27 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 195

Bupati Batubara dan Pimpin UMN Al-Washliyah Berduka, Dampingi Mahasiswa KKN yang Alami Kecelakaan

Istimewa/Sumut Pos BERDUKA: Bupati Batubara Baharuddin Siagian (tengah) bersama Wakil Rektor 3 UMN Al-Washliyah Samsul Bahri, mengunjungi RS Bidadari Batubara.
Istimewa/Sumut Pos BERDUKA: Bupati Batubara Baharuddin Siagian (tengah) bersama Wakil Rektor 3 UMN Al-Washliyah Samsul Bahri, mengunjungi RS Bidadari Batubara.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Batubara Baharuddin Siagian bersama Wakil Rektor 3 Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Samsul Bahri, mendampingi empat mahasiswa yang mengalami kecelakaan di Batubara, Senin (28/7) malam. Pihak kampus langsung menuju lokasi dan menangani seluruh proses.

Bupati Batubara dan pimpinan UMN Al-Washliyah ini, secara langsung menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kecelakaan yang menyebabkan dua mahasiswa meninggal dunia, dan dua mahasiswa menjalani perawatan di RS Bidadari Batubara.

Bupati dan Wakil Bupati Batubara yang hadir di RS Bidadari Batubara, memberikan dukungan moril dan empati yang sedalam-dalamnya. Bupati Batubara didampingi Wakil Rektor serta Ketua Lembaga Kerja Sama dan Praktik Magang (LKPM) UMN Al-Washliyah, Hilman, langsung melepas keberangkatan dua jenazah ke Kota Medan.

Pimpinan UMN Al-Washliyah beserta sivitas akademika, mendampingi semua proses administrasi di kepolisian dan RS Bidadari Batubara. Pimpinan universitas juga langsung mengunjungi keluarga korban dan ikut serta mengirimkan doa bersama keluarga.

Selanjutnya seluruh sivitas akademika juga mengikuti seluruh proses fardu kifayah yang dilaksanakan di rumah duka, beralamat di Medan dan Lubukpakam, Deliserdang, Selasa (29/7).

Seperti diketahui, empat mahasiswa mengalami kecelakaan saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Senin (28/7) sore. Mahasiswa yang mengendarai becak bertabrakan dengan mobil pengangkut gas elpiji. Dalam insiden ini, dua dari mahasiswa Semester 6 UMN Al-Washliyah meninggal dunia, yakni Ozar Mizwar Nasution (23) dan Wira Wibawa (23). Dua korban dirawat, yakni Andini Nur Anisyah (22), mahasiswa Semester 6 FKIP UMN Al-Washliyah, dan Raudhatun Athfa (21), mahasiswa Fakultas Farmasi UMN Al-Washliyah.

“Ini adalah musibah dari Allah Subhanahu wa Taala. UMN Al-Washliyah merasa sangat bersedih atas kejadian ini. Kami akan dampingi seluruh proses administrasi baik di rumah sakit dan kepolisian,” pungkas Hilman. (dmp/saz)

Kepada Pemenang Undian Panen Hadiah Simpedes, BRI Serahkan Hadiah Utama Satu Unit Honda Brio

BERIKAN: PT Bank BRI Cabang Kota Tebingtinggi dipimpin Charisma Bayu Aji, memberikan hadiah utama satu unit mobil Honda Brio kepada pemenang udian Panen Hadiah Simpedes.(Istimewa)
BERIKAN: PT Bank BRI Cabang Kota Tebingtinggi dipimpin Charisma Bayu Aji, memberikan hadiah utama satu unit mobil Honda Brio kepada pemenang udian Panen Hadiah Simpedes.(Istimewa)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tebingtinggi menyerahkan hadiah utama berupa satu unit mobil Honda Brio Type S, kepada pemenang program undian Panen Hadiah Simpedes Semester Kedua 2024-2025.

Hadiah Utama tersebut diserahkan langsung Pemimpin Cabang BRI Tebingtinggi Charisma Bayu Aji di halaman parkir Bank BRI Tebingtinggi, Jalan Sutomo Tebingtinggi, Senin (28/7). Adapun pemenangnya, yakni Siaw Ce, warga Desa Kampung Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Pada kesempatan itu, Charisma mengatakan, hadiah yang diberikan ini merupakan bentuk apresiasi dari BRI Tebingtinggi kepada nasabah yang setia bersama BRI.

“Sebenarnya ini sebagai bukti apresiasi kami terhadap nasabah yang setia bersama BRI. Harapannya, semakin banyak nasabah, terutama di wilayah Tebingtinggi dan Sergai. Semakin loyal juga setia dengan BRI, dan bisa terus bersinergi dengan warga sekitar,” ungkap Charisma. Charisma pun mengajak masyarakat wilayah Tebingtinggi dan Sergai untuk terus menabung di BRI Tebingtinggi, dan unit supervisinya. Karena menurutnya, siapapun menabung akan memiliki kesempatan menjadi pemenang undian Panen Hadiah Simpedes.

“Kami mengajak masyarakat, khususnya nasabah BRI Tebingtinggi dan Sergai, untuk terus menabung di BRI. Sebab Panen Hadiah Simpedes selalu menunggu seluruh nasabah untuk jadi pemenang undian,” jelasnya.

Sedangkan pemenang hadiah mobil Honda Brio, Siaw Ce mengaku sangat terharu, dan tidak menyangka jika dia menjadi pemenang hadiah utama dair BRI. Dia mengaku, selama ini memang selalu mempercayakan menyimpan uang atau menabung hanya di BRI. Dia pun mengajak seluruh masyarakat Desa Kampung Pon, untuk tetap mempercayakan BRI sebagai tempat menabung.

“Dengan menabung di BRI, kita sebagai nasabah, punya kesempatan untuk bisa mendapatkan undian Simpedes,” pungkasnya. (ian/saz)

Hasil Gelar Perkara Kematian Pegawai Kemlu, Tidak Ditemukan Unsur Pidana

GELAR PERKARA: Polda Metro Jaya menggelar perkara kasus kematian Arya Daru Pangayunan, pada Senin (28/7) lalu.
GELAR PERKARA: Polda Metro Jaya menggelar perkara kasus kematian Arya Daru Pangayunan, pada Senin (28/7) lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ditreskrimum dan Ditressiber Polda Metro Jaya mengungkap kasus penemuan mayat laki-laki berinisial Arya Daru Pangayunan, 39, Pegawai Negeri Sipil pada Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia tidak ada unsur pidana. Hal itu dikatakan setelah Polda Metro Jaya menggelar gelar perkara pada Senin (28/7) lalu.

Seperti diketahui, Arya ditemukan tewas di rumah kost Guest House Gondia kamar 105, Jl. Gondangdia Kecil No.22 Kel. Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7). Arya ditemukan tewas dalam kondisi kepala tertutup dengan lakban warna kuning.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan dalam kesimpulannya bahwa belum ditemukan tindak pidana pada korban tewasnya ADP. “Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan serangkaian tindakan penyelidikan diantaranya, mengundang sebanyak 24 saksi yang hadir dan 2 saksi belum hadir,” terang Wira saat konferensi pers, kemarin (29/7).

Menurut Kombes Wira, pemeriksaan saksi yang hadir dari Lingkungan Keluarga, saksi dari Lingkungan tempat tinggal korban, saksi dari Lingkungan tempat kerja korban, dan saksi yang menggambarkan profil korban. “Dan penyelidik mengamankan barang bukti sebanyak 103 barang bukti dari beberapa tempat terkait dengan profil korban,” ujar Wira.

Kemudian penyelidik berkoordinasi dengan para ahli terkait barang bukti yang telah diamankan, guna melakukan pembuktian secara ilmiah terhadap suatu peristiwa yang terjadi.

“Penyidik juga melibatkan saksi ahli dari Daktiloskopi (sidik jari) dari Pusinafis Bareskrim Polri, saksi Ahli dari DNA Kimbiofor dari Puslabfor Bareskrim Polri, saksi Ahli dari Toksikologi dari Puslabfor Bareskrim Polri, saksi Ahli dari Kedokteran Forensik dari RSCM, saksi Ahli dari Digital Forensik dari Direktorat Siber Polda Metro Jaya, saksi Ahli dari Psikologi Forensik dari APSIFOR HIMPSI, dan saksi Ahli dari Histopatologi dari UNJANI,” kata Wira.

Korban ditemukan dalam posisi terlentang, menggunakan celana pendek dan kaos, terbaring di atas kasur dengan keadaan kepala tertutup plastik dan terlilit lakban berwarna kuning. Dimana posisi kamar korban dalam keadaan terkunci (diketahui terdapat 3 lapis kunci terdiri dari kartu tap, kunci slot/rantai dan kunci manual).

“Tidak ada akses masuk ke dalam kamar selain melalui pintu depan dan jendela dan tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada plafon atau exhaust dikamar korban,” ucapnya.

Kemudian, pintu gerbang dan kamar kost korban menggunakan sistem elektronik dengan kunci akses masing-masing berupa kartu (kartu akses elektronik kamar korban hanya dimiliki oleh korban dan kunci master oleh penjaga kost).

“Terkait dengan CCTV yang bergeser setelah adanya permintaan istri kepada penjaga kost untuk mendobrak pintu kamar milik korban, sehingga penjaga kost meminta izin kepada pemilik kost untuk melakukan pendobrakan dan disikapi oleh pemilik kost dengan menggeser sudut CCTV untuk memastikan tindakan ane dilakukan oleh memastikan tindakan yang dilakukan oleh penjaga,” tambahnya.

Pada keseluruhan data digital yang diperoleh dari barang/benda uji digital dimaksud tidak ditemukan adanya informasi dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan ancaman fisik, ancaman psikis, dan ancaman kekerasan.

“Bahwa berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan penyelidik dengan melibatkan beberapa ahli maka penyelidik menyimpulkan belum ditemukan adanya peristiwa pidana terhadap korban,” tutupnya. (Ygi/jpg/ila)

Rico Waas Serap Aspirasi di Kampung Nelayan Belawan: Warga Butuhkan Ambulance, Perahu dan Alat Pemadam Kebakaran

KUNJUNGAN: Rico Wass saat melakukan kunjungan dan peninjauan ke Kampung Nelayan Belawan.
KUNJUNGAN: Rico Wass saat melakukan kunjungan dan peninjauan ke Kampung Nelayan Belawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah masukan dan aspirasi warga diterima Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat melakukan kunjungan dan peninjauan ke Kampung Nelayan Belawan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Senin (28/7/25). Masukan dan aspirasi yang disampaikan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan oleh warga untuk wilayah mereka.

Peninjauan ke Kampung Nelayan Belawan ini dilakukan Rico Waas dengan menggunakan perahu motor. Ketika tiba di dermaga Kampung Nelayan Belawan, Rico Waas bertemu dan menyapa warga yang ada disana. Turut ikut bersama Rico Waas Anggota DPRD Kota Medan Saipul Bahri dan Muslim Harahap.

Kemudian Rico Waas berjalan kaki melintasi jalan setapak yang terbuat dari papan kayu menyusuri pemukiman warga Kampung Nelayan Belawan. Selain menyapa, Rico Waas juga mendengarkan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Tak hanya itu, ketika menemui ibu-ibu yang berkumpul di salah satu rumah warga, Rico Waas dengan spontan menggendong bayi yang sedang bersama ibunya. Momen ini pun membuat ibu sang bayi dan ibu lainnya tersentuh melihat seorang pemimpin daerah yang peduli dan menunjukkan kasih sayang kepada bayi.

Selanjutnya Rico Waas yang hadir didampingi Kabag Umum Muhammad Ridho Nasution dan Plt Kabag Prokopim M Agha Novrian berjalan menuju masjid Baiturrahman yang ada di dalam pemukiman warga Kampung Nelayan Belawan. Berdasarkan keterangan warga selain menjadi tempat beribadah Masjid ini juga menjadi tempat berkumpulnya warga.

Rico Waas juga meninjau PAUD dan SMK Perikanan swasta yang ada di Kampung Nelayan Belawan. Meskipun tidak seperti sekolah pada umumnya, keberadaan sekolah yang terbuat dari papan kayu ini menjadi tempat anak-anak untuk menimba ilmu pengetahuan.

Usai berkunjung dan meninjau Rico Waas mengatakan kehadiran dirinya di kampung Nelayan Belawan untuk melihat masyarakat disini. Sebab kampung nelayan Belawan ini merupakan wilayah yang paling Utara di kota Medan, secara administrasi kependudukan.

“Kunjungan ini kita lakukan untuk melihat kondisi disini seperti apa, termasuk memperhatikan anak-anak kita. Tadi kita juga melihat fasilitas yang ada seperti PAUD, SMK dan Masjid serta masyarakat yang bermukim di kampung Nelayan Belawan,” kata Rico Waas.

Menurut Rico Waas, dirinya datang ke Kampung Nelayan Belawan untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi dari masyarakat. Permintaan dari masyarakat tersebut merupakan kebutuhan yang diperlukan untuk mereka.

“Ada beberapa kebutuhan yang disampaikan masyarakat di Kampung Nelayan Belawan seperti perahu ambulance yang siap mengantarkan untuk menyebrang laut jika ada masyarakat yang emergency, salah satunya melahirkan,” jelas Rico.

Untuk fasilitas kesehatan, dijelaskan Rico Waas, Puskesmas Medan Belawan rutin melakukan kunjungan posyandu satu bulan sekali dan untuk mengecek kesehatan lansia dua Minggu sekali.

“Tadi aja juga masyarakat yang menyampaikan aspirasinya terkait preventifnya untuk mencegah kebakaran disini. Mereka meminta pengadaan suatu alat sederhana untuk mencegah dan memadamkan api jika terjadi kebakaran. Tentunya aspirasi ini akan kita terima semuanya dan secara perlahan dipenuhi,” kata Rico Waas. (map/ila)

Ratusan Guru Sekolah Rakyat Mundur, Jarak Jauh Jadi Alasan, Mensos Siapkan Pengganti

SEKOLAH RAKYAT: Beberapa siswa saat bersiap belajar di Sekolah Rakyat di Jakarta, baru-baru ini. Saat ini ada 160 guru Sekolah Rayat mengundurkan diri.
SEKOLAH RAKYAT: Beberapa siswa saat bersiap belajar di Sekolah Rakyat di Jakarta, baru-baru ini. Saat ini ada 160 guru Sekolah Rayat mengundurkan diri.

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 160 guru dari program Sekolah Rakyat ramai-ramai mengundurkan diri karena lokasi penugasannya jauh dari tempat tinggal. Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyebut telah menyiapkan pengganti bagi guru Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri.

“Tapi di belakangnya sudah banyak yang siap untuk menggantikannya karena ada 50 ribu lebih guru yang telah mengikuti proses pendidikan profesi guru yang belum mendapatkan penempatan,” kata Gus Ipul di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/7).

Gus Ipul mengatakan Kemensos juga menghormati sikap 160 guru yang mengundurkan diri itu. Ia menyebut sebagian besar di antara mereka beralasan mundur karena terlalu jauh dari domisili tempat mereka tinggal.

Pengunduran diri secara massal ini menjadi cerminan persoalan lintas sektor yang belum terintegrasi dalam perencanaan program. Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri menyoroti gelombang pengunduran diri ratusan tenaga Sekolah Rakyat. Ia menegaskan, pembangunan sekolah tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan fasilitas dasar yang memadai.

”Bagaimana guru bisa betah mengajar kalau mereka ditempatkan di lokasi yang bahkan kebutuhan dasarnya saja tidak tersedia?” kata Irine kepada wartawan, Selasa (29/7).

Berdasarkan keterangan Kementerian Sosial (Kemensos) penempatan guru-guru tersebut memang mengacu pada sistem rekrutmen yang dikelola oleh BKN dan KemenPANRB. Saat ini, terdapat 100 Sekolah Rakyat dengan lebih dari 9.700 siswa tersebar di seluruh Indonesia.

Irine menilai, pengunduran diri secara massal ini menjadi cerminan persoalan lintas sektor yang belum terintegrasi dalam perencanaan program. Ia mengingatkan bahwa pembangunan sekolah rakyat harus sejalan dengan penyediaan infrastruktur penunjang.

“Mundurnya ratusan guru secara bersamaan perlu menjadi evaluasi dan perbaikan dalam perencanaan serta koordinasi lintas sektor pada proyek Sekolah Rakyat, utamanya pemenuhan infrastuktur,” jelasnya.

Ia juga menyoroti dua sekolah rakyat yang berada di daerah pemilihannya, yakni Maluku Utara. Menurut Irine, infrastruktur di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) seperti Maluku Utara masih membutuhkan perhatian serius.

“Dikatakan ada 100 Sekolah Rakyat, dua di antaranya ada di Maluku Utara. Pertanyaan saya adalah, SPAM-nya ada nggak? Sanitasinya di mana? Dan jangan sekali-sekali memprioritaskan program prioritas pemerintah pusat dari Pak Prabowo, dibangun, dilakukan, tetapi meninggalkan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Karena itu, Irine mendesak Kemensos untuk berkoordinasi lebih intensif dengan Kementerian PUPR, PLN, dan pemerintah daerah agar pembangunan Sekolah Rakyat memperhatikan kebutuhan akomodasi dan transportasi guru. Termasuk penyediaan mess atau tempat tinggal bagi guru yang ditugaskan jauh dari rumahnya.

“Baik dari sisi akomodasi, transportasi, atau mungkin ketersediaan mess untuk tenaga pengajar yang tempat tinggalnya jauh. Karena banyak yang mundur akibat masalah jarak rumah dan tempatnya mengajar berjauhan,” ungkap Irine.

Lebih lanjut, Irene mengingatkan tujuan pembangunan dari Sekolah Rakyat sebagai sarana pendidikan gratis bagi keluarga miskin merupakan langkah mulia, namun keberhasilannya sangat bergantung pada pelaksanaan yang terstruktur dan terpadu.

“Kalau dari awal fondasinya lemah, ya jangan heran kalau gurunya mundur, anak-anaknya tak bertahan, dan masyarakat kehilangan kepercayaan. Sekolah Rakyat itu ide yang baik, tapi pelaksanaannya harus serius, sistematis, dan berpihak pada masa depan anak-anak Indonesia,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Sekolah Rakyat dimulai pada 14 Juli 2025 lalu. Untuk pembelajarannya, Sekolah Rakyat menggunakan kurikulum berbasis tailor made yakni kurikulum yang dirancang khusus dan kontekstual, menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan dinamika sosial di lingkungan mereka.

Sekolah rakyat merupakan sekolah berasrama bagi anak dari keluarga tak mampu yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, sudah ada 63 titik yang beroperasi sejak 14 Juli 2025, sedangkan 37 titik lainnya akan mulai beroperasi pada akhir Juli atau awal Agustus 2025. (jpc/ila)

Anggota DPD RI Penrad Siagian Harapkan GBKP dan Pemkab Jadi Motor Ekonomi Karo

KARO, SUMUTPOS.CO — Anggota Komite I DPD RI, Pdt. Penrad Siagian, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) selama dua hari, pada Senin dan Selasa, 28-29 Juli 2025. Dalam kunjungan tersebut, Penrad memfasilitasi pertemuan antara Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo.

Pertemuan ini digelar sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara institusi keagamaan dan pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor ekonomi kerakyatan.

“GBKP adalah potensi besar untuk berkolaborasi dengan Pemda. Dengan banyaknya warga GBKP di Karo, maka kolaborasi pembangunan ekonomi jemaat harus saling bersinergi antara gereja dan pemda,” ujar Penrad dalam pertemuan tersebut.

Ia menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik warga jemaat.

“Selain kolaborasi, saya juga akan mendorong salah satu klasis di GBKP menjadi piloting project pengembangan ekonomi jemaat melalui pengembangan UMKM warga gereja,” tambahnya.

Menurut Penrad, langkah ini diambil untuk mempercepat akselerasi pembangunan di Kabupaten Karo. Ia melihat potensi besar yang dimiliki daerah ini, baik dari sisi semangat progresif pemerintah daerah maupun dari kekuatan sosial warga jemaat GBKP yang menjadi mayoritas penduduk Karo.

Tak hanya itu, Penrad juga menyoroti pentingnya langkah konkret dari pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem yang masih terjadi di sejumlah desa di Karo. “Saya akan mendorong Pemda Karo mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di desa-desa dengan memanfaatkan potensi Kabupaten Karo, yakni sektor pertanian dan pariwisata,” ujarnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjajaki langkah-langkah lanjutan yang bisa segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat Karo secara berkelanjutan. (adz)

Telkomsel Digital Empowering for Community Hadir Perkuat Literasi Digital Pelajar di Wilayah Perbaungan

Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memajukan pendidikan berbasis digital melalui penyelenggaraan program Telkomsel Digital Empowering for Community (TDEc) 2025 yang kali ini dilaksanakan di SMAN 1 Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Program ini melibatkan 10 SMA dan SMK di Kota Perbaungan serta menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif, kolaboratif, dan inspiratif seputar literasi digital dan transformasi teknologi di lingkungan pendidikan.
Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memajukan pendidikan berbasis digital melalui penyelenggaraan program Telkomsel Digital Empowering for Community (TDEc) 2025 yang kali ini dilaksanakan di SMAN 1 Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Program ini melibatkan 10 SMA dan SMK di Kota Perbaungan serta menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif, kolaboratif, dan inspiratif seputar literasi digital dan transformasi teknologi di lingkungan pendidikan.

Perbaungan, sumutpos.co — Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memajukan pendidikan berbasis digital melalui penyelenggaraan program Telkomsel Digital Empowering for Community (TDEc) 2025 yang kali ini dilaksanakan di SMAN 1 Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Program ini melibatkan 10 SMA dan SMK di Kota Perbaungan serta menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif, kolaboratif, dan inspiratif seputar literasi digital dan transformasi teknologi di lingkungan pendidikan. Perbaungan sendiri merupakan kota yang ke-67 & titik ke-100 dari program TDEc sejak di gelar tahun 2022.

Di bawah payung inisiatif Telkomsel Jaga Cita, program TDEc 2025 bertujuan membangun generasi muda yang adaptif terhadap teknologi, memahami pentingnya lingkungan digital yang positif, serta memiliki semangat kepemimpinan dalam dunia yang serba terhubung.

Kegiatan yang mengusung tema Digital Leadership & Innovation for the Future ini juga turut diisi dengan Talkshow dengan menghadirkan narasumber dari kalangan content creator seperti TaukoTembung dan Iman Batax, serta perwakilan talenta muda karyawan Telkomsel.

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E Setyobudi mengatakan “Melalui TDEc, kami ingin membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan digital yang tidak hanya bermanfaat untuk pendidikan mereka hari ini, tetapi juga menjadi bekal menghadapi dunia kerja dan tantangan masa depan.

Kami juga berharap kolaborasi ini dapat memperkuat ekosistem digital yang lebih inklusif dan menyeluruh di lingkungan sekolah, khususnya di wilayah Perbaungan, kabupaten Serdang Bedagai.”

Sebagai bentuk dukungan nyata dalam pengembangan talenta digital, Telkomsel turut menghadirkan program bantuan Sertifikasi Internasional bagi 10 pelajar berprestasi, yang mencakup pelatihan dan uji sertifikasi dari platform global seperti Adobe dan Microsoft. Langkah ini bertujuan membuka akses siswa terhadap pengakuan kompetensi digital berstandar dunia, sekaligus mempersiapkan mereka untuk bersaing secara global.

Selain talkshow dan program sertifikasi, Telkomsel juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 10 SMA dan SMK di wilayah Serdang Bedagai untuk kerja sama pemanfaatan layanan dan solusi digital, termasuk platform Skul.id, serta berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan ekosistem digital di sekolah. Telkomsel juga menyerahkan bantuan berupa perangkat Orbit dan paket data kepada sekolah peserta.

“Kolaborasi ini bukan hanya seremonial, tetapi awal dari transformasi nyata yang akan terus kami lanjutkan bersama sekolah-sekolah mitra. Kami percaya bahwa pendidikan digital adalah fondasi utama untuk menciptakan pemimpin masa depan yang tangguh dan berdampak serta sesuai dengan perkembangan zaman.” Pungkas Agung.(rel)

Indonesia Darurat Intoleransi, Rapidin Kecam Perusakan Rumah Doa GKSI Padang

Anggota Komisi XIII DPR RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs Rapidin Simbolon MM
Anggota Komisi XIII DPR RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs Rapidin Simbolon MM

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Belum hilang dari ingatan publik, pengusiran dengan kekerasan aktivitas retret pemuda Kristen di Cidahu, Sukabumi, 26 Juni lalu. Kejadian hampir sama terulang di Koto Tengah, Padang, Sumatera Barat.

Sebuah Rumah Doa Jamaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) dirusak massa, mengakibatkan kaca rumah pecah, listrik diputus, fasilitas dirusak dan dihancurkan dan mirisnya 2 anak kecil terluka, dan ketakutan dengan tindakan bar-bar ini.

Anggota Komisi XIII DPR RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs Rapidin Simbolon MM menyampaikan, Indonesia memang tidak pernah adil bagi orang-orang kaum minoritas. Mereka selalu mendapat perlakuan diskriminatif, dihina, rumah ibadah di rusak. Dilarang membangun tempat ibadah, bahkan berdoa bersama saja seolah menjadi kesalahan.

“Sangat diskriminatif memang. Lalu dimanakah pihak berwajib? Di manakah pemerintah? Kenapa mereka semua seolah tutup mata melihat ini? Jawabannya, biasanya pemerintah hanya berdalih jika tindakan diskriminatif tersebut akibat salah paham dan pelaku lagi dan lagi bebas tanpa dihukum,” kata Rapidin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/7/2025).

Rapidin mengingatkan, Indonesia bukan Negara yang hanya memperbolehkan satu agama saja, baik itu Islam, Kristen, Khatolik, Hindu dan lainnya. Namun setiap warga boleh memeluk agama dan kepercayaannya masing masing dan dijamin oleh UUD 1945.

“Tindakan intoleransi seharusnya tidak ada lagi, namum yang sering terjadi justru sebaliknya. Dengan kata lain, Negera ini bukan berlandaskan satu agama, tetapi berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas mantan Bupati Samosir ini.

“Katanya Indonesia sudah merdeka. Lalu, kita bertanya makna dari kemerdekaan jika untuk beribadah saja kita masih tidak aman karena seringkali umat minoritas terancam keselamatannya akibat teror. Padahal mereka Cuma ingin berdoa saja,” imbuhnya.

Lantas, lanjut Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini, apa gunanya Pancasila diterapkan jika kondisi di lapangan sering kali tidak sejalan dengan Pancasila itu sendiri. “Dan perlu digarisbawahi, tindakan intoleransi yang berkelanjutan ini merupakan rangkaian ketidaktegasan pemerintah dan hukum dalam menyelesaikan kasus intoleransi di Indonesia. Sehingga pelaku teror merasa aman, bahkan dilindungi atas nama salah paham belaka,” bebernya

Padahal, lanjut Rapidin, perilaku bar-bar semacam ini digerakkan oleh kesadaran yang memang anti Pancasila. “Mengeringkan! Entah sudah berapa ratus kali kejadian seperti ini terjadi di Indonesia. Tetapi para kaum intoleran ini selalu saja bebas melenggang, bahkan merasa tindakan mereka benar, sehingga merusak tempat ibadah orang Kristen dianggap sebagai tindakan wajar tanpa pernah disentuh hukum,” geramnya.

Menurutnya, pemerintah mulai zaman SBY, Jokowi, sampai Prabowo sekarang tidak pernah bertindak serius menangani masalah seperti ini. “Dan untuk kali ini, saya juga tidak berharap lebih, karena memang mereka pasti diam saja. Saya hanya berharap biarlah hukum alam yang bertindak,” pungkasnya. (adz/rel)