31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 15628

Peserta Jamsostek Bisa Dapat Rumah Murah

PT Jamsostek (Persero) berencana akan meningkatkan alokasi dana kredit pemilikan rumah (KPR) di saat program rumah murah dari pemerintah terealisasi. Saat ini alokasi dana KPR baru mencapai puluhan miliar rupiah.
Hal ini disampaikan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di sela-sela acara Indikantor Bisnis 2011 di Hotel Pasific Place, SCBD Jakarta, Selasa (1/3). “Akan kita naikan kalau program itu jadi,” katanya.

Selama ini, Jamsostek memberi keringanan bunga kredit bagi para anggotanya yaitu hanya 6 persen. Sedangkan sisa bunga didapat dari bantuan badan layanan umum(BLU) sebesar 4 persen. “Kalau digabungkan akan menjadi 5 persen rata-rata, jadi murah,” kata Hotbonar.

Di tempat terpisah, Presiden Direktur Lippo Group Theo Sambuaga mengharapkan agar rencana program pengembangan rumah murah seharga Rp20-26 juta bukan hanya wacana.

Theo yang memimpin salah satu perusahaan properti tebesar di Indonesia mengharapkan komitmen pemerintah dari program ini. “ Jangan sampai tidak terealisir.  Pengembang juga tentu sudah mempersiapkan.

Tapi harus ada komitmen yang kuat (dari pemerintah),” kata Theo Sambuaga di Jakarta, Selasa (1/3).
Menurutnya pemerintah harus berkomitmen atas gagasan ini, tanah dan bangunan sekaligus. (net/jpnn)

Junjung Sportivitas, Saling Berbagi Trik

Aksi Skater Medan di Ajang Garage 1817

Tak kenal menyerah meski berungkali badan harus mencium lantai. Budi selalu bangkit dan kembali mencoba. Satu keyakinan yang pasti, satu saat nanti dirinya bisa menaklukkan skateboard miliknya.

INDRA JULI, Medan

Budi merupakan salah satu skater yang meramaikan Garage 1817 yang digelar di Pendopo Universitas Sumatera Utara, Jalan Universitas Kampus USU Medan, Selasa (1/3). Sebuah even yang digagas label Garage 1817 sebagai ajang unjuk kebolehan para skater Kota Medan. Kegiatan yang diikuti 30 skater tersebut merupakan lanjutan seri I yang digelar Februari lalu.

Namun kali ini, kegiatan dilaksanakan dengan konsep yang berbeda agar memberikan suasana baru bagi seluruh peserta yaitu Skate Race dan Drop in Contest. Di kategori Skate Race, peserta dilepas sekali dua untuk melewati empat penghalang yang dibuat dari papan skate peserta dengan trick dasar dalam skateboard yaitu ollie (melompat, Red). Lomba sendiri diakhiri dengan trick kick flip board (memutar papan horizontal di udara, Red).

Kedua peserta pun meluncur setelah mendengar suara sirine dari toa panitia. Dengan penghalang yang dibuat mengikuti bentuk Pendopo tadi peserta harus melaju dengan kecepatan sedang. Peserta yang gagal melewati penghalang diwajibkan mengulang di bagian tersebut. Pemenangnya adalah peserta yang paling cepat menyelesaikan hambatan dan menutup dengan kickflip board tadi. Seluruh peserta yang terbaik kemudian dilaga sehingga tampil peserta yang terbaik. Tampil sebagai yang terbaik di kategori ini adalah Dicky.

Perlombaan kedua diberi nama droop in contest. Di sini seluruh peserta dituntut untuk menampilkan trick terbaiknya dengan melewati jumping yang terputus di bagian ujung. Trik dengan tingkat kesulitan yang tinggi dipastikan tampil sebagai pemenang. Masing-masing peserta diberi kesempatan lima menit untuk memperlihatkan kemampuannya. Dikategori ini Fikri yang tampil dengan trik ollie drop in keluar sebagai yang terbaik di kelas beginner. Sementara itu di kelas open, Dicky dengan trick kickflip tampil sebagai yang terbaik.

Selain lomba di dua kategori itu kegiatan ditutup dengan product tos dimana panitia membagi-bagikan produk kepada peserta sebagai motivasi untuk terus mengasah kemampuannya. “Kita di sini tidak memperebutkan uang karena acara ini juga dari kita untuk kita. Penghargaan berupa selembar piagam lebih berharga bagi kita karena itu diraih dengan jerih payah,” tegas Mario.

Ada hal menarik yang tertangkap dalam kegiatan ini di mana seluruh peserta terlihat memberi dukungan kepada siapa pun yang sedang turun. Tak persoalan asal label peserta tersebut. Begitu juga dengan semangat solidaritas yang begitu tinggi di antara skater ketika board milik Budi Rider Milker ini patah saat pemanasan. Dirinya kemudian dipinjamkan board dari peserta lain yang beda label dengannya.

Tak heran bila kegiatan skateboard di Kota Medan bisa terus eksis hingga sekarang sejak kehadirannya 1998 silam. “Dulu masih ingat zaman Bang Ardiansyah Siregar, ceritanya masih main di jalan aspal di depan pendopo karena belum ada izin dari pihak kampus. Peralatannya pun cuma double itu saja. Kemudian kita disuruh buat permohonan untuk bisa main di Pendopo,” ucap Road Manager Medan Skateboarding (SK 8), Dana Tambun.

Secara bertahap dan swadana satu per satu perlengkapan akhirnya dimiliki. Mereka pun eksis menggelar latihan setiap harinya di Pendopo USU dan tak jarang menggelar kegiatan seperti Garage 1817 ini. Selain menjalin tali silaturahmi antar skater yang ada, di situ juga mereka saling berbagi dan wawasan mengenai trik-trik bermain skateboard.

“Trik dasar itu disebut ollie atau melompat. Setelah itu tergantung kepada individu untuk mengembangkan trick permainannya. Makanya di skateboard ini tidak ada guru tapi di sini kita saling berbagi dan tetap memberikan support kepada yang lain. Dengan demikian menambah semangat untuk mencoba trik-trik lain,” jelas Diki SB yang masuk urutan tiga nasional 2010 lalu.

Namun meskipun Diki SB, Dodo, dan H Fadli Lubis yang beberapa kali mewakili Kota Medan di perhelatan skate nasional dan internasional, skateboard masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Buktinya hingga saat ini Kota Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia belum memiliki Skate Park. Dampaknya Diki SB dkk pun kerap harus berpindah bahkan beberapa kali perlengkapan mereka dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Dibanding dana APBD yang dikorupsi oleh para pejabat di Sumut, kalkulasi yang dilakukan Dana dkk untuk membangun Skate Park hanya membutuhkan Rp380 juta. Begitu pun Dana memastikan bila keberadaan Skate Park permanen di Kota Medan dapat memberikan masukan kepada pendapatan melalui pajak yang diterima. “Seperti di Kota Batam itu wali kotanya membangun Engku Putri Skate Park di depan rumah dinasnya. Bayangkan, label di skateboard ini punya dana iklan di skate park itu, hitungannya per centimeter. Belum lagi lokasi Kota Batam yang dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Pulau Nias sebagai tujuan surfing. Berapa banyak devisa yang bisa didatangkan,” papar pria bertubuh tambun ini.(*)

Said Ikhsan Dituntut 6 Tahun

Dugaan Salah tangkap Kasus sabu-sabu

MEDAN- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan menuntut hukuman penjara selama 6 tahun terhadap Said Ikshan (20), warga Jalan Gatot Subroto Medan, terdakwa kepemilikian sabu-sabu seberat 17 gram, Selasa (1/3).
Amar tuntutan yang dibacakan JPU Teddy SH di hadapan majelis hakim yang diketuai M Sabir SH, menyatakan, terdakwa dengan sengaja dan tanpa memiliki izin mengedarkan psykotropika jenis sabu-sabu.

Sebelumnya, JPU menyatakan, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba dan dalam persidangan menyangkal semua isi dakwaan. Dan hal yang meringankan terdakwa, masih berstatus mahasiswa.

“Perbuatan terdakwa melanggar pasal 132 ayat 2 KUHP jo pasal 55 ayat I KUHPidana,” ujar JPU Teddy SH di hadapan persidangan. Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga minggu depan, untuk mendengarkan pembelaan (Pledoi) dari terdakwa.

Usai persidangan, Andy Lumbangaol, selaku kuasa hukum terdakwa menyebutkan, tuntutan yang dibacakan JPU sama sekali tidak berdasar. Dia beralasan, JPU menuntut terdakwa hanya berdasarkan BAP dari pihak kepolisian, padahal BAP tersebut masih bermasalah dan tengah ditangani Poldasu.

Hal lainnya, ujar Andy, JPU jelas mengabaikan fakta-fakat yang ada di persidangan, termasuk keterangan dari para saksi-saksi yang dihadirkan. “JPU tidak mempertimbangkan fakta persidangan berupa keterangan para saksi-saksi yang dihadirkan, dan yang lebih uniknya lagi, JPU hingga pada tuntutannya tidak berhasil menunjukkan barang bukti berupa sabu-sabu,” tegas Andy.

Selanjutnya, terang Andy, semua bentuk kejanggalan tersebut akan dituangkan dalam bentuk pembelaan (Pledoi), yang akan dibacakan minggu depan.

Yang anehnya lagi, tuturnya, terdakwa Dody (berkas terpisah) hingga saat ini belum dituntut JPU, padahal, berkas pemeriksaan terhadap Dody telah selesai hampir 2,5 bulan lalu. “Berkas terdakwa Dody telah selesai atau lebih dahulu dari pada terdakwa Ikhsan, tapi kenapa Ikhsan yang sudah dituntut duluan,” tanya Andy.
Seperti diketahui, terdakwa ditangkap pada 6 Oktober 2010 sekira jam 24.00 WIB di Jalan Titi Bobrok Medan, atas tuduhan kepemilikan sabu-sabu seberat 17 gram, dan penangkapan itu berdasarkan pengembangan dari penangkapan Dody (berkas terpisah).(rud)

Galliani Teringat Era Sacchi

MELIHAT performa AC Milan musim ini di tangan Massimiliano Allegri membangkitkan ingatan Adriano Galliani, wakil presiden Milan, akan era Arrigo Sacchi. Apalagi, setelah Milan melibas Napoli 3-0 kemarin dini hari.

“Apa yang saya lihat kali ini seperti Milan 20 tahun lalu. Saya melihat permainan Milan yang sangat fundamental. Kami menyadari itu. Ini peluang mengulang prestasi hebat yang pernah dicapai,” kata Galliani, seperti dikutip Football Italia.

Yang membuatnya terpukau adalah kolaborasi di lini depan Milan yang begitu dinamis. Zlatan Ibrahimovic, Alexandre Pato, dan Robinho mampu membuat barisan depan Milan menakutkan. Robinho ditarik keluar masih ada Kevin-Prince Boateng.

Keberadaan Boateng membuat Milan lebih berbahaya. Gelandang asal Ghana itu mampu menjaga kestabilan antara menyerang dan bertahan. Situasi itulah yang membuat Galliani teringat akan pola permainan Milan sekitar 20 tahun lalu.

Memang, bila melihat komposisi pemain dan stabilitas permainan, tim berjuluk Rossoneri itu saat ini belum bisa disamakan dengan The Dream Team, julukan skuad Milan kala itu. Namun, kreasi dan daya serang Milan yang membuat Galliani teringat akan memori 20 tahun lalu.

Di era Sacchi, Milan mengandalkan trio Belanda Marco Van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard plus sejumlah talenta lokal seperti Franco Baresi, Roberto Donadoni, dan Paolo Maldini. Berbagai gelar mereka sabet di pentas domestik dan Eropa.

Bersama Sacchi, Milan merebut satu scudetto, dua kali juara Piala Champions (sekarang Liga Champions), dan dua kali juara Piala Interkontinental. Sepeninggal Sacchi, pelatih anyar Fabio Capello mampu melanjutkan dominasi Milan.

Nah, sekarang Allegri yang berkuasa di Milan. Tidak berbeda dengan Sacchi dan Capello yang saat ditunjuk sebagai pelatih Milan, mereka bukan sosok ternama. Mereka pelatih muda potensial. Akankah Allegri mengikuti jejak mereka.

Semuanya akan dimulai dengan perburuan scudetto musim ini. Bila Allegri mampu membawa Milan scudetto setelah puasa selama lima musim terakhir. Allegri merupakan sosok yang digadang-gadang owner Milan Silvio Berlusconi.
Seiring dengan stabilnya performa Milan, Galliani mulai yakin mereka bisa juara musim ini. “Kami terus berada di puncak klasemen selama beberapa bulan terakhir dan sekarang tinggal 11 pertandingan lagi,” bilang pria berkepala plontos itu. (ham/jpnn)

Butuh Adaptasi

MEDAN-Masuknya sejumlah skuad baru di tubuh PSMS membawa angin segar tersendiri. Meski begitu, proses adaptasi pemain lama dengan pemain baru akan menjadi PR utama bagi sang arsitek Ayam Kinantan.  Putaran kedua Divisi Utama ini, PSMS kedatangan empat pemain guna mengisi empat pemain yang didepak sebelumnya. Adalah Novianto, Ade Chandra Kirana, Doni Fernando Siregar dan Almiro Valadares yang telah resmi berkostum PSMS. Dan ke empatnya sudah bisa bermain. PSMS hanya mampu mencuri satu poin dari tur ke Bekasi dan Tangerang.

Namun hasil itu dianggap sudah cukup bagus. Padahal awalnya niat PSMS mengamankan empat angka dari tur itu.  Tapi soal adaptasi itu tampaknya bukan kendala besar. Bermain di laga selanjutnya melawan PSSB Bireun PSMS diyakini bakal mantab. Apalagi laga itu dilakoni di kandang sendiri. “Pemain baru masuk semua profesional. Hanya menanti latihan rutin dan memadukan visi, saya optimis tim akan semakin solid,” sebut Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS kemarin. Yang jadi soal tentu saja krisis lini depan.  Pada laga kontra Persita, Gaston Castano dikartumerahkan wasit akibat berkelahi dengan pemain Persita.

Praktis lini depan hanya akan dihuni oleh striker muda, Mahadi Rais dan Rinaldo. Namun kehadiran Almiro Valadares bisa dimanfaatkan untuk mengisi celah di lini depan, meskipun pemain Brasil ini aslinya berposisi sebagai second striker.

Namun arsitek tim, Suharto yakin striker muda yang dimilikinya bisa berbuat banyak di partai selanjutnya.  Terutama Mahadi yang sedang berada di puncak performa usai mencetak gol ke gawang Persipasi dan Persita.  “Dua laga yang dilakoni dan berbuah hasil manis bagi Mahadi akan menjadi motivasi tersendiri baginya. Mudah-mudahan para pemain muda kita bisa memberikan yang terbaik,” kata Suharto.  Sementara itu, Doni Fernando Siregar mengaku senang bisa bergabung dengan PSMS. Padahal di saat bersamaan banyak klub yang menginginkan jasanya.  Namun PSMS jadi prioritas utama, meskipun dia mengakui tawaran harga paling rendah datang dari PSMS. “Sejak awal saya inigin main di PSMS.

Maka itu tawaran dari klub seperti Mitra Kukar, Persela, Persib, Semen Padang, saya tolak dengan baik-baik,” kata Doni.  “Mungkin sudah jodoh saya di PSMS. Kalau soal harga, terus terang PSMS yang paling rendah tapi itu bukan masalah,” ungkapnya tertawa. (ful)

Baret Miring ke Kiri dan Kanan

Topi baret hanya dikenakan tentara yang memiliki fungsi tempur. Di negara kita, setiap angkatan memiliki pasukan tempurnya, dan warna baretnya masing-masing.

Baret Merah milik Kopassus, Baret Jingga milik Paskhas AU, Baret Hijau milik Kostrad, dan Baret Hitam milik Kaveleri. Semua baret itu dikenakan miring ke kanan, artinya posisi emblem ada di kiri pemakai, dan miring ke kanan. Tapi coba baret milik Polisi Militer yang biru muda itu, atau baret biru tua milik Brimob, atau milik korps Reserse, miringya bukan ke kanan tapi ke kiri. Artinya baret yang dimiliki tugas kemanan dan pengamanan serta penegakan hukum. Sedangkan yang miring ke kanan adalah pasukan siap tempur.(net/jpnn)

SMP Negeri 3 Medan Alumni Harus Eksis

Medan-Untuk mewujudkan visi dan misi satu sekolah tentunya harus didukung dengan program-program pendidikan yang cukup mapan. Itu pula yang dilakukan SMP Negeri 3 Medan.

Sekolah yang beralamat di Jalan Pelajar No 69 Medan ini memiliki visi untuk mewujudkan atau menghasilkan lulusan yang berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta iman dan taqwa (Imtaq).

Kepala SMP Negeri 3 Medan Nur Halimah Sibuea SPd MPd mengatakan, untuk mewujudkan visi tersebut pihaknya menerapkan beberapa indikator yang berfungsi untuk menginformasikan visi yang telah tercapai.
“Indikator ini terdiri dari capaian prestasi di bidang keagamaan, akademik, teknologi, seni budaya bangsa, karya tulis ilmiah dan olahraga. Jadi setiap bidang ini memiliki syarat untuk mencapai prestasi dan subjeknya adalah siswa,” jelasnya, Selasa (1/3).

Sementara itu, misi SMP Negeri 3 Medan satu diantaranya adalah penerapan kurikulum berbasis sekolah. “Jadi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) disusun berdasar silabus yang telah diatur dalam Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan (SKL).

Nah, kurikulum ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di setiap satuan pendidikan untuk mencapai SKL tadi,” papar Halimah.

Selain itu, lanjut Halimah, SMPNegeri 3 Medan juga memiliki jargon pendidikan di sekolahnya, yakni ‘Eksis.’ “Eksis ini singkatan dari empati, kreatif, spiritual, intelektual dan sehat. Jadi, setiap lulusan diharapkan telah memiliki ‘Eksis’ ini baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ataupun berbaur dengan masyarakat luas,” katanya.

Karena menurutnya, setiap komponen di jargon tersebut sangat dibutuhkan oleh setiap individu, dalam hal ini lulusan. “Seperti empati yang mutlak diperlukan dalam bersosial di masayarakat. Sedangkan kreatif, spirit, intelek dan sehat sama pentingnya untuk melanjutkan studi siswa maupun untuk berbaur di lingkungan sekitar,” ujar Halimah.

SMP Negeri 3 Medan juga memiliki motto yang tak kalah pentingnya untuk diterapkan di sekolah, yakni ‘Pembelajaran untuk semua, semua belajar.’ Motto ini menegaskan, sekolah memang merupakan satu tempat untuk menimba ilmu bagi seluruh penghuninya. “Segenap sivitas akademika di sini wajib belajar, tak terkecuali penjaga sekolah. Dan yang paling utama adalah siswa, guru dan semua pengurus yang berpautan langsung untuk peningkatan mutu pendidikan,” tutur Halimah.

Saat ini, SMP Negeri 3 Medan memiliki jumlah siswa 1.100 orang yang diasuh oleh 105 orang guru yang kesemuanya telah sarjana dan 3 diantaranya sudah S-2. “Jumlah gurunya luar biasa banyak kan? Nah, dengan kelebihan yang kami miliki ini pula, diharapkan guru-guru mampu memberikan ilmu kepada siswa lebih mapan dan profesional,” harap Halimah. (saz)

Pro Titan Mungkin Ubah Formasi

Masuknya skuad baru ke Pro Titan membuat arsitek Dick Buitelaar berpikir untuk mengubah formasi. Menilik legiun baru yang datang, formasi 4-3-3 mungkin ditinggalkan dan  mencoba format 4-4-2 atau 3-5-2.

Asisten Pelatih Pro Titan Yahya Broer, saat dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini skuad yang ada masih harus mendapatkan penguasaan materi positioning, pressing, dan kombinasi passing dengan masuknya pemain baru, maka hal itu diharapkan segera menyatu.  Apalagi dua striker baru masuk, Antonio Teles dan Mario Costas.

Mengenai adanya perubahan formasi dalam tim dengan masuknya dua striker asing yang baru, Yahya tidak menampik hal tersebut. Mengingat formasi yang digunakan oleh timnya bukanlah hal yang baku, dan sewaktu-waktu bisa saja berubah.

“Dengan masuknya dua striker baru, kemungkinan tim akan menggunakan formasi 4-4-2 atau 3-5-2,” sebut Yahya.
Mengenai Costas yang belum juga diturunkan dalam dua laga away sebelumnya, Yahya mengakui hal itu dikarenakan masalah administrasi.  “Kemarin kita masih memakai Ghozali, Natonio Teles dan Tambun Naibaho di lini depan. Ada kemungkinan pada pertandingan berikutnya Costas akan menggeser pemain lokal lainnya atau bisa saja Teles dan Costas secara bergantian turun bermain,” terangnya. (uma)

Kepala Sekolah, Penentu Kemajuan Sekolah

Kepala sekolah memiliki peranan kuat dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia di sekolah.

Kepala sekolah dituntut mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif dan prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah (Mulyasa, 2005).

Manajemen sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Hal ini disebabkan karena manajemen sekolah secara langsung akan mempengaruhi dan menentukan efektif tidaknya kurikulum, berbagai peralatan belajar, waktu mengajar dan proses pembelajaran.

Sekolah efektif dalam perspektif manajemen, merupakan proses pemanfaatan seluruh sumber daya sekolah yang dilakukan melalui tindakan yang rasional dan sistematik (mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengerahan tindakan dan pengendalian) untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien.

Darling-Hammond L (1992) menyatakan dimensi sekolah efektif meliputi 1) layanan belajar bagi siswa, 2) pengelolaan dan layanan siswa, 3) sarana dan pra sarana sekolah, 4) program dan pembiayaan, 5) partisipasi masyarakat, dan 6) budaya sekolah.

Sekolah yang efektif berada dalam lapangan manajemen sekolah yang ciri/karakteristiknya menurut Edmonds (dalam Syafaruddin, 2002) meliputi (a) Kepala sekolah dan guru-guru memiliki komitmen dan perhatian yang tinggi terhadap perbaikan mutu pengajaran, (b) Guru-guru memiliki harapan yang tinggi untuk mendukung pencapaian prestasi siswa, (c) Iklim sekolah yang tidak kaku, sejuk tanpa tekanan dan kondusif dalam seluruh proses pengajaran, (d) Sekolah mempunyai pemahaman yang luas tentang fokus pengajaran dan mengusahakan keefektifan sekolah dengan mendayagunakan seluruh sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan secara maksimal, (e) Sekolah efektif dapat menjamin kemajuan siswa yang dimonitor secara periodik.

Sejalan dengan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri kepala sekolah yang memiliki kemampuan dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen meliputi sebagai berikut:

Dalam perencanaan meliputi (1) Kepala sekolah dapat menetapkan program-program sekolah, (2) Kepala sekolah dapat merumuskan kebijakan-kebijakan sekolah, (3) Kepala sekolah dapat menyusun program kerja sekolah, dan (4) Kepala sekolah dapat merumuskan langkah-langkah pelaksanaan program.
Dalam pengorganisasian meliputi (1) Kepala sekolah dapat menempatkan guru sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki dalam KBM, (2) Kepala sekolah dapat mengatur penggunaan sarana dan prasarana yang ada sesuai dengan kebutuhan siswa, guru dan personel lain sehingga terjalin kerjasama yang baik, (3) Kepala sekolah dapat memberikan solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh guru dan personel sekolah lainnya, (4) Kepala sekolah dapat mengatur kerjasama dengan pihak atau instansi lain untuk menyukseskan program-program sekolah.

Dalam penggerakan meliputi (1) Kepala sekolah dapat memotivasi guru sehingga guru merasa mampu dan yakin untuk melaksanakan program- program sekolah, (2) Kepala sekolah dapat memimpin dan mengarahkan guru-guru dengan baik, (3) Kepala sekolah dapat mendorong guru-guru untuk mengembangkan profesionalisme sesuai dengan bidangnya, (4) Kepala sekolah dapat mendorong guru bekerja dengan tujuan untuk pencapaian prestasi.

Dalam pengendalian meliputi (1) Kepala sekolah dapat mengevaluasi pelaksanaan program-program sekolah seperti yang telah ditetapkan dalam tahap perencanaan, (2) Kepala sekolah dapat mengevaluasi kinerja guru dan personel sekolah lainnya, (3) Kepala sekolah dapat memberikan penguatan terhadap keberhasilan yang telah dicapai oleh guru, (4) Kepala sekolah dapat memperbaiki kesalahan/kelemahan yang telah dibuat oleh guru dan personel lainnya.
Kemajuan suatu sekolah tidak terlepas dari kompetensi manajerial yang dimainkan dan dimiliki oleh kepala sekolah. Semegah apapun dan secanggih apapun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah kalau tidak dimanage dan ditangani oleh kepala sekolah beserta dengan aparat birokrasi sekolah yang bersangkutan, maka itu akan sia-sia.
Oleh sebab itu, kemajuan dan perkembangan suatu sekolah sangat ditentukan atensi dan kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah, sehingga kiprah kepala sekolah di dalam menjalankan visi,misi dan strategi sekolah dapat terwujud. Urgensinya dari persoalannya bahwa:

Pertama, kepala sekolah adalah pelaksana suatu tugas yang sarat dengan harapan dan pembaharuan, oleh sebab itu kepala sekolah adalah inovator. Kemasan cita-cita mulia pendidikan kita secara tidak langsung diserahkan kepada kepala sekolah. Optimisme dan kepercayaan orang tua menyekolahkan putera-puterinya pada sekolah tertentu.
tidak lain berupa fenomena menggantungkan cita-citanya pada semua komponen persekolahan seperti guru, karyawan dan kepala sekolah. Karena orang tua masih banyak memiliki pandangan bahwa suatu sekolah yang sudah menjadi primadona dan fanatismenya disebabkan oleh popularitas suatu sekolah yang didukung oleh sarana dan prasarana memadai, komponen birokrasi dan administrasi sekolah yang terbuka, harmonisasi dan interaksi antar semua komponen persekolah saling mendukung dan terbentuk suasana kondunsif, di manapun lokasi sekolah yang bersangkutan akan tetap dikejar.

Apalagi masih melekat dari para orang tua yang sudah tertanam didirinya, bahwa bila anak pertamanya dididik di sekolah tertentu, maka untuk anak-anak berikutnya tetap menginginkan sekolah yang bersangkutan.

Hal ini tentunya atas pertimbangan yang sudah disebutkan di atas. Siswa dapat belajar dan membelajarkan dirinya hanya karena fasilitasi kepala sekolah, oleh sebab itu seorang kepala sekolah mestilah seorang fasilitator.
Seonggokan aturan dan kurikulum yang selanjutnya direalisasiakan oleh para pendidik sudah pasti atas koordinasi dan otokrasi dari kepala sekolah. Singkatnya, kepala sekolah merupakan tokoh sentral pendidikan.

Kedua, sekolah sebagai suatu komunitas pendidikan membutuhkan seorang figur pemimpin yang dapat mendayagunakan semua potensi yang ada dalam sekolah untuk suatu visi dan misi sekolah. Pada level ini, kepala sekolah sering dianggap satu atau identik, bahkan secara begitu saja dikatakan bahwa wajah sekolah ada pada kepala sekolahnya.

Di sini tampak peranan kepala sekolah bukan hanya seorang akumulator yang mengumpulkan aneka ragam potensi penata usaha, guru, karyawan dan peserta didik; melainkan konseptor managerial yang bertanggungjawab pada kontribusi masing-masingnya demi efektivitas dan efiseiensi kelangsungan pendidikan.

Akhirnya, kepala sekolah berperanan sebagai manager yang mengelola sekolah. Sayang sekali kalau kedua peran itu yakni sebagai tokoh sentral dan manajer dalam sekolah diharubirukan oleh ketakmampuan mengatasi aneka krisis yang ada dalam sekolah. Ketiga, mestilah memahami akan fungsi apa yang disebut dengan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) atau dikenal dengan istilah Total Quality Management (TQM) Salah satu pola manajemen yang berisi seperangkat prosedur yang digunakan oleh setiap orang/institusi untuk memperbaiki kinerja pembelajaran secara terus menerus.

Karena manfaat dari MMT ini antara lain adalah untuk meningkatkan kinerja proses pembelajaran melalui peningkatan produktivitas, efektivitas dan efisiensi. Konsep ini harus dipahami oleh semua unsur birokrasi sekolah, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, guru BP, petugas laboratorium, pustaka, karyawan, penjaga sekolah, siswa, orang tua dan komite sekolah.

Masing-masing bersinergi dan saling menunjukan kinerja, dan masing-masing saling bertanggungjawab dengan tugas dan fungsi yang melekat pada dirinya. Akan terasa pincang jalannya suatu organisasi sekolah, bilama masing-masing komponen tidak saling mendukung, dan lebih celakanya masing-masing komponen melempar tanggungjawab, dan seolah-olah tugas dan fungsi yang melekat pada dirinya bisa dikerjakan oleh orang lain.

Oleh sebab itulah, kompetensi seorang kepala sekolah di dalam menjalankan roda organisasi sekolah mesti ada. Kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah di samping yang disebutkan di atas, diantaranya adalah konseptor, negosiator, administrator, motivator.

Disamping itu seorang kepala sekolah juga memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional, dan ini terkait erat dengan program sertifikasi bagi kepala sekolah. Suatu hal yang harus melekat erat pada seorang kepala sekolah adalah memiliki visioner, punya pandangan dan wawasan, intelektual, dan bertanggungjawab.(*)

Oleh: Sahrialsyah SPd I,
Guru PAI di Namira Islamic School Medan1

Bintang Medan Jajal Main Malam

Bintang Medan telah memutuskan memajukan jadwal pertandingan melawan Persebaya menjadi Jumat (4/3) mendatang.  Tak hanya itu, Bintang Medan juga siap menggelar laga itu di malam hari.

Bintang Medan FC terpaksa harus memajukan jadwal pertandingan kontra Persebaya 1927 lantaran bentrok dengan jadwal Divisi Utama putaran kedua saat Pro Titan menjamu PSLS Lhokseumawe di Stadion Teladan 6 maret mendatang.
Chief Executive Officer (CEO) Bintang Medan FC Dityo  Pramono kemarin mengatakan, keputusan memundurkan jadwal tersebut datang dari LPI Pusat. “Keputusan memajukan jadwal ini datang dari LPI pusat.  Pertandingan akan digeklar 4 Maret nanti  di Stadion Teladan,” kata Dityo didampingi Agus  yang merupakan dua deklarator saat deklarasi LPI di Semarang 24 Oktober tahun lalu.

Tidak hanya jadwal pertandingan yang diubah, perubahan juga terjadi pada waktu pertandingan. Kick-Off juga diubah menajdi malam hari Pukul 19.00 WIB.

“Keputusan menggelar pertimbangan malam dilakukan untuk ujicoba meningkatkan animo penonton yang hadir ke Stadion Teladan.  Kami berharap, dengan begini, jumlah penonton akan bertambah,” ujar Dityo lagi. Soal harga tiket, Panpel Pertandingan Bintang Medan juga tak mematok harga tinggi. “Untuk harga tiket kami tidak akan menaikkan, sekalipun menghadapi tim sekelas Persebaya 1927.
Untuk tribun terbuka tetap sepuluh ribu. Tertutup tiga puluh ribu rupiah dan VIP lima puluh ribu rupiah,” jelas Agus. (ful)