Home Blog Page 2417

Dua Kurir Sabu 5 Kg Divonis 16 Tahun Penjara

SIDANG PUTUSAN: Majelis hakim membacakan putusan terhadap dua terdakwa kurir sabu secara virtual, Kamis (11/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Amran (45) warga asal Batubara dan Sahrial Saragih (47) warga asal Tanjungbalai divonis 16 tahun penjara. Keduanya terbukti bersalah menjadi kurir sabu seberat 5 kilogram, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (11/8).

Majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan dalam amar putusannya, perbuatan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan para terdakwa oleh karenanya dengan pidana penjara masing-masing 16 tahun, denda Rp1 miliar, subsider 3 bulan penjara,” ujarnya.

Menurut hakim, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemrintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. “Hal meringankan kedua terdakwa bersikap sopan dipersidang,” kata hakim. Vonis hakim sama (conform) dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan. Atas vonis tersebut, para terdakwa maupun JPU kompak menyatakan menerima.

Diketahui, terdakwa bersama Sahrial menyelundupkan dan menyimpan 5 Kg narkotika jenis sabu dari laut lepas di perairan pulau salah nama Kabupaten Batubara atas perintah seorang narapidana bernama panggilan Iyek pada maret 2022 lalu.

Pada 26 Maret 2021 sekira pukul 15.00 Wib tiga anggota Polisi Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut mendapatkan informasi yang menyebutkan bahwa terdakwa Amran dan Sahrial Saragih (Dilakukan Penuntutan Terpisah) menjual narkotika jenis shabu.

Kemudian pada 27 Maret 2022 sekira pukul 05.00 Wib, para petugas berangkat menuju Dusun IV Desa Tanjung Mulia Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara. Selanjutnya saksi Fery Setiawan Ramadhan, saksi Guntur Gunawan dan saksi Kelly Wahyudi melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap terdakwa Amran dan Sahrial Saragih yang sedang berada di dalam rumah.

Kemudian, saat terdakwa Amran dan Sahrial Saragih mengakui menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis sabu dan menyimpan sabu tersebut, di belakang rumah tepatnya di kawasan perkebunan sawit . (man/han)

Hyundai STARGAZER Diluncurkan di Perhelatan GIIAS 2022

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) hari ini secara resmi meluncurkan produk MPV terbarunya, Hyundai STARGAZER, pada perhelatan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Hyundai STARGAZER menjadi kendaraan keempat yang diproduksi secara lokal di Pabrik Hyundai Motor di Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

MPV ini diharapkan menjadi tolak ukur baru di kelasnya berkat tampilan yang memikat dan interior yang lapang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Woojune Cha, President Director PT Hyundai Motors Indonesia mengungkapkan, “STARGAZER telah dirancang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan masyarakat, dan kondisi jalanan di Indonesia.

Peluncuran STARGAZER menjadi tanda bahwa kami memberikan jawaban bagi gaya hidup masyarakat Indonesia yang gemar bepergian jauh bersama keluarga. “Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang positif untuk STARGAZER dari para pelanggan di Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Makmur, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia menyampaikan, “Kami sangat bangga mampu mempersembahkan Hyundai STARGAZER untuk masyarakat Indonesia. STARGAZER sebagai kendaraan keluarga memiliki kabin lapang dan pemanfaatan ruang yang maksimal, namun tetap mengutamakan kenyamanan.”

Tak hanya itu, STARGAZER juga lengkap dengan teknologi yang inovatif serta fitur keamanan terkini. “Kami percaya, produk ini dapat menjadi tolak ukur baru di kelasnya dan memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari hingga menemani perjalanan jauh,” ujarnya.

STARGAZER mengusung tipologi konsep kendaraan Sleek One Box yang membuat kendaraan ini tampak dinamis, ekspresif, dan futuristis. Ciri khas ini diperkuat dengan adanya Horizontal DRL yang melintang pada bagian depan kendaraan.

Horizontal DRL yang disematkan menjadi tanda bahwa STARGAZER diluncurkan pertama kali di Indonesia, sebuah negara yang terletak di garis Khatulistiwa.

Pada bagian belakang kendaraan, Hyundai memperkuat identitas STARGAZER dengan Distinctive H Rear Lamp yang ikonik. Lampu belakang berbentuk huruf H memungkinkan STARGAZER mudah dikenali sebagai produk Hyundai meski tampak dari kejauhan.

Huruf H yang simetris juga melambangkan keseimbangan, kesatuan, dan keharmonisan yang menghubungkan Indonesia dari bagian Barat hingga ke Timur. Desain yang dirancang menunjukkan inovasi Hyundai dalam menggabungkan teknologi dan nilai-nilai emosional.

Dari segi dimensi kendaraan, Hyundai STARGAZER dipastikan menjadi MPV tangguh yang siap menemani setiap perjalanan keluarga Indonesia.

STARGAZER memiliki dimensi panjang 4.460 mm, lebar 1.780 mm, tinggi 1.695 mm, jarak sumbu roda sepanjang 2.780 mm, serta jarak overhang sisi depan 800 mm dan sisi belakang sepanjang 880 mm. Lebih lanjut, ground clearance dari Hyundai STARGAZER setinggi 195 mm membuatnya semakin andal melalui kontur jalanan yang bergelombang dan berbatu.

Multifunctional Storage Space menjadi konsep utama dalam mendesain interior STARGAZER. Dengan konsep ini, STARGAZER memaksimalkan ruang yang tersedia untuk penyimpanan, seperti adanya glove box, console tray, cup holder pada sisi pintu, dan lainnya.

Banyaknya ruang penyimpanan yang praktis membuat ruang kabin jauh lebih lega tanpa mengurangi kenyamanan penumpang.

One Curve Design pada kendaraan menciptakan lengkungan di langit-langit kendaraan, sehingga menghasilkan headroom dari baris pertama hingga ketiga menjadi jauh lebih lapang. Selain itu, suasana mewah semakin terasa dengan Ambient Mood Lighting yang menghiasi interior STARGAZER.

Di baris pertama atau kursi pengemudi, hadirnya Head Unit Audio Touch Display berukuran 8 inci telah didukung konektivitas pada smartphone. Terdapat juga wireless smartphone charger yang dapat membantu mengisi daya pada smartphone pengguna selama perjalanan.(rel)

Vaksinasi Upaya Wujudkan Zero Case PMK

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai ada tanda-tanda terkendali. Satuan Tugas (Satgas) PMK mencatat, dari 37 provinsi sebanyak 24 provinsi terpapar wabah PMK. Dari jumlah itu, enam provinsi tidak ada penemuan kasus baru alias nihil, yaitu Bali, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan pihaknya menerapkan sejumlah strategi sehingga bisa masuk ke dalam salah satu provinsi yang mencatatkan nol kasus baru PMK. Menurutnya, DKI Jakarta patuh melaksanakan vaksinasi terhadap hewan-hewan ternak yang rawan PMK.

“Petugas melaksanakan vaksinasi terhadap ternak di sentra peternakan DKI Jakarta untuk memberikan kekebalan kelompok hewan rentan PMK,” kata Suharini ketika dihubungi lewat sambungan telepon, Jumat (12/8).

Berdasarkan data situs resmi Satgas PMK per 11 Agustus 2022, total hewan ternak di DKI Jakarta yang sudah divaksinasi sebanyak 1.168 ekor dan total ternak sembuh dari PMK 991 ekor.

Selain itu, menurut Suharini, pihaknya juga melakukan pengendalian pergerakan hewan secara ketat. “Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas KPKP melaksanakan kegiatan pengendalian dengan melakukan penutupan pergerakan hewan di daerah kasus,” kata Suharini.

Dinas KPKP DKI Jakarta juga melakukan upaya pengobatan terhadap ternak yang terinfeksi dan bergejala klinis. Upaya ini menunjukkan hasil berupa kesembuhan pada ternak yang sakit.

Sementara itu, dalam penanganan PMK, pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menekan penularan penyakit ini, terutama di provinsi dengan penyumbang kasus konfirmasi PMK terbesar, yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Aceh, dan Jawa Tengah.

Di samping itu, sebagai upaya menekan penularan, pemerintah mendorong percepatan vaksinasi bagi ternak yang sehat. Vaksinasi memiliki kemampuan untuk mengendalikan jumlah kasus PMK.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito sebelumnya menyatakan kasus PMK di Indonesia ditargetkan melandai dan mencatatkan nol kasus baru pada akhir tahun ini.

“Kami bekerja dengan time frame enam bulan sejak Satgas dibentuk. Yang artinya kami harap pada akhir tahun ini kita bisa mengontrol situasi dengan memiliki jumlah kasus terlapor menurun dari waktu ke waktu, terkait kasus positif,” kata Wiku dalam sebuah acara daring, Kamis (4/8).

Optimisme tersebut terkait ketatnya kontrol dan koordinasi rutin dari pusat hingga ke daerah dalam menekan penyebaran wabah. Hal ini agar pelaksanaannya sesuai dengan kebijakan multilevel yang tertuang dalam lima strategi Satgas PMK, yaitu biosecurity, pengobatan dan pemulihan hewan ternak, pengujian hewan ternak, penyembelihan bersyarat, dan vaksinasi.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik daerah yang terinfeksi atau bebas infeksi. Untuk meyakinkan bahwa mereka melindungi wilayah mereka (bagi zona hijau) dan untuk zona merah diharapkan terus melaporkan kondisi terbaru,” kata Wiku. (adz)

Kapolres dan Elemen Masyarakat Dairi Komitmen Berantas Judi

BERSAMA: Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman, Bupati Dairi, Eddy KA Berutu, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda foto bersama usai menyampaikan komitmen bersama pemberantasan perjudian di wilayah hukum Polres Dairi di aula Mapolres, Jumat (12/8). SUMUTPOS.CO/ISTIMEWA.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Resor Dairi, AKBP Wahyudi Rahman didukung unsur Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, berkomitmen akan memberantas perjudian dan penyakit masyarakat lainya.

Komitmen disampaikan AKBP Wahyudi saat memimpin ikrar komitmen bersama dengan unsur Forkpimda, Bupati Dairi, tokoh masyarakat, tokoh agama serta organisasi kepemudaan (OKP).

Kasie Humas Polres Dairi, Iptu Doni Saleh mengatakan, ikrar bersama memberantas perjudian di aula Kamtibmas, Jumat (12/8). Doni menerangkan, komitmen Kapolres ini menjawab keresahan masyarakat terkait praktik judi di wilayah ini.

Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat serta OKP, membuat pernyataan mendukung Polres Dairi, memberantas penyakit masyarakat dimaksud.

AKBP Wahyudi berjanji, akan konsisten melakukan penindakan bagi pelaku perjudian di wilayah hukum Polres Dairi. Ia meminta dukungan semua pihak, karena untuk memberantas penyakit masyarakat itu bukan hanya tanggungjawab Polri saja.

“Tetapi, menjadi tanggung jawab kita bersama agar pihaknya dapat melakukan penegakan hukum memberantas segala bentuk perjudian,” ungkap Doni.

Sementara itu, Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyampaikan, kunci sukses pemberantasan perjudian adalah pencegahan. Menurutnya, komitmen bersama dilakukan akan memberikan semangat bagi penegak hukum melakukan penindakan.

Di akhir kegiatan, Kapolres AKBP Wahyudi Rahman, Bupati Dairi, Eddy KA Berutu dan Forkopimda, tokoh masyarakat, agama serta tokoh pemuda membubuhkan tandatangan sebagai bentuk komitmen bersama pemberantasan perjudian di Dairi.

Hadir Pasi Intel Kodim 0206 Kapten Inf S Siregar, Kasi Pidum, Adhy Limbong, Ketua MUI, Wahlin Munthe, tokoh agama Pdt Imanuel Ginting, Pdt Esron Marpaung, Ketua MPC PP Dairi, Saut Martua Ujung, Ketua DPD IPK Dairi, Halim Lumban batu tokoh masyarakat, Raja Ardin Ujung. (rud/azw)

Jemput Kemenangan Partai Demokrat Sumut, Lokot Panaskan Mesin Partai

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2024, DPD Partai Demokrat Sumut mulai memanaskan mesin partai untuk bergerak meraih kemenangan partai bersama. Demikian disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, M Lokot Nasution saat membuka Rapat Pleno DPD Partai Demokrat Sumut tahun 2022 di Hotel Danau Toba, Kamis (11/8/2022).

Di hadapan seluruh pengurus, Lokot mengungkap alasan, mengapa Partai Demokrat harus memenangkan Pemilu 2024. Ditegaskannya, hanya ada satu jawaban, yakni ada kedamaian ketika Partai Demokrat memimpin negeri ini. Bahkan, banyak program-program kerakyatan yang terlahir di masa itu.

Seperti diketahui, ada asuransi kesehatan gratis untuk masyarakat, selanjutnya program keluarga harapan (PKH), sekolah negeri gratis 12 tahun, rumah subsidi bagi yang kurang mampu, program kredit usaha rakyat dan banyak lagi program kerakyatan yang dihasilkan.

“Saat ini Partai Demokrat di luar pemerintahan, tapi program kerakyatan yang dibuat oleh pemerintahan Pak SBY dan Partai Demokrat, masih dipakai hingga saat ini. Izinkan Partai Demokrat menjadi pemenang dan satu kali keluarga Yudhoyono menjadi Presiden, saya yakin Indonesia akan lebih baik lagi,” ucapnya.

Tak hanya itu, Lokot juga menyampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah menyampaikan imbauannya kepada pengurus DPD Partai Demokrat harus mulai memanaskan mesin partai guna menghadapi pertempuran politik pada tahun akan datang. “Kita semua harus bersama untuk menyatukan strategi masing-masing guna meraih kemenangan besar secara bersama pada Pemilu 2024,” ucapnya.

“Hari ini juga, Partai Demokrat sedang banyak dibicarakan semua kalangan, bahkan lembaga survey menempatkan kita masuk di tiga besar. Kita semua harus bergerak bersama demi kemenangan bersama dan mengembalikan kejayaan Partai Demokrat seperti beberapa tahun lalu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lokot yang juga merupakan alumni SMA Negeri 3 Medan ini menambahkan, untuk menggerakkan mesin partai ini dibutuhkan strategi bersama dan melaksanakan program-program sosial secara baik di tengah-tengah masyarakat.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat Sumut, Akhyar Nasution mengatakan, dalam organisasi ini kita seperti sebuah kendaraan, ada saatnya memijak rem, ada saatnya pindahkan persneling, ada juga injak gas. Tapi, tidak semua penumpang untuk menginjak gas. Bisa bahaya.

“Saatnya kita semua menjaga ritme berkendara, karena dengan cara itulah kita semua bisa selamat dan sampai kepada tujuan kita bersama. Jika kita di Partai Demokrat inginkan kepada sebuah kemenangan, maka berikan tugas itu kepada orang yang sudah ditetapkan memiliki legalitas, dan kita semua siap menerima tugas. Saat sudah menerima tugas, maka kita harus laksanakan secara ikhlas dan cerdas,” ucapnya kepada semua pangurus.

Hadir dalam kesempatan rapat pleno tersebut, Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut, Yudha Johansyah, SH, MSP, Ketua Fraksi DPRD Sumut yang juga Bendahara DPD Partai Demokrat Sumut, Tondi Roni Tua. (adz)

Pemerintah Genjot Pangan Lokal Pengganti Komoditas Impor

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot produksi beberapa pangan lokal sebagai upaya melepas ketergantungan impor. Sejumlah komoditas pangan impor, seperti gandum, sempat terkendala karena perang Rusia-Ukraina. Sementara Indonesia punya aneka komoditas pengganti.

Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan M Ismail Wahab mengatakan Indonesia tidak lagi mengimpor beras medium sejak tahun 2019 karena produksi padi yang masih tinggi sehingga mampu mengimbangi kebutuhan dalam negeri. Namun untuk jagung, kedelai, dan gandum diakui masih bergantung dari impor.

Oleh karena itu, kata dia, Kementan menyiapkan strategi berupa peningkatan produktivitas dan diversifikasi pangan lokal di tengah-tengah potensi munculnya krisis pangan dunia. “Tidak cukup kita meningkatkan produksi pangan kita, kalau tanpa ada diversifikasi,” kata Ismail, belum lama ini.

Untuk jagung, Indonesia masih mengandalkan impor guna memenuhi kebutuhan jagung pangan. Sementara jagung pakan tercatat tidak ada lagi impor dalam tiga tahun terakhir. “Kita masih mengimpor jagung untuk pangan. Ini yang cukup besar. Tahun ini kita mencoba bagaimana jagung pakan ini bisa mensubstitusi jagung untuk pangan,” katanya.

Mulai tahun ini, jelas dia, pemerintah berupaya mendongkrak produksi jagung rendah aflatoksin untuk menggantikan jagung pangan impor. “Ini akan kita lakukan sehingga impornya bisa dikurangi dengan adanya produksi dalam negeri,” ujarnya.

Adapun strategi yang disiapkan Kementan untuk meningkatkan produksi jagung rendah aflatoksin, yakni menerapkan kewajiban serap jagung lokal, melakukan duplikasi produk jagung rendah aflatoksin di daerah sentra jagung, dan penggunaan benih jagung yang memiliki kandungan pati tinggi. Uji coba produksi akan dilakukan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Bedasarkan data yang dipaparkan Ismail, impor jagung di 2021 mencapai 987.005 ton atau senilai Rp1,2 triliun.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa stok jagung dalam negeri masih relatif baik. Bahkan ada pengajuan dari beberapa pengusaha dan pengepul jagung untuk mengekspor jagung sebanyak 5.000 ton. Tapi permintaan itu belum diberi lampu hijau oleh pemerintah karena khawatir stok di dalam negeri tidak cukup.

Sementara untuk kedelai, kata Ismail, pemerintah telah memulai penanaman di luas area 350.000 hektare tahun ini. Sebagai upaya membebaskan Indonesia dari impor komoditas tersebut. Kemudian pada 2023 luas tanamnya ditargetkan bertambah menjadi 900.000 hektare, tahun 2024 seluas 1,15 juta hektare, tahun 2025 seluas 1,4 juta hektare, dan di 2026 seluas 1,5 juta hektare.

“Dengan (target) ini kita sudah bisa mencapai untuk memenuhi kebutuhan (kedelai) kita sendiri,” kata Ismail.

Tahun lalu impor kedelai Indonesia tercatat sebesar 7,91 juta ton, dengan rincian bungkil kedelai 4,9 juta ton dan biji kedelai 2,5 juta ton.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan gandum dalam negeri yang harganya naik karena imbas perang Rusia-Ukraina, pemerintah mempertimbangkan beberapa tanaman pangan lokal untuk mensubstitusinya, seperti singkong, sagu, dan sorgum. “Sorgum saya kira tanaman yang berpotensi besar untuk menggantikan gandum,” katanya.

Namun, jelas dia, karena sorgum tidak memiliki kemampuan mengembang layaknya gandum, maka dibutuhkan bantuan teknologi pangan untuk memberi sorgum kemampuan yang sama dengan gandum. “Sorgum ini satu famili dengan gandum dan menurut saya lebih sehat dari gandum,” katanya.

Pada 2021 impor gandum tercatat 11,69 juta ton. Pemerintah menargetkan pengurangan impor komoditi tersebut secara bertahap, yaitu impor gandum berkurang 5% tahun ini, menurun 10% di 2023, hingga di tahun 2025 impor gandum berkurang 20%.

“Tahun depan kita akan mengembangkan sorgum 55.000 hektare. Tahun ini pagu 15.000 hektare, lalu kita usulkan tambahan 40.000. Total tahun 2023 ada 55.000 (hektare). Ini antispasi seandainya gandum benar-benar langka di dunia,” kata Ismail. (adz)

Terus Merugi, Rudi Bangun Soroti Kinerja Sejumlah BUMN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kinerja sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara, (BUMN), menjadi sorotan tajam dari Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun SE MAP. Pasalnya, sejumlah BUMN tersebut terus merugi karena adanya kesalahan dalam sistem manajemen.

Dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (11/8/2022), wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Utara III ini membeberkan sejumlah BUMN yang menjadi sorotannya usai mengikuti pertemuan tim kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dengan jajaran Eselon I Kementerian BUMN.

Pertama, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) yang dinilainya terus merugi, padahal luas lahan sawitnya mencapai 23.000 hektare. Rudi meminta pihak PTPN I untuk mencari tahu apa penyebab kerugiannya. Apalagi di tengah harga Tandan Buah Segar (TBS) yang kembali menggeliat, kendati sempat mengalami penurunan harga.

“Bagaimana manajemen mereka ini, saya lihat dan saya duga ada ketidakberesan dengan manajemen mereka, baik di tingkat direksi ataupun administrasinya, karena pembandingnya adalah swasta. Yang swasta saja punya lahan, misalnya 10 hektar sampai 100 hektar, mereka untung. Kenapa mereka dengan luas lahan 23.000 hektare kok rugi? Nah itu yang kita sorotin dan kita minta jawaban dari mereka,” ungkapnya.

Kemudian, wakil rakyat yang selalu dekat dengan konstituennya ini menyoroti kinerja PT Adhi Karya yang dinilainya belum maksimal dalam meraup keuntungan. Padahal, perusahaan pelat merah itu telah menjalankan proyek bernilai triliunan rupiah, namun hanya bisa untung bersih sebesar Rp36 miliar pada tahun 2021.

Dengan demikian, Rudi menduga terdapat laba dan keuntungan perusahaan yang tidak dimasukkan ke laporan keuangan, ini yang menjadi masalah. “Mereka punya untung dengan aset yang sudah puluhan triliun, tapi untungnya Rp36 miliar, sementara BUMN yang lain bisa untung mencapai ratusan miliar. Apakah juga termasuk KSO (kerja sama operasi) dengan perusahaan swasta yang banyak dilakukan Adhi Karya, laba dan pendapatannya tidak dimasukan ke laba perusahaan? Sehingga dicantumkan di neraca laba dan rugi Adhi Karya dalam tahun 2021 hanya memperoleh laba Rp36 miliar?” tanya politisi Partai NasDem tersebut.

Belum lagi, ungkapnya, laba anak usaha Adhi Persada Properti yang (proyeknya) mencapai ratusan triliun rupiah. Apakah laba usahanya enggak dimasukkan dan dilaporkan ke neraca Adhi Karya dan apakah negara tidak mendapat deviden dan pajak dari Adhi Karya dan anak cucu perusahaannya? “Ini yang kita pertanyakan juga dengan manajemen atau direksinya, bagaimana mereka mempola atau mengaturnya itu,” tegas Rudi.

Wakil rakyat asal Langkat ini menyarankan agar BUMN yang menjadi mitra kerja Komisi VI DPR RI memiliki keseriusan dalam mengelola aset negara, dimana aset-aset ini milik rakyat, dan negara butuh deviden pajak dari BUMN untuk membiayai operasional negara. “Juga untuk biaya gaji seluruh instansi dan infrastrukturnya. Jadi kalau BUMN merugi, negara ini pakai apa nanti ya bayar utangnya? (Negara) bisa kolaps,” pesan Rudi.

Walhasil, Rudi Bangun meminta agar harga pupuk yang diproduksi perusahaan BUMN menjadi murah dan mudah didapat oleh petani. Mengingat, saat ini masyarakat susah menjangkau pupuk yang murah dan mudah. “Jadi kita minta ke Pupuk Indonesia, agar bisa pupuk subsidi juga yang terjangkau dan stoknya ada, sekarang ini masalah mereka kesulitan dengan harga mahal dan stoknya tidak ada,” pungkas Rudi Hartono Bangun. (rel/adz)

Konjen Malaysia Ajak Sumut Pos Kerja Sama

Audiensi: Konjen Malaysia untuk Sumatera Ayub Omar didampingi Panitia Acara Noval dan Protokoler Konsulat Jenderal Malaysia Adly saat beraudiensi ke Kantor Sumut Pos, di Gedung Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (12/8). Dwi/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia untuk Sumatera, Ayub Omar beraudiensi ke Kantor Sumut Pos, di Gedung Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (12/8).

Kedatangannya didampingi Panitia Acara, Noval dan Protokoler Konsulat Jenderal Malaysia, Adly bertujuan mengajak kerja sama dalam acara Memperingati Hari Kemerdekaan Malaysia ke-65, yang dirayakan setiap 31 Agustus. Hal ini sebagai bentuk hubungan diplomatik antar dua Negara, Indonesia dan Malaysia, sebagai negara tetangga (serumpun).

Aiyub mengatakan, Konsulat Jenderal Malaysia akan menggelar acara Gowes 2 Negara (G2N) 2022 Malaysia dan Indonesia, dengan tema, Sepeda Santai Kita Tingkatkan Tali Persaudaraan Dua Negara’, di Lapangan Benteng Medan, pada 21 Agustus mendatang, Pukul 07.00-12.00 WIB.

Dijelaskannya, selain bergowes ria, yang akan diikuti 650 peserta, acara akan dihadiri, artis Malaysia serta mahasiswa Malaysia yang ada di Medan. Selain itu, juga akan diramaikan berbagai kuliner Malaysia Indonesia, tarian Malaysia Indonesia, Medical Check Up gratis, cek mata gratis, donor darah dan pangkas gratis.

“Ini menjadi program penyatuan antara Malaysia dan Indonesia. Target kita adalah masyarakat Medan agar lebih mengenal Malaysia,” ujarnya.

Program bergowes atau berbasikal (istilah Malaysia,red) ini, jelasnya, dipilih karena kegiatan tersebut sedang tren di Kota Medan. “Jadi saya ingin penyatuan masyarakat kedua negara ini dibuat dengan aktivitas bergowes, sekaligus dapat menjadi alat diplomasi secara berbasikal (Bicycle Diplomacy),” harapnya.

Adapun, tambah Aiyub, misi utamanya, yakni membentuk sikap saling menghormati serta menghargai, sehingga tidak lagi mengedepankan sikap emosi terhadap propaganda-propaganda media sosial (Medsos) yang kerap menyerang atau memprovokasi masyarakat, dengan isu-isu kedaulatan yang bersifat ekstrem.

“Kadang-kadang ada isu yang belum jelas kebenarannya tetapi sudah dianggap benar. Ini sering terjadi yang hanya bukan dari diri kita sendiri, tetapi dari pihak tetangga. Ini pernah terjadi,” ungkapnya.

Menurutnya, acara G2N telah direncakan sejak dua tahum silam, tetapi tertunda akibat pandemi, yang mengharuskan kita menjaga jarak. Karena itu, melalui dana Tabungan Amanah Malaysia-Indonesia di bawah Wisma Putra, komunitas sepeda telah diminati sedikitnya 5.000 orang, apalagi Gubsu Edy Rahmayadi juga menggemarinya.

“Kami berharap persahabatan kedua negara dapat ditingkatkan lagi melalui acara G2N,” tandasnya.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Sumut Pos, Asih Astuti menyambut baik kedatangan Konjen Malaysia ke Sumut Pos. “Kita ucapkan terima kasih atas kedatangannya ke Kantor Sumut Pos, semoga ke depan dapat teejalin kerja sama yang baik dan berkesinambungan antara Konsul Malaysia dan Sumut Pos,” kata Asih didampingi Manager Pemasaran, Hirzan. (dwi/azw)

Daihatsu Resmi Luncurkan Penyegaran Rocky di GIIAS 2022

TANGERANG, SUMUTPOS.CO – Dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang menginginkan desain mobil SUV Compact yang sporty, serta merespon sambutan positif pelanggan terhadap Rocky, Daihatsu resmi luncurkan penyegaran Rocky pada 12 Agustus 2022, berlokasi di booth Daihatsu Hall 5A GIIAS (GAIKINDO Indonesia International Auto Show) 2022.

Sebagai kendaraan dengan tagline Sahabat Eksis, Daihatsu Rocky berikan penyegaran pada sisi eksterior, khususnya varian ADS dengan mengusung konsep mobil SUV Compact yang modern, active, dan sporty. Adapun ubahan penyegarannya dengan hitam meliputi area grill bagian depan, bodi spion samping (outer mirror), serta Black Alloy wheel 16’ inch untuk varian 1.2 X dan juga Gun Metal Skid Plate yang membuat semakin memberikan kesan yang sporty.

Tak hanya itu, pada varian 1.2 X juga berikan tambahan 2 pilihan warna spesial yakni Shining Pearl White dan Red Compagno sehingga customer mempunyai lebih banyak pilihan warna untuk tampil lebih eksis, dimana sebelumnya warna ini hanya terdapat pada 1.0L saja.

Daihatsu Rocky hadir dengan 2 plihan mesin, mulai dari 1.0L Turbocharged yang memberikan performa dan akselerasi layaknya mesin dengan kapasitas lebih besar, serta 1.2L yang bertenaga dan tetap irit bahan bakar dengan harga mulai dari Rp205.200.000 – Rp273.600.000 (OTR DKI Jakarta).

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan terhadap Daihatsu. Kami percaya, Daihatsu Rocky dapat menjadi pilihan utama bagi mereka yang berjiwa muda, serta mendukung aktivitas mereka agar dapat terus eksis dan memberi kebanggaan bagi penggunanya,” ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director, dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Spesifikasi Daihatsu Rocky
Sebagaimana diketahui, sebagai salah satu model pertama Daihatsu yang mengusung platform berbasis DNGA (Daihatsu New Global Architecture), Daihatsu Rocky dilengkapi dengan fitur canggih terkini, seperti LED Headlamp, Auto retractable mirror dan Key Free.
Pada bagian interior, dashboard Rocky berdesain cockpit dengan nuansa modern, serta meter cluster Rocky didesain menggunakan teknologi Full Digital dengan 4 mode tampilan yang dapat dipilih sesuai dengan style dan selera Sahabat.

Rocky juga dilengkapi touchscreen audio berukuran mulai dari 7 & 9 ‘inch tergantung varian yang dipilih dengan konektivitas ke smartphone, dapat mendukung ekspresi penggunanya melalui berbagai hiburan yang asik.
Daihatsu Rocky juga telah didukung dengan transmisi berteknologi D-CVT, sehingga membuat aktivitas berkendara menjadi lebih nyaman dan menyenangkan karena memiliki perpindahan gigi lebih halus, senyap, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
Dalam hal fitur keselamatan, Daihatsu Rocky dilengkapi dengan fitur spesial tertinggi di kelasnya, yakni Daihatsu A.S.A (Advanced Safety Assist).

Fitur ini memiliki 6 fungsi masing-masing, yaitu Pre-Collision Warning, Pre-Collision Braking, Pedal Misoperation Control, Front Departure Alert, Lane Departure Warning, dan Lane Departure Prevention.

Selain A.S.A, Daihatsu Rocky juga dibekali dengan rear parking camera dan back sonar yang dapat membantu visibilitas pengendara agar lebih aman saat bermanuver mundur.

Rocky juga dilengkapi dengan SRS Airbag untuk pengemudi dan penumpang, ABS (Anti-Lock Brake System), dan EBD (Electronic Brakeforce Distribution), serta VSC (Vehicle Stability Control), dan HSA (Hill Start Assist) tergantung varian dan tipe transmisi yang dipilih.

Berkendara dengan Daihatsu Rocky juga semakin nyaman berkat tempat penyimpanan beragam mulai dari laci penyimpanan pada kursi penumpang depan, seat under tray, front console storage, front console box, door pocket bottle holder, folded cup holder.

Selain itu, Daihatsu Rocky memiliki bagasi yang luas di kelasnya dan bisa diatur menjadi 2 tingkat dengan kapasitas mulai dari 303 Liter dan 369 Liter, serta fitur pelipatan kursi pada baris kedua hingga hampir setara dengan lantai dapat membantu kelancaran aktivitas bagi penggunanya yang sedang membawa barang berdimensi besar dengan lebih mudah.

Informasi dan spesifikasi lebih lengkap dapat dilihat melalui website resmi https://daihatsu.co.id/product/rocky/. (rel/azw)

Peringati Hari Orangutan Internasional, Makin Besarnya Tantangan dan Ancaman

Ketua Dewan Kehutanan Daerah (DKD) Sumatera Utara, Panut Hadisiswoyo saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kafe Rumah Kita Jalan STM, Medan, Jumat (12/8/2022).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari Orangutan Internasional yang diperingati tiap 19 Agustus menjadi momentum bagi semua pihak untuk menegaskan bahwa hewan primata dengan status kritis itu harus hidup di hutan.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Dewan Kehutanan Daerah (DKD) Sumatera Utara, Panut Hadisiswoyo yang menyatakan, status kritis Orangutan ini menjelaskan dibutuhkan keseriusan atas ancaman bagi manusia itu.

“Orangutan tetap dihutan, penjaga hutan, penjaga ekosistem hutan. Kondisi Orangutan harus diperjuangkan agar tidak punah,” ujar Panut dalam konferensi persnya yang digelar Sumatera Tropical Forest Journalism (STFJ) dalam rangka memperingati Hari Orangutan Internasional di Kafe Rumah Kita Jalan STM, Medan, Jumat (12/8/2022).

Panut mengakui, bila upaya mengatasi kritis Orangutan ini tidak mudah. Berbagai tekanan kerap dihadapkan dalam upaya menghentikan perburuan dan perdagangan hewan dengan nama latin Pongo itu. Hewan endemik Indonesia ini sendiri terdiri dari Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) dan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

“Orangutan tidak dalam keadaan baik-baik saja. Kita harus menyadari tantangan semakin besar, dengan tekanan yang sangat tinggi dari berbagai aspek. Kebutuhan perluasan lahan, untuk pembangunan, perkebunan, jalan juga lainnya,” katanya.

“Juga ancaman dari perburuan dan perdagangan Orangutan yang masih sangat tinggi. Ini jadi suatu momentum. Slogan Orangutan hidup di hutan, bukan sebagai peliharaan atau sebagai satwa yang untuk dieksploitasi,” tambah alumni Oxford Brookes University jurusan Konservasi Primata itu.

Panut juga menentang soal penangkaran bagi Orangutan. Menurutnya, hal tersebut tidak diperlukan, dengan alasan kondisi Orangutan saat ini masih bisa diselamatkan. Apalagi, penangkaran Orangutan tersebut tidak memiliki dasar untuk diberlakukan.

“Tidak ada konsep penangkaran Orangutan saat ini untuk dibranding, kemudian dijadikan tujuan wisata. Ini belum ada konsep diijinkan. Orangutan populasinya masih bisa diselamatkan di hutan, hingga tidak perlu penangkaran,” tegas Panut.

Alasan tidak diperlukannya penangkaran tersebut, beralasan upaya penyelamatan yang masih bisa dilakukan. Katanya, dari 2002 sampai 2022 di Sumatera yang bisa diselamatkan untuk direhabilitasi berkisar sekitar 350 sampai 400 individu dan berhasil dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

“Ada dilepaskan di Jantho (Aceh Besar) lebih dari 150, ada juga di Jambi di Bukit 30 ada sekitar 150-an. Jadi ada sekitar 350 an Orangutan yang berhasil diselamatkan,” jelasnya.

Sedangkan pegiat lingkungan, Reginna Safri yang hadir sebagai pembicara menjelaskan, bila kasus perburuan dan perdagangan Orangutan Sumatera di Aceh sejak 2019 sampai 2020 sangat menarik perhatian.

Yakni, pada 10 Maret 2019 satu individu anak Orangutan Sumatera di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam, Aceh mati karena mal nutrisi saat dievakuasi ke karantina di Sumut.

Bangkai satu individu Orangutan Sumatera jantan berusia 25 tahun ditemukan mati di Desa Rantau Gedangan Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil, pada 22 Oktober 2019. Penyebab kematiannya belum diketahui. Lalu, Orangutan Sumatera jantan berusia 2 tahun mati saat pengobatan akibat sengatan listrik dan luka bakar di Desa Aleu Pineung Timur Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa pada 25 April 2020.

“Pada 20 September 2020 Orangutan Sumatera jantan ditemukan mati di Desa Keuranji Kecamatan Kita Bahagia, Aceh Selatan dengan 148 peluru di seluruh tubuh. Ini semua menjelaskan jika kasus perburuan dan perdagangan satwa yang dilindungi masih sangat tinggi,” jelas Reginna.

Sebelumnya Direktur Sumatera Tropical Forest Journalism (STFJ) Rahmad Suryadi menegaskan, bila perburuan dan perdagangan Orangutan Sumatera masih tinggi. Hal ini menilik dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap aparat terkait.

STFJ mencatat sejumlah kasus perburuan dan perdagangan Orangutan yang menarik perhatian. Antaranya, kasus individu Orangutan Sumatera di rumah pribadi Bupati Langkat Nonaktif. Juga kasus perdagangan dua anak Orangutan Sumatera yang  kasusnya telah disidangkan. Mudah-mudahan kasus ini memberikan efek jera baginya.

“Juga pada 23 Juli 2022 kematian Orangutan Sumatera di Gayo Lues yang diduga dianiaya. Kasusnya masih dalam penyelidikan. Kami mencatat kasus perburuan dan Perda Orangutan masih sangat marak,” jelas Rahmad yang juga Ketua PFI Medan.(Rel/Tri)