Home Blog Page 1706

Pupuk Subsidi Langka di Sumut, Edy: Karena Perang Rusia-Ukraina

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk saat ini, petani di Sumatera Utara (Sumut) mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Kondisi ini menyebabkan dampak bagi hasil pertanian, dan dapat memicu dengan naiknya harga kebutuhan pokok.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pun menjelaskan, langkanya pupuk bersubsidi itu, disebabkan adanya perang Rusia dengan Ukraina.

“Rusia dan Ukraina, cerita panjang pula ini. Persoalannya Rusia punya gas paling besar,” ungkap Edy, Jumat (10/3).

Edy juga menjelaskan, bahan pembuat pupuk, satu di antaranya adalah gas.

“Pupuk ini, satu bahan pembuatannya adalah gas itu,” bebernya.

Dia pun mengatakan, perang antara Rusia dan Ukraina, sangat mempengaruhi harga pupuk di Tanah Air.

“Semakin lama mereka perang, bakal semakin susah untuk menghasilkan pupuk. Dan karena itu pula, harganya (pupuk) jadi naik tinggi,” jelas Edy.

Pasokan pupuk bersubsidi yang kini langka, akan dapat mempengaruhi hasil pertanian. Selain itu, akan berimbas dengan pasokan hingga menganggu kestabilan harga pangan. (gus/saz)

Tarik Minat Majelis Taklim dan Warga Langkat, Usbat Ganjar Gelar Pelatihan Salat Istikharah

Pelatihan salat istikharah yang digelar Usbat Ganjar di wilayah Kelurahan Brandan Barat, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Jumat (10/3).(ist)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ustaz Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatera Utara menggelar agenda positif istigasah, dzikir, dan pelatihan salat istikharah di wilayah Kelurahan Brandan Barat, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Jumat (10/3).

Momen ini menarik minat masyarakat maupun jemaah majelis taklim setempat untuk lebih memahami mengenai ibadah tersebut.

Pelatihan dimulai dengan penjelasan tentang pengertian dan makna salat istikharah, waktu terbaik melaksanakan, hingga tata cara salat melalui praktik langsung.

“Jadi, sesuai dengan program yang kami buat bahwa di sini akan dilaksanakan salat istikharah. Karena salat sunah ini sebenarnya jarang dilakukan,” ujar Ahmad Dairobi mewakili Koordinator Wilayah Usbat Ganjar Sumut.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menguatkan pemahaman masyarakat khususnya ibu-ibu majelis taklim agar melaksanakan ibadah sunnah tersebut sesuai syariat.

Dairobi berharap adanya pelatihan salat istikharah ini bisa diamalkan oleh masyarakat dan majelis taklim setempat sehingga bisa meraih ketenangan, memantapkan hati untuk memilih salah satu dari dua pilihan melalui pertolongan-Nya.

“Harapan kami dari Usbat Ganjar Sumut bagaimana agar supaya masyarakat yang ada di tempat ini lebih mengutamakan dan mementingkan kepada tuhannya, jangan kepada selain Allah SWT,” kata Dairobi.

Selain itu, mereka turut mendoakan agar Bangsa Indonesia selalu menjunjung persatuan, terhindar dari perpecahan, sehingga menciptakan negeri yang aman, dan damai.

Sri Dewi (32) selaku Ketua Majelis Taklim Babul Ilmi Kelurahan Brandan Barat mengapresiasi langkah Usbat Ganjar dalam mengedukasi masyarakat dan jemaah majelis taklim.

“Menurut saya pelatihan-pelatihan sepeti ini sudah sangat jarang ya jadi untuk anak-anak remaja masjid juga atau untuk anggota-anggota majelis taklim juga bisa menambah pengetahuan,” kata Sri Dewi.

Sekadar informasi, dalam menjalankan komitmennya mengembangkan peran majelis taklim dan mendukung kegiatan masyarakat, Usbat Ganjar Sumut memberikan stimulus berupa karpet, dan pengeras suara pada kesempatan tersebut. (rel/tri)

Gelar Road Show di Medan, Dior Sister Ramaikan Jagad Musik Tanah Air

BERSAMA: Pimpinan FR Production Ferri Rizki, diabadikan bersama Dior Sister, Amikus Simanjuntak, dan Lian Antoni usai jumpa pers.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Trio pendatang baru, Dior Sister, meramaikan jagad musik di Indonesia. Hadir pada awal 2023, trio ini sudah mendapat tempat di hati masyarakat. Guna lebih dekat dengan penggemarnya, Dior Sister yang digawangi 3 wanita cantik ini, menggelar roadshow di 10 kota, dan Kota Medan menjadi kota roadshow pertama mereka.

Dior Sister mengawali road show di Kota Medan, karena ketiga penyanyi ini memiliki darah Batak, meskipun telah menetap lama di Jakarta. Ketiganya pun ingin menjadikan Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan, sebagai daerah pertama yang menikmati karya-karya musik mereka.

Pimpinan FR Production, Ferri Rizki, yang juga Produser Dior Sister ini, mengungkapkan, dari 10 kota road show, Sumut merupakan daerah yang memiliki jadwal road show paling banyak di antara kota-kota lainnya.

Tak hanya roadshow di Kota Medan, Dior Sister juga akan roadshow ke Balige, Danau Toba, dan Siborong-Borong.

“Menemukan mereka adalah keberkahan bagi kami. Suara mereka bagus, unik, dan saya yakin Dior Sister kelak sampai di puncak kesuksesan,” ungkap Ferri.

Pada kesempatan ini, Ferri memperkenalkan Dior Sister, yang terdiri dari Ulina Pandiangan, Indah Marianti Sitorus, dan Yolanda Stevani Sianturi. Trio ini diiringi keyboardis Amikus Simanjuntak, dan didukung Lian Antoni sebagai soundman.

Ferri mengaku, Dior Sister tak sengaja ditemukannya di sebuah acara di Jakarta. Kebetulan dalam acara itu, mereka bernyanyi.

“Suaranya luar biasa, dan saat itu saya langsung berpikir, suatu saat mereka pasti terkenal,” katanya.

Tanpa menunggu lama, Ferri kemudian mengajak mereka untuk membentuk Dior Sister, sekaligus membentuk FR Production, sebagai wadah mereka. Bukan hanya itu, dalam waktu sebulan, Dior Sistet pun meluncurkan 2 lagu untuk mengawali karya mereka.

“Lagu yang berjudul Na So Ho Do Namanaon, menjadi lagu pertama yang kami produksi untuk Dior Sister. Kemudian yang kedua, berjudul Marsilului Dalan Na. Dan istimewanya, lagu pertama baru 2 minggu lalu diluncurkan, dan yang menonton sudah 31 ribu viewers di Youtube,” tutunya, seraya menyebutkan, untuk lagu kedua, baru 4 hari di-upload, yang menonton sudah 4.000 viewers.

Adapun jadwal roadshow 10 kota Dior Sister ini, selain Kota Medan dan beberapa daerah di Sumut, juga akan menyambangi Batam, Jambi, Riau, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan, hingga ke Bali. Bahkan diungkapkan Ferri, setidaknya sudah ada 8 lagu yang siap untuk dipersembahkan bagi pecinta musik di Tanah Air.

“Jumlah keseluruhan lagu ada 12 lagu, dan 8 lagu telah siap. Nanti kami juga akan mengambil lokasi Danau Toba dan Bali sebagai pembuatan video klipnya,” beber Ferri.

Personel Dior Sister, pun mengaku sangat senang dengan terbentuknya trio ini. Meski sebagai penyanyi mereka telah lama mengenyam profesi tersebut, namun dengan bergabung dalam nama Dior Sister, menjadikan vokal yang mereka miliki jadi satu kesatuan yang utuh.

“Meskipun mengawali 2 lagu dengan berbahasa Batak, tapi dari 12 lagu itu, tidak seluruhnya berbahasa Batak. Ada juga lagu pop nasional yang menggunakan bahasa Indonesia,” ujar Yolanda.

Diaminkan Indah, bahkan katanya, mereka akan menjajal semua genre musik dalam karya-karya mereka.

“Lagu sedih, gembira, dari pop, dangdut, hingga remix, semua kami persembahkan untuk pecinta musik di Indonesia,” katanya.

Mereka berharap, agar lagu-lagu mereka dapat diterima dengan baik di masyarakat. Terkhusus masyarakat Kota Medan dan seluruh daerah Sumut. (sih/saz)

Polda Berhasil Tangkap Perampok Bersenpi

TUNJUKKAN: Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat menunjukkan barang bukti pada paparan kasus perampokan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Gabungan Sub-Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Subdit Jahtanras Ditreskrimum Polda) Sumut, bersama Satreskrim Polres Simalungun, berhasil menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang juga merupakan seorang residivis.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari peristiwa terjadinya tindak pidana curas pada 2 Maret 2023 lalu. Modus operandi yang dilakukan tersangka berinisial BP alias Bondet ini, membonceng tersangka F dengan sepeda motor tanpa pelat nomor polisi, menuju gudang sawit milik korban n

yang terletak di Huta 6, Gudang Sawit Petani Nag Huta Parig, Kecamatan Ujungpadang, Kabupaten Simalungun.

Selanjutnya pelaku BP dengan memakai masker, langsung menodongkan senjata api rakitan ke arah korban dan juga ke arah kasir di gudang milik korban, dan berhasil membawa kabur uang milik korban yang berada di dalam laci meja kasir.

“Kedua pelaku masuk ke dalam gudang sawit milik korban, menggunakan masker dan sweater hoodie. Tersangka langsung menodongkan senjata ke korban atas nama Ratmanto dan saksi atas nama Yuni, yang merupakan seorang kasir. Di bawah ancaman, saksi langsung memberikan bungkusan berisikan uang sejumlah Rp18,2 juta,” ungkap Hadi, Kamis (9/3) sore.

Selanjutnya, tersangka juga menodongkan senjata ke arah korban yang pada saat itu menggunakan tas bahu, yang kemudian dipaksa ambil oleh pelaku, dan korban sontak meneriaki ‘perampok’. Lalu tersangka kabur dengan melepaskan tembakan senjata api ke atas sebanyak satu kali, yang mengakibatkan masyarakat tidak berani untuk mendekat.

“Pelaku merupakan seorang residivis dan memang spesialis perampokan serta curanmor yang sudah divonis. Dan tersangka F, residivis tindak pidana pencurian di Asahan, yang sudah divonis 3 tahun,” beber Hadi.

Sementara itu, Kasubdit Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Wahyu mejelaskan, kedua pelaku ditangkap di 2 lokasi berbeda.

“Kami amankan pelaku pertama di Asahan. Dan yang satu lagi, pelaku inisial BP, diamankan di Riau. Kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa senjata api rakitan jenis revolver dari tangan pelaku BP,” pungkasnya. (dwi/saz)

Tiga Gapura Batas Kota Belum Selesai Juga, Kontraktor Harus Dievaluasi

ROBOHKAN: Dua buah alat berat tampak sedang merubohkan gapura batas kota di Jalan Gatot Subroto (Kampung Lalang).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan 3 gapura batas Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2022 yang hingga kini belum juga rampung, menuai perhatian serius dari Komisi 4 DPRD Medan.

Pasalnya walaupun masa pengerjaannya telah diperpanjang selama lebih dari 50 hari pada 2023 ini, namun pengerjaan gapura di kawasan Kampunglalang, Amplas, dan Tuntungan yang menelan anggaran mencapai Rp9,4 miliar itu, tak kunjung selesai.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Medan, Rudiawan Sitorus mengaku, sangat menyayangkan proses pengerjaan 3 gapura yang tidak tepat waktu. Padahal, gapura ini diharapkan dapat menjadi ‘wajah baru’ bagi penataan Kota Medan yang lebih baik.

“Tentu sangat disayangkan, pengerjaan gapura batas kota itu tidak selesai sesuai jadwal yang ditentukan. Sayangnya lagi, dari 3 gapura yang dibangun, tidak ada satu pun yang betul-betul sudah selesai,” ungkap Rudiawan, Jumat (10/3).

Menurut politisi PKS ini, keadaan tersebut harus jadi perhatian serius bagi Pemko Medan, khususnya Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang atau Dinas n Perkim Kota Medan, agar dapat mengevaluasi para kontraktor yang saat ini tengah mengerjakan gapura tersebut.

“Keterlambatan ini bentuk ketidakprofesionalan kontraktor. Tidak hanya memberikan sanksi berupa denda, Dinas Perkim juga harus mengevaluasi kinerja kontraktor tersebut,” imbaunya.

Dia juga mengatakan, kontraktor harus menyelesaikan pekerjaannya sesegera mungkin, tentunya dengan hasil pekerjaan yang diharapkan.

“Bila tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu dan hasilnya juga tidak sesuai dengan harapan, maka tentu harus ada evaluasi. Itu wajib (dievaluasi) menurut saya,” kata Rudiawan.

Belajar dari hal ini, lanjut Rudiawan, Dinas Perkim Kota Medan harus lebih selektif dalam memilih kontraktor untuk mengerjakan proyek-proyek yang ada di dinasnya. Mengingat, Wali Kota Medan Bobby Nasution menginginkan percepatan pembangunan, khususnya di sektor pembangunan fisik ataupun infrastruktur.

“Kami minta juga kepada Dinas Perkim agar lebih selektif memilih rekanan kerja. Gunakan rekanan yang profesional dalam menyelesaikan tugas-tugasnya,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkim Kota Medan Endar Sutan Lubis, membenarkan keterlembatan pekerjaan 3 gapura batas kota tersebut.

“Iya, 3 gapura batas kota itu memang belum rampung dikerjakan pihak kontraktor. Tahun ini sudah lewat 50 hari, tapi belum selesai juga. Ya itulah, manusia berencana, tapi Tuhan juga yang menentukan. Kalau dari amatan kami, banyak terkendala masalah cuaca,” tuturnya, baru-baru ini.

Alhasil, Pemko Medan kembali memberi waktu kepada pihak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan 3 gapura itu. Berdasarkan aturan, perpanjangan dapat diberikan 20 hari sampai 40 hari, usai habis masa waktu perpanjangan pertama (50 hari).

“Saat ini masih diperpanjang. Sesuai aturan, dapat diperpanjang sampai 40 hari di tahun ini (2023), atau paling lama akhir Maret nanti. Harapannya, bisa selesai lebih cepat dari itu,” kata Endar.

Meski demikian, sambung Endar, Pemko Medan tetap memberikan sanksi denda atau penalti terhadap keterlambatan pekerjaan 3 gapura itu.

“Sanksi denda 1 per mil per hari tetap diberikan, tidak bisa tidak. Karena aturannya sudah jelas. Jadi selain harus menyelesaikan pekerjaannya, mereka juga harus membayar denda, dan itu sudah mereka ketahui sejak awal,” bebernya.

Mengenai pembayaran sisa anggaran proyek yang belum tuntas, dia menjelaskan, akan diajukan kembali di P-APBD TA 2023. Sebab, anggaran 2022 sudah tutup buku.

“Kami yakin bulan ini bisa selesai 3 gapura itu. Karena kami lihat, memang sudah mau selesai, tinggal finishing saja,” pungkas Endar. (map/saz)

Karya-karya pada HUT ke-19 PFI Medan Bakal Jadi Sejarah Baru untuk Gen Z

Wakil Walikota Medan Aulia Rachman bersama penerima Anugerah Pewarta Foto 2023 acara HUT PFI Medan ke 19 tahun di Jalan Laksana Setia Budi kota Medan, Jumat (10/3/2023).( Refinaldi Setiawan/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan menggelar sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di Rooster Coffee House, Jumat (10/3).

Adapun acara yang digelar selama 2 hari di 2 lokasi tersebut, yakni pemotongan tumpeng, pemutaran video sejarah PFI Kota Medan, pemutaran video testimoni, slide foto anggota PFI Kota Medan, dan pameran foto. Selain itu, juga digelar pemberian Anugerah Pewarta Foto 2023 kepada para senior PFI Kota Medan atas dedikasi dan loyalitas mereka karena telah mengabdi dalam dunia pewarta foto. Juga digelar doa bersama untuk almarhumah Nur Apriliana br Sitorus, alias Nona (anggota muda di PFI Kota Medan), serta hiburan live music.

Pada hari kedua, yakni hari ini, Sabtu (11/3) akan diagendakan hunting fotografi, diskusi fotografi, dan penyerahan donasi buku yang digelar di Kampung Matfa, Bukuhtelang, Kecacamatan Padangtualang, Kabupaten Langkat.

Di acara tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, yang sekaligus membuka acara HUT ke-19 PFI Kota Medan. Dalam sambutannya, Aulia merasa bangga dengan hadirnya para pewarta foto yang telah mengabadikan momen secara visual selama ini.

“Saya merasa bangga dengan kawan-kawan yang berbasis fotografi. Ada harapan yang saya ingin sampaikan kepada kawan-kawan, untuk ditanamkan dalam diri kita, karena sejarah ada di tangan kawan-kawan jurnalis foto. Yakinilah itu. Sejarah di tangan kalian semua,” ungkap Aulia.

Aulia juga berharap kepada para anggota PFI Kota Medan, lewat visual yang diabadikan setiap karya para pewarta foto, dapat menekan laju dalam pemusnahan peradaban.

“Harapan saya, dengan gambar yang kalian ciptakan ini, bisa menekan laju pemusnahan peradaban yang terjadi sangat kencang saat ini. Laju yang sangat kencang ini, bisa diganjal dengan gambar-gambar yang kita ciptakan. Agar generasi-generasi mendatang bisa melihat hancurnya bangsa ini karena SDM tidak pernah dibangun, sehingga menjadi negara yang konsumtif bukan produktif,” jelasnya.

Dia menilai, hal ini akan jadi sejarah baru, khususnya di Kota Medan, sehingga bisa menciptakan generasi-generasi yang jauh lebih baik ke depannya.

“Kita paham, kecil-kecil kita sudah buat sebuah pergerakan untuk sebuah pembaruan generasi ke depan, terkhusus generasi Z,” kata Aulia.

Sementara itu, Ketua PFI Kota Medan, Rahmad Suryadi berpesan, ke depannya para anggota diharapkan dapat mengembangkan kemampuan.

“Dari perkembangan zaman di era digital ini, kita harus membenahi diri, dan berinovasi, untuk menjawab tantangan. Agar kita tidak tergerus, dan organisasi ini tetap menciptakan para jurnalis dan pewarta foto andal, profesional, dan berhati nurani, juga bermartabat,” pungkasnya. (tri/saz)

Liga 2 Vakum, Sandeni Kembali Bekerja di Yogya

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kekecawaan akibat Liga 2 musim 2022/2023 dihentikan turut dirasakan Sandeni Sidabutar. Impiannya untuk meraih prestasi bersama PSMS Medan gagal terwujud.

“Pasti kecewa, karena impian untuk mengantar PSMS promosi ke Liga 1 tidak tewujud. Padahal penampilan kami sedang bagus-bagusnya, tapi liga dihentikan,” ujar Sandeni Sidabutar kepada Sumut Pos, kemarin.

Pemain berusia 26 tahun itu sendiri memutuskan kembali ke Yogyakarta setelah tim PSMS dibubarkan. Dia kembali ke rutinitasnya sebegai pekerja di Kota Gudeg tersebut.

“Setelah PSMS membubarkan tim, saya kembali ke Yogya. Saya kembali bekerja di bidang konveksi,” ungkap pemain kelahiran Sibolga tersebut.

Meskipun kembali bekerja, mantan pemain Mataram Utama ini tidak melupakan latihan. Bahkan, dia memiliki pelatih pribadi.

“Latihan tetap dilakukan di sini bersama tim lama. Ada program latihan yang diberikan pelatih sehingga lebih terpantau. Programnya lebih kepada gym dan lapangan,” jelas pemain dengan posisi gelandang tersebut.

Sandeni mengaku lebih senang berada di Yogya, karena sudah lama tinggal di sana. Bahkan, karir sepak bolanya lebih banyak di Pulau Jawa.

“Saya ini campuran sebenarnya. Lahir di Sibolga, kemudian besar di Dairi. Tapi karir sepak bola lebih banyak di Jawa. Karena itu, saya memilih kembali ke Yogya sambil menunggu Liga 2 musim depan,” ungkapnya.

Untuk Liga 2 (Liga Nusantara) musim depan, Sandeni belum memutuskan bergabung ke mana. Namun dia tetap membuka kesempatan bagi PSMS.

“Suatu kebanggaan bisa bermain di PSMS. Untuk musim depan, saya bisa saja masih bersama PSMS, tapi lihat nanti bagaimana,” tandasnya.

Untuk kompetisi musim depan, Sandeni berharap besar kepada PSSI yang diketuai Erick Thohir. Dia berharap di bawah komando Erick Thohir, kompetisi sepak bola Indonesia semakin maju.

“Harapan kepada Pak Erick Thohir pasti sangat besar. Apalagi menginat visi dan misi yang sudah diucapkan. Mudah-mudahan kompetisi semakin membaik dan kejadian seperi saat ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (dek)

Pemprovsu Minta Warga Kosongkan Velodrome

PENJELASAN: Sekretaris Dispora Sumut, Ismail SH memberikan penjelasan terkait velodrome yang bakal segera dikosongkan. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) meminta kepada masyarakat yang menempati lahan velodrome (stadion balap sepeda) di Jalan Willem Iskandar dan lapangan tembak harus taat aturan. Mereka diminta mengosongkan lahan milik pemerintah tersebut.

“Kami meminta masyarakat segera mengosongkan lahan milik pemerintah Sumut ” kata Sekretaris Dispora Sumut, Ismail SH dalam dialog dengan masyarakat yang selama ini menempati lahan Veledrome dan Lapangan Tembak di Aula Lantai II Kantor Dispora Sumut, Jumat (10/3).

Dialog tersebut dihadiri Karo Ops Poldasu Kombes Pol. Victor Togi Tambunan SH SIK, Dir Intelkam Poldasu Kombes Pol. Dwi Indra Maulana, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda SH SIK, Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Arman Muis SH SIK MM, Kasat Intelkam Polrestabes Medan AKBP Yayan SSos MM, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Agus Setiawan ST SIK, Inspektorat Provsu Rahmat Efendi, Kabid Gakda Satpol PP Provsu Julianus Evrata Bangun Ap MSi dan masyarakat.

Pengosongan dilakukan sebagai persiapan Sumatera Utara menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. “Itu tanah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Masyarakat yang mengaku punya tanah itu, tidak ada suratnya. Tidak perlu mengaku-ngaku,” tegasnya.

Pemprovsu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk pindah hingga Minggu (12/2) besok. Pasalnya, Pemprovsu bakal menggelar eksekusi pada Senin (13/3). “Kita hanya membantu masyarakat untuk membongkar bangunan di lahan veledrome itu,” tegasnya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda SH SIK berharap agar penertiban lahan itu tidak berpolemik dan berjalan kondusif. Dengan demikian, Polrestabes Medan yang ikut terlibat dalam pengamanan itu tidak dirugikan.

Kapolrestabes Medan mengaku mendukung langkah Pemprovsu yang ingin memajukan olahraga, dengan melibatkan seluruh pemuda. Apalagi program Dispora Sumut sesuai dengan visi Gubsu dan Wagubsu, yakni ‘Menjadi Provinsi Yang Berdaya Saing Menuju Sumatera Utara Sejahtera’. Kemudian misi untuk ‘Membangun Sumber Daya Manusia Yang Memiliki Integritas Dalam Berbangsa dan Bernegara, Religius dan Berkompetensi Tinggi’.

“Dispora juga memiliki misi untuk mengembangkan potensi dan kreativitas pemuda dalam menciptakan masyarakat Sumatera Utara yang terampil dan berdaya saing. Lalu meningkatkan dan memberdayakan organisasi keolahragaan dalam rangka meningkatkan efektivitas jaringan kerja bidang keolahragaan,” ungkapnya.

Yang tidak kalah penting adalah, meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengembangkan, memasyarakatkan, dan membudayakan olahraga sebagai kebiasaan hidup, sehingga masyarakat sehat bugar akan terwujud. “Meningkatkan kemitraan antara pemerintah dan masyarakat, termasuk dunia usaha dalam upaya mengembangkan industri olahraga guna mendukung pengembangan sarana dan prasarana olahraga,” tandasnya.

Seperti diketahui, sejak diresmikan pada 1995 oleh Ketua KONI Pusat Wismoyo Arismunandar dan Gubsu Raja Inal Siregar hingga kini velodrome tidak bisa dipergunakan. Kondisi itu dimanfaatkan masyarakat untuk menjadi tempat tinggal sementara.

Pemprovsu yang ingin membangun venue itu pun sudah pernah ingin mengosongkan lahan itu. Tapi eksekusi yang digelar pada Februari 2018 lalu batal dilakukan, karena ada masyarakat yang protes dan mengklaim bahwa tanah itu milik Yayasan Perguruan Gamaliel. (dek)

Caravan Epson Berhasil ‘Curi’ Hati Warga Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Epson Indonesia menyapa masyarakat Kota Medan melalui program Business Inkjet Caravan. Dalam program memperkenalkan produk-produk terbaiknya mulai dari printer, scanner, copyer dan plotter kepada masyarakat. PT Epson Indonesia melaksanakan kegiatan bertajuk Business Inkjet Caravan yang dilaksanakan di beberapa lokasi.

Jumat (10/3) adalah hari berkhirnya caravan Epson di Kota Medan yang berlangsung di 2 (dua) titik, yaitu Kantor Bappeda Sumut dan Sekolah SMA Dharmawangsa Medan.

“Hari terakhir Caravan Epson di Medan, yang juga merupakan ajang kegiatan memperkenalkan produk terbaru kita yang baru saja kita keluarkan pada bulan Februari yang lalu, tepatnya di tanggal 16. Kita akan mobile dengan mobil caravan ini, tidak hanya produk terbaru, tetapi juga produk-produk yang juga kita unggulkan lainnya yang ramah lingkungan”, jelas Marthin Pasaribu, Senior Account Manager Northwest Area PT. Epson Indonesia, kemarin (10/3).

“Informasi yang paling penting ingin kita sampaikan dalam rangkaian Caravan ini yaitu : Epson menghadirkan solusi cetak untuk konsumen dengan TCO (Total Cost Ownership) yang sangat rendah (efisien) ditambah lagi dengan printernya yang sangat ramah lingkungan karena mengonsumsi lebih sedikit energi dibanding printer laser. Dan campaign informasi ini bisa sampai dan dipahami oleh konsumen yang disinggahi dari event Business Inkjet Caravan ini” tambahnya.

Epson selalu mengutamakan kualitas dalam setiap produk yang ditawarkan, mulai dari ramah lingkungan dan dalam penggunaan juga tidak membuat konsumen kewalahan, dengan kemudahan-kemudahan.

“Produk-produk Epson utamanya copyer jika hendak digunakan tidak perlu dilakukan metode pemanasan. Sehingga lebih hemat listrik, dimana konsumsi listrik produk copyer Epson hanya 50 watt. Yang memberikan perbedaan dari copyer konvensional lainnya yang bisa mencapai 300 hingga 500 watt konsumsi listrik. Dan lagi ramah lingkungan, karena kami tidak menggunakan toner, melainkan tinta”, jelas Marthin.

Menurut Marthin, Caravan Epson di Medan merupakan agenda terakhir untuk daerah Sumatera, sebelumnya dimulai dari Palembang pada tanggal 20 – 25 Februari 2023, yang dilanjutkan ke Pekan Baru paad tanggal 27 Februari 2023 hingga 3 Maret 2023, kemudian terakhir adalah Medan yang dimulai pada tanggal 6 Meret 2023 hingga 10 Maret 2023 nanti.

“Caravan Epson roadshow ini ada dibeberapa titik, yang bisa menjangkau segala segment lapisan masyarakat, mulai dari pemerintahan, perkantoran baik itu swasta dan BUMN, sampai pada pendidikan yaitu sekolah-sekolah” kata Marthin lagi.

Caravan Epson dimulai dari Kantor Pertanahan Kota Medan dan Metro Elokronik yang merupakan partner dari Epson juga pada tanggal 6 maret 2023 lalu, di hari kedua yaitu tanggal 7 Maret 2023 Caravan Epson menyapa kampus, dengan berada di Pusat Bahasa Universitas Sumatera Utara, dan untuk tanggal 8 Maret 2023 akan hadir di PT Era Musika dan PT Mitra Cipta Makmur (Copier), pada tanggal 9 bisa ditemui di SMA N 3 Medan, selanjutnya, di hari terakhir akan berada di kantor Bappeda Sumut dan SMA Dharmawangsa Medan, pada tanggal 10 Maret 2023.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat disuguhkan dengan berbagai informasi dari segala jenis produk yang ada terutama produk-produk unggulan dari PT Epson Indonesia. “Disini kita memberikan informasi sekaligus menunjukkan kepada masyakat hasil yang dikeluarkan dari produk-produk terbaik kita, melalui pencetakan dokumen yang dibawa masyarat, bisa berupa tugas-tugas atau dukumen lain, hingga foto.

Dengan begitu, masyarakat bisa menilai sendiri kebenaran akan kualitas dari produk yang yang ada pada kami,” tambah Marthin lagi. Dan menurut Marthin masyarakat Medan bertambah untuk memberikan hatinya kepada produk-produk Epson. “Dalam beberapa hari ini ada opportunity (user yg tertarik) dengan beberapa unit yang kita display di Business Injket Caravan ini” tambahnya. (ika/ram)

HMID Luncurkan Fitur Aplikasi Service @myHyundai

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pada perhelatan Jakarta Auto Week (JAW) 2023, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) meluncurkan fitur aplikasi, Service @myHyundai, sebuah pembaruan aplikasi myHyundai yang memberi pelanggan kemudahan lebih untuk mengakses berbagai kebutuhan service langsung dengan sentuhan jari. Fitur aplikasi ini menjadi layanan after-sales terbaru dari Hyundai untuk melengkapi program Hyundai hadir untukmu yang menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang worry-free.

Fitur Service @myHyundai dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mengakses layanan after-sales Hyundai kapan saja dan di mana saja. Melalui fitur terbaru Service @myHyundai, fungsi aplikasi myHyundai semakin meningkat dengan penyediaan fitur-fitur pelengkap yang memberi nilai tambah di setiap customer journey dalam proses service kendaraan. Beberapa fitur ini meliputi service reminder, service booking, service history, hingga fitur pembayaran serta pembelian aksesoris.
Makmur, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia mengatakan, tahun ini menjadi momentum yang penting bagi Hyundai dalam menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang worry-free untuk memberikan peace of mind bagi para pelanggan.

“Untuk melengkapi layanan kami di Indonesia, hari ini dengan bangga kami meluncurkan fitur aplikasi Service @myHyundai. Ke depan, kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan di Indonesia,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Putra Samiaji, Head of Before Service Department PT Hyundai Motors Indonesia, menambahkan, Service @myHyundai merupakan bagian dari inisiatif after-sales terbaru yang tergabung dalam Hyundai hadir untukmu.

“Fitur aplikasi Service @myHyundai benar-benar dirancang untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses berbagai kebutuhan akan service kendaraan dengan lebih mudah, cukup dengan sentuhan jari saja, sehingga akan memudahkan pelanggan ketika ingin mendapatkan manfaat layanan dari Hyundai kapan saja dan di mana saja,” ujarnya.

Fitur service reminder pada aplikasi myHyundai akan mengingatkan pelanggan mengenai jadwal service berkala kendaraan. Service reminder juga akan menginformasikan rekomendasi service lainnya berdasarkan hasil pengecekan kendaraan oleh teknisi pada kunjungan service sebelumnya. Aplikasi myHyundai juga memungkinkan pelanggan untuk mendeteksi kendala teknis yang mungkin terjadi pada kendaraan dengan memanfaatkan koneksi Bluelink. Tak ketinggalan, melalui fitur service reminder di aplikasi myHyundai, pelanggan juga akan mendapatkan update informasi service campaign.

Proses booking service yang dilakukan melalui aplikasi myHyundai memberikan kepastian pelanggan mendapatkan konfirmasi alokasi service secara langsung. Pada proses ini pelanggan diminta untuk memilih jenis service yang akan dilakukan, ketersediaan suku cadang dan teknisi serta alokasi waktu service. Pelanggan juga bisa memilih lokasi service di bengkel resmi Hyundai, layanan kunjungan mobile service, atau kebutuhan perbaikan bodi kendaraan. Lebih lanjut dalam proses booking service, fitur pembayaran memungkinkan pelanggan untuk menyelesaikan transaksi tagihan service melalui proses transfer bank dan juga dompet digital. Pelanggan juga dapat melakukan pembelian aksesori asli Hyundai dengan mudah dalam aplikasi myHyundai.

Fitur service history akan memudahkan pelanggan untuk memeriksa setiap riwayat booking service, seperti konfirmasi booking service yang telah selesai proses pembayarannya, dan pada hari H service pelanggan dapat mengetahui progress pengerjaan service jadi pelanggan tidak perlu khawatir ketika kendaraan harus ditinggal di bengkel resmi Hyundai. Pelanggan juga bisa mengetahui tiap service yang telah selesai, jadi pelanggan bisa selalu ingat kapan terakhir kali melakukan service berkala dan perawatan lainnya.

Hyundai juga melakukan pembaruan aplikasi myHyundai dengan integrasi data dengan seluruh jaringan bengkel resmi Hyundai yang memungkinkan aplikasi myHyundai dapat terus memberi informasi terkini tentang riwayat service secara nasional, ketersediaan teknisi, dan suku cadang serta program layanan yang berlaku.

“Hyundai akan terus berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan terdepan untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan secara menyeluruh. Oleh karena itu kami sangat senang dapat melengkapi dukungan layanan dari Hyundai melalui fitur terbaru ini. Kami berharap agar seluruh pelanggan kami dapat merasakan langsung manfaat dari Service @ myHyundai ini untuk merasakan pengalaman berkendara terbaik bersama Hyundai.” tutup Putra.

Kunjungi booth Hyundai di JAW 2023 untuk mendapatkan berbagai penawaran menarik. Ikuti juga informasi terkait kegiatan dan produk Hyundai terkini di situs resmi HMID di www.hyundai.com/id/id, atau melalui berbagai kanal media sosial, yaitu Instagram HyundaiMotorIndonesia, Youtube Hyundai Motors Indonesia, Facebook Hyundai Motors Indonesia, dan Twitter @HyundaiMotorID. (rel/ram)