Home Blog Page 213

Kado HUT ke-80 Kemerdekaan RI, 95 Keluarga di Sumut Kini Miliki Akses Listrik Sendiri

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Ahmad Syauki saat melakukan penyalaan listrik yang disaksikan langsung oleh bapak Ade Irwan Nasution penerima bantuan program LUTD (20/8).
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Ahmad Syauki saat melakukan penyalaan listrik yang disaksikan langsung oleh bapak Ade Irwan Nasution penerima bantuan program LUTD (20/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menghadirkan kado istimewa berupa sambungan listrik gratis bagi 95 keluarga prasejahtera melalui program Light Up The Dream (LUTD): Terangi Negeri, Wujudkan Indonesia Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penyalaan serentak yang dilaksanakan di 38 provinsi di seluruh Indonesia pada Rabu (20/8/2025).

Secara nasional, PLN memberikan bantuan sambungan listrik gratis kepada 2.821 keluarga prasejahtera, menjadikan total penerima manfaat program LUTD sejak 2020 mencapai lebih dari 37 ribu pelanggan di seluruh Indonesia.

Program LUTD sendiri merupakan inisiasi dan donasi sukarela dari insan PLN, sebagai bentuk kepedulian dalam memberikan akses listrik bagi masyarakat kurang mampu yang tinggal di wilayah berlistrik, namun belum sanggup melakukan sambungan sendiri.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya menyalakan listrik, tetapi juga membuka peluang baru bagi kehidupan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dapat menghadirkan listrik bagi 95 keluarga di Sumatera Utara. Bagi kami, listrik bukan sekadar penerangan, melainkan pintu menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, keluarga dapat lebih produktif, dan perekonomian rumah tangga pun dapat meningkat. Terima kasih kepada seluruh insan PLN yang telah bergotong royong untuk mewujudkan program ini,” ujar Syauki.

Salah satu penerima manfaat, Ade Irwan Nasution, warga Kecamatan Medan Johor, tak kuasa menahan haru setelah rumahnya resmi menikmati listrik sendiri.

“Sebelum ada bantuan ini, rumah saya belum memiliki listrik sendiri sehingga harus menyambung dari rumah orangtua dan membayar setiap bulan. Kehidupan kami pas-pasan, saya bekerja seadanya sementara istri ikut berjualan bersama adiknya. Dengan adanya bantuan dari PLN ini, saya sangat bersyukur karena akhirnya rumah kami bisa menikmati listrik sendiri,” ucap Ade.

Pada momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI, PLN UID Sumatera Utara menyalakan listrik untuk 95 keluarga dengan total daya tersambung 79.800 VA, tersebar di 10 UP3:

Adapun rianciannya:
1. UP3 Nias: 5 pelanggan – 4.500 VA

2. UP3 Lubukpakam: 7 pelanggan – 6.300 VA

3. UP3 Binjai: 20 pelanggan – 18.000 VA

4. UP3 Medan: 6 pelanggan – 3.150 VA

5. UP3 Pematangsiantar: 12 pelanggan – 10.350 VA

6. UP3 Bukit Barisan: 5 pelanggan – 4.500 VA

7. UP3 Medan Utara: 5 pelanggan – 4.500 VA

8. UP3 Padang Sidempuan: 22 pelanggan – 16.650 VA

9. UP3 Sibolga: 7 pelanggan – 6.300 VA

10. UP3 Rantau Prapat: 6 pelanggan – 5.400 VA

Melalui Light Up The Dream, PLN tak hanya menghadirkan sambungan listrik gratis, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

PLN memastikan program ini akan terus berlanjut agar semakin banyak keluarga prasejahtera di Sumatera Utara dan seluruh Indonesia dapat merasakan manfaat kehadiran listrik sebagai bagian dari misi besar PLN mewujudkan keadilan energi untuk semua. (ila)

Hanya Bermodalkan Papan Nama 2.000 LKS Fiktif

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah bakal melototi satu persatu Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) terkait izin dan akreditasinya. Pasalnya, ada ribuan lembaga fiktif yang berdiri di Indonesia.

Hal ini yang menjadi pembahasan dalam rapat yang digelar antara Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat (PM) Abdul Muhaimin Iskandar bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Selasa (19/8).

Dalam rapat tersebut, Mensos mengungkapkan, bahwa masih banyak LKS yang tidak terakreditasi. Bahkan, ada lebih dari 2.000 lembaga fiktif yang hanya bermodal papan nama.

Tak hanya itu, menurut dia, lebih dari 85 persen anak di panti pun bukan yatim piatu. Mereka ternyata masih memiliki salah satu orang tua.

Kondisi ini yang membuat dirinya bertekad untuk mengubah aturan dan lebih tegas mengenai akreditasi LKS ini. “Kalau akreditasi tidak memberi insentif atau sanksi, orang enggan memperbaiki layanan. Ini yang akan kita ubah,” ungkapnya dalam keterangan resminya Rabu (20/8).

Kementerian Sosial (Kemensos) disebutnya tengah merevisi peraturan menteri sosial (permensos) terkait LKS ini. Dalam revisinya nanti, akreditasi akan jadi syarat penting mengingat penilaian ini menjadi salah satu instrumen penting penjamin kualitas pengasuhan.

“Biaya pengurusan anak di panti, itu 5–10 kali lebih besar dari pengasuhan berbasis keluarga. Ini juga menjadi alasan kuat agar regulasi ini diarahkan pada peningkatan kualitas, bukan sekadar legalitas,” tegasnya.

Gus Ipul, sapaan akrab mensos, memastikan, bagi LKS yang melanggar akan dikenai sanksi tegas. Sementara, bagi yang memenuhi standar akan mendapat penghargaan.

Senada Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya reformasi sistem akreditasi panti asuhan ini. Meski begitu, dia mewanti-wanti jika akreditasi tak boleh sekadar formalitas administrasi, namun juga mengukur kualitas layanan pengasuhan dengan mekanisme reward dan punishment yang jelas.

Di sisi lain, ia turut menyoroti soal penyaluran bantuan sosial oleh filantropi maupun dana sosial masyarakat. Dia menegaskan, penyaluran ini harus diatur lebih transparan dan akuntabel. “Seluruh penyaluran bantuan sosial wajib berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tidak salah sasaran,” ungkapnya.

Diakuinya, persoalan data memang kerap menjadi persoalan yang turun menurun. Mengingat, selama ini, data kemiskinan tersebar di berbagai kementerian dan lembaga, di mana masing-masing memiliki kriteria berbeda-beda. Akibatnya, tingkat ketidaktepatan sasaran bansos tinggi. Bansos Kemensos dinilai 45 persen tak tepat sasaran. Subsidi BBM bahkan disebut 82 persen tidak tepat sasaran.

Oleh karenanya, kata dia, Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengeluarkan Perpres No. 4/2025 yang menugaskan BPS sebagai lembaga kredibel untuk verifikasi dan validasi data kemiskinan. Sehingga, muncullah DTSEN.

Dengan adanya DTSEN ini, maka semua kementerian dan lembaga wajib menggunakan data tersebut untuk program bansos maupun subsidinya. Dengan begitu, maka program bantuan untuk orang tak mampu bisa lebih memiliki daya jungkit karena serentak dan tepat sasaran.

Gus Ipul turut mengamini. Menurutnya, seluruh K/L harus tunduk pada data BPS. “Kalau masing-masing pakai data sendiri, masalah tidak akan selesai. Kritik boleh, masukan boleh, tapi semua harus berbasis BPS,” sambungnya.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga tengah menyiapkan digitalisasi penyaluran bansos lewat aplikasi yang dikembangkan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Uji coba dilakukan di Banyuwangi, dengan sistem conditional cash transfer berbasis Payment ID Bank Indonesia. Diharapkan, bantuan lebih tepat guna karena hanya bisa digunakan untuk kebutuhan dasar seperti sembako.

“Akreditasi panti, digitalisasi bansos, hingga Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi besar menuju nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026. Semua butuh regulasi yang kuat, pengawasan yang konsisten, serta partisipasi masyarakat,” pungkasnya.

Jangan Ulangi Penyelewengan Bansos

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mewarning jajarannya untuk tidak bermain-main dengan dana bansos. Dia menekankan, jajaran Kemensos harus belajar dari pengalaman. Jangan sampai kasus korupsi dana bansos di masa lalu kembali terulang. “Ya, itu menjadi bagian dari pelajaran penting untuk Kementerian Sosial. Pengalaman yang tidak baik jangan sampai terulang dan terjadi lagi,” tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, di sela acara pembekalan kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Margaguna, Jakarta, kemarin (19/8).

Warning itu disampaikan Gus Ipul menanggapi dugaan kasus korupsi bansos tahun 2020 yang kini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK telah menetapkkan tiga orang dan dua korporasi sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi bansos untuk Program Keluarga Harapan (PKH). Bansos tersebut kala itu dibagikan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

Selain penetapan status tersangka baru, KPK juga menetapkan status pencegahan terhadap empat orang. Yakni, Komisaris Utama PT Dosni Roha Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT), Direktur Operasional DNR Logistics tahun 2021 -2024 Herry Tho (HT), Dirut DNR Logistics tahun 2018-2022 Kanisius Jerry Tengker (KJT), dan Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Kemensos, Edi Suharto (ES). Dalam kasus ini, kerugian negara diduga mencapai Rp 200 miliar.

Saat kasus itu terjadi pada 2020, ES menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial di Kemensos. Saat itu Menteri Sosial dijabat oleh Juliari Batubara. Juliari juga terlibat kasus korupsi bansos pandemi Covid-19. Ia divonis 12 tahun penjara. Nama lain cukup dikenal publik adalah Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo. Dia adalah kakak pengusaha media Hari Tanoesodibjo.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan, dirinya bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono telah berkomitmen untuk menegakkan aturan dan tidak melakukan penyelewenangan. Komitmen itu bahkan telah diikrarkan berdua. Karena itu, Mensos dan Wamensos mengajak seluruh jajaran kemensos untuk tidak melakukan penyelewengan. Baik itu terkait bansos maupun program unggulan Kemensos seperti Sekolah Rakyat.

“Kami sudah berkomitmen tidak akan mengintervensi (pengadaan),  tidak akan mengajak (melakukan penyelewengan), dan tidak akan memberikan peluang kepada siapapun untuk melakukan penyelewengan di lingkungan Kementerian Sosial,” tegas Gus Ipul. (omy/wan/mia/oni/jpg)

Waketum KADIN Usul PLN Terbitkan Green Bonds untuk Bangun Transmisi Listrik

SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aryo Djojohadikusumo, menekankan pentingnya menghadirkan instrumen finansial inovatif guna mempercepat pembangunan transmisi listrik energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Salah satunya melalui penerbitan green bonds oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Hal itu ia sampaikan dalam Energy Insights Forum bertajuk “The Energy We Share”, yang diselenggarakan oleh KADIN Bidang ESDM bersama Katadata, di Jakarta, Rabu (20/8) malam. Menurut Aryo, tantangan terbesar dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) terletak pada investasi jaringan transmisi yang menghubungkan pembangkit dengan pusat beban.

“Internal rate of return (IRR) untuk pembangunan transmisi saat ini hanya sekitar enam persen. Dalam dunia usaha, angka itu terlalu rendah sehingga investor swasta enggan masuk. Karena itu, pembangunan transmisi mau tidak mau harus ditangani PLN. Di sinilah peran penerbitan green bonds menjadi penting, agar PLN memiliki pendanaan memadai untuk membangun jaringan transmisi listrik EBT dan sekaligus memperluas bauran energi hijau nasional,” ujar Aryo.

Ia menambahkan, Indonesia tidak kekurangan sumber daya energi bersih, tetapi membutuhkan skema finansial yang mampu menjembatani kesenjangan antara potensi sumber daya dan permintaan listrik yang terus meningkat. “Dengan green bonds, PLN bisa membiayai pembangunan jaringan transmisi listrik EBT,” jelas Aryo.

Green bonds adalah obligasi yang secara khusus diterbitkan untuk membiayai proyek ramah lingkungan, mulai dari pembangunan pembangkit energi terbarukan, penguatan transmisi hijau, hingga sistem penyimpanan energi. Keunggulannya adalah dana yang terkumpul hanya digunakan untuk proyek hijau, sehingga memberi kepercayaan lebih kepada investor global yang kini semakin selektif dalam menyalurkan pendanaan.

Bagi Indonesia, green bonds dapat menjadi instrumen kunci untuk kebutuhan pembangunan pembangkit hingga jaringan transmisi yang hampir mencapai Rp3.000 triliun, sekaligus meningkatkan kredibilitas transisi energi di mata internasional.

Pandangan Aryo diamini SEVP Hukum, Regulasi, dan Kepatuhan PLN, Nurlely Aman, yang menyebutkan bahwa pembangunan pembangkit hingga jaringan transmisi tidak bisa dilakukan sendiri oleh PLN. “RUPTL 2025–2034 yang kami keluarkan menargetkan 76 persen tambahan kapasitas berasal dari energi terbarukan, termasuk energy storage. Namun, pertanyaannya bukan lagi apa yang harus dilakukan, tetapi bagaimana mengeksekusinya bersama-sama. PLN tidak bisa berjalan sendiri, peran aktif swasta mutlak diperlukan,” tegas Nurlely.

RUPTL terbaru menempatkan Independent Power Producer (IPP) sebagai penyumbang dana lebih dari 70 persen. Untuk merealisasikannya, PLN mengandalkan kolaborasi internasional serta skema pembiayaan hijau, termasuk transition financing yang tengah digodok.

Kebutuhan Energi Besar

Dari sisi pelaku usaha, CEO Bosowa Corporindo, Subhan Aksa menyoroti kebutuhan energi rendah emisi di wilayah Indonesia timur. Menurutnya, pertumbuhan konsumsi energi di Sulawesi Selatan mencapai sembilan persen per tahun. Namun, perubahan iklim menimbulkan tantangan besar.

“Pada 2023, kekeringan ekstrem menyebabkan shortage besar pada PLTA sehingga beberapa industri harus dikorbankan. Renewable bukan sekadar beban, tetapi peluang. Namun tanpa dukungan regulasi dan pemerintah, swasta tidak akan berhasil. Kami ingin menjadi mitra pemerintah untuk pemerataan energi di Indonesia timur,” jelas Subhan.

Ia menambahkan, peran swasta tidak hanya penting dalam penyediaan teknologi dan investasi, tetapi juga dalam mempercepat adopsi energi bersih di sektor industri. “Transisi energi memerlukan langkah nyata dan arah kebijakan yang jelas. Dengan insentif yang tepat, pelaku industri akan lebih percaya diri untuk berinvestasi dalam solusi energi hijau,” ujar Subhan.

Bosowa sendiri kini berinvestasi dalam energi terbarukan dan penggunaan alternative fuel seperti biomassa guna mendukung transformasi menuju energi yang lebih hijau.

Dari sektor digital, VP Operations DCI Indonesia, Lucas Adrian mengingatkan, lonjakan permintaan energi juga datang dari pertumbuhan pesat pusat data (data center). “Pertumbuhan data center di Indonesia diperkirakan mencapai Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 20 persen per tahun dalam 4-5 tahun ke depan. Data center adalah konsumen listrik yang sangat besar. Kami harus menjaga standar service level agreement (SLA) terkait ketersediaan daya, suhu, hingga kelembapan. Itu artinya pasokan listrik harus selalu stabil,” jelasnya.

Adapun Energy Insights Forum merupakan forum diskusi bulanan hasil kolaborasi KADIN Bidang ESDM dan Katadata. Forum ini dibentuk untuk mendorong ekosistem investasi energi Indonesia yang inklusif, transparan, dan berorientasi ke depan. Ajang ini menjadi platform strategis bagi pemangku kepentingan publik maupun swasta dalam memperkuat kolaborasi menuju transisi energi nasional.

Selain forum, KADIN Bidang ESDM juga menerbitkan Buletin Energi secara rutin setiap bulan. Buletin ini membahas perkembangan regulasi, peluang investasi, dan isu-isu terkini sektor energi dan mineral. Publik dapat mengakses buletin melalui tautan berikut: https://kadinesdm-bulletin.katadata.co.id. (rel/adz)

Pemkab Karo Gelar Rakor Susun RPJPD, RPJMD, dan RKPD

RAKOR: Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Antonius Ginting, saat menghadiri Rakor Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Bidang Perekonomian di Ruang Rapat Bupati Karo, Selasa (19/8).(Istimewa)
RAKOR: Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Antonius Ginting, saat menghadiri Rakor Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Bidang Perekonomian di Ruang Rapat Bupati Karo, Selasa (19/8).(Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Antonius Ginting, didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan, dan Sekda Eddi Surianta Surbakti, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Bidang Perekonomian (RPJPD, RPJMD, dan RKPD) yang dilaksanakan pada Selasa (19/8) lalu di Ruang Rapat Bupati Karo.

Pemkab Karo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) melaksanakan koordinasi penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah bidang perekonomian, meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan, perencanaan pembangunan daerah bidang perekonomian disusun secara terintegrasi dan sinkron dengan kebijakan nasional serta provinsi. Dengan demikian, perencanaan tersebut dapat menjadi acuan yang efektif dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karo.

Pengembangan potensi prioritas ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Karo di tingkat nasional dan internasional, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, Kabupaten Karo dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan dan pengembangan potensi daerah yang efektif dan efisien. (deo/saz)

Tifatul Sembiring Sebut Peran Ulama Sangat Besar dalam Kemerdekaan Indonesia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR/MPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, ada peran besar ulama dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia. Disebutnya, KH Agus Salim, KH Wahid Hasyim, Muhammad Natsir sampai Pangeran Diponegoro adalah ulama yang memiliki andil besar dalam proses merebut kemerdekaan.

“Fatwa jihad yang dikeluarkan KH Wahid Hasyim adalah cikal bakal pertempuran dalam mengusir penjajah di Surabaya. Sedangkan Muhammad Natsir adalah Perdana Menteri Indonesia sekaligus negosiator ulung yang pernah dimiliki bangsa ini,” kata Tifatul dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Masjid Al Muhtadin, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, bangsa Indonesia berhutang budi terhadap semua jasa para pahlawan. Maka dari itu, kemerdekaan ini harus kita isi dengan hal-hal yang positif dan produktif. “Persatuan dan kesatuan wajib kita jaga. Tidak adalagi yang namanya intoleransi, tidak adalagi yang namanya disintegrasi semua wajib bergandengan tangan agar Bangsa Indonesia semakin Baldatun thayyibatun wa robbun ghofur,” ujar Tifatul.

Lebih lanjut disampaikannya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga sudah menjadi kesepakatan para founding father. Maka dari itu wajib dirawat dengan sebaik-baiknya. “Saya mengajak semua elemen anak bangsa untuk selalu mendoakan pemimpin dengan doa yang baik, karena pada hakikatnya doa yang baik kepada orang lain akan berbalik kepada kita,” ucap kader senior PKS ini.

Tak hanya berhenti di situ, Tifatul juga mengajak para peserta sosialisasi yang hadir untuk selalu mendukung dan mendoakan saudara-saudara kita di Palestina. “Saya apresiasi dukungan pemerintah yang aktif terhadap Palestina, semoga Allah berkahi Palestina dan Indonesia,” harapya.

Kegiatan ini diikuti antusias oleh para masyarakat. Salah seorang peserta mengaku senang bisa berjumpa dengan Menkominfo era SBY ini. “Biasanya hanya lihat dari televisi dan koran saja tapi sekarang bisa bertemu langsung” ujarnya. (adz)

Prodi D3 Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan Edukasi Kesiapsiagaan Lansia Hadapi Bencana Angin Puting Beliung

SIMULASI: Tim PkM Prodi D3 Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan, saat melakukan simulasi pelatihan penanganan bencana diikuti warga lansia.(Istimewa)
SIMULASI: Tim PkM Prodi D3 Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan, saat melakukan simulasi pelatihan penanganan bencana diikuti warga lansia.(Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Studi (Prodi) Diploma 3 Keperawatan Dairi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Medan, melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Pengabdian dimaksud berupa edukasi dan pelatihan kepada warga lanjut usia (lansia) dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam puting beliung.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi di Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang, belum lama ini.

Ketua Tim PkM, Perak Maruli Asi Roha Hutagalung, didampingi Heriaty Berutu, serta Rugun Togianur Lingga, menjelaskan, edukasi dan pelatihan itu untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya warga lansia terhadap bencana alam angin puting beliung.

“Pelatihan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya warga lansia dan perangkat desa itu, juga merupakan bentuk tri dharma perguruan tinggi, dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam,” ungkap Maruli.

Kegiatan itu, lanjut Maruli, mencakup berbagai sesi, mulai dari penyuluhan mengenai fenomena angin puting beliung, simulasi evakuasi mandiri, hingga pelatihan. Tim PkM juga memberikan modul edukatif yang dapat digunakan lansia dalam keadaan bencana.

“Kami berharap edukasi yang kami berikan dapat menjadi bekal bagi lansia di Desa Bintang Mersada ini, untuk lebih siap menghadapi bencana serta mampu bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi,” jelasnya.

Maruli juga mengatakan, kolaborasi dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat ini, menjadi langkah awal membangun masyarakat yang tangguh dan responsif terhadap bencana.

Sementara itu, seorang warga lansia bermarga Sinurat, mengapresiasi edukasi dan pelatihan penanganan bencana yang dilakukan Prodi D3 Keperawatan Dairi tersebut.

“Kami mendapat banyak pengetahuan baru, yang sebelumnya tidak tahu apa yang harus dilakukan saat angin kencang datang. Sekarang kami jadi lebih siap dan tidak panik,” ujarnya.

Kepala Desa Bintang Mersada, Uswatun Bintang, menyambut baik edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan lansia menghadapi bencana yang dilakukan Prodi D3 Keperawatan Dairi yang bekerja sama dengan BPBD Dairi tersebut. Menurutnya, penting ada sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana.

“Karena Dairi merupakan wilayah yang rawan bencana angin puting beliung. Diperlukan pemahaman yang baik di masyarakat, khususnya bagi lansia, tentang cara mengenali tanda-tanda awal serta langkah-langkah penyelamatan diri,” kata Uswatun.

Seperti diketahui, bencana alam telah melanda Desa Bintang Mersada pada Sabtu, 9 Agustus 2025 lalu. Sejumlah rumah warga pun mengalami kerusakan. (rud/saz)