyarakat yang memahaminya.

“Jika ada perempuan lain yang terlibat dalam proses kehamilan dan kelahiran seorang bayi, maka status ibu asli sang bayi layak dipertanyakan,” kata Mat Jais Kamos dari departemen yang khusus mengurusi hukum Islam di Selangor, seperti dikutip Agence France-Presse kemarin (1/3). Situasi semacam itu, lanjut dia, juga menciptakan kebingungan dalam hukum Islam.

Berdasar hukum di Selangor, perempuan yang mengandung dan melahirkan bayi, berhak atas bayi tersebut. Tapi, jika perempuan itu hanya dititipi benih orang lain, maka hak keibuannya menjadi rancu. Pasalnya, ada perempuan lain yang secara medis lebih berhak menjadi ibu sang bayi. Yakni, perempuan yang memang menurunkan sang bayi secara genetika. (hep/jpnn)

WNI Tewas Dapat Santunan Rp480 Juta

ABU DHABI- Kementerian Luar Negeri memberikan diyat atau santunan 200.000 dirham atau sekitar Rp480juta kepada ahli waris warga negara Indonesia (WNI) yang tewas dalam kecelakaan kapal tenggelam di Abu Dhabi.
Namun, untuk mendapatkan santunan ini, Kemenlu butuh waktu dua tahun disebabkan lamanya proses dokumentasi di Abu Dhabi.

Seorang WNI, Eman Suryadi (36) diketahui tewas saat kapal tempatnya bekerja, Danah II, tenggelam di laut Abu Dhabi pada 14 Februari 2009 lalu. Uang santunan dari perusahaan Delma Cooperative Society tempat Eman bekerja, baru keluar Februari lalu.

Direktur Perlindungan HAM dan BHI Kemlu, Tatang Boedi Utama Razak menyerahkan santuan ini kepada istri Eman, Harmini, Selasa (1/3).

Uang santunan ini diserahkan, setelah adanya kerja kerja keras dari Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi yang terus memantau dan mendesak percepatan pemberian santunan.

“Ini sudah termasuk cepat, dua tahun, biasanya bahkan bisa sampai tiga tahun, karena ini ada desakan dari Kedutaan Besar RI,” ujarnya.(bbs/jpnn)