29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 15624

Cina Larang Wartawan Asing Meliput

BEIJING- Pemerintah Cina kembali melakukan pembatasan lebih ketat terhadap kepada media internasional, bahkan pembatasan itu sampai kepada melarang wartawan asing melakukan reportase di sekitar taman Shanghai dan sepanjang jalan utama di pusat perbelanjaan Beijing setelah laporan unjuk rasa di kedua tempat itu muncul secara online.
Seperti dikutip dari AP, pembatasan baru tersebut mengharuskan izin khusus bagi setiap wartawan asing untuk datang dan bekerja, setelah sejumlah jurnalis diserang dan dilecehkan saat melakukan reportase di wilayah yang sama selama akhir pekan.

Koordinator Komite Perlindungan Jurnalis wilayah Asia, Bob Dietz mengungkapkan, perlakuan terhadap wartawan di Beijing, Minggu (27/2) lalu adalah agresi terburuk terhadap pers asing yang kita lihat, sejak Olimpiade 2008.
Sejumlah koresponden asing dari Club of China menyatakan, para jurnalis dari 15 organisasi media encoba melakukan reportase secara dekat, namun mengalami gangguan serius. Wartawan dari lima organisasi berita melaporkan, peralatan mereka disita serta materi pelaporan dihancurkan, ungkap FCCC dalam sebuah pernyataan.
Bloomberg News mengungkapkan, salah satu wartawannya diserang lima pria yang diduga petugas keamanan berpakaian preman dan kamera video milik sang jurnalis disita.

Seorang wartawan BBC dan rekannya dikasari serta dilemparkan ke dalam van oleh sejumlah pria berpakaian preman. Para diplomat AS dan Eropa telah mengkritik pihak berwenang Cina atas perlakuan tersebut.
Kekerasan dan pembatasan ketat mengikuti seruan secara online untuk melakukan protes damai setiap hari Minggu di puluhan kota di Cina, terinspirasi oleh demonstrasi yang menyapu Timur Tengah. (bbs/jpnn)

Biarkan Korupsi, PM Thailand Dijatuhkan

BANGKOK – Partai oposisi Thailand Pheu Thai mencari celah melakukan impeachment atau pemecatan terhadap Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva. Hal ini juga diarahkan kepada delapan anggota kabinet lainnya atas tuduhan korupsi.

Mosi tidak percaya akan ditujukan kepada sembilan anggota kabinet plus Menteri Luar Negeri Thailand, Kasit Piromya. Pengajuan mosi tersebut dilakukan hari ini dengan tokoh oposisi seperti Witthaya Buranasiri dan tokoh partai oposisi seperti Pracharaj dan Puea Pandin juga akan menandatangani mosi tersebut.

Seperti dikutip The Nation, Selasa (1/3), Mosi tersebut ditargetkan kepada anggota kabinet dari Partai Demokrat dan Bhum Jai thai, dua koalisi partai berkuasa yang terbesar.

Witthaya beserta wakil ketua Partai Pheu Thai, Mingkwan Sangsuwan memimpin sekelompok anggota parlemen untuk menyerahkan mosi tersebut kepada Ketua Senat, Prasopsuk Boondej. Mosi ini dipastikan untuk melawan PM Abhisit dan delapan menteri kabinet lainnya. Abhisit sebagai pemimpin pemerintah dituduh membiarkan tindak korupsi yang berlangsung antar anggota kabinet. (bbs/jpnn)

MUI: Ahmadiyah Bubar Atau Jadi Agama Sendiri

JAKARTA-Sejumlah pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertemu Mendagri Gamawan Fauzi di Jakarta, Senin (1/3). Dalam pertemuan tersebut, MUI menyampaikan aspirasinya agar Jamaah Ahmadiyah dibubarkan. Opsi lain, Ahmadiyah menjadi agama tersendiri, yang berbeda dengan Islam.

“MUI tetap dengan usulannya untuk dilakukan pembubaran. Kalau tidak dibubarkan, silahkan saja agama sendiri. Itu usulan MUI,” terang Gamawan Fauzi, usai pertemuan yang berlangsung sekitar 2,5 jam itu.

Apa sudah ada keputusan pemerintah? Gamawan menjawan, belum. Dijelaskan, pertemuan ini sifatnya hanya menyerap aspirasi saja. Hasilnya akan dibahas bersama Menteri Agama Suryadharma Ali.

Dalam pertemuan itu, hadir Ketua MUI, Amidhan, yang disertai perwakilan pengurus MUI Jawa Barat, Banten, dan Bogor. Rombongan yang berjumlah belasan itu secara spesifik membahas soal Ahmadiyah.
Amidhan membenarkan bahwa pihaknya menghendaki pembubaran Ahmadiyah. “Karena kalau tidak, akan terus menjadi permasalahan yang tidak berhenti,” ujarnya usai pertemuan. (sam)

Tak Sanggup Berpantun

KOTA Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), dikenal sebagai Kota Gurindam Negeri Pantun. Pantun sering digunakan sebagai salah satu bagian dalam sebuah acara. Misalnya, saat kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menghadiri penyerahan bantuan langsung masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri pada Jumat (25/2).

Ketika itu, acara yang dilangsungkan di Gedung Daerah tersebut dibuka oleh penampilan dua anak yang saling berbalas pantun. Gubernur Kepri M.

Sani juga menyisipkan pantun dalam sambutannya. Namun, saat giliran Menko Kesra Agung Laksono menyampaikan laporan, dia angkat tangan untuk ikut menyumbang pantun.  “Maaf Bapak Presiden, saya tidak berpantun, takut tidak sanggup,” celetuk Agung sembari menoleh ke arah SBY.

Giliran SBY menyampaikan sambutan, dia juga membalas pantun yang disampaikan gubernur Kepri. Dua kali SBY menambahkan pantun dalam sambutannya.  (fal/c7/agm/jpnn)

Siapa yang Memulai Dia yang Harus Mengakhiri

Pernyataan Presiden SBY bahwa ada beberapa partai yang telah melanggar 11 butir kesepakatan dalam kontrak politik koalisi mendapat sambutan dingin dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Sekjen PKS, Anis Matta, pihaknya sudah sesuai dengan kontrak yang dimaksud Ketua Setgab tersebut.

“Kami tidak merasa ada kontrak yang dilanggar di dalam koalisi. Dan apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan garis batas koalisi. Jadi kami bingung, partai mana saja yang dianggap melanggar oleh SBY itu,” kata Anis, saat dihubungi INDOPOS (grup Sumut Pos) dalam menanggapi konpers SBY soal koalisi, semalam (1/3).
Menurut Anis, kontrak politik yang dimaksud adalah menciptakan pemerintahan yang bersih. “Dibentuknya koalisi itukan ingin membantu kebijakan pemerintah dan ikut menciptakan pemerintahan yang bersih bebas KKN. Nah, apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan hal itu. jadi kami bingung, kalau memang semua menuduh PKS melanggar kesepakatan itu,” tuturnya.

Atas dasar itu, Anis menegaskan bahwa secara garis besar F-PKS tidak terlalu menghiraukan adanya desakan-desakan dari pihak tertentu yang intinya menyudutkan pihaknya. Sebab, katanya, dalam pelaksanaan koalisi tentunya ada mekanisme yang menjadi dasar keputusan.

“Pada dasarnya kita tidak terlalu menghiraukan desakan itu. Kan saat ini hanya ada satu cara mengeluarkan PKS dengan koalisi, mungkin dengan memakai surat dari SBY dan ditandatanganinya. Buat PKS tidak ada masalah karena itu adalah perikatan moral dan keterikatan integritas,” kata Anis.

Anis pun menyatakan pasrah jika memang SBY akan memecat PKS dari koalisi. “Kami masuk koalisi itu kan karena ajakan SBY. Jadi jika SBY tidak berkenan maka itu juga kembali pada keputusan beliau. Jadi siapa yang memulai, maka dia yang harus mengakhiri,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPR ini menegaskan bahwa dengan 57 anggota F-PKS di gedung Senayan akan lebih mudah menjalankan oposisi jika benar-benar dikeluarkan dari koalisi. PKS telah mempunyai pengalaman oposisi saat pemerintahan Megawati, walau saat itu hanya beranggotakan 7 orang.

Selanjuntya, Anis mengungkapkan, dengan adanya kondisi politik yang berkembang saat ini tentunya masyarakat juga mempunyai dasar penilaian terhadap apa yang sebenarnya terjadi. Karena menurutnya apa yang menjadi dasar pelaksanaan sistem di koalisi adalah kontrak politik yang telah disepakati bersama untuk mendukung pemerintahan hingga tahun 2014.(dil/jpnn)

2012, Stop APBD Untuk Klub Sepak Bola

JAKARTA- Mulai 2012 nanti, pemerintah melarang pembiayaan klub sepak bola dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan, tahun ini adalah terakhir kalinya dibolehkan pemberian dana untuk klub sepakbola dari APBD.

Sebagai langkah awal, Mendagri akan menerbitkan Peraturan Mendagri (Permendagri) tentang larangan tersebut. “Bulan Maret ini saya tandatangani petunjuk APBD untuk 2012. Di situ sudah saya masukkan rujukkan, UU tentang olahraga dan peraturan-peraturan keuangan sehingga mulai 2012 tidak boleh lagi daerah mengalokasikan APBD untuk klub profesional,” ujar Mendagri Gamawan Fauzi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/3).
Sifat Permendagri ini sebagai petunjuk awal dalam penyusunan anggaran di tahun 2012. Bila nantinya tetap ada daerah yang mengalokasikan dana bagi klub sepakbola profesional, maka akan diberikan sanksi.

“Sanksinya kita coret saja nanti (usulan di APBD). Karena nanti di sini (Kemendagri) akan dikoreksi dan dievaluasi. Apabila sudah ada petunjuk tidak boleh lagi masuk dalam penyusunan APBD, maka harus dilaksanakan,” tandasnya.
Karenanya, tahun 2011 ini menjadi tahun transisi bagi klub-klub sepakbola profesional di daerah untuk mencari sumber dana di luar APBD. Diharapkan setahun masa transisi ini cukup bagi klub-klub sepakbola  untuk mencari penyandang dana baru.

Larangan mendanai klub sepakbola profesional dengan APBD itu juga berlaku untuk dana APBD yang disalurkan melalui KONI.

“Bukan hanya di APBD Provinsi, tapi semua APBD sampai ke Kabupaten dan Kota. KONI juga tidak bisa, karena KONI itu sifatnya hanya penampung dan kalau di APBD tidak ada anggarannya melalui KONI,” kata Gamawan. (afz/jpnn)

Rumah Murah Satu Juta Unit

LANGKAT-  Pemerintah pusat akan membangun perumahan murah di Kabupaten Langkat melalui program rumah murah satu juta unit 2012. Hal itu terungkap saat kunjungan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa di Kabupaten Langkat, Selasa (1/3).

Perumahan itu tidak akan terealisasi, jika pemerintah daerah tidak menyediakan lahan bagi pembangunan rumah dimaksud. Program pembangunan ini nantinya, akan dibagi dalam empat cluster.

Untuk pembangunan rumah murah ini, kata Manoarfa, pemerintah akan membantu masyarakat secara subsidi. Strateginya adalah kawasan tersebut siap dibangun, lingkungan siap bangun, mengatasi kumuh, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pemukiman.

“Bangunan rumah murah ini nantinya dengan harga Rp20 sampai Rp25 juta per unit, dengan cicilan Rp190 ribu sampai Rp250 per bulan tanpa uang muka, dalam jangka waktu pelunasan 10 sampai 15 tahun,” bebernya.
Pembangunan rumah, sambungnya, adalah salah satu program Kementerian Perumahan Rakyat yang termasuk dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang blue print atau secara teknis sudah dilaksanakan.
Bupati Langkat Ngogesa Sitepu mengatakan, pihaknya serius untuk pembenahan bagi terlaksananya pembangunan perumahan tersebut.(ndi)

Satu Tewas, Enam Luka-luka

Bus Seruduk Rombongan Siswa SD

SERGAI- Kecelakaan lalulintas kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah anak sekolah. Bus Rajawali yang ditumpangi rombongan siswa SD Negeri 105410 Dusun III Kampung Keling, Desa Sei Rampah, Serdang Bedagai yang hendak menuju kolam renang Jonson yang berada di Jalinsum Km 62-63 Kecamatan Sei Bamban, tiba-tiba ditabrak bus Karya Agung dari arah yang sama, Selasa (1/3) sekitar pukul 15:00 WIB.

Akibat peristiwa ini, kernet bus Rajawali Frengki meninggal dunia dan enam siswa SD Negeri 105410 luka-luka dan kini dirawat di RSU Melati Kampung Pon, Serdang Bedagai.  Keenam siswa yang mengalami luka-luka itu adalah Zein (10), Dwi Surya (9), Nanda (9) ketiganya murid SD. Nurliana Pakpahan (45) dan Lastiur (48) keduanya guru SD, dan  S Pasaribu (55) supir bus  Rajawali.

Delpin Roy, saksi mata mengatakan, sebelumnya dia mengikuti rombongan murid siswa SD Negeri 105410 dari sekolah mereka yang berada di Dusun III Kampung Keling, Desa Sei Rampah.

“Awalnya laju kendaraan berjalan seperti biasa, tetapi ketika akan membelok ke kanan masuk ke kolam renang Jonson tiba-tiba dari arah belakang muncul bus Karya Agung BK 7352 TL dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak bus Rajawali tersebut,” ungkap Roy. Bus Karya Agung itu dikemudikan Taor Sibarani(35) warga Simpang Dua, Kelurahan Sarimbun, Kota Pematangsiantar.

Akibatnya bus Rajawali itu pun terbalik, sehingga penumpang yang berada didalamnya menjadi kalut. Namun naas bagi Frengki kernet Rajawali itu tewas di lokasi kejadian, dengan kondisi mengenaskan karena tubuhnya tertimpa bodi angkot, posisinya berada persisi di depan pintu.

Sementara itu Kepala SD Negeri 105410, Dameria Sinambela mengatakan, rombongan siswa itu berjumlah 20 orang dengan tujuannya belajar renang di kolam Jonson. “Renang ini merupakan materi pelajaran ekstrakurikuler dan didampingi dua orang guru pendamping,” ungkap Dameria.
Kini, peristiwa kecelakaan lalu lintas itu ditangani Polisi Pos Lantas Kampong Pon. Kedua kendaraan diamankan di Pos Polantas Kampung Pon guna penyelidikan lebih lanjut. (mag-15)

Dephub Kaji Bandara Simalungun

JAKARTA- Pihak Departemen Perhubungan (Dephub) membenarkan telah menerima surat permohonan izin pembangunan Bandara Perintis  yang akan dinamai Bandara Tuan Rondahaim Saragih dari Pemkab Simalungun. Hanya saja, hingga kemarin belum ada keputusan apakah izin akan dikeluarkan atau tidak.

Direktur Bandara Dephub, Bambang Cahyono mengatakan, pihaknya masih memerlukan waktu untuk mempelajari berkas permohonan izin tersebut. “Surat dari Pemkab Simalungun sudah kami terima, namun kami masih perlu waktu untuk mempelajarinya,” ujar Bambang Cahyono kepada koran ini di Jakarta, kemarin (1/3).

Sebelumnya, Kadishub Simalungun, Gideon Purba menjelaskan, usulan pengurusan izin sudah disampaikan beberapa waktu lalu kepada Dephub dan dalam waktu dekat pihak Dephub melakukan peninjauan ke Bandara Raya. Setelah ditinjau terkait kesiapan dan persyaratan, maka pihak Dephub akan mengeluarkan izin pengoperasian bandara.
“Saya telah menyampaikan langsung ke Dirjen Perhubungan, soal keberadaan bandara perintis dibangun di Raya. Selanjutnya pihak Dephub akan turun ke Raya melihat langsung. Berdasarkan kunjungan itu, akan disampaikan kepada Pemkab Simalungun hal-hal yang akan dilaksanakan kembali menyempurnakan bandara,” kata Gideon Purba.

Terpisah, anggota Komisi V DPR Ali Wongso Sinaga menyatakan, sebagai wakil rakyat asal Sumut yang duduk di komisi yang membidangi infrastruktur, dirinya akan mendorong Dephub untuk cepat memproses perizinan bandara dimaksud. “Kita akan dorong karena ini pembangunan infrastruktur, yang ujung-ujungnya untuk peningkatan perekonomian rakyat,” terang Ali Wongso.(sam)

Penyebab Kebakaran Diselidiki Labfor

SIANTAR- Laboratorium forensik (labfor) Poldasu dipimpin AKP Ali Akbar turun ke Kota Siantar untuk menyelidiki penyebab kebakaran Pasar Dwikora Kecamatan Siantar Utara. Petugas Labfor ini berada di pasar tradisional ini sekitar 30 menit.

Amatan METRO SIANTAR (Grup Sumut Pos), sekitar pukul 11.30 WIB, tiga polisi memakai seragam bertuliskan LABFOR didampingi beberapa polisi berpakaian sipil mulai bekerja di Pasar Dwikora. Satu petugas bertugas mencatat, dan dua petugas lagi bertugas mengukur-ngukur lokasi.

Terlihat mereka bekerja mulai dari lokasi yang diduga asal mula api yaitu dari bekas kios-kios yang menjual pakaian yang berada di sisi pasar sebelah Jalan Musyawarah. Saat itu juga beberapa petugas yang ikut serta mengambil foto dari puing-puing  yang terbakar.

Usai dari lokasi titik awal api, mereka bergerak ke sisi sebelah kanan pasar tepatnya di Jalan Mufakat. Dari ujung ke ujung pada sisi kanan pasar ini, para petugas ini mengukur panjang pasar.  Selanjutnya para petugas ini berjalan menuju tengah pasar. Dengan tetap membawa alat ukur, para petugas dari Poldasu ini pun kembali menuju kearah asal mula api. Dan berikutnya mereka mengukur ke sebelah kiri pasar atau tepatnya  ke arah Jalan Patuan Anggi.

Di lokasi ini juga, petugas labfor Poldasu melakukan interogasi kepada Kepala Keamanan dan Ketertiban Kantor Camat Siantar Utara J Simarmata.  Humas Polresta Siantar AKP Altur Pasaribu menyebutkan, hasil penyelidikan Labfor Poldasu ini menunggu hasil resmi dari Poldasu. Dan dia sendiri tidak bisa memberikan informasi terkait ini.
Sementara itu, enam pelaku pencurian barang-barang dagangan dari kawasan Pasar Dwikora  ditahan Polres Siantar. Ini setelah petugas Sat Reskrim menetapkan keenam orang tersebut sebagai tersangka dan akan menjalani penahanan serta korban dari barang yang dicuri tersebut sudah mulai berdatangan ke Mapolresta untuk membuat pengaduan.(osi/smg)