Home Blog Page 214

Polres Karo-Perum Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

PANGAN MURAH: Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto dan jajaran, saat menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Makam Pahlawan Kabanjahe, Jalan Veteran Karo, belum lama ini. (Istimewa)
PANGAN MURAH: Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto dan jajaran, saat menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Makam Pahlawan Kabanjahe, Jalan Veteran Karo, belum lama ini. (Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Polres Tanah Karo bersama Perum Bulog KCP Kabanjahe, menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di depan Makam Pahlawan Kabanjahe, Jalan Veteran Karo, belum lama ini.

Kegiatan yang mengusung semangat Polri untuk Masyarakat ini, dihadiri Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Karo Siti, para pejabat utama Polres Tanah Karo, personel, serta masyarakat pembeli di lokasi.

Dalam pelaksanaannya, disediakan 400 zak beras Bulog SPHP kemasan lima kilogram, dengan harga Rp60.000 per zak. Warga yang hadir membeli secara tertib dan teratur dengan pendampingan personel Polres Tanah Karo.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat menghadapi dinamika harga pangan.

“Melalui sinergi dengan Bulog, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses beras dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di wilayah Karo,” pungkasnya. (deo/saz)

Tifatul Sembiring: Bangsa Indonesia Sudah Khatam Soal Toleransi

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Masalah intoleransi bukan lagi menjadi sesuatu yang besar di negeri ini. Pasalnya, Bangsa Indonesia sudah khatam (sangat memahami) soal toleransi. Sebab, Indonesia adalah negara yang majemuk dan terbiasa saling hormat-menghormati dan saling menghargai.

Hal ini disampaikan Anggota DPR/MPR RI Tifatul Sembiring ketika menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Masjid Taqwa, Jalan Kelambir V, Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, pada Rabu (6/8/2025). “Kita bisa lihat di Sumatra Utara ini ada yang beragama Islam, Kristen, Budha, Hindu, Konghucu, dan lainnya.

Sukunya ada Jawa, Batak, Karo, Minang, Tionghoa, dan lainnya. Tapi toh mereka bisa hidup berdampingan, rukun dan guyub. Memang terkadang ada gesekan, tetapi semuanya bisa kita selesaikan dengan musyawarah dan baik,” kata Tifatul seperti dikutip Sumut Pos dalam siaran persnya, Rabu (20/8/2025).

Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan kebudayaan yang ada di Indonesia justru merupakan sebuah berkah dari Allah Swt. “Tuhan menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal dan menghargai,” ujar Tifatul.

“Bahkan para anak muda tahun 1928 sudah berjanji lewat Sumpah Pemuda, bahwasanya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia adalah sudah final. Ini menunjukkan semangat toleransi sudah ada sejak jaman dulu, kita tinggal meneruskannya saja,” imbuh kader senior PKS ini.

Pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI kali ini Tifatul Sembiring menjelaskan tentang poin-poin penting yang terdapat dalam 4 Pilar MPR RI seperti Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi dan Ketetapan MPR. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara. Dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI berjalan lancar dengan diselingi tanya jawab. Seorang peserta merasa senang bisa hadir pada kegiatan ini. “Saya jadi bisa berdiskusi langsung dengan pak dewan kita. Selama ini hanya bisa lihat di televisi dan facebook,” ujarnya. (rel/adz)

Rico Wass Serahkan SK PPPK kepada 1.018 orang

Rico Wass menyerahkan SK PPPK.
Rico Wass menyerahkan SK PPPK.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I TA 2024 di lingkungan Pemko Medan kepada 1.018 orang.

Pengangkatan PPPK ini, kata Rico Waas, bukan sekedar pengakuan administrasi saja, melainkan juga merupakan bentuk kepercayaan dan amanah dari negara, khususnya Pemko Medan untuk mengabdi dengan penuh tanggung jawab.

“Reformasi birokrasi menuntut adanya aparatur yang profesional, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik. Maka dari itu, PPPK menjadi strategi pemerintah dalam mewujudkan tata kelolah pemerintahan yang efektif dan efisien, serta memberikan ruang lebih luas bagi tenaga profesional untuk berkontribusi,” kata Rico Waas saat memimpin upacara penyerahan SK PPPK Tahap I TA 2024 di Lapangan Cadika, Rabu (20/8/2025).

Dalam momentum itu, Rico Waas juga menyampaikan pesan penting yang harus dilaksanakan oleh PPPK yang baru saja diangkat, diantaranya pertama, pegang teguh integritas dan loyalitas serta jadilah aparatur yang bekerja dengan sepenuh hati, mengedepankan kejujuran, disiplin dan tanggung jawab dalam setiap tugas.

Kedua, tingkatkan kompetensi dan keterampilan. Sebab, di era digitalisasi menuntut kita untuk terus belajar dan berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Lalu yang ketiga, bilang Rico Waas lagi, utamakan pelayanan publik yang berkualitas. Dan yang ke empat, bangun sinergitas dan etos kerja positif.

“Saya percaya dengan semangat dan dedikasi tinggi, saudara dapat menjadi bagian dari perubahan positif di Kota Medan. Mari bersama-sama kita wujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, serta mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” ajak Rico Waas.

Di bagian akhir amanatnya, Rico Waas mengatakan PPPK dan PNS memiliki kedudukan yang sama mulianya sebagai ASN. Keduanya sama-sama bekerja untuk masyarakat dan mengabdi untuk negara.

“Untuk itu saya mengharapkan rekan-rekan semua untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat Kota Medan, tempat anda bekerja, jadilah kebanggaan bagi Pemko Medan,” harap Rico Waas.

Upacara penyerahan SK PPPK tersebut turut juga dihadiri Kepala Kantor Regional VI BKN Medan Janry Haposan UP Simanungkalit, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, para Asistan dan Staf Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah, para camat dan Lurah. (map/ila)

Perkuat Kolaborasi, PLN UP3 Pematang Siantar, PLN Electricity Services, dan PT KINRA Teken MoU Jual Beli Tenaga Listrik 32,51 MVA

PLN UP3 Pematang Siantar bersama PLN Electricity Service dan PT Kawasan Industri Nusantara mendatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan total daya 32,51 MVA.
PLN UP3 Pematang Siantar bersama PLN Electricity Service dan PT Kawasan Industri Nusantara mendatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan total daya 32,51 MVA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematang Siantar bersama PLN Electricity Services dan PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan total daya 32,51 MVA (14/8/2025).

Penandatanganan berlangsung di Kantor PLN UID Sumatera Utara dan dihadiri oleh General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, SRM Niaga & Manajemen Pelanggan Donny Adrianysah D, Manager UP3 Pematang Siantar Ramses Manalu, Direktur Utama PT KINRA Arif Budiman, SEVP PT KINRA Kennedy NP. Sibarani, Vice President PLN Electricity Services Agung Fajar, serta Manager UPP 6 PLN ES Randhy Kusriansyah.

Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PLN Group dalam mendukung kebutuhan tenaga listrik pelanggan industri. Melalui sinergi ini, PLN Electricity Services akan memberikan layanan operasi dan pemeliharaan instalasi kelistrikan PT KINRA, sehingga terjamin keandalan pasokan listrik yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan operasional kawasan industri.

PT KINRA, anak perusahaan PTPN III (Persero), merupakan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei—KEK pertama di Indonesia yang beroperasi sejak 2012. Seiring berkembangnya kawasan, konsumsi listrik PT KINRA terus meningkat. Pada tahun 2025 ini, total perjanjian jual beli tenaga listrik yang telah ditandatangani mencapai 32,51 MVA. Peningkatan kebutuhan listrik ini menjadi indikator positif tingginya minat investasi, khususnya dari investor asing, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru di Sumatera Utara.

Dengan bertambahnya daya tersambung di PT KINRA, PLN UID Sumatera Utara berpotensi meningkatkan penjualan listrik tambahan sebesar 5,8 juta kWh per bulan (berdasarkan perhitungan 200 jam nyala). Selain itu, PLN Electricity Services juga memperoleh peluang tambahan pendapatan beyond kWh melalui layanan operasi dan pemeliharaan instalasi pelanggan.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi strategis ini.
“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi PLN Group dalam mendukung pertumbuhan industri dan investasi di Sumatera Utara. PLN siap memberikan layanan terbaik serta memastikan keandalan pasokan listrik agar setiap kegiatan usaha dapat berjalan optimal. Kami percaya, hadirnya listrik andal akan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan daya saing industri, menggerakkan roda perekonomian, dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Syauki.

PLN UID Sumatera Utara terus berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan guna mendukung perkembangan sektor industri dan bisnis di wilayah Sumatera Utara. (ila)

Polda Sumut Pamerkan Tangkapan Narkoba Sepanjang Januari-Pertengahan Agustus Binjai-Langkat Rawan Narkoba

KETERANGAN: Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak (pegang foto kapal nelayan), saat menyampaikan keterangan di Polres Langkat, Stabat, Rabu (20/8).(Teddy Akbari/Sumut Pos)
KETERANGAN: Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak (pegang foto kapal nelayan), saat menyampaikan keterangan di Polres Langkat, Stabat, Rabu (20/8).(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut memamerkan hasil pengungkapan kasus pada rentang 1 Januari hingga medio Agustus 2025. Hasil analisis dan evaluasi Ditresnarkoba Polda Sumut menunjukkan, Kota Binjai dan Kabupaten Langkat rawan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Sepanjang kurun waktu kurang dari delapan bulan, Ditresnarkoba Polda Sumut mengungkap 429 kasus dengan 534 tersangka. Dengan pengungkapan itu, Polda Sumut mengklaim berhasil menyelamatkan 1.533.564 jiwa, dan nilai barang bukti narkoba yang disita mencapai Rp298.361.400.000.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, kolaborasi dan koordinasi pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan pada sektoral. Artinya, tidak dapat hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum saja.
“Tapi, semua lini harus terlibat dalam pemberantasan narkoba,” ungkap Calvijn di Mapolres Langkat, Stabat, Rabu (20/8).

Barang bukti yang diamankan sepanjang kurun waktu itu, berupa 206 kilogram sabu-sabu, 70 ribu butir pil ekstasi, sembilan ribu butir pil happy five, 170 gram kokain, dan ganja. Tak ketinggalan, juga ada botol minuman keras dari berbagai merek yang diamankan dari tempat hiburan malam (THM).

Lima Modus Peredaran Narkoba di Binjai-Langkat

Jebolan Akademi Kepolisian 1999 ini, juga membeberkan lima modus yang terjadi dalam melancarkan praktik peredaran gelap narkoba di Binjai dan Langkat.
“Ada lima modus yang sering digunakan oleh pelaku-pelaku narkoba di Langkat dan Binjai. Yang pertama para tersangka selalu melakukan transaksi melalui laut dan darat,” beber Calvijn.

Kedua, lanjut Calvijn, pengguna narkoba dimanjakan dengan adanya sebuah barak atau loket pembelian yang berdiri di wilayah perkebunan atau ladang. Ketiga, media sosial (medsos) menjadi sarana untuk melakukan transaksi peredaran narkoba, khususnya pil ekstasi.

“Ini sangat miris sekali, COD. Tim akan melakukan patroli cyber untuk mengungkap kasus-kasus lainnya,” tegasnya.
Keempat, peredaran narkoba di THM.

“Ada beberapa THM yang menjadi lokasi peredaran narkoba yang terungkap. Transaksi narkoba yang ditawarkan secara terbuka untuk seluruh pengunjungnya, melibatkan manajemen di dalamnya. Ini sangat miris sekali,” kata Calvijn lagi.

Dan terakhir, menggunakan tim pantau. Calvijn menyebutkan, lokasi penjualan atau barak maupun loket yang menjual narkoba memberi pengamanan berlapis. Ada tim pengawas dan tim pengamanan yang berkomunikasi melalui handy talky (HT).

“Tim pantau biasanya orang-orang atau pelaku yang dewasa. Dan sekali lagi sangat miris, mereka banyak menggunakan anak-anak di bawah umur, untuk dijadikan tim pantau berlapis. Apabila aparat masuk ke dalam, sudah ada di gerbang satu, dua, dan tiga. Ini dilakukan di THM dan di barak-barak narkoba,” jelasnya.

Ada tiga THM di Langkat yang sudah dilakukan penindakan dan pengungkapan oleh Ditresnarkoba Polda Sumut, peredaran narkoba tersebut berjalan secara terstruktur, yang melibatkan menejemen.

“Ada tersangka, dan tersangka adalah menajemen di dalamnya. Ada pengendali narkoba, contohnya di D4, dan ada sebagai pelayan atau waiters yang menawarkan (narkoba) secara terbuka kepada pelanggan saat masuk, dan ada juga LC atau pendamping nyanyi,” imbuh Calvijn.

Ketiga THM dimaksud, yakni D4 Karoke di Brandan Barat, NBS di Sei Bingai, dan BS di Bahorok. Ironisnya, sambung Calvijn, juga berdiri gubuk-gubuk yang diduga menjadi barak atau lapak isap narkoba di sekitaran tempat disko tersebut.

“Kami sedang mendalami, apakah ada kaitannya antara gubuk-gubuk dan loket yang didirikan di belakang ladang dan berdekatan dengan lokasi THM tersebut. Apakah ada kaitannya, apakah yang membangun sama, dan apakah perintahnya sama dengan pemilik THM, ini sedang kami dalami,” tuturnya.

190 Kilogram Narkoba Pengungkapan Polda Sumut di Perairan Langkat
Belum lama ini, Ditresnarkoba Polda Sumut mengungkap peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 190 kilogram, yang gagal masuk melalui jalur perairan di Langkat. Kristal putih itu diangkut menggunakan kapal nelayan.

Kata Calvijn, ada dua orang yang diamankan dan mereka mendapat perintah dari seseorang berinisial YD, yang kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Menariknya, 190 kilogram sabu-sabu itu, dimuat dalam bagian kapal yang sudah dimodifikasi untuk mengelabui pemeriksaan petugas.

“Tim pada saat melakukan penggerebekan sempat terombang-ambing di laut, sehingga membutuhkan setidaknya enam jam untuk tim kedua menjemput dari TKP,” paparnya.
Dia menyebutkan, DPO berinisial YD masih dalam pengejaran.

“DPO ini yang mengendalikan kedua tersangka dan kami (juga) sedang mendalami, yang mengendalikan kapal oskadon (nelayan) tempat narkoba tersebut,” jelas Calvijn.
Anev Ditresnarkoba Polda Sumut: Langkat-Binjai Diatensi

Dengan serangkaian pengungkapan yang terjadi di wilayah hukum Polres Binjai dan Langkat, Calvijn menyebutkan, kedua daerah ini menjadi lokasi yang rawan peredaran narkoba. Secara geografis, Langkat memiliki jalur perairan dan perlintasan darat menuju Provinsi Aceh. Sementara Binjai adalah kota penyangga sebelum tiba di Ibukota Provinsi Sumut, Kota Medan.

“Langkat dan Binjai merupakan pemetaan, hasil analisis dan evaluasi (anev) tim kami, merupakan satu bagian yang diatensi dan diperkuat dalam hal pengungkapan kasus. Diperkuat itu maksudnya bukan berarti ada pelemahan di dalamnya,” jelas mantan Kasubdit Narkoba Polda Metro Jaya tersebut.

Calvijn menegaskan, Binjai dan Langkat akan menjadi atensi pengungkapan narkotika.
“Kami pertebal, ada beberapa tim yang kami masuki ke dalam dua wilayah ini (Binjai-Langkat) untuk mengungkap jaringan narkoba di dalamnya. Saat ini kami fokus di Binjai dan Langkat. Kenapa? Tadi saya sampaikan ada modus perairan, faktanya 190 kilogram (sabu-sabu) ini, kami temukan dengan menggunakan kapal nelayan.

Kedua, ada barak-barak narkoba, ladang ataupun kebun yang di situ ada barak narkoba, yang beberapa kali Polda Sumut dan polres melakukan penindakan di dalamnya,” tuturnya.
Dia menyerukan kepada polres jajaran untuk melakukan penindakan, tidak hanya sebatas seremoni.

“Melakukan penindakan ini harus sampai dengan tuntas ke akar-akarnya, dan itu tidak dapat dilakukan sektoral, harus kolaborasi Forkopimda yang ada, karena ada domain-domain, tanggung jawab yang berbeda,” pungkas Calvijn. (ted/saz)

PLN Sukseskan Penyelenggaraan Piala Kemerdekaan 2025 di Sumatera Utara

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Ahmad Syauki (dua dari kiri) saat pengecekan keseimbangan beban listrik di DCC Mobile.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Ahmad Syauki (dua dari kiri) saat pengecekan keseimbangan beban listrik di DCC Mobile.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara sukses memastikan keandalan pasokan listrik selama rangkaian penyelenggaraan Piala Kemerdekaan 2025 di Sumatera Utara.

Melalui siaga penuh personel dan penerapan sistem pengamanan kelistrikan berlapis, seluruh pertandingan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun peserta turnamen.

Turnamen Piala Kemerdekaan tahun ini menghadirkan atmosfer luar biasa. Pertandingan pamungkas yang mempertemukan Indonesia melawan Mali menjadi laga penentu dan berhasil menyedot perhatian publik.

Sebanyak 21.991 penonton memenuhi stadion untuk menyaksikan pertandingan yang berlangsung sengit dengan nuansa sportivitas dan semangat nasionalisme.

Selain menyajikan hiburan olahraga berkelas internasional, ajang ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.

Tercatat sebanyak 144 tenant UMKM turut meramaikan area sekitar stadion dengan menghadirkan produk kuliner, kerajinan, hingga layanan kreatif, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari sisi hasil pertandingan, Mali keluar sebagai juara Piala Kemerdekaan 2025 dengan raihan 9 poin, disusul Indonesia sebagai runner up dengan 4 poin, dan Tajikistan menempati posisi ketiga dengan 2 poin.

Kemenangan Mali ditentukan melalui laga terakhir kontra Indonesia yang berlangsung dramatis, penuh semangat juang, sekaligus menjunjung tinggi sportivitas.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas suksesnya penyelenggaraan Piala Kemerdekaan di Sumatera Utara.

“Kami (PLN) bangga dapat berkontribusi dalam menjaga keandalan pasokan listrik, sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung tanpa kendala. Keberhasilan ini merupakan buah kerja keras seluruh personel yang siaga penuh, didukung sistem pengamanan kelistrikan berlapis. Kami juga mengapresiasi dukungan PSSI, Pemerintah Daerah dan masyarakat yang turut menciptakan suasana aman dan kondusif. Lebih dari sekadar event olahraga, Piala Kemerdekaan ini menghadirkan energi positif bagi bangsa sekaligus menggeliatkan perekonomian lokal melalui partisipasi UMKM,” ujar Syauki.

Apresiasi juga datang dari Exco PSSI, Arya Sinulingga, yang memberikan penghargaan khusus atas dukungan penuh PLN UID Sumatera Utara.
“Berkat dukungan PLN UID Sumatera Utara, Piala Kemerdekaan dapat terselenggara dengan baik. Enam pertandingan berjalan lancar hingga hari terakhir. Saya berterima kasih kepada PLN yang telah memberikan pelayanan terbaik untuk Sumatera Utara dan untuk Indonesia. Terima kasih PLN, maju terus!” tegas Arya.

PLN UID Sumatera Utara berkomitmen terus mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional di wilayah Sumatera Utara. Dukungan ini tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi PLN dalam menumbuhkan semangat persatuan, kebanggaan bangsa, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. (ila)

Tifatul Sembiring Sebut Pancasila Tidak akan Basi Sampai Kapanpun

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang di dalamnya terdapat 5 sila yang akan terus relevan seiring perkembangan zaman. Dengan kata lain, Pancasila tidak akan basi sampai kapanpun. Hal ini disampaikan Anggota DPR/MPR RI Tifatul Sembiring saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Masjid Jamik Sentosa, Medan Perjuangan, Selasa (5/8).

Politisi PKS ini menambahkan, dengan memegang teguh dan mengaplikasikan nilai-nilai yang ada di dalamnya, sudah barang tentu harmonisasi, kebersamaan, dan persatuan bangsa akan selalu terus terjaga meskipun banyak rongrongan dari dalam maupun luar negeri.

“Kita sudah membuktikan pada banyak Pemilu dan banyak kondisi meskipun sering terjadi gesekan, tetapi dengan semangat kekeluargaan dan musyawarah seperti yang ada di sila ke-4 Pancasila, toh semua ini bisa kita lalui dengan baik dan selamat,” ujar Tifatul seperti dikutip dari siaran persnya, Selasa (19/8).

Ia juga berharap kepada masyarakat yang hadir pada sosialisasi ini untuk terus bergandengan tangan dalam menjaga Kamtibmas di lingkungannya masing masing. “Narkoba, begal dan kenakalan remaja adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita bersama menjaga anak-anak kita dari perilaku yang menyimpang. Saya optimis dengan terus menanamkan nilai-nilai agama pada anak-anak kita, maka perilaku seperti ini akan hilang di kemudian hari,” ungkap Tifatul.

Menkominfo era Presiden SBY ini juga mengajak para peserta sosialisasi untuk bergembira dan bersemangat merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 tahun. “Mari jadikan momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai ajang untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ajak Tifatul.

Peserta yang hadir merasa gembira dan tercerahkan dengan adanya sosialisasi 4 Pilar yang digelar oleh Tifatul Sembiring. “Saya jadi tahu bagaimana caranya mengaplikasikan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila dalam kehidupan sehari hari,” ujar Hariadi, seorang peserta. (adz)

Sikapi Polemik Tanah Wakaf Masjid Jamik Kebun Bunga, M Nuh Berharap BPN Profesional

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut) KH Muhammad Nuh MSP berharap, BPN bersikap profesional menyikapi polemik tanah wakaf Masjid Jamik Kebun Bunga yang disinyalir sudah bersertifikat dan dimiliki pihak lain. Hal ini dikatakannya saat mengisi pengajian di Masjid Ghaudiyah, Jalan KH Zainul Arifin Medan, Senin (18/8).

Pengajian ini diawali dengan pensyahadatan warga yang masuk Islam dan tausiah agama dalam rangka memperingati HUT RI yang ke 80 tahun. Setelah Salat Isya, pengelola masjid dan Yayasan India Muslim Sumatera Utara mengajak M Nuh untuk berbincang di ruangan kantor.

Yayasan India Muslim Sumatera Utara ini mengelola dua masjid yaitu Masjid Ghaudiyah dan Masjid Jamik Kebun Bunga di Jalan Kejaksaan, Petisah Tengah. Masjid Jamik Kebun Bunga dibangun pada tahun 1887 atas penyerahan tanah (wakaf) dari Tengku Sultan Ma’mun Al -Rasyid Deli seluas 5. 407 meter persegi.

Anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut) KH Muhammad Nuh MSP berharap, BPN bersikap profesional menyikapi polemik tanah wakaf Masjid Jamik Kebun Bunga yang disinyalir sudah bersertifikat dan dimiliki pihak lain. Hal ini dikatakannya saat mengisi pengajian di Masjid Ghaudiyah, Jalan KH Zainul Arifin Medan, Senin (18/8).
Anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut) KH Muhammad Nuh MSP berharap, BPN bersikap profesional menyikapi polemik tanah wakaf Masjid Jamik Kebun Bunga yang disinyalir sudah bersertifikat dan dimiliki pihak lain. Hal ini dikatakannya saat mengisi pengajian di Masjid Ghaudiyah, Jalan KH Zainul Arifin Medan, Senin (18/8).

Kepada M Nuh, pihak yayasan menjelaskan, pada tahun 1999 Pemerintah Kota Medan membuat jalan tembus antara Jalan Taruma ke Jalan Kejaksaan yang membelah lahan Masjid Jamik Kebun Bunga. Pada Awalnya, pengurus masjid berkeberatan atas penggunaan lahan masjid tersebut. Namun setelah musyawarah dan pihak Pemko Medan berjanji akan membantu segala sesuatu yang diperlukan, penolakan tersebut mereda.

Sampai saat ini, para tokoh dari Yayasan India Muslim Sumatera Utara terus berupaya agar tanah yang menjadi bagian dari lahan masjid itu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masjid, meskipun kini berada di seberang jalan. Hingga kini, menurut para tokoh dari Yayasan India Muslim Sumatera Utara, belum ada perkembangan yang berarti. Bahkan disinyalir ada yang pernah melihat bahwa tanah yang berada diseberang Masjid Jamik Kebun Bunga itu sudah bersertifikat dan dimiliki oleh pihak lain.

“Sebagai warga negara, tentu kita yakin para petugas kita di Badan Pertanahan Nasional (BPN) memahami dengan baik Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria dan Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf yang menyebutkan, tanah wakaf dilarang: dijadikan jaminan, disita, dihibahkan, dijual, diwariskan, ditukar atau dialihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya,” kata Nuh menyikapi persoalan itu.

Menurut Ketua Persis Sumatera Utara ini, kasus serupa bukan hanya di satu atau dua tempat saja, tetapi sudah banyak kita dengar dan temukan kasus serupa di lapangan. “Saya berharap sembari mengingatkan dan mensyukuri nikmat kemerdekaan ini, kita juga saling mengingatkan terutama para petugas BPN agar bekerja secara profesional,” ujarnya.

Terlebih lagi, lanjut M Nuh, harga tanah di pusat kota seperti lahan Masjid Jamik Kebun Bunga ini pastilah sangat menarik banyak pihak. “Mudah-mudahan kita semua dapat menunaikan amanah dengan sebaik baiknya, bukan malah menjadi pengkhianat bangsa,” ucap Nuh.

Dia pun berharap, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemko Medan, Camat, Lurah sampai Kepling, agar dapat berupaya secara optimal menjaga hak ummat dan bangsa. “Rekan-rekan Anggota DPR, DPRD Provinsi Sumatera Utara, dan DPRD Kota Medan, kita juga mempunyai tanggung jawab menjaga tanah wakaf, diantarnya tanah wakaf di Masjid Jamik Kebun Bunga ini. Dengan kebersamaan, kita melaksanakan tugas dan amanah yang teremban di pundak kita. Semoga Allah SWT membukakan nikmat dan pintu keberkahan-Nya yang amat luas, aamiin,” pungkas Nuh. (adz)