Wali Kota Medan Bobby Nasution memimpin normalisasi parit untuk mencegah banjir.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penanganan banjir di Kota Medan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, dinilai belum maksimal hingga membuat masyarakat resah. Bagaimana tidak, intensitas hujan yang meningkat di Kota Medan akhir-akhir ini membuat kondisi sejumlah wilayah di Kota Medan tetap terendam banjir dan belum mengalami perubahan yang signifikan. Beberapa titik yang kerap menjadi langganan banjir pun dikhawatirkan akan semakin tergenang.
Atas kondisi ini, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan Rudiawan Sitorus M.Pem.I mengatakan, masyarakat berharap Dinas PU yang memiliki anggaran yang akan naik menjadi Rp1,3 Triliun pada P-APBD 2022 bisa segera mengatasi permasalahan banjir di Kota Medan.
Untuk itu, Rudiawan meminta Pemko Medan melalui Dinas PU untuk menyiapkan strategi yang efektif dalam mengatasi banjir di Kota Medan. “Beberapa kali kita turun ke lapangan, banyak saya temukan saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik dan tidak memiliki saluran pembuangan. Ini yang menyebabkan terjadinya genangan air,” ucap Rudiawan, Rabu (10/8).
Oleh sebab itu, kata Rudiawan, Dinas PU harus bisa mencari solusi agar drainase tersebut bisa berfungsi dengan baik, sehingga ketika hujan, air bisa dialirkan ke hulu.”Yang menjadi prioritas adalah bagaimana serapan air di Kota Medan bisa lebih banyak lagi. Bangunan masif dan liar menyebabkan serapan air berkurang, itu juga menjadi penyebab banjir,” ujarnya.
Selain itu, politisi PKS ini juga meminta Dinas PU Kota Medan untuk segera melakukan normalisasi pada 12 sungai dan anak sungai di Kota Medan yang tidak berfungsi dengan baik.”12 aliran sungai ini juga menjadi penyebab banjir. Oleh sebab itu, kita harap Dinas PU yang anggarannya kini sudah ditambah dapat mengatasi permasalahan banjir saat ini,” katanya.
Dijelaskan Rudiawan, Dinas PU harus terus berkoordinasi dengan BWSS II dalam melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada di Kota Medan.
“Ini harus segera dilakukan, sebab musim hujan akan segera datang. Jangan sampai nanti ketika sudah musim hujan dan terjadi banjir dimana-mana baru kita sibuk menormalisasinya,” pungkasnya. (rel)
Model double cabin, MG Extender menjadi salah satu daya tarik utama booth EVolution Forward MG
TANGGERANG, SUMUTPOS.CO – Hanya lepas satu kuartal, MG bergerak gesit dengan memamerkan model barunya yang paling tangguh di GIIAS 2022. Baru saja meluncurkan model sedannya, MG 5 GT, yang dijuluki 4-door coupé, kini publik Indonesia siap digetarkan kembali dengan kehadiran model terbaru, yaitu double cabin di kuartal ketiga 2022. MG Extender yang kokoh dan gahar sontak mengundang decak kagum para pengunjung booth MG di Hall 6, ICE, BSD, khususnya bagi mereka memiliki kegemaran berkendara offroad.
Kehadiran model baru ini merupakan langkah strategis MG dalam mendobrak status quo di industri otomotif Indonesia. Varian baru ini ditawarkan untuk memenuhi keinginan segmen pasar yang terbilang niche, namun sangat seksi untuk digoda. Otomatis, model double cabin ini menjadi pilihan paling segar dalam deret portofolio MG di Tanah Air dan sekaligus mengukuhkan proses evolusi MG menuju masa depan.
“Pengakuan di tataran global terus mendongkrak reputasi MG. Mengkombinasikan kegunaan, kepraktisan, dan harga yang terjangkau sebagai fundamental merek MG, menjadikan pilihan mobilnya mudah diakses oleh masyarakat, hari ini kami dengan bangga memperkenalkan model double cabin yang menawarkan ketangguhan, desain, dan keamanan yang unggul, MG Extender,” ungkap Zhang Weiwei, Vice Managing Director MG Motor Indonesia.
Dalam pergelaran GIIAS 2022, MG juga akan menghadirkan varian facelift dari model elektrik terlarisnya sebagai bukti konkrit MG dalam mewujudkan EVolution Forward yang menjadi tema booth MG di GIIAS tahun ini. Setelah unjuk gigi melalui MG ZS EV dan MG 5 EV yang merupakan model estate listrik pertama di dunia, MG akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai yang terdepan di bidang teknologi kendaraan listrik.
“Hadir dengan dua varian baru sekaligus, masing-masing berbasis double cabin dan electric vehicle, adalah cara MG untuk terus meredefinisi ekspektasi para MG Lovers di Tanah Air. Masing-masing model memiliki pangsa pasarnya sendiri, yang akan menjadikan MG sebagai merek mobil yang relevan di berbagai tipe pengendara mobil di Indonesia. Kami optimis bahwa kedua model ini akan menjadi penerus kesuksesan model-model MG terdahulu, dan di saat yang bersamaan, keinginan konsumen MG di seluruh wilayah Indonesia dalam berkendara tidak hanya diredefinisi, tetapi terus berevolusi,” ungkap Arief Syarifudin, Marketing and PR Director MG Motor Indonesia.
Kejelian dalam memahami perkembangan jaman, evolusi yang MG telah alami selama hampir 100 tahun membuatnya terus berdiri tegak dan semakin luas melintasi benua. Desain yang cutting-edge, teknologi terdepan, handling penuh presisi, serta keselamatan tanpa kompromi adalah 4 pilar dalam Brit Dynamic yang konsisten MG tanamkan pada setiap mobilnya. Dengan melakukan rangkaian kolaborasi unik dan penuh kreativitas, MG semakin dekat dengan generasi berjiwa muda. Target konsumennya yang didominasi oleh kalangan millennial pun dimampukan untuk merasakan dan mengalami sensasi dinamis dalam menikmati mobil-mobil MG.
Tidak hanya satu, MG mengajak 77 seniman visual dan kreatif sekaligus untuk berkolaborasi dan berkontribusi melalui menggambar doodle menggunakan MG 5 EV sebagai ‘kanvas’nya dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-77. Konsep penuh kreasi yang berkesinambungan ini adalah langkah kreatif MG dalam menghadirkan vibe penuh keceriaan dalam menikmati ragam model yang ditawarkannya.
Ada begitu banyak keseruan dan aktivitas menarik yang MG tawarkan di sepanjang perhelatan GIIAS kali ini. Sembari menyelami dunia EVolution Forward, khalayak pecinta otomotif yang mengunjungi booth MG juga diajak untuk berpartisipasi dalam uji berkendara dan kegiatan seru berhadiah merchandise unik dan eksklusif. Di samping itu, ada beragam penawaran penuh keuntungan yang sudah disiapkan MG bagi pengunjung yang memesan logo oktagonal penuh nilai sejarah ini selama ajang GIIAS berlangsung.(rel)
General Manager Operations PT Agincourt Resources (PTAR), Rahmat Lubis, menyerahkan beasiswa pendidikan Martabe Prestasi tahun ajaran 2022/2023. Ini adalah kali keenam PTAR menyelenggarakan Program Beasiswa Tambang Emas Martabe. (Dok: PTAR)
BATANGTORU, SUMUTPOS – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, kembali menyalurkan beasiswa pendidikan Martabe Prestasi tahun ajaran 2022/2023 kepada 288 siswa berprestasi, senilai total Rp1,87 miliar.
Wakil Presiden Direktur PTAR, Ruli Tanio, menyampaikan apresiasi kepada para siswa berprestasi yang sudah berjuang untuk memperoleh beasiswa Martabe Prestasi. Ia berpesan agar para siswa tetap semangat dan jangan pernah putus asa dalam menggali ilmu, serta dapat memanfaatkan kekuatan teknologi untuk menghasilkan karya terbaik dan bermanfaat bagi banyak orang.
“Kami di PTAR bertekad mendorong pengembangan masyarakat dari berbagai aspek, termasuk kesehatan dan pendidikan. Kami akan terus meningkatkan kontribusi dan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Beasiswa ini memungkinkan siswa di Tapanuli Selatan untuk mendapatkan peluang dan akses kepada pendidikan terbaik yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya di Tapanuli Selatan,” tutur Ruli.
Penganugerahan beasiswa Martabe Prestasi digelar di Sopo Daganak, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, pada 10 Agustus 2022. Seremoni dihadiri General Manager Operations PTAR Rahmat Lubis, Senior Manager Community PTAR Christine Pepah, Plt. Kacabdis Pendidikan Sidimpuan Al Benny Hevi Damanik, dan Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan Arman Pasaribu.
Dewan Pendidikan Sumatra Utara Aripay Tambunan, Ketua MUI Batangtoru Hotlan Dalimunthe, dan pemerhati pendidikan OK Hazmi Usman Siregar turut serta, sementara Wakil Presiden Direktur PTAR Ruli Tanio bergabung secara daring.
General Manager Operations PTAR, Rahmat Lubis, mengatakan Martabe Prestasi merupakan salah satu Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas dan akses pendidikan bagi siswa berprestasi yang berkomitmen besar untuk mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Ini adalah kali keenam penyelenggaraan Program Beasiswa Tambang Emas Martabe. Jika ditotal sejak digelar perdana pada 2017 hingga 2022, PTAR telah menggelontorkan dana Rp5,54 miliar bagi 1.255 penerima manfaat, siswa tingkat SD hingga universitas dari keluarga kurang mampu asal Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
“Martabe Prestasi dimulai sejak 2017 dengan cakupan penerima manfaat di dua kecamatan yaitu Batangtoru dan Muara Batangtoru. Dengan semangat membawa perubahan, mulai tahun 2022 cakupan penerima manfaat diperluas sampai tingkat SMA dan perguruan tinggi yang meliputi seluruh wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan,” kata Rahmat.
Serah terima secara simbolis beasiswa Martabe Prestasi dari PT Agincourt Resources (PTAR) kepada 288 siswa berprestasi. Penganugerahan beasiswa dilakukan di Sopo Daganak, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, pada 10 Agustus 2022. (Dok: PTAR)
Penerima Beasiswa Kian Banyak
Walau pandemi Covid-19 masih berlangsung, komitmen PTAR untuk terus berperan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat tidak luntur. Terbukti, nilai beasiswa Martabe Prestasi pada 2022 meningkat 24% menjadi Rp1,87 miliar dibanding tahun sebelumnya.
Jumlah penerima manfaat tahun ini pun naik 17% menjadi 288 siswa. Sebanyak 206 siswa atau 72% dari jumlah penerima manfaat adalah siswa yang baru mendaftar tahun ini, terdiri dari 196 penerima beasiswa reguler dan 10 penerima beasiswa khusus. Adapun, 82 siswa menerima beasiswa lanjutan, mencakup 56 penerima beasiswa reguler dan 26 penerima beasiswa khusus.
Naiknya jumlah penerima manfaat beasiswa diapresiasi Aripay Tambunan dari Dewan Pendidikan Sumatra Utara. Menurutnya, semakin banyak jumlah penerima beasiswa, akan tercipta semakin banyak lulusan berpendidikan untuk mengembangkan Tapanuli Selatan.
Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, menjelaskan seluruh siswa penerima beasiswa terbagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan tingkat pendidikan dan manfaat. Rinciannya, 93 siswa SD dan 51 siswa SMP untuk kategori Penghargaan Prestasi Akademis (PPA). Mereka akan mendapat bantuan pendidikan di tahun berjalan senilai Rp500.000 untuk setiap siswa SD dan Rp700.000 untuk setiap siswa SMP.
“Selain itu, 23 siswa SMA/sederajat untuk kategori Penghargaan Prestasi Berkelanjutan (PPB) regular dan 8 siswa SMA mendapat PPB Khusus. Tiap siswa peraih PPB regular tingkat SMA/sederajat akan memperoleh manfaat senilai Rp3 juta per tahun,“ ujar Christine.
Sementara itu, 10 siswa meraih Penghargaan Prestasi Berkelanjutan (PBB) jenjang D3 dan S1 perguruan tinggi negeri dan swasta di Tapanuli Selatan senilai Rp6 juta tiap siswa per tahun. Adapun, 19 siswa kategori PBB jenjang D3 dan S1 dari perguruan tinggi negeri dan swasta di luar Tapanuli Selatan mendapat manfaat Rp12 juta tiap siswa per tahun.
Juga ada dua siswa mengantongi PBB jenjang S1 di 10 perguruan tinggi negeri (PTN) Unggulan Nasional, masing-masing lulus di jurusan pertanian Universitas Sumatra Utara dan jurusan manajemen Universitas Diponegoro. Sisanya, sebanyak 82 siswa menerima manfaat lanjutan tingkat SMA sampai dengan perguruan tinggi tahun 2019-2021. Penerima PBB khusus tingkat SMA sampai perguruan tinggi mendapat seluruh biaya pendidikan.
Selain memberikan beasiswa, PTAR akan menyediakan program bimbingan belajar gratis bagi siswa-siswi tingkat SMP kelas IX dan tingkat SMA kelas XII jurusan IPA dan IPS yang difasilitasi Lembaga Bimbingan Belajar Profesional. Tujuannya, agar tercipta peluang kelulusan di PTN Unggulan dan SMA Unggulan yang ditetapkan PTAR. (rel)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Pemerintah menargetkan, vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap awal selesai dilakukan pertengahan September 2022. Diharapkan percepatan vaksinasi tersebut segera bisa menekan penyebaran wabah PMK.
“Kami menargetkan distribusi dan vaksinasi dua tahap awal yang sebanyak 3 juta dosis tuntas bulan ini atau maksimal pertengahan September,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito, belum lama ini.
Menurutnya, Indonesia meniru penanganan PMK dari negara-negara yang sudah terpapar wabah terlebih dulu dengan menyesuaikan kondisi terkini di dalam negeri. “Di Asia Tenggara, kontrol PMK lebih banyak atau mayoritas menggunakan vaksin. Studi membuktikan bahwa vaksin PMK mampu menekan dampak keuangan bagi smallholder livelihood di Asia Tenggara,” katanya.
Untuk tahap awal, pemerintah mendistribusikan 3 juta dosis vaksin PMK yang dibagi ke dalam 2 fase, yaitu 800 ribu dosis yang telah didistribusikan dan disuntikkan ke hewan ternak. Lalu fase dua, sebanyak 2,2 juta dosis tengah didistribusikan dan mulai disuntikkan ke hewan ternak. “Vaksinasi telah dilakukan sebanyak lebih dari 800 ribu vaksin kisaran Juni-Juli 2022. Di Indonesia jumlah kasus baru PMK melandai. Ini memperlihatkan vaksin mampu menekan PMK,” katanya.
Selain mendatangkan vaksin PMK dari lima perusahaan asing di luar negeri, pemerintah juga menggandeng perusahaan produsen vaksin lokal agar kebutuhan vaksin cepat dan mudah terpenuhi. “Pemerintah mengupayakan percepatan pengadaan vaksin. Pemerintah juga berencana mengimpor bahan baku vaksin yang diproduksi dalam negeri, karena perusahaan farmasi lokal juga punya kemampuan memproduksi vaksin dalam jumlah besar,” pungkas Wiku. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumut ‘mencium’ ada dugaan syarat kepentingan dan dituding berbau dalam tender pembangunan rawat inap tower I RS Haji Medan senilai Rp176 Mmiliar. Karena, sebagai pemenang tender pembangunan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut itu, yakni PT Adhi Karya milik Kementerian BUMN.Tudingan itu disampaikan oleh anggota Komisi E DPRD Sumut, Zainuddin Purba kepada wartawan, Kamis (11/8).
Ia menjelaskan, bahwa salah seorang pegawai di PT Adhi Karya adalah anak dari Plt Kadis SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut Bambang Pardede.
“Sehingga patut diduga tender tersebut sarat dengan kepentingan pribadi (vested of interest). Apalagi, isteri yang bersangkutan (Bambang Pardede) juga pegawai di Dinas Kesehatan provinsi,” ucap Zainuddin.
Zainuddin mengungkapkan bahwa anak Bambang Pardede itu, bernama Timothy Pardede bertugas sebagai pegawai di divisi gedung PT Adhi Karya pada bagian lelang yang mengikuti tender pembangunan RS Haji Medan.
Selain itu, istri dari Bambang Pardede bernama Sumihar Tampubolon merupakan pegawai di Dinas Kesehatan Sumut. Sehingga, menurut Zainuddin sangat erat dengan syarat kepentingan. “Saya minta kepada Gubernur Sumatera Utara agar meneliti adanya dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pelaksanaan tender RS Haji Medan agar memenuhi norma-norma anti KKN. Jangan sampai terjadi penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi,” tutur Zainuddin.
Anggota Fraksi Golkar DPRD Sumut itu menjelaskan bahwa proses lelang yang terjadi berjalan sesuai prosedur, patut diduga telah terjadi penyalahgunaan data atau dokumen lelang. Yang hanya dapat dilakukan Bambang Pardede sesuai kewenangannya sebagai Kadis BMBK Sumut. Akibatnya, proses lelang yang berlangsung menjadi tidak fair dan sarat kepentingan pribadi.
“Saya kira, informasi laporan masyarakat ini perlu diklarifikasi oleh Gubernur Edy Rahmayadi sebagai atasan langsung Bambang Pardede. Kita tidak mau uang rakyat Sumut yang diperuntukkan demi kepentingan perbaikan layanan kesehatan disalahgunakan untuk memperkaya diri pejabat yang diberi amanah,” tegas politisi partai Golkar itu.
Menyikapi hal itu, Gubernur Sumut, Edy Rahyamadi mengungkapkan bahwa dirinya tidak tahu anak Bambang Pardede bekerja atau pegawai perusahaan konstruksi milik Kementerian BUMN itu. “Saya saja tidak tahu, kalau ada anak Bambang Pardede disitu,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu, di rumah dinas Gubernur Sumut, Kota Medan.
Gubernur Edy mengatakan proses lelang itu, sudah melalui proses sesuai dengan prosedur dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut.”Yang memenangkan bukan kita, yang memenangkan itu Pokja itu. Pokja itu, prosesnya. Namanya, Pokja kelompok kerja, banyak jadinya,” tutur mantan Pangkostrad itu.
Gubernur Edy tidak mempersoalkan hal itu, karena ia menilai PT Adhi Karya memiliki kualitas kerja yang baik. Buktinya, dalam pembangunan dan renovasi Masjid Agung, Kota Medan. “Adhi Karya profesional, Walaupun dia Kristen atau Katolik itu. Yang bangun Masjid Agung itu, Adhi Karya lho. Jadinya, itu profesional,” pungkas mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.
Terpisah, Plt Kadis SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut, Bambang Pardede, angkat bicara terkait dugaan KKN di tender pembangunan ruang rawat inap tower I RS Haji Medan itu.
Bahkan menurutnya 100% hoaks jika disebutkan tender itu sarat KKN. “100 persen ini hoaks. Waduh, kita nggak maulah aneh-aneh,” ucap Bambang menjawab konfirmasi wartawan.
Bambang menambahkan saat ini pihaknya bersyukur karena proses tender itu berjalan lancar. “Sebab kita fokus kerja dulu, karena banyak yang mau dikejar, terutama progres fisik,” kata Bambang.(gus/ila)
LANTIK:
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat melantik 7 anggota KPID Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski menuai polemik seleksi pemilihan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Utara. Namun, Gubernur Sumut, Edy Rahyamadi tetap melantik 7 anggota KPID Sumut periode 2022-2025 di Aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas Gubernur Sumut, Kota Medan, Kamis (11/8) sore.
Adapun 7 Anggota KPID Provinsi Sumut Periode 2022-2025 dilantik tersebut, adalah Ayu Kesuma Ningtyas, Anggia Ramadhan, Muhammad Hidayat, Muhammad Syahrir (petahana), Dearlina Sinaga, Ramses Simanullang (petahana) dan Edward Tahir.
Padahal hingga saat ini pemilihan anggota KPID Sumut Periode 2022-2025 ini masih menjadi polemik. Seperti diketahui, dua petahana bermasalah dengan SK yang diduga cacat hukum.
Bahkan dalam pemilihan anggota komisi diperiode ini juga mendapat penolakan dari dari 7 calon anggota KPID lainnya yang telah menggugat permasalah dua petahana bermasalah dengan SK yang diduga cacat hukum ke Pengadilan Negeri Medan dan yang tergugat ini yakni Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto yang meloloskan 7 nama anggota KPID yang telah terpilih.
Dalam bimbingan dan arahannya, Gubernur Edy meminta agar implementasi penyiaran ini bisa sesuai dengan keinginan bersama. Karena itu menjadikan arahan petunjuk setiap orang yang melihat siaran dan melakukan kajian. .
“Komisi ini cukup ramai dibicarakan, saya minta maaf saya tak pernah tahu komisi ini. Sampai di meja saya tandatangani. Namun saya tegaskan saya tak suka bila kegiatan ini memakai sistem rekayasa. Saya selalu berbicara mengenai real apa yang harus kita lakukan,” jelas mantan Pangkostrad itu.
Gubernur Edy menjelaskan memang tidak ikut serta dalam seleksi tapi Ia melantik anggota KPID Sumut ini dengan sumpah pelantikan yang disaksikan kitab suci Al Quran dan Kitab Injil yang mengiringkan pelantikan.
“Saya menyampaikan cukup berat sumpah ini. Jadi semoga dengan dilantiknya 7 orang Anggota KPID Sumut ini maka akan menjadikan Sumut bermartabat.
Saya tak berharap lain hanya itu. Berikan masukan yang benar. Ingatkan saya selaku Gubernur Sumut. Kita saling menasihati sehingga berjalan dengan baik dan benar untuk rakyat yang kita cintai,” jelas Gubernur Edy.
Gubernur Edy meminta para komisioner yang dilantik, agar menjalankan tugasnya secara profesional. Ia mengatakan, tujuh komisioner itu harus profesional dalam memfilter tayangan ataupun siaran yang tidak sesuai aturan.
“Semua tayangan-tayangan yang tidak profesional, tidak membangun itu diawasi oleh tujuh komisioner yang baru saya lantik,” ucap Gubernur Edy.
Gubernur Edy berharap, dengan dilantiknya pengurus KPID Sumut yang baru ini, mampu mengawal proses penyiaran di Sumut. Terlebih lagi tentang pembangunan di Sumut. “Terfilternya informasi melalui media yang tidak profesional yang tidak membangun agar tidak sewenang wewenang, yang membuat rakyat kita nanti jadi bingung,” tandas Gubernur Edy.
Sementara itu, Komisioner KPID Sumut yang dilantik, Muhammad Syahrir mengatakan, secara kelembagaan KPID sangat banyak pekerjaan rumah, khususnya dalam menfilter siaran yang bersinggungan dengan kearifan lokal.
“Banyak PR yang harus kita selesaikan, salah satunya hal yang terpenting adalah terkait dengan kearifan lokal. Artinya banyak pemberitaan atau siaran yang kita anggap itu mungkin bersentuhan dan pergeseran dari kearifan lokal,” kata Syahrir yang menjabat untuk periode kedua di KPID Sumut. Jadi tugas kedepan adalah bagaimana membangun forum masyarakat peduli penyiaran di sumut supaya bisa berkembang, itu PR yang belum kita selesaikan,” pungkasnya.(gus/ila)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mempersembahkan rangkaian pengalaman penuh makna melalui partisipasinya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 untuk memperkuat posisinya sebagai game-changer di Indonesia. Kehadiran Hyundai di ajang otomotif terbesar ini semakin mempertegas posisinya di industri otomotif dengan menghadirkan produk-produk berteknologi tinggi untuk kebutuhan keluarga Indonesia, seperti STARGAZER yang akan resmi diluncurkan pertama kali.
WooJune Cha, Presiden Direktur PT Hyundai Motors Indonesia mengatakan, Hyundai selalu berusaha untuk menjadi lebih dari sekedar perusahaan otomotif, tetapi juga menjadi penyedia mobilitas yang memberikan pengalaman bermakna.
“Selain itu, Hyundai akan menampilkan berbagai produk, layanan hingga area interaktif yang berorientasi pada masa depan. Kami ingin agar pengunjung dan pelanggan setia Hyundai dapat merasakan filosofi dari Hyundai untuk membuat setiap momen lebih bermakna,” ujarnya.
Berlokasi di area booth seluas 2.744 m² di Hall 1A International Convention Centre (ICE), Hyundai akan menampilkan media art yang merefleksikan masa depan mobilitas yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan kembali visi brand “Progress for Humanity” melalui Inspirational LED Media Wall yang megah dengan luas kurang lebih hingga 540 m². Melalui layar LED ini, Hyundai membagikan berbagai elemen penting yang membentuk sebuah filosofi yang kuat melalui hasil karya beberapa art group, yaitu SHUDDER, BEAMMONSTER, D’strict, dan Universal Everything.
Elemen pertama dari SHUDDER adalah Color bubble yang merepresentasikan manusia, menunjukkan bahwa setiap orang memiliki warna dan kemampuannya masing-masing, itulah mengapa Hyundai menghargai hadirnya setiap individu.
Elemen keduanya adalah Feast of colors memvisualisasikan bagaimana impian setiap orang dapat berkembang dan berubah. Begitu pun harapan Hyundai terhadap impian setiap orang. Lalu, ada Life and string memvisualisasikan warna yang muncul dan berganti, merepresentasikan manusia, menggambarkan kehidupan hubungan antar manusia yang mengalir dan saling bekerja sama.
Shudder juga menampilkan media art yang disebut STARGAZER, yang memvisualisasikan bagaimana ia akan membagikan mimpi orang dan masa depan yang akan datang.
Art group berikutnya adalah BEAMMONSTER yang menghasilkan elemen media art dengan nama steps of the future dengan filosofi seperti perkembangan dan tantangan masa depan yang terus bergulir, mengekspresikan wujud makna akan sesuatu. Elemen lainnya, the growth of dreams yang mewakili hari ketika mimpi tumbuh dan terungkap, mengekspresikan adanya keyakinan dan makna yang akan datang.
BEAMMONTER juga memproduksi sebuah media art bernama Waterfall yang memvisualisasikan air sebagai sumber kehidupan . Di ajang perhelatan GIIAS 2022, Hyundai akan membawa teknologi mobilitas masa depan lebih dekat dengan menghadirkan beragam produk, beragam layanan termasuk test drive, area interaktif, serta program penjualan yang interaktif. (rel/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) terus mendorong masyarakat untuk beralih dari energi berbasis fosil (BBM) ke energi berbasis listrik untuk bisa menghemat ongkos produksi sekaligus mengurangi emisi karbon.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam PLN Innovation & Competition in Electricity (ICE) 2022 mengajak insan muda PLN maupun masyarakat untuk bisa mengembangkan inovasi dalam teknologi.
Menurut dia, hal ini penting karena dengan beralihnya masyarakat dari energi berbasis fosil ke listrik membutuhkan pengembangan teknologi maupun alat yang bisa mengadaptasi perubahan ini. “PLN jadi salah satu pelaku utama agar generasi masa depan mendapatkan masa depan yang lebih baik. Untuk itu, kita perlu mengembangkan inovasi teknologi yang tepat guna untuk bisa menjawab perubahan dari bahan bakar fosil ke berbasis listrik,” ujar Darmawan.
Salah satu program yang dikembangkan oleh PLN saat ini adalah mendorong kendaraan listrik, pertanian berbasis listrik Electrifying Agriculture dan Electrifying Marine. Darmawan menjelaskan impor minyak mentah saat ini hampir sangat besar. Kondisi ini harus dimitigasi agar tidak membebani APBN maupun _Current Account Defisit (CAD). “Untuk itulah perlu ada inovasi agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tambah Darmawan.
Selain itu, kata Darmawan PLN juga melakukan Electrifying Marine dengan penyediaan fasilitas listrik di pelabuhan. “Ini sudah kita lakukan di daerah-daerah perikanan laut. Misalnya di kepulauan Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan lainnya. Kapal-kapal yang sandar tidak lagi bakar solar, tapi listrik yang lebih hemat,” tambahnya.
Vice President Market Intelligence & Ekonomi Analitis PLN, Henri Firdaus mencatat hingga Juli 2022, capaian PLN dalam mendorong masyarakat pertanian memakai listrik mendapat sambutan yang baik. Pada tahun ini, total pelanggan Electrifying Agriculture mencapai 178.127 pelanggan dengan daya terpasang mencapai 2.966 MVA.
“Melalui Electricfying Agriculture, kami ingin meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ini bisa juga membantu petani untuk menghemat biaya operasional mereka. Dari menggunakan BBM dan LPG, kita konversi menjadi listrik,” ujar Henri. (ila/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kondisi perekonomian global, termasuk Indonesia. Lonjakan kasus yang terjadi telah direspon secara cepat oleh Pemerintah dengan menerapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi sekaligus penanganan pandemi.
Memasuki era new normal, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan buku vaksinasi Covid-19 bersamaan dengan dilaksanakannya diskusi panel terkait tantangan, capaian, dan evaluasi vaksinasi Covid-19.
“Saya berharap bahwa buku ini dapat meng-capture kebijakan-kebijakan publik yang dibuat. Karena dalam G20 pun kita memasukkan salah satu outcome dari G20 yaitu terkait arsitektur kesehatan global,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Peluncuran Buku Laporan Vaksinasi Covid-19 dan Diskusi Panel Evaluasi, Tantangan, dan Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (11/08).
Buku vaksinasi Covid-19 tersebut merangkum seluruh perjalanan Indonesia sejak awal pandemi, kebijakan-kebijakan yang diambil dalam menangani dan mengendalikan pandemi, beserta seluruh dinamika yang terjadi di lapangan.
Dalam penanganan pandemi, Pemerintah melakukan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dengan pembatasan mobilitas, kampanye 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), dan vaksinasi.
Program vaksinasi sendiri bertujuan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 dengan membentuk kekebalan komunal (herd immunity) yang kemudian bertransformasi menjadi perlindungan kelompok (herd protection). Program vaksinasi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk beraktivitas kembali dan sekaligus menggerakkan roda perekonomian.
Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan herd protection ini dimulai dari perjuangan mendapatkan vaksin dengan diplomasi ke negara produsen untuk mengamankan pasokan dalam situasi kelangkaan, hingga mendorong riset dan inovasi farmasi dengan pengembangan Vaksin Merah Putih untuk kemandirian negara. Pemerintah juga mengembangkan digitalisasi sistem kesehatan melalui teknologi informasi dan mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan melibatkan berbagai pihak.
“Salah satu yang juga terobosan Indonesia adalah digitalisasi health care. Tidak semua negara membolehkan resep dikirim tanpa bertemu dokter. Tapi Indonesia dengan platform konsultasi kesehatan digital, ketika ditemukan kasus positif Covid-19 langsung dikirim obat-obatan oleh dokter. Itu mempercepat penanganan Covid-19 bagi yang isoman dan obat-obatan seluruhnya diberikan oleh Pemerintah secara gratis,” tutur Menko Airlangga.
Buku Vaksinasi Covid-19 di Indonesia ini disusun atas kontribusi dan bantuan dari berbagai pihak diantaranya Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, PT Bio Farma, United Nations Development Programme (UNDP), dan United States Agency for International Development (USAID).
“Keberhasilan vaksinasi Indonesia adalah bukti bahwa Indonesia melakukan pendekatan vaksinasi bukan dalam bentuk program, tapi pendekatannya dalam bentuk gerakan,” tutur Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan tersebut.
Kemudian Menko Airlangga dan Menkes Budi melakukan penyerahan buku Laporan Vaksinasi Covid-19 secara simbolis kepada sejumlah pejabat yang hadir yakni Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia, Deputy Chief of Mission at Embassy of Japan, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Riau, Gubernur Kalimantan Timur, dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.
Lebih lanjut, di akhir acara dilakukan juga diskusi panel Evaluasi, Tantangan, dan Capaian Vaksinasi Covid-19 dengan narasumber Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Indonesia Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI), WHO Covid-19 Vaccination Coordinator in Indonesia, National Project Manager SMILE UNDP Indonesia, dan Deputy Director of Health Office USAID Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, perwakilan Kementerian/Lembaga, dan perwakilan lembaga internasional. (dlt/fsr/*)
DIABADIKAN: Bupati Asahan H Surya BSc diabadikan bersama Gubsu dan beberapa kepala daaerah di sela-sela menerima penghargaan.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Asahan mendapatkan kado istimewa tepat saat peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman, Medan, Kamis (11/82).
Pemerintah Kabupaten Asahan meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA).
Penghargaan tersebut diserahkan Ketua TP. PKK Provinsi Sumatera Utara Nawal Lubis, yang diterima langsung oleh Bupati Asahan H. Surya, BSc.
“Ini merupakan penghargaan dari Pemerintah Pusat (Kementerian PPPA) untuk komitmen Pemerintah Kabupaten, partisipasi masyarakat, dunia usaha dan media dalam pemenuhan hak anak,” ujar Bupati Asahan usai menerima penghargaan.
Bupati Asahan H. Surya, BSc juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PPPA yang telah memberikan penghargaan Katagori Pratama kepada Kabupaten Asahan.
“Penghargaan yang kami terima hari ini akan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas dalam melindung hak anak di Kabupaten Asahan, sehingga kedepannya Kabupaten Asahan dapat meraih Katagori Madya”, ucap Bupati Asahan.
Pada kesempatan itu, Bupati H. Surya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Kabupaten Asahan yang telah bahu-membahu untuk mewujudkan predikat Kota Layak Anak Katagori Pratama.
Sementara itu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengawali sambutannya meminta kepada para Bupati/Wali Kota untuk tetap memperhatikan dan memehuni hak anak.
Menurut Edy Rahmayadi, anak merupakan generasi penerus yang harus dilindungi. “Kabupaten/kota, tak akan pernah masuk surga kalau kita tidak menyayangi anak ini, mereka inilah masa depan kita, tanpa mereka negara ini tidak akan pernah ada kader pengganti,” kata Edy Rahmayadi, kepada Bupati dan Wali Kota yang hadir.
Memenuhi hak anak juga harus dengan niat yang tulus, jangan dengan niat kepentingan pribadi.
“Tak akan bebas bermain dan belajar kalau kita tidak menyayangi mereka (anak-anak), Demi Allah, Demi Tuhan ini kita lakukan bukan untuk mendapat piala, bukan karena kita ingin menjadi bupati dan walikota, agar jadi gubernur, tidak begitu,” kata Edy.
Edy juga menyayangkan masih ada orangtua yang berlaku kasar kepada anaknya. Ia menyontohkan di Belanda, apabila orangtua berlaku kasar kepada anaknya, maka si orangtua akan langsung berurusan dengan aparat hukum.
“Inilah anak-anak ini, harus kita sayangi, walaupun bukan anakku, keturunanku, saya wajib menyayanginya,” kata Edy.
Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga menerima penghargaan Anugerah KPAI 2022 lantaran menunjukkan komitmennya dalam perlindungan anak. “Salah satu item Sumut Bermartabat adalah menyayangi anak anak, kenapa menyayangi anak-anak, karena Sumut berada ada di pundak mereka,” kata Edy.(dat/han)