Home Blog Page 1644

Oknum Kadus di Hamparanperak Terlibat Bisnis Sabu, Terancam Pidana Seumur Hidup

BACAKAN: JPU Elly Harahap saat membacakan dakwaan di ruang sidang PN Binjai, baru-baru ini.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri Binjai menggelar sidang perkara narkotika jenis sabu-sabu yang diduga melibatkan seorang kepala dusun (kadus) di Hamparanperak, Deliserdang, atas nama Ajon Wilantara. Oknum kadus yang terlibat bisnis sabu-sabu ini, pun terancam pidana penjara seumur hidup.

“Ya benar, sudah sidang itu,” kata Humas Pengadilan Negeri Binjai, Wira Indra Bangsa, Kamis (30/3).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Fauzi, dengan agenda mendengar dakwaan JPU Elly Harahap, Rabu (29/3) lalu. Dalam dakwaannya, terdakwa awalnya menerima 3 paket sabu-sabu dari seorang pria yang bernama Boneng (DPO), di baraknya, Dusun 2, Desa Tandamhilir 1, Hamparanperak, Rabu, 25 Januari 2023 lalu.

Oleh terdakwa kemudian menyerahkan 3 paket sabu ini kepada Feri Mardika (berkas terpisah) dan Sigoy (DPO) untuk dijual di barak, Dusun 2, Desa Tandamhilir 1. Kemudian, pada Selasa (31/1), Boneng kembali menyerahkan 10 paket sabu-sabu kepada terdakwa.

Sekitar pukul 19.30 WIB, Feri Mardika dan Sigoy datang untuk menyetorkan uang penjualan 3 paket sabu-sabu sebesar Rp4.250.000 kepada terdakwa. Usai setoran, terdakwa kembali memberikan sabu-sabu dari Boneng, kepada Feri Mardika untuk dijual lagi. Lantas Rabu (1/2) sore, terdakwa menyetorkan uang hasil jual sabu-sabu kepada Boneng.

“Uang itu hasil penjualan 3 paket narkotika jenis sabu-sabu,” bunyi dakwaan jaksa.

Sial datang kepada terdakwa, Jumat (3/2). Saat mengendarai sepeda motor Honda CRF tanpa pelat, terdakwa diberhentikan oleh tugas luar Satresnarkoba Polres Binjai di Pasar 7 Cina, Dusun 2, Hamparanperak.

Saat itu, terdakwa melihat Feri Mardika juga sudah diamankan. Tak banyak cerita, polisi langsung menginterogasi oknum kadus tersebut. Kepada polisi, terdakwa mengaku sabu-sabu miliknya berada di barak, Dusun 2, Desa Tandamhilir 1, Hamparanperak. Sesampainya di barak, terdakwa menunjukkan kepada polisi, sabu-sabu miliknya disimpan di kamar mandi barak tersebut dan disita 7 paket sabu-sabu dengan berat bersih 34,80 gram.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, subsidair 112 ayat (2) Undang-Undang No 35 Tahun 2009, tentang Narkotika,” bunyi dakwaan jaksa.

Sidang digelar secara daring. Majelis hakim dan JPU menjalani sidang dari PN Binjai. Sementara terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Binjai. Rabu (5/4) pekan depan, sidang kembali digelar dengan agenda mendengar keterangan saksi. (ted/saz)

26 PTS Ikuti Workshop dan Coaching Klinik Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

WORKSHOP: Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD (2 kiri) membuka workshop dan coaching klinik hibah penelitian dan pengabdian masyarakat, Kamis (30/3).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

UNIVERSITAS Haji Sumatera Utara menggelar workshop dan coaching klinik penyusunan proposal hibah penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2023, Kamis (30/3). Workshop dan coaching klinik di Growth Center Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut ini diikuti puluhan dosen dari 26 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumut.

Kegiatan ini untuk menyeimbangkan kewajiban dosen sebagaimana diatur dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Selain melakukan pendidikan dan pengajaran, dosen juga berkewajiban melaksanakan penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Universitas Haji Sumatera Utara Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD saat membuka kegiatan mengapresiasi antusias para dosen dari 26 PTS di Sumut. Kedepan, lanjut dia, workshop dan coaching klinik mendorong dosen di Sumut banyak meneliti dan mengabdi pada masyarakat. ”Pendidikan diharapkan akan semakin bermartabat seperti yang diharapkan Gubsu H Edy Rahmayadi,” kata Guru Besar Unimed tersebut.

Dian Armanto yang juga mantan kepala LLDikti Sumut ini berharap kerja keras peserta selama seminggu dalam workshop dan coaching klinik. ”Menulis baik dengan ide bagus. Mari kita menyemangati diri sendiri menuju kehidupan yang lebih baik,” imbuh rektor Universitas Haji Sumatera Utara.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Rimbawati ST MT dan dosen Universitas Pembangunan Pancabudi Dr Rahimah Purba MSi Ak CA berbagi pengalaman dan tips dalam menyusun program hibah penelitian dan pengabdian masyarakat.

Rimbawati ST MT menerangkan bahwa pengabdian masyarakat bertujuan antara lain untuk alih tehnologi, ilmu dan seni kepada masyarakat untuk pengembangan martabat manusia berkeadilan gender, iklusi sosial dan kelestarian sumber daya alam. Ia pun memaparkan tata cara, tahapan dan larangan saat menyusun proposal hibah.

Dr Rahimah Purba MSi Ak CA yang berpengalaman memenangkan berbagai hibah dari Kementerian Dikti Ristek juga berbagi tips meraih sukses dalam menyusun proposal hibah termasuk melakukan sinkronisasi data.

Dosen Unpab tersebut juga memaparkan pengalaman dari Dr E Rusiadi MSi CIQaR CIQnR (dosen Unpab) dalam sosialisasi penelitian green economy, blue economy, digital economy, pariwisata dan kemandirian kesehatan. Diterangkan pula tentang Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (Bima). Kemudian membangun track record penelitian dengan menghasilkan luaran (output: manuskrip, prototipe, buku, paten, HaKI, dll). (dmp)

LPEI bersama Bea Cukai Resmikan Desa Devisa Rotan Sukoharjo

LPEI bersama Bea Cukai Resmikan Desa Devisa Rotan Sukoharjo.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUKUTPOS.CO – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Indonesia Development Design Center (IDDC) Kementerian Perdagangan, serta pemerintah daerah meluncurkan Desa-Desa Devisa Rotan Sukoharjo (1/3).

Desa yang terletak di tengah Pulau Jawa ini memiliki potensi dan keunikan dari hasil kerajinan rotan yang telah menghidupi mayoritas warga desa selama 96 tahun.

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan Indonesia, LPEI memiliki fungsi untuk mendorong pertumbuhan ekspor nasional melalui penyediaan pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultansi ekspor.

Desa Devisa merupakan salah satu program unggulan melalui Jasa Konsultasi LPEI dalam memberdayakan UKM berbasis pengembangan komunitas. Desa Devisa Rotan Sukoharjo menjadi Desa Devisa ke-195 yang didampingi oleh LPEI.

Kepala Kantor Cabang LPEI Surakarta, Irwan Prasetiyawan, menjelaskan pendampingan yang dilakukan LPEI di Desa Devisa Rotan Sukoharjo menyasar setidaknya 30 UKM kerajinan rotan.

“Kegiatan ini mencakup beberapa materi pendampingan terkait perizinan, prosedur dan dokumen ekspor, akses pasar, hingga pengembangan desain produk kerajinan rotan,” ucap Irwan dalam keterangan tertulis, Kamis (30/3).

Para pengrajin di Desa Trangsan, Kabupaten Sukoharjo juga tak lepas dari berbagai tantangan dalam mengelola desa secara mandiri. Gejolak usaha masih terus dirasakan bahkan setelah hampir 1 abad berjaya. Apalagi, permintaan yang tinggi membuat para pengrajin kesulitan dalam
hal kapasitas produksi dan pengembangan produk.

“Kendala kita selama ini terjebak pada pengembangan inovasi dari desain yang sudah ada. Tidak seperti perusahaan besar yang memiliki tim risetnya sendiri, para pengrajin memerlukan ‘pengungkit’ untuk melahirkan ide segar pengembangan produknya,” ucap Ketua Koperasi Trangsan Manunggal Jaya, Suparji.

Ia mengungkapkan terlebih, proses pembuatan kerajinan rotan yang berkualitas butuh perhatian, waktu, dan ketelitian. Pihaknya memerlukan pendampingan dari mentor yang bisa mengarahkan.

“Adanya pendampingan dari LPEI sangat kami sambut baik dengan harapan dapat membantu, meningkatkan kapasitas produksi dan skala usaha pengrajin desa ke pasar global,” kata Suparji.

Sebelumnya, Desa Trangsan telah terbukti meningkatkan kontribusinya terhadap devisa negara dari tahun ke tahun.

Kepala Seksi PKC V Bea Cukai Surakarta, Agung Setijono mengungkapkan Desa Trangsan menyumbang devisa lebih dari USD 3 juta di tahun 2019, USD 5,4 juta di tahun 2020, dan USD 5,7 juta di tahun 2021.

“Program Desa Devisa Rotan Sukoharjo ini dapat menjadi batu loncatan bagi Desa Trangsan untuk meningkatkan kontribusi devisanya secara berkelanjutan,” ucap Agung.

Saat ini, Desa Trangsan memiliki 220 usaha pengrajin kayu rotan yang aktif memproduksi 150 kontainer kerajinan rotan setiap bulannya. Tak tanggung-tanggung, terdapat total 5.000 hingga 6.000 pekerja berkontribusi dalam kegiatan produksi setiap harinya dan lebih dari 60% penduduk desa adalah kelompok pengrajin.

“Harapannya program Desa Devisa Rotan Sukoharjo, bisa menjadi bahan bakar semangat dan lokomotif untuk menggerakkan UKM pengrajin rotan yang ada di Desa Trangsan, menambah pendapatan, meningkatkan kesejahteraan, dan memajukan penjualan di skala ekspor,” tutur Irwan.

Bincang-bincang Menjelang Sahur Bersama Rahudman Harahap, Bicara Politik hingga Telur Ceplok

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sosok Rahudman Harahap tak asing lagi bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut), khususnya warga Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Medan. Pasalnya, Rahudman pernah menjabat sebagai Sekda Pemkab Tapsel, dan Wali Kota Medan. Meski memiliki perawakan tegas dan keras, ternyata Rahudman penikmat telur ceplok saat bersantap sahur.

SETELAH vakum selama 3 tahun karena pandemi Covid-19, Sumut Pos kembali menggelar program sahur bersama tokoh. Membuka edisi Ramadan tahun ini, Tim Sahur Sumut Pos mendapat kehormatan bersantap sahur bersama Wali Kota Medan ke-15 Rahudman Harahap di rumahnya, Kompleks Taman Setia Budi Indah (Tasbi) Blok A Medan, Selasa (28/3) dini hari.

Saat Tim Sahur Sumut Pos tiba di depan rumahnya, seorang pria langsung membukakan pintu gerbang dan mempersilakan Tim Sahur Sumut Pos masuk dan memarkirkan mobil. Begitu tim turun dari mobil, terlihat Rahudman berjalan kaki, keluar dari dalam rumah dan langsung menyambut dengan hangat.

Tanpa basa-basi, Rahudman mengajak kami berjalan menuju sebuah musala berbentuk pendopo yang biasa digunakan sebagai tempat salat berjamaah. Di samping pendopo itu, ada sebuah meja dan kursi panjang, berkuran lebih kurang 4 meter.

Sembari menunggu bersantap sahur, perbincangan ringan dan hangat mengalir begitu saja. Menurut Rahudman, pada Ramadan tahun ini kegiatannya tak terlalu padat meski dirinya sudah memastikan akan maju sebagai calon anggota legislatif untuk DPR RI dari daerah pemilihan Sumut 1 meliputi Kota Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, dan Kota Tebingtinggi. “Makanya saya dengan senang hati menerima kedatangan tim Sumut Pos untuk sahur bersama. Begitu dapat telpon kemarin, langsung saya oke-kan,” ujar pria kelahiran Gunungtua pada 21 Januari 1959 ini.

Diakuinya, saat ini dirinya tengah fokus pada Pemilu 2024, khususnya pencalegan dirinya. “Ya, saya mulai ikut politik lagi. Untuk awal-awal ini, saya kejar DPR RI dulu,” ungkap Rahudman.

Rahudman pun tak memungkiri, untuk mendapatkan suara di Dapil Sumut 1 meliputi 4 kabupaten/kota yakni Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, dan Tebingtinggi, pasti tidak mudah. Namun dia bertekad, bakal berjuang untuk mendapatkan tambahan kursi untuk Partai NasDem “Begitu banyaknya masyarakat Sumut, masak saya tak bisa mendapatkan suara untuk lolos ke DPD RI? Menurut saya, dengan bekerja keras saya akan mendapatkan hati masyarakat,” katanya.

Mantan Sekda Tapsel ini juga mengakui, peran media masa sangat besar dalam menentukan kesuksesan seseorang. Apalagi saat ini, kepercayaan masyarakat terhadap partai politik sudah jauh menurun. “Dengan banyaknya masyarakat yang tidak percaya lagi terhadap partai politik. Kita harus kuat secara mental untuk menghadapinya. Syukurnya, saat ini masyarakat memandang sosok seseorang itu masih objektif. Dan media punya peran penting untuk itu,” jelasnya.

Bicara tentang kepemimpinan, Rahudman mengatakan, integritas seorang pemimpin sangat diperlukan. “Jika integritas seorang pemimpin rendah, peluang korupsi di satu daerah akan sangat tinggi. Bukan saya sombong, saat saya memimpin, Medan menjadi kota terbaik kedua se-Indonesia soal integritas kepemimpinan,” sebut Rahudman.

Dia pun mengaku, pernah memberikan masukan kepada Bobby Nasution terkait langkah-langkah dalam memimpin Kota Medan. “Pernah Bobby datang ke mari (rumah Rahudman), saya sampaikan banyak wejangan sebagai pegangan dan langkah-langkah dalam memimpin Medan. Saya katakan, saat seperti ini, saat kamu punya kekuasaan, saya harap kamu dapat membenahi Kota Medan ini dengan baik, agar menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Diketahui, Rahudman menjabat sebagai Wali Kota Medan pada 22 Juli 2009. Lima bulan setelah dilantik menjadi wali kota, dia sudah menunjukkan kinerjanya. Dia membenahi jalan di Medan, untuk mengembalikan fungsi vitalnya.

Keseriusan melakukan pembenahan infrastruktur juga diwujudkan Rahudman dengan melahirkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan No. 9/2009 tentang larangan mendirikan bangunan di atas drainase. Atas kerja inilah Pemerintahan Kota Medan dianugerahi oleh Kementrian PU Republik Indonesia sebagai predikat terbaik dalam perbaikan dan perawatan infrastruktur.

Asyik berbincang, tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 04.30 WIB, dan menyisakan 30 menit menjelang waktu imsak. Rahudman pun mengajak tim untuk santap sahur, bersama-sama dengan keluarganya.

Di sela bersantap sahur, sang istri Rita Wizni menyebutkan kalau menu wajib setiap makan, Rahudman selalu minta disediakan telur ceplok alias telur mata sapi. “Kalau makan, wajib ada telur ceplok. Walaupun ada lauk yang lain, seperti gulai ayam dan lainnya, pokoknya telur ceplok harus ada,” ungkapnya.

Selain itu, Rahudman juga penggemar sayur rebung. “Kebetulan ada sayur rebung baru dibawa dari kampung. Masih dalam bentuk batang bambu muda gitu dibawa kemari,” ujar Rita sembari menunjuk hidangan gulai rebung plus kacang panjang yang terhidang di meja makan.

Dan yang tak kalah menarik, ternyata Rahudman juga memiliki kebiasaan menyantap makanan dengan cepat. “Beliau ini kalau makan cepat sekali, jangan diikuti. Paling lama beliau makan 5 menit. Kalau kita makan santai saja ya, nikmati makanan yang ada. Jadi jangan heran kalau beliau cepat makannya,” ungkap Rita sambil tersenyum.

Saat ditanya langsung ke Rahudman, tak ada alasan yang spesifik tentang menu wajib telur ceplok. “Tak ada yang istimewa. Tapi ya seperti itulah, kalau makan harus ada telur ceplok,” jelasnya.

Dia juga mengakui kalau dirinya selalu cepat jika menyantap makanan. “Ya, bisa dibilang, makan tercepat di dunia,” ujarnya sambil tertawa.

Sementara itu, Rita mengaku, selama Bulan Ramadan ini dirinya selalu meminum air kurma untuk menambah daya tahan tubuh. “Cara buatnya, tinggal seduh saja buah kurma dengan air panas. Sambil disaring boleh, ikut daging kurmanya juga boleh. Karena kurma kaya akan serat, yang baik untuk pencernaan. Kalau sudah mengonsumsi air kurma ini, kita gak bakal sembelit,” ujar Rita.

Dia menyarankan, air kurma ini sebaiknya diminum setelah makan. Karena kalau diminum sebelum makan, bisa-bisa tidak selera makan lagi. “Karena minum air kurma ini bikin perut terasa kenyang. Jadi kalau diminum sebelum makan, kita sudah kenyang duluan. Air kurma ini memang sangat efektif untuk menunda atau menahan lapar saat kita berpuasa,” imbuhnya.

Dia pun menjelaskan, mengonsumsi kurma merupakan sunnah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. “Karena itu, apa yang sudah dilakukan Rasul, tak perlu diuji coba atau dipertanyakan lagi. Karena sudah pasti bermanfaat,” beber Rita.

Tak berselang lama, azan Salat Subuh pun berkumandang. Rahudman bersama keluarga dan Tim Sahur Sumut Pos pun melaksanakan Salat Subuh berjamaah. Usai salat, tim pun meminta izin untuk undur diri, sekaligus mengucapkan banyak terima kasih, karena telah disambut hangat pada waktu sahur di kediamannya. (*)

Pakai Parang saat Beraksi, Begal Diringkus Satreskrim Polres Tebingtinggi

Sopian/Sumut Pos DIAMANKAN: Pelaku pembegalan sepeda motor, Ali Syahputra, berhasil diamankan Satreskrim Polres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO -Jajaran Satreskrim Polres Tebingtinggi berhasil menangkap satu dari 2 pelaku begal menggunakan senjata tajam berupa parang. Pembegalan dilakukan terhadap pelajar perempuan yang mengendarai sepeda motor di Dusun 1, Desa Mainu Tengah, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Rabu (29/3) sore.

Satu pelaku, Ali Syahputra (26), warga Jalan Barus Siregar, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, berhasil ditangkap di pintu perlintasan kereta api Jalan Pulau Sumatera, Kelurahan Persiakan, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Rudianto Silalahi mengatakan, laporan korban langsung direspons pihaknya, dengan menelusuri pelaku yang melarikan diri ke arah Kota Tebingtinggi setelah melakukan aksinya. Akhirnya Ali pun dapat dirigkus.

“Seorang pelaku berhasil diringkus, sedangkan pelaku lainnya berhasil kabur dan kini masih dikejar pihak Satreskrim Polres Tebingtinggi, karena sudah diketahui ciri-cirinya,” ungkap Rudianto.

Sedangkan laporan dari orangtua korban, Darlan (44), warga Dusun 2, Desa Pabatu 3, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai, mengatakan, siang itu anaknya pulang sekolah dari Kota Tebingtnggi menuju rumah. Saat melintas di wilayah perkebunan sawit, tepatnya di Desa Mainu, Kecamatan Dolok Merawan, korban diikuti oleh 2 pelaku yang menggunakan sepeda motor.

“Ketika lokasi sepi, kedua pelaku langsung memepet anak saya dengan mengacungkan parang, agar menyerahkan sepeda motor Yamaha NMax BK 5297 NAW. Karena takut, anak saya menyerahkan sepeda motor yang sempat ditinggal lari,” jelas Darlan.

“Pelaku mengancam anak saya agar menyerahkan remote sepeda motor. Tapi karena tidak diserahkan, pelaku langsung membawa sepeda motor menuju Kota Tebingtinggi,” imbuhnya.

Tak lama setelah itu, lanjutnya, korban pulang ke rumah dan memberi tahu sepeda motornya telah dibegal 2 laki-laki, dan pelaku pergi menuju arah Kota Tebingtinggi. Mendapat kabar tersebut, Darlan langsung memberi kabar kepada kerabat di Jalan Pulau Sumatera, Kelurahan Persiakan. Yang selanjutnya, keluarga di Kota Tebingtinggi melapor ke pihak kepolisian, untuk selanjutnya menunggu di perlintasan kereta api.

Adapun pasal yang dipersangkakan kepada pelaku, yakni Pasal 365 ayat 1, 2, ke 2-e dari KUHPidana dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara. (ian/saz)

Sopian/Sumut Pos

Pakai Parang saat Beraksi, Begal Diringkus Satreskrim Polres Tebingtinggi

TEBINGTINGGI-Jajaran Satreskrim Polres Tebingtinggi berhasil menangkap satu dari 2 pelaku begal menggunakan senjata tajam berupa parang. Pembegalan dilakukan terhadap pelajar perempuan yang mengendarai sepeda motor di Dusun 1, Desa Mainu Tengah, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Rabu (29/3) sore.

Satu pelaku, Ali Syahputra (26), warga Jalan Barus Siregar, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, berhasil ditangkap di pintu perlintasan kereta api Jalan Pulau Sumatera, Kelurahan Persiakan, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Rudianto Silalahi mengatakan, laporan korban langsung direspons pihaknya, dengan menelusuri pelaku yang melarikan diri ke arah Kota Tebingtinggi setelah melakukan aksinya. Akhirnya Ali pun dapat dirigkus.

“Seorang pelaku berhasil diringkus, sedangkan pelaku lainnya berhasil kabur dan kini masih dikejar pihak Satreskrim Polres Tebingtinggi, karena sudah diketahui ciri-cirinya,” ungkap Rudianto.

Sedangkan laporan dari orangtua korban, Darlan (44), warga Dusun 2, Desa Pabatu 3, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai, mengatakan, siang itu anaknya pulang sekolah dari Kota Tebingtnggi menuju rumah. Saat melintas di wilayah perkebunan sawit, tepatnya di Desa Mainu, Kecamatan Dolok Merawan, korban diikuti oleh 2 pelaku yang menggunakan sepeda motor.

“Ketika lokasi sepi, kedua pelaku langsung memepet anak saya dengan mengacungkan parang, agar menyerahkan sepeda motor Yamaha NMax BK 5297 NAW. Karena takut, anak saya menyerahkan sepeda motor yang sempat ditinggal lari,” jelas Darlan.

“Pelaku mengancam anak saya agar menyerahkan remote sepeda motor. Tapi karena tidak diserahkan, pelaku langsung membawa sepeda motor menuju Kota Tebingtinggi,” imbuhnya.

Tak lama setelah itu, lanjutnya, korban pulang ke rumah dan memberi tahu sepeda motornya telah dibegal 2 laki-laki, dan pelaku pergi menuju arah Kota Tebingtinggi. Mendapat kabar tersebut, Darlan langsung memberi kabar kepada kerabat di Jalan Pulau Sumatera, Kelurahan Persiakan. Yang selanjutnya, keluarga di Kota Tebingtinggi melapor ke pihak kepolisian, untuk selanjutnya menunggu di perlintasan kereta api.

Adapun pasal yang dipersangkakan kepada pelaku, yakni Pasal 365 ayat 1, 2, ke 2-e dari KUHPidana dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara. (ian/saz)

Bangun Dunia Usaha Bersama, Kadin Dorong ‘Perkawinan’ Perusahaan Besar dengan UMKM

Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Ferial Mutyara.Bagus Syahputra/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemerintah pusat hingga pemerintah provinsi dan kabupaten kota, untuk dapat mengkolaborasikan antara perusahaan besar dan UMKM. Hal ini dimaksudkan untuk memberi dampak kepada pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Ferial Mutyara, Kamis (30/3). Dengan itu, dia mengatakan, antara perusahaan besar dan UMKM bisa membangun dunia usaha bersama.

Firsal mencontohkan UMKM di Perdagangan menjual dodol, tutup karena beroperasinya jalan tol. Nah, jika ada perusahaan yang mau berkolaborasi pasti UMKM akan tertolong. Menurutnya, jika UMKM tidak ‘dikawinkan’ dengan perusahan besar, sepertinya usahanya tidak akan berjalan. Jadi dia berharap, perusahaan besar harus mendorong.

Sektor UMKM, menurut Firsal, merupakan penopang utama ketahanan ekonomi saat ini. Karena itu, dia meminta UMKM dapat menjadi perhatian penuh oleh pemerintah.

“Susah berjalan antara industri dan UMKM karena ego masing-masing. Kadin sebenarnya bisa memberi masukan, tapi yang melakukan ya harus pemerintah. Sama-sama harus bersinergi antara pemerintah, UMKM, dan industri,” jelasnya.

Adapun program lainnya, yakni mendorong industri unggulan berbasis komoditas untuk bersinergi dengan UMKM. Sebab, dasar perekonomian Sumut memang dari komoditas, seperti sawit, karet, dan kopi.

“Tahun ini, memang dunia usaha jauh lebih baik dibandingkan 2022 dan bidang yang masih bergerak tetap komoditas unggulan. Kami tetap memperhatikan proses dari hulu hingga ke hilir, sehingga komoditas Sumut bisa lebih baik lagi,” ujar Firsal.

Firsal juga mengatakan, ada program travel hospitality, dengan mendorong pengembangan pariwisata di Sumut, terutama Danau Toba dan kesehatan. Kedua sektor ini harus saling mendukung, karena potensi uang keluar cukup besar.

“Contohnya, kalau ada warga dari kabupaten kota berobat ke Medan, pasti yang menunggu hanya satu orang dan yang lainnya harus menginap di hotel. Jadi harus didukung hotelnya, tempat makan, dan juga tempat jalan-jalannya, ini semua harus disinkronisasi,” jelasnya.

Program terakhir, yakni vokasi atau pendidikan yang akan berjalan pada Mei 2023 mendatang, dan Kadin ikut langsung terlibat. Pastinya, antara industri (demand) dan pendidikan atau tenaga kerja (supply) harus sinkron agar berjalan dengan baik.

“Dunia industri itu ingin, merekrut karyawan sudah sesuai dengan standar mereka. Jadi kurikulum pendidikan SMA dan SMK harus diubah sesuai dengan kebutuhan industri. Keuntungannya, industri tidak perlu training, biaya perekrutan karyawan tidak perlu lagi. Dan dengan kedua hal ini sudah untung waktu,” kata Firsal.

Firsal pun mengatakan, Kadin Sumut berkomitmen mendukung pemerintah dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Dunia usaha saat ini sedang recover untuk itu.

“Banyak kawan pengusaha yang berkeluh kesah terhadap dunia usaha, dan biasanya permasalahan perizinan. Kemudian, pemerintah dalam memberikan fasilitas hanya semampunya, sehingga tidak maksimal untuk kebutuhan pengusaha di Sumut,” bebernya.

“Kadin ingin merangkumkan semua itu, agar apa yang diinginkan teman-teman pengusaha dapat tersalurkan, sehingga investasi naik,” pungkas Firsal. (gus/saz)

Danamon dan Manulife luncurkan Proteksi Prima Investa Utama

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”) dan Manulife Indonesia dengan menghadirkan produk baru, Proteksi Prima Investa Utama (PPIU). Produk ini memberikan perlindungan jiwa serta membantu nasabah meraih kebebasan finansial berdasarkan tujuan finansial mereka.

JAKARTA, METRODAILY – Menjawab kebutuhan keluarga Indonesia terhadap perlindungan asuransi, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”) dan Manulife Indonesia  dengan menghadirkan produk baru, Proteksi Prima Investa Utama (PPIU). Produk ini memberikan perlindungan jiwa serta membantu nasabah meraih kebebasan finansial berdasarkan tujuan finansial mereka.

“Proteksi Prima Investa Utama (PPIU) melindungi nasabah yang membutuhkan perlindungan jangka panjang hingga usia 99 tahun, dan memberikan perlindungan jiwa dengan manfaat tujuh kali premi dasar tahunan. Solusi ini didesain bagi nasabah dengan manfaat tambahan meninggal dunia karena kecelakaan dan investasi optimal pada saat yang bersamaan,” kata Hafid Hadeli, Wakil Direktur Utama, PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Danamon bersama Manulife Indonesia, lanjutnya, terus menawarkan produk dan layanan inovatif kepada nasabah. Dengan diluncurkannya Proteksi Prima Investa Utama, semakin memperkuat kemitraan Danamon dengan Manulife, serta melengkapi produk bancassurance yang telah ada sebelumnya.

“Itu sejalan dengan komitmen Danamon untuk selalu memberikan berbagai solusi keuangan terbaik agar nasabah mampu memegang kendali atas kebutuhan dan tujuan finansial mereka. Kerja sama ini merefleksikan komitmen bersama antara Danamon dan Manulife dalam menyediakan kebutuhan produk asuransi termasuk asuransi jiwa. Kami berharap asuransi jiwa ini dapat memenuhi kebutuhan finansial nasabah di masa depan,” jelasnya.

Kemitraan Danamon dan Manulife Indonesia telah memasuki usia 12 tahun dan telah melindungi lebih dari 400.000 nasabah di Indonesia. Kemitraan ini memungkinkan kedua institusi financial untuk terus mengembangkan dan menghadirkan inovasi produk berdasarkan kebutuhan nasabah.

“Kami memahami setiap individu menginginkan kebebasan finansial sesuai dengan tahap kehidupan mereka. Oleh karena itu, bersama Danamon, kami menghadirkan PPIU yang dilengkapi dengan berbagai manfaat seperti proteksi maksimal dan investasi optimal, sehingga mempercepat para nasabah mencapai tujuan keuangan mereka serta membuat hidup lebih baik,” ujar Ryan Charland, Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia.

PPIU merupakan produk unit link pertama yang dikeluarkan oleh Manulife-Danamon di bawah regulasi PAYDI yang baru. Produk ini mencerminkan kedua institusi keuangan ini berkomitmen dalam implementasi SEOJK PAYDI no. 5 tahun 2022 yang memberikan perlindungan lebih kepada para nasabah. (rel)

Pemkab Langkat Ikuti Sosialisasi Monitoring MCP Tahun 2023

MONITORING: Jajaran Pemkab Langkat saat mengikuti sosialisasi Monitoring MCP Tahun 2023.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat mengikuti sosialisasi indikator dan sub indikator Monitoring Center For Prevention (MCP) Tahun 2023 dan Program Tematik secara Zoom Meeting, di ruang Command Center Kantor Bupati Langkat.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Amril, didampingi Inspektur, Hermansyah, dan jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Langkat.

Kasatgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK RI Wilayah Sumut l, Maruli Tua Manurung menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka koordinasi dan mengoptimalkan Monitoring Center For Prevention (MCP) Tahun 2023 di masing-masing pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara (Sumut).

“MCP merupakan tolak ukur bagi KPK dalam upaya mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dengan tujuan mendorong perbaikan sistem dan regulasi serta yang terpenting adalah implementasi sistem pengelolaan yang lebih transparan,” ujar Maruli, Rabu (29/3).

Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan bahwa ada 8 tata kelola pemerintahan program koordinasi pencegahan korupsi 2023. Yang meliputi perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, perizinan, Pengawasan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah), Manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, pengelolaan barang milik daerah, dan tata kelola desa.

“Sementara untuk tematik dapat dengan cara pendalaman permasalahan pada delapan area dan tematik sektoral yang meliputi kesehatan, infrastruktur, sumber daya alam, dan pertanahan,” jelasnya.

Maruli juga menyampaikan permasalahan pada perencanaan dan penganggaran dari Dana APBD, Audit BPK, Survei Penilaian Integritas dan SPIP, yakni dana APBD 51 persen kasus korupsi yang ditangani KPK adalah kasus korupsi terkait pengadaan barang jasa dan keuangan negara, sebagian kasus korupsi yang ditangani KPK dengan modus penyuapan merupakan korupsi penetapan APBD, intervensi pelaksanaan APBD.

Kemudian audit BPK terkait penyalahgunaan anggaran, mark up anggaran, honorium melebihi ketentuan, kelebihan pembayaran dan bantuan pemerintah daerah (benkeu, hibah, bansos ADD).

Survei Penilaian Integritas, penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas, penyalahgunaan SPJ honor biaya transport lokal. SPIP sistem pengendalian intern pemerintah daerah masih belum efektif dalam mencegah korupsi.

Selanjutnya terdapat juga perubahan area perencanaan dan penganggaran pada tahun 2022, di mana ada 4 indikator dan 11 sub indikator, yakni standart satuan harga, analisis satuan harga, penganggaran dan pengawasan.

Sedangkan 11 sub indikator yakni penetapan SSH, implementasi SSH, penetapan SSB, implementasi SSB, penyampaian rencangan KUA PPAS, kesepakatan rencangan KUA PPAS, penyerahan RAPBD, persetujuan APBD, publikasi APBD, TL Riviu RAPBD, TL Riviu SSH dan ASB.

Setelah itu pada tahun 2023 terdapat 4 indikator dan 9 sub indikator yakni 4 indikator tersebut perencanaan pembangunan daerah, pengesahan Mark up anggaran, pemenuhan kebutuhan masyarakat, pengendalian dan pengawasan penggunaan APBD. (mag-6/ram)

Kemudian ada 9 sub indikator yakni pembinaan dan pengawasan Dok RKPD, pokok pikiran, pengesahan anggaran, Standart harga satuan, analisis standart biaya, pemenuhan Alokasi anggaran wajib, publikasi APBD, pengawasan bantuan pemerintah, pengendalian dan pengawasan anggaran.

Sekdakab Langkat Amril menyampaikan kegiatan sosialisasi MCP dan program tematik KPK ini digelar secara berkesinambungan sejak tahun 2018 lalu. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Kasatgas Korsupgah KPK RI wilayah l Sumut.

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan adanya perubahan area indikator dan sub-indikator pada tahun 2023 yang harus diinput oleh berbagai SKPD yang menjadi admin MCP.

“Bahwa banyak terjadi perubahan indikator dan sub-indikator di tahun 2023 ini, salah satunya adalah perubahan area perencanaan dan penganggaran. Di mana ada kewajiban daerah untuk pengawasan anggaran di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur,” pungkasnya. (mag-6/ram)

Parkir Tepi Jalan Seputar Ramadhan Fair, Gratis

Kepala Dishub Kota Medan, Iswar Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan memastikan, tidak ada pemungutan retribusi parkir pada kantong-kantong parkir tepi jalan yang disiapkan Pemko Medan di sekitar lokasi perhelatan Ramadhan Fair.

Adapun lokasi kantong parkir tepi jalan yang disediakan Dishub Kota Medan, yakni di seputaran Jalan Singsingamangaraja, Jalan Mahkamah, dan Jalan Brigjen Katamso.

“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota Medan, tidak ada pemungutan retribusi parkir tepi jalan di seputar Ramadhan Fair. Kami tegaskan hal itu, agar masyarakat juga mengetahuinya dan tidak membayar retribusi parkir pada kantong-kantong parkir yang sudah disiapkan selama gelaran Ramadhan Fair berlangsung,” ungkap Kepala Dishub Kota Medan, Iswar Lubis, Kamis (30/3).

Iswar juga mengatakan, adanya kabar tentang sejumlah pengunjung yang dikutip retribusi parkir tepi jalan, bukanlah dilakukan oleh juru parkir (jukir) resmi Dishub Kota Medan, melainkan dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku-ngaku sebagai jukir atau yang disebut jukir liar.

“Bila ada yang mengutip retribusi parkir di kantong-kantong parkir yang telah disiapkan di seputar Ramadhan Fair, maka kami pastikan itu adalah ulah jukir liar. Sebab kami sudah instruksikan, parkir di sana selama gelaran Ramadhan Fair tidak dipungut biaya alias gratis. Tentu tidak akan ada jukir resmi yang mengutipnya,” tegasnya.

Untuk meminimalisir beroperasinya jukir liar di seputar lokasi Ramadhan Fair, Iswar juga memastikan, pihaknya telah menyebar para personelnya di lokasi kantong-kantong parkir. Dengan begitu, para pengunjung Ramadhan Fair bisa memarkirkan kendaraannya di lokasi yang telah disiapkan tanpa dipungut biaya.

“Untuk meningkatkan pengawasan terhadap beroperasinya jukir liar dan memastikan tidak adanya pungutan retribusi parkir, maka kami juga bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk sama-sama mengawasi agar tidak ada pungli atau parkir berbayar di sana” bebernya.

Pun demikian, Iswar menjelaskan, perlu dipahami masyarakat, lokasi parkir gratis yang dimaksud adalah parkir tepi jalan pada kantong-kantong parkir yang sudah disiapkan Pemko Medan. Sementara untuk parkir di lahan-lahan parkir milik badan usaha, tidak gratis.

“Misalnya di lahan parkir Hotel Madani atau lahan parkir Yuki Simpang Raya, itu jelas bukan parkir tepi jalan, tentu harus bayar parkir kepada pihak pengelolanya masing-masing. Jadi mohon jangan salah dipahami, yang gratis itu parkir di kantong-kantong parkir tepi jalan yang sudah disiapkan,” jelasnya lagi.

Senada dengan pimpinannya, Kepala Bidang (Kabid) Parkir Dishub Kota Medan, Nikmal Lubis mengatakan, adanya kutipan parkir di seputar lokasi Ramadhan Fair Masjid Raya Al Mashun Medan merupakan ulah jukir liar.

“Itu jukir ilegal dan ranah teman-teman di kepolisian untuk memberikan sanksi. Yang bisa kami (Dishub) beri tindakan tegas adalah jukir resmi tapi meminta pengunjung untuk bayar parkir di lokasi parkir yang sudah ditetapkan sebagai lokasi parkir gratis. Sementara kami memastikan, tidak ada jukir resmi yang mengutip retribusi parkir di sana,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, Dishub Kota Medan telah menurunkan 30 personel untuk meminimalisir beroperasinya jukir liar di seputar Ramadhan Fair.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota Medan, selama Ramadhan Fair berlangsung, parkir di kawasan tersebut tidak dipungut biaya atau gratis,” pungkasnya. (map/saz)

PAC PP Stabat Safari Ramadan ke Masjid Al Muttaqin, Dendang

BINGKISAN: Ketua PAC PP Stabat Riki Sapariza saat memberikan bingkisan kepada Ketua BKM Al Muttaqin, Sukron.Istimewa.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Stabat menggelar Safari Ramadan 1444 Hijriah ke Masjid Al Muttaqin, Lingkungan 5, Kelurahan Dendang, Rabu (29/3) malam.

Turut hadir, Ketua PAC PP Stabat Riki Sapariza, dan Tim Safari Ramadan Zona 3, yakni Wakil Ketua 3 Walkito, Sekretaris Fachuruddin Rambe, Wakil Sekretaris WU Armianta, kader PP Ranting Dendang, Perdamaian, Paya Mabar, Kwala Begumit, dan Koti PAC Stabat. Adapun Ketua Tim Safari Ramadan Zona 3, yakni M Mohar AF Khairi, yang merupakan Kabid Agama/Sosial, Budaya pada PAC PP Stabat.

Sekretaris PAC PP Stabat Fachuruddin Rambe, dalam tausyiahnya menyampaikan, keutamaan bersedekah, khususnya pada Bulan Suci Ramadan.

“Semoga kita semua diberikan kesehatan untuk dapat mengisi Ramahan ini dengan beribadah dengan sebaik-baiknya,” tutur Fachuruddin.

Pada kesempatan itu, Ketua PAC PP Stabat Riki Sapariza, menyerahkan bingkisan berupa Alquran, sajadah, serta bantuan lainnya, seperti gula, teh, kopi, dan sirup.

Dalam sambutannya, Riki mengatakan, semoga silaturahim yang dijalin melalui Safari Ramadan ini, dapat tetap terjalin dengan baik.

“Terima kasih kepada Bapak Ketua BKM Al Muttaqin, yang telah menyabut kedatangan kami dengan baik. Kami berharap, bingkisan yang kami berikan ini, jangan dipandang dari banyaknya. Tapi melalui keikhlasannya. Semoga bingkisan ini bermanfaat untuk kita semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BKM Al Muttaqin, Sukron, menyampaikan terima kasih atas kedatangan rombongan pengurus dan kader PAC PP Stabat, karena telah meluangkan waktu untuk bersilaturahim dengan warga Lingkungan 5, Sei Dendang, Kelurahan Dendang di Masjid Al Muttaqin.

“Ini suatu kemajuan yang luar biasa. Saya sebagai Ketua BKM Al Muttaqin, sangat berterima kasih telah memberikan bingkisan. Semoga pemberian ini jadi berkah dan bermanfaat untuk masyarakat. Saya berharap, ke depannya hal-hal seperti ini bisa terus berlanjut. Penguruis dan kader PAC PP Stabat bisa berbaur dengan masyarakat,” harapnya.

“Semoga keluarga besar PAC PP Stabat ke depannya bisa lebih maju lagi, dan saya doakan semuanya sehat selalu, panjang umur, dan rezekinya berlimpah. Saya bangga dengan PAC PP Stabat karena bisa bersilaturahim ke masjid ini. Banyak organisasi juga partai, tapi belum pernah ada yang bersilaturahim dan membuat kegiatan Safari Ramadan seperti ini,” pungkas Sukron. (mag-6/saz)