Home Blog Page 1753

RKPD 2023 di Zona Kepulauan Nias, Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Pangan

BERSAMA: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi bersama para pemuda pada Pra usrenbang Zona Kepulauan Nias, Rabu (8/3).

NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024 di Zona Kepulauan Nias. Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi fokus dengan pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan. Hal ini, tidak lepas dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pra Musrenbang Zona Kepulauan Nias, Rabu (8/3) kemarin, di Aula Tafaeri Kantor Bupati Nias Utara, Jalan Gowezalawa, Desa Fadoro Fulolo, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara. Lanjut, Gubernur Edy mengatakan kedua faktor tersebut, merupakan sektor yang sangat penting dalam pembangunan Kepulauan Nias saat ini. “Infrastruktur dulu kita penuhi, jadi logistik mobilisasi masyarakat lebih mudah, sehingga perekonomian bisa terdorong,” ucap Gubernur Edy dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3).

Gubernur Edy mengatakan membuka Infrastruktur terutama jalan dan akan memperlancar logistik dan mobilisasi masyarakat, sedangkan ketahanan pangan akan membuat Nias lebih cepat berkembang.

“Kemudian ketahanan pangan. Nias harus mandiri pangan, karena letaknya yang terpisah dengan pulau Sumatera dan jauh dari daerah penghasil pangan yang membuat harganya bisa mahal,” ucap mantan Pangkostrad itu.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sendiri menyiapkan anggaran sekitar Rp200 Miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan di Nias. Walau begitu, Edy Rahmayadi juga meminta kepala daerah di Kepulauan Nias juga memperhatikan jalan kabupaten dan desa.

“Jalan di Nias banyak yang rusak, oleh karena itu Pemprov mengalokasikan Rp200 miliar untuk jalan di sini, agar lebih baik, Desa, Kabupaten juga perbaiki jalan kalian, kalau tidak cukup dananya tahun ini di cicil, tahun ini 1 Km, tahun depan 2 Km,” kata Edy Rahmayadi.

Sedangkan untuk pertanian, Edy Rahmayadi meminta OPD terkait benar-benar mengkaji apa yang cocok untuk Nias. “Kaji betul, tadi saya lepas ekspor kelapa, cari lagi apa yang baik dibudidayakan di sini,” kata Edy Rahmayadi.

Selain itu, Edy Rahmayadi juga berencana akan meletakkan satu unit bus Bakti Kesehatan Bermartabat (BKB) di Kepulauan Nias. Bus tersebut akan melayani masyarakat Kepulauan Nias yang membutuhkan.

“Saya mau ada di Nias ini satu (Bus BKB), ini kebutuhan dasar, Bus itu akan memutari Nias, saya melihat di sini perlu perhatian kesehatan,” jelas Gubernur Edy.

Mantan Ketua Umum PSSI itu, menjelaskan menyenangkan dan menyejahterakan rakyat merupakan amanah yang harus dijalankannya.

“Dia (rakyat) senyum, senang rakyat ini, baru kita pikirkan tahap selanjutnya pembangunan ini, mana yang spesifik harus kita atur, sehingga pertumbuhan ekonomi, rakyat ini amanah dan tanggung jawab saya,” sebut Gubernur Edy.

Sementara itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu mengatakan, kepedulian Gubernur Edy Rahmayadi pada Kepulauan Nias luar biasa. Kepeduliannya tidak hanya sebatas seremonial saja. Sebab Pemprov Sumut mengalokasikan sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan jalan di Kepulauan Nias.

Bupati juga berharap, ke depan, program-program Pemprov Sumut yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terus berlangsung di Nias. Juga berharap Nias menjadi prioritas pembangunan di RKPD 2024, karena tergolong daerah tertinggal berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 63 Tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024.

“Kami harap Kepulauan Nias menjadi Prioritas di RKPD 2024 Pemprov Sumut dan juga program-program dari Pemprov bisa menyentuh langsung masyarakat kami di sini,” kata Amizaro Waruwu.

Hadir pada Pra Musrenbang ini Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara Doddy Zulverdi, Bupati Nias Ya’atulo Gulo dan Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli. Hadir juga unsur Forkopimda, OPD se-Kepulauan Nias dan OPD terkait Pemprov Sumut.(gus)

74 Ton Kelapa Asal Nias Utara Diekspor ke Tiongkok

LEPAS: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat melepas hasil pertanian dari Nias Utara untuk dieskpor ke Kota Hainan, Tiongkok melalui Pelabuhan Angin, Kota Gunungsitoli, Rabu (8/3).

NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO – Komoditi asal Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara berupa 74 ton kelapa tembus pasar internasional. Dengan melakukan ekspor ke Kota Hainan, Tiongkok. Pengiriman kelapa tersebut, dilepas melalui Pelabuhan Angin, Kota Gunungsitoli, Rabu (8/3) kemarin.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku bangga hasil pertanian di Kabupaten Nias Utara mampu bersaing di pasar global. Hal ini, tidak lepas memberikan kontribusi dalam peningkatan ekonomi bagi masyarakat atau petani sendiri.

“Tujuan kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita, saat ini kelapa segar, nanti ke depan kita harus bisa mengekspor bukan barang mentah lagi, kita ekspor kopra jadi masyarakat saya di sini mendapat pekerjaan,” sebut Gubernur Edy dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3).

Kelapa segar yang diekspor ke Tiongkok merupakan hasil dari BUMDes Nias Utara binaan Desa Sejahtera Astra (DSA) di Nias Utara. Setelah ekspor perdana ini, Nias Utara akan menyediakan sekitar 8 juta butir kelapa segar untuk di ekspor ke Tiongkok.

“Selamat kepada Nias Utara, terima kasih Pak Bupati, PT Astra dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang membina desa-desa di sini, mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih menggali potensi lain dari Nias,” ucap Mantan Pangkostrad itu Edy.

Selain itu, Gubsu Edy juga memberikan perhatian khusus kepada Pulau Nias soal infrastruktur jalan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengalokasikan anggaran Rp200 Miliar untuk membenahi infrastruktur jalan di pulau Nias.

“Rp200 Miliar kita siapkan untuk pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Nias dan tahun ini harus selesai karena ini sangat penting untuk menunjang perkembangan Nias, logistik, dan memakmurkan rakyat di sini,” jelas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Gurbernur Edy berharap potensi-potensi di Pulau Nias terus digali, apalagi Nias terpisah lautan dari Pulau Sumatera. Kondisi geografis ini, menurut Edy Rahmayadi, membuat Nias harus bisa mandiri pangan agar bisa berkembang lebih cepat.

“Kondisi geografis Nias terpisah dengan Sumatera, karena itu Nias harus bisa mandiri secara pangan, kalau tidak untuk mengimpor bahan pangan ke Nias, costnya sangat mahal,” pungkas mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.(gus)

Pembangunan Gapura Batas Kota Tak Kunjung Selesai, Komisi IV Minta Pemko Evaluasi Kontraktor

GAPURA: Pembangunan salah satu gapura batas kota

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan tiga Gapura Batas Kota Medan tahun anggaran 2022 yang hingga kini belum juga selesai dikerjakan, menuai perhatian serius dari Komisi IV DPRD Medan.

 Pasalnya mesti pengerjaannya telah diperpanjang selama lebih dari 50 hari di tahun anggaran 2023 ini, namun pengerjaan Gapura Batas Kota di kawasan Kampunglalang, Amplas, dan Tuntungan yang menelan anggaran hingga Rp9,4 miliar itu tak juga rampung.

 Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan, Rudiawan Sitorus, mengaku sangat menyayangkan proses pengerjaan tiga Gapura Batas Kota Medan yang tidak tepat waktu. Padahal, Gapura Batas Kota diharapkan dapat menjadi ‘wajah’ baru bagi penataan Kota Medan yang lebih baik.

 “Tentu sangat kita sayangkan pengerjaan Gapura Batas Kota yang tidak selesai sesuai jadwal yang ditentukan. Sayangnya lagi, dari tiga gapura yang dibangun, tidak ada satu pun yang betul-betul sudah selesai,” ucap Rudiawan kepada Sumut Pos, Jumat (10/3/2023).

 Oleh sebab itu, kata politisi PKS ini, keadaan ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemko Medan, khususnya bagi Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang atau Dinas Perkim Kota Medan agar dapat mengevaluasi para kontraktor yang saat ini tengah mengerjakan Gapura Batas Kota tersebut.

 “Keterlambatan ini bentuk ketidakprofesionalan kontraktor. Tidak hanya memberikan sanksi berupa denda, Dinas Perkim juga harus mengevaluasi kinerja kontraktor tersebut,” ujarnya.

 Rudiawan mengatakan, kontraktor harus menyelesaikan pekerjaannya sesegera mungkin, tentunya dengan hasil pekerjaan yang diharapkan. “Bila tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu dan hasilnya juga tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka tentu harus ada evaluasi. Saya fikir itu wajib,” katanya.

 Belajar dari hal ini, lanjut Rudiawan, Dinas Perkim harus lebih selektif dalam memilih kontraktor untuk mengerjakan proyek-proyek yang ada di dinasnya. Mengingat, Wali Kota Medan Bobby Nasution menginginkan percepatan pembangunan, khususnya di sektor pembangunan fisik ataupun infrastruktur.

 “Kita minta juga kepada Dinas Perkim agar lebih selektif memilih rekanan kerja, gunakan lah rekanan yang profesional dalam menyelesaikan tugas-tugasnya,” pungkasnya.

 Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis membenarkan keterlembatan pekerjaan tiga Gapura Batas Kota tersebut.

 “Iya, tiga gapura batas kota itu memang belum rampung dikerjakan pihak kontraktor. Tahun ini sudah lewat 50 hari, tapi belum selesai juga. Ya itulah, manusia berencana, tapi Tuhan juga yang menentukan. Kalau yang kita lihat, banyak terkendala masalah cuaca,” ucap Endar kepada Sumut Pos, Selasa (7/2/2023).

 Alhasil, kata Endar, Pemko Medan kembali memberi waktu kepada pihak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan tiga gapura batas kota tersebut. Berdasarkan aturan, perpanjangan dapat diberikan 20 hari sampai 40 hari selepas habis masa waktu perpanjangan pertama (50 hari).

 “Saat ini kita perpanjang, sesuai aturan dapat diperpanjang sampai 40 hari di tahun ini (2023) atau paling lama akhir bulan Maret ini. Harapan kita bisa selesai lebih cepat dari itu,” ujarnya.

 Meskipun demikian, sambung Endar, Pemko Medan tetap memberikan sanksi denda atau pinalti terhadap keterlambatan pekerjaan tiga gapura batas kota tersebut.

 “Sanksi denda 1 permil per hari tetap diberikan, tidak bisa tidak, kan aturannya sudah jelas. Jadi selain harus menyelesaikan pekerjaannya, mereka juga harus membayar denda, dan itu sudah mereka ketahui sejak awal,” katanya.

 Mengenai pembayaran sisa anggaran proyek yang belum tuntas, Endar mengatakan akan diajukan kembali di P-APBD TA 2023. Sebab, anggaran 2022 sudah tutup buku.

 “Kita yakin bulan ini juga selesai lah tiga gapura itu. Karena memang kita lihat sudah mau selesai kok, sudah tinggal finishing saja,” pungkasnya. (rel)

TGS Ganjar Sampaikan Pesan Inspiratif Kepada Masyarakat dan Majelis Taklim di Kabupaten Sergai

Pendukung Ganjar Pranowo menggelar zikir, selawat, dan bedah kitab Al-Hikam di Dusun IX, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin (9/3).(ist)

SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Masyarakat dan jemaah majelis taklim di Kabuoaten Serdang Bedagai berbondong-bondong datang ke kegiatan positif yang diinisiasi sukarelawan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumatera Utara, Kamis (9/3).

Pada kesempatan ini para pendukung Ganjar Pranowo menggelar zikir, selawat, dan bedah kitab Al-Hikam di Dusun IX, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin.

Koordinator Wilayah TGS Ganjar Sumut, Zulfi Andika mengatakan kegiatan ini didasari atas keinginan masyarakat untuk mengasah ilmu agama serta menjalin silaturahmi ukhuwah islamiah.

“Tujuannya untuk agar masyarakat ataupun melalui majelis taklim ini bisa lebih mengembangkan ilmu-ilmu keagamaan bagi generasi penerusnya,” kata Andika.

Mencari ilmu merupakan salah satu kewajiban seorang muslim. Beragam keutamaan yang dapat diraih bagi insan haus akan pengetahuan.

Andika menyebut seseorang perlu menanamkan sejumlah aspek penting untuk menghadapi beragam rintangan dan cobaan selama proses menuntut ilmu; seperti niat, kesabaran, kegigihan serta hati yang ikhlas.

Dia berpesan agar seluruh masyarakat lebih giat dan tak mengenal lelah dalam menuntut ilmu melalui kegiatan pengajian rutin majelis taklim.

“Kami sampaikan pesan kepada majelis taklim ini agar lebih mengembangkan wawasan tentang agama melalui pertemuan-pertemuan rutin yang memang dibiasakan ibu-ibu,” ungkap Andika.

Pada momen itu juga, TGS Ganjar Sumut menunjukkan komitmennya mendorong penguatan peran majelis taklim di masyarakat dengan memberikan stimulus pengeras suara, karpet, dan kitab-kitab keagamaan.

Hamida (51) Ketua Majelis Taklim Nurul Umi dari Desa Celawan merasakan manfaat dari kegiatan positif ala TGS Ganjar Sumut kali ini.

“Kalau menurut saya ini sangat bagus. Mudah-mudahan (kegiatan positif ini) bukan sekali saja tapi berkesinambungan,” kata Hamida. (rel/tri)

Andre Sitepu Mulai Merintis Bisnis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Liga 2 musim 2022/2023 yang terhenti sejak Oktober 2022 lalu sangat mempengaruhi ekonomi pemain. Hal itu juga mendorong pemain PSMS Medan, Andre Sitepu mulai terjun ke dunia bisnis.

Andre Sitepu merupakan bagian dari skuad PSMS musim 2022/2023. Pemain berusia 32 tahun itu merupakan bek kanan yang turut mengantar Ayam Kinantan berada di puncak klasemen Grup Barat dan dijagokan promosi ke Liga 1.

Namun akibat Tragedi Kanjuruhan, Liga 2 dihentikan. Ribuan pemain sepak bola Indonesia pun menangis karena pemasukan terhenti. Salah satunya adalah Andre Sitepu.

Andre Sitepu memutuskan kembali ke kampung halamannya setelah PSMS membubarkan tim. Di kampung halamannya, Kabanjahe, Andre mulai merintis bisnisnya.

“Setelah PSMS membubarkan tim, saya kembali ke Kabanjahe. Di sini tetap latihan dan menuangkan sedikit ilmu kepada adik-adik di SSB GIK Karo,” ujar Andre Sitepu ketika dihubungi Sumut Pos.

Andre merupakan bagian dari SSB Generasi Inspiratif Karo (GIK). “Kalau ada waktu luang, saya ikut memberikan latihan kepada pemain-pemain muda di SSB GIK. Selain itu, tetap juga melakukan latihan rutin,” ungkapnya.

Belakangan ini, Andre juga disibukkan dengan kegiatan di luar sepak bola. Pemain kelahiran 1 Agustus 1990 itu mulai merambah dunia bisnis. Dia mulai menekuni usaha apparel sejak sebulan belakangan ini.

“Sekitar sebulan belakangan ini, saya mulai merintis usaha apparel di Kabanjahe. Usaha saya bergerak memproduksi dan desain jersey, kaos, jaket, dan lainnya. Mudah-mudahan bisa berkembang dengan baik,” ungkapnya.

Keputusan Andre menekuni bisnis apparel ini muncul karena Liga 2 dihentikan. “Sebenarnya sudah dari kemarin-kemarin ingin buka usaha ini. Nah, kebetulan Liga 2 dihentikan, sehingga saya memiliki waktu untuk membuka usaha,” jelasnya.

Andre mengaku sudah mengetahui hasil sarasehen sepak bola nasional di Jawa Timur. Hasilnya Liga 2 bakal kembali bergulir pada November 2023 mendatang. Menurut Andre jadwal tersebut terlalu lama, karena Liga 2 berhenti selama satu tahun.

“Kalau pun Liga 2 dihentikan, seharusnya jangan sampai waktunya setahun. Kami sebagai pemain sepak bola, otomatis tidak mendapat pemasukan selama setahun. Ini tentu sedikit mengecewakan,” ungkapnya.

Pemain kelahiran Kabanjahe ini pun berharap di bawah kepemimpinan Erick Thohir, sepak bola Indonesia semakin maju. Khusus kompetisi bisa berjalan baik dan jangan berhenti di tengah jalan lagi.

“Mudah-mudahan sepak bola kita semakin membaik dan kompetisi semakin profesional,” harapnya. (dek)

MUI Minta Plt Bupati Langkat Fasilitasi Peresmian Kantor Baru

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat, H Zulkifli Ahmad Dian Lc MA mengundang Pelaksana tugas (Plt) Bupati Langkat H Syah Afandin SH untuk meresmikan kantor MUI yang baru, di depan kantor Kemenag Kabupaten Langkat pada 13 Maret 2023. Undangan ini disampaikan langsung Ketua MUI Langkat kepada Syah Afandin di Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, Kamis (9/3/2023).

“Disini kami juga ingin mengundang Bapak Plt Bupati Langkat H Syah Afandin SH untuk dapat hadir meresmikan kantor baru kami,” kata Zulkifli sembari menyampaikan rasa terima kasih kepada Syah Afandin yang sudah banyak membantu.

“Harapan kami selanjutnya, Bapak bisa mendukung serta memfasilitasi selama di gelarnya acara peresmian kantor baru kami ini,” imbuhnya.

Plt Bupati Langkat Syah Afandin berharap, dengan peresmian kantor baru MUI ini bisa membawa kemaslahatan umat dan menjadi wadah kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang timbul di tengah tengah masyarakat.

“Harapan saya dengan peresmian kantor baru ini bisa menjalin hubungan yang harmonis antara umat islam dengan umat beragama lainnya. Dimana keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi esensi penting bagi pemersatu bangsa antar umat. Pemkab Langkat akan mendukung serta memfasilitasi acara peresmian kantor MUI,” ucapnya.

Turut hadir dalam silaturahim itu Sekretaris MUI Kabupaten Langkat Drs Hishaq Ibrahim MA, Bendahara MUI Langkat H Mansur MA, Kadis Kominfo H Syahmadi SSos MSP, Kabag Protokol H Mahardika Sastra Nasution SSTP MAP, Kadis Pendidikan DR H Saiful Abdi SH SE MPd. (mag-6/adz)

5 Rumah Warga Segera Dibedah, Kades Pagarjati Berterima Kasih kepada Bayu Sumantri

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Deliserdang dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Bayu Sumantri Agung membawa kabar gembira bagi warga Desa Pagarjati, Kecamatan Lubukpakam. Pasalnya, dalam tahun ini ada lima program bedah rumah untuk warga yang memang layak dibantu.

“Anggaran dana itu sekitar Rp30 juta satu rumah. Itu nanti Ibu Kepala Desa yang mengatur rumah siapa dari warganya yang layak mendapat bantuan bedah rumah. Kalau ada aspirasi seperti pembangunan jalan setapak, pengorekan parit, sampaikan. Mudah-mudahan kita realisasikan,” kata Bayu Sumantri Agung saat menggelar reses masa sidang I tahun sidang IV, tahun anggaran 2023, Kamis (9/3/2023).

Selain bedah rumah, Bayu juga menyampaikan, bagi masyarakat yang tak punya BPJS agar segera mendaftarkan diri, dan dirinya siap membantu bantu. Karena saat ini, Pemerintah Kabupaten Deliserdang sudah mengucurkan anggaran Rp90 miliar.

Menurutnya, saat program ini masih bernama Jamkesda, Pemkab Deliserdang hanya mengalokasikan anggaran Rp30 miliar setahun, cukup untuk masyarakat yang berobat di RSUD Amri Tambunan. “Saat ini Pemkab Deliserdang setahun bayar Rp90 miliar ke BPJS, tapi tak cukup, karena yang tidak sakit juga tetap dibayar,” ungkap Bayu.

Kegiatan reses ini dihadiri Kepala Desa Pagarjati, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat Desa Pagarjati serta puluhan warga Desa Pagarjati yang satu persatu menyampaikan aspirasinya. Kepala Desa Pagarjati menyampaikan, masyarakat Desa Pagarjati telah mendengar informasi bahwa akan ada program bedah rumah yang diberikan kepada lima keluarga untuk masyarakat Desa Pagarjati. “Kami sangat bahagia akan ada bantuan bedah rumah sebanyak 5 rumah, ini sangat membantu masyarakat. Kami berharap Bapak Bayu selalu menjadi pejuang aspirasi masyarakat Desa Pagarjati,” ucap Kepala Desa.

Salah seorang warga Dusun VIII, Desa Pagarjati menyampaikan tentang bantuan pembangunan menara masjid karena di dusun mereka tak mendengar suara azan. “Kami mohon bantuan untuk pembangunan menara masjid di dusun kami. Agar suara azan kami dengar didusun kami,” pinta salah seorang warga.

Warga lainnya juga meminta agar dibangun pemisah jalan di jalan lintas Sumatera Desa Pagarjati, Kecamatan Lubukpakam. “Kami minta dibangun pemisah jalan di Jalinsum agar usulan disampaikan pada paripurna karena masyarakat yang tinggal di tepi jalan itu sangat sulit menyeberang jalan dan berbahaya,” ucapnya.

Kegiatan reses berlangsung dengan aman dan lancar. Dalam kesimpulannya Bayu Sumantri Agung berjanji akan merealisasikan apa yang disampaikan menjadi aspirasi masyarakat pada kegiatan itu.

Bayu pun mengaku sangat terharu dengan antusias masyarakat Desa Pagarjati yang meringankan langkah menghadiri reses yang dilaksanakan. Dia juga menerangkan, kalau reses ini adalah tanggung jawab Anggota DPRD untuk dilaksanakan, guna menampung aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan disampaikan kepada Bupati Deliserdang dan harus dilaksanakan. “Kalau ada anggota yang tak melaksanakan reses itu salah, berarti tak menjalankan tugasnya menyerap aspirasi masyarakat,” pungkasnya. (btr/adz)