Home Blog Page 1744

Prudential Indonesia Lindungi Data Nasabah dengan Good Corporate Governance

Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi Teguh Arifiyadi SH MH (kedua kanan), Agustinus Nicholas Tobing, CIA, CRMA, Country Leader Amazon Web Services Indonesia (tengah), Michellina L Triwardhany selalu Presiden Direktur Prudential Indonesia (kedua kiri), dan Maria Rosalinda, Chief Risks, Compliance and Government Relations Prudential Indonesia (kanan), saat membuka rangkaian program “Risk Awareness Month 2023” dengan menggelar seminar hybrid di Prudential Tower, Jakarta, Senin (6/3/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) terus meningkatkan upaya untuk melindungi nasabah dengan senantiasa menghadirkan solusi perlindungan inovatif hingga menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) di seluruh proses bisnis dan operasional perusahaan.

“Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk selalu menerapkan asas-asas tata kelola perusahaan yang baik di seluruh proses bisnis dan operasional perusahaan, dan senantiasa menempatkan nasabah sebagai prioritas utama termasuk dalam perlindungan data pribadi nasabah,” ujar Chief Risk and Compliance Officer Prudential Indonesia, Maria Rosalinda dalam siaran persnya, Sabtu (11/3/2023).

Untuk itu, kata Maria, setiap karyawan Prudential Indonesia selalu dibekali dengan pengetahuan atas pengelolaan risiko yang baik agar hak dan kepentingan nasabah selalu terlindungi. “Komitmen penerapan good corporate governance sebagai upaya menjaga keberlanjutan perusahaan jangka panjang, sehingga bisa terus mewujudkan perlindungan dan layanan optimal untuk nasabah hingga ke masa depan,” ucapnya.

Ditambahkan Maria, hal ini sejalan dengan aspirasi Prudential Indonesia untuk mendukung keluarga Indonesia agar yakin melangkah ke masa depan mewujudkan hidup yang lebih sehat dan sejahtera sehingga bisa mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan. Penguatan good corporate governance ini juga untuk menjaga profesionalitas dalam memenuhi berbagai kebutuhan proteksi dan tata kelola aset nasabah sesuai aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita juga ingin memberikan perlindungan dan rasa aman secara berkelanjutan kepada seluruh nasabah hingga ke masa depan. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program awareness berkelanjutan untuk seluruh karyawan Prudential Indonesia dengan berbagai topik terkait dengan pengelolaan risiko dan kepatuhan, yang diwujudkan melalui penyelenggaraan Risk Awareness Series 2023,” ungkapnya.

Kegiatan ini telah dimulai sejak Februari 2023, dan juga akan diberikan kepada tenaga pemasar guna memastikan para tenaga pemasar sebagai garda terdepan senantiasa mematuhi kode etik perusahaan dan aturan yang berlaku dalam kegiatan penjualan produk maupun pelayanan kepada nasabah.

Pada 6 Maret 2023, Presiden Direktur Prudential Indonesia, Michellina Laksmi Triwardhany, membuka secara resmi rangkaian kegiatan Risk Awareness Series 2023, dan mengingatkan bahwa agenda pertumbuhan bisnis Prudential Indonesia harus dibarengi dengan budaya manajemen risiko dan kepatuhan, serta pengendalian internal yang kuat.

Risk Awareness Series 2023 yang dilakukan secara hybrid, diawali dengan penyelenggaraan seminar dengan topik Implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dan Cyber Risk di Prudential Tower, Jakarta, dengan narasumber Teguh Arifiyandi, SH MH selaku Plt Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Agustinus Nicholas Tobing, CIA, CRMA selaku Security Assurance Country Lead Amazon Web Services Indonesia.

Atas segala upaya dan kredibilitas yang dilakukan dalam menerapkan good corporate governance, Prudential Indonesia meraih apresiasi dari berbagai pihak yang menilai perusahaan sebagai penyedia layanan asuransi jiwa dan tata kelola aset terdepan di Indonesia, diantaranya Prudential meraih 3 penghargaan dalam ajang Good Corporate Governance Award VII 2023 (GCG Award), Indonesia Enterprise Risk Management Award V 2023 (Risk Management Award) dan Indonesia Finance Award V 2023 (Finance Award) dari Economic Review sebagai Perusahaan Asuransi Jiwa dengan Good Corporate Governance Terbaik. (adz)

Di Madina, Romo Syafii Dikritisi Soal Prabowo Subianto

MADINA, SUMUTPOS.CO – Dalam lawatannya ke Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (8/3/2023) lalu, Romo HR Muhammad Syafii SH MHum menyempatkan bersilaturahim dengan para Tokoh Agama Islam setempat. Silaturahim ini digelar di Restoran Pangairan Panyabungan.

Acara ramah tamah dimulai dengan makan siang bersama. Hadir hampir 70 orang ustadz, ustadzah dan tokoh agama setempat yang dipimpin H Binsar Nasution.

Setelah makan siang bersama, Romo Syafii membuka silaturahim itu dengan ceramahnya. Menurut Romo, dulu ada yang bertanya kepadanya, apakah mau jadi tokoh Islam atau tokoh Nasional? Romo menjelaskan, Islam dan Indonesia itu tidak bisa dipisahkan, harus jalan secara bersamaan.

Karena menurut pidato Bung Karno, kata Romo, Indonesia merdeka pokok dasarnya Piagam Jakarta dengan sila pertama bunyinya; Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk pemeluknya. “Hal yang kita sayangkan, banyak tokoh tertentu sekarang yang melupakan itu. Banyak pernyataan yang didominasi oleh pikiran kotor bahwa Ustadz jangan ikut berpolitik, bahkan ada ejekan mau berpolitik atau mau jadi ustadz? Padahal, lanjut Romo, sejak zaman Nabi Muhammad SAW pun mengajarkan bagaimana berpolitik secara Ilmu Fiqihnya,” terang Romo.

Romo Syafii juga mengungkapkan, dirinya bertahan di sini menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra untuk mempertahankan kekuatan Islam yang paling nyata, yakni dengan berjuang menyusun UU No 5 Tahun 2018 tentang pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Pada diskusi itu, tokoh Islam Mandailing Natal Ustadz Ahmad Hambali, Al Hafiz mempertanyakan, apa sebenarnya tujuan Partai Gerindra pada Pilpres 2019 lalu? “Ketika Prabowo kalah, kok malah masuk pemerintahan? Ini masih belum masuk di akal saya. Apalagi di era pemerintahan periode sekarang, banyak organisasi Muslim besar dilarang. Ketika ulama besar ditangkap, di manakah Gerindra dan Prabowo Subianto?” ujarnya.

Pernyataan itu didukung juga oleh para tokoh Islam Mandailing Natal lainnya yang hadir. Mereka mengungkapkan kekecewaan dan kritik terhadap Prabowo Subianto kepada Romo Syafii.

Menyikapi kritik itu, Romo Syafii menjelaskan, paska-kekalahan Pilpres 2019, para pendukungnya banyak yang tidak terima dan banyak yang turun ke jalan untuk berdemo. “Bahkan sampai ada yang wafat dan luka-luka. Apabila ini terus dibiarkan, kemungkinan besar akan terjadi perang saudara dan yang jadi korban terbesarnya rakyat Indonesia,” terang Romo.

Diakuinya, bergabung ke pemerintahan dan menjadi Menteri Pertahanan, tentu sangat disayangkan oleh semua pendukungnya, termasuk Romo Syafii sebagai Anggota DPR RI Fraksi Gerindra. Waktu itu Romo juga mengaku tidak bisa membayangkan bagaimana suasana batin Prabowo Subianto, caci maki semua pendukungnya terus datang kepadanya. “Kalau itu saya, saya belum tentu bisa menerima. Tapi Prabowo benar benar berbeda. Dengan tersenyum dan penuh ksatria, dia menerima untuk gabung ke pemerintahan,” sebutnya.

Romo juga mengungkapkan, dalam satu kesempatan Prabowo Subianto pernah bercerita, ia mengaku bergabung ke kubu Jokowi karena terinspirasi tokoh-tokoh besar sejarah. Salah satunya adalah bergabungnya Hideyoshi Toyotomi dan Leyasu Tokugawa di era Sengoku, Jepang.

Dijelaskan Romo, ada dua panglima Jepang yang sangat kuat, yakni Hideyoshi Toyotomi dan Tokugawa Leyasu. Kedua-duanya hebat dan kuat. Suatu saat, mereka hampir perang. Mau berhadapan. “Prabowo bercerita, Hideyoshi berkata kepada Leyasu; ‘Kalaupun saya menang, anak buah saya banyak yang akan mati. Kalau kau menang, anak buahmu juga banyak mati dan luka. Artinya, besok malam orang tua Jepang, banyak ibu dan bapak Jepang kehilangan anaknya. Akan nangis. Saya tahu anda cinta Jepang, saya juga begitu. Kita mau mempersatukan Jepang dan ingin membikin Jepang kuat. Untuk apa kita perang?”. Lalu si Leyasu bilang; “’Setelah saya berpikir anda benar. Untuk apa kita perang? Lebih baik kita bersatu”. Itu pelajaran besar yang bisa kita resapi. Kalau kita lihat Jepang sekarang, berhasil tumbuh menjadi Negara hebat karena didahului juga oleh para pemimpin yang mau berkorban untuk kepentingan rakyat,” beber Romo.

Menurut Romo, Prabowo sadar dirinya akan dihina, akan dicaci maki, difitnah, dicurigai. “Tapi Bismillah, Prabowo siap menerima itu semua dari pada rakyat yang akan menjadi korbannya nanti. Prabowo rela untuk mendapatkan itu semua, demi kesatuan bangsa Indonesia. Pada data Kemenhan, Prabowo juga membentuk Komcad (Komponen Cadangan) yang banyak dia rekrut dari Pondok Pesantren, dilatih oleh Negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Romo, ketika Prabowo baru dilantik menjadi Menhan, PT PAL memiliki utang Rp3 Triliun, dan mereka tidak bisa bekerja karena tidak ada modal. Maka Prabowo pasang badan, mendatangi Bank Mandiri agar utang PT PAL ditangguhkan dulu, sehingga Bank Mandiri memberi modal kerja Rp1 triliun dan Bank BRI Rp500 miliar. “Sekarang setelah dua tahun order yang diterima PT PAL mencapai Rp33 triliun. Termasuk total yang dipesan oleh UEA sebesar 410 Juta USD,” terangnya lagi.

Mengenai Pembelaan Prabowo terhadap uama, kata Romo, Prabowo rutin membantu para ulama dan pesantren. “Pembelaan terhadap ulama, mohon dicek ke pihak terkait, siapa yang menjaminkan dirinya untuk pembebasan ulama dan memantau proses peradilannya. Itu semua atas arahan dari Prabowo Subianto dan lagi-lagi dia memang tidak suka untuk diberitakan,” tegas Romo.

“Seperti kita ketahui, ketika kasus penembakan laskar FPI dan pihak keluarga tidak bisa menjemput jenazahnya, saat itu ada dua kader Gerindra yang mengurus yaitu Fadli Zon dan Romo Syafii, mengawal sampai pihak keluarga bisa menjemput jenazahnya,” lanjut Romo.

Pada akhir pertemuan Romo Syafii dan tim membagikan dua buku karya Prabowo Subianto yaitu Paradoks Indonesia dan Kepemimpinan Militer. Para tokoh Islam di Mandailing Natal menerima dengan baik penjelasan dan buku yang Romo Syafii bagikan diantaranya ada Ustadz H Zulkarnaen, Ustadz Ahmad Buchori, Ustadz Suaib, Ustadz Kariyunus, Ustadz Nanang Arianto SAg MA, Ustadz Dede H Said, Alhafiz Edi Saputra, Hafidz Ahmad Hambali, Ustadz Hendri Nasution, Ustadz Muslihuddin, Ustadz Zulkifli Sihombing, Ustadz Nahar Jolis, Ustadz H. Abdul Halim Pulungan dan Aswan SH.

Dalam keterangannya H Binsar Nasution berterima kasih kepada Romo Syafii yang sudah bersilaturahmi dan menjawab semua pertanyaan tokoh Islam di Mandailing Natal ini dengan sangat jelas. “Semua penjelasan Romo Syafii tadi, mampu menjawab kegundahan kita selama ini. Awalnya kami meragukan dan menyayangkan sikap Prabowo Subianto gabung di Pemerintahan Jokowi, tapi tadi Romo menjelaskan dengan luar biasa dan bisa menjadi bahan pertimbangan utama kami pada pilpres 2024 nanti,” pungkasnya. (adz)

Wujudkan Medan Terang 2023, Masih Perlu 124.038 Titik LPJU

Para pekerja kota sedang memasang lampu kota medan di jalan Imam Bonjol Medan, jumat (13/1/2023).  Pengerjaan ini dilakukan untuk memodernisasi lampu yang berada di kota Medan agar terlihat lebih enak dilihat.Refinaldi Setiawan / Sumut Pos .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman mengatakan, Pemko Medan tengah berfokus dalam mewujudkan program ‘Medan Terang’ pada 2023 ini. Berbagai upaya pun sudah dilakukan Pemko Medan, dengan harapan layanan penerangan jalan umum dapat mencakupi 100 persen di wilayah administratif Kota Medan.

Hal itu disampaikan Wiriya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Dokumen Studi Kelayakan Proyek Revitalisasi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Jenis LED dan Smart Roadway System Monitoring di Balai Kota Medan, Kamis (9/3) sore.

Dalam FGD yang dihadiri Astu Gagono Kendarto dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Anton Tarigan (Kementerian Keuangan), dan Flonetta Adriana (PT Penjamin Infrastruktur Indonesia) itu, Wiriya menjelaskan, saat ini cakupan layanan penerangan jalan umum di Kota Medan yang memiliki luas sekitar 28.199 hektare, sudah mencapai 76 persen.

Dari total keseluruhan cakupan tersebut, sambung Wiriya, telah terbangun dan beroperasi sebanyak 94.312 titik LPJU, dengan rincian 20.963 titik di antaranya menggunakan jenis LED.

Guna mewujudkan Medan Terang 100 persen, dibutuhkan sekitar 124.038 titik LPJU lagi. Untuk memenuhi hal itu, Pemko Medan akan menjajakinya dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Melalui skema KPBU ini, kami berharap LPJU terpasang di seluruh wilayah administrasi Kota Medan. Apalagi saat ini ada sekitar 125.000 titik LPJU yang belum LED, sehingga rekening listrik yang dibayarkan cukup tinggi. Pak Wali Kota setuju, tapi sesuai arahan beliau, agar proyek revitalisasi LPJU yang dilakukan nanti tidak menggunakan APBD Kota Medan,” ungkap Wiriya.

Wiriya pun berharap, diskusi tersebut dapat melakukan analisis terhadap aspek teknis, regulasi, keuangan, lingkungan, risiko, bentuk rekomendasi KPBU, dan tindak lanjut dari proyek KPBU Alat Penerangan Jalan Kota Medan agar dapat berjalan.

“Sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mewujudkan Medan yang berkah, maju, dan kondusif,” tuturnya.

Sementara itu, Rudianto dari PT Cakra Buana Proteksindo, selaku pemrakarsa, menyampaikan pembahasan Kajian Feasibility Study Proyek KPBU Unsolicited Alat Penerangan Jalan Kota Medan.

“Ruang lingkup proyek yang akan dilakukan mencakup pembangunan, pengoperasian, dan perawatan,” jelasnya.

Rudianto juga mengatakan, pembangunan yang dilakukan akan meliputi 122.388 titik alat penerangan jalan (APJ) listrik lengkap dan baru (123.438 lampu); 1.650 titik APJ tenaga surya lengkap dan baru (3.300 lampu); 42 titik CCTV, speaker, dan free WiFi. Selanjutnya, smart system untuk APJ listrik PLN, APJ tenaga surya, dan CCTV dalam command centre (termasuk ruang server), serta pembongkaran 95.000 APJ eksisting. (map/saz)

Pupuk Subsidi Langka di Sumut, Edy: Karena Perang Rusia-Ukraina

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk saat ini, petani di Sumatera Utara (Sumut) mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Kondisi ini menyebabkan dampak bagi hasil pertanian, dan dapat memicu dengan naiknya harga kebutuhan pokok.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pun menjelaskan, langkanya pupuk bersubsidi itu, disebabkan adanya perang Rusia dengan Ukraina.

“Rusia dan Ukraina, cerita panjang pula ini. Persoalannya Rusia punya gas paling besar,” ungkap Edy, Jumat (10/3).

Edy juga menjelaskan, bahan pembuat pupuk, satu di antaranya adalah gas.

“Pupuk ini, satu bahan pembuatannya adalah gas itu,” bebernya.

Dia pun mengatakan, perang antara Rusia dan Ukraina, sangat mempengaruhi harga pupuk di Tanah Air.

“Semakin lama mereka perang, bakal semakin susah untuk menghasilkan pupuk. Dan karena itu pula, harganya (pupuk) jadi naik tinggi,” jelas Edy.

Pasokan pupuk bersubsidi yang kini langka, akan dapat mempengaruhi hasil pertanian. Selain itu, akan berimbas dengan pasokan hingga menganggu kestabilan harga pangan. (gus/saz)

Tarik Minat Majelis Taklim dan Warga Langkat, Usbat Ganjar Gelar Pelatihan Salat Istikharah

Pelatihan salat istikharah yang digelar Usbat Ganjar di wilayah Kelurahan Brandan Barat, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Jumat (10/3).(ist)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ustaz Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatera Utara menggelar agenda positif istigasah, dzikir, dan pelatihan salat istikharah di wilayah Kelurahan Brandan Barat, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Jumat (10/3).

Momen ini menarik minat masyarakat maupun jemaah majelis taklim setempat untuk lebih memahami mengenai ibadah tersebut.

Pelatihan dimulai dengan penjelasan tentang pengertian dan makna salat istikharah, waktu terbaik melaksanakan, hingga tata cara salat melalui praktik langsung.

“Jadi, sesuai dengan program yang kami buat bahwa di sini akan dilaksanakan salat istikharah. Karena salat sunah ini sebenarnya jarang dilakukan,” ujar Ahmad Dairobi mewakili Koordinator Wilayah Usbat Ganjar Sumut.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menguatkan pemahaman masyarakat khususnya ibu-ibu majelis taklim agar melaksanakan ibadah sunnah tersebut sesuai syariat.

Dairobi berharap adanya pelatihan salat istikharah ini bisa diamalkan oleh masyarakat dan majelis taklim setempat sehingga bisa meraih ketenangan, memantapkan hati untuk memilih salah satu dari dua pilihan melalui pertolongan-Nya.

“Harapan kami dari Usbat Ganjar Sumut bagaimana agar supaya masyarakat yang ada di tempat ini lebih mengutamakan dan mementingkan kepada tuhannya, jangan kepada selain Allah SWT,” kata Dairobi.

Selain itu, mereka turut mendoakan agar Bangsa Indonesia selalu menjunjung persatuan, terhindar dari perpecahan, sehingga menciptakan negeri yang aman, dan damai.

Sri Dewi (32) selaku Ketua Majelis Taklim Babul Ilmi Kelurahan Brandan Barat mengapresiasi langkah Usbat Ganjar dalam mengedukasi masyarakat dan jemaah majelis taklim.

“Menurut saya pelatihan-pelatihan sepeti ini sudah sangat jarang ya jadi untuk anak-anak remaja masjid juga atau untuk anggota-anggota majelis taklim juga bisa menambah pengetahuan,” kata Sri Dewi.

Sekadar informasi, dalam menjalankan komitmennya mengembangkan peran majelis taklim dan mendukung kegiatan masyarakat, Usbat Ganjar Sumut memberikan stimulus berupa karpet, dan pengeras suara pada kesempatan tersebut. (rel/tri)

Gelar Road Show di Medan, Dior Sister Ramaikan Jagad Musik Tanah Air

BERSAMA: Pimpinan FR Production Ferri Rizki, diabadikan bersama Dior Sister, Amikus Simanjuntak, dan Lian Antoni usai jumpa pers.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Trio pendatang baru, Dior Sister, meramaikan jagad musik di Indonesia. Hadir pada awal 2023, trio ini sudah mendapat tempat di hati masyarakat. Guna lebih dekat dengan penggemarnya, Dior Sister yang digawangi 3 wanita cantik ini, menggelar roadshow di 10 kota, dan Kota Medan menjadi kota roadshow pertama mereka.

Dior Sister mengawali road show di Kota Medan, karena ketiga penyanyi ini memiliki darah Batak, meskipun telah menetap lama di Jakarta. Ketiganya pun ingin menjadikan Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan, sebagai daerah pertama yang menikmati karya-karya musik mereka.

Pimpinan FR Production, Ferri Rizki, yang juga Produser Dior Sister ini, mengungkapkan, dari 10 kota road show, Sumut merupakan daerah yang memiliki jadwal road show paling banyak di antara kota-kota lainnya.

Tak hanya roadshow di Kota Medan, Dior Sister juga akan roadshow ke Balige, Danau Toba, dan Siborong-Borong.

“Menemukan mereka adalah keberkahan bagi kami. Suara mereka bagus, unik, dan saya yakin Dior Sister kelak sampai di puncak kesuksesan,” ungkap Ferri.

Pada kesempatan ini, Ferri memperkenalkan Dior Sister, yang terdiri dari Ulina Pandiangan, Indah Marianti Sitorus, dan Yolanda Stevani Sianturi. Trio ini diiringi keyboardis Amikus Simanjuntak, dan didukung Lian Antoni sebagai soundman.

Ferri mengaku, Dior Sister tak sengaja ditemukannya di sebuah acara di Jakarta. Kebetulan dalam acara itu, mereka bernyanyi.

“Suaranya luar biasa, dan saat itu saya langsung berpikir, suatu saat mereka pasti terkenal,” katanya.

Tanpa menunggu lama, Ferri kemudian mengajak mereka untuk membentuk Dior Sister, sekaligus membentuk FR Production, sebagai wadah mereka. Bukan hanya itu, dalam waktu sebulan, Dior Sistet pun meluncurkan 2 lagu untuk mengawali karya mereka.

“Lagu yang berjudul Na So Ho Do Namanaon, menjadi lagu pertama yang kami produksi untuk Dior Sister. Kemudian yang kedua, berjudul Marsilului Dalan Na. Dan istimewanya, lagu pertama baru 2 minggu lalu diluncurkan, dan yang menonton sudah 31 ribu viewers di Youtube,” tutunya, seraya menyebutkan, untuk lagu kedua, baru 4 hari di-upload, yang menonton sudah 4.000 viewers.

Adapun jadwal roadshow 10 kota Dior Sister ini, selain Kota Medan dan beberapa daerah di Sumut, juga akan menyambangi Batam, Jambi, Riau, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan, hingga ke Bali. Bahkan diungkapkan Ferri, setidaknya sudah ada 8 lagu yang siap untuk dipersembahkan bagi pecinta musik di Tanah Air.

“Jumlah keseluruhan lagu ada 12 lagu, dan 8 lagu telah siap. Nanti kami juga akan mengambil lokasi Danau Toba dan Bali sebagai pembuatan video klipnya,” beber Ferri.

Personel Dior Sister, pun mengaku sangat senang dengan terbentuknya trio ini. Meski sebagai penyanyi mereka telah lama mengenyam profesi tersebut, namun dengan bergabung dalam nama Dior Sister, menjadikan vokal yang mereka miliki jadi satu kesatuan yang utuh.

“Meskipun mengawali 2 lagu dengan berbahasa Batak, tapi dari 12 lagu itu, tidak seluruhnya berbahasa Batak. Ada juga lagu pop nasional yang menggunakan bahasa Indonesia,” ujar Yolanda.

Diaminkan Indah, bahkan katanya, mereka akan menjajal semua genre musik dalam karya-karya mereka.

“Lagu sedih, gembira, dari pop, dangdut, hingga remix, semua kami persembahkan untuk pecinta musik di Indonesia,” katanya.

Mereka berharap, agar lagu-lagu mereka dapat diterima dengan baik di masyarakat. Terkhusus masyarakat Kota Medan dan seluruh daerah Sumut. (sih/saz)

Polda Berhasil Tangkap Perampok Bersenpi

TUNJUKKAN: Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat menunjukkan barang bukti pada paparan kasus perampokan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Gabungan Sub-Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Subdit Jahtanras Ditreskrimum Polda) Sumut, bersama Satreskrim Polres Simalungun, berhasil menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang juga merupakan seorang residivis.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari peristiwa terjadinya tindak pidana curas pada 2 Maret 2023 lalu. Modus operandi yang dilakukan tersangka berinisial BP alias Bondet ini, membonceng tersangka F dengan sepeda motor tanpa pelat nomor polisi, menuju gudang sawit milik korban n

yang terletak di Huta 6, Gudang Sawit Petani Nag Huta Parig, Kecamatan Ujungpadang, Kabupaten Simalungun.

Selanjutnya pelaku BP dengan memakai masker, langsung menodongkan senjata api rakitan ke arah korban dan juga ke arah kasir di gudang milik korban, dan berhasil membawa kabur uang milik korban yang berada di dalam laci meja kasir.

“Kedua pelaku masuk ke dalam gudang sawit milik korban, menggunakan masker dan sweater hoodie. Tersangka langsung menodongkan senjata ke korban atas nama Ratmanto dan saksi atas nama Yuni, yang merupakan seorang kasir. Di bawah ancaman, saksi langsung memberikan bungkusan berisikan uang sejumlah Rp18,2 juta,” ungkap Hadi, Kamis (9/3) sore.

Selanjutnya, tersangka juga menodongkan senjata ke arah korban yang pada saat itu menggunakan tas bahu, yang kemudian dipaksa ambil oleh pelaku, dan korban sontak meneriaki ‘perampok’. Lalu tersangka kabur dengan melepaskan tembakan senjata api ke atas sebanyak satu kali, yang mengakibatkan masyarakat tidak berani untuk mendekat.

“Pelaku merupakan seorang residivis dan memang spesialis perampokan serta curanmor yang sudah divonis. Dan tersangka F, residivis tindak pidana pencurian di Asahan, yang sudah divonis 3 tahun,” beber Hadi.

Sementara itu, Kasubdit Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Wahyu mejelaskan, kedua pelaku ditangkap di 2 lokasi berbeda.

“Kami amankan pelaku pertama di Asahan. Dan yang satu lagi, pelaku inisial BP, diamankan di Riau. Kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa senjata api rakitan jenis revolver dari tangan pelaku BP,” pungkasnya. (dwi/saz)

Tiga Gapura Batas Kota Belum Selesai Juga, Kontraktor Harus Dievaluasi

ROBOHKAN: Dua buah alat berat tampak sedang merubohkan gapura batas kota di Jalan Gatot Subroto (Kampung Lalang).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan 3 gapura batas Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2022 yang hingga kini belum juga rampung, menuai perhatian serius dari Komisi 4 DPRD Medan.

Pasalnya walaupun masa pengerjaannya telah diperpanjang selama lebih dari 50 hari pada 2023 ini, namun pengerjaan gapura di kawasan Kampunglalang, Amplas, dan Tuntungan yang menelan anggaran mencapai Rp9,4 miliar itu, tak kunjung selesai.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Medan, Rudiawan Sitorus mengaku, sangat menyayangkan proses pengerjaan 3 gapura yang tidak tepat waktu. Padahal, gapura ini diharapkan dapat menjadi ‘wajah baru’ bagi penataan Kota Medan yang lebih baik.

“Tentu sangat disayangkan, pengerjaan gapura batas kota itu tidak selesai sesuai jadwal yang ditentukan. Sayangnya lagi, dari 3 gapura yang dibangun, tidak ada satu pun yang betul-betul sudah selesai,” ungkap Rudiawan, Jumat (10/3).

Menurut politisi PKS ini, keadaan tersebut harus jadi perhatian serius bagi Pemko Medan, khususnya Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang atau Dinas n Perkim Kota Medan, agar dapat mengevaluasi para kontraktor yang saat ini tengah mengerjakan gapura tersebut.

“Keterlambatan ini bentuk ketidakprofesionalan kontraktor. Tidak hanya memberikan sanksi berupa denda, Dinas Perkim juga harus mengevaluasi kinerja kontraktor tersebut,” imbaunya.

Dia juga mengatakan, kontraktor harus menyelesaikan pekerjaannya sesegera mungkin, tentunya dengan hasil pekerjaan yang diharapkan.

“Bila tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu dan hasilnya juga tidak sesuai dengan harapan, maka tentu harus ada evaluasi. Itu wajib (dievaluasi) menurut saya,” kata Rudiawan.

Belajar dari hal ini, lanjut Rudiawan, Dinas Perkim Kota Medan harus lebih selektif dalam memilih kontraktor untuk mengerjakan proyek-proyek yang ada di dinasnya. Mengingat, Wali Kota Medan Bobby Nasution menginginkan percepatan pembangunan, khususnya di sektor pembangunan fisik ataupun infrastruktur.

“Kami minta juga kepada Dinas Perkim agar lebih selektif memilih rekanan kerja. Gunakan rekanan yang profesional dalam menyelesaikan tugas-tugasnya,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkim Kota Medan Endar Sutan Lubis, membenarkan keterlembatan pekerjaan 3 gapura batas kota tersebut.

“Iya, 3 gapura batas kota itu memang belum rampung dikerjakan pihak kontraktor. Tahun ini sudah lewat 50 hari, tapi belum selesai juga. Ya itulah, manusia berencana, tapi Tuhan juga yang menentukan. Kalau dari amatan kami, banyak terkendala masalah cuaca,” tuturnya, baru-baru ini.

Alhasil, Pemko Medan kembali memberi waktu kepada pihak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan 3 gapura itu. Berdasarkan aturan, perpanjangan dapat diberikan 20 hari sampai 40 hari, usai habis masa waktu perpanjangan pertama (50 hari).

“Saat ini masih diperpanjang. Sesuai aturan, dapat diperpanjang sampai 40 hari di tahun ini (2023), atau paling lama akhir Maret nanti. Harapannya, bisa selesai lebih cepat dari itu,” kata Endar.

Meski demikian, sambung Endar, Pemko Medan tetap memberikan sanksi denda atau penalti terhadap keterlambatan pekerjaan 3 gapura itu.

“Sanksi denda 1 per mil per hari tetap diberikan, tidak bisa tidak. Karena aturannya sudah jelas. Jadi selain harus menyelesaikan pekerjaannya, mereka juga harus membayar denda, dan itu sudah mereka ketahui sejak awal,” bebernya.

Mengenai pembayaran sisa anggaran proyek yang belum tuntas, dia menjelaskan, akan diajukan kembali di P-APBD TA 2023. Sebab, anggaran 2022 sudah tutup buku.

“Kami yakin bulan ini bisa selesai 3 gapura itu. Karena kami lihat, memang sudah mau selesai, tinggal finishing saja,” pungkas Endar. (map/saz)

Karya-karya pada HUT ke-19 PFI Medan Bakal Jadi Sejarah Baru untuk Gen Z

Wakil Walikota Medan Aulia Rachman bersama penerima Anugerah Pewarta Foto 2023 acara HUT PFI Medan ke 19 tahun di Jalan Laksana Setia Budi kota Medan, Jumat (10/3/2023).( Refinaldi Setiawan/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan menggelar sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di Rooster Coffee House, Jumat (10/3).

Adapun acara yang digelar selama 2 hari di 2 lokasi tersebut, yakni pemotongan tumpeng, pemutaran video sejarah PFI Kota Medan, pemutaran video testimoni, slide foto anggota PFI Kota Medan, dan pameran foto. Selain itu, juga digelar pemberian Anugerah Pewarta Foto 2023 kepada para senior PFI Kota Medan atas dedikasi dan loyalitas mereka karena telah mengabdi dalam dunia pewarta foto. Juga digelar doa bersama untuk almarhumah Nur Apriliana br Sitorus, alias Nona (anggota muda di PFI Kota Medan), serta hiburan live music.

Pada hari kedua, yakni hari ini, Sabtu (11/3) akan diagendakan hunting fotografi, diskusi fotografi, dan penyerahan donasi buku yang digelar di Kampung Matfa, Bukuhtelang, Kecacamatan Padangtualang, Kabupaten Langkat.

Di acara tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, yang sekaligus membuka acara HUT ke-19 PFI Kota Medan. Dalam sambutannya, Aulia merasa bangga dengan hadirnya para pewarta foto yang telah mengabadikan momen secara visual selama ini.

“Saya merasa bangga dengan kawan-kawan yang berbasis fotografi. Ada harapan yang saya ingin sampaikan kepada kawan-kawan, untuk ditanamkan dalam diri kita, karena sejarah ada di tangan kawan-kawan jurnalis foto. Yakinilah itu. Sejarah di tangan kalian semua,” ungkap Aulia.

Aulia juga berharap kepada para anggota PFI Kota Medan, lewat visual yang diabadikan setiap karya para pewarta foto, dapat menekan laju dalam pemusnahan peradaban.

“Harapan saya, dengan gambar yang kalian ciptakan ini, bisa menekan laju pemusnahan peradaban yang terjadi sangat kencang saat ini. Laju yang sangat kencang ini, bisa diganjal dengan gambar-gambar yang kita ciptakan. Agar generasi-generasi mendatang bisa melihat hancurnya bangsa ini karena SDM tidak pernah dibangun, sehingga menjadi negara yang konsumtif bukan produktif,” jelasnya.

Dia menilai, hal ini akan jadi sejarah baru, khususnya di Kota Medan, sehingga bisa menciptakan generasi-generasi yang jauh lebih baik ke depannya.

“Kita paham, kecil-kecil kita sudah buat sebuah pergerakan untuk sebuah pembaruan generasi ke depan, terkhusus generasi Z,” kata Aulia.

Sementara itu, Ketua PFI Kota Medan, Rahmad Suryadi berpesan, ke depannya para anggota diharapkan dapat mengembangkan kemampuan.

“Dari perkembangan zaman di era digital ini, kita harus membenahi diri, dan berinovasi, untuk menjawab tantangan. Agar kita tidak tergerus, dan organisasi ini tetap menciptakan para jurnalis dan pewarta foto andal, profesional, dan berhati nurani, juga bermartabat,” pungkasnya. (tri/saz)