28 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 214

Peringatan Haul Siantar Jangan Hanya Serimonial Saja

SAPA: Wali Kota Siantar, Wesly Silalahi menyapa masyarakat. ISTIMEWA/SUMUT POS
SAPA: Wali Kota Siantar, Wesly Silalahi menyapa masyarakat. ISTIMEWA/SUMUT POS

SIANTAR, SUMUTPOS.CO- Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menghadiri peringatan Haul ke-111 Raja Sang Naualuh Damanik. Acara yang termasuk rangkaian peringatan Hari Jadi ke-154 Kota Pematangsiantar Tahun 2025, digelar di Pesanggrahan Raja Siantar, Rabu (23/4/2025) malam.

Dalam sambutannya, Wesly mengatakan peringatan Haul untuk mengenang perjuangan dan jasa Raja Sang Naualuh Damanik terhadap bangsa dan negara, khususnya Kota Pematangsiantar.

Wesly menilai, Haul ke-111 Wafatnya Sang Naualuh menjadi pengingat untuk selalu berusaha meneladani ketulusannya dan menjaga silaturahmi. Meneladani kesederhanaan dan kesukarelaannya dalam bermasyarakat dan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara sampai akhir hayatnya.

Menurut Wesly, hikmat dan manfaat acara Haul tersebut di antaranya: meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta meningkatkan amal dan ibadah; merupakan salah satu ajang meningkatkan silaturahmi antar sesame; serta mengingatkan pada akhirat dan dapat mendoakan arwah secara bersama-sama.

Sebelumnya, Ketua Panitia Haul Raja Sang Naualuh Damanik yang juga Sekretaris Umum Yayasan Raja Sang Naualuh Damanik, Edy Juniharto dalam laporannya menyampaikan peringatan Haul Sang Naualuh rutin dilakukan setiap tahun, atas kerjasama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dengan Yayasan Raja Sang Naualuh Damanik dan ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik.

“Seperti tahun sebelumnya, peringatan Haul ini juga didahului kegiatan penyantunan kepada anak yatim. Acara tersebut telah dilakukan tadi sore oleh Bapak Wali Kota Pematangsiantar beserta ibu dan didampingi pengurus Yayasan Raja Sang Naualuh Damanik,” jelasnya.

“Kami berharap acara Haul Raja Sang Naualuh Damanik ini janganlah menjadi seremonial belaka. Namun marilah kita ambil makna yang terdalam, yakni mengirimkan doa-doa kepada almarhum Raja Sang Naualuh Damanik sebagai bentuk penghormatan, penghargaan, dan kecintaan kepada Raja Sang Naualuh Damanik, selaku perintis dan pendiri Kota Pematangsiantar, yang telah menciptakan toleransi antar umat beragama, toleransi antar suku dan antar masyarakat,” sebutnya.

Paparan tentang Raja Sang Naualuh Damanik disampaikan dua narasumber, yaitu Prof Dr Hisarma Saragih MHum dan Prof Dr Ir Harmein Nasution. (mag-7/han)

Warga Kelurahan Mandala II Dapat Air Bersih, Fajri Akbar Kawal Langsung di Lapangan

BERKUMPUL: Warga Lingkungan 13, Kelurahan Tegalsari Mandala II, Medan Denai, berkumpul di sekitar lokasi penggalian pipa air bersih yang dikerjakan setelah mendapat perhatian dari Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar.
BERKUMPUL: Warga Lingkungan 13, Kelurahan Tegalsari Mandala II, Medan Denai, berkumpul di sekitar lokasi penggalian pipa air bersih yang dikerjakan setelah mendapat perhatian dari Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Demokrat, Fajri Akbar, menegaskan komitmennya untuk mengawal secara langsung distribusi air bersih di wilayah Kelurahan Tegalsari Mandala II, Kota Medan, menyusul keluhan warga soal sulitnya akses air bersih selama hampir dua bulan terakhir.

Dalam keterangannya, Fajri mengaku awalnya tidak mengetahui secara utuh persoalan yang dihadapi warga di kawasan tersebut. Informasi baru ia terima pada 21 April 2025, setelah sebelumnya sempat berkomunikasi dengan salah satu tokoh masyarakat setempat, Asri Nasution, melalui video call. Masyarakat menyampaikan bahwa selama ini mereka hanya mengandalkan sumur bor yang kini tidak berfungsi karena kerusakan mesin pompa.

“Saya tidak ingin dikira memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan politik. Tapi karena masyarakat sudah menanti dan tahu bahwa saya wakil rakyat dari dapil ini, saya putuskan untuk hadir,” ujar Fajri di sela peninjauan di Lingkungan 13, Kelurahan TSM II, Kecamatan Medan Denai, Kamis (24/4/2025).

Setibanya di lokasi, Fajri melihat langsung kondisi sumur bor yang rusak dan menerima langsung permintaan warga untuk membantu penyediaan air bersih. Ia kemudian menghubungi langsung Plt Dirut PDAM Tirtanadi, Erwin Putra, dan meminta solusi segera.

“Alhamdulillah, respon dari Dirut sangat baik. Beliau bersedia hadir ke lokasi dan menindaklanjuti keluhan warga. Malam itu juga dilakukan pembongkaran jaringan pipa sampai pukul 9 malam, dan jam 10 air mulai mengalir,” ungkap Fajri.

Dari total 550 rumah, sekitar 100 rumah telah menerima aliran air bersih. Sisanya masih menunggu penyelesaian teknis instalasi. Fajri menegaskan bahwa ia akan terus mengawal sampai seluruh warga menerima pasokan air secara merata.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam proses distribusi air oleh PDAM nantinya, setiap rumah akan dipasangi meteran air, sementara biaya instalasi dan sambungan akan disesuaikan dan dikomunikasikan dengan warga.

“Intinya, jangan sampai ada warga yang tidak mendapat aliran air bersih. Kami ingin pastikan semua rumah terlayani,” pungkas Fajri.

Tak hanya di tingkat provinsi, persoalan krisis air bersih yang dialami masyarakat, juga mendapat sorotan serius dari Anggota DPR RI Komisi V, Lokot Nasution. Ia menegaskan, isu ini bukan semata-mata menjadi keluhan warga, melainkan sudah masuk dalam agenda prioritas nasional yang harus segera ditangani.

“Ini bukan cuma persoalan warga. Persoalan ini sudah jadi bagian dari Asta Cita-nya Presiden RI Prabowo, yang salah satunya soal ketersediaan air bersih,” ujar Lokot, usai melakukan peninjauan bersama tim.

Lokot juga menyampaikan, pihaknya di Komisi V DPR RI sudah bersinergi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah Sumatera Utara. Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan solusi terhadap permasalahan ini.

“Sudah kami minta agar semua yang berkaitan dengan masalah ini bisa dieksekusi secepatnya. Ini demi warga yang terdampak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Lokot menyampaikan pesan penting kepada masyarakat dan pemerintah terkait pentingnya tata kelola air yang lebih baik.

“Negara kita ini dua pertiganya air. Kalau sampai masih ada masyarakat yang tidak mendapat akses air bersih, berarti ada yang salah dalam tata kelola air kita. Ini bukan hal yang bisa ditunda lagi,” tegasnya.

Lokot berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menyelesaikan persoalan ini, agar tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti air bersih.

Di sisi lain, Fajri juga menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menyikapi persoalan krisis air bersih yang masih melanda sejumlah kawasan, khususnya di wilayah Lingkungan 13, TSM-2, Kecamatan Medan Denai.

“Negara tetap harus hadir, karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat,” ujarnya saat meninjau kondisi lapangan.

Ia menyampaikan, keterlibatannya dalam penanganan krisis ini tidak lepas dari peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari elemen masyarakat serta mitra kerja pemerintah provinsi.

“Apa yang saya lakukan ini juga diketahui dan menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Sumut. Jadi bukan inisiatif pribadi, tapi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial,” katanya.

Fajri menjelaskan, saat ini masyarakat masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan sejak bulan Ramadan lalu. Berbagai upaya swadaya telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil yang maksimal.

“Selama Ramadan, warga tidak mendapat air bersih. Masyarakat sudah berinisiatif sendiri memperbaiki jalur distribusi, tapi tetap tidak berhasil,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah Wali Kota Medan yang telah turun langsung meninjau lokasi merupakan bentuk kepedulian pemerintah yang sangat diapresiasi. Namun, dia berharap ada solusi yang lebih konkret dan cepat.

“Saya akan terus pantau dan tanyakan langsung kepada masyarakat, apakah semua sudah teraliri air atau belum. Jika masih ada kendala, kami akan koordinasikan lagi dengan pihak-pihak terkait agar persoalan ini segera tuntas,” ucap Asri.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan aspirasi warga dan memperjuangkan hak masyarakat atas kebutuhan dasar seperti air bersih.

“Kalau bicara wilayah, saya fokus di sekitar Medan Denai. Tapi secara luas, ini jadi tanggung jawab kita semua sebagai bagian dari masyarakat Sumut,” tutupnya.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Medan Denai, Asri Nasution, menekankan bahwa hak masyarakat atas air bersih tidak boleh diabaikan. Menurutnya, air bersih adalah kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi negara.

Dalam kesempatan itu, Asri juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak Tirtanadi sempat menyuplai air bersih menggunakan mobil tangki—dua tangki per hari. Namun suplai tersebut tidak konsisten dan tidak mencukupi kebutuhan warga.

“Itu pun hanya dilakukan selama seminggu. Kadang-kadang satu kali sehari saja, bahkan sering terlambat. Ini jelas tidak cukup,” ujarnya.

Dia pun juga mengucapkan terimakasih kepada anggota DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat, Fajri Akbar dan anggota Komisi V DPR RI, Lokot Nasution yang turut andil dalam mengatasi persoalan yang dialami warga.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada DPRD kota, provinsi dan DPR RI terkait sinergi dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan,” pungkasnya. (ila)

Bandar Narkoba Bacok Anggota Poldasu di Langkat

Polres Langkat di Stabat.(Istimewa/Sumut Pos)
Polres Langkat di Stabat.(Istimewa/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Anggota Polda Sumut berinisial RDS (30) dibacok terduga bandar narkoba berisinial AJ di Dusun III, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjungpura, Langkat, Selasa (22/4/2025) siang.

Buntut peristiwa tindak pidana itu, laporannya mendarat di meja SPKT Polsek Tanjungpura, sesuai nomor: B/22/IV/2025/SPKT/Polsek Tanjungpura/Polres Langkat.

Informasi dihimpun, tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut mulanya mau menangkap terduga bandar narkoba berisinial AJ dengan cara menyaru sebagai pembeli di sebuah pondok. Saat akan transaksi, AJ menaruh curiga dan memilih kabur dari arah belakang.

Namun diduga AJ tidak lari begitu saja. Melainkan, AJ diduga mengambil parang yang kemudian membacok petugas yang menyamar tersebut.

Setelah itu, petugas memilih membubarkan diri karena ada yang menjadi korban. Adalah RDS (30) yang menjadi korban dengan luka robek si bagian lengan tangan kiri.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Pandu Batubara sudah mengetahui peristiwa tersebut ketika dikonfirmasi, Kamis (24/4/2025). “Untuk saat ini saya sudah terima laporan dari Polsek Tanjungpura. Proses lidik (penyelidikan), sidik (penyidikan) sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, profesional, prosedural, transparan dan akuntabel,” tandasnya. (ted/han)

Tubuh Sering Lemas dan Pusing? Begini Cara Mengatasinya

SUMUTPOS.CO- Kelelahan setelah beraktivitas, kurang tidur, dan makan tidak teratur, jelas saja bisa membuat tubuh terasa lemas dan pusing. Kedua keluhan ini bisa muncul akibat tubuh kekurangan nutrisi dan cairan, serta tidak dipenuhi kebutuhannya untuk beristirahat.

Bukan itu saja, lemas dan pusing yang dialami bisa juga diperparah oleh dispepsia, anemia, hipotensi, stres psikis, gangguan hati, infeksi virus atau bakteri, gangguan hormon, gangguan psikosomatis, lemah jantung, dan banyak lagi masalah medis lainnya.

Jika keluhan lemas dan pusing rasanya masih ringan, cobalah mengatasinya dulu dengan minum minimal 2 liter sehari, terutama air putih, batasi kafein, dan jauhi alkohol. Makanlah makanan bergizi seimbang secara teratur, porsi kecil tetapi sering.

Kemudian, tidurlah yang cukup, setidaknya 6-7 jam sehari. Jangan lupa sempatkan berolahraga setiap 2 hingga 3 hari sekali. Sempatkan juga berelaksasi, jangan terlalu stres.

Dan yang harus diingat, jangan sembarangan meminum obat sebelum periksa ke dokter. Akan tetapi, jika keluhan Anda terasa memberat, baiknya segeralah diperiksakan ke dokter ya.

Semoga membantu.

Kerusuhan di Belawan Dipicu Kemiskinan Ekstrem, Pimpinan DPRD Minta Kehadiran Pemko

Wakil Ketua DPRD Medan, Hadi Suhendra.
Wakil Ketua DPRD Medan, Hadi Suhendra.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Medan, Hadi Suhendra, angkat bicara soal kerusuhan antar lorong permukiman warga di Medan Belawan yang sudah berlarut-larut. Sebab, situasi yang tidak kondusif itu sudah sangat mengganggu aktifitas dan membuat ekonomi warga semakin terpuruk.

Atas hal ini, Hadi Suhendra meminta Pemko Medan untuk hadir dan mengatasi masalah yang terjadi disana. Tak cuma Pemko Medan, Hadi Suhendra juga meminta peran serta para penegak hukum.

“Pemko Medan harus segera hadir di Belawan untuk menyikapi persoalan dan menyelesaikan masalah yang ada. Begitu juga dengan penegak hukum, harus menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan itu,” ucap Hadi Suhendra, Rabu (23/4/2025) menyikapi kerusuhan di Belawan yang tidak berkesudahan.

Hadi Suhendra selaku wakil rakyat dan tokoh Pemuda dari Medan Utara juga mengaku bersedia untuk memfasilitasi penyelesaian masalah kerusuhan di Medan Utara.

“Tapi paling utama adalah peran Pemko Medan yang sangat dibutuhkan. Selanjutnya kerjasama dengan aparat penegak hukum, tokoh masyarakat serta pengusaha selaku pemilik perusahaan di Medan Utara,” ujar politisi Golkar itu.

Menurut Hadi Suhendra, pemicu kerusuhan di Belawan yang tidak kunjung usai adalah masalah kemiskinan yang ekstrem. “Banyak warga pengangguran di Belawan. Untuk itu, langkah yang harus diambil adalah peningkatan ekonomi warga. Ini harus diselamatkan sehingga mampu mencetak SDM yang berkualitas,” katanya.

Untuk itu, sambung Suhendra, Pemko Medan harus segera memfasilitasi kebutuhan warga. Bagi warga pengangguran, Pemko Medan harus bisa menyiapkan lapangan kerja.”Maka Pemko Medan melalui Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja, semua harus ikut memetakan persoalan,” ungkap Hadi.

Sementara bagi yang terlibat kerusuhan, Hadi Suhendra meminta pihak Kepolisian untuk segera menindak para pelaku. Bahkan, Suhendra mempertanyakan progres kepolisian dalam menyelesaikan masalah kerusuhan.

“Tangkap itu pelaku, jemput dari rumahnya dengan kordinasi ke Kepling. Kepling pasti tahu siapa saja dalang kerusuhan. Para orang tua pun harus mendukung pihak polisi menindak tegas anaknya atau keluarganya guna memberi pembinaan dan efek jera,” tegasnya.
(map/ila)

Warga Simalingkar B Keluhkan Jalan Berlubang

BERLUBANG: Pengendara melintas jalan berlubang di Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan.
BERLUBANG: Pengendara melintas jalan berlubang di Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, mengeluhkan banyak jalan yang berlubang di Jalan Pintu Air IV.

Dampaknya, sudah banyak pengendara yang jadi korban cedera akibat jatuh dari kendaraannya. Bahkan, ada warga yang sampai meninggal dunia akibat terjatuh di lokasi itu.

Lubang yang lumayan dalam juga membuat pengendara harus berhati-hati dan melambat saat melintas sehingga menyebabkan kemacetan, terutama di saat jam sibuk.

“Susah kali kalau jalannya banyak berlubang, harus antre untuk melewati jalan itu karena lubangnya lumayan dalam. Jadi terganggu kita,” ucap Nina Ginting yang sehari-hari melintasi Jalan Pintu Air IV.

Padahal, menurut Nina, jalan itu baru dibangun pada akhir tahun 2023 lalu. Namun entah mengapa, hanya berselang satu tahun jalan tersebut sudah rusak parah, tepatnya di depan Komplek Perumahan Ikatan Dolter Indonesia (IDI).

Hal senada juga diungkapkan Eli Muvida. Dirinya merasa prihatin dengan kondisi jalan yang baru dibangun beberapa tahun lalu, tapi sudah rusak. Apalagi, jalan tersebut kini sudah ramai dilintasi berbagai jenis kendaraan.

“Jalan ini kan jalan menuju tempat wisata Medan Zoo, prihatin sekali kondisinya rusak. Selain itu, jalan ini pun digunakan sebagai jalan alternatif bagi para sopir yang membawa penumpang ke Berastagi dan daerah lainnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah, dalam hal ini Pemko Medan dapat memberi perhatian dengan memperbaiki jalan yang berlobang tersebut.
Berdasarkan amatan wartawan, banyak lubang di tengah badan jalan sepanjang jalan Pintu Air IV.

Apalagi, pasca dilakukan penanaman pipa beberapa waktu yang lalu sehingga menambah banyaknya lubang. Pasalnya, pekerjaan tidak menutup bekas korekan dengan benar. Sehingga bila turun hujan, Air tergenang dan memperparah kerusakan.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung yang berasal dari Dapil V, salah satunya mencakup kawasan Kelurahan Simalingkar B, mengaku akan menyampaikan hal tersebut kepada Dinas SDABMBK Kota Medan.

“Saya sudah menghubungi pihak Dinas PU (SDABMBK) Kota Medan, dalam hal ini Kepala Dinasnya. Dan mereka jawab mereka sudah survei, dan Kamis (24/4/2025) mereka janji akan mengaspalnya. Jadi kita tunggu sesuai janji mereka,” tegas Henry Jhon Hutagalung, Rabu (23/4). (map/ila)

Tak Punya Izin IPAL, Komisi IV DPRD Medan Minta PT KAL Berhenti Beroperasi

RDP: Komisi IV DPRD Medan gelar RDP dengan PT KAL, Selasa (22/4).
RDP: Komisi IV DPRD Medan gelar RDP dengan PT KAL, Selasa (22/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV DPRD Medan, El Barino Shah, mendesak PT Karya Agung Lestarii (KAL) di Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan, untuk segera menghentikan aktivitasnya. Sebab, perusahan itu tidak memiliki izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Mulai sekarang aktivitas perusahaan itu (PT KAL) harus dihentikan karena ini sangat membahayakan masyarakat Belawan,” ucap El Barino Shah saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT KAL di ruang Komisi IV gedung DPRD Medan, Selasa (22/4/2025) sore.

Pantauan wartawan, RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak didampingi El Barino Shah. Juga hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, SatPol PP Kota Medan, pihak Kecamatan Medan dan Kelurahan Bagan Deli, hingga pengawas Lapangan PT KAL, Ferdi.

Awalnya, RDP itu membahas pembangunan pagar PT KAL yang disebut-sebut tidak memiliki PBG dari Pemko Medan. Namun saat El Barino Shah mempertanyakan aktivitas PT KAL kepada Ferdi, terungkap bahwa perusahan itu melakukan pembekuan ikan yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Bahkan, limbah B3 PT KAL tersebut dibuang langsung ke laut tanpa proses pengolahan melalui IPAL. Menurut El Barino, kondisi itu membahayakan kesehatan masyarakat di Belawan. “Sampaikan ke pimpinanmu, aktivitas perusahaan kalian itu harus dihentikan. Itu saja pesan kami, jangan kau tambahi, jangan kau kurangi. Aktivitas perusahaan kalian itu yang berhenti atau saya yang berhenti dari DPRD ini,” tegas El Barino.

El Barino Shah juga meminta Lurah Bagan Deli dan Camat Medan Belawan agar memantau aktivitas PT KAL. “Saya minta tolong kepada Lurah dan Camat agar memantau aktivitas PT KAL. Foto pembuangan limbahnya dan kirim ke WA saya,” pinta El Barino Shah.

Desakan serupa juga disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak. Bahkan, jika aktivitas PT KAL tidak segera dihentikan, Paul mengancam komisinya akan melapor ke Poda Sumatera Utara atas pencemaran lingkungan.
“Kalian jangan main-main, limbah B3 ini sangat berbahaya. Berhenti dulu beroperasi sampai izin IPAL dilengkapi. Jika masih beroperasi, kami akan laporkan ke Polda atas pencemaran lingkungan. Ini pidana,” tegas Paul.

Sebelumnya dalam RDP, Ruth perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, mengungkapkan bahwa PT KAL sama sekali belum memiliki izin IPAL, baik dari Pemko Medan maupun dari Pemerintah Provinsi Sumut.

“Pada September 2024, kami sudah menyurati perusahan itu agar melengkapi izin IPAL-nya. Kolam penampungan limbah memang ada, tetapi setelah kami teliti, dokumen perizinan ya tidak ada,” pungkas Ruth. (map/ila)

Warga Keluhkan Kebisingan Pabrik, DPRD Medan Sidak PT Jaya Baru Mandiri

SIDAK: Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke PT Jaya Baru Mandiri di Jalan Ampera 2 No 66, Kelurahan Glugur Darat II, Medan Timur.
SIDAK: Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke PT Jaya Baru Mandiri di Jalan Ampera 2 No 66, Kelurahan Glugur Darat II, Medan Timur.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke PT Jaya Baru Mandiri di Jalan Ampera 2 No 66, Kelurahan Glugur Darat II, Medan Timur. Sidak dilakukan usai menerima keluhan warga sekitar bengkel soal kebisingan dan udara dari bengkel tersebut.

Pantauan wartawan, kehadiran Lailatul Badri didampingi Lurah Glugur Darat II,  Ahmad Fadhil Siregar, Babinsa, dan Kepala Lingkungan 1. “Jadi perlu diketahui secara bersama bahwa sidak yang kita lakukan ini setelah menerima pengaduan warga ditanggal 20 April 2024 yang menemui saya secara langsung. Dimana, warga merasa sangat tergangu atas keberadaan PT Jaya Baru Mandiri karena kebisingan mesin dan juga asap dari bengkel,” ucap Lailatul Badri, Selasa (22/4/2025).

Sebelumnya, di hadapan Lailatul Badri, warga mengeluh akan kebisingan mesin -mesin milik PT Jaya Baru Mandiri . “Kami kadang-kadang tergangu suara bisingnya mesin- mesin dari bengkel ini saat akan beristirahat di malam hari, karena bengkel ini terus bekerja sampai malam hari. Belum lagi asap yang dikeluarkan,” keluh Mika, warga sekitar.

Kemudian, kata Mika yang merupakan seorang ibu rumah tangga itu, saat dirinya hamil, ia harus meninggalkan rumah karena takut akan kondisi kandungan.

“Jadi masalah ini sudah bertahun-tahun kami keluhkan, tapi tidak ada yang peduli. Bengkel ini berdiri di pemukiman padat penduduk, ketika saya hamil tahun 2008 saya tinggalkan rumah saya dan menumpang tempat keluarga karena selain kebisingan, suara mesin juga selalu dari atas mengepul asap hitam, entah apa dibakar ,” keluhnya.

Keluhan lainya disampaikan warga soal kebisingan pabrik. “Rumah saya pas di belakang tembok bengkel ini, tiap malam sakit telinga kami dengar suara mesinnya,” keluh warga.

Lailatul Badri yang merupakan Politisi PKB yang hadir di lokasi saat itu pun menemui Supardi Tanoto sebagai pemilik perusahaan yang tidak membantah soal adanya kebisingan mesin milik perusahaan. Namun, ia mengaku kebisingan itu hanya terjadi sesekali.”Hanya sekali-sekali saja itu, tidak tiap hari. Dan ini hanya bengkel bubut biasa saja,” jawabnya.

Mendengar hal itu, Lailatul Badri mengaku sangat menyayangkan atas sikap perusahaan yang tidak peduli. “Kita sangat sayangkan atas permasalahan karena sudah berlangsung cukup lama. Apalagi bengkel atau perusahaan ini berdiri di area permukiman padat penduduk. Perusahaan terkesan abai dan tak peduli,” kata wanita yang akrab disapa Lela ini.

Laila pun meminta perusahaan untuk menunjukkan surat izin milik PT Jaya Baru Mandiri. Setelah melakukan pengecekan, ternyata banyak izin PT tersebut yang tidak sesuai. Namun, Supardi Tanoto lagi-lagi berdalih tidak mengetahui izin-izin yang dikeluarkan karena perusahaannya hanya berbentuk bengkel bubut biasa.

Laila meminta dalam seminggu persoalan ini diselesaikan yang dimediasi oleh Lurah. Bila tidak menemui solusi maka pihaknya akan membuat agenda Rapat Dengar Pendapat ( RDP) di DPRD Kota Medan.

Lurah Glugur Darat II, Ahmad Fadhil Siregar berjanji segera melakukan pertemuan. “Kita akan jadwalkan pertemuan warga dengan pemilik perusahaan agar warga tidak lagi tergangu. Jadi, akan dicari solusi bersama,” ucapnya.

Dari data yang didapatkan awak media, PT Jaya Baru Mandiri tercatat sebagai perusahaan bengkel teknik untuk pembuatan mesin-mesin untuk industri menengah maupun besar seperti mesin untuk industri pabrik sawit. (map/ila)

Pengedar Sabu Antar Kabupaten Ditangkap Polisi

DIAMANKAN: Tersangka saat diamankan di Polres Labuhanbatu. FOTO: FAJAR/SUMUT POS
DIAMANKAN: Tersangka saat diamankan di Polres Labuhanbatu. FOTO: FAJAR/SUMUT POS

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Pengedar narkotika sabu antar Kabupaten diamankan Tim Khusus Polres Labuhanbatu, di Desa Gunung Selamat, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (23/4/2025) sekira pukul 00.30 WIB.

Tersangka DHR alias Dedi (40), warga Desa Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan terdeteksi melakukan transaksi narkotika di wilayah perbatasan antara Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Tepatnya di Desa Gunung Selamat, Kecamatan Aek Nabara.
Tim yang mendapat informasi, melakukan pengejaran mobil Daihatsu Xenia berwarna merah marun dengan nomor polisi B 1745 UIH yang mencurigakan.

“Seseorang keluar dari mobil dan menghampiri seseorang lainnya di pinggir jalan dengan gerak-gerik mencurigakan. Petugas segera melakukan penindakan dan berhasil mengamankan tersangka Dedi,” kata Kapolres Labuhanbatu, AKBP Choky Sentosa Meliala melalui Kasi Humas Polres Labuhanbatu Kompol Syafrudin di hari yang sama di Mapolres setempat di Rantauprapat.

Saat diamankan, petugas menemukan satu kotak rokok yang di dalamnya berisi satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu seberat 2,46 gram bruto, yang berada di tangan kanan tersangka.

Dalam penggeledahan lebih lanjut, petugas turut menyita satu unit telepon genggam merek VIVO dan satu unit mobil Daihatsu Xenia yang digunakan tersangka. Tidak ditemukan barang bukti lain di dalam kendaraan.
Hasil interogasi awal mengungkap narkotika tersebut diperoleh dari OOM, yang berdomisili di Jalan T Pohan, Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel.

Tim kemudian melakukan pengejaran ke alamat tersebut, namun tidak berhasil menemukan yang bersangkutan. Tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu pada pukul 04.30 WIB untuk proses penyidikan lebih lanjut. (fdh/han)