29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 243

Dosen Poltekkes Medan Edukasi Deteksi Dini Anemia pada Remaja dan Ibu Hamil serta Pencegahannya dengan Panganan Lokal di Desa Sukaraya

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO- Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Medan, menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Deteksi Anemia dan Edukasi Pemanfaatan Pangan Lokal pada Ibu Hamil dan Remaja Putri di Desa Sukaraya Kabupaten Deliserdang”.

Kegiatan dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini melibatkan sasaran yaitu remaja dan ibu hamil yang ada di Desa Sukaraya Kabupaten Deliserdang. Pelaksanaan kegiatan digelar di dua lokasi yaitu di Balai Desa Sukaraya dan SMP-SMA yang ada di desa tersebut.

Dalam melaksanakan kegiatan ini, dosen Poltekkes Kemenkes Medan juga bekerjasama dengan Puskesmas untuk pemeriksaan dan pemberian obat. Peserta yang mengikuti kegiatan ini diantaranya siswi SMP sebanyak 80 orang, siswi SMA sebanyak 67 orang dan ibu hamil.

Penanggung jawab kegiatan, Yulina Dwi Hastuty S.Kep,Ners,M.Biomed menjelaskan, Dosen Poltekkes Medan memiliki tanggung jawab untuk memberdayakan dan mengembangkan pengabdian masyarakat yang sesuai dengan visi dan misi serta Renstra Poltekkes Medan.

“Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah (Hb), pemeriksaan antrhropometri (penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar pinggang) dan pemeriksaan tekanan darah. Pemeriksaan ini dibantu oleh Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Medan yang sedang melaksanakan PKL di Desa Sukaraya,” kata Yulina yang juga dosen jurusan Kebidanan.

Lebih lanjut dijelaskannya, kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mendeteksi secara dini anemia yang terjadi pada remaja juga ibu hamil serta mensosialisasikan pencegahannya dalam bentuk pemanfaatan pangan lokal yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.

Pada kesempatan itu, dilakukan juga penyuluhan terkait anemia pada remaja dan pencegahannya. Juga materi anemia pada ibu hamil dan pentingnya kunjungan ante natal care (ANC) kepada masyarakat yang hadir.

Demonstrasi menggunakan media interaktif berupa video tentang pembuatan pangan lokal untuk mencegah anemia juga dilakukan, selain pemberian makanan tambahan bagi remaja dan ibu hamil.

“Selain itu ditekankan pula untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan, dengan cara mengadopsi pola hidup yang sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” terang Yulina.

Melalui kegiatan ini, lanjut Yulina, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait anemia dan pencegahannya. “Hasil pemeriksaan yang ditemukan, masih ada remaja yang terdeteksi anemia dan segera ditindaklanjuti dengan memberikan intervensi berupa tablet Fe untuk mempercepat peningkatan Hb juga konseling kesehatan dari Staf Puskesmas dan Dosen Poltekkes Medan Sri Widya Ningsih M.Si, terkait upaya yang dapat dilakukan sehari-hari dengan menjaga pola makan, istirahat dan aktivitas fisik,” bebernya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukaraya mengajak masyarakat Sukaraya untuk bersama-sama melaksanakan pencegahan anemia sedini mungkin dengan melakukan kegiatan preventif dan promotive melalui pemanfaatan sumber daya alam yang banyak ditemukan di Desa Sukaraya.

Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara rutin terutama pada ibu hamil karena berkaitan dengan kelangsungan masa depan generasi bangsa dan memperkuat ketahanan kesehatan bangsa Indonesia.

Selain itu kepala desa juga berharap, Desa Sukaraya menjadi desa yang masuk dalam binaan Jurusan Kebidanan Poltekkes Medan sehingga dapat mendukung program pemerintah dalam menurunkan kasus anemia baik pada remaja maupun ibu hamil. Selain karena gaya hidup yang tidak sehat, juga karena kurangnya pemahaman terkait deteksi dan pencegahan anemia.

“Masyarakat Sukaraya juga dapat memanfaatkan bahan pangan lokal yang murah dan terjangkau serta mudah didapat disekitar rumah untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai pangan lokal” pungkasnya.

Kolaborasi untuk kesehatan, dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat sangat bermakna dalam mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama, bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat, dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.

Pentingnya Kebersamaan dalam Kesehatan, hal ini sangat penting dipupuk untuk meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama.

Semua pihak memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat, seperti akses ke layanan kesehatan, pola makan sehat, dan olahraga; Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, hal ini mendorong pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah yang masih terisolasi, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pencegahan dan Promosi Kesehatan, dimana fokus pada pentingnya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan melalui berbagai program edukasi yang melibatkan masyarakat secara aktif. Terutama remaja dan ibu hamil sebagai ujung tombak kesehatan wanita.

Program-program ini dapat berupa edukasi, deteksi dini, pemeriksaan rutin, pemberian tablet Fe dan juga obat cacing, serta program lainnya. Pemanfaatan teknologi yang canggih diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program-program tersebut. Penggalakan posyandu termasuk posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sangat membantu pengentasan anemia pada remaja juga ibu hamil. (rel/adz)

Jaga Stabilitas Keuangan dan Perbankan, LPS Sesuaikan Tingkat Bunga Penjaminan

Dari kanan ke kiri, Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Statistik LPS Dwityapoetra S Besar, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, dan Plt. Kepala Kantor Persiapan PRP dan Hubungan Lembaga LPS Herman Saheruddin.
Dari kanan ke kiri, Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Statistik LPS Dwityapoetra S Besar, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, dan Plt. Kepala Kantor Persiapan PRP dan Hubungan Lembaga LPS Herman Saheruddin.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan evaluasi dan menetapkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk periode reguler Mei 2025. Penetapan TBP saat ini merupakan penetapan periode reguler II untuk tahun 2025. Hasil penetapan TBP ini akan berlaku untuk seluruh produk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum, serta untuk simpanan dalam rupiah di bank perekonomian rakyat (BPR).

LPS menetapkan untuk menurunkan TBP simpanan dalam rupiah di bank umum dan bank perekonomian rakyat sebesar 25 bps, serta mempertahankan TBP simpanan dalam valuta asing di bank umum. TBP simpanan rupiah pada Bank Umum adalah 4,00% dan TBP simpanan rupiah pada BPR ialah 6,50%. Sedangkan untuk TBP simpanan valas pada bank umum adalah sebesar 2,25%. TBP tersebut akan berlaku untuk periode 1 Juni sampai dengan 30 September 2025.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, penetapan TBP antara lain didasari oleh kinerja ekonomi lintas negara yang dibayangi ketidakpastian dari kebijakan perdagangan dan masih berlangsungnya negosiasi tarif. Kemudian, laju pertumbuhan ekonomi lintas negara pada triwulan I 2025 cenderung divergen, sementara tingkat inflasi yang mulai melandai rentan meningkat akibat eskalasi perang tarif.

“Mayoritas bank sentral global melakukan antisipasi melalui pemangkasan suku bunga untuk menjaga pemulihan ekonomi. Pada saat yang sama, dinamika perkembangan ekonomi dan adanya pergeseran ekspektasi investor terhadap penurunan suku bunga kebijakan memicu peningkatan volatilitas di pasar keuangan global.” ujarnya di Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Dia juga menjelaskan mengenai, kinerja ekonomi domestik masih relatif solid namun tetap perlu diperkuat di tengah meningkatnya risiko ketidakpastian. Saat ini ekonomi domestik tumbuh 4,87% (yoy) pada triwulan I 2025. Aktivitas manufaktur dan indeks penjualan ritel berada pada fase normalisasi pasca-Idul Fitri. Sementara itu, pasar keuangan domestik mulai mencatatkan inflow di sepanjang bulan Mei 2025, mencerminkan persepsi investor yang masih positif terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Ke depan, sinergi lintas stakeholder tetap perlu diperkuat untuk mendorong kinerja perekonomian,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan beberapa perkembangan positif terkini yaitu kinerja intermediasi perbankan masih dalam tren positif, diikuti ketahanan permodalan dan likuiditas yang relatif memadai.
Per April 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 8,88% secara yoy, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 4,55% secara yoy. Pertumbuhan kredit investasi mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 15,2% (yoy). Sementara itu, penghimpunan DPK ditopang oleh produk giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh 6,02% dan 6,05% (yoy).

Kemudian, ketahanan permodalan pun tetap solid sebagai buffer risiko pasar dan kredit. Rasio permodalan (KPMM) industri terjaga di level 25,43% pada periode Maret 2025. Sementara itu, pada April 2025, kondisi likuiditas masih relatif memadai dengan rasio AL/NCD[1] berada di level 111,32% (threshold: 50,0%) dan rasio AL/DPK[2] sebesar 25,23% (threshold: 10%).

Terjaganya tingkat permodalan juga diikuti dengan perbaikan aspek pengelolaan risiko kredit. Hal ini tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) yang terkendali pada level 2,24% dan rasio Loan at Risk (LaR) yang terus turun dan berada di level 9,92% dari total penyaluran kredit pada periode April 2025.

Sebagai informasi, cakupan penjaminan simpanan LPS juga berada pada level yang memadai, dimana sesuai amanat UU, LPS menjamin setiap rekening simpanan nasabah perbankan di Indonesia hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Berdasarkan data April 2025, jumlah rekening nasabah bank umum yang dijamin seluruh simpanannya (nominal simpanan sampai dengan Rp2 miliar) sebesar 99,94% dari total rekening atau setara dengan 621,80 juta rekening.

Lebih jauh, secara konsisten, tingkat cakupan penjaminan simpanan nasabah tersebut berada di atas amanat Undang-Undang LPS yang sekurang-kurangnya sebesar 90% dari total nasabah bank. Tingkat cakupan tersebut juga berada di atas 80% yang merupakan tingkat cakupan yang memadai sesuai panduan International Association of Deposit Insurers (IADI).

Selanjutnya, LPS pun terus memantau pergerakan atas tren suku bunga simpanan perbankan nasional, baik yang berdenominasi Rupiah maupun valuta asing. Saat ini Suku bunga pasar (SBP) simpanan rupiah bergerak dalam kisaran terbatas. Pada periode observasi Mei 2025, SBP tercatat naik 3 bps ke level 3,56% dibandingkan periode observasi Januari 2025. Potensi penurunan SBP cukup terbuka pasca pemangkasan BI-Rate terkini sebesar 25 bps yang dilakukan oleh bank sentral. Faktor likuiditas perbankan yang masih relatif memadai serta target penyaluran kredit berpotensi mempengaruhi arah pergerakan suku bunga simpanan.

Sementara itu pada periode yang sama, pergerakan SBP simpanan valas cenderung lebih dinamis. SBP valas di bulan Mei 2025 terpantau naik 11 bps ke level 2,17% dibandingkan periode observasi bulan Januari 2025. Adanya pergeseran ekspektasi penurunan suku bunga kebijakan The Fed serta kebutuhan transaksi dan kondisi likuiditas internal bank akan menjadi faktor penentu suku bunga simpanan valas ke depan.

Selanjutnya, Purbaya mengimbau agar bank transparan dan terbuka menyampaikan kepada nasabah penyimpan mengenai besaran Tingkat Bunga Penjaminan yang berlaku saat ini. Diantaranya melalui penempatan informasi tersebut di tempat yang mudah diketahui nasabah atau melalui media informasi serta channel komunikasi bank kepada nasabah.

“Dan dalam rangka memperkuat perlindungan dana nasabah serta upaya menjaga kepercayaan nasabah deposan, LPS juga mengimbau agar bank selalu memperhatikan ketentuan Tingkat Bunga Penjaminan simpanan dimaksud dalam rangka penghimpunan dana,” pungkasnya. (adz)

Zakiyuddin Harahap Tinjau Basement Lapangan Merdeka Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap meninjau progres pengerjaan revitalisasi basement lapangan Merdeka Medan, Senin (26/5/25) kemarin sore. Peninjauan ini guna melihat langsung dan memastikan pengerjaan yang tengah dilakukan berjalan lancar.

Dari peninjauan yang dilakukan Zakiyuddin didampingi Plt Kadis PKPCKTR Melvi Marlabayana dan Camat Medan Barat Hendra Syahputra, progres pengerjaan basement lapangan Merdeka telah memasuki tahap finishing.

“Alhamdulillah pengerjaan basement lapangan Merdeka saat ini sudah memasuki tahap finishing, yang dimana proses pengerjaan sudah hampir selesai,” jelas Zakiyuddin.
Menurut Zakiyuddin, beberapa pengerjaan fasilitas publik terus dipercepat agar segera rampung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Lapangan Merdeka ini nantinya akan terdiri II layer Museum Kota Medan, tenant UMKM, Art Galery, dan kantor pengelolaan cagar budaya,” ujar Wakil Wali Kota Medan.
Agar proses pengerjaan berjalan lancarz, Zakiyuddin Harahap meminta doa dan dukungan dari masyarakat kota Medan sehingga lapangan Merdeka dapat segara difungsikan kembali

“Mohon doa dan dukungannya, agar basement Lapangan Merdeka ini dapat difungsikan kembali menjadi ruang terbuka hijau. Semoga selesai tepat waktu agar masyarakat dapat menikmatinya,” harap Zakiyuddin. (map/ila)

Kolaborasi Bersama Damkar Tanjung Balai, PLN Berikan Edukasi Keselamatan Kelistrikan

Tim PLN dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjung Balai berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan, Jumat (23/5). Sosialisasi ini merupakan upaya memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat kelistrikan.
Tim PLN dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjung Balai berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan, Jumat (23/5). Sosialisasi ini merupakan upaya memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat kelistrikan.

TANJUNG BALAI, SUMUTPOS.CO — Dalam upaya membangun sistem tanggap darurat yang lebih aman dan terintegrasi, PT PLN (Persero) UID Sumut melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rantauprapat bersama PLN ULP Tanjung Balai menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjung Balai melalui kegiatan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Damkar Kota Tanjung Balai, Senin (26/5/2025) ini bertujuan membekali para personel Damkar dengan pemahaman teknis mengenai potensi bahaya listrik dan penanganannya dalam situasi darurat.
Hal ini menjadi penting mengingat petugas pemadam seringkali berhadapan langsung dengan instalasi kelistrikan di lokasi kebakaran atau kondisi darurat lainnya.

Manager PLN UP3 Rantauprapat Dwita Aswiyanti Syafitri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antarinstansi demi meningkatkan keselamatan masyarakat dan personel di lapangan.

“Petugas Damkar adalah salah satu garda terdepan dalam kondisi darurat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan mereka memahami risiko kelistrikan dan prosedur penanganannya agar setiap tindakan penyelamatan dapat berlangsung dengan aman dan tepat,” jelas Dwita.

Senada dengan hal tersebut, Manager PLN ULP Tanjung Balai Harry Marbun, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor sebagai kunci dalam menciptakan sistem tanggap darurat yang andal. Komitmen untuk memperkuat koordinasi dan memberikan dukungan teknis kepada petugas pemadam kebakaran menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus menjaga keselamatan para petugas di lapangan.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup pengenalan terhadap bahaya kelistrikan, langkah-langkah pengamanan sebelum dan saat penanganan kebakaran di area yang dialiri listrik, simulasi situasi darurat, serta mekanisme pelaporan melalui aplikasi PLN Mobile. Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan pembagian materi edukatif dalam bentuk brosur keselamatan kelistrikan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara Agus Kuswardoyo, turut memberikan apresiasinya atas kolaborasi yang dibangun antara PLN dan jajaran Damkar dalam meningkatkan standar keselamatan publik.

“PLN bukan hanya penyedia energi, tetapi juga mitra strategis dalam perlindungan masyarakat. Kolaborasi dengan Damkar ini membuktikan bahwa keselamatan publik adalah tanggung jawab bersama. Semakin tinggi literasi keselamatan ketenagalistrikan di lapangan, semakin kuat pula perlindungan yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” tegas Agus.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PLN berharap sinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjung Balai akan terus diperkuat, guna menciptakan lingkungan yang lebih aman, tanggap, dan berdaya dalam menghadapi berbagai kondisi darurat kelistrikan di masa depan. (ila)

Buka Raker KONI Langkat, Bupati Ajak Pengurus Majukan Prestasi Daerah

RAKER: Bupati yang juga Ketua KONI Langkat, Syah Afandin saat memberi sambutan membuka raker 2025.(Diskominfo Langkat/Sumut Pos)
RAKER: Bupati yang juga Ketua KONI Langkat, Syah Afandin saat memberi sambutan membuka raker 2025.(Diskominfo Langkat/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO- Bupati Langkat, Syah Afandin yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Langkat membuka Rapat Kerja (Raker) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Langkat Tahun 2025 digelar di Cafe Uncle Six, Stabat, Senin (26/5/2025).

Raker ini bertujuan untuk menyusun program strategis dan kebijakan pembinaan olahraga daerah demi meningkatkan prestasi atlet-atlet Langkat di masa mendatang.

Dalam sambutannya, Syah Afandin menekankan pentingnya Raker KONI sebagai momentum untuk menghasilkan program kerja yang implementatif, terukur, dan terencana. Hal tersebut demi mendorong kemajuan olahraga di Kabupaten Langkat.

“Rapat kerja KONI ini merupakan agenda penting untuk membahas berbagai isu terkait olahraga, mulai dari persiapan atlet, pengembangan fasilitas olahraga, hingga strategi peningkatan prestasi. Melalui raker ini, saya berharap KONI mampu menyusun langkah-langkah konkret yang membawa dampak signifikan bagi dunia olahraga Langkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengurus KONI dan para pemangku kepentingan olahraga untuk terus bersinergi dalam mencetak atlet-atlet unggul yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Sementara, Ketua Umum KONI Sumut, Hatunggal Siregar memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Raker KONI Langkat.

Ia menilai, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen serius dari Pemkab Langkat dalam mendukung pembinaan olahraga secara menyeluruh. “Sinergi antara pemerintah daerah dan KONI sangat penting dalam menciptakan iklim olahraga yang sehat dan kompetitif. Semoga Langkat bisa terus mencetak atlet berprestasi yang mampu membawa nama harum daerah,” ungkapnya.

Raker ini juga menjadi wadah evaluasi program kerja tahun sebelumnya sekaligus perumusan rencana kerja KONI Langkat tahun 2025, yang difokuskan pada peningkatan mutu pembinaan dan prestasi atlet. Raker dijadwalkan berlangsung satu hari penuh dengan agenda utama pemantapan organisasi, penguatan pembinaan atlet, serta penyusunan strategi peningkatan prestasi di masing-masing cabor. (ted/han)

GEMES 2025 Kota Medan Berjalan Baik, Odi Batubara: Banyak Peningkatan di Tahun Ini

Foto (Markus Pasaribu/Sumut Pos) : Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Ody Anggia Batubara didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Medan Adrianta Putra Ginting, Kabid Ekonomi Kreatif Terang Dewi Ujung, dan Kabid Pemasaran Fajar Hamdi saat memberikan keterangan, Selasa (27/5/2025).
Foto (Markus Pasaribu/Sumut Pos) : Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Ody Anggia Batubara didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Medan Adrianta Putra Ginting, Kabid Ekonomi Kreatif Terang Dewi Ujung, dan Kabid Pemasaran Fajar Hamdi saat memberikan keterangan, Selasa (27/5/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pagelaran Gemar Melayu Serumpun (GEMES) 2025 yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan di halaman Istana Maimun selama empat hari, yakni pada 21 – 24 Mei 2025 berjalan dengan sukses. Meskipun diguyur hujan deras pada hari pertama, ketiga, dan hari terakhir pelaksanaannya, namun kegiatan budaya tingkat internasional tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Alhamdulillah, pelaksanaan GEMES 2025 sudah selesai kita laksanakan. Meskipun hujan deras di hari pertama, hari ketiga, dan hari terakhir kegiatan, namun GEMES 2025 tetap berjalan dengan baik,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara kepada wartawan, Selasa (27/5/2025).

Dikatakan Odi, antusias wisatawan mancanegara, domestik, maupun lokal tetap tinggi terhadap kegiatan GEMES 2025 walaupun hujan deras melanda Kota Medan pada malam hari, tepatnya di tanggal 21, 23 dan 24 Mei 2025.

“Hujan deras itu tentunya di luar kontrol kita. Maka bila ada sedikit kekurangan dalam pelaksanaannya, saya fikir itu hal yang di luar kendali kita. Namun secara keseluruhan, hujan yang datang tidak menyurutkan antusias pengunjung ke pagelaran GEMES tahun ini,” ujarnya.

Dijelaskan Odi Batubara didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Medan Adrianta Putra Ginting, Kabid Ekonomi Kreatif Terang Dewi Ujung, dan Kabid Pemasaran Fajar Hamdi tersebut, hal itu dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang datang setiap harinya selama empat hari pelaksanaan GEMES 2025.

“Di hari pertama saat pembukaan (21/5), itu kondisinya hujan deras, tetapi jumlah pengunjung mencapai ribuan orang, jumlah itu di luar peserta ataupun delegasi. Di hari kedua (22/5), kondisi cuaca cukup baik, tidak ada hujan. Di hari kedua tersebut jumlah pengunjung tetap tinggi,” katanya.

Sementara di hari ketiga (23/5), lanjut Ody, hujan deras kembali melanda Kota Medan. Meskipun begitu, jumlah pengunjung tetap mencapai 500 orang lebih.

“Dan di hari terakhir ataupun penutupan (24/5), ketika itu hujan terjadi mulai sore sampai jam 8 malam, tetapi jumlah pengunjung bisa dibilang membludak. Antusiasme masyarakat sangat tinggi saat penutupan itu,” katanya.

Diterangkan Odi Batubara, kegiatan GEMES Tahun 2025 merupakan perhelatan yang kedelapan kalinya dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Medan. Dengan tujuan, sebagai sarana promosi pariwisata Kota Medan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kegiatan ini juga ditetapkan sebagai salah satu dari Karya Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

“Meskipun kita melakukan efisiensi anggaran, tetapi kegiatan ini tetap melibatkan 26 peserta delegasi yang berasal dari dalam negeri serta luar negeri. Untuk jumlah peserta dari luar negeri juga tetap dari empat negara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand dan India. Bedanya tahun lalu diikuti oleh Brunei Darussalam, tahun ini digantikan oleh India,” terangnya.

Odi Batubara menuturkan, seyogiyanya pelaksanaan GEMES 2025 memiliki banyak peningkatan di tahun ini. Salah satunya, dari jumlah UMKM ekonomi kreatif lokal yang turut berpartisipasi.

“Secara keseluruhan, banyak peningkatan di tahun ini. Jumlah stand UMKM di GEMES 2025 ini berjumlah 77. Sementara di tahun lalu, stand UMKM di GEMES 2024 berjumlah 42. Artinya ada penambahan 35 stand atau meningkat hampir dua kali lipat,” tuturnya.

Secara kegiatan, pelaksanaan GEMES 2025 juga mengalami peningkatan. Setiap malamnya, Dinas Pariwisata menggelar berbagai hiburan yang tidak ada di tahun-tahun sebelumnya, seperti misalnya pertunjukan gendang melayu dari masing-masing kontingen.

“Kemudian misalnya di malam kedua, pada tahun ini kita tambahkan kegiatan penampilan harmonisasi alat musik tradisional seperti gambus, pakpong, dan kolaborasi musik melayu dengan musik tradisional lainnya, contohnya dengan alat musik dari karo,” imbuhnya.

Lalu di malam ketiga, Dinas Pariwisata juga menggelar hiburan tanbahan berupa opera yang dikemas dengan adat istiadat pernikahan melayu.

Pada malam keempat, juga terdapat pameran busana raja-raja melayu yang diikuti kegiatan fashion show. Tak hanya sampai disitu, Dinas Pariwisata Kota Medan juga membuat expo pernak-pernik melayu yang menampilkan songket-songket warisan, penggiat tembakau, dan lain-lain.

“Artinya, ada banyak kegiatan maupun fasilitas yang ditambah pada pagelaran GEMES tahun ini. Kita tidak menampik bila masih ada beberapa kekurangan pada kegiatan ini, hal itu lah yang akan kita sempurnakan d kemudian hari. Sebab kegiatan yang berkesinambungan ini memiliki dampak multiplier effect,” pungkasnya.(map/han)