Home Blog Page 2442

7 Tahun Peluru Bersarang di Tubuh, Pelaku Belum Juga Terungkap

TUNJUKKAN: Hariadi, korban penembakan yang pelakunya belum juga ditemukan hingga 7 tahun, saat menunjukkan hasil foto rontgen bagian tubuhnya yang ditembus peluru.

Kisah Pilu Hariadi yang Ditembak OTK

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hariadi, seorang sopir becak bermotor (betor), korban kasus penembakan 7 tahun lalu oleh orang tak dikenal (OTK), masih merasakan peluru yang sempat menancap di tubuhnya.

Hingga saat ini, pelaku kasus penembakan yang terjadi pada 22 November 2015 itu, belum berhasil diungkap pihak kepolisian. Hariadi pun merasa tidak mendapat keadilan, sebab siapa pelakunya belum pernah dia ketahui sampai sekarang.

Diketahui, kasus penembakan tersebut belum juga tuntas ditangani pihak Kepolisian Sektor Medan Baru, Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara (Sumut). Hariadi, yang merupakan warga Kota Binjai, bersama peluru yang tetap bersarang di dalam tubuhnya itu, masih menanti keadilan.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan, mengaku kecewa dengan sikap polisi yang tidak kunjung menuntaskan perkara laporan bernomor: STTLP/170/XI/2015/SPKT Medan Baru itu.

“Sejak 2015 sampai 2022, sudah berjalan 7 tahun, tapi kasus ini tidak kunjung terungkap. Padahal, korban mengalami luka tembak, dan peluru masih bersarang di tubuhnya,” ungkap Maswan Tambak, Kadiv Sipil dan Politik, LBH Kota Medan, Jumat (5/8).

Maswan juga menjelaskan, insiden penembakan korban terjadi 22 November 2015, sekira pukul 19.00 WIB. Saat itu korban menyalip sebuah mobil sedan, karena hendak mengambil penumpang becaknya di Jalan Iskandar Muda, Simpang Syailendra Medan. Tak terima dengan perlakuan Hariadi, mobil itu pun mengejar dan menghentikan laju kendaraannya. Kemudian terjadilah keributan antara mereka.

“Ciri-ciri pelaku berbadan kekar dan rambut cepak. Setelah cekcok, dari dalam mobil pelaku menembak Hariadi di bagian lengan sebelah kiri dan menembus dada, kemudian si pengendara mobil melarikan diri,” bebernya.

Setelah kejadian penembakan itu, Hariadi dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dirawat. Dewi Hartati yang merupakan kakak kandung Hariadi, pun membuat laporan polisi ke Polsek Medan Baru. Pihak Polsek Medan Baru kemudian memeriksa Dewi Hartati dan Hariadi. Lalu melakukan perawatan awal terhadap korban.

Namun, pihak rumah sakit tidak bisa mengoperasi untuk mengangkat peluru, karena peralatan yang tidak memadai. Hariadi pun beberapa kali dirujuk ke rumah sakit lain, tapi dia pun terkendala dengan biaya terlalu tinggi untuk operasi pengangkatan peluru di badannya itu.

Hariadi juga pernah meminta untuk dilakukan operasi di RSUP H Adam Malik. Awalnya pihak rumah sakit tidak bisa melakukan operasi, karena keterbatasan alat. Namun, setelah disurati dan ada rekomendasi dari Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sumut, akhirnya pihak rumah sakit melakukan operasi pada Hariadi.

“Saat itu, istri Hariadi sedang hamil, akhirnya Hariadi memilih menunda operasi, agar bisa mencari nafkah untuk keluarga. Dan sampai saat ini, peluru masih berada di tubuh Hariadi. Sampai saat ini juga pelaku penembakan terhadap Hariadi belum ditangkap,” kata Maswan.

Menurut Maswan, pihak penyidik telah mengamankan sebuah mobil sedan Mitsubishi Eterna BK 74 CK, yang diduga digunakan pelaku saat penembakan. Kemudian pihak penyidik meminta bantuan Dirlantas Polda Sumut untuk mengidentifikasi nomor polisi, nomor mesin, dan nomor rangka yang terdapat pada mobil tersebut. Sesuai hasil identifikasi, nomor pelat mobil dan nomor rangka, diketahui pemiliknya bernama T dan MS. Berdasarkan nomor rangka, teridentifikasi milik MS, tapi jenis mobil lain.

“Setelah mendapatkan hasil tersebut, penyidik memanggil nama yang bersangkutan, tapi tidak hadir tanpa alasan. Namun, setelah pemanggilan pertama terhadap T dan MS, sampai saat ini kasus itu belum terungkap. Kami meminta agar polisi bisa menjelaskan kepada korban atau kepada publik, sejauh mana perkembangan kasus ini,” harapnya.

Untuk mencari keterangan lebih lanjut, Kepala Polsek Medan Baru, Kompol Ginanjar mengaku, akan mengecek perkembangan kasus ini.

“Nanti kami cek,” pungkasnya singkat. (mag-3/saz)

Pj Wali Kota Tebingtinggi Hadiri Wisuda di Pondok Hafizhul Ihsan & Fadhlul Huffazh

WISUDA: Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi bersama Abdul Hafiz Hasibuan dalam wisuda Pondok Hafizhul Ihsan dan Fadhlul Huffazh.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi bersama Ir Abdul Hafiz Hasibuan Wali Kota Tebingtinggi masa jabatan 2000-2005 dan 2005-2010 sekaligus Pendiri dan Pembina Yayasan Hafizhul Ihsan dan Fadhlul Huffazh menghadiri wisuda santri Hafizhul Ihsan dan Fadhlul Huffazh dari pondok Tahfiz Hafizhul Ihsan dan Fadhlul Huffazh Kota Tebing Tinggi di Gedung Balai Pertemuan Kartini Baru Jalan Gunung Leuser Kota Tebingtinggi.

Pj Wali Kota Muhammad Dimiyathi bahwa anak santri yang diwisuda ini merupakan anak yang luar biasa, mempunyai kelebihan untuk menghafal Alquran. “Kalian adalah anak-anak luar biasa betul, anda punya kelebihan yang diberikan Allah SWT untuk menghafal Alquran, tapi dibalik semua itu, kalianlah yang menjaga Alquran itu nanti kedepannya,” ujar Dimiyathi, Kamis (4/8).

Kepada orangtua santri, Dimiyathi meminta agar anak santri dibimbing diarahkan apalagi memasuki masa transisi pancaroba, dimana godaan sering menjadi tantangan bagi anak santri. “Saya berpesan kepada anak santri, agar tetap menjaga akhlak dan moral agar menjadi panutan, minimal di lingkungan tempat tinggal,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Wali Kota Tebingtinggi sekaligus Pendiri dan Pembina Yayasan Abdul Hafiz mengungkapkan, bahwa anak santri yang diwisuda mempunyai modal yang luar biasa diberikan Allah SWT, hanya pesannya agar tetap menjaga akhlak dan moral.

“Tidak semua orang bisa seperti kalian. Saya mintakan jaga akhlak dan moral. Orang bisa pintar tapi tidak berakhlak, banyak akhlak dan moral itu paling penting. Ini baru langkah awal, untuk melangkah ke depan. Pelihara modal yang cukup besar diberikan Tuhan dan tidak semua orang punya modal, ilmu agama ini mengarahkan kita untuk lebih baik kedepannya,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Iptu Enand Hatorangan Daulay mengatakan bahwasanya kegiatan wisuda ini termasuk jadwal kalender akademik dari Pondok Afi jeritan dan pada lufas sebagai bentuk penghargaan, apresiasi kepada anak santrinya.

“Inilah sebagai penghargaan dan apresiasi kita kepada anak-anak ini, wisuda yang telah berhasil menghafal 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz. Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Penjabat Wali Kota Tebing Tinggi yang telah meminjamkan Gedung Balai Kartini baru ini untuk dapat dipergunakan melaksanakan wisuda,” bilangnya. (ian/han)

Kampanye Cegah Stunting, Pemko Tebingtinggi Suplay Vitamin ke Pelajar

BERSAMA : Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi bersama para pelajar Pemerintah Kota Tebingtinggi gelar kegiatan Kampanye Cegah Stunting melalui Gemes Penting.sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi gelar kegiatan Kampanye Cegah Stunting melalui Gemes Penting (Gerakan Remaja Sehat Peduli Stunting), di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Kamis (4/8).

Kampanye cegah stunting ini dilaksanakan dalam rangka Program Nasional Percepatan Penurunan Stunting, yang diikuti seluruh perwakilan pelajar SMP dan SMA sederajat. Kampanye cegah stunting dilaksanakan dengan kegiatan minum bersama tablet tambah darah bagi remaja putri.

Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi mengatakan, banyak program yang telah dan akan dilakukan dalam rangka membina, menjaga kesehatan, tumbuh kembang anak dan remaja, yang merupakan program strategis nasional yang harus kita sukseskan di Kota Tebingtinggi.

Dimiyathi menekankan, pemberian vitamin tambah darah secara priodik akan dilaksanakan setiap hari Kamis di sekolah. Peran sekolah terhadap tumbuh kembang anak harus jadi perhatian, walaupun anak hanya beberapa jam di sekolah dan lebih banyak di lingkungan tempat tinggalnya. Namun peran sekolah juga sangat penting, dan strategis melihat prilaku perubahan tumbuh kembang dan prilaku kehidupan sosial anak.

“Kepada para kepala sekolah dan guru kami mintakan untuk memberikan perhatian khusus, jika ditemukan adanya anak-anak yang terjadi permasalahan tumbuh fisiknya, maupun tumbuh prilakunya dan segera koordinasikan dengan puskesmas terdekat untuk ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan,” tegas Dimiyathi.

Menurutnya, perubahan prilaku anak juga menjadi perhatian serius kita. Menurut Dimiyathi, banyak prilaku anak sekarang yang mulai mengarah ke hal-hal yang negatif, seperti tawuran hingga narkoba.

“Tolong ini para guru menjadi perhatian serius. Untuk dilingkungan tempat tinggal ini juga menjadi perhatian camat dan lurah termasuk PKK untuk menggerakkan, mengedukasi, memberikan pencerahan kepada para orang tua terhadap perkembangan dan memonitor anak remajanya,” pinta Dimiyathi.

Sebelumnya Kadis Kesehatan Provinsi Sumatera Utara melalui Kabid Kemasyarakatan, Heri Velona Ambarita, mengapresiasi beberapa agenda pemberian imunisasi dan bulan Agustus sebagai bulan pemberian vitamin A.

“Tentunya hari ini suatu kebanggaan agenda yang kita tuliskan di Dinkes Sumut, bahwa Kota Tebingtinggi telah melaksanakan Kampanye Cegah Stunting melalui Gerakan Remaja Sehat Peduli Stunting,” bilangnya.

Jelas, Dimiyathi, kita merasa bangga Kota Tebingtinggi setiap tahunnya sejak 2018 setelah kita tetapkan bahwa, terkait dengan program strategis nasional mengenai stunting baik tingkat nadional maupun Sumatera Utara, maka sampai saat ini Kota Tebingtinggi sudah dapat menurunkan angka stuntingnya yang signifikan.

Menurut Heri Velona, saat ini sedang akan berjalan dan kita sedang mempersiapkan untuk melaksanakan survey status gizi nasional, terkait stunting pada bulan Oktobere datang. Harapan kita Kota Tebingtinggi juga pada tahun 2022 akan menurunkan stuntingnya secara signifikan.

“Kami berharap sekali bahwa Kota Tebingtinggi salah satu 33 Kabupaten Kota di Sumut, nantinya dapat menyumbangkan angka stunting kita pada tahun 2024 sebesar 14 persen, sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional kita yang telah ditetapkan pada tahun 2018 lalu,” pesan Heri Velona.

Kegiatan Kampanye Cegah Stunting Pemko Tebingtinggi bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan ditandai dengan minum bersama vitamin tablet tambah darah oleh ratusan pelajar yang hadir di Lapangan Merdeka Tebingtinggi. (ian/han)

Sidang Korupsi Dana Desa di Dairi, Mantan Kades Dituntut 6,5 Tahun Penjara

SIDANG: Mantan Kades Lae Sering Kabupaten Dairi, Jamayor Silaban terdakwa kasus korupsi menjalani sidang tuntutan secara virtual, Kamis (4/8) sore.fajar/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kepala Desa (Kades) Lae Sering, Kabupaten Dairi Jamayor Silaban dituntut 6 tahun 6 bulan (6,5) penjara. Dia dinilai terbukti korupsi Dana Desa (DD) sebesar Rp412 juta, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (4/8) sore.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra dalam nota tuntutannya, perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) UU No 20 Tahun 2001, perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, agar menjatuhkankan pidana kepada terdakwa selama 6 tahun 6 bulan, denda Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan,” ujarnya.

Selain itu, terdakwa dituntut pidana tambahan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp412 juta lebih. Dengan ketentuan, satu bulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita dan dilelang negara.

“Apabila tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara 3 tahun 6 bulan,” tegas JPU.

Menurut JPU, adapun hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, menikmati dan belum mengembalikan kerugian keuangan negara.

“Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum,” kata JPU.

Usai mendengarkan tuntutan, hakim ketua Sarma Siregar memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, terdakwa Jamayor saat menjabat Kades Lae Sering Tahun 2012-2018, korupsi DD sebesar Rp412 juta lebih.

Bahwa berdasarkan Peraturan Bupati Dairi Nomor 5 Tahun 2017, tertanggal 1 Maret 2017 Tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Besaran Dana Desa Setiap Desa Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2017 Desa Lae Sering Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kab. Dairi memperoleh pagu Dana Desa sebesar Rp775.974.000.

Berdasarkan Peraturan Bupati Dairi Nomor 6 Tahun 2017, tertanggal 1 Maret 2017 Tentang Tata Cara Pengalokasian Dan Pembagian Serta Penetapan Besaran Alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2017, Desa Lae Sering Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi memperoleh pagu Alokasi Dana Desa sebesar Rp327.535.000,00.

Pada Tahun 2017 Desa Lae Sering Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa sebesar Rp1.110.193.000 sesuai dengan Peraturan Kepala Desa Lae Sering Nomor I Tahun 2017 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Lae Sering Tahun Anggaran 2017 disebutkan Pendapatan Desa sebesar Rp1.109.246.000. Belanja Desa sebesar Rp1.110.193.300 dan Pembiayaan Desa sebesar Rp947.300.000.

Namun belakangan, terdakwa mengelola dan menguasai sendiri dana tersebut tanpa melibatkan perangkat desa lainnya sebagaimana mestinya. Tidak hanya itu, terdakwa juga diduga membuat laporan fiktif dana desa hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara. (man/azw)

Bupati Samosir-Taput Kerja Sama dengan UGM

CENDERAMATA: Rektor UGM Ova Emilia memberikan cendramata berupa minitur gedung pusat UGM.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Bupati Samosir Vandiko Gultom bersama Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Ova Emilia, menandantangani kesepakatan kerja sama, antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) dan UGM. Penandatangan kerja sama ini dilaksanakan di Halaman Kantor Camat Harian, Kamis (4/8) kemarin.

Turut hadir, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Alumni Arie Sujito, Sekretaris Rektor Gugup Kismono, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Irfan Dwidaya Prijambada, Sekjen Kagama yang menjabat sebagai Staf Khusus Presiden RI Ari Dwipayana.

Bupati Vandiko menyampaikan, kerja sama Pemerintah Taput dengan UGM merupakan kerja sama simbiosisme mutualisme yang menguntungkan kedua belah pihak , dan saling membantu diberbagai bidang.

Terutama, dalam bidang ilmu pengetahuan dan kajian ilmiah kedua belah pihak. “Saya rasa menguntungkan kedua belah pihak, mahasiswa dapat mengapresiasikan diri, masyarakat Samosir mendapat ilmu pengetahuan dan ilmiah,” katanya.

Dengan kerja sama dan KKN ini, Bupati Samosir menyakini akan dapat mempercepat perwujudan visi Kabupaten Samosir. Terwujudnya Masyarakat Samosir yang ‘Sejahtera dan Bermartabat Secara Ekonomi Kesehatan dan Pendidikan.’

Seiring dengan visi tersebut, lanjut, Vandiko, Pemkab Samosir membuka jejaring luas kemitraan dengan pihak akademisi yang mempunyai dedikasi memberi perhatian dan kontribusi.

Sebelumnya, Universitas Gadjah Mada telah mengirimkan 90 mahasiswa untuk melaksanakan KKN-PPM di Kabupaten Samosir yang disebar di Kecamatan Harian, Sianjur Mula mula dan Pangururan.

Mahasiswa KKN-UGM membawa tema, “Inovasi produk kopi Samosir dan pengembangan sektor pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat”.

“ Adek-adek dari UGM, kami mengucapkan terima kasih. Jadikan Samosir menjadi pengabdian awal sebelum terjun ditengah-tengah masyarakat. Terima kasih sudah memberi pengetahuan dan membantu masyarakat dalam ilmu pengetahuan”, ujar Vandiko.

Disamping itu, Vandiko mengajak masyarakat khususnya petani kopi untuk menerima inovasi baru dari mahasiswa dalam peningkatan kopi yang lebih baik serta bernilai ekonomi tinggi.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia menambahkan, memuji dan kagum dengan keindahan alam Samosir. “ Walau perjalanan cukup panjang, namun kami dapat menikmati pemandangan alam yang sangat indah,” ungkap Rektor Ova itu. (des/azw)

West Ham vs Man City: Menanti Haaland

SUMUTPOS.CO – Juara bertahan Manchester City memulai kiprahnya di Liga Inggris 2022/2023 dengan bertandang ke markas West Ham United di Stadion London, Minggu (7/8) malam WIB. Duel ini juga menjadi debut resmi Erling Haaland di Liga Inggris.

Erling Haaland didatangkan Manchester City dari Borussia Dortmund dengan harga mencapai Rp1,3 triliun. Sesuai dengan harga, dia pun menanggung ekspektasi besar.

Namun bomber Norwegia itu menunjukkan performa kurang bagus pada pertandingan resmi perdananya bersama Man City. Haaland gagal membawa The Citizens meraih Community Shield 2022 saat melawan Liverpool.

Sorotan tajam pun diarahkan kepada penyerang berusia 21 tahun itu menyusul kegagalan dian saat mengonversi sebuah peluang emas di depan gawang menjadi gol.

Kini Erling Haaland berpeluang membungkam kritik pada laga perdana Liga Inggris. “Kurasa tempo sepakbolanya sangat bagus dan ada begitu banyak tim bagus di satu liga. Kualitas pertandingannya juga. Tidak hanya 2, 3, 4, 5 tim kuat di sini, melainkan ada banyak dan itu bagus,” ujar Haaland.

Haaland mengaku sudah tidak sabar melakoni pertandingan perdana. “Aku menantikan atmosfer dan rivalitas kami melawan mereka, fans saling berhadapan. Aku toh sudah berkali-kali nonton pertandingan di Inggris dan ini adalah sesuatu yang sangat kusukai,” ungkap Haaland kepada Sky Sports.

“Serta perasaan pertandingannya, temponya. Pertandingan nanti akan sulit dan inilah daya tarik Premier League. Ini adalah kompetisi yang indah tapi juga sulit. Itulah mengapa Premier League adalah liga paling populer di dunia,” tegasnya.

Manchester Evening News melansir, Pep Guardiola kemungkinan akan menurunkan Haaland dari awal laga. Dia kemungkinan ditandemkan dengan Riyad Mahrez dan Julian Alvarez di lini depan.

Di lini tengah Rodri, Kevin De Bruyne, dan Bernardo Silva tampaknya menjadi pilihan pertama. Kemudian Ilkay Gundogan dan Kalvin Phillips opsi cadangan. Pep kemungkinan akan memainkan meteri sama saat melawan Liverpool.

Manchester City sendiri memiliki catatan kurang baik setiap bertandang ke markas West Ham. Dalam tiga kunjungan terakhir, pasukan Pep Guardiola ini hanya mampu meraih hasil imbang. (bbs/dek)