Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak Al-Washliyah perkuat moderasi beragama, transformasi pendidikan dan penguatan keluarga. Demikian disampaikan menteri agama dalam Muktamar ke-XXIII Al-Jam’iyatul Washliyah, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu (8/7).
Menteri mengapresiasi kontribusi besar Al-Washliyah yang secara konsisten ikut membangun bangsa, khususnya melalui sektor pendidikan dan dakwah Islam yang sejuk. Nasaruddin Umar juga menyampaikan bahwa Al-Washliyah merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan Islam tertua dan terbesar di Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga persatuan NKRI.
“Al-Washliyah sejak lahir telah berkomitmen menjadi jembatan pemersatu umat. Di era modern ini, peran tersebut semakin krusial dalam membentengi masyarakat dari arus polarisasi dan paham radikal,” ujarnya.
Menteri dalam diskusi pada muktamar berpesan untuk penguatan moderasi beragama. Ia pun mengajak seluruh kader Al-Washliyah untuk menggaungkan dakwah yang ramah, toleran dan merangkul semua kalangan sejalan dengan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin.
Terkait transformasi pendidikan Islam, Nasaruddin Umar mendorong jaringan sekolah, madrasah dan perguruan tinggi milik Al-Washliyah untuk melakukan adaptasi teknologi digital. Hal ini untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya paham agama. Tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam bidang kemandirian ekonomi umat, menteri berharap muktamar menghasilkan program strategis yang mampu mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis umat melalui tata kelola wakaf dan zakat yang modern.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi dan harapan untuk kepengurusan baru Al-Washliyah. Ia berharap muktamar terlaksana dengan lancar, demokratis, menghasilkan nakhoda dan kepengurusan baru yang visioner.
“Pemerintah, khususnya Kementerian Agama siap terus bersinergi dengan Al-Washliyah dalam menyukseskan program-program keagamaan dan pendidikan di Indonesia,” tegas menteri agama. (dmp)

