Home Blog Page 1667

Patuh dan Konsisten Menerapkan K3, PLN Terima Penghargaan K3 dari Gubernur Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara menerima penghargaan Gubernur Sumatera Utara kategori kepatuhan penerapan norma Keselamatan, Kesehatan dan Ketenagakerjaan (K3) tahun 2023. Penghargaan ini diberikan saat Apel Bulan K3 Provinsi Sumatera Utara.

Manager Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan dan Keamanan, David Silaban mengatakan, penghargaan ini terkait konsistensi dalam penerapan Norma K3 dengan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap Peraturan K3 Pemerintah.

“Keselamatan kerja tak akan pernah libur karena bahaya tak pernah mengenal cuti,” tegas David.

Ia mengatakan, terdapat 10 instansi perusahaan yang mendapatkan penghargaan ini salah satunya PLN. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi penerapan Norma K3 dimana pada tahun 2022 tidak terdapat Kecelakaan Kerja yang terjadi, selain itu PLN UID Sumut terus melakukan improvement/pengembangan dalam penerapan K3 secara digitalisasi, terbukti pada tahun 2022 PLN UID Sumut mendapat Penghargaan K3 dari Gubernur untuk Kategori Inovasi Peningkatan Penerapan K3. PLN UID Sumut juga setiap hari rutin mengirimkan Safety Message/Pesan Keselamatan keseluruh Pegawai maupun Tenaga Ahli Daya melalui Grup Whatsapp.

General Manager Tonny Bellamy mengatakan, penghargaan ini sebagai bentuk komitmen PLN dalam menerapkan K3 di Unit Induk Distribusi Sumatera Utara. Penerapan K3 ini penting dilakukan untuk mempertahankan seluruh pegawai dan tenaga alih daya dalam kondisi selamat dan sehat dalam bekerja.

“PLN sangat peduli dan komitmen terhadap Penerapan K3 di seluruh unit di Sumatera Utara. Hal ini untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pegawai maupun tenaga alih daya dalam kondisi yang baik, karena tidak ada yg lebih penting dari jiwa manusia,” ungkap Tonny.

Ia juga berharap dapat mempertahankan penghargaan yang telah dicapai saat ini dan dapat meningkatkan kesadaran pegawai dan tenaga alih daya bahwa penerapan K3 itu sangat penting dalam melakukan pekerjaan sehari- hari. (ila)

1,5 Juta Hektare Hutan di Sumut Mengalami Kerusakan

Dialog Strategi Penyelamatan Kawasan Hutan Tersisa Sumatera Utara di Taman Cadika Pramuka Medan, Selasa (21/3/2023).(ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kawasan hutan di Sumatera Utara (Sumut) semakin tergerus, dengan luas kerusakan mencapai 1,5 juta hektare lebih. Pengelolaan yang tidak baik dan penetapan kawasan hutan menjadi salah satu penyebabnya.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Kehutanan (DKD) Sumut, Panut Hadisiswoyo yang menyebutkan, kondisi hutan di Sumut setiap periodenya mengalami penurunan dari segi tutupan hutan. Itu menjadi perhatian seluruh pihak, karena ini menjadi prioritas kedepan.

“Terutama kawasan hutan yang selama ini (luas hutan Sumut) 3 juta hektare tapi tutupannya hanya sekitar 1,8 juta hektare itu indikasi adanya pengelolaan tidak baik-baik saja, atau ada masalah internal dalam menetapkan kawasan hutan itu sendiri,” kata Panut pada Dialog Strategi Penyelamatan Kawasan Hutan Tersisa Sumatera Utara di Taman Cadika Pramuka Medan, Selasa (21/3/2023).

“Penetapan kawasan hutan Sumut seolah-olah mengalami degradasi hutan yang cukup besar. Dari 3 juta itu lebih dari separuhnya (hutan di Sumut rusak), itu sudah tidak lagi berfungsi sebagai hutan,” jelas Panut yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC).

Dialog yang digelar Dewan Kehutanan Daerah Sumatera Utara bersama Sumatera Tropical Forest Journalism (STFJ) ini, Panut mengungkapkan penyebab kerusakan hutan akibat degradasi yang berlangsung secara masif. Parahnya, penetapan kawasan hutan dari awal sudah menjadi masalah.

“Dari awal penetapan kawasan hutan sudah bermasalah. Adanya konversi kawasan hutan menjadi pemukiman, kebutuhan perkebunan dan pertambangan. Itu menjadi penyebab terjadinya degradasi kawasan hutan,” jelasnya.

Sedangkan soal peran pemerintah daerah, Panut mengakui bila pihaknya terus mendorong bagi pemangku kepentingan untuk terus melakukan pemutakhiran dan mereformasi pengelolaan kawasan hutan.

“Pemerintah daerah sebagai pengelola tidak hanya menjalankan target, tapi juga bisa mereformasi pengelolaan kawasan hutan. Karena bila tidak ada reformasi akan terjadi kondisi yang lebih parah lagi,” katanya.

Panut juga mewanti-wanti Gubernur Sumut mendatang. Ia berharap pemimpin provinsi ini memiliki visi dan misi tegas menyelamatkan kawasan hutan. Hal ini pun menjadi sorotan pihaknya, karena Sumut salah satu daerah yang akan melaksanakan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.

“Apalagi nantinya leadership (Gubernur) di Sumut tidak memiliki visi misi penyelamatan hutan, gawat kita. Karena kalau pemimpin berikutnya tidak memperdulikan ini pasti akan menjadi preseden buruk bagi Sumut,” tegas Panut.

Dialog tersebut turut menghadirkan Kepala BPTN III Stabat Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Palber Turnip sebagai narasumber. Ia mengatakan, bila kawasan TNGL seluas 4 ribu hektare lebih rusak, yang disebabkan karena

“Beberapa spot taman nasional bentuknya keterlanjuran karena konflik di Aceh, kemudian ada perbatasan dengan Aceh, ada perubahan batas kawasan, ungkap Palber.

Kayanya, kerusakan taman nasional tersebut juga dikarenakan klaim masyarakat yang menganggap pelepasan bagian TNGL. Soal ini, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat soal status TNGL.

“Masyarakat menganggap ada pelepasan taman nasional, padahal tidak. Jadi itu harus kita mitigasi lagi, kita akan melakukan pendekatan,” sebutnya.

Palber juga membeberkan, pihaknya menemukan lokasi di kawasan TNGL memiliki potensi besar untuk menarik pariwisata. Saat ini, lokasi yang berada di Aceh tengah digodok bersama pemerintah untuk menjadikan kawasan pemanfaatan.

“Mungkin dengan menjadikan lokasi sebagai objek wisata yang baru karena di sana ada potensi gajah, ada harimau di sana. Dan itu ada sumber air panas. Nanti kita berkomunikasi dengan pemerintah daerah membangun sarana, kita menyiapkan lokasi spot yang menjadi zona pemanfaatan,” pungkasnya.

Di kegiatan tersebut, Dewan Kehutanan Daerah Sumatera Utara memberikan penghargaan “Hutan Award” kepada para pelaku konservasi, yakni, kategori pengelola hutan lestari diberikan kepada Kepala Bidang Wilayah III BBTNGL, Palber Turnip, SP.MH dan Herbert Bangun Parlagutan Aritonang, S.Sos.,MH, katagori penggerak hutan lestari diberikan kepada Sumiati Surbakti, kategori pemanfaatan jasa hutan berkelanjutan diberikan kepada Joni Kurniawan, founder Explore Sumatra, kategori jurnalis lingkungan diberikan kepada, Nanda Fahriza Batubara, Reporter Tirto.id dan kategori akademisi peduli hutan diberikan kepada Onrizal PhD.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber lain seperti Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Dinas LHK Prov Sumut, Melvi Juliwaty Sinaga, S.Hut, M.Si, Koordinator Perlindungan Balai TNBG, Hermansah, SH dan Direktur Eksekutif WALHI Sumut, Rianda Purba.

Kegiatan ini juga di hadiri organisasi dan komunitas yang fokus terhadap lingkungan, hutan dan satwa.(rel/tri)

Siap Menang di 2024, PKS Sumut Launching Rumah Dakwah dan Pemenangan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyongsong kemenangan pada Pemilu 2024, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumut melaunching Rumah Dakwah dan Pemenangan di Jalan Mongonsidi Nomor 17, Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (21/3). Launching ini dirangkai dengan acara punggahan menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1444 Hijriah.

“Kita namakan Rumah Dakwah dan Pemenangan, mudah-mudahan nama ini menjadi doa. Karena kami meyakini bahwa PKS sampai hari ini kehadirannya adalah untuk menebar rahmat kepada sekalian alam,” kata Ketua DPW PKS Sumut, Dr H Usman Jakfar Lc MA dalam sambutannya.

Rahmat yang dimaksud, jelas Usman, pertama dalam bentuk general, umum, dan apapun bentuknya. Kedua, adalah lil alamin untuk alam semesta, bukan saja untuk manusia bahkan juga untuk selain manusia. “Jadi itulah yang menjadi dasar falsafah perjuangan Partai Keadilan Sejahtera. Karena itu kami yakin kehadiran PKS adalah untuk membawa rahmat bagi seluruh Bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian, Usman juga mengatakan, PKS punya semangat transformasi dan kolaborasi. “Karenanya, PKS siap bekerjasama dengan partai, ormas, dan lembaga mana pun untuk mewujudkan Indonesia, wabil khusus yang adil dan sejahtera,” bebernya.

Lebih lanjut, Usman juga membeberkan, akronim PKS selain Partai Keadilan Sejahtera juga memiliki akronim dan makna lain, yakni P adalah Pintar. “Artinya, PKS ingin memperjuangkan bidang pendidikan. Jika pendidikan maju, propvnsi kita maju. Maka anggaran pendidikan harus ditingkatkan,” ujarnya.

Kemudian K, adalah Kaya. Dimana PKS menitikberatkan peningkatan ekonomi kepada UMKM. “Hari ini alhamdulilah salah satu DPR RI kita Bapak Haji Hidayatullah SE yang baru kemarin mendapatkan award sebagai dewan yang terbaik, beliau adalah pembina UMKM di Sumut, sudah banyak yang dibantu oleh beliau. Ini salah satu contoh yang sudah dibuktikan oleh PKS,” ungkap Usman.

Selanjutnya S adalah Sehat, di mana PKS memberjuangkan di bidang kesehatan. “Di Kota Medan kemarin adalah salah satu usulan dari anggota dewan PKS di Kota Medan agar dilaksanakan UHC, yang mana masyarakat jika berobat tidak perlu lagi membawa kartu BPJS, cukup membawa KTP. Hadir bersama kita, Bapak Rajudin Sagala Wakil Ketua DPRD Kota Medan, bagaimana beliau memperjuangkan agar ini bisa disetujui dan alhamdullilah,” tandas Usman.

Sementara terkait kegiatan punggahan, disebut Usman, kegiatan ini sebagai bentuk kegembiraan dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadan. “Seperti ada riwayat mengatakan, barang siapa yang bergembira dengan menyambut bulan suci Ramadan, Allah mengharamkan ke atasnya api neraka,” pungkasnya.

Sementara Gubernur Sumatera Utara ke-15 Datuk Sri H Syamsul Arifin SE yang hadir dalam kegiatan itu mengaku gembira bisa hadir dalam launching Rumah Dakwah dan Pemenangan PKS Sumut ini. “Rasanya saya berbahagia. Saya Partai Golkar, bisa duduk di tengah-tengah PKS. Tapi baju saya putih, partai saya Golkar dan saya berharap adanya rumah pemenangan PKS harus mencapai target. Dulu saja PKS ini gak ada apa-apa dia bisa menang. Rakyat itu ditanya, apa itu PKS? Gak tau,” ujar Syamsul.

Diungkapkannya, kehadiran dirinya di acara tersebut karena diundang Sakhira Zandi, yang menjadi ketua panitia acara itu. “Saya diperintahkan Sakhira Zandi datang ke sini. Sakhira ini guru spiritual saya, kalau ada apa-apa saya tanya ke dia,” ucap Syamsul lagi.

Dia pun membakar semangat kader PKS yang hadir dalam acara itu. “Generasi muda berjuanglah kalian. Generasi pendahulu sudah memenangkan PKS. Bahkan PKS sudah pernah merebut jabatan Gubernur Sumatera Utara, yaitu saya lah gubernurnya sama Mas Gatot Pujo Nugroho. Kemudian yang akan datang, sangat berharap, PKS minimal punya peranan penting di luar pemilihan legislatif. Jadi harus ada warna PKS yang jelas dan sistem mainan sudah maju di PKS, bisa menerima semua pihak,” beber Syamsul.

Menurutnya, jika PKS tidak mampu memenangkan pemilihan legislatif dan Pilkada, berarti anak-anak muda yang ada di PKS tidak bersungguh-sungguh berjuang untuk menang. “Dulu Sigit (Pramono Asri) pakai motor saja mau memenangkan PKS, digas pool. Sekarang sudah ada mobil, ada gedung, bahkan dua lagi. Tadi saya tanya ketua DPW PKS Sumut, jadi gedung lama gimana ustad? Itu kantor datok, yang ini tempat pemenangan. Jadi sudah 2 kantor pun gak menang, itu sudah terlalu karena saat gak ada kantor bisa menang,” tandasnya disambut tawa para hadirin.

Acara Launching Rumah Dakwah dan Pemenangan yang dirangkai dengan punggahan ini ditutup dengan ceramah tentang Tarhim Ramadan oleh Ustadz H Hasbi Almawardi. Usai ceramah, dilakukan penekanan tombol bahwa Rumah Dakwah dan Pemenangan PKS Sumut ini resmi dibuka. Kemudian pemberian santunan kepada anak yatim yang diberikan oleh Pengurus DPW PKS Sumut.

Sedangkan H Dr Sakhira Zandi MSi selaku ketua panitia acara melaporkan, acara launching dan punggahan PKS ini, panitianya dari kalangan milenial. “Ada dari Garuda Keadilan, PKS Muda dan Gema Keadilan, mereka inilah yang mendesain dan pelaku kegiatan di lapangan. Saya hanya mengkoordinir dan memberikan arahan saja,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri juga dihadiri Wakil Manager PKS Sumut H Sigit Pramono Asri SE beserta pengurus PKS lainnya. Hadir juga tokoh ulama DR KH Amiruddin MS, KH. Zulfikar Hajar Lc, Amhar Nasution, Drs Hatta Siregar (MUI Sumut), Sarifuddin Siba dari Sobat Anis), Budi Sardi dari Kedan Anis, Ketua Dewan Dakwah Islam Chairul Azhar SSI, dan lainnya. (adz)

DPW PKS Aceh, Sulbar dan Kepri usul Amran Sulaiman Dampingi Anies Baswedan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai menggelar konsolidasi pemenangan di masing-masing Dewan Pengurus Wilayah (DPW).

Dalam konsolidasi DPW PKS se-Indonesia ini juga mulai diperbincangkan siapa sosok yang tepat mendampingi Anies Baswedan sebagai calon bakal wakil presiden.

Dari hasil pembicaraan internal beberapa DPW PKS tersebut, nama mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencuat untuk diusulkan mendampingi Anies Baswedan. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW PKS Aceh Makhyaruddin Yusuf.

Menurutnya, Andi Amran Sulaiman dinilai sangat cocok untuk mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

“Pertimbangannya karena kami menganggap Pak Anies sudah mewakili Aceh, Sumatera dan Jawa. Jadi diperlukan tokoh dari wilayah timur yang mirip pak JK (Jusuf Kalla). Kami menilai Pak Amranlah yang cocok karena dia memang tokoh yang dinilai mampu menggatikan JK sebagai represantasi dari wilayah Timur Indonesia”, katanya, Selasa (21/3)

Hal senada disampaikan Ketua DPW PKS Sulawesi Barat (Sulbar) Yuki Permana. Dia mengatakan ada dua sosok yang dinilai pas mendampingi Anies Baswedan yakni dari kader partai seperti Ahmad Heryawan dan Andi Amran Sulaiman.

“Saya pikir Pak Amran memang sosok yang paling apik karena dianggap sebagai representasi Indonesia Timur dan punya chemistry yang kuat mendampingi Pak Anies”, katanya.

Dia juga menilai sosok Andi Amran merupakan sosok penerus Jusuf Kalla untuk membawa suara dari timur Indonesia.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Kepri H. Bakhtiar mengatakan terkait sosok pendamping Anies Baswedan sepenuhnya adalah wewenang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

“Tapi kalau kami di DPW diminta usulan, maka ada beberapa nama yang intens kami perbincangkan seperti Pak Ahmad Heryawan yang juga kader PKS, Pak Andi Amran Sulaiman, Pak AHY serta Pak Sandi”, katanya.

Terkhusus Andi Amran Sulaiman, Bakhtiar mengatakan sangat punya potensi kuat untuk mendampingi Anies. “Pak Amran selama ini dikenal sebagai tokoh dari Indonesia Timur menggantikan Pak JK. Dan memang Indonesia Timur selama ini selalu menjadi kunci kemenangan dalam kontestasi Pilpres. Jadi memang tak bisa diabaikan”, katanya. (*)

Rudi Hartono Bangun Minta Sarinah Dikembangkan Jadi Pusat Perbelanjaan Rakyat

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi VI Fraksi Partai Nasdem Rudi Hartono Bangun SE MAP mendesak jajaran direksi mengembangkan pusat perbelanjaan Sarinah yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sehingga menjadi pusat perbelanjaan rakyat menengah bawah. Hal ini disampaikan langsung Rudi Hartono Bangun pada saat rapat kerja dengan Direktur Utama (Dirut) PT Sarinah dan jajaran direksinya, pada Selasa (21/3/2023).

“Harus ada klasifikasi atau tingkatan skala usaha dari nilai tinggi, sedag dan harga termurah sesuai kantong rakyat kebanyakan,” kata Rudi Hartono Bangun, yang selalu vokal mengkritis mitra kerjanya untuk terus berinovasi demi kemajuan usaha milik negara itu.

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara III ini , Dirut dan jjaran direksi harus menyediakan lantai khusus untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),  dengan nilai perdagangan skala kecil dan bukan jualan untuk orang asing yang belum tentu datang membeli.

Anggota Fraksi Nasdem ini pun menyarankan
Dirut dan jajaran direksi Sarinah untuk lebih banyak melihat dan meninjau berbagai pusat perbelanjaan yang selalu ramai akibat usaha yang diperdagangkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan konsumen.

Dia mencontoh pusat perbelanjaan Thamrin City, Tanah Abang, Mangga Dua yang skala nilai barang yang dijual masih sesuai kantong rakyat banyak, sehingga sampai sekarang mall mall tersebut tetap ramai walau ada pandemi kemarin. “Percuma jika Bu Dirut Fetty dan jajaran direksi tidak bisa mengembangkan mall Sarinah. Untuk apa ibu dan jajaran direksi di situ,” lontar wakil rakyat yang selalu dekat dengan konsituennya ini.

Rudi Hartono Bangun mengharapkan dirut dan jajaran direksi Sarinah mengingat bahwa biaya renovasi dan rehab Mall Sarinah berasal dari uang rakyat, yaitu dari pajak- pajak rakyat Indonesia yang berjumlah 270 juta orang yang di berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPH), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dan lain-lain. “Jadi jangan dibangun dari uang rakyat Indonesia tapi diutamakan jualan untuk orang asing yang belum tentu datang membeli,” tukas Rudi Hartono Bangun.

Rudi Hartono Bangun mengingatkan bahwa Sarinah dibangun untuk bertahan selamanya. “Saya dari Komisi VI DPR RI, minta Sarinah ini dibangun bukan untuk bertahan lima tahun atau satu masa pemerintahan saja. Saya minta bisa bertahan selama Indonesia,” tandas Rudi Hartono Bangun. (adz)

Pemko Medan Wajib Lindungi Masyarakat Dalam Ketersediaan Makanan Halal dan Higienis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan memiliki kewajiban melindungi masyarakatnya dalam hal tertentu, seperti ketersediaan makanan yang halal dan higienis. Jika asupan makanan yang dikonsumsi baik, maka baik pula hasilnya yang didapat masyarakat dari sisi kesehatan.

Hal itu dikatakan anggota Komisi III DPRD Medan, R Muhammad Khalil Prasetyo, Rabu (22/3), mengulang kegiatan sosialisasi produk hukum Perda Kota Medan Nomor 10 tahun 2017 tentang Pengawasan Serta Jaminan Produk Halal dan Higienis yang dilaksanakan di Jalan Maphilindo Nomor 68, Kelurahan Tegal Rejo Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (18/3) dan Minggu (19/3) lalu.

Dikatakan Tyo, dengan adanya Perda tentang jaminan produk halal ini, diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada konsumen, khususnya kaum muslim untuk melaksanakan perintah Allah yakni memastikan produk yang dikonsumsi adalah produk halal.

“Kalau produk makanan yang beredar di pasaran halal serta higienis, bukan masyarakat muslim saja yang merasakan manfaatnya. Penganut agama lain pun pasti juga merasakan. Tinggal bagaimana Pemerintah Kota Medan saja menjalankan regulasi ini di lapangan sebagai bentuk pengawasannya,” ucapnya.

Politisi muda Partai Gerindra ini meminta dinas terkait serius mengawasi produk-produk makanan yang beredar di pasaran apakah sudah memenuhi standarisasi halal dan higienis. Di samping itu, sosialisasikan perda ini secara masif kepada pelaku usaha (produsen) makanan.

“Kalau produsen atau pelaku usaha sudah mengikuti standarisasi kehalalan dan higienis suatu produk, maka nilai-nilai kebaikan akan tertanam di masyarakat kita. Kembali saya katakan, kalau yang kita konsumsi baik, maka hasilnya akan baik pula,” pungkasnya. (map)

Diantar Sang Bintang, Hyundai Berbagi Kebahagian dengan Pemudik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perhubungan memprediksi 123,8 juta orang akan melakukan mudik pada Lebaran 2023. Angka ini meningkat pesat dibanding jumlah pemudik tahun lalu yang mencapai 85 juta orang.

Tidak adanya pembatasan atau larangan perjalanan menjadi salah satu faktor utama dari tingginya potensi pergerakan masyarakat di masa mudik tahun ini. Potensi kenaikan jumlah pemudik ini pun mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk pulang kampung.

Namun, masyarakat dihadapkan dengan berbagai tantangan untuk kumpul keluarga pada momen Lebaran, termasuk biaya yang harus dipersiapkan serta
pemilihan moda transportasi yang akan digunakan.

Untuk memberikan dukungan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik tahun ini, Hyundai menggelar kampanye #DiantarSangBintang guna mewujudkan impian mudik dan berkumpul bersama keluarga di momen Ramadhan dan Lebaran.

Lewat kampanye ini, masyarakat bisa menikmati perjalanan ke kampung halaman tanpa memikirkan ongkos transportasi sambil menikmati pengalaman mobilitas yang lebih
nyaman bersama keluarga. Kampanye #DiantarSangBintang mengajak masyarakat untuk mengikuti kompetisi foto dengan mengunggah foto momen dengan orang yang paling dirindukan dan cerita di baliknya di akun Instagram pribadi.

Sejak dimulai pada 3 Maret lalu, masyarakat telah menunjukkan animo yang luar biasa. Dari seluruh submission yang diterima, ada tiga momen yang paling dirindukan masyarakat pada saat Ramadhan dan Lebaran, yaitu momen bersama keluarga, bertemu orang tua, dan menikmati suasana di kampung halaman.

Selain untuk memberikan dukungan kepada masyarakat agar dapat berkumpul bersama keluarga dan melepas kerinduan akan kampung halaman, melalui kampanye#DiantarSangBintang ini PT Hyundai Motors Indonesia juga ingin berbagi kebahagiaan dengan memberikan hadiah uang tunai serta perjalanan mudik yang worry-free bersama Stargazer bagi 10 pemenang yang beruntung.

Head of Marketing Department PT Hyundai Motors Indonesia, Astrid Ariani Wijana mengatakan #DiantarSangBintang jadi wujud nyata komitmen kami untuk memberikan pengalaman terbaik bersama Hyundai. “Tidak hanya untuk para pelanggan kami, tetapi juga untuk masyarakat luas. Kami yakin banyak sekali yang ingin memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk berkumpul bersama sanak saudara. Kami harap melalui kampanye ini kami dapat terus mendekatkan diri dengan masyarakat Indonesia dan menjadikan setiap perjalanan khususnya perjalanan mudik nanti menjadi lebih berkualitas bersama Hyundai,” ujarnya.

Masyarakat dari seluruh daerah di Indonesia dapat terus berpartisipasi pada kompetisi foto dari kampanye #DiantarSangBintang dengan cara: upload foto orang yang paling dirindukan ke akun Instagram pribadi, lengkap dengan caption yang menceritakan kerinduan pada orang tersebut dan menyebutkan lokasi awal dan tujuan mudik yang diinginkan.

Kemudian pastikan akun Instagram yang digunakan aktif dan tidak di-private. Lalu, follow akun Instagram @hyundaimotorindonesia dan ertakan pula hashtag #DiantarSangBintang, tag @hyundaimotorindonesia, serta
mention tiga orang untuk mengikuti kompetisi foto ini.

Hyundai akan memilih 20 orang peserta dengan cerita terbaik sebagai finalis yang
selanjutnya akan mengikuti tahap voting. Total 10 orang pemenang akan mudik dengan Hyundai STARGAZER dan mendapat THR senilai 20 juta rupiah untuk masing-masing pemenang.

Periode upload konten di kompetisi foto #DiantarSangBintang ini berlangsung pada tanggal 3–28 Maret 2023.

Hadirnya kampanye #DiantarSangBintang tidak terlepas dari kehadiran Stargazer yang akan menemani para pemenang pada saat perjalanan mudik nanti. Stargazer telah dilengkapi teknologi inovatif seperti Hyundai Bluelink dan fitur keselamatan terkini, Hyundai SmartSense, yang dirancang khusus sesuai dengan kondisi jalan serta kebutuhan masyarakat di Tanah Air.

Hal ini pun membuat Stargazer mampu menghadirkan kenyamanan maksimal dalam berkendara dan sangat pas sebagai mobil keluarga, termasuk dalam mengarungi perjalanan mudik ke kampung halaman.

Ikuti informasi terkini seputar produk, layanan, dan kegiatan Hyundai di situs resmi HMID di www.hyundai.com/id/id, atau lewat kanal media sosial, yaitu Instagram. (dek)

Mahasiswa Tagih Janji Politik Empat Tahun Kepemimpinan Bupati Dairi

UNJUKRASA: Puluhan mahasiswa saat menggelar aksi unjukrasa di Kantor DPRD dan Bupati Dairi menagih janji politik empat tahun kepemimpinan Bupati Dairi, Eddy KA Berutu, Selasa (21/3/2023). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Dairi dari berbagai Universitas di Sumatera Utara, menggelar aksi unjukrasa ke Kantor DPRD dan Bupati Dairi, Selasa (21/3/2023).

Mahasiswa dan Pemuda Dairi itu datang untuk menagih janji politik atau visi misi empat tahun kepemimpinan Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu dan Wakil Bupati Dairi Jimmy Andrea Lukita Sihombing.

Mahasiswa pertama mendatangi Kantor DPRD Dairi di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang. Di kantor wakil rakyat itu, orator Ahmad Syah Siregillar dan Ricky Simanjorang, secara bergantian sampaikan aspirasi.

Aksi mahasiswa sempat tidak direspons DPRD. Tetapi, setelah lebih kurang satu jam berorasi, mahasiswa sempat marah. Akhirnya, Wakil Ketua DPRD Dairi Wanseptember Situmorang bersama Ketua Fraksi Nasdem Nasib Marudur Sihombing, Rukiatno Nainggolan, Alfriansyah Ujung, Hadi Suarno Panjaitan, Kian Munthe, dan Juangga Silaban datang menemui mahasiswa.

Dalam orasinya, Ahmad Syah Siregar serta Ricky Simanjorang, menuding pimpinan dan anggota DPRD, tidak menjalankan fungsi pengawasanya terhadap kinerja Bupati Dairi. Akibatnya tidak satupun janji politik atau visi misi Bupati Dairi, Eddy KA Berutu, direalisasikan sudah empat tahun memimpin Dairi.

“Catatan kami, dari belasan bahkan puluhan janji politik Eddy KA Berutu, tidak ada satupun direalisasikan. Kami menagih sejumlah janji, Eddy KA Berutu yakni pemberian beasiswa, perbaikan pelayanan di RSUD Sidikalang serta pendirian Universitas Dairi Unggul,” ujar Ahmad Syah dan Ricky.

“Mana semua janji Bupati. Eddy hanya melakukan pencitraan, tidak ada melakukan pembangunan termasuk pembangunan Sumber Daya mlManusia (SDM) melalui pendidikan yang memadai termasuk mahasiswa,” tambahnya.

Sebab, kata mereka, banyak anak-anak Dairi yang berprestasi dan punya kemauan bersekolah, tidak bisa melanjutkan masuk ke perguruan tinggi/kuliah, karena orangtua mereka tidak mampu ekonominya.

“Padahal, saat kampanye, Eddy KA Berutu menjanjikan akan memberikan beasiswa bagi anak-anak Dairi. Mana janjimu Bupati?” tanya Ahmad Syah.

Begitu juga dengan perbaikan pelayanan di RSUD Sidikalang, mereka menuding hanya omong belaka. Baru -baru ini, ada emat bayi meninggal di RSUD Sidikalang karena terlambat mendapat penanganan medis. “Begitu juga soal Universitas Dairi Unggul dan pabrik jagung, sudah di mana semua janjimu itu, Bupati?” tanya keduanya.

Lagi-lagi, Ricky dan Ahmad Syah menyebut, DPRD tidak melakukan pengawasan sehingga bupati dengan mudahnya melupakan semua janjinya. Mahasiswa mendesak DPRD, agar kedepan, bisa memperjuangkan pemberian beasiswa bagi anak Dairi berprestasi.

Menanggapi aspirasi mahasiswa, Wakil Ketua DPRD, Wamseptember Situmorang mengatakan, mereka sudah melakukan fungsi pengawasan. DPRD bukan kuasa pengguna anggaran.

“Semua aspirasi disampaikan mahasiswa, sangat tepat. Namun, legislatif punya keterbatasan,” jawab Wamseptember.

Sementara itu, Nasib Marudur Sihombing menegaskan, janji politik Bupati mengenai pendirian universitas dan pabrik jagung, dipastikan tidak akan mungkin terealisasi lagi mengingat masa jabatan Eddy KA Berutu sudah mau berakhir.

“Tetapi, saya sebagai Ketua Fraksi Partai Nasdem bersama dengan kawan-kawan pada tahun anggaran 2024 akan memperjuangkan beasiswa kepada mahasiswa,” terangnya.

Alfryansyah Ujung juga sepakat dengan disampaikan rekannya. Mereka akan memperjuangkan aspirasi disampaikan mahasiswa.

Setelah mendengar pernyataan DPRD, aksi mahasiswa dilanjutkan ke Kantor Bupati Dairi sehabis makan siang. Sekitar pukul 15.00 WIB, mahasiswa kembali menggelar aksi unjukrasa ke Kantor Bupati Dairi. Mahasiswa sengaja melakukan aksi setelah makan siang, karena disaat bersamaan Bupati Dairi, Eddy KA Berutu, menerima kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah.

Selain agenda kepentingan Partai Golkar, Musa Rajekshah dijadwalkan meresmikan masjid di Maha Bunga, Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Di kantor bupati, mahasiswa juga menunggu kedatangan Bupati Dairi, Eddy KA Berutu.

Tetapi, sampai aksi berakhir, Eddy KA Berutu tidak mau menemui mahasiswa. Seperti biasanya, Bupati mengutus Asisten Pemerintahan, Jonny Hutasoit.

Mahasiswa terus meminta kepada Asisten I dan pihak Kepolisian supaya mendatangkan Bupati menemui mereka. Tetapi, permintaan tidak dikabulkan. Akhirnya, mahasiswa memilih untuk pulang, dan berjanji akan melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak lagi. Aksi mahasiswa mendapat pengawalan ketat dari personil Polres Dairi. (rud)

Jelang Ramadan, Pemko Tebingtinggi Gelar Pasar Pengendalian Harga

PPH: Kadis Perdagangan, UMKM dan Koperasi Kota Tebingtinggi ketika melakukan PPH jelang Ramadhan di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi. (IST)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menjaga kestabilan harga menjelang Bulan Ramadhan 1444 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Medan menggelar Pasar Pengendalian Harga (PPH) di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Senin (20/3) sampai Selasa (21/3).

Plt Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Tebingtinggi, Bambang Sudaryono mengatakan Pasar Pengendalian Harga merupakan pasar murah untuk membantu masyarakat Kota Tebingtinggi menjelang hari hari besar keagamaan.

“Dalam hal ini pemerintah kota mengadakan pasar murah, pasar bersubsidi untuk masyarakat Kota Tebingtinggi. Pasar murah ini dapat menjaga kestabilan harga untuk mencegah inflasi di Kota Tebingtinggi,” jelas Bambang.

Bambang Sudaryono mengharapkan harga beras dapat tetap stabil, dengan dibuktikan kita pasok untuk pasar murah ini, beras harga Rp 9.000 per kilogram , dibandingkan dengan pasaran harga Rp 12.000 per kilogram. Lebih murah Rp 3.000. “Kita upayakan menjelang lebaran akan dilaksanakan lagi pasar murah untuk menjaga kestabilan harga agar tidak terjadi inflasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tebingtinggi, Zahidin menyampaikan Pasar Pengendalian Harga jelang Ramadhan diselenggarakan selama dua hari, yakni 20-21 Maret 2023, di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

“Pasar pengendalian harga dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan 1444 Hijriah dan dilaksanakan selama dua hari. Untuk komoditi yang disediakan adalah beras medium sekitar 10 ton, beras premium 500 kg, gula 500 kg, dan minyak goreng 1.500 liter,” ujarnya.

Lanjutnya, harga yang ditawarkan pada Pasar Pengendalian Harga relatif murah dan harapannya agar harga-harga bahan pokok dapat kembali stabil.

“Harga yang ditawarkan untuk beras medium Rp 45.000 untuk ukuran 5 kg, beras premium Rp 65.000 untuk ukuran 5 kg, gula Rp 13.500 perkg dan minyak goreng Rp 13.500 Liter. Harapan kita paling tidak harga beras kembali stabil. Bukan hanya beras, namun seluruh harga bahan pokok yang sangat diperlukan terutama menjelang Ramadhan ini bisa dalam keadaan stabil,” tutupnya. (ian)