Home Blog Page 1800

ASTINDO Travel Fair 2023 di Medan, Promosikan Wisata Domestik

Pengunjung saat konsultasi disebuah both pameran Travel Fair 2023 di Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) menyambut dengan antusias pameran ASTINDO Travel Fair 2023 yang dilaksanakan pertama kali di Sumut setelah 13 kali penyelenggaran.

Pameran ASTINDO Travel Fair yang berlangsung di Hotel Camridge Mall, Jalan S Parman ini selama empat hari, mulai dari tanggal 23-26 Februari 2023. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata.

Ketua Pelaksana Travel Fair 2023, Ahmad Fauzi Lubis mengatakan, dalam pamaren yang berlangsung di Kota Medan ini diikuti sebanyak 33 peserta yang terdiri dari 16 Travel Agents, 4 air lines, dan sisanya mitra kerja, seperti BPODT.

“Berlangsung empat hari, tujunnya adalah untuk membangkitkan pariwisara kembali, terutama pariwisata sumut,
sebelumnya memang terpuruk ya, dan kami mempunyai misi yang sama dan maksud yang sama sebagai penggerak orang-orang yang bergerak dibidang pariwisata,” kata Fauzi, di Hotel Camridge Mall, Jalan S Parman, Kamis (23/2).

Dia mengatakan, di hari pertama pameran ini dibuka, terlihat sangat banyak warga Kota Medan yang datang. Ia berharap, dengan digelarnya pameran ini dapat meningkatkan dan membangkitkan pariwisata.

“Kegiatan ini bertujuan membangkitkan Pariwisata di sumut. jadi kita lihat sangat antusias,” ungkapnya.

Ketua ASTINDO DPD Sumut, Wilson Halim mengakui, pihaknya, bersama dengan mitra kerja, stakeholder dan komunitas pariwisata berkomitmen agar ASTINDO Travel Fair selalu dapat menjadi ajang pameran wisata yang terdepan dan terlengkap di Indonesia.

“Sebagai referensi liburan hemat masyarakat di Indonesia baik wisata domestik maupun mancanegara. ASTINDO Travel Fair juga mendukung program Pemerintah dengan mempromosikan paket wisata domestik Bangga Berwisata di Indonesia serta berbagai aktivitas di desa wisata,” ungkapnya.

Penyelenggaraan ASTINDO Travel Fair 2023 juga didukung oleh BCA sebagai Bank Partner ASTINDO Travel Fair 2023 menyediakan kemudahan dalam cara pembayaran seperti Cash Back dan Cicilan 0%, diskon khusus bagi nasabah BCA, extra voucher untuk belanja di BCA Expoversary. Selain itu, BCA Insurance sebagai Insurance Partner, menawarkan asuransi perjalanan gratis selama berlangsungnya pameran.(gus)

Warga Suku Karo Protes, Tak Ada ‘Kepala Kerbau’ di Ornamen Gapura Batas Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Suku Karo di Kota Medan, mengkritik pembangunan Gapura Batas Kota di Kecamatan Medan Tuntungan yang tengah dalam proses revitalisasi. Pasalnya usai direvitalisasi, ornamen ‘kepala kerbau’ berikut tanduknya tidak terlihat di atas Gapura berbentuk rumah adat suku karo tersebut.

Saat ini, gapura di pintu gerbang Kota Medan dengan perbatasan Kabupaten Deli Serdang menuju Kabupaten Karo, tepatnya di Jalan Jamin Ginting Simpang Tuntungan itu, tampak berbeda. Pasalnya, di atas gapura berupa Rumah Adat Karo yang sedang dalam proses penyelesain itu hanya terdapat ornamen berbentuk ‘tanduk’ saja, tanpa ada kepala kerbau layaknya rumah adat karo.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Medan, Daniel Pinem, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perkim untuk segera mengganti ornamen yang hanya berbentuk ‘tanduk’ tersebut menjadi ‘kepala kerbau’ lengkap dengan tanduknya di atas gapura berbentuk rumah adat karo tersebut.

“Kita minta agar ornamen di atas Gapura tersebut segera diganti dengan ornamen Kepala Kerbau. Tentunya kalau kepala kerbau ada tanduknya, bukan cuma tanduk tapi tidak ada kepala kerbau seperti saat ini,” ucap Daniel Pinem, Rabu (22/3/2023).

Dikatakan Daniel yang juga merupakan tokoh karo di Kota Medan, ornamen tersebut harus segera diganti dengan kepala kerbau. Pasalnya, setiap rumah adat karo memang memiliki ornamen kepala kerbau diatasnya. Rumah adat karo lengkap dengan kepala kerbau itu merupakan identitas diri suku karo.

“Jadi rumah adat karo itu memang harus ada kepala kerbau di atasnya, itulah identitas suku karo. Kalau tidak ada kepala kerbau diatasnya, ya bukan rumah adat Karo namanya. Sementara, gapura yang dibangun (di Medan Tuntungan) itu tidak ada kepala kerbau di atasnya. Jadi sekali lagi kita minta agar ornamen yang ada saat ini di atas gapura itu segera diganti dengan ornamen kepala kerbau, agar identitas suku karo tidak hilang dari gapura itu,” ujarnya.

Dijelaskan Daniel yang merupakan Anggota DPRD Medan dari Dapil Medan V (Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Polonia, dan Medan Maimun) itu, Guru Patimpus Sembiring Pelawi merupakan pendiri Kota Medan. Sementara, Kecamatan Medan Tuntungan merupakan perbatasan Kota Medan dengan Deliserdang sekaligus pintu masuk dari Kabupaten Karo.

“Kota Medan merupakan kota multi etnis, dan identitas Kota Medan tidak terlepas juga dari suku karo. Identitas-identitas seperti ini tidak boleh hilang, karena ini salah satu kekayaan Kota Medan. Kita harap Dinas Perkim segera menindaklanjuti hal ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga suku karo tampak menyampaikan kiritikannya di media sosial atas pembangunan Gapura Batas Kota di Kecamatan Medan Tuntungan tersebut.

“HALLO..HALLO…..HMKI Medan/Sumut, Pemuda Merga Silima Medan/Sumut ,ICK, Mahasiswa Karo Medan. Tolong Usulkan Kepada Walikota Medan Agar Mengubah, Memperbaiki Kepala Kerbau Pada Bangunan Rumah Adat Karo Di Pintu Gerbang Masuk Kota Medan, Jalan Jamin Ginting, Simpang Tuntungan Medan/Pancurbatu.

Seharusnya Bagian Atas Rumah Adat Karo Dibuat Berbentuk KEPALA KERBAU BERTANDUK (Seperti Gambar 2 dan 4). BUKAN HANYA TANDUK SAJA TANPA MUKA dan TANPA KEPALA (Seperti Gambar 1). Hayo Sdr/i Siapa Saja Warga Medan Tolong Usulkan Kepada Wali Kota Medan. Supaya Diperbaiki. Mumpung Belum Selesai Bangunannya. Bujur Mejuah2 Merga Silima,” tulis salah seorang warga Medan di media sosial.

Hal itu pun mendapatkan tanggapan beragam dari warga net.

“Sepatutnya diperbaiki sesuai standar mengingat lokasi ini akan menjadi icon. Banyak tempat untuk branding a.l Sukajulu, Dokan, Lingga,” Cuit W Ginting.

“Bang Wali Bobby Nasution, tolong diperhatikan aspirasi orang Karo. Agar jangan niat baik memuliakan budaya malah jadi dianggap menistakan budaya. Mohon pakailah tenaga ahli yang benar dan ahli, bukan yang sekedar mengaku-ngaku ahli,” kata L Tarigan.

“Sentabi, Perlu perhatian khusus dan segera di ganti itu, jangan berlarut-larut, itu akan berpengaruh Kelak kepada anak kempu, ente ras entah kita Kalak Karo kupudi wari Enda. Ula kari gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Ula kari gara-gara simbol sikitik ena, mbau kerina turi-turin geluh Kalak Karo erkiteken Kita anak sigundari Enda tidak perduli dalam hal-hal kecil begini. Salam PIJER PODI. Mejuah-juah, bujur,” tulis K Ginting. (rel)

MTQ ke-56 Kota Medan, Ribuan Orang akan Mengikuti Pawai Taaruf

RAPAT: Asisten Pemerintahan Muhammad Sofyan Medan menggelar rapat akhir persiapan pelaksanaan MTQ, Kamis (23/2/2022) di arena MTQ, Stadion Mini USU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua hari menjelang perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke -56 Tingkat Kota Medan tahun 2023, Pemko Medan menggelar rapat akhir persiapan pelaksanaan MTQ, Kamis (23/2/2022) di arena MTQ, Stadion Mini USU. Sejumlah rangkaian kegiatan MTQ dibahas untuk lebih mematangkan pelaksanaan seperti Pawai Taaruf dan Pembukaan MTQ ke -56 Tingkat Kota Medan.

Rapat akhir persiapan pelaksanaan MTQ ini dipimpin Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Asisten Pemerintahan Muhammad Sofyan. Turut hadir Kakanmenag Kota Medan Impun Siregar, Asisten Umum Ferry Ichsan, unsur Forkopimda dan Sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Kota Medan termasuk Camat  se- Kota Medan. MTQ ke -56 akan berlangsung dari tanggal 25 Februari sampai tanggal 4 Maret 2023.

Dikatakan Aspem, pertemuan ini kita gelar untuk lebih mematangkan seluruh persiapan jelang pelaksanaan MTQ ke – 56 tingkat Kota Medan sesuai arahan bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution. Apalagi tadi pagi bapak Bobby Nasution telah melakukan peninjauan ke arena pelaksanaan MTQ.

“Tadi pagi Pak Wali Kota Bobby Nasution meninjau kesini (arena MTQ). Beliau melihat berbagai persiapan yang sedang dilakukan, ada beberapa catatan yang menjadi perhatian pak Bobby Nasution, diantaranya pelaksanaan Pawai Taaruf. Beliau meminta agar Pawai Taaruf dilaksanakan tepat waktu mengingat kondisi cuaca yang sangat terik beberapa hari ini di Kota Medan,” jelas Aspem.

Sofyan juga membahas mekanisme pelaksanaan Pawai Taaruf, mengingat jumlah peserta yang diperkirakan sebanyak 15.000 orang. Terdapat dua jalur kedatangan untuk para peserta baik dari barat maupun dari timur.  Bagi peserta yang datang dari barat dapat langsung memasuki pintu 1 USU, sedangkan peserta yang datang dari Timur dapat masuk dari pintu 2 USU. Sejumlah petugas Dishub dibantu  dengan Satlantas Polrestabes Medan akan di tempatkan di titik yang ditentukan guna mengatur arus lalu lintas.

“Mekanisme rekayasa lalu lintas telah kita sepakati, diminta petugas Dishub bersama Satlantas Polrestabes Medan dapat mengatur arus lalu lintas di sekitar arena MTQ. Kami juga meminta kepada Dinas Kominfo agar dapat terus melakukan sosialisasi secara masif rekayasa lalu lintas agar masyarakat kota Medan dapat mengetahuinya,” kata Aspem.

Aspem menambahkan, setelah pelaksanaan Pawai Taaruf, kegiatan akan dilanjutkan dengan peresmian stand perangkat daerah dan kecamatan termasuk stand UMKM. “ Nantinya setelah stand diresmikan Pak Wali Kota dan Ketua TP PKK Kota medan akan mengunjungi masing- masing stand,” ungkap Aspem.

Selanjutnya, Aspem menyampaikan di malam harinya  acara Pembukaan MTQ ke -56 akan dilakukan. Di malam itu juga akan dilakukan pelantikan dewan hakim. Mengingat jarak waktu yang begitu dekat antara pelantikan dewan hakim dan pembukaan MTQ, maka diminta panitia dapat mengaturnya sebaik mungkin. “Dewan hakim diminta untuk dapat hadir di arena MTQ sebelum magrib, karena pelantikan dewan hakim akan dilakukan tepat waktu,” ujarnya.

Terakhir, Aspem meminta agar masing-masing Perangkat Daerah dapat  melaksanakan dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang telah diuraikan sehingga penyelenggaraan MTQ ke-56 tingkat Kota Medan ini berlangsung sukses. (rel)

Usbat Ganjar Gelar Istigasah dan Bagikan Bantuan Kepada Majelis Taklim di Serdang Bedagai

Usbat Ganjar SERGAI mengelar istigasah dan doa bersama warga serta majelis taklim di Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.(Ist)

SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Ustaz Sahabat (Usbat) Ganjar menggelar kegiatan positif dan berusaha merangkul kalangan masyarakat yang ada di Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).

Koordinator Usbat Ganjar Serdang Bedagai Ustaz Bima Wardani mengatakan mereka mengelar istigasah dan doa bersama warga serta majelis taklim setempat.

“Kami undang warga dan jemaah majelis taklim untuk duduk bersama. Kami memanjatkan doa untuk kebaikan bangsa dan negara,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (23/2).

Bima menyebut Usbat Ganjar menggandeng Majelis Ta’lim Al-Fiyah untuk kegiatan doa bersama.

“Kami juga mendapat sambutan hangat dari warga dan tokoh di desa,” kata dia.

Selain memanjatkan doa untuk bangsa dan negara, Usbat Ganjar juga memberikan bantuan berupa pengeras suara dan tikar.

“Bantuan itu diberikan kepada majelis taklim, kami harap apa yang diserahkan ini bisa bermanfaat,” kata Bima.

Dalam kegiatan itu, terselip doa agar Indonesia bisa diberikan pemimpin yang terbaik.

Para sukarelawan pun meyakini sosok itu adalah Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah.

“Semoga beliau (Ganjar) diberikan kelancaran dalam setiap aktivitasnya,” kata dia.

Sementara Ustazah Jalilah Sembiring yang mewakili majelis taklim mengapresiasi kegiatan yang diadakan Usbat Ganjar.

“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga bisa bermanfaat dan menjadi alam jariah,” kata dia.(rel/tri)

Satkar Ulama Partai Golkar Sumut, Kuatkan Keimanan, Galakkan Kebenaran

ULAMA: HM Idris Laena didampingi H Musa Rajekshah melantik pengurus Satkar Ulama Partai Golkar Sumut dipimpin H Sugeng Wanto, Rabu (22/2) sore.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KETUA Umum Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia Partai Golkar HM Idris Laena mengemukakan peran penting dari Satkar Ulama Indonesia Partai Golkar yang didirikan sejak tahun 1970 untuk menciptakan karya-karya baru agar semakin dicintai dan keberadaannya membawa dampak positif ditengah masyarakat.

Idris Laena yang juga pencipta lagu Mars Satkar Ulama Indonesia Partai Golkar ini menegaskan bahwa ulama merupakan pewaris dan penerus nabi. Ulama juga sebagai penyambung umat dan menjaga umat selamat. ”Kuatkan keimanan, galakkan kebenaran. Jagalah persatuan. Indonesia makmur dan aman,” ungkapnya.

Ketua Fraksi Golkar MPR RI ini juga mendoakan agar Sumut kedepannya akan menjadi provinsi yang lebih baik. ”Insya Allah, Sumut akan menjadi salah satu provinsi terbaik di Indonesia,” katanya di Aula Partai Golkar Sumut.

Harapan ini disampaikan Idris Lena saat melantik pengurus Satkar Ulama Indonesia Partai Golkar Sumut dan kabupaten/kota di Sumut, Rabu (22/2) sore.

Dalam kegiatan ini turut dilantik pengurus dari Himpunan Wanita Satkar Ulama Indonesia (Hiwasi) dan Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Partai Golkar Sumut.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPD Partai Golkar Sumut yang juga Wagubsu H Musa Rajekshah, Ketua Umum Hiwasi Hj Lili Masniari, pengurus Majelis Ulama Sumut dan Ormas Islam, Ketua Satkar Ulama Indonesia Partai Golkar Sumut H Sugeng Wanto dan undangan lainnya.

Ketua DPD Golkar Sumut yang juga Wagubsu H Musa Rajekshah berkeyakinan jika Satkar Ulama Indonesia Sumut akan mampu berbuat mengajak umat bertaqwa dan tak semata mengejar kehidupan duniawi.

Ia meminta H Sugeng Wanto yang punya ‘Kampung Qurani’ tersebut bersama pengurus Satkar Ulama Indonesia, Hiwasi dan AMSI Partai Golkar Sumut terus bersemangat termasuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara.

Ijeck, sapaan ketua DPD Partai Golkar Sumut mengingatkan agar dalam berpolitik tidak perlu mengunakan cara-cara yang tidak baik. Ia tegaskan jangan menzolimi dan jangan menfitnah orang lain.

H Sugeng Wanto berterima kasih atas berbagai dukungan dari berbagai organisasi dan tokoh terhadap Satkar Ulama Indonesia, Hiwasi dan AMSI Partai Golkar. ”Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari Allah sehingga Indonesia dapat maju dan jaya,” katanya. (dmp).

Tokoh Muda Sumut Minta Kapolres Tindak Tegas Gudang CPO Ilegal di Rahuning

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Tokoh Mudah Sumatera Utara, Alwi Hasbi Silalahi (foto) yang juga mantan Ketua Umum Badko HMI Sumatera Utara, meminta Kapolres Asahan untuk menindak tegas gudang CPO ilegal yang telah meresahkan masyarakat yang berada di kecamatan Rahuning.

Alwi meminta agar Kapolres Asahan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj SH SIK MH harus tegas dengan kondisi penampung CPO yang diduga ilegal di Rahuning. Pasalnya, perusahaan tersebut telah banyak merugikankan dan meresahkan masyarakat sekitar.

“Kami yakin Kapolres Asahan beserta jajaran pasti ‘Gercep’ gerak cepat mengenai permasalahan ini, tidak ada yang bisa bermain-main dengan hukum, ditambah merugaikan mastarakat,” ucap Alwi.

Ia mengatakan, Polres Asahan harus segera gerak cepat agar tidak menimbulkan gesekan yang lebih besar antara masyarakat dan peerusahaan.

“Bersama masyarakat sudah melakukan konsolidasi untuk aksi ke gudang tersebut, harapannya Polres Asahan gerak cepat turun untuk menyegel dan menutup perusahaan tersebut agar tidak menimbulkan konflik lebih besar,” pungkasnya. (map)

Jaksa di Binjai Beri Perlakukan dan Penutuntan Berbeda ke Terdakwa Narkotika

Kantor Kejari Binjai di Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai Utara

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum, Meirita Pakpahan memberi perlakukan dan penuntutan berbeda kepada terdakwa narkotika yang diadili di Pengadilan Negeri Binjai. Bahkan, hal tersebut juga menjadi sorotan dari Ketua Pengadilan Negeri Binjai, Fauzi.

Informasi dirangkum, ada 3 terdakwa atas nama Miranti Yolanda, Ahmad Jeni dan Muhammad Ade Azehar yang dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 gram, dituntut 7 tahun kurungan penjara. Ketiganya didakwa primair pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika subsidair pasal 112 ayat (2).

Ketiganya disebut menguasai barang bukti sabu berupa 1 paket sabu dengan berat kotor 8,28 gram dan berat bersih 7,78. Sedangkan terdakwa Jasa Ketaren yang dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dituntut 8 tahun kurungan penjara.

Terdakwa Jasa Ketaren menguasai narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,22 gram dan berat bersih 0,90 gram dengan dakwaan primair pasal 114 ayat (1) subsidair pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang narkotika. Dalam UU Narkotika disebutkan bahwa pasal 114 ayat (1), terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sedangkan dalam pasal 114 ayat (2), terdakwa dapat dipidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara kurungan penjara. Namun hal ini agaknya tidak berlaku kepada Meirita.

Dia malah menuntut terdakwa yang didakwa pasal 114 ayat (2) dengan pidana 7 tahun, lebih berat kepada terdakwa yang didakwa pasal 114 ayat (1) dengan tuntutan pidana 8 tahun kurungan penjara. Sejatinya JPU menuntut kepada terdakwa yang didakwa pasal 114 ayat (1) lebih ringan.

Dan terdakwa yang didakwa pasal 114 ayat (2) lebih berat. Menanggapi hal ini, Meirita menyebut, urusan perencanaan tuntutan (rentut) dilakukan oleh pimpinannya, yakni Kepala Kejaksaan Negeri Binjai.

“Kalau Jasa Ketaren yang rentut masih Pak Kajari, Pak Husein. Kalau yang ini (Miranti Yolanda dan kawan-kawan), rentut pak plh,” kata Meirita saat dikonfirmasi, Kamis (23/2).

“Saya enggak tahu pertimbangannya apa. Konfirmasi ke pak kajari lah, saya enggak tahu pertimbangannya,” sambung Meirita.

Dia menjelaskan, memberi rekomendasi kepada terdakwa Miranti Yolanda dan kawan-kawan itu dengan rentut 6 tahun 6 bulan. Namun, kata dia, pimpinannya di Kejark Binjai menaikkan rentut darinya.

“Dan tulisan pimpinan yang saya bacakan. Saya enggak tahu lah apa pertimbangan pimpinan seperti apa,” kata dia.

Menurut dia, terdakwa Miranti Yolanda dan kawan-kawannya divonis 7 tahun kurungan penjara oleh palu majelis hakim. Sementara terdakwa Jasa Ketaren belum divonis.

Dia beralasan, keputusan tuntutan ada pada pimpinan. Bahkan, dia berdalih, beda pimpinan beda rentut yang dijatuhkan kepada terdakwa.

“Perhatikan putusan-putusan lain yang nol koma juga 8 tahun. Ada yang juga mendekati 4 gram, 4 tahun. Saya enggak tahu apa beban pertimbangan pimpinan seperti apa, yang pasti itu bukan saya yang ambil keputusan itu,” beber dia.

“Apa pertimbangan pimpinan, saya juga enggak tahu, ini sudah berbeda orang (Kajari Binjai). Kalau Pak Husein perhatikan, sejak keluar SK, 8 tahun, ada 8 tahun 6 bulan (rentut), mungkin karena sudah enggak ada beban. Punya Bu Elly yang nol koma berapa (barang bukti sabu), 8 tahun (dituntut),” sambung Elly.

Tuntutan yang berbeda dan tidak sesuai dengan dakwaan juga disoroti oleh Ketua PN Binjai, Fauzi. Meirita pun mengakui hal tersebut.

“Makanya kalau konfirmasi ke pengadilan, Pak Fauzi (Ketua PN Binjai) juga perhatikan. Kok yang Pak Husein 8 tahun semua ya. Pak ketua yang juga majelis juga sudah soroti itu,” pungkasnya. (ted)

Pawai MTQ ke-56 Kota Medan, Dishub Medan Imbau Warga Hindari Jalan Dr Mansyur dan Sekitarnya

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan melakukan rapat pembahasan persiapan rekayasa lalulintas bersama Satlantas Polrestabes Kota Medan di kantor Dishub Kota Medan, Kamis (23/3/2023).

Rekayasa lalulintas akan digelar di Jalan Dr Mansyur sebagai upaya dalam menjaga kelancaran arus lalulintas pada kegiatan Pawai MTQ ke-56 tingkat Kota Medan yang akan digelar pada Sabtu (25/2/2023) pagi.

“Rapat pembahasan ini kita lakukan sebagai persiapan untuk mematangkan rencana rekayasa lalulintas pada kegiatan Pawai MTQ di seputar kampus USU, khususnya di Jalan Dr Mansyur,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT bersama PS Kasatlantas Polrestabes Medan Kompol Rikki Ramadhan.

Dijelaskan Iswar, sebagian Jalan Dr Mansyur akan ditutup secara total, yakni mulai dari simpang Jalan Jamin Ginting hingga simpang pintu 4 kampus USU. Selain itu, Jalan Dr Hamzah yang tepat di depan pintu 3 kampus USU juga akan ditutup.

“Rekayasa lalu lintas itu akan kita lakukan mulai pukul 07.00 sampai pukul 12.00 WIB,” ujarnya.

Kemudian, para pengendara di Jalan Dr Mansyur dari arah Jalan Setia Budi akan dialihkan ke Jalan Prof T Zulkarnaen yang tepat beras di pintu 4 kampus USU. Dari situ, pengendara akan melaju ke Jalan Dr Sumarsono hingga keluar kembali di depan pintu 1 Kampus USU.

Sementara itu, untuk pengendara yang datang dari Jalan Jamin Ginting, dipastikan tidak bisa belok ke Jalan Dr Mansyur. Jika ingin menuju Jalan Setia Budi, para pengendara harus mengambil jalur alternatif, yakni melalui Jalan Harmonika atau Jalan Pasar Baru.

“Untuk tamu VIP dan peserta MTQ, terdapat jalur khusus yang kita siapkan, yaitu masuk dari Pintu 1 menuju Jalan Alumni, lalu ke Jalan Politeknik, terus tembus ke Pintu 4 menuju Stadion Mini USU,” katanya.

Untuk peserta, tamu undangan dan pengunjung yang datang dari arah Jalan Jamin Ginting diizinkan masuk melalui Pintu 1. Sedangkan yang datang dari arah Jalan Setia Budi diizinkan masuk melalui Pintu 2. Di dalam kampus USU, kantong-kantong parkir sudah disiapkan dalam kampus USU.

“Kita pastikan tidak ada yang parkir di sepanjang Jalan Dr Mansyur maupun simpang Jamin Ginting dan simpang Setiabudi. Bahkan dapat kita pastikan di Jalan Setiabudi, mulai dari simpang Dr Mansyur hingga pasar tradisional Setiabudi, tidak ada parkir off street. Untuk pengendara yang tidak berkepentingan, kita akan larang masuk dari Jalan Setiabudi ke Jalan Dr Mansyur, akan kita minta untuk maju terus di Jalan Setiabudi,” tegasnya.

Untuk itu, Iswar mengimbau kepada seluruh warga Kota Medan yang tidak berkepentingan agar menghindari Jalan Dr Mansyur dan sekitarnya mulai Pukul 07.00 hingga Pukul 12.00 WIB, khususnya pada saat kegiatan Pawai MTQ ke-56 Kota Medan berlangsung.

“Pawai MTQ ke-56 tingkat Kota Medan ini akan diikuti oleh 20.000 orang, dimulai dari pintu 4 hingga pintu 1 USU. Dalam hal ini. tentu kita sangat membutuhkan rekayasa lalulintas guna menjadi kelancaran arus lalulintas. Mohon kerjasama dari semua pihak, khususnya masyarakat Kota Medan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, MTQ tingkat Kota Medan akan dilaksanakan mulai dari tanggal 25 Februari hingga 4 Maret 2023. Tahun ini, Kecamatan Medan Baru bertindak sebagai tuan rumah. Diketahui, secara administrasi kampus USU sendiri masuk ke wilayah Kecamatan Medan Baru.(map)

Kota Medan Hasilkan 2.000 Ton Sampah per Hari, 1.000 Ton Tak Dapat Dikelola

HARI SAMPAH: Wali Kota Medan Bobby Nasution di pinggir di Sungai Sei Putih pada kegiatan peringatan Hari Sampah di Kota Medan.ISTIMEWA/SUMUTPOS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution mengungkapkan, dalam sehari warga Kota Medan menghasilkan sampah hingga 2.000 ton. Namun dari total sampah tersebut, hanya 1.000 ton sampah yang bisa dikelola setiap harinya.

Bobby mengatakan, 1.000 ton sampah yang belum bisa dikelola tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera selesaikan. “Per hari ini sampah Kota Medan itu ada 2.000 ton yang dihasilkan oleh masyarakat. Kalau tidak salah 1.000 ton belum bisa dikelola yang masih menjadi tugas kita bersama-sama untuk terus kita selesaikan,” ucap Bobby usai menghadiri kegiatan peringatan Hari Sampah di Kota Medan, Rabu (22/2).

Dikatakan Bobby, sebagai pemerintah, pihaknya terus berupaya mengembangkan dan membangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk dapat menampung seluruh sampah di Kota Medan. Salah satu pengembangan tersebut adalah penerapan sanitary landfill dalam pengelolaan sampah di TPA Terjun.

“Kami dari pemerintah tentunya tanggungjawab sebagai terus mengembangkan dan membangun TPA yang bisa menampung seluruh sampah di Kota Medan, makanya TPA terus kita kembangkan, baik itu dari sisi open dumping menjadi sanitary landfill,” ujarnya.

Dalam pengembangan TPA tersebut, kata Bobby, akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya bekerjasama dengan pihak swasta dari Belanda.

Bobby menjelaskan, dalam proses pengelolaan sampah sebelum ke TPA juga sangat penting. Untuk itu, butuh peran dan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya atau tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Sayangnya, lokasi bersih sungai yang dikunjungi oleh Bobby kemarin, yakni Sungai Sei Putih, merupakan salah satu tempat masyarakat biasa membuang sampah. Pemko Medan sendiri beberapa kali melakukan pembersihan sungai tersebut, namun tetap banyak sampah. Sehingga, perlu kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai itu.

“Sekarang ini kita berada di Sungai Sei Putih, ini hari-hari sungai di belakang saya ini menjadi tempat sampah terbesar di wilayah ini. Jadi masyarakat buang sampah seolah-olah area sungai ini area tempat sampah, ini terus kita sampaikan dan sudah berkali-kali kita bersihkan dan jumlahnya selalu banyak. Kesadaran masyarakat yang perlu kita gerakkan lagi untuk bisa membuang sampah pada tempatnya,” tegas Bobby. (map/ila)