23 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 159

Irhamuddin Siregar Secara Aklamasi Terpilih Kembali Pimpin DMI Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muswil) di Balai Diklat Kementerian Agama Sumatera Utara, Sabtu dan Minggu (5 dan 6 Juli 2025). Muswil ini resmi dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Provinsi Sumatera Utara Suhendri Pohan, mewakili Gubernur Sumatera Utara.

Muswil turut dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat DMI Tatang Hidayat, Ketua Majelis Mustasyar DMI Sumut Dr. H. Musa Rajekshah, Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Kapolda Sumut, Kepala Balai Diklat Kemenag, serta perwakilan dari sejumlah mitra strategis seperti Baznas, MUI, BPJS Ketenagakerjaan, dan BSI.

Sebanyak 27 dari 33 Pimpinan Daerah DMI se-Sumatera Utara hadir sebagai peserta dalam forum tersebut. Dalam agenda pemilihan, H. Irhamuddin Siregar MA kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PW DMI Sumatera Utara untuk masa bakti 2025–2030. Ia akan didampingi oleh enam orang anggota formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan baru dalam waktu 30 hari ke depan.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan manfaat kepada keluarga seorang praktisi masjid yang meninggal dunia. Penyerahan ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara DMI dan lembaga mitra dalam memberikan perlindungan dan perhatian terhadap para penggerak masjid di Sumatera Utara.

Muswil DMI Sumut tahun ini menegaskan kembali komitmen organisasi dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat dan penggerak kemajuan sosial di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Tatang Hidayat mengatakan Muswil ini merupakan amanat AD-ART DMI yang harus dilaksanakan. Hasil Rakernas DMI beberapa waktu lalu menegaskan masa jabatan Pimpinan Wilayah, Daerah, Cabang adalah 5 tahun.

“Pelaksanaan Muswil untuk menjaga keberlangsungan  organisasi. Oleh karena itu mulai dari tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting harus menjalankannya,” kata Tatang.

Lebih jauh Tatang mengatakan DMI sebagai mitra pemerintah  punya spesifikasi pembinaan khusus yakni fokus ke masjid sebagai tempat pemersatu dan pembinaan umat.

“DMI punya tiga program yaitu mandiri, kerja sama, dan partisipasi. Dalam melaksanakan program,  butuh dukungan pemerintah.  Untuk itu agar kiranya APBD-nya (anggaran untuk DMI) dinaikkan,” tambahnya.

Lebih lancet Tatang mengatakan, hasil  Rakernas juga menyepakati  DMI dibolehkan membentuk badan usaha untuk mendukung kemandirian organisasi. “Selamat melaksanakan Muswil, semoga dengan rido Allah subhanahu wata’ala, acara Muswil ini sukses,” tandasnya.

Sementara itu Kabag Kesra Setdaprov, Suhendri Pohan, mewakili Gubernur Sumut menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas dedikasi DMI selama ini menjadikan masjid sebagi tempat pemersatu dan pembinaan umat.

Ia mengungkapkan, masjid juga tempat menyusun strategi dakwah dan pemberdayaan umat dalam menangkal paham-paham radikal. “Pemerintah Provinsi Sumut siap bersinergi dalam berbagai upaya peningkatan fungsi masjid. Oleh karena itu kepemimpinan DMI Sumut nantinya diharapkan dapat bekerja secara kolaboratif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman,” sebutnya. (adz)

Musyawarah Wilayah DMI Sumut Resmi Dibuka, 33 Pengurus Daerah Hadir

MEDAN, SUMUTPOS.CO— Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi dibuka, Sabtu (5/7/2025). Kegiatan yang digelar di Balai Diklat Keagamaan, Jalan TB Simatupang Medan ini dihadiri 33 delegasi pengurus daerah DMI kabupaten/kota se-Sumut. Muswil ini bagian dari konsolidasi organisasi dan perumusan program strategis masa khidmat ke depan.

Ketua DMI Sumut H Irhamuddin MA dalam sambutannya, menekankan pentingnya sinergi antar pengurus dalam meningkatkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, namun juga pusat pendidikan, sosial, dan ekonomi umat. Muswil ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah gerak DMI Sumut yang lebih progresif dan solutif,” ujarnya.

Ketua Umum DMI Pusat yang berhalangan hadir, mengutus perwakilannya untuk menyampaikan sambutan dan arahan. Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi semangat kebersamaan DMI Sumut dan mendorong agar hasil Muswil dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan umat di daerah.

Turut memberikan sambutan Mustasyar DMI Sumut, Musa Rajeksah yang juga mantan Wakil Gubernur Sumut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan DMI dalam menciptakan suasana keberagamaan yang damai dan produktif.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang berhalangan hadir diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabagkesra) dalam sambutan mendukung program DMI. “Pemprov Sumut terus mendukung kiprah DMI sebagai mitra strategis dalam membina kehidupan beragama yang harmonis dan berkemajuan,” ujar perwakilan Gubsu tersebut.

Selain itu, Muswil juga mendapat dukungan dari unsur Forkopimda. Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam I/BB yang tidak dapat hadir, masing-masing mengutus perwakilan untuk menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan masjid sebagai pusat ketahanan moral dan sosial di tengah masyarakat.

Muswil ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan agenda laporan pertanggungjawaban kepengurusan, sidang komisi, pemilihan formatur, dan penyusunan rekomendasi strategis DMI Sumut ke depan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, menandakan semangat pembaruan dan persatuan di tubuh DMI Sumatera Utara.

Dengan semangat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan, Muswil DMI Sumut 2025 diharapkan melahirkan keputusan-keputusan yang berdampak langsung bagi penguatan peran masjid dalam pembangunan umat dan bangsa. (adz)

Kendaraan Parkir di Persimpangan Ganggu Ketertiban Umum, Zulkarnaen: Harus Segera Ditertibkan

Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen S.K.M menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.10/2021 di Kelurahan Sidodadi, Medan Timur, Sabtu (5/7/2025) sore. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen S.K.M menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.10/2021 di Kelurahan Sidodadi, Medan Timur, Sabtu (5/7/2025) sore. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, H. Zulkarnaen S.K.M, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menertibkan banyaknya kendaraan yang parkir di persimpangan jalan. Pasalnya, kendaraan-kendaraan tersebut kerap menimbulkan kemacetan sehingga sangat mengusik ketertiban umum.

Hal itu diungkapkan H. Zulkarnaen S.K.M, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.10 Tahun 2021 di Jalan Bandar Baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sabtu (5/7/2025) sore.

“Hari ini saya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa banyak kendaraan yang parkir tepat di persimpangan. Jelas ini melanggar aturan dan mengganggu ketertiban umum. Saya minta agar kondisi ini harus segera ditertibkan,” ucap Zulkarnaen.

Dikatakan Zulkarnaen pada kesempatan yang turut dihadiri Kasi Trantib Kecamatan Medan Timur, dan Lurah Sidodadi tersebut, perangkat daerah mulai dari Kecamatan dan Kelurahan harus memperhatikan kondisi ketertiban parkir di wilayahnya.

“Silakan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menertibkan kondisi seperti itu. Jangan biarkan berlarut-larut, karena kondisi ini sangat mengganggu ketentraman dan ketertiban umum, khususnya di bidang lalulintas,” ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang warga Kelurahan Sidodadi, Lilis, mengaku sangat resah dengan banyaknya kendaraan yang parkir tepat di persimpangan jalan. Hal itu membuat banyak kendaraan, khususnya kendaraan roda empat yang kesulitan saat hendak belok di persimpangan.

“Tolong agak teliti yang mengurus parkir. Tukang parkir banyak yang buat parkir di persimpangan, jadi banyak yang nggak bisa belok. Contohnya di simpang Jalan Sumatera, simpang Jalan Madong Lubis, dan banyak lagi persimpangan yang lain. Harusnya kan nggak boleh parkir di persimpangan,” keluhnya.

Tak hanya itu, Lilis juga mengeluhkan keberadaan warung tuak yang berada tak jauh dari kediamannya. Menurut pengakuannya, orang-orang di warung tuak tersebut kerap bernyanyi hingga larut malam sehingga membuat banyak warga sekitar merasa terganggu karena tidak bisa beristirahat.

“Malam-malam mereka nyanyi terus, kadang-kadang sampai jam 1 malam. Kita kan terganggu, tolong lah pak supaya ditertibkan,” pintanya.

Menanggapi kondisi itu, Lurah Sidodadi, Hendra Kurniawan, mengaku telah memperingati pemilik warung tuak tersebut. Bahkan, Hendra mengaku pernah memberikan sanksi penutupan sementara terhadap warung tuak itu.

“Soal warung tuak itu, saya sudah sempat tegur dan tutup warungnya. Apabila masih juga ribut juga di atas jam 10 malam, maka akan saya tutup kembali. Itu sudah ada kesepakatan kita dengan pemilik warung. Untuk memastikannya, saya selalu menegaskan kepada kepling saya untuk setiap malam melakukan posko keliling,” tuturnya.

Pantauan Sumut Pos, sejumlah warga lainnya turut memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan keluhannya. Salah satu keluhan itu datang dari Murni Naibaho. Murni menyebutkan, saat ini cukup banyak masyarakat di lingkungannya yang menggunakan loudspeaker portable. Terkadang, penggunaan loudspeaker portable tersebut cukup mengganggu warga sekitar.

“Lalu sewaktu maghrib, disaat orang lagi salat, banyak mobil yang kehilangan kaca spion. Tolong pak supaya di pasang CCTV di daerah-daerah rentan pencurian,” sebutnya.

Selanjutnya, Herman yang merupakan warga Jalan Purwo meminta agar Pemko Medan dapat memasang plang marka nama jalan di simpang Jalan Purwo. Tak hanya itu, Herman juga meminta agar Pemko Medan dapat membeton Jalan Purwo. Pasalnya Jalan Purwo telah berkali-kali di aspal, namun tetap kembali rusak dalam waktu dekat.

“Di Jalan Purwo itu sudah bertahun-tahun tidak ada nama jalannya. Kemudian, jalan itu sudah berkali-kali di aspal tetapi tetap saja berlubang,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Zulkarnaen mengaku akan segera meminta Dinas Perhubungan untuk memasang plang marka nama jalan di simpang Jalan Purwo.

“Saya juga akan meminta Dinas SDABMBK Kota Medan untuk memperhatikan kondisi Jalan Purwo. Kita akan minta supaya Jalan Purwo bisa segera dibeton,” pungkasnya (map)

Bank Sumut dan BSMI Gelar Khitan Massal Ceria

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Bank Sumut melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sukses menggelar Khitan Massal Ceria. Kegiatan tahunan ini digelar di Aula Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Sabtu (5/7/2025).

Pada Khitan Massal Ceria ini UPZ Bank Sumut menggandeng Bulan Sabit Merah Indonesia (BMSI) Sumut yang menurunkan 10 dokter dan beberapa asisten dokter. “Insyaa Allah tenaga medis yang kami turunkan sudah berpengalaman,” kata Sekretaris BSMI Sumut Nugra ST MT kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Menurut Nugra, mereka sudah sering bermitra dengan Bank Sumut dalam melaksanakan kegiatan khitan massal. “Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini,” ujarnya.

Sedangkan Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut Syafrizal Syah, dalam sambutannya mengatakan, diadakannya khitan massal ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian Bank Sumut kepada masyarakat Sumatera Utara khususnya masyarakat Kota Medan.

Sementara Ketua UPZ Bank Sumut Rahmat Hidayat mengatakan, melalui kegiatan ini mereka berupaya memberikan upaya nyata bagi masyarakat. “Kegiatan ini juga dalam rangka mengikuti Sunnah Nabi. Kami juga mengharapkan doa dari bapak dan ibu agar Bank Sumut semakin berkembang dan maju sehingga dapat terus mengadakan acara ini setiap tahunnya dan semakin banyak pesertanya,” ungkapnya.

“Selain di Medan, khitan massal ini juga mereka gelar di Gunung Sitoli, Nias,” imbuh Rahmat.

Zulfikar Lubis, orang tua peserta Khitan Massal Ceria mengucapkan terima kasih kepada Bank Sumut dan BSMI. “Semoga semuanya diberikan rahmat dan hidayah oleh Allah Swt dan dilancarkan semuanya,” katanya.

Dia juga berharap, kegiatan ini dapat dilangsungkan setiap tahunnya, karena sangat membantu para orang tua dalam melaksanakan tanggung jawabnya terhadap anak lelakinya. “Jujur saja, biaya khitan sekarang mahal. Kami juga berdoa agar Bank Sumut menjadi bank terbaik di Sumatera Utara bahkan nasional,” pungkasnya. (rel/adz)

Dikukuhkan, Pembina Berharap Pengurus Yaspendhar Periode 2025-2030 Semakin Kompak

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kepengurusan baru Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) resmi dikukuhkan. Dr Tapi Rondang Ni Bulan. SE., M.Si masih dipercaya sebagai Ketua Umum Yaspendhar, sedangkan H Adi Putra Darmawan Tahir sebagai Ketua Pembina.

Pada silaturahim pengurus baru di Kampus 1, Jalan Imam Bonjol, Kamis (3/7) lalu, H Adi Putra Darmawan Putra berharap, pengurus yang baru dilantik ini semakin kompak dan penuh kreativitas. “Apalagi sekarang zamannya sudah berubah, terutama dengan adanya Artificial Intelegent (AI). Kita harus bisa menyesuaikan, tentunya dengan tetap mengutamakan budi pekerti yang menjadi nilai dasar di Yaspendhar,” kata Adi Putra.

Banyaknya yayasan pendidikan di Kota Medan, menurut Adi, bukanlah sebagai pesaing, tetapi mitra untuk bersama-sama memajukan Bangsa Indonesia melalui pendidikan. “Semoga di kepengurusan yang baru ini, gedung Universitas Harapan Medan yang baru bisa direalisasikan,” harapnya.

Silaturahim pengurus baru ini juga turut dihadiri para Pembina Yaspendhar seperti Ir H Amal Bakti Pulungan MM, Prof Amrin Saragih MA PhD, Ir H Alwin Sitorus MSi, dan dr Hj Dewi Fauziah Raja Syahnan THT. Hadir juga Rektor Universitas Harapan Prof Sriadhi.

Adapun Susunan Kepengurusan Yaspendhar Periode 2025-2030:
Ketua Umum Dr Tapi Rondang Ni Bulan SE MSi; Ketua I Bidang Pendidikan dan SDM Najmi Usyairah SPd; Ketua II Bidang Sarpras dan Umum Hafris Rifki Hafas Bach Of Mgmt MM; Bendahara Umum Azwansyah Habibie SE MAk; Sekretaris Umum Muslim Harahap.

Sementara Ketua Pengawas Nazrul Ichsan Nasution SH MH, dan anggota pengawas adalah Ir H Hakim Sadli Hutasuhut MM, Drs Kresna Minan SE MSi AK CA; Mustaqim Harahap Dipl Ak; H Azmi Yuli SH MSP.

Selain itu pada acara tersebut juga diperkenalkan staf dan koordinator pengurus Yaspendhar yaitu Staf Bidang Pendidikan Ani Murwani Muhar SE MSi, Staf Bidang SDM Dr Aulia Arif Nasution SE MSi, Staf Bidang Sarpras H Sabilal Lubis MPd, Koordinator Kampus II dan III H Irhas SE, dan Koordinator Bidang Keolahragaan Elfin Nuriadin SPd. (adz)

Zulkarnaen Minta Warga Medan Timur Tidak Takut Laporkan Perbuatan Melanggar Hukum dan Trantibum

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Zulkarnaen SKM menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.10 Tahun 2021 di Kecamatan Medan Timur, Sabtu (5/7/2025) pagi. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Zulkarnaen SKM menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.10 Tahun 2021 di Kecamatan Medan Timur, Sabtu (5/7/2025) pagi. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Saat ini, warga Kota Medan seringkali mengeluhkan masalah Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). Mengingat maraknya narkoba, tawuran, perbuatan asusila, hingga begal, jelas-jelas telah mengusik ketentraman masyarakat. Akan tetapi, tidak semua warga berani untuk melaporkan tindakan-tindakan tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, H. Zulkarnaen S.K.M, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.10 Tahun 2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban (Trantibum) di Jalan Umar No.15, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (5/7/2025) pagi.

“Saat ini ada banyak perilaku yang mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. Narkoba, tawuran, begal, semua ini benar-benar telah mengusik ketentraman dan ketertiban umum. Tetapi sayangnya tidak semua warga mau melaporkannya, kebanyakan karena warga tersebut merasa takut untuk melapor,” ucap Zulkarnaen.

Dikatakan Zulkarnaen pada kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Camat Medan Timur dan SatPol PP Kota Medan itu, saat ini warga tidak perlu takut untuk melaporkan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum ataupun mengusik ketentraman dan ketertiban umum tersebut. Pasalnya saat ini, Pemko Medan maupun Polrestabes Medan telah menyiapkan Call Centre untuk mengadukan perbuatan tersebut.

“Pemko Medan maupun Polrestabes Medan sudah menyediakan call centre untuk dapat dihubungi dalam mengadukan hal-hal yang mengganggu ketentraman masyarakat. Bapak/Ibu cukup WA saja, sampaikan di call centre itu. Jangan takut, laporkan saja, data pelapor akan dirahasiakan. Sekali lagi jangan takut, karena menyampaikan kebenaran itu sebuah hal yang baik, jangan takut untuk menegakkan keberanan,” ujarnya.

Dikatakan Zulkarnaen, pemerintah harus hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya perangkat di kewilayahan, yakni pihak kecamatan, kelurahan hingga lingkungan.

“Perda No.10 Tahun 2021 ini hadir untuk memberikan jaminan kepada masyarakat Kota Medan. Pemerintah harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang warga Medan Timur, Tara, mengaku seringkali mengetahui adanya perbuatan melanggar hukum hingga mengusik ketentraman dan ketertiban umum di lingkungan. Akan tetapi, dirinya mengaku takut untuk melaporkannya.

“Seringkali kita tahu di tempat A ada melakukan perbuatan yang tidak baik, tapi kami tidak melapor karena tidak punya keberanian. Tolong bantu pak, supaya kami bisa melapor tanpa rasa takut,” tutur wanita paruh baya itu.

Selain Tara, warga lainnya, Ibu Hartati juga mengeluhkan keberadaan usaha billiard di Kecamatan Medan Timur. Pasalnya, banyak anak di bawah umur yang masuk ke tempat usaha billiard tersebut tanpa adanya larangan dari pihak pengelola billiard.

“Termasuk anak saya yang masih dibawah umur, asyik main billiard aja di Jalan Mustafa itu. Tolong supaya dibuat aturan bahwa tempat billiard itu khusus untuk orang dewasa,” pintanya

Menanggapi hal itu, perwakilan SatPol PP Kota Medan, Rahmad Doni, SatPol PP Medan, mengaku akan segera menindaklanjutinya. Ia mengatakan, pihaknya telah berkali-kali melakukan penertiban di tempat usaha billiard, khususnya dari sisi operasional.

“Memang benar, anak di bawah umur tidak boleh masuk tempat billiard, ini akan kami tindaklanjuti. Kemudian, tempat usaha billiard juga sering melanggar jam operasional, ini juga akan kami tindak,” tegasnya.

Selanjutnya, Sekretaris Camat Medan Timur, Syamsul Alam Nasution, meminta kepada warga Medan Timur untuk dapat bersama-sama menjaga ketentraman dan ketertiban umum. Ia menyebutkan, peran orangtua sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya.

“Tolong kepada anak-anak kita, apalagi yang lagi libur sekolah agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Kalau anak kita belum pulang, tolong dihubungi dan segera disuruh pulang. Kalau anak-anak kita menjaga ketertiban dan keamanan, InsyaAllah masa depan anak-anak kita akan terjaga. Khususnya masalah narkoba, disini perlu peran penting orangtua,” pungkasnya. (map)

Hadiri Pelantikan Prof Ridha Sebagai Ketua MPI Kota Medan, Rico Waas: Tahun Lalu Kami Masih Bersaing

Ketua MPI Kota Medan, Prof Ridha Dharmajaya dan Wali Kota Medan, Rico Waas berfoto bersama Pendiri MPI, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ketua MPI Sumut, dr Donald Anjar Simanjuntak.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Ketua MPI Kota Medan, Prof Ridha Dharmajaya dan Wali Kota Medan, Rico Waas berfoto bersama Pendiri MPI, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ketua MPI Sumut, dr Donald Anjar Simanjuntak.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Rico Waas menghadiri pelantikan Prof Ridha Dharmajaya sebagai Ketua Matahari Pagi Indonesia (MPI) Kota Medan di Tiara Convention Hall, Kota Medan, Jumat (4/7/2025).

Dalam sambutannya, Rico Waas sempat membahas bahwa dirinya pernah berkompetisi dengan Prof Ridha Dharmajaya untuk memperebutkan kursi Wali Kota Medan pada Pilkada Medan 2024 lalu.

“Perlu diingat kembali, tahun lalu kami bersaing (di Pilkada Medan),” ucap Rico Waas disambut gelak tawa dan tepuk tangan semua yang hadir pada kegiatan itu.

Meskipun begitu, Rico Waas menyebutkan bahwa persaingan yang mereka lakukan murni untuk membawa Kota Medan ke arah yang lebih baik.

“Tapi sejatinya bukan bersaing, melainkan memperjuangkan Kota Medan. Siapapun yang terpilih sama saja, karena sama-sama berjuang untuk Kota Medan,” ujarnya.

Menurut Rico, baik dirinya dan Prof Ridha sama-sama mengetahui bahwa ada berbagai macam masalah yang terjadi di Kota Medan.

“Jadi ini bukan tentang siapa, tetapi tentang kita, tentang masyarakat Kota Medan,” katanya pada kesempatan yang dihadiri Pendiri MPI, Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua MPI Sumut dr Donald Anjar Simanjuntak, Ketua MPI Kota Medan, Prof Ridha Dharmajaya serta segenap pengurus MPI tingkat Sumut dan Kota Medan tersebut.

Pada kesempatan itu, Rico Waas juga menjelaskan bahwa sebenarnya dirinya memiliki hubungan kekerabatan dengan Prof Ridha Dharmajaya. Rico Waas menuturkan bahwa ibunya dan ibu Prof Ridha Dharmajaya telah berteman akrab sejak lama.

“Saya dan Prof Ridha itu masih kerabat sebetulnya. Jadi emak saya dan emaknya Prof Ridha itu sahabat dari dulu, dari kecil. Keluarga beliau dengan keluarga saya itu tak jauh. Tapi ya itulah, di masa-masa politik ada bumbu-bumbunya, tapi itulah demokrasi,” tuturnya.

Rico Waas pun meyakini, Matahari Pagi Indonesia Kota Medan dibawah kepemimpinan Prof Ridha Dharmajaya dapat memberikan sinar yang bermanfaat bagi Kota Medan.

“Siapa yang tak butuh sinar matahari pagi, setiap makhluk yang tidur di malam hari pasti membutuhkan sinar matahari pagi. Seperti itulah yang kita harapkan, Matahari Pagi Indonesia Kota Medan dapat memberikan sinar yang bermanfaat untuk masyarakat Kota Medan,” ungkapnya

Sementara itu, Ketua Matahari Pagi Indonesia Sumatera Utara, dr Donald Anjar Simanjuntak, memastikan bahwa Matahari Pagi Indonesia Sumut maupun Matahari Pagi Indonesia Kota Medan akan berjalan secara mandiri untuk memberikan banyak manfaat kepada masyarakat.

Dengan tegas, dr Donald Anjar Simanjuntak mengatakan bahwa Matahari Pagi Indonesia Kota Medan tidak akan memberikan ‘proposal’ kepada Pemko Medan dalam setiap kegiatannya.

“Matahari Pagi Indonesia tidak akan memberikan proposal kepada Pemko Medan, kita bergerak secara mandiri untuk masyarakat,” tutupnya. (map)

PTAR Gerakkan Aksi Ecobrick dari Hati: 10.000 Botol untuk Bumi

BERSAMA: GMO & Deputy Director Operations PTAR Rahmat Lubis (empat kanan) bersama Bupati Tapsel Gus Irawan (berbatik, tengah) membuka Workshop Kreatif Kelola Lingkungan didampingi Pendiri Greeneration Indonesia & Waste4Change sekaligus Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan Sampah Mohamad Bijaksana Junerosano (empat kiri), Manajemen PTAR, serta jajaran Pemkab Tapsel di Batangtoru, Tapsel, Kamis (3/7). (Dok PTAR)
BERSAMA: GMO & Deputy Director Operations PTAR Rahmat Lubis (empat kanan) bersama Bupati Tapsel Gus Irawan (berbatik, tengah) membuka Workshop Kreatif Kelola Lingkungan didampingi Pendiri Greeneration Indonesia & Waste4Change sekaligus Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan Sampah Mohamad Bijaksana Junerosano (empat kiri), Manajemen PTAR, serta jajaran Pemkab Tapsel di Batangtoru, Tapsel, Kamis (3/7). (Dok PTAR)

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, meluncurkan program “Aksi Bikin Ecobrick dari Hati untuk Bumi” di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Program ini menargetkan pengumpulan dan pengolahan 10.000 botol plastik menjadi ecobrick sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengelola sampah secara berkelanjutan dan berbasis ekonomi sirkular.

General Manager Operations & Deputy Director Operations Agincourt Resources, Rahmat Lubis, mengatakan “Aksi Bikin Ecobrick dari Hati untuk Bumi” merupakan inisiasi PTAR dalam merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang tahun ini mengangkat tema “Beat Plastic Pollution.” Inisiasi ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang selalu diusung Perusahaan.

“Aksi ini juga bagian dari tema besar kami, yakni Living in Harmony, yang menekankan keseimbangan antara kinerja operasional, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Upaya ini sekaligus dukungan kami terhadap target nasional pengelolaan 50 persen sampah pada 2025 dan 100 persen pada 2029,” tutur Rahmat usai peluncuran program, Rabu (2/7) lalu.

Program ini melibatkan empat bank sampah binaan PTAR, yakni Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias. Selama 6-8 bulan ke depan mereka akan menjalani pelatihan bersama Waste4Change dan Bank Sampah Yamantab untuk memproduksi ecobrick secara mandiri.

Menyusul peluncuran program, PTAR menggelar Workshop Kreatif Kelola Lingkungan mengenai pembuatan ecobrick pada 3 Juli 2025 di Sopo Daganak, Batang Toru. Workshop ini diikuti perwakilan sekolah Adiwiyata di Batang Toru, komunitas peduli lingkungan, serta empat bank sampah mitra binaan PTAR.

Rahmat menjelaskan sejak Tambang Emas Martabe mulai beroperasi pada 2011, Perusahaan telah menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan, mulai dari konservasi dan reklamasi hingga pengelolaan sampah domestik berbasis sirkular, salah satu membangun fasilitas pemilahan sampah (waste sortation facility/ WSF) di dalam area tambang.

Sepanjang Juni 2024 hingga Mei 2025, dari total sampah yang masuk ke WSF sekitar 71% sampah dapat didaur ulang atau dijual kembali. WSF yang dikelola oleh vendor lokal tersebut juga mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi seperti Eco Enzyme, maggot, furnitur, dan kompos.
“Sejak dua tahun lalu kami melarang karyawan dan kontraktor menggunakan botol plastik sekali pakai di lingkungan kerja dan mewajibkan mereka menggunakan botol isi ulang,” ujar Rahmat.

Dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PTAR juga menebar 1.000 bibit ikan jurung di lubuk larangan Desa Garoga dan menanam 500 bibit pohon mencakup aren, durian, alpukat, matoa, jengkol, dan manggis.

Desa Garoga terpilih sebagai lokasi peringatan tidak lepas dari capaiannya sebagai Juara 1 Lomba Desa Ramah Lingkungan yang digelar PTAR pada 2024. Desa Garoga dinilai mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat melalui berbagai upaya antara lain mendirikan bank sampah, budidaya tanaman obat keluarga, dan konservasi perairan di Sungai Garoga.

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan, menyambut baik inisiatif PTAR dalam mengurangi sampah plastik melalui edukasi daur ulang yang melibatkan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang solid antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Upaya pengurangan sampah plastik sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Sementara penanaman pohon adalah bentuk nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ini bukan hanya langkah hari ini, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan anak cucu kita,” katanya. (dek/saz)

Wali Kota Dukung Pembentukan BNN Kota Medan

BUKA: Wali Kota Medan Rico Waas saat membuka Seminar Proposal Kajian Pembentukan BNN Kota Medan.
BUKA: Wali Kota Medan Rico Waas saat membuka Seminar Proposal Kajian Pembentukan BNN Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Maraknya peredaran narkotika menjadi kekhawatiran bagi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas terhadap masa depan generasi muda, untuk itu guna mengatasi permasalahan tersebut, Rico Waas mendukung penuh pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan.

Dukungan tersebut disampaikan Rico Waas saat membuka Seminar Proposal Kajian Pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan dalam mendukung Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Kota Medan yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Medan bertempat di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (3/7/2025).

“Saya memberikan apresiasi atas berlangsungnya seminar proposal ini, kita tahu permasalahan narkotika sangat urgent untuk kita selesaikan bersama. Saya tidak ingin generasi muda kita menjadi korban penyalahgunaan narkotika, karena ke depan merekalah yang akan melanjutkan pembangunan bangsa ini,”kata Rico Waas.

Seminar proposal ini juga turut dihadiri anggota DPRD Kota Medan Modesta Marpaung, perwakilan Forkopimda Kota Medan, Kabag Umum BNN Provinsi Sumut Roy Fadly Hasibuan, Tim Tenaga Ahli dari USU diantaranya Dr Arief Marizki Purba, SE, SSos,MSi dan Eka Prahadian Abdurahman,SIKom,MKM serta pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.

Dikatakan Rico Waas meskipun BNN Provinsi Sumut telah bekerja secara maksimal dalam mengcover kota Medan, namun Rico Waas menyebutkan fakta di lapangan menunjukkan peredaran narkotika di Provinsi Sumut dan Kota Medan masih yang tertinggi.

Maka dari itu, Rico Waas menilai sudah sangat layak kota Medan memiliki BNN tingkat kota, terlebih lagi sudah banyak kab/kota di Sumut yang juga telah memiliki BNN tingkat kab/kota.

“Kami perlu tahu apa saja yang harus kami persiapkan untuk mendukung pembentukan BNN di Kota Medan. Sebab kami butuh BNN kota yang bisa berkoordinasi dengan kami secara terus menerus untuk menyelesaikan permasalahan narkotika di kota Medan,” ujar Rico Waas.

Dengan terbentuknya BNN Kota Medan, Rico Waas berharap sel-sel BNN dapat menyebar hingga ke tingkat lingkungan sehingga peredaran narkotika dapat diberantas. Apalagi bilang Rico Waas narkotika telah menjadi faktor utama pemicu terjadinya begal, tawuran dan tindak kriminalitas lainya.

“Saya berharap kita semua bekerjasama untuk mengatasi permasalahan narkotika ini. Mari kita bergandengan tangan memperkuat diri. Saya yakin dengan koordinasi yang lengkap kita juga memiliki strategi yang lengkap untuk melakukan pencegahan hingga pemberantasan narkotika”pungkas Rico Waas.

Sebelumnya Kepala Brida Kota Medan Mansursyah dalam laporannya mengatakan tujuan diadakannya seminar proposal ini ialah untuk mengidentifikasi dan menganalisis situasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Medan secara actual dan berbasis data serta untuk menganalisis kebutuhan objektif dan urgensi pembentukan BNN Kota Medan sebagai bagian dari system Nasional P4GN.

“Melalui seminar proposal ini kami juga ingin menggali lebih dalam pandangan dan aspirasi pemangku kepentingan utama di Kota Medan terhadap kebutuhan pembentukan BNN Kota Medan termasuk harapan dan bentuk dukungan yang tersedia,” ujar Mansursyah. (map/ila)