32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 164

63 Lansia Binjai Dapat Bantuan Kemensos

TERIMA: Lansia di Kota Binjai saat menerima bantuan atensi dari Kemensos.(Dokumen Diskominfo Binjai)
TERIMA: Lansia di Kota Binjai saat menerima bantuan atensi dari Kemensos.(Dokumen Diskominfo Binjai)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan atensi kepada 63 warga lanjut usai (lansia) di Kota Binjai. Bantuan atensi yang diserahkan Kemensos melalui Sentra Darussa’adah Banda Aceh ini, berlangsung di Aula Dinas Sosial (Dinsos) Kota Binjai, baru-baru ini.

Adapun lansia yang dapat menerima bantuan ini, setelah dinyatakan lolos asesmen, validasi, dan verifikasi oleh pendamping rehabilitasi sosial.

Kepala Dinsos Binjai Triono Julimawardi, turut hadir dalam kesempatan tersebut. Dia pun mengapresiasi Kemensos RI, yang telah memberi perhatian kepada warga lansia di Kota Binjai.

“Atas nama Pemko Binjai, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemensos, melalui Sentra Darussa’adah yang telah menyalurkan bantuan ini,” ungkap Triono.

Triono menegaskan, pemerintah akan terus hadir memberikan pelayanan kesejahteraan sosial sesuai ketentuan undang-undang dan program yang berlaku. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1974, tentang Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018, tentang Standar Pelayanan Minimal, serta Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2018, tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada SPM Bidang Sosial di daerah provinsi dan kabupaten kota.

Triono juga mengatakan, Pemko Binjai akan terus berupaya memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS). Baik melalui program yang bersumber dari APBN maupun APBD Provinsi Sumatera Utara, dan dari program kegiatan Dinsos Binjai.

“Upaya ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Binjai,” pungkasnya. (ted/saz)

Antisipasi Tawuran Geng Motor di Kota Tebingtinggi, 38 Motor Knalpot Brong Terjaring Patroli Polisi

AMANKAN: Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan sebanyak 38 unit sepeda motor dari operasi razia skala besar terkait pencegahan tawuran antar geng motor dan aksi balap liar, Minggu (21/9) dini hari.
AMANKAN: Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan sebanyak 38 unit sepeda motor dari operasi razia skala besar terkait pencegahan tawuran antar geng motor dan aksi balap liar, Minggu (21/9) dini hari.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atas tawuran antargeng motor, jajaran Polres Tebingtinggi menggelar Patroli Skala Besar, Minggu (21/9) dini hari.

Patroli difokuskan pada penindakan geng motor, aksi balap liar, dan penggunaan knalpot brong yang meresahkan warga.

Kegiatan razia tersebut dipimpin oleh Waka Polres Tebingtinggi, Kompol Rudi Syahputra dengan melibatkan pejabat utama Polres Tebingtinggi.

Waka Polres Kompol Rudi Syahputra menegaskan bahwa patroli yang mereka lakukan merupakan bukti nyata Polres Tebingtinggi untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

“Sasaran utama kita malam ini adalah geng motor, knalpot brong, dan balap liar. Tindakan tegas akan diberikan, namun tetap dilakukan dengan cara humanis. Polres Tebingtinggi tidak akan memberi ruang bagi pelaku yang meresahkan masyarakat,” tegas Kompol Rudi Syahputra.

Menurutnya, pelaksanaan patroli dibagi menjadi dua tim berdasarkan wilayahnya, guna untuk memudahkan petugas dalam menjangkau setiap lokasi rawan yang dilalui. Patroli dilakukan dengan menggunakan kenderaan roda empat maupun roda dua.

“Dari hasil patroli tersebut, Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan 38 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong dan tidak dilengkapi dengan surat kendaraan. Seluruh barang bukti diamankan untuk penindakan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Patroli berakhir pagi hari dengan situasi wilayah hukum Polres Tebingtinggi tetap aman dan kondusif.

“Ke depan, Polres Tebingtinggi memastikan akan terus meningkatkan patroli, baik siang maupun malam hari dan penegakan hukum untuk mencegah aksi yang dapat mengganggu kamtibmas,” pungkas Kompol Rudi Syahputra. (ian/azw)

HMI Medan Desak Jaksa Tangkap Pelaku Penggelapan Kredit BRI

FOTO: Ketua HMI Cabang Kota Medan Cici Indah Rizki
FOTO: Ketua HMI Cabang Kota Medan Cici Indah Rizki

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Medan mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk menangkap Yopi, seorang pengusaha yang diduga melakukan penggelapan uang Rp17 miliar hasil kredit kepada Bank Rakyat indonesia (BRI)

Belasan miliar uang tersebut dipinjam oleh Yopi dengan alasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Unit Sei Kepayang, Cabang Tanjung Balai. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan secara resmi dari kejaksaan soal penanganan dugaan korupsi ini.

“Kita sangat mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk menangkap actor Utama dalam dugaan korupsi KUR di BRI Tanjungbalai Bernama Yopi,” ucap Ketua HMI Cabang Kota Medan Cici Indah Rizki, Minggu (21/9/2025).

Dikatakan Cici, negara telah dirugikan oleh pengusaha bernama Yopi tersebut. Cici menduga, dugaan korupsi ini terjadi dan dilakukan secara berkelompok.

“Kita yakin bahwa dugaan korupsi ini terjadi secara berkelompok hingga menimbulkan kerugian besar terhadap negara,” ujarnya.

Cici menjelaskan, HMI juga akan melakukan aksi dalam Waktu dekat ini. Dalam aksinya, HMI akan mempertanyakan kejelasan Kejaksaan untuk menangani dugaan korupsi ini.

“Kita juga akan turun ke jalan untuk mempertanyakan tindak lanjut dari penanganan dugaan korupsi ini,” katanya.

Kepada Kajati Sumut Harli Siregar, Cici berharap agar segera mengatensi seluruh jajaran untuk segera menindaklanjuti perkara ini. (map/azw)

Bupati Hadiri Pelantikan Ketua IPK Batubara, Baharuddin Kenang Wafatnya Pendiri IPK Olo Panggabean

HADIRI PELANTIKAN: Bupati Batubara H Baharuddin Siagian SH MSi memberi sambutan saat hadiri pelantikan kepengurusan DPD IPK Batubara di Hotel Singapore Land, Sabtu(20/9). Foto:/Liberti H Haloho.
HADIRI PELANTIKAN: Bupati Batubara H Baharuddin Siagian SH MSi memberi sambutan saat hadiri pelantikan kepengurusan DPD IPK Batubara di Hotel Singapore Land, Sabtu(20/9). Foto:/Liberti H Haloho.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Bastian Panggabean SE secara resmi melantik Jhonatal Pangaribuan SE sebagai Ketua DPD IPK Batubara, Marlin Juni Marbun SPd sebagai Sekretaris, dan Hazlina Rindayu sebagai Bendahara untuk periode kepengurusan 2025 sampai dengan 2030 di Hotel Singapore Land, Batubara, Sabtu (20/9).

Pelantikan dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) No 21029/A/DPD-IPK/SU/9/2025 tentang susunan komposisi dan personalia pengurus DPD IPK Batubara periode 2025-2030 yang dibacakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD IPK Provinsi Sumatera Utara Darwin Lubis.

“Atas rahmat Tuhan yang Maha kuasa, hari ini Sabtu(20/9), saudara saudari syah dan resmi dilantik menjadi pengurus DPD IPK Batubara Masa Bakti 2025 sampai dengan 2030. Jalankan roda organisasi sesuai AD/ART IPK.

Hidup IPK,” ungkap Ketua DPD IPK Provinsi Sumatera Utara Bastian Panggabean SE didampingi Sekjen, Darwin Lubis saat prosesi pelantikan sembari menyerahkan SK Pengurusan dan bendera pataka IPK kepada ketua yang dilantik.

Hadir dalam acara itu, Bupati Batubara H Baharuddin Siagian dan Wakil Bupati Batubara Syafrizal, Kapolres Batubara AKBP Dolly Nelson HH Nainggolan, Bendahara Umum DPP IPK Pusat, Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Sumut Bastian Panggabean SE, Wakil Ketua DPD IPK Provsu Raja Aruan serta puluhan tokoh di antaranya Dr Hadi Suriono, SE MM Wakil Rektor UNA, Ketua Gemkara Batubara Drs Khairul Muslim, dan ratusan para Tokoh Pemuda, Masyarakat Batubara.

Ketua IPK Batubara Jhonatal Pangaribuan SE dalam pidatonya mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan memimpin DPD IPK Batubara.

Demikian juga di ucapkan terima kasih kepada Bupati/Wakil Bupati Batubara, Kapolres Batubara, Unsur Forkompinda, ketua dan jajaran Pengurus DPD IPK Sumut, Bendahara DPP IPK Pusat dan 25 kota/kabupaten pengurus IPK se-Sumatera Utara yang hadir.

Menurut Jhonatal Pangaribuan, dalam konteks mendukung Pemerintahan Kabupaten Batubara, Baharuddin Siagian-Syafrizal, IPK jangan diragukan lagi. Dan, akan terus komitmen melakukan pengawalan.

Tentunya, dengan potensi sumberdaya alam yang tinggi, dan bonus geografis serta posisi daerah yang strategis, tentunya cita-cita bersama masyarakat Batubara bisa maju dan berkembang seperti yang dikumandangkan Bupati-Wakil Bupati Batubara Baharuddin Siagian-Syafrizal dalam visinya menuju Batubara berkah dan Bahagia.

“Harapan kita, IPK Batubara menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan,” ungkap Jhonatal Pangaribuan, Ketua DPD IPK Batubara yang juga Owner Hotel Singapore Land.

Sementara Ketua DPD IPK Sumatera Utara Bastian Panggabean SE dalam pidatonya mengatakan bahwa pelantikan pengurus DPD IPK merupakan pembenaan dan evaluasi atas apa yang dicapai pada periode sebelumnya. Yakni, sebuah mekanisme yang wajar.

Sementaram Bupati Batubara H Baharuddin Siagian saat dimulai acara memimpin tapakur, mengenang wafatnya pendiri organisasi IPK, almarhum Olo Panggabean.

Bupati Batubara H Baharuddin Siagian dalam pidatonya ucapkan selamat dan apresiasi atas pelantikan pengurus baru DPD IPK Kabupaten Batubara.

Dirinya menekankan pentingnya peran pemuda dalam mendukung program pembangunan dan menciptakan masyarakat yang sejahtera dan bahagia.

“Solidaritas pemuda karya sangat penting dalam menguatkan pembangunan di Batubara. Kami berharap IPK dapat menjadi motor penggerak bagi pemuda untuk berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujar Bupati Batubara.

Pada kesempatan itu, bupati singgung kemudahan investor berinvestasi industri di Batubara. (mag-3/azw).

Ustad Soleh dan Inovasinya “Jajan Berkah” di Pakpak Bharat Dari Musala Telantar ke Pusat Peradaban

DIABADIKAN: Ustad Soleh saat diabadikan bersama pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, baru-baru ini. Ustad Soleh merupakan inisiator Program “Jajan Berkah” dan “Sembako Berkah” untuk memakmurkan Musala At Taubah.(Istimewa)
DIABADIKAN: Ustad Soleh saat diabadikan bersama pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, baru-baru ini. Ustad Soleh merupakan inisiator Program “Jajan Berkah” dan “Sembako Berkah” untuk memakmurkan Musala At Taubah.(Istimewa)

SUMUTPOS.CO – Sebuah perjalanan inspiratif terjadi di Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat. Musala At Taubah yang nyaris roboh dan sepi jamaah, kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas keagamaan yang gemuruh. Hal ini berkat ketekunan dan visi seorang pria berhati mulia, Muhammad Soleh.

Kisah kebangkitan ini menarik perhatian Plt Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salak, Muhammad Zulpikar Harahap, yang menyempatkan kunjungan pada Rabu (17/9) lalu, di tengah kesibukannya. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya KUA mendorong prinsip keilmuan dan inovasi dalam tata kelola masjid dan musala.

Musala At Taubah adalah hibah dari almarhum Patut James Manik (PJ Manik), seorang pendakwah yang tak kenal lelah. Namun sepeninggalnya, bangunan yang terbuat dari papan itu melapuk, telantar, dan hampir roboh. Jamaah yang awalnya 20 kepala keluarga (KK) nyaris sirna pada 2023. Tidak ada lagi salat berjamaah yang terdengar.

“Saya merasa terpanggil dan sedih melihatnya,” ungkap Ustad Soleh, yang kemudian merangkul warga untuk menghidupkan kembali musala tersebut.

Menjadi Ketua Badan Kemakmuran Musala (BKM) bukan perkara mudah. Dengan tekad bulat, dia menjalin jejaring dengan berbagai pihak, baik lokal maupun organisasi dakwah luar daerah, untuk mewujudkan visi besarnya, yakni “Menjadikan Masjid sebagai Pusat Peradaban Manusia”. Dengan tujuan, suatu saat nanti bisa mengubah Musala At Taubah menjadi masjid yang mendunia.

Kunci transformasi ini adalah pemanfaatan teknologi digital. Ustad Soleh dengan semangatnya yang tak pudar, aktif membagikan setiap kegiatan di media sosial (medsos), seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan melalui website resmi.

“Bermimpi itu tidak bayar. Kenapa tidak? Asal diikuti dengan aktualisasi, kesabaran, dan kemauan,” tuturnya membagikan kunci sukses.

Namun, yang paling menyentuh adalah inovasi program sosialnya untuk memakmurkan jamaah. Musala At Taubah meluncurkan Program “Jajan Berkah” dan “Sembako Berkah”.

Soleh menjelaskan, konsep Jajan Berkah adalah setiap anak yang hadir salat berjamaah Maghrib, Isya, dan Subuh mendapat insentif Rp25.000. Kehadiran mereka dicatat dengan sistem absensi yang rapi. Sementara Sembako Berkah, setiap pasangan suami-istri yang aktif berjamaah secara mingguan, mendapat satu tabung gas LPG tiga kilogram, dan satu kilogram gula.

“Program ini bukan sekadar memberi, tapi membangun kebiasaan dan kemakmuran berjamaah dari anak-anak hingga dewasa,” beber Soleh.

Untuk meyakinkan donatur, Soleh memasang CCTV yang bisa dipantau publik. Setiap pengajian dan kegiatan ibadah disiarkan dan dibagikan secara transparan. Hal ini membuat donasi mengalir dari mana saja, dari hamba-hamba Allah Subhanahu wa Taala yang tergerak.

Bahkan yang luar biasa, konten TikTok yang dikelolanya telah menghasilkan “pundi-pundi receh” yang digunakan untuk membiayai semua programnya. Saat dikunjungi Kepala KUA dan penghulu CPNS, Soleh menunjukkan, bagaimana medsosnya sudah menghasilkan uang untuk kemasjidan.

Di usianya yang telah memasuki kepala lima, Soleh adalah pribadi yang visioner dan dermawan. Dia mewakafkan dirinya sepenuhnya untuk mencetak insan yang senang beribadah. Tantangan, fitnah, dan cemoohan dihadapinya dengan santai dan ikhlas. Keyakinannya teguh, “Allah ada bersamanya”.

Tamu dari luar daerah pun silih berganti datang untuk membantu perjuangannya. Semua motivasi ini dijadikannya sebagai motor untuk selalu menebar kebaikan.

Kisah Soleh adalah bukti, usia bukan halangan untuk berinovasi dan berbuat langkah besar. Perjuangannya adalah inspirasi nyata, dengan kemauan, keikhlasan, dan sedikit kreativitas digital, siapa pun bisa memakmurkan masjid dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (mag-2/saz)

Dukung WCD 2025, Kelurahan Sei Rengas 2 Gotong Royong di Jalan Gandhi

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dalam rangka mendukung World Cleanup Day 2025 (WCD) dan melaksanakan instruksi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Kelurahan Sei Rengas 2 Medan Area, melaksanakan gotong-royong di Jalan Gandhi, Sabtu (20/9). Lurah Sei Rengas 2 Daniel Saut Saroha SSTP mengatakan, selain mendukung WCD dan instruksi Wali Kota, kegiatan gotong-royong yang difokuskan di Jalan Gandhi ini juga sesuai arahan Camat Medan Area Sutan Fauzi Arif Lubis SSTP MAP.
“Alasan kita fokuskan gotong-royong di Jalan Gandhi, karena banyak rumput yang harus dibabat dan sampah yang harus dibersihkan, serta mengangkat sedimentasi di parit yang menghambat aliran pembuangan” kata Daniel.
Menurutnya, aliran drainase di Jalan Gandi kurang lancar karna banyak sampah dan sedimentasi yang berada di dalam drainase. “Setelah dibersihkan areal drainase di Jalan Gandhi, Kondisi aliran drainase terlihat lancar, warga yang tinggal di sepanjang Jalan Gandhi juga turut serta dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Daniel berharap, lewat kegiatan gotong-royong ini dapat memberikan kontribusi kebersihan di lingkungan. Sehingga, masyarakat lingkungan sadar untuk turut serta dalam peduli kebersihan yang ada di lingkungan. Lalu dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ikut serta di kegiatan gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan. “Mari bersama-sama kita jaga kebersihan lingkungan dengan tetap membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya. (omi/adz)

Dosen dan Mahasiswa Fakultas Teknik USU Kenalkan Teknologi Konversi Limbah Kayu Menjadi Energi Ramah Lingkungan Berbasis Circular Economy

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Limbah kayu yang sebelumnya tidak memiliki nilai, kini justru menjadi sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan. Selain mendukung transisi energi, juga membawa dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Selama ini, limbah kayu di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Deliserdang, hanya dibuang begitu saja. Melihat potensi yang ada, dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) memberikan penyuluhan terkait pemanfaatan limbah kayu menjadi produk yang layak jual.

Penyuluhan ini dikemas dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat Desa Tadukan Raga. Kegiatan ini diketuai Ir. Rivaldi Sidabutar S.T., M.T, dengan anggota Chindy Elsanna Revadi, M.T., dan Ir. Muthiah Putrilan Syamnah Harahap S.T., M.T. Mereka dibantu 6 orang mahasiswa S-1 Fakultas Teknik USU, yakni Luke Gilbert Buysang, Selvia Geraldine Silaban, Maya Azhari Butarbutar, Nova Ronauli Silalahi, Khori Ramadani, dan Fairuz Fuad Hasibuan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Jumat, 19 September 2025 ini bertajuk “Eco-waste Stove: Teknologi Konversi Limbah Kayu Menjadi Energi Ramah Lingkungan Berbasis Circular Economy”.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut sekaligus pengembangan dari program yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya di Desa Tadukan Raga,” kata Ir. Rivaldi Sidabutar S.T., M.T dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Minggu (21/9/2025).

Menurut Rivaldi, dalam kegiatan ini para dosen dan mahasiswa kembali memberikan penyuluhan terkait pemanfaatan limbah kayu menjadi produk yang layak jual. “Selama ini, limbah kayu hanya dibuang begitu saja, sehingga dapat dijadikan potensi menjadi produk yang layak jual,” ujarnya.

Dijelaskan Rivaldi, pada program pengabdian ini, mereka mengembangkan metode pengolahan limbah kayu dan dicetak menjadi briket menggunakan alat pencetak khusus yang sederhana serta mudah dioperasikan.

Selain memanfaatkan produk briket dari limbah kayu, ungkap Rivaldi, kompor yang akan digunakan juga merupakan kompor khusus dimana tungku pembakaran kompor tersebut dibakar menggunakan sampah organik seperti daun kering, kertas bekas, atau sampah nonorganik seperti plastik, dibantu oleh minyak jelantah atau oli bekas yang membantu proses pembakaran dan mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular di masyarakat.

“Limbah kayu pada masyarakat biasanya hanya dibuang begitu saja. Namun apabila diolah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku penghasil briket yang dapat digunakan apalagi dijual oleh masyarakat sekitar desa,” sebutnya.

Dia juga menjelaskan, kegiatan kali ini bukan hanya bertujuan untuk mengurangi timbunan limbah, tetapi juga diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kayu tersebut sebagai sumber energi yang ramah lingkungan. “Apalagi jika briket tersebut dijual, akan menghasilkan unit usaha baru di masyarakat desa,” pungkasnya. (adz)

Wakil Bupati Batubara Terima Kunker Komisi A DPRD Sumut

SAMBUT: Wakil Bupati Batubara Syafrizal, saat menyambut Kunker Komisi A DPRD Sumut bersama dengan BKD Sumut, Kamis (18/9).(Dokumen Diskominfo Batubara)
SAMBUT: Wakil Bupati Batubara Syafrizal, saat menyambut Kunker Komisi A DPRD Sumut bersama dengan BKD Sumut, Kamis (18/9).(Dokumen Diskominfo Batubara)

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Batubara Syafrizal, menerima kunjungan kerja (kunker) Komisi A DPRD Sumatera Utara (Sumut) bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut di Aula Kantor Bupati Batubara, Kecamatan Lima Puluh, Kamis (18/9) lalu.

Menurut Syafrizal, ini bagian dari upaya meningkatkan koordinasi dan kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten, dalam bidang kepegawaian. Dalam pertemuan ini, dia juga menyampaikan apresiasi atas kunker tersebut, dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD Sumut untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Batubara.

Dalam kunker Komisi A DPRD Sumut yang diwakili Wakil Ketua Komisi A Zeira Salim Ritonga, bersama BKD Sumut, melakukan diskusi mendalam mengenai permasalahan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batubara.

Pembahasan terfokus pada dua kategori utama, yakni honorer yang telah memenuhi kriteria (R, recommended), serta honorer yang tidak memenuhi syarat (TMS). Diskusi ini bertujuan untuk mencari solusi dan strategi penanganan yang tepat terkait status dan kesejahteraan honorer di Kabupaten Batubara.

Untuk mendapatkan kode R adalah non-ASN yang terdata di BKN, yang telah mengikuti Seleksi CPNS 2024 dan juga PPPK 2024. Terkait honorer yang TMS masih menunggu keputusan MenPAN-RB.

Turut hadir Asisten 2, Asisten 3, Kepala Diskominfo, Kepala BKPSDM, Kepala DPM PTSP, Kepala Dinkes PPKB, Kepala Dinsos PPPA, Kepala BKAD, Kepala Bappelitbangda, Kepala Disdik, Kepala Dinas PMD, Kabag Tapem, dan Kabag Hukum. (mag-3/saz)