Home Blog Page 1906

Tembok Blokir Gang Mantri Dibongkar, Sugianto Makmur Apresiasi Camat dan Kasatpol PP

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan Sugianto Makmur, mengapresiasi Camat Medan Baru, Kasatpol PP Medan dan Kasdis PU Medan yang telah melakukan pembongkaran bangunan dinding yang memblokir akses keluar masuk Gang Mantri di Jalan Abdullah Lubis. Diketahui, pemblokiran itu sudah terjadi lebih dari dua bulan lalu.

Menurut Sugianto Makmur, warga sudah melapor sejak awal dibuatnya gundukan tanah yang kemudian disambung dengan pembuatan dinding. “Hal ini bermula dari keluarga Tinambunan yang secara sepihak membangun dinding di atas badan jalan Gang Mantri, sehingga menghalangi warga yang ingin melintas dari Jalan Abdullah Lubis menuju Jalan Sei Bahorok. Juga menghalangi sebagian pelaku UMKM yang tinggal di rumah kontrakan di Gang Mantri,” kata Sugianto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/1/2023).
.
Lebih lanjut dijelaskannya, keluarga Tinambunan merasa, mendiang suaminya, Art Sihotang membeli tanah yang termasuk bagian dari Gang Mantri. Kenyataannya, Gang Mantri ini sudah ada sejak Alm Sihotang masih hidup dan tidak pernah mempermasalahkannya.

“Kasus ini menjadi pelajaran bagi warga, apabila membeli tanah dan telah ada jalan di atasnya, atau kemudian akses jalan terjadi di atas tanah tersebut, maka fungsi sosial di atas tanah tersebut tidak bisa dilepaskan. Maka dari itu, dalam peningkatan hak atas tanah, bagian yg sudah menjadi jalan umum, tidak akan bisa dijadikan Sertifikat Hak Milik. Dalam pengukuran fisik tanahnya, tidak akan dimasukkan dalam peta bidang. Itulah sebabnya, sering peta bidang itu berbeda dengan ukuran surat keterangan ganti rugi,” kata Sugianto.

Oleh karena itu, Sugianto mengingat, ahli waris atas tanah yang di kemudian hari ada jalan umum, sebaiknya tidak perlu bersitegang leher karena memang seperti itulah UU Pertanahan yg berlaku di negara kita. Tentu saja, dalam hal pembongkaran pemblokiran Gang Mantri ini, warga pada umumnya, bersyukur atas sikap tegas Tim Terpadu yg telah menyelesaikan pembongkaran tersebut. “Dan ternyata proses mediasi sudah dilakukan beberapa kali. Kepling, Lurah dan Camat sudah mendatangi dan mengajak komunikasi tetapi selalu dihadapi dengan keras sehingga musyawarah bertemu jalan buntu,” ungkapnya.

Politisi PDIP ini juga menyarankan, sebaiknya warga juga mendahulukan musyawarah mufakat dalam segala hal dan tidak bertindak sepihak, apalagi ada unsur-unsur pidana yg terjadi. Pembangunan dinding di atas jalan yg di atasnya sdh dikerjakan dengan APBD, sehingga bisa berakibat hilangnya fungsi akses jalan, sementara APBD bernilai puluhan juta sdh pernah dikerjakan di atas objek yg sama. Ini jelas menimbulkan kerugian negara yg tidak kecil. “Sebaiknya warga juga memanfaatkan proses sertifikasi gratis tanah supaya mendapatkan kepastian hukum,” pungkasnya. (adz)

Marudut Nainggolan Tewas Dibunuh Pemilik Kolam Pancing di Dairi

TEWAS: Jasad Marudut Nainggolan bersimbah darah setelah dibunuh pemilik kolam pancing di Desa Sitinjo, Kecematan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sabtu (21/1) dinihari. (IST)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Marudut Nainggolan (48) warga Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, tewas setelah diduga dibunuh pemilik kolam pancing berinisial HS alias TS (48), Sabtu (21/1) dinihari.

Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman melalui Kasi Humas Polres, Iptu Donny Saleh, Sabtu (21/1) membenarkan peristiwa pembunuhan dimaksud. Donny menerangkan kronologis kejadian, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi berhasil dikumpulkan.

“Sebelum kejadian, pada Sabtu dinihari itu, korban Marudut Nainggolan, bersama sejumlah saksi berada di lokasi warung yang sekaligus dijadikan kolam pancing itu. Antara korban dan pelaku yang diketahui bersahabat. Tapi terjadi perdebatan dan sebelumnya keduanya sudah sama-sama minum alkohol,” kata Donny.

Tiba-tiba, setelah keduanya terjadi adu mulut, pelaku HS alias TS menghujamkan sesuatu yang diduga senjata tajam kebagian pinggang korban dan korbanpun langsung tersungkur ke lantai.

Melihat korban sudah terjatuh dan bersimbah darah, sejumlah saksi dilokasi menjauh. Dan pelaku HS alias TS, ikut meninggalkan korban. Donny menyebut, motif pelaku melakukan pembunuhan masih didalami.

“Saat ini pelaku masih dalam pengejaran (buron). Sedangkan, jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit umum daerah Kabupaten Pakpak Bharat untuk keperluan otopsi,” ungkap Donny. (rud)

Ganjar Milenial Bagi-Bagi Vitamin dan Pengobatan Gratis di Langkat

Ganjar Milenial

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ganjar Milenial Center (GMC) Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi sosial untuk memperluas jaringan sukarelawan.

Kali ini, sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo itu menggelar kegiatan pengobatan gratis di Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sabtu (21/1).

Koordinator GMC Sumut Yusuf Elpa Sagala mengatakan dalam kegiatan itu mereka menyasar para warga kampung yang selama ini susah mendapat layanan kesehatan.

“Dengan adanya cek pengobatan gratis ini, kami harap warga bisa lebih peduli akan kesehatannya,” ujar dia dalam siaran persnya, Jumat (20/1).

Dalam kegiatan itu, GMC Sumut melibatkan sejumlah tenaga medis profesional yang mereka datangkan ke Langkat.

“Kegiatan ini dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat, serta menunjukkan sikap kepedulian Ayah Ganjar Pranowo kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan bagi tubuh,” ujar Yusuf.

Selain menggelar pengobatan gratis kepada ratusan warga, mereka juga memberikan vitamin dan suplemen kesehatan secara gratis.

“Kami harap warga bisa lebih peduli dan menjaga kesehatannya. Ini juga kami tiru dari sikap Ganjar Pranowo yang kerap olahraga dan menjaga kesehatan,” kata dia.

Pendi Maulana, salah satu peserta pengobatan gratis mengaku senang bisa terlibat dalam acara GMC Sumut.

“Kami mengapresiasi GMC hadir di tengah-tengah masyarakat dengan kepedulian Ganjar untuk mewadahi masyarakat dalam upaya untuk menjaga kesehatan bagi masyarakat,” kata dia.

Dia berharap dengan adanya kegiatan itu, masyarakat dapat terfasilitasi dalam upaya meningkatkan kesehatan.

“Khususnya warga yang ada di Kelurahan Bingai yang sulit mendapatkan akses kesehatan,” pungkas dia. (rel/tri)

Sumut Siap Gelar Seminar Olahraga HPN 2023

TINJAU: Staf Kemenpora Syarif Syaifulloh, EO Didit Mahadi Kabar, Sekretaris SIWO Pusat Suryansyah dan Ketua SIWO PWI Sumut Johny Ramadhan Silalahi, meninjau venue Seminar Olahraga dan Rakernas SIWO di Medan, Jumat (20/1). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk memastikan dan memantapkan pelaksanaan Seminar Olahraga dan Rakernas SIWO sesuai standar nasional, Staf Kemenpora RI Syarif Syaifulloh meninjau langsung venuenya di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (20/1) sore.

Turut mendampingi di antaranya Sekretaris SIWO Pusat Suryansyah, Bendahara Wina Setyawatie, Ketua SIWO Sumut Jonny Ramadhan Silalahi SH, Sekretaris Ir Halomoan Samosir, Bendahara Ilham ‘Bejo’ Ridwan dan Even Organizer Didit Mahadi Kahar.

Rombongan melakukan pengecekan secara menyeluruh mulai dari rundown acara dan ruangan tempat seminar dan rakernas yang masuk rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023.

Syarif mengaku tempat acara seminar olahraga pada 8 Februari 2023 di Medan sudah standard dan layak. Dia juga sudah menyampaikan kepada pihak hotel hal- hal yang harus disiapkan dan dilengkapi terkait kebutuhan yang diperlukan untuk kelancaran kehadiran Menteri Olahraga Zainuddin Amali.

“Secara umum sudah bagus dan pihak hotel sudah memenuhi semua apa yang kita minta.Pihak EO juga cukup profesional untuk mendesain acara dan tempat. Semoga acara nanti berjalan sesuai skenario yang sudah kita sepakati,” kata Syarif.

Syarif mengatakan di seminar olahraga nanti Menpora Dr Zainuddin Amali akan menjadi Keynote Speaker. Seminar mengangkat tema “Strategi Sumut dan Aceh Meningkatkan Prestasi Olahraga dan Kebangkitan Ekonomi Daerah”.

Sementara Sekretaris SIWO Pusat Suryansyah mengatakan setelah seminar olahraga akan dilanjutkan dengan Rakernas SIWO yang dijadwalkan berlangsung dari pukul 14.00 WIB hingga malam hari.

Suryansyah juga mengatakan peserta rakernas SIWO adalah Ketua dan sekretaris yang akomodasinya berupa hotel sudah disiapkan.Terkait agenda Rakernas Suryansyah mengatakan akan membahas tentang calon tuan rumah Porwanas. Juga evaluasi menyeluruh terkait aturan Porwanas mendatang.

Lebih lanjut Suryansyah mengatakan undangan resmi untuk SIWO Indonesia akan segera dilayangkan sekaligus rundown acara. Jadwal check-in dan check out 7-10 Februari 2023.

Sementara Ketua SIWO Sumut Jonny Ramadhan Silalahi SH mengatakan pihaknya akan mempersiapkan kegiatan tambahan di luar Rakernas SIWO. Diantaranya Eksibisi Futsal Eksekutive antara SIWO Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, KONI Sumut dan PWI Sumut.

“Mudah-mudahan ada rezeki bisa sekalian wisata kuliner khas Medan dan pesta durian untuk mempererat silaturahmi antara pengurus SIWO seluruh Indonesia,” harap Johny.

“SIWO PWI Sumut bersama SIWO Pusat sebagai tuan rumah akan berusaha semaksimal mungkin melayani dan membahagiakan Ketua dan Sekretaris SIWO se Indonesia yang datang ke Medan,” tekadnya. (dek)

Pembangunan LPJU di 8 Ruas Jalan Terbengkalai, OPD Pengganti Diminta Melanjutkan

LAS: Seorang pekerja saat melakukan aktivitas las pada tiang LPJU di Jalan Imam Bonjol Medan, baru-baru ini. Pengerjaan yang dilakukan untuk meningkatkan nilai estetika di Kota Medan ini, menelan biaya Rp25 miliar dari P-APBD TA 2022.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi 4 DPRD Medan, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendapatkan pelimpahan tugas pembangunan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di atas trotoar pada 8 ruas jalan, untuk bertanggung jawab dengan melanjutkan pengerjaan tersebut.

Pasalnya, pasca-dihapusnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan yang sebelumnya ditunjuk sebagai OPD yang menangani pembangunannya, proyek tersebut pun tampak terbengkalai. Mengingat, proyek itu berbiaya Rp25 milar, yang berasal dari uang rakyat, yakni bersumber dari P-APBD Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2022.

“OPD terkait harus segera menyelesaikan proyek (pembangunan LPJU) itu. Karena anggarannya dikutip dari pajak masyarakat, yang tentunya untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Medan, Rudiawan Sitorus, Jumat (20/1).

Selain harus menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda, politisi PKS ini, meminta OPD terkait untuk menggunakan anggaran yang ada di instansinya seefektif dan seefisien mungkin, untuk kepentingan masyarakat.

Diakui Rudiawan, sewaktu pembahasan P-APBD TA 2022, pihaknya tidak menanyakan secara detail penambahan anggaran yang diajukan DKP Kota Medan. Kala itu, hanya anggaran secara global saja yang dipaparkan mantan Kepala DKP Kota Medan Syarifuddin Irsan Dongoran, yang kemudian mendapat respons dari sejumlah anggota Badan Anggaran DPRD Medan.

“Waktu Kepala DKP memaparkan penambahan anggaran, yang kami lihat LPJU. Karena tujuannya untuk kepentingan masyarakat, makanya gak detail kali dipertanyakan bentuknya seperti apa,” jelasnya.

Dia pun berjanji, akan mempertanyakan keberadaan LPJU ini dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang beragendakan evaluasi kinerja OPD sebelum disahkannya Perda LPj Wali Kota Medan, tentang Penggunaan APBD 2022, dalam waktu dekat ini.

“Kami akan pertanyakan nanti di rapat evaluasi. Apakah sesuai dari segi bahan dan anggaran yang digelontorkan untuk itu. Karena proyek ini sudah menjadi konsumsi publik,” kata Rudiawan.

Rudiawan juga berujar, kinerja Syarifuddin patut dipertanyakan saat memimpin OPD yang kini telah dihapus tersebut. Dia menilai, Syarifuddin yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Medan itu, tidak punya inovasi saat menjabat Kepala DKP Kota Medan.

Pasalnya, saat LPJU masih ditangani DKP Kota Medan, serta belum diserahterimakan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, banyak LPJU yang tidak berfungsi alias padam. Namun anehnya, dinas ini malah menganggarkan dana untuk proyek pekerjaan LPJU yang lebih bersifat estetika, dengan anggaran Rp25 miliar pada P-APBD TA 2022.

“Kalau di beberapa daerah itu, OPD-nya bekerja sama dengan pengusaha swasta. Mereka boleh memasang iklan di jalan-jalan dengan catatan tiangnya dipasangi lampu. Bahkan arusnya listriknya pun enggak membebani pasokan listrik daerah itu, tapi menggunakan solar cell. Ini namanya inovasi, harusnya ada inovasi seperti ini di DKP, sebelum dinas itu dihapus,” harap Rudiawan.

Jika konsep seperti ini bisa dijalankan di Kota Medan, lanjut Rudiawan, secara otomatis tidak akan ada lagi LPJU yang padam. Sebab perusahaan swasta berkontribusi demi kemajuan pembangunan di daerah tersebut.

“Cakep itu kalau Medan bisa mengadopsi konsep seperti ini. Anggaran yang ada itu bisa dialihkan ke program lainnya, yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemko Medan melakukan pembangunan 1.700 LPJU yang dipasang di 8 ruas jalan, yakni Jalan Gatot Subroto, Jenderal Sudirman, Dipoegoro, Imam Bonjol, Putri Hijau, Brigjend Katamso, Juanda, dan Suprapto. (map/saz)

Kebakaran Hebat di Zein Hamid, Telan 2 Korban Jiwa

Istimewa KEBAKARAN: Kebakaran di Jalan Bromo, Lorong Karya, Kelurahan Tegalsari 3, Kecamatan Medan Area, Kamis (19/1) malam, hanguskan 11 rumah warga.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebakaran hebat terjadi di Jalan Brigjen Zein Hamid, Gang M Isa 2, Lingkungan 7, Kelurahan Titikuning, Kecamatan Medan Johor, Kamis (19/1) malam, sekira pukul 20.00 WIB. Kejadian ini, pun menelan 2 korban tewas, yakni Atok (60) dan istrinya Khairun Niswati (58).

Seorang saksi mata, Adi Candra Lubis mengatakan, kebakaran terjadi tepat saat azan Isya. Pada kebakaran itu, ada 3 rumah yang terbakar, tapi hanya satu unit yang hangus. Sedangkan yang 2 rumah lainnya hanya terkena percikan api. Adapun korbann

meninggal dunia itu, merupakan pasangan suami istri, yang sehari-harinya menjual bensin eceran di sekitar Jalan Brigjen Zein Hamid Medan.

Candra menceritakan, saat kejadian, korban Atok sedang menuangkan bensin ke botol air mineral besar untuk dijual Jumat (20/1), sambil merokok.

“Mungkin ada percikan api, dan akhirnya menyambar bensin itu. Atok sudah dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Api baru berhasil dipadamkan sekira 1 jam. Saat kejadian, listrik di sini pun ikut padam,” ungkap Candra.

“Saat kejadian, warga sekitar langsung menghubungi pemadam kebakaran, namun sempat ada kesalahpahaman terkait lokasi kejadian. Apalagi lokasi kebakaran jalannya sempit. Sehingga warga langsung mengambil andil untuk memadamkan api,” imbuhnya.

Sementara itu, Manager Pusat Pengendalian Operasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Ronald F Sitohang mengatakan, api yang menyebabkan kebakaran pertama kali diketahui sekira pukul 20.10 WIB. Api kemudian cepat membesar dan membakar sekitar 60 persen bagian bangunan rumah. Kedua korban tewas diduga karena terjebak api.

“Objek yang terbakar satu unit rumah permanen, dengan persentase terbakar sekitar 60 persen. Korban 2 orang meninggal dunia, dan saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut,” bebernya, Jumat.

Dia pun menjelaskan, api berhasil dipadamkan petugas Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran sekira pukul 21.00 WIB. Sedangkan untuk penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan polisi.

“Polisi sudah di lokasi untuk segera memulai penyelidikan atas insiden ini. Mereka yang berwenang menyampaikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Hasilnya kita tunggu dari pihak kepolisian ya,” jelas Ronald.

Kejadian di Bromo Simo Hanguskan 11 Rumah

Sementara itu, di hari yang sama, ada sebanyak 11 unit rumah terbakar di Jalan Bromo Medan. Selain rumah terbakar, 2 warga juga menjadi korban, dan dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Bidang Pemadam, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Irsan Nasution mengatakan, api berhasil dipadamkan sekira pukul 22.40 WIB, setelah mereka menurunkan 12 unit armada mobil pemadam.

“Api berhasil dipadamkan pukul 22.40 WIB, kami menurunkan 12 armada,” tuturnya.

Dia pun menjelaskan, ada sebanyak 11 rumah yang hangus akibat kebakaran tersebut. Terdiri dari 10 rumah kontrakan, dan satu rumah pemilik kontrakan.

“Untuk rumah yang terbakar ada 10 unit kontrakan dan satu rumah induk. Korban 2 orang, satu hanya luka bakar, dan tadi langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Irsan.

Selain itu, lanjut Irsan, terdapat seorang petugas yang terluka akibat terkena seng. Petugas tersebut juga sudah dibawa ke rumah sakit. Sedangkan untuk penyebab kebakaran, masih belum bisa dipastikan.

“Penyebab kebakaran masih belum bisa dipastikan. Dan masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian,” pungkasnya. (dwi/map/saz)