Home Blog Page 158

Dandim 0209/LB Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gerai KMP di Desa Tebing Linggahara

BATU PERTAMA: Dandim 0209/LB Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro saat melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Jumat (17/10).(Fajar/Sumut Pos)
BATU PERTAMA: Dandim 0209/LB Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro saat melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Jumat (17/10).(Fajar/Sumut Pos)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Dandim 0209/LB Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro bersama Wakil Bupati Labuhanbatu Jamri, melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Jumat (17/10) lalu.

Kegiatan ini, diawali dengan mengikuti zoom bersama Kementerian Koperasi, dengan tajuk “Bangun Koperasi Desa, Indonesia Jaya”. Peletakan batu pertama pembangunan fisik 80.000 gerai, pergudangan, dan perlengkapan KMP ini, dilaksanakan serentak se-Indonesia.

Pada kesempatan itu, Yudy mengatakan, peletakan batu pertama ini, dalam rangka pembangunan KMP. Pembangunan gerai Koperasi ini, berada di dua desa, yakni Desa Tebing Linggahara dan Desa Tanjung Harapan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Perlu kita ketahui, KMP untuk kali ini berada di dua titik, di Tebing Linggahara dan Tanjung Harapan,” ungkap Yudy.

Yudy juga menuturkan, terkait pembangunan dan permodalan Koperasi ini, nantinya akan diurus langsung dari pemerintah pusat. Pihaknya bersama Polri, hanya mendorong sekaligus memantau pembangunan agar tetap berjalan lancar.

“Pembangunan dan permodalan awal itu, nanti diurus semua dari kementerian pusat. Kami di sini dengan Polri dan seluruh unsur, intinya mendorong, kami membantu mengawasi agar pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Dia juga menuturkan, pembangunan gerai ini merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Yudy, program ini sangat baik dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan pedesaan.

“Ini merupakan perintah Bapak Presiden. Dan saya rasa ini hal yang bagus, dan mulia. Karena Bapak Presiden fokus kepada kesejahteraan masyarakat desa. Mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi kesejahteraan masyarakat di desa ini bisa meningkat,” harapnya.

Pembangunan gerai KMP ini, nantinya akan didirikan secara bertahap di 75 desa dan 23 kelurahan se-Kabupaten Labuhanbatu. (fdh/saz)

Ngadirun Terharu Terima Bantuan dari Ricky Anthony

Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony memberikan tali asih kepada Ngadirun, korban kebakaran di Stabat. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony memberikan tali asih kepada Ngadirun, korban kebakaran di Stabat. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony terus menebar kebaikan kepada masyarakat. Kali ini, legislator muda yang karib disapa RA itu menebar kebaikan dengan membawa bantuan ke rumah Ngadirun, korban kebakaran di Dusun IV, Desa Mangga, Stabat.

Rumah Ngadirun dilahap si jago merah pada awal September lalu. Politisi Partai Nasdem ini mendapat kabar duka itu dari Tim Barisan Pendukung Ricky Anthony (Bapera) yang ada di sana. Mendengar itu, RA pun bergegas hadir membawa bantuan, belum lama ini.

“Rumah Pak Ngadirun terbakar pada awal September lalu. Saya dapat kabar duka ini dari Tim Bapera yang ada di sana. Kondisi rumahnya cukup memprihatinkan,” kata Ricky dalam keterangan tertulis yang diterima Sumut Pos, Minggu (19/10).

Bahan pangan dan tali asih pun diserahkan RA langsung kepada Ngadirun beserta kerabatnya. Kehadiran wakil rakyat ini diharapkan mampu menjadi pelipur lara atas musibah yang dialami Ngadirun. “Alhamdulillah, ada bahan pangan dan tali asih yang kita berikan. Semoga bisa bermanfaat dan mampu mengobati rasa duka bagi pak Ngadirun dan keluarganya. Kita akan terus semangat untuk pengabdian tiada henti,” kata RA.

Sementara, Ngadirun sangat berterima kasih atas kunjungan RA. Mereka terharu atas bantuan yang diberikan wakil rakyat itu. Setidaknya, hal ini menjadi penyemangat dan pengobat duka bagi mereka. “Terima kasih Pak RA. Hanya Allah yang mampu membalas semua kebaikan ini.

Semoga Pak RA terus sehat, sukses selalu dan dilancarkan segala urusan serta rezekinya oleh Allah SWT,” tandas Ngadirun.

Rumah Ngadirun terbakar diduga disebabkan hubungan pendek (korsleting) arus listrik. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, hanya saja kerugian yang dialami Ngadirun cukup besar. (ted)

Kirim Pekerja Ilegal ke Malaysia, IRT asal Langkat Divonis 8 Tahun Penjara

VONIS: Hakim PN Medan membacakan putusan terhadap Siti Diana Megawati, terdakwa kasus TPPO secara virtual, Jumat (17/10). (GUSMAN HARAHAP/SUMUT POS)
VONIS: Hakim PN Medan membacakan putusan terhadap Siti Diana Megawati, terdakwa kasus TPPO secara virtual, Jumat (17/10). (GUSMAN HARAHAP/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Siti Diana Megawati (43), warga asal Langkat, divonis 8 tahun penjara. Ibu rumah tangga (IRT) ini terbukti bersalah atas kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus bekerja menjadi asisten rumah tangga (ART) di Malaysia.

Majelis hakim diketuai Evelyne Napitupulu, dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan terdakwa diyakini melanggar Pasal 4 Jo Pasal 10 UU No 21 Tahun 2007 tentang TPPO. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Siti Diana Megawati alias Mega dengan pidana penjara selama 8 tahun denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan,” ucapnya, dalam sidang di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (17/10).

Menurut hakim, keadaan yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Keadaan yang meringankan, terdakwa mengakui berterus terang dan menyesali perbuatannya, serta terdakwa belum pernah dihukum.

Atas putun tersebut, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) kompak menyatakan pikir-pikir selama 7 hari, untuk menentukan sikap terkait apakah menerima atau mengajukan upaya hukum banding. Vonis hakim diketahui lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU, yang semula menuntut terdakwa 9 tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, JPU juga menuntut Mega membayar ganti rugi atau restitusi kepada dua saksi korban sejumlah Rp1,4 juta. Jika dalam waktu satu bulan restitusi tidak dibayar, maka harta benda dan/atau pendapatan Mega dapat disita oleh jaksa untuk mengganti sejumlah restitusi yang harus dibayarkan tersebut. Apabila harta benda dan/atau pendapatan Mega juga tidak mencukupi, maka diganti dengan hukuman 3 bulan kurungan.

Diketahui, Mega ditangkap oleh anggota kepolisian dari Polda Sumut di Jalan Juanda Medan saat hendak memberangkatkan 3 orang wanita ke Malaysia untuk bekerja menjadi ART pada 3 Maret 2025 lalu. Mereka rencananya akan diberangkatkan dengan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Dumai.

Namun, sebelum sampai di pelabuhan, mobil yang mereka tumpangi dihentikan polisi. Selanjutnya, Mega dan tiga korban dibawa ke Kantor Polda Sumut untuk diproses lebih lanjut.

Sebelumnya, terdakwa rupanya sudah pernah berhasil memberangkatkan seorang wanita untuk bekerja menjadi ART di Malaysia, pada awal Februari 2025 lalu. (man)

Dibanding 6 Kabupaten Lain di Kawasan Danau Toba, Luas Tambah Tanam Padi Dairi Terbaik

DIABADIKAN: Kepala Badan Pusat Perakitan dan Modernisasi Tanaman Pangan juga Penjabat Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara DR Ir Haris Syahbudin, Kepala DPKP Dairi Robot Simanullang, Dandim 0206 Dairi Letkol CZi Nanang Sujarwanto, dan lainya diabadikan usai mengikuti rakor LTT di Dairi, Kamis (16/10).(ISTIMEWA)
DIABADIKAN: Kepala Badan Pusat Perakitan dan Modernisasi Tanaman Pangan juga Penjabat Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara DR Ir Haris Syahbudin, Kepala DPKP Dairi Robot Simanullang, Dandim 0206 Dairi Letkol CZi Nanang Sujarwanto, dan lainya diabadikan usai mengikuti rakor LTT di Dairi, Kamis (16/10).(ISTIMEWA)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Dairi menjadi daerah paling baik dalam melaksanakan program luas tambah tanam (LTT) padi Bulan Oktober 2025 dibanding enam kabupaten lainya di kawasan Danau Toba. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Perakitan dan Modernisasi Tanaman Pangan yang juga Penjabat Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara (Sumut), DR Ir Haris Syahbudin dalam rapat koordinasi (Rakor) LTT Bulan Oktober 2025 di Aula Kantor Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Dairi, Kamis (16/10).

Rakor tersebut digelar dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung target capaian produksi pertanian. “Berdasarkan data, dari 6 kabupaten di sekitar Danau Toba, luas tambah tanam di Kabupaten Dairi adalah yang paling baik atau menggembirakan,” kata Haris Syahbudin seperti dilansir Sumut Pos dari media sosial Pemkab Dairi, Minggu (19/10).

Menurut Haris, dari 6 kabupaten, LTT Kabupaten Dairi hampir memenuhi target. Data menunjukkan, dari 1.882 hektare tanaman padi gogo, tersisa 300 hektare lagi yang belum ditanam. “Informasi yang kami peroleh, Bulan Oktober ini dipastikan akan dapat tertanam. Hal ini sangat menggembirakan,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Ketahana Pangan Dairi Robot Simanullang menyampaikan, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi dan strategi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan tanam, khususnya menjelang musim tanam kedua tahun ini. “Tidak hanya itu, kegiatan ini menjadi sarana bagi setiap Labupaten untuk adu data satu sama lain,” kata Robot.

“Ini sarana penting, saling meberi laporan dari masing-masing daerah. Ini bukan sarana curhat, tetapi menjadi sarana kita untuk saling adu data satu dengan yang lain. Silahkan sampaikan laporan dari daerah kita masing-masing, sehingga kita paham strategi yang akan dilakukan kedepan,” imbuhnya.

Rakor juga membahas evaluasi capaian luas tanam hingga bulan berjalan, kendala teknis di lapangan, serta solusi percepatan tanam dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal dari berbagai kabupaten.

Rakor dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan Distan Sumut Akmal Syahputra, Dandim 0206 Dairi Letkol CZi Nanang Sujarwanto, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Samosir, Simalungun, Humbang Hasundutan, Tanah Karo, Pakpak Bharat serta perwakilan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan. (rud/adz)

Jalan Provinsi di Simalungun Putus Total, Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut Minta Gubsu Segera Perbaiki

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Jalan provinsi di Dusun Buru Ganjang, Nagori/Desa Porkas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, putus total karena longsor. Kondisi ini sudah terjadi dalam tiga Minggu terakhir, namun belum ada penanganan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu)

Untuk itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba meminta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution untuk segera memperbaiki jalan tersebut. “Jalan provinsi penghubung Kecamatan Raya-Kecamatan Raya Kahean putus total akibat longsor parah,” kata Mangapul Purba dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Minggu (19/10/2025) malam.

Terputusnya jalan provinsi tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat dan jalur perekonomian lumpuh di sana lumpuh. Karena jalan tersebut merupakan akses menuju ibukota Kabupaten Simalungun. “Bahkan, sudah ada warga pengendara sepeda motor yang terperosok ke dalam jurang bekas longsoran jalan tersebut” kata Mangapul.

Untuk itu, Anggota Komisi D DPRD Sumut dari Dapil 10 Siantar-Simalungun ini meminta Dinas PUPR Sumut melakukan penanganan secepatnya. Ia juga berharap, Gubsu Bobby memerintah dinas terkait agar segera melakukan penanganan jalan tersebut.

“Diminta kepada Dinas PUPR Provinsi Sumut agar turun ke lapangan dan lakukan penanganan secepatnya, diberi tenggat waktu penanganan sesingkat mungkin apakah pakai dana BPBD atau kebijakan lainnya, dan meminta gubernur supaya memerintahkan jajarannya untuk gerak cepat menangani masalah ini,” tandasnya.

Sementara dari video yang beredar di media sosial, terlihat jurang yang ditimbulkan longsor tersebut cukup dalam. Dan terlihat beberapa warga berusaha membantu pengendara sepeda motor yang terperosok ke dalam jurang tersebut untuk kembali naik ke atas badan jalan. (adz)

Terpilih secara Aklamasi, Burhanuddin Sitepu Pimpin DPW Forsa Sumut hingga 2030

Ketua DPW Forsa Sumut Burhanuddin Sitepu SH menerima pataka dari Wakil Ketua DPP Bidang OKK Sony Karsono usai terpilih secara aklamasi dalam Muswil I Forsa Sumut yang digelar di Badan Penjaminan Mutu Pendidikan Sumut, Jalan Bunga Raya Asam Kumbang, Minggu (19/10/2025).
Ketua DPW Forsa Sumut Burhanuddin Sitepu SH menerima pataka dari Wakil Ketua DPP Bidang OKK Sony Karsono usai terpilih secara aklamasi dalam Muswil I Forsa Sumut yang digelar di Badan Penjaminan Mutu Pendidikan Sumut, Jalan Bunga Raya Asam Kumbang, Minggu (19/10/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Burhanudin Sitepu SH terpilih secara aklamasi memimpin organisasi penggemar H Rhoma Irama yang tergabung dalam Fans of Rhoma and Soneta (Forsa) DPW Sumatera Utara (Sumut) periode 2025-2030 dalam musyawarah wilayah (Muswil) I di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sumut, Jalan Bunga Raya Medan, Minggu (19/10/2025).

Dalam Muswil I ini, mayoritas peserta sidang yang terdiri dari utusan 6 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forsa, sepakat mempercayakan roda organisasi kepada Burhanudin Sitepu. “Ini amanah dan saya bersama pengurus nanti akan berusaha semaksimal mungkin mengembannya,” ujar Burhanudin Sitepu SH usai terpilih.

Selama kepemimpinannya lima tahun ke depan, kata Burhanuddin, sejumlah rekomendasi dari hasil muswil akan diwujudkannya. Khususnya, pembentukan DPC di kabupaten/kota se-Sumut. “Saat ini, ada enam DPC yang sudah terbentuk yakni Binjai, Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, Labuhanbatu Selatan, dan Tanah Karo. Dalam waktu dekat akan menyusul DPC Forsa Langkat,” ujar Burhanuddin.

Selain membentuk kepengurusan DPC, Burhanuddin juga mengaku akan menyusun program kerja bersama kepengurusan lainnya, dalam upaya mendekatkan Forsa kepada masyarakat Sumatera Utara. “Kami juga akan menjalankan amanat Bang Haji Rhoma Irama yang meminta Forsa menyosialisasikan kepada masyarakat untuk mengamalkan pesan di lagu-lagunya,” sebutnya.

Muswil I ini dihadiri Dewan Pertimbangan DPP Forsa, Deby Verama Sari atau akrab disapa Deby Irama yang merupakan putri kandung H Rhoma Irama. Melalui sang putri, sang Raja Dangdut Indonesia H Rhoma Irama melakukan video call dengan peserta Muswil I DPW Forsa Sumut.

Di kesempatan itu, H Rhoma Irama mengucapkan selamat atas terlaksananya Muswil I DPW Forsa Sumut. Rhoma mengimbau DPW Forsa Sumut tetap solid dan dalam melaksanakan 4B, yakni beriman, bertaqwa, berakhlakulkarimah, dan berloyalitas. “Mari besarkan Forsa dengan pengabdian kita kepada agama, bangsa dan negara. Forsa keren,” tegasnya.

Secara khusus, Rhoma juga mengungkapkan selamat atas terpilihnya Burhanuddin Sitepu menjadi Ketua DPW Forsa Sumut. “Sukses dan semoga dapat melaksanakan tugas dengan baik sehingga 4B dapat dilaksana oleh Forsa di Sumatera Utara, Aamiin. Forsa Keren,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Ketua DPW Forsa Sumut Sony Karsono dalam sambutannya pada pembukaan Muswil mengungkapkan, Forsa pertama kali dikukuhkan di Sumut pada tahun 2019. Namun, setelah lima tahun berdiri, hanya ada satu DPC yang terbentuk yakni DPC Forsa Binjai. “Sementara menurut undang-undang tentang Ormas yakni UU Nomor 16 Tahun 2017, seharusnya DPW itu sedikitnya harus memiliki pengurus DPC minimal 25 persen dari jumlah kabupaten/kota yang ada di provinsi tersebut,” kata Sony yang juga Wakil Ketua DPP Forsa Bidang OKK ini.

Lalu, pada Bulan Agustus lalu dia diangkat sebagai Plt Ketua DPW Forsa Sumut untuk membenahi Forsa di Sumut. “Alhamdulillah selama tiga bulan saya menjadi Plt Ketua DPW, terbentuk lima DPC yakni Medan, Deliserdang, Labusel, Sergai, dan Karo,” ungkapnya.

Untuk itu ke depan, Sony berharap, siapapun yang terpilih dalam muswil ini, dapat membesarkan Forsa di Sumut melalui program-program yang menyentuh masyarakat. “Forsa memiliki banyak program kerja, khususnya menjelang milad dan Bulan Suci Ramadan, Mulai dari bersih-bersih masjid, donor darah, dan lainnya. Ada juga event Forsa Idol yang jurinya langsung Bang Haji Roma Irama,” ungkapnya.

Selain itu, di akhir tahun nanti tepatnya pada 27-28 Desember 2025, akan ada Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) di Bumi Perkemahan Cibubur dengan menghadirkan pembicara di tingkat nasional. “Ditargetkan 1.000 peserta hadir pada Kopdarnas ini,” sebutnya.

Ketua Panitia Muswil I Forsa Sumut diwakili Sekretaris Eko Blangkon melaporkan perjuangan mereka dalam menggelar Muswil kali ini. Selama tiga bulan mereka melakukan konsolidasi dengan DPP dan pengurus DPC, hingga akhirnya terselenggaranya muswil kali ini.

Eko juga mengungkapkan, mereka sudah membuka pendaftaran bagi para calon Ketua DPW Forsa Sumut. “Namun hingga saat ini, hanya ada satu yang mendaftar,” kata Eko tanpa menyebut nama. Eko berharap, ke depannya ketua DPW terpilih adalah orang yang bisa mengembangkan dan membesarkan Forsa di Sumut. (adz)

Ong Sinshe: Saya Dipanggil The Legend

OBATI PASIEN: Ong Sinshe saat mengobati pasien di di Jalan Karya Gang Karya Sehati, Perumahan Karya Sehati Residence Nomor 7, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Minggu (19/10).
OBATI PASIEN: Ong Sinshe saat mengobati pasien di di Jalan Karya Gang Karya Sehati, Perumahan Karya Sehati Residence Nomor 7, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Minggu (19/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Rentang 45 tahun bukanlah waktu yang singkat dalam menjalankan praktik pengobatan terapi saraf dan tulang yang dilakoni Ong Sinshe.

“Sejak usia 16 tahun saya sudah menjalankan praktik pengobatan terapi ini, berawal saya membantu orangtua yang membuka terapi seperti ini,” kenang Ong Sinshe yang ditemui di tempat Praktik Pengobatan Ong Sinshe di Jalan Karya Gang Karya Sehati, Perumahan Karya Sehati Residence Nomor 7, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Minggu (19/10).

Selama membantu orangtuanya, almarhum Teh Tjin Tiong alias Johanes, banyak ilmu yang didapat Ong Sinshe. Seperti menangani, patah tulang, saraf kejepit, stroke, lumpuh dan lainnya.

Beranjak dari itu dan ilmu yang didapat orangtuanya Ong Sinshe akhirnya membuka praktik sendiri setelah mendapat restu orangtuanya.

“Dalam rentang waktu 45 tahun, kami berpindah pindah tempat praktik di kawasan Medan; mulai dari Jalan S Parman, Jalan Brigjen Katamso, Delitua, Sunggal, dan sekarang di Jalan Karya Karang Barombak,” kata pria yang akrab disapa Guru Ong ini.

Konsep menjalankan pengobatan ini menurut Guru Ong tidak terlepas dari petuah leluhur, yakni membantu orang yang butuh pertolongan, layani mereka dengan sebaik-baiknya, terutama pasien yang kurang mampu, dan jangan sesekali mematokan harga bagi pasien.

“Begitulah pesan orangtua saya, sewaktu saya ikut membantu usahanya dan belajar ilmu terapi ini darinya, dan ternyata semua itu berkah,” tuturnya.

Saat ini, Ong Sinshe memiliki puluhan murid yang belajar sekaligus membantunya menangani pasien di lokasi Praktik Ong Sinshe di Jalan Karya Gang Karya Sehati, Perumahan Karya Sehati Residence Nomor 7, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat.

Dari sekalian banyak murid yang pernah belajar dan membantunya, bahkan sudah ada yang membuka praktik pengobatan terapi sendiri.

Seperti di Pekan Baru ada tiga tempat yang ditangani murid Ahmad Fajar, Doni, dan ada satu lagi Ibu Rini. Kemudian ada yang Jawa Timur, Bojonegoro yang ditangani Bapak Sutrisno.

Dan, dalam waktu dekat ini, kata Guru Ong akan dibuka di Gunungsitoli, Nias oleh Asman Jaya Giawa.

“Semua yang membuka praktik terapi dari saya ini sudah mendapat izin dan sertifikat dari saya, kalau pun ada orang yang mengaku bekas murid saya lalu membuka praktik tanpa ada sertifikat dan izin dari saya, itu di luar tanggung jawab saya,” tegas Ong Sinshe.

Diakui Ong Sinshe dari sejumlah muridnya ada yang keluar begitu saja, tanpa seizinnya lalu mencoba membuka praktik sendiri. Kemudian mendapat kendala dalam menangani pasien. Setelah itu komplainnya ke Ong Sinshe.

”Nah, hal-hal inilah yang perlu saya antisipasi, jangan mencoba-coba membuka praktik sendiri tanpa seizin saya,” tandasnya.

Meski pun begitu, Ong Sinshe selalu berlapang dada bagi mantan murid-muridnya yang mencoba membuka usaha sendiri akhirnya menimbulkan masalah.

“Ya, namanya bekas murid, kadang mereka datang dan ada menghubungi saya meminta maaf agar dapat kembali, hati saya tidak tega dan selalu memaafkan mereka,” tutur Ong Sinshe.

Untuk itu, Ong Sinshe selalu membimbing murid-muridnya agar membantu pasien pasien yang berobat. “Tolong pasien dengan ikhlas, jangan bermain dalam situasi pasien butuh pertolongan, karena mereka butuh kesembuhan, petuah petuah leluhur itu selalu saya tanamkan kepada mereka,” kata Ong Sinshe.

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dan muridnya, Ong Sinshe melakukan road show di tempat praktik pengobatan muridnya di Pekan Baru.

”Kemarin saya road show, sekaligus pembukaan praktik pengobatan muridnya saya di Pekan Baru, antusias masyarakat cukup tinggi di sana, dan saya langsung menangani pasien yanga ada di sana, ya mudah-mudahan kalau fisik saya kuat road show seperti ini terus saya lakukan,” ujarnya.

Di usianya yang menginjak kepala enam ini, Ong Sinshe mengakui sudah tidak sekuat dulu lagi. Meskipun begitu ayah dua anak itu tetap mengerahkan seluruh tenaganya demi mengobati pasiennya.

Tidak sia-sia memang. Nama Ong Sinshe kini sudah menyebar hampir di seluruh penjuru Indonesia. Pasien yang berobat pun tak tanggung-tanggung, dari kalangan bawah, tokoh agama, masyarakat, dan pejabat.

Bahkan beberapa stasiun televisi swasta dan televisi dalam negeri sudah mengundangnya wawancara khusus yang disiarkan live mau pun terpogram atas baktinya mengobati masyarakat.

“Bahkan dalam sesi wawancara di stasiun televisi, saya menyebutkan, sudah 45 tahun menjalani pengobatan terapi ini, dan saya disebut mereka The Legend. Itu mereka yang menyatakan saya begitu, loh,” beber Ong Sinshe sambil tertawa.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Ong Sinshe memiliki Yayasan Ong Sinshe Indonesia (YOSI). Yayasan sosial bertujuan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala ekonomi. Seperti dalam pengurusan jenazah, penyediaan ambulans, kremasi, hingga pemakaman jenazah.

“Kita juga memberikan sumbangan kepada masyarakat kurang mampu, baik itu berupa uang dan sembako,” pungkasnya. (azw)

Penabalan dan Pemasyuran Gelar di Acara 100 Kampung Adat Kreatif Melayu Langkat

LANGKAT, SMUTPOS.CO – Kementerian Kebudayaan RI melalui Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah II Provinsi Sumatera Utara menggelar acara “100 Kampung Adat Kreatif Melayu Langkat” di Kampung Ampera Stabat, Sabtu (18/10/2025).

Acara dihadiri langsung oleh Sultan Langkat, Tuanku Tengku Azwar Aziz Djalil Rahmatshah Al-Hajj beserta istri Permaisuri Marina.
Turut hadir Bupati Langkat H. Syah Afandin, Sekda Langkat H. Amril. Ssos, MAp, SH, Tuan Guru Besilam Syakh dr H. Zikmal Fuad MA, Wakil Bupai Aceh Timur Iskandar Usman Alfarkaly, Wakil Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumut Joe Abdillah serta para Datok, Raja dari Sinembah, Hinai, Pagurawan, Batubara, Pagurawan Batubara, Kesultanan Serdang, Panei Simalungun, Negeri Tamiang, Kesultanan Bilah, Kedatokan 50, Sultan Asahan, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Karya Budaya Nusantara, para tokoh Melayu Langkat dan masyarakat.

Dalam acara yang dipandu MC Drs. M hd.Yamin ini dilaksanakan penabalan dan pemasyuran Gelar Drajah Kebesaran dan Kehormatan kepada 5 Datuk yaitu Datuk Syarifuddin (Gelar Laksamana Bentara Diraja) Datuk Muhammad Rachei (Gelar Panglima Hitam Setia Diraja), Datuk Muhammad Arief Surahman (Gelar Perkasa Setia Diraja), Datuk Muhammad Nurdin (Gelar Sri Penghulu Adikara Tengkukuk Diraja) dan Datuk Irfan Syah (Gelar Sri Kaushalam Lenggang Diraja).

Penyerahan Sijil dan tanda kehormatan kepada kelima Datuk dilakukan oleh Putra Mahkota Langkat, Tengku Ariefanda Aziz, SE, MM disaksikan Sultan Tuanku Tengku Azwar Aziz Djalil Rahmatshah Al-Hajj beserta istri Permaisuri Marina.

Dalam titahnya, Sultan Tuanku Tengku Azwar Aziz Djalil Rahmatshah Al-Hajj mengungkapan ia merasa bangga dan berbesar hati bahwa Kerapatan Adat Negeri Melayu Langkat telah mempunyai perangkat yang sangat lengkap.

“Mudah mudahan apa yang kita ikrarkan dan sampaikan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya,” harap Sultan.

Sultan kemudian menegaskan sampai saat ini ia masih memimpin Kesultanan Langkat tetapi segala sesuatu pelaksanaannya telah dilimpahkan secara tertulis kepada anaknya.

“Kami pesankan semua kepada rakyat Langkat, kami masih Sultan. Kami menyadari usia kami sudah sangat sangat uzur, dan harus akan meninggalkan dengan ikhlas,” urainya disambut haru oleh hadirin.

Sementara itu, Wakil Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Joe Abdillah dalam sambutannya menyambut baik dan memberikan apresiasi kegiatan yang diadakan di Kampung Ampera ini.

Dalam pada itu, Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH mendukung acara 100 Kampung Adat Kreatif Melayu Langkat.

Dia mengatakan, angka 100 menggambarkan banyaknya potensi kampung adat di Langkat yang ingin diangkat secara menyeluruh, bukan hanya sebagian sebagian.

Kampung Adat berarti wilayah masyarakat yang masih memegang nilai-nilai budaya hukum adat dan tradisi leluhur sebagai dasar kehidupan sosial, benteng identitas bangsa.

Di dalamnya tersimpan nilai-nilai luhur, semangat kebersamaan dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Melayu Langkat.

“Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh pihak baik pemerintah, dunia usaha, akademisi maupun seluruh elemen masyarakat untuk bersinerji mendukung gerakan ini. Mari jadikan 100 Kampung Adat melayu langkat kreatif ini sebagai ikon kebanggaan dan kekuatan ekonomi rakyat,” imbau Bupati.

Seremoni penabalan dan pemasyuran Gelar Drajah Kebesaran dan Kehormatan kemudian dilanjutkan makan siang santap diraja dan sholat Zuhur. Setelah itu, dilakukan ziarah dan doa bersama di makam Raja Ahmad, peresmian Kampung Adat Kreatif dan Kerapatan Adat Kesultanan Negeri Langkat.

Pada malam harinya digelar Pentas Seni Budaya berupa tarian Melayu, atraksi Silat Debus Bordah dan diakhiri pengumuman dan penyerahan hadiah Lomba Rumah Indah Adat Kreatif. (ila)

Aksi Solidaritas Sumatera Utara Lawan Genosida: KNRP Sumut Serukan Kemerdekaan Palestina

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi damai bertajuk “Sumatera Utara Lawan Genosida” di pelataran Masjid Raya Al-Mahsun Kota Medan, Minggu (19/10/2025). Aksi yang diinisiasi Lembaga Kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Sumut ini merupakan momentum dua tahun Thufanul Aqsa dan bentuk solidaritas rakyat Sumut terhadap penderitaan warga Palestina yang terus menjadi korban kekerasan dan genosida di Jalur Gaza.

Peserta aksi berasal dari berbagai latar belakang, diantaranya dari Pemerintah Provinsi Sumatera utara, Pemerintah Kota Medan, pelajar dan mahasiswa, aktivis kemanusiaan, tokoh agama, hingga masyarakat umum yang bersatu menyuarakan penghentian agresi militer Israel dan mendesak dunia internasional untuk segera mengambil langkah tegas menghentikan genosida terhadap rakyat Palestina.

Dalam orasinya, Ketua KNRP Sumut Haris Sucipto menegaskan, tragedi kemanusiaan di Gaza bukan lagi konflik politik dan peperangan, melainkan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia.

“Kami berdiri di sini bukan karena perbedaan agama, tapi karena kemanusiaan. Dunia tidak boleh diam terhadap pembunuhan massal yang terjadi di Palestina. Kami menuntut penghentian genosida dan keadilan bagi para korban. Dan gencata senjata yang terjadi saat ini bukan akhir dari konflik tetapi nafas panjang agar masyarakat gaza dapat hidup secara normal” ujar Haris Sucipto.

Aksi damai ini juga diwarnai dengan pembacaan doa untuk warga di Palestina, penampilan puisi kemanusiaan, serta penampilan nasyid asal Kota Medan dari Zahyd Nasyid dan Shoutussabab. Massa juga menyerukan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan pendanaan militer Israel.

Koordinator Aksi Ulli Agus menyatakan, gelombang solidaritas ini menunjukkan komitmen rakyat Sumut dalam memperjuangkan kemerdakaan Palestina. “Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Aksi ini menegaskan kembali sikap tegas bangsa kita: penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Dan menyampaikan ada 4 hal yang harus dilakukan untuk membentu saudara-saudara di Palestina yaitu dengan do’a, menyampaikan atau menshare informasi keadaan palestina, boikot produk yang terafiliasi dengan israel, serta berinfaq” tegasnya.

Koordinator Aksi menutup kegiatan dengan pembacaan pernyataan sikap yang berisi lima tuntutan utama, Pertama, mendukung pemerintah Indonesia untuk terus mendorong negara-negara nonblok agar bersatu dalam menghentikan pembantaian dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh zionis israel di Jalur Gaza.

Kedua, meminta Pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB menghadirkan tentara perdamaian guna mengawal keberlangsungan kesepakatan gencatan senjata. Ketiga, meminta pemerintah Indonesia agar proaktif membantu proses penyaluran bantuan ke Jalur Gaza.

Keempat, menyeru segenap partai politik, ormas, dan lembaga-lembaga kemanusiaan untuk bergerak menggalang solidaritas dan bantuan untuk korban kejahatan kemanusiaan di Jalur Gaza. Dan terakhir, mengajak seluruh pemuda Indonesia terkhusus Sumatera utara untuk terus berjuang dan menyuarakan kemerdekaan sejati Palestina, melawan setiap bentuk penindasan terhadap warga Gaza. (adz)