26 C
Medan
Sunday, March 1, 2026
Home Blog Page 15777

Harga Obat Naik 10%

Kadinkes: Belum Ada Surat Edaran

MEDAN- Sejak Januari 2011 lalu, sejumlah jenis obat mengalami kenaikan harga sebesar 5 hingga 10 persen. Jenis obat yang mengalami kenaikan diantaranya obat anti biotik, obat jantung, hipertensi, obat sakit perut, obat batuk, analgetik (obat sakit kepala).
Menurut Staf PT Kimia Farma di RSUD dr Pirngadi Hariono mengatakan, setiap tahun harga obat memang mengalami kenaikan, karena bahan baku dan bahan pengemas juga naik.
“Biasanya, transportasi naik bisa juga menjadi penyebab kenaikan harga obat,” katanya kepada wartawan koran ini di RSUD dr Pirngadi Medan, Senin (21/2)Menurut Hariono, kenaikan harga obat tersebut relatif tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan obat, karena kalau pasien kesulitan dengan harga, kita akan tawarkan generik, karena lebih murah dan terjangkau.
“Apalagi kenaikannya tidak begitu besar, hanya 5-10 persen saja, masih signifikan. Saya kira kenaikannya juga masih stabil,” ucapnya.
Menurutnya, sejauh ini obat yang paling banyak diminta oleh konsumen adalah antibiotik, karena antibiotik dipakai semua jenis penyakit. Namun yang pasti, kenaikan harga masih berpatok pada HET (harga eceran tertinggi). “Selain itu juga kita mengutamakan original obat,” sebutnya.
Pernyataan Haryono ini dibantah Kepala Instalasi Farmasi RSUD dr Pirngadi Medan, Juangga Tobing Apt. Dia mengatakan, hingga kini belum ada surat edaran resmi dari pemerintah pusat soal kenaikan harga obat tersebut.
“Belum ada kenaikan harga obat, inikan rumah sakit pemerintah, harus ada surat edaran resmi dari pemerintah juga yang menyatakan harga obat naik. Sejauh ini belum ada surat edaran itu, jadi masih harga biasa,” ungkapnya, Senin (20/2). Menurutnya, kenaikan harga obat pernah terjadi pada 2010 lalu. “Pernah dan tidak setiap tahun naiknya, sesekali saja kalau bahan bakunya naik,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi. Dia menyebutkan, pihaknya akan menerima laporan resmi bila ada kenaikan harga obat, namun sejauh ini pihaknya belum menerima laporan.
“Tapi, kita melihat dari penggunanya, kalau itu pilihan terapi, kita harus menyesuaikan dari bahan baku. Karena sebagian bahan baku diperlukan sebagai bahan tambahan,” ujarnya kepada Wartawan koran Ini,
Untuk pasien Jamkesmas atau JPKMS kata Edwin, tidak ada masalah, sebab klaim yang diajukan dari Rumah Sakit, Dinas Kesehatan yang menanggungnya.
“Kalau diluar Jamkesmas dan JPKMS, itu tergantung pada pilihan Rumah Sakitnya, kan obat yang sesuai Kenaikan itu saya pikir juga dipertimbangkan masih batas toleransi kalau itu naik,”pungkasnya. (mag-7)

Enam Rumah di Belawan Ludes

Uang Rp15 Juta Jadi Abu
BELAWAN- Kebakaran besar terjadi di Belawan, tepatnya di Jalan Raya Pelabuhan Lingkungan 44, Kelurahan Belawan IIm Kecamatan Medan Belawan, Senin (21/2) pagi pukul 09.00 WIB.
Sedikitnya, enam unit rumah semipermanen hangus terbakar. Bahkan, korban kebakaran tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka karena api cepat membesar membakar rumah-rumah mereka.
Sahjen Tanjung (37), hanya mampu termenung memandangi puing-puing rumahnya yang sekaligus tempat usaha tempel ban miliknya yang terbakar. Tak satupun harta benda miliknya yang dapat diselamatkan dari kobaran api. Bahkan, uang Rp15 juta yang disimpannya di dalam lemari pun musnah terbakar.
“Uang saya yang disimpan lemari sebanyak Rp15 juta tidak bisa diselamatkan, ditambah lagi barang-barang yang ada di rumah semua habis terbakar,” katanya kepada wartawan koran ini. Tanjung mengaku, akibat kebakaran yang menghanguskan enam unit rumah semipermanen itu, dia mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Menurut pantauan wartawan koran ini, warga sekitar sangat panik dan berhamburan ke luar rumah sembari menyelamatkan barang-barang mereka. Suasana semakin panik, ketika terdengar beberapa kali suara ledakan dari rumah yang terbakar.
Warga sekitar menduga, suara ledakan tersebut berasal dari tumpukan drum solar yang ada di bengkel milik Tanjung. Bahkan, api menjadi sulit dipadamkan karena adanya tumpukan drum solar tersebut. Padahal, Dinas Pemadam Kebakaran telah mengerahkan delapan unit mobil pemadam ke lokasi.
Buyung (60), warga sekitar mengatakan, kebakaran tersebut diduga berasal dari obat nyamuk yang dipasang Sri Dewi (Tante Del) pada malam harinya. Rumah Sri Dewi ini tepat di sebelah rumah Tanjung. Api langsung membesar dan merembet ke rumah Tanjung yang di dalamnya terdapat tumpukan drum minyak dan ban-ban bekas yang mudah terbakar.
“Kejadian tersebut begitu cepat, tiba-tiba api langsung membesar dan membakar keenam rumah yang berdempetan tersebut bahkan ada sebayak 3 kali suara ledakan,” ujarnya.
Sebelumnya, lanjut Buyung, warga sekitar sangat kecewa dengan kinerja petugas pedam kebakaran yang terlambat datang ke lokasi. Bahkan, petugas pemadam kebakaran datang setelah keenam rumah tersebut habis terbakar. “Kami kecewa dengan petugas pemadam kebakaran yang dating terlambat, hampir satu jam setelah kejadian baru pemadam tiba di tempat, rumah-rumah sudah habis terbakar baru datang petugas pemadam kebakaran,” tambahnya.
Saat ditanyai wartawan koran ini mengenai keberadaan drum minyak tersebut, Buyung tidak mengetahui kalau bengkel milik, Tanjung menyimpan tumupukan drum solar. “Kami tidak tahu kalo selama ini ada tumpukan drum minyak di situ, setelah terbakar ini baru kami tahu,” paparnya.
Namun saat dikonfirmasi, Tanjung (37) membantah bahwa di antara tong yang ada di rumahnya berisi minyak solar. “Hanya tong kosong saja itu dan ini bukan tempat penimbunan solar,” jelasnya.
Menurut informasi di lapangan, keenam rumah yang terbakar tersebut milik Sahjen Tanjung (bengkel Tempel Ban), Sri Dewi, Ican, Lili Tarigan, Ucok Kenang dan Dike. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang menghanguskan 6 rumah tersebut namun kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Sedangkan, Kepala Lingkungan 44 Kelurahan Belawan II Udin mengatakan, tidak tahu pasti penyebab kebakaran tersebut. “Kami tidak tahu penyebab kebakaran tersebut, kita serahkan saja kepada kepolisian untuk menyelidikinya,” ujarnya.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Belawan, AKP Jono Sirait mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian kebakaran tersebut. “Kita belum bisa pastikan asal api darimana, kami masih melakukan penyelidikan,” ujarnya. (mag-11)

Astra Buka 20.000 Lowongan Kerja

Jakarta- Grup Astra siap buka lowongan 20.000 orang sebagai karyawan di tahun 2011 ini. Calon karyawan diambil dari lulusan terbaik dari Universitas untuk menambah inovasi produk dan menekan biaya perseroan.
Demikian disampaikan Divison Head Human Capital Management Corp Organization ASII, David Budiono, dalam press confrence usai perayaan ulang tahun Astra, di kantornya, Sunter, Jakarta, Senin (21/2). Saat ini grup Astra menjadi salah satu kelompok bisnis terbesar di Indonesia. Terdiri 145 perusahaan, dengan jumlah karyawan 145.154 orang. Sepanjang Januari 2011, telah terjadi penambahan 500 orang hingga total sampai saat ini jumlah pegawai grup Astra mencapai 145.700 orang.
“Jumlah karyawan 145.154. Ada penambahan 500. Juga ada penambahan 20.000 lagi,” ungkap David. Sebanyak 20.000 calon pegawai Astra siap direkrut manajemen sepanjang tahun ini. Dimana 3.000-3.500 orang disyaratkan berpendidikan sarjana. Kemudian 12.000 orang dipersiapkan untuk memenuhi sektor manufacturing.(net/jpnn)

Astra Buka 20.000 Lowongan KerjaJakarta- Grup Astra siap buka lowongan 20.000 orang sebagai karyawan di tahun 2011 ini. Calon karyawan diambil dari lulusan terbaik dari Universitas untuk menambah inovasi produk dan menekan biaya perseroan.Demikian disampaikan Divison Head Human Capital Management Corp Organization ASII, David Budiono, dalam press confrence usai perayaan ulang tahun Astra, di kantornya, Sunter, Jakarta, Senin (21/2).

Saat ini grup Astra menjadi salah satu kelompok bisnis terbesar di Indonesia. Terdiri 145 perusahaan, dengan jumlah karyawan 145.154 orang. Sepanjang Januari 2011, telah terjadi penambahan 500 orang hingga total sampai saat ini jumlah pegawai grup Astra mencapai 145.700 orang.“Jumlah karyawan 145.154. Ada penambahan 500.

Juga ada penambahan 20.000 lagi,” ungkap David. Sebanyak 20.000 calon pegawai Astra siap direkrut manajemen sepanjang tahun ini. Dimana 3.000-3.500 orang disyaratkan berpendidikan sarjana. Kemudian 12.000 orang dipersiapkan untuk memenuhi sektor manufacturing.(net/jpnn)

Kanit Narkoba Polresta Medan Peras Tersangka Rp300 Juta

Dilapor ke Kapolri, Disidang Kapolda

MEDAN-Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Oegroseno membuktikan janjinya memberi sanksi tegas kepada anggotanya yang main-main dengan kasus narkoba. Kemarin (21/2) pukul 13.30 di Aula Bina Mitra mapolresta Medan, Kapolda memimpin gelar perkara pemerasan Rp300 juta yang dilakukan Kanit Idik I Sat Narkoba AKP Dedi H, terhadap tersangka kasus narkoba, Said Ikhsan.

Gelar perkara yang diikuti sejumlah penyidik Propam tersebut berlangsung selama 5 jam dan tertutup untuk wartawan. Sejumlah orangtua terdakwa sempat dikonfrontir dengan AKP Dedi selaku Kanit Narkoba tersebut.
Usai gelar perkara, Kapoldasu Irjend Pol Oegroseno menegaskan, dalam pemeriksaan, AKP Dedi H tidak mengaku melakukan pemerasan. ”Indikasinya mungkin ada unsur pemerasan. Tetapi dari hasil gelar perkara tadi saya tanyakan kepada Pak Dedi selaku Kanit Idik I, pengakuannya tidak ada,” ujar Oegroseno

Untuk mengetahui apakah AKP Dedi H jujur atau pembohong, kasus tersebut segera ditangani Propam Polda Sumut. ”Kasus ini akan segera ditangani Propam Polda Sumut, biar jelas ya. Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi, semuanya harus diketahui masyarakat,” lanjut Oegroseno.

Kasus ini juga menyeret nama Kasat Narkoba Polresta Medan Kompol Amry Siahaan selaku pimpinan AKP Dedi. ”Untuk Kasat Narkobanya, Kompol Amri Siahaan, nanti ada fasenya. Kita periksa dulu dari bawah, baru ke atasnya. Dia pimpinannya, siapa tahu juga dia itu terlibat kan,” tambah Oegroseno.

Dipaparkannya, dugaan pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran kode etik profesi oleh anggota polisi. ”Ya, sementara ini kasusnya itu kan pelanggaran kode etik profesi, belum mengarah ke pelanggaran lain. Namun jika terbukti ada pelanggaran lain ya… kita tunggu hasil pemeriksaan ajalah baru kita simpulkan nanti,” papar jenderal bintang dua ini.

Sementara itu, ayah Ikhsan, Sayed Azmir (53), menyambut baik gelar perkaran tersebut. Pihaknya juga sudah melayangkan surat permohonan kepada Kapolri yang menjelaskan secara rinci kronologi kejadian sejak dilakukan penangkapan terhadap terdakwa (lihat grafis). Hingga sekarang Said masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Medan.

”Saya cukup menyayangkan kejadian ini. Anggota polisi yang seharusnya melindungi, melayani dan mengayomi itu sungguh tidak profesional dan tidak sesuai mottonya. Saya cuma mau menuntut keadilan dan semoga pimpinan tertingginya bisa bijaksana menyimak kasus ini,” ucap Sayed Azmir dengan kesal.

Ibu Said Ihksan, Syarifah Hasanah, yang ditemui saat keluar dari ruang Rupatama Polresta Medan mengatakan, tidak terima dengan perlakuan pihak kepolisian yang tidak profesional dan tidak terpuji.

Dia mengatakan, petugas memeriksa mobil anaknya dan memeriksa rumah tanpa surat perintah. ”Setelah itu, setiap kami ketemu petugas itu (AKP Dedi Z Harahap) saat menjenguk anak kami di tahanan Sat Narkoba Polresta Medan, selalu meminta supaya kami damai dengan menyerahkan uang sebesar tiga ratus juta. Kalau tidak anak kami akan ditempel,” tukas Syarifah Hasanah.

Karena keluarga tidak menuruti permintaan petugas dimaksud, nilai uang damai diturunkan. ”Terakhir mereka memintai berdamai dengan tebusan Rp20 juta. Anak kami juga dipaksa mengakui perbuatannya padahal anak kami itu orangnya baik dan rajin salat. Kalau udah begini, kuliah anak kami pun jadi terganggu dan nama baiknya menjadi jelek,” tambahnya sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Sementara itu, terkait pelaporan Nindi, ibu dua anak yang menjadi tersangka kepemilikan sabu tanpa barang bukti dan ditangani Polsekta Medan Baru, Kasi Propam Polresta Medan AKP D Sidabutar menyatakan masih menunggu kehadiran oknum polisi yang dilaporkan.

”Saat ini kita masih menunggu oknum nakal itu untuk diperiksa. Surat panggilan kedua telah kita layangkan Jumat lalu,” ujar Sidabutar. Jika surat panggilan kedua tidak ditanggapi, petugas Propam akan melakukan jemput paksa. ”Oknum polisi itu kan digaji oleh negara. Jika dia tidak datang dalam tiga hari setelah panggilan kedua, kita akan jemput paksa,” tegasnya.

”Hanya tiga hari jangka waktunya, tetapi hari Sabtu dan Minggu kan hari libur jadi tidak dihitung. Ya kita lihat saja jika hari Selasa (22/2) juga tidak hadir maka Rabu (23/2) mendatang kita sudah bisa menjemputnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolsekta Medan Baru Kompol Saptono tidak bersedia dikonfirmasi seputar laporan Nindi yang melibatkan anggotanya ke Kapolda Sumut Irjend Pol Oegroseno.
”Bapak memang di dalam Bang, tetapi katanya sangat sibuk, tidak bisa diganggu,” ujar ajudan Saptono.(mag-8/son)

Monang Sitorus Ditahan, Bendahara Disdik Tersangka

Kasus Korupsi Rp7,3 Miliar di Tobasa dan Simalungun

MEDAN-Jumlah pejabat dan mantan pejabat di Sumatera Utara yang terjerat kasus korupsi bertambah lagi. Kejaksaan Tinggi Sumut, resmi melakukan penahanan terhadap, mantan Bupati Tobasa Monang Sitorus, usai penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), melakukan pelimpahan tahap II terkait kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2005 senilai Rp3 miliar.

Sementara petugas Tipikor Sat Reskrim Polres Simalungun menangkap dan menetapkan Parulian Haloho (40) sebagai tersangka. Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun Lamhot Tua inin
diduga melakukan penggelapan pembayaran pesanan dan pemasangan material rehab bangunan DAK tahun 2009 sebesar Rp4,3 miliar.

Total kerugian negara dari dua kasus ini mencapai Rp7,3 miliar.

Terkait penahanan Monang Sitorus, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Sution Usman Adji menegaskan, hal itu demi kepentingan persidangan. “Benar tim kita sudah membawa dan menahan Monang Sitorus. Meskipun, saat penyidikan Monang tidak ditahan oleh Polda Sumut,” tegas Sution di kantornya di Jalan AH Nasutio Medan, Senin (21/2).
Penahanan itu dilakukan sesaat setelah kasusnya dilimpahkan Polda Sumut ke Kejatisu. Berkas Monang diboyong tim Pidana Khusus Kejatisu ke Kejari Balige guna proses selanjutnya. “Pelimpahan berkas dari Medan menuju Kejari Balige dipimpin Jaksa I Komang Ardana dengan pengawalan aparat Polda Sumut,” tegas Sution.

Saat ini Monang dititipkan di ruang tahanan sementara Kejari Balige dengan status tahanan jaksa Kejari Balige.  “Sesegera mungkin dilimpahkan ke persidangan, Insya Allah akhir bulan ini sudah  dilaksanakan,” ucapnya.
Kasi Penerangan Hukum/Humas Kejatisu, Edi Irsan Kurniawan Tarigan menambahkan, dalam meneliti kasus dugaan korupsi Bupati Tobasa tersebut, tim sangat hati- hati. Meskipun uang korupsinya telah dikembalikan, namun perbuatan tetap harus dikenakan sanksi hukum.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Poldasu. “Ya benar, Monang Sitorus sudah kita limpahkan ke Kejatisu sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hery Subiansaori. Pelimpahan tahap kedua setelah BAP dinyatakan lengkap (P21) tersangka Monang dilakukan Satuan III Tipikor Dit Reskrim Polda Sumut. Dimana, dalam penangganan kasus korupsi yang sudah bertahun-tahun, saat ia menjabat orang nomor satu di Kabupaten Tobasa. Monang kerap dinyatakan tidak lengkap (P-19).

Pelimpahan tahap kedua tersebut dilakukan beserta barang bukti. Namun, Hery tidak mengetahui barang bukti apa saja yang turut diserahkan kepada pihak Kejatisu. Maka selanjutnya diserahkan ke Kejatisu untuk kemudian dilimpahkan ke persidangan.

Dalam kasus ini, tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah disidangkan, masing-masing mantan Pemegang Kas Setda Jansen Batubara, mantan Bendahara Pemkab B Hutapea dan mantan Kabag Keuangan Arnold Simanjuntak. Adanya ketelibatan ketiganya ini, berdasarkan pemeriksaan penyidik.

Keterlibatan ketiganya, sesuai dengan wewenang jabatan Jansen Batubara B Hutapea dan Arnold Simanjuntak, karena tidak dapat mempertanggungjawabkan uang yang berasal dari APBD Kab Tobasa sebesar Rp3 miliar tersebut keluar tanpa sesuai prosedur.

Peran ketiganya dalam hal ini memproses sesuai dengan jabatan mereka masing-masing di jajaran Pemkab Tobasa hingga uang tersebut keluar dan diterima Bupati Tobasa Monang Sitorus yang juga ditetapkan sebagai tersangka.
Sedangkan, pemeriksaan terhadap orang nomor satu di Kab Tobasa itu, diketahui bahwa uang sebesar Rp3 miliar tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi Monang. Yakni, digunakan untuk operasional perusahaannya di Jakarta, PT Parsito Darma Jaya yang bergerak dibidang Konsultan.

Gelapkan Rp4,3 Miliar

Sedangkan Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Lamhot Tua Parulian Haloho ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan pembayaran pesanan dan pemasangan material rehab bangunan DAK tahun 2009 sebesar Rp4,3 miliar Minggu (20/2) pukul 22.00WIB.

Hingga berita ini diturunkan, tersangka masih menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor Sat Reskrim Polres Simalungun.

Penangkapan terhadap tersangka ini setelah penyidik Sat Reskrim Polres Simalungun melakukan pemeriksaan terhadap lebih kurang 132 kepala sekolah SD se Kabupaten Simalungun sejak September 2010 hingga Februari 2011. Tersangka diadukan Misdianto mewakili rekanan pengerjaan bangunan fisik ratusan Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Simalungun dengan nomor LP/489/IX/2010/SU/Simal pada 1 September 2010 dan kemudian di lanjutkan pengaduan kedua oleh Simbur Siallagan dengan nomor LP/542/X/2010/SU/Simal tertanggal 18 Oktober 2010.
Dalam pengaduan kedua orang yang mewakili 8 perusahaan rekanan ini, masing-masing UD Tetap Jaya, CV Karya Mandiri Sejahtera, UD Jaya Sejahtera, PT Cipta Alam Segar Inter, PT Cipta Karya bangun Nusa, CV Kurnia Putra Mulia serta CV Agis dan CV Genis Mandiri selaku pensuplay material rehab bangunan, Tersangka di adukan telah melakukan penggelapan sisa uang pembayaran Gypsum, Propil, Pasang atap Zinkalum dan Baja Ringan untuk rehab fisik 308 SDN se Kabupaten Simalungun sebesar kurang lebih Rp.4.381.389.509,- rupiah dari jumlah keseluruhan sebesar Rp.22.111.677.009,-. Padahal semua pengerjaan DAK untuk tahun 2009 yang dikerjakan secara swa kelola sudah rampung dan tersangka sudah mengutip uang pembayaran dari sebahagian besar sekolah yang direhab.
Kapolres Simalungun AKBP Drs Marzuki MM melalui kasubbag Humas AKP Sulaiman Simanjuntak diruang kerjanya pada Senin (21/2) siang membenarkan penangkapan tersangka.

“Dia sudah ditangkap karena penyidik sudah memiliki unsur dan bukti yang kuat. Ia juga dijerat pasal 372 Subs 374 tentang penggelapan sub penggelapan dalam jabatan yang ancaman hukumannya 5 tahun kurungan,” kata Sulaiman.
Petugas Sat Reskrim juga sudah menyita barang bukti yang menguatkan dua laporan pengaduan serta penetapan Lamhot menjadi tersangka.

“Petugas juga sudah menyita barang bukti berupa 132 Lembar permohonan pengeluaran barang, 132 Rencana Anggaran Bangunan (RAB), 132 buku rekening sekolah, 396 tanda Terima  Uang dari Kepala sekolah kepada Lamhot, 8 tanda terima uang dari Lamhot kepada Misdianto, 4 tanda terima uang dari Lamhot kepada haris Anggara, 132 lembar Berita Acara Pekerjaan dan 1 berkas daftar nama penerima DAK tahun 2009,” tambah Simanjuntak
Sementara itu Luhut Nadapdap, SH selaku Kuasan Hukum Lamhot yang di temui di kediaman lamhot di Jalan Sentul, Kelurahan Suka Makmur, Siantar Marihat belum bisa memberikan komentar apa-apa.

“Biarlah hukum dan pemeriksaan ini berjalan. Kita lihat saja nanti hasilnya,” katanya dikediaman Lamhot. (hez/smg/rud/mag-1)

Data Militer RI Dibobol, Pelakunya Intelijen Korsel

JAKARTA-Indonesia secara resmi meminta Korsel memverifikasi laporan-laporan yang menyebutkan anggota intelijen Korsel menyusup di kamar delegasi Indonesia  untuk mencuri informasi rahasia tentang rencana pembelian senjata antara kedua negara.

“Indonesia meminta kami memverifikasi fakta-fakta yang tepat,” kata jubir Kemlu Korsel, Cho Byung-jae, dalam briefing reguler, sebagaimana dilansir Yonhap News Agency, Senin (21/2). “Kami sedang memverifikasi fakta-fakta, dan kami setuju menginformasikannya sesegera mungkin,” imbuhnya.

Dubes RI di Korsel, Nicholas Tandi Dammen mendatangi kantor Kemlu Korsel pada Senin pagi untuk mencari kerjasama dengan Park Hae-yun, pejabat sementara Kemlu yang menangani masalah Asia Selatan dan Pasifik.

Permintaan verifikasi itu muncul setelah harian lokal Korsel memberitakan, tiga orang yang membobol ruangan delegasi Indonesia di Hotel Lotte pada 16 Februari lalu adalah anggota Badan Intelijen Nasional (National Intelligence Service/NIS) Korsel.

Sementara pejabat di Jakarta beramai-ramai menegaskan bahwa tidak ada data militer penting yang hilang sebab delegasi tidak membawa data penting. Menurut versi Kemhan RI, yang terjadi adalah tamu hotel salah masuk kamar, lalu mengambil laptop. Laptop itu sudah dikembalikan ke pemiliknya yaitu staf Kementerian Perindustrian. Masalah sudah beres.

Sayangnya, tidak ada satu pun pejabat yang bisa menjawab soal laporan media Korsel tentang masuknya 3 orang ke kamar hotel itu, yang kabur begitu delegasi Indonesia masuk tiba-tiba. Versi inilah yang dipegang polisi Seoul.
Di sisi lain, Pemerintah kembali membantah ada data penting pertahanan militer Indonesia yang dicuri mata-mata Korea Selatan. Menurut Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Indonesia tidak kehilangan data apapun ketika rombongan delegasi Indonesia menghadiri undangan Presiden Korea Selatan di Seoul pekan lalu.
“Kita pastikan tidak ada hubungan dengan kehilangan data apapun di militer. Pertahanan tak ada kaitannya dengan itu. Kita memang ikut tim ekonomi namun kaitannya membicarakan ekonomi bagaimana proses kerjasama industri di kedua belah pihak,” kata Sjafrie di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Sjafrie juga menegaskan, pertemuan delegasi Indonesia dan Korea Selatan tidak membahas rencana pembelian pesawat jet latih T-50 Golden Eagle. Pertemuan hanya membahas masalah militer kedua negara.
“Tidak ada pembahasan proyek KFX (Korea Fighter Experimental) atau T-50,” kata Sjafrie.
Menurut Sjafrie, pertemuan membahas kerja sama militer antara kedua negara Indonesia dan Korea, dan tidak membahas pembelian alutsista. “Yang ada cuma pembahasan militer antara Korea dan Indonesia,” ujarnya.

Menurut media Korsel, pada Rabu (16/2) setelah 50 delegasi pimpinan Menko Perekonomian Hatta Rajasa meninggalkan hotel untuk bertemu Presiden Lee Myung-bak, dua pria dan seorang wanita menyusup ke sebuah kamar di lantai 19 (media lain menyebut kamar itu bernomor 1961). Mereka kaget ketika seorang anggota delegasi tiba-tiba masuk. Buru-buru mereka kabur. Tidak jelas apakah ketiga orang itu berhasil mengkopi data di laptop.
Koran Chosun Ilbo menyebutkan, mereka adalah agen intelijen Korsel (NIS). NIS tampaknya putus asa untuk mendapatkan strategi negosiasi Indonesia untuk pembelian Korea T-50 Golden Eagle, pesawat latih jet supersonik; tank tempur utama K2 Black Panther dan rudal portabel permukaan-ke-udara. Korea dalam persaingan sengit dengan Yak-130, jet latih Rusia.

Insiden pembobolan kamar delegasi Indonesia di Seoul juga mengingatkan pada kerjasama Indonesia dan Korea Selatan untuk membuat pesawat tempur kelas menengah. Pesawat ini diperkirakan terealisasi pada 2020 dan lebih canggih daripada pesawat tempur F16. Pesawat itu dinamai Korea Fighter Experimental (KFX).

Beberapa waktu lalu, Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso mengatakan, pesawat KFX merupakan generasi ke-4,5. Sebab pesawat ini di atas pesawat tempur F16 produksi Lockheed Martin yang merupakan generasi ke-4 dan berada di bawah F35 yang merupakan generasi ke-5.

Berat kosong pesawat ini adalah sekitar 10,4 metrik ton. Think tank dari Universitas Konkuk pernah mengatakan, pesawat tempur ini cukup baik lantaran memiliki rudal stand-off dan kemampuan siluman (anti radar) yang memadai. Rencananya, bersama Indonesia, proyek ini akan terealisasi pada 2020 mendatang.(bbs/net/jpnn)

Bayi Merah Dibuang di Kuburan

Nyaris Dibakar Penjaga Kubur

MEDAN-Bambang, penjaga kubur, terkejut ketika membuka kotak yang dibungkus plastik hitam, Senin (21/2) pukul 13.00 WIB. Bungkusan yang sedianya dibakar bersama sampah pohon yang tumbang di Pekuburan Muslim di Jalan Garuda Ujung, Kelurahan Kenangan, Perumnas Mandala, Percut Seituan itu ternyata berisi seorang bayi laki-laki. Kulitnya merah dan masih memiliki tali pusar dan ari-arinya. Masih bernafas. Bayi yang diperkirakan masih berusia satu hari itu, diduga dibuang orangtuanya.

Tak tahu harus berbuat apa, Bambang mengabarkan penemuan bayi itu kepada sejumlah warga sekitar pemakaman. Warga gempar, informasi pun cepat menyebar. Atas kesepakatan bersama para warga, bayi itu kemudian dibawa ke Puskesmas setempat

Mengetahui peristiwa itu, wartawan Sumut Pos mendatangi lokasi penemuan. Di tempat itu, Mansur Siregar (61) yang juga penggali kuburan mengatakan, dia turut terkejut melihat Bambang menemukan sesosok bayi merah di pekuburan itu.

Dia tidak mengetahui siapa orangtua bayi malang itu. Tetapi, bersama Bambang, mereka sempat melihat seorang penarik becak dan penupang wanita berada di sekitar pekuburan. Dia menduga, kedua orang itulah yang membuang bayi tersebut.

“Kami sedang berjalan menuju ke simpang karena ada tabrakan kecil. Kami lihat tadi ada orang naik becak dan kami pikir itu pacaran. Setelah kami balik, becak beserta sewanya sudah tidak ada lagi. Saat Bambang mau bakar sampah dia melihat ada bayi kecil di kotak dan langsung dibawa ke Puskesmas Kenangan di Jalan Tiung Raya,” kata Mansur Siregar.

Diterangkan Mansur Siregar, bayi itu berdasarkan pengamatannya baru saja dilahirkan karena masih ada ari-arinya dan tali pusernya. “Tadi pas kami temukan masih ada tali pusernya dan ari-arinya. Prediksi kami itu bayi baru saja dilahirkan,” ucapnya sambil kembali masuk ke lokasi pekuburan.

Salah seorang ibu muda yang mengenakan baju warna putih yang juga warga sekitar, prihatin melihat pembuangan anak itu. “Kasihan kali bayi laki-laki itu padahal anak itu manis dan mungil. Tadi sih masih ada tali puser dan ari-arinya. Bayi itu sudah dibawa ke Puskesmas,” katanya sambil menggendong anaknya.

Di Puskesmas Kenanga, bayi langsung ditangani Bidan Mazda br Sitorus. Setelah dibersihkan, bayi diukur dan ditimbang. Kondisinya sehat dengan beratnya 2,8 Kg dan panjangnya 49 Cm.
“Bayi ini masih merah dan usianya baru 1 hari. Tali pusernya dan ari-arinya juga ada tapi sudah kami rapikan. Panjangnya 49 Cm dan beratnya 2.8 Kg. Yang mengantarkannya penjaga kuburan, Pak Bambang dan sekarang lagi di kantor polisi untuk dimintai keterangan,” kata Mazda kepada Sumut Pos, kemarin.
Ditegaskannya, bayi itu kini menjadi tanggung jawab pihaknya dan akan dirawat di Puskesmas. “Ibunya kurang ajar itu. Kalau tidak menginginkan anak ini, kan bisa diserahkan ke panti asuhan, tidak dibuang begitu saja. Untung saja warga menemukan, kalau tidak, mungkin entah jadi apa bayi mungil ini,” terang Mazda sambil menggendong bayi tersebut.

“Bayi lucu itu kami beri nama Putra Kenangan,” tambah Mazda.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Antoni Simamora SH mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait penemuan bayi tersebut. “Kita masih memintai keterangan dua saksi. Sejauh ini belum menemukan orangtua dari bayi tersebut. Kita sedang mendalami kasus pembuangan bayi ini,” ungkap Antoni Simamora.(jon/mag-7)

Besok Bawa Roti Bolu Ya…

Menjenguk Nurliana Purba dan Nurbaiti, Dua Wanita yang Dipasung 30 Tahun

“Ya,” seru sosok ramping berkulit putih sembari turun dari ranjang dan berlari menuju pintu jeruji dimana di baliknya Sumut Pos dan beberapa pegawai yang tadi memanggil. Batas yang tak lama lagi akan sirna.

INDRA JULI-Medan

Tidak ada yang menduga wanita berkepala plontos yang berdiri di sebelah adalah Siti Nurliana Purba (40), yang selama 30 tahun menjalani hidup dipasung bersama sang adik Janter Purba (30) di Huta Bahliran Nagori Siborna, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Kaos bercorak tokoh kartun Micky dan Mini dan hotpant yang dikenakan mewakili semangat yang dimiliki layaknya orang normal.

“dr Vera kan? Kenapa tidak kenal?” ucap Nurliana saat pegawai menanyakan siapa yang berada di depannya. Sebuah respon positif yang bisa diperlihatkan setelah menjalani hampir dua bulan perawatan sejak 20 Januari 2011 lalu di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sumatera Utara Jalan Tali Air No 21 Medan. Wanita yang juga dipanggil Butet ini juga tak terlihat sungkan bertanya terhadap hal yang belum dikenalnya.

Meskipun masih tampak beberapa kesulitan komunikasi, namun kondisi Butet sudah menunjukkan kemajuan. Saat tidak sedang berbicara, dirinya pun berbincang dengan teman-temannya. Mem perlihatkan bagaimana Nurliana kecil yang memang aktif.

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Medik RSJ Pusat Provsu, dr Vera RB Marpaung SpKJ MKes. “Dibanding saat baru dihantar Januari lalu.

Nurliana sudah menunjukkan perubahan. Lewat terapi obat secara konstan dia sudah lebih tenang dan sudah bisa komunikasi seperti tadi,” jelas dr Vera RB Marpaung SpKJ MKes kepada Sumut Pos, Senin (21/2)

Tambahnya, perkembangan positif yang ada ditambah pengobatan yang benar akan mengembalikan kesadaran Nurliana ke keadaan normal. Saat ini Nurliana sendiri tengah menjalani perawatan kejiwaan. Dari situ diharapkan kondisi kejiwaan yang ada saat ini kian lebih baik lagi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, saat dihantar ke RSJ Pusat Provsu, Nurliana dalam kondisi kejiwaan yang tidak stabil dan gadel. Apalagi selama di pasung, dirinya dibiarkan tanpa perawatan.

Ya, seperti layaknya orang yang baru menerima kunjungan Nurliana pun berpesan untuk kunjungan berikutnya. “Bawa roti bolu ya, mau makan roti bolu aku,” pesan Butet yang dibenarkan teman-teman sekamarnya di RSJ Pusat Provsu.

Hanya saja siang itu Nurbaiti, warga Kota Binjai yang juga dipasung keluarganya selama 30 tahun tidak terlihat. Tidak seperti Nurliana dan beberapa pasien lain yang begitu responsif, Nurbaiti pun seolah menyembunyikan dirinya. Bahkan dari penjelasan beberapa pegawai, kunjungan keluarganya juga dianggap dingin. “Kemarin keluarganya baru datang menjenguk, tapi belum bisa dikenal sama dia (Nurbaiti, Red),” ucap pegawai tersebut.

Namun menurut dr Vera RB Marpaung SpKJ MKes, hal itu sangat normal. Apalagi Nurbaiti yang baru masuk Sabtu, 19 Februari, masih menjalani dua hari perawatan. “Kita akan lihat dulu sementara ini sesuai tahapan pengobatan. Jadi untuk sekarang kita belum bisa ambil kesimpulan mengenai Nurbaiti,” tegasnya.

Begitu pun, mengacu pada perkembangan Nurliana, dr Vera RB Marpaung SpKJ MKes optimis terhadap kesembuhan Nurbaiti. “Dari pengalaman kita, selama tahap perawatan itu dilakukan dengan benar seperti terapi obat untuk awal hingga dua tahun. Berikutnya kita akan pantau lagi apa ada perubahan. Kalau kembali kumat akan kita tingkatkan terapi obat hingga lima tahun. Pasien dapat normal kembali kok,” tuturnya.

Pengobatan itu pun lanjutnya akan sangat efektif bila dilakukan dengan cepat. Untuk itu dr Vera RB Marpaung SpKJ MKes berharap ke depan agar masyarakat responsif tidak menjadikan pemasungan menjadi alternatif tunggal bagi anggota keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan. Justru dengan pemasungan tadi menambah tekanan terhadap psikologis pasien juga menyebabkan kelumpuhan. (*)

Five Vi Minta Merid Malah Diputusin

Kisah asmara pemain film Five Vi kembali apes. Maksud hati minta kawin, eh malah diputusin pacar nya, seorang bule asal Italia.

Asmara pesinetron Five Vi memang tak semulus kariernya di dunia hiburan. Setahun pacaran dengan bule bernama Marco, cewek bertubuh seksi itu mengaku kembali menyandang status jomblo. gara-garanya, karena ia menuntut dinikahi.

“Bule nggak gampang untuk diajak merit, banyak perhitungannya,” jelas Five Vi, saat dihubungi Rakyat Merdeka (grup Sumut Pos) di Jakarta, baru-baru ini.

Dijelaskan janda Henry Yosodiningrat ini, pacarnya belum siap menikah. Banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan merit. Sebab, katanya, sang pacar sangat menghargai pernikahan.

“Bule kalau merit nggak mau cerai. Beda sama kita kalau me­rit bisa cerai, terus ribut ma­salah, harta gono-gini lah,” ujar Five Vi yang mengaku baru putus de­ng­an Marco Kamis (18/2).

Setahun menjalin asmara dengan Marco, perjalanan cintanya memang penuh lika-liku karena sering putus nyambung. “Aku sama dia memang sering putus nyambung. Nggak tahu deh, nanti nyambung lagi atau nggak,” ujarnya.

Sebelum berhubungan dengan Marco, Five Vi sempat berpacaran dengan bule asal Belanda. Tapi hubungannya tak berlangsung lama. Dengan Marco, ada pengecualian khusus. Da melihat Marco sosok yang dewasa. Karenanya, meski putus, Five Vi masih berkomuni­kasi lewat telepon dan SMS-an. “Kadang-kadang dia bilang I miss you,” cerita Five Vi.
Meski putus cinta, Five Vi mengaku tidak merasa kesepian. “Aku kan pacaran dengan Marco long distance, sebulan sekali baru ketemu. Jadi biasa aja kalau nggak ada pacar,” ujarnya santai.

Cewek berbodi sintal ini sempat menikah secara siri dengan pengacara Henry Yosodiningrat. Namun pernikahan itu hanya seumur jagung. Gagal menikah, Five Vi  dekat dengan beberapa pria bule. Sebelum menjalin hubungan dengan Marco, dia pernah dekat dengan pria asal Belanda, Alexandre Aboelthuis. Dia juga pernah dekat dengan seorang pembalap asal Jerman.

Beberapa kali putus cinta, Five Vi mengaku kesulitan mencari pendamping hidup. Kini, ia menetapkan beberapa kriteria untuk calon suami. “Nomor satu setia, mapan terus bertang­gung­jawab,” jelasnya.(rm/jpnn)

Paket Samsung Galaxy Mini Telkomsel Hanya Rp 1.599.000

Telkomsel bersama Samsung meluncurkan paket bundling smartphone berbasis Android termurah, Samsung Galaxy Mini. Paket smartphone Samsung seri S5570 yang sudah dilengkapi perdana simPATI ini dapat diperoleh hanya dengan Rp 1.599.000.

VP Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo mengatakan, “Harapan kami paket Samsung Galaxy Mini Telkomsel membuat masyarakat lebih mengenal layanan berbasis Android. Dengan mengeksplorasi secara bertahap, dapat merasakan pengalaman menggunakan berbagai aplikasi menarik Android di smartphone ini. Hal ini merupakan salah satu upaya kami dalam menyediakan solusi layanan mobile lifestyle berkualitas dengan harga yang semakin terjangkau, khususnya bagi kawula muda yang selalu mengikuti tren perkembangan teknologi terbaru.”

Pasar pengguna smartphone berbasis Android di Indonesia meningkat secara signifikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Pada tahun 2010, Android menempati posisi ketiga sistem operasi smartphone yang paling banyak digunakan dengan tingkat pertumbuhan pengguna lebih dari 200 kali lipat dibandingkan tahun 2009.

“Samsung melihat perkembangan smartphone dengan basis Android tidak hanya di kalangan profesional namun juga bagi anak muda. Anak muda merupakan market yang sangat sesuai untuk Android, karena mereka selalu memiliki semangat ingin mempunyai pengalaman baru. Melalui Samsung Galaxy Mini dengan sistem operasi Android Froyo, anak muda dapat menikmati pengalaman menyenangkan dengan berbagai macam aplikasi dan social hub yang telah terintegrasi sehingga memungkinkan mereka memilih cara berhubungan dengan sahabat dan keluarga,” ungkap Yoo-young Kim, Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia. “Bersama Telkomsel, kami ingin memberikan manfaat lebih agar anak muda dapat lebih leluasa menikmati pengalaman bersama Samsung Galaxy Mini,” tambahnya.

Samsung Galaxy Mini merupakan smartphone dengan desain keren untuk anak muda trendi yang memanfaatkan sistem operasi Android 2.2 Froyo, didukung prosesor berkecepatan 600 MHz. Smartphone mini dengan layar sentuh berukuran 3,14 inci ini menyediakan berbagai fitur canggih, seperti: memori internal 160 MB, kamera 3 megapiksel, radio FM, bluetooth, GPS, konektivitas 3G yang sudah mendukung HSDPA, slot microSD berkapasitas hingga 32 GB, dan Wi-Fi.

Paket Samsung Galaxy Mini Telkomsel memberikan unlimited layanan akses internet berkecepatan tinggi TELKOMSELFlash seharga Rp 50.000 perbulan yang bisa digunakan untuk browsing, email, chatting, dan social networking. Untuk mendapatkan paket tersebut, pelanggan cukup menghubungi *253*557# atau mengirimkan SMS, ketik UL<spasi>MINI, kirim ke 3636.

Masyarakat dapat membeli paket bundling Samsung Galaxy Mini Telkomsel di lebih dari 50 gerai ponsel berlogo Samsung di Jakarta, Bandung, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Batam, Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Kendari, Palu, dan Manado. Bahkan saat berlangsungnya pameran penjualan pada tanggal 19 Februari 2011 di Plaza EX, Jakarta, pelajar dan mahasiswa bisa memperoleh harga spesial Rp 1.299.000, cukup dengan menunjukkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa ketika melakukan transaksi pembelian.

Dalam memberikan kenyamanan bagi pelanggan yang menikmati berbagai aplikasi Android menarik dalam Samsung Galaxy Mini, Telkomsel telah menggelar jaringan broadband terluas dan berkualitas. Dukungan lebih dari 37.000 Base Transceiver Station (BTS) termasuk 8.000 Node B (BTS 3G) di seluruh Indonesia siap untuk memaksimalkan pengalaman mobile lifestyle para pengguna Samsung Galaxy Mini.