Home Blog Page 2455

AHY: Pahami Sumber Masalah di Pemilu, agar Polarisasi Tidak Terjadi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap, pelaksanaan Pemilu 2024 dapat menghadirkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan dan juga kebaikan ke arah yang lebih baik lagi. Menurut Ahay, hal ini bukan sebuah keniscayaan, tetapi juga amanah sejarah, lintas generasi, lintas kepemimpinan, sehingga sudah sewajarnya seperti itu.

“Sebetulnya bukan masalah dua atau tiga poros lebih baik, atau berapa pun jumlahnya. Karena pada akhirnya, kalau kita tidak melihat sumber masalah, maka berapa pun jumlah poros, siapapun yang mengikuti pemilu, maka bisa menimbulkan prahara sekaligus polarisasi,” tegas AHY saat menghadiri Launching Kanal Pemilu Terpercaya CNN Indonesia, di Menara Bank Mega, Senin (1/8) malam.

AHY menilai, ada tiga permasalahan demokrasi di Indonesia. Pertama, money politics. “Di sini banyak generasi muda. Saya juga mengajak, mari kita sama-sama kawal pemilu ini agar tidak terjadi eksploitasi politik uang yang berlebihan, vote buying, ini bahaya, karena hanya mereka yang memiliki uang akhirnya, yang bisa menguasai politik dan pada akhirnya mengawaki negara kita,” kata AHY.

Yang kedua, permasalahannya adalah politik identitas. “Bukan sesuatu yang baru memang, sejak dulu sudah ada, tetapi jika dieksploitasi secara berlebihan, politik agama, suku, ras dan identitas lainnya, maka ini berbahaya. Ini hanya menimbulkan perpecahan di antara kita dan sentimen itu akan diteruskan ke generasi selanjutnya, anak cucu kita, costnya terlalu tinggi,” tutur AHY.

Terakhir, lanjut AHY, politik fitnah, hoax, fake news, black campaign, ini juga selalu menjadi masalah bersama, serta kita tenggelam dalam tsunami informasi dan sekaligus disinformasi. “Oleh karena itu, mari kita memiliki sebuah mekanisme sebagai bangsa untuk melawan itu semua, jangan dibiarkan, bangsa kita dihancurkan oleh perilaku buzzer-buzzer yang hanya ingin meruntuhkan persatuan di antara kita. Kalau kita berkomitmen semua itu, dua pasang, tiga pasang, empat pasang, atau berapa pun, Indonesia tidak akan pecah, dan pemilu kita berkualitas dan Indonesia akan semakin maju ke depan,” tegasnya.

AHY juga kembali menegaskan komitmennya dalam mencegah polarisasi saat Pemilu 2024 nanti. “Kita harus terus membangun literasi politik. Sama seperti yang lain, terutama bagi generasi muda, jumlahnya semakin besar, diperkirakan generasi milenial ditambah dengan generasi Z, termasuk pemilih pemula di dalamnya, akan berada di komposisi 60% dari total jumlah pemilih di 2024, jumlahnya besar, mereka yang paling aktif, dan mereka yang paling dinamis, termasuk di dalam ruang digital democracy,” lanjutnya.

“Oleh karena itu, saya ingin terus bersama-sama dengan yang lain, membangun literasi yang tepat. Saya mengapresiasi Ketua BEM UI tadi, yang memiliki literasi politik, dan mampu mengartikulasikannya dengan baik, artinya membaca, tidak hanya dari buku, membaca dari realitas lapangan,” sambung AHY.

Generasi muda Indonesia menurut AHY semakin memiliki kecerdasan dalam berpolitik dan berdemokrasi. “Yang saya maksud dengan literasi, bukan hanya meningkatkan jumlah partisipasi dalam pemilu, atau hanya dihitung dengan secara kuantitatif dalam aspek voters turn out, itu penting, saya yakin kita semua akan semakin senang jika semakin banyak yang datang ke TPS, tapi pada akhirnya, demokrasi tidak boleh dihitung hanya dari regularitas penyelenggaraan pemilu. Itu tadi syarat minimal, betul, tetapi bukan hanya dihitung dari jumlah yang datang ke TPS, itu juga salah satu parameter, tetapi, kualitasnya bagaimana? Kualitas dan rasionalitas dari sang pemilih untuk menggunakan haknya, haknya untuk memilih pemimpin. Harapannya tentu kita mengisi ruang itu bersama-sama,” bebernya.

AHY mengajak beberapa pihak, seperti rekan-rekan media agar terus mengawal, karena peran media penting dan sentral dalam menjaga demokrasi, dalam menjaga check and balance. “Terakhir, tentu ajakan ini kepada segenap rakyat Indonesia, khususnya generasi muda, yang tadi ternyata berdasarkan hasil survei terakhir, antusiasme anak-anak muda ini meningkat, untuk mengikuti Pemilu 2024. Mudah-mudahan antusiasme tersebut bukan didasari oleh politik uang, politik identitas dan politik fitnah, tetapi karena benar-benar ingin menjadi motor perubahan dan perbaikan menuju Indonesia yang lebih baik di masa depan,” pungkas AHY.

Hadir pula dalam acara tersebut antara lain, Ketua KPU Hasyim As’yari, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, beberapa pimpinan dan petinggi partai politik, diantaranya Ketua Umum PKS Akhmad Syaikhu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Sekjen Partai Nasdem Johnny G. Plate, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus. (rel/adz)
AHY: Pahami Sumber Masalah di Pemilu, agar Polarisasi Tidak Terjadi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap, pelaksanaan Pemilu 2024 dapat menghadirkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan dan juga kebaikan ke arah yang lebih baik lagi. Menurut Ahay, hal ini bukan sebuah keniscayaan, tetapi juga amanah sejarah, lintas generasi, lintas kepemimpinan, sehingga sudah sewajarnya seperti itu.

“Sebetulnya bukan masalah dua atau tiga poros lebih baik, atau berapa pun jumlahnya. Karena pada akhirnya, kalau kita tidak melihat sumber masalah, maka berapa pun jumlah poros, siapapun yang mengikuti pemilu, maka bisa menimbulkan prahara sekaligus polarisasi,” tegas AHY saat menghadiri Launching Kanal Pemilu Terpercaya CNN Indonesia, di Menara Bank Mega, Senin (1/8) malam.

AHY menilai, ada tiga permasalahan demokrasi di Indonesia. Pertama, money politics. “Di sini banyak generasi muda. Saya juga mengajak, mari kita sama-sama kawal pemilu ini agar tidak terjadi eksploitasi politik uang yang berlebihan, vote buying, ini bahaya, karena hanya mereka yang memiliki uang akhirnya, yang bisa menguasai politik dan pada akhirnya mengawaki negara kita,” kata AHY.

Yang kedua, permasalahannya adalah politik identitas. “Bukan sesuatu yang baru memang, sejak dulu sudah ada, tetapi jika dieksploitasi secara berlebihan, politik agama, suku, ras dan identitas lainnya, maka ini berbahaya. Ini hanya menimbulkan perpecahan di antara kita dan sentimen itu akan diteruskan ke generasi selanjutnya, anak cucu kita, costnya terlalu tinggi,” tutur AHY.

Terakhir, lanjut AHY, politik fitnah, hoax, fake news, black campaign, ini juga selalu menjadi masalah bersama, serta kita tenggelam dalam tsunami informasi dan sekaligus disinformasi. “Oleh karena itu, mari kita memiliki sebuah mekanisme sebagai bangsa untuk melawan itu semua, jangan dibiarkan, bangsa kita dihancurkan oleh perilaku buzzer-buzzer yang hanya ingin meruntuhkan persatuan di antara kita. Kalau kita berkomitmen semua itu, dua pasang, tiga pasang, empat pasang, atau berapa pun, Indonesia tidak akan pecah, dan pemilu kita berkualitas dan Indonesia akan semakin maju ke depan,” tegasnya.

AHY juga kembali menegaskan komitmennya dalam mencegah polarisasi saat Pemilu 2024 nanti. “Kita harus terus membangun literasi politik. Sama seperti yang lain, terutama bagi generasi muda, jumlahnya semakin besar, diperkirakan generasi milenial ditambah dengan generasi Z, termasuk pemilih pemula di dalamnya, akan berada di komposisi 60% dari total jumlah pemilih di 2024, jumlahnya besar, mereka yang paling aktif, dan mereka yang paling dinamis, termasuk di dalam ruang digital democracy,” lanjutnya.

“Oleh karena itu, saya ingin terus bersama-sama dengan yang lain, membangun literasi yang tepat. Saya mengapresiasi Ketua BEM UI tadi, yang memiliki literasi politik, dan mampu mengartikulasikannya dengan baik, artinya membaca, tidak hanya dari buku, membaca dari realitas lapangan,” sambung AHY.

Generasi muda Indonesia menurut AHY semakin memiliki kecerdasan dalam berpolitik dan berdemokrasi. “Yang saya maksud dengan literasi, bukan hanya meningkatkan jumlah partisipasi dalam pemilu, atau hanya dihitung dengan secara kuantitatif dalam aspek voters turn out, itu penting, saya yakin kita semua akan semakin senang jika semakin banyak yang datang ke TPS, tapi pada akhirnya, demokrasi tidak boleh dihitung hanya dari regularitas penyelenggaraan pemilu. Itu tadi syarat minimal, betul, tetapi bukan hanya dihitung dari jumlah yang datang ke TPS, itu juga salah satu parameter, tetapi, kualitasnya bagaimana? Kualitas dan rasionalitas dari sang pemilih untuk menggunakan haknya, haknya untuk memilih pemimpin. Harapannya tentu kita mengisi ruang itu bersama-sama,” bebernya.

AHY mengajak beberapa pihak, seperti rekan-rekan media agar terus mengawal, karena peran media penting dan sentral dalam menjaga demokrasi, dalam menjaga check and balance. “Terakhir, tentu ajakan ini kepada segenap rakyat Indonesia, khususnya generasi muda, yang tadi ternyata berdasarkan hasil survei terakhir, antusiasme anak-anak muda ini meningkat, untuk mengikuti Pemilu 2024. Mudah-mudahan antusiasme tersebut bukan didasari oleh politik uang, politik identitas dan politik fitnah, tetapi karena benar-benar ingin menjadi motor perubahan dan perbaikan menuju Indonesia yang lebih baik di masa depan,” pungkas AHY.

Hadir pula dalam acara tersebut antara lain, Ketua KPU Hasyim As’yari, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, beberapa pimpinan dan petinggi partai politik, diantaranya Ketua Umum PKS Akhmad Syaikhu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Sekjen Partai Nasdem Johnny G. Plate, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus. (rel/adz)

Labuhanbatu Penyumbang Angka KIBBLA Sumut

Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar menghadiri workshop peningkatan kapasitas pelayanan KBPP bagi PKB/PLKB, (fajar)

LABUHANBATU – Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar menghadiri workshop peningkatan kapasitas pelayanan KBPP bagi PKB/PLKB, Selasa (2/8/2022) di Rantauprapat.

Saat membuka workshop, Wakil Bupati Labuhanbatu menyebutkan saat ini Kabupaten Labuhanbatu masih menjadi salah satu kabupaten yang menyumbang kepada angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBLA) serta angka sunting di Sumatera Utara.

Tercatat jumlah kematian ibu sebanyak 3 kasus kematian dan kematian bayi baru lahir sebanyak 5 kasus sampai dengan Juni 2022.

“Dimana saat ini kita juga masih berada di angka 27% kondisi ini tentunya merupakan Pr besar yang mesti segera kita atasi,” ujar Wabup.

Dijelaskan Wabup, gerakan Gema KIBBLA saat ini mendapatkan dukungan kuat dari pimpinan daerah dan stakeholder terkait. Ditandai dengan penandatangan komitmen bersama zero tolerance untuk kematian ibu dan bayi baru lahir.

Gema KIBBLA menjadi salah satu wadah bersama bagi semua stakeholder untuk bergerak menurunkan AKI dan AKB serta angka sunting.dan kita juga sudah membentuk Pokja/tim pelaksana Kibbla sebagai motor untuk upaya ini.

“Saya berharap, DP2KB dan DInas kesehatan dapat memberikan perhatian khusus dengan peran PKB dan PLKB yang secara struktural berada di bawah koordinasi BKKBN,” harap Wabub.

Di tempat yang sama selaku pemateri kepala perwakilan BKKBN provinsi Sumatera Utara M Irzal menjelaskan, Workshop itu adalah suatu wadah bagaimana orang berdiskusi untuk membenahi hal- hal yang tidak baik agar dilakukan perbaikan secepat mungkin.

Disebutkan Irzal, masalah KBPP adalah masalah yang mudah untuk diatasi salah satunya hanya dengan menandai ibu yang sedang hamil.

“Melalui workshop ini harapan besar saya kiranya peserta KBPP dapat meningkat, ibu hamil, melahirkan dan balita stunting dapat berkurang,” harapnya.

Masih menurut Irzal, dari 33 Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Utara cuma ada empat Kabupaten yang memperoleh bantuan dari jhpiego salah satunya Kabupaten Labuhanbatu.

“Ini patut saudara syukuri dan manfaatkan agar program Kibbla KBPP di Labuhanbatu berjalan sukses sesuai yang kita harapkan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” pungkasnya.

Usai dibuka oleh Wakil Bupati, workshop diisi dengan materi oleh Kabid KB Dinas P2KB Labuhanbatu Hety Lumban Tobing dan Safrina SaliD, Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat terkait strategi KBPP di Kabupaten Labuhanbatu dengan sasaran ibu hamil, pasca persalinan, menyusui dan pasca bortus.

Kemudian para peserta melakukan tanya jawab terkait kendala dilapangan yang selama ini dihadapi terkait susahnya masyarakat menerima program KB, di sana peserta mendapatkan bimbingan dan arahan untuk jalan keluar permasalahan tersebut. (fdh/ila)

Ruang Kelas & Mobiler SDN 030367 Simungun Dairi Sangat Memprihatinkan

MEMPRIHATINKAN: Terlihat kondisi ruang kelas SDN 030367 Simungun, Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi cukup memprihatinkan.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.CO.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kondisi ruang kelas serta mobiler di sekolah dasar negeri (SDN) nomor 030367 Simungun, Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, sangat memprihatinkan.

Amatan wartawan, Selasa (2/8/2022) kondisi sejumlah ruang kelas disekolah itu, rusak parah. Lantai semen dipenuhi lubang besar disana sini. Selain kondisi lantai sudah rusak berat, mobiler seperti kursi dan meja siswa juga rusak berat.

Ruang kelas dan dan mobiler, sepertinya tidak layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Dari sisi kenyamanan, sudah pasti anak-anak tidak nyaman belajar.

Untuk mobiler kursi siswa misalnya, tidak sedikit sudah tidak memiliki sandaran lagi. Begitu juga dengan meja belajar, sudah banyak berlubang. Terkesan sekolah itu, terabaikan dan luput perhatian pemerintah.

Sejumlah guru disekolah itu mengatakan, kerusakan sudah lama. Mereka mengaku, jika musim kemarau, abu dalam ruang kelas banyak beterbangan dari lantai yang rusak.

“Untung kami tidak sakit pak,” kata seorang guru disana. Para guru berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi memperbaiki ruang kelas serta mobiler yang rusak dimaksud supaya proses belajar mengajar bisa berjalan baik, harap mereka.

Kepala Sekolah SDN 030367 Simungun, Lentina Siregar dikonfirmasi mengatakan, sudah diusulkan perbaikan ke Dinas Pendidikan Dairi. “Mudah-mudahan usulan kami untuk ruang kelas 1-3 bisa segera diperbaiki tahun depan,” ucapnya.

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Dairi, Elvis Panggabean mengatakan, sudah diusulkan rehab ruang kelas melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 mendatang. “Mudah-mudahan usulan kita direalisasikan, ujar Elvis.(rud/ila)

MW KAHMI Sumut Sosialisasikan Pendidikan Gratis Bagi Anak Putus Sekolah

Sekum MW Kahmi Sumut Dadang Darmawan memberikan kata sambutan saat Sosialisasi Pendidikan Non Formal Gratis bagi Anak Putus Sekolah.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Untuk memberikan layanan bagi masyarakat dan anak putus sekolah, Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut lakukan sosialisasi pendidikan nonformal gratis bagi anak putus sekolah. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Paluh Manan, Hamparan Perak, Deli Serdang, Senin (1/8/2022).

Sekretaris Umum KAHMI Sumut H Dadang Darmawan Pasaribu MSi menjelaskan, pendidikan sangat penting untuk kemajuan sebuah bangsa. Karenanya KAHMI Sumut sebagai organisasi masyarakat, berupaya memfasilitasi anak putus sekolah untuk bersekolah kembali melalui pendidikan non formal Paket A, B dan C secara gratis.

Sebagaimana diketahui, Pendidikan Kesetaraan Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA merupakan bagian dari pendidikan non formal sebagaimana diatur dalam Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sementara, Ketua Bidang PAUD, Dikdasmen dan PKBM KAHMI Sumut Drs Alpian Hutauruk MPd menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang layanan pendidikan non formal gratis tersebut. Hal ini akan sangat membantu anak yang putus sekolah agar terpenuhi haknya di bidang pendidikan, tegas Alpian.

Koordinator kegiatan Indra Prawira ST MM menjelaskan, perlu dukungan semua pihak untuk mengurangi angka anak putus sekolah tersebut. Apalagi layanan pendidikan kesetaraan dapat meningkatkan angka rata-rata lama sekolah secara signifikan, untuk meningkatkan indikator dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), ungkap Indra.

Setelah kegiatan sosialisasi, akan dilakukan pendataan bagi anak putus sekolah untuk dapat mengikuti layanan pendidikan kesetaraan. Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan kerjasama MW KAHMI Sumut, mahasiswa KKN Universitas Negeri Medan dan Yayasan Generasi Amanah Madani.

Turut hadir Dosen Unimed Dr Tengku Ratna Soraya, Pemerintah Desa, BPD, Tim Penggerak PKK serta tokoh masyarakat Desa Paluh Manan. (adz)

Curi Tabung Gas dan Uang, Solahuddin Masuk Bui

AMANKAN: Unit Reskrim Polsek Padang Hilir Resor Tebingtinggi berhasil mengamankan satu pelaku pencurian, Muhammad Solahuddin Siregar.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Nekad masuk rumah orang dan mengambil dua tabung gas ukuran 3 kg, Muhammad Solahuudin Siregar (39) warga Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tambangan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi berhasil diringkus jajajran Unit Reskrim Polsek Padang Hilir, Selasa (2/8/2022).

Korban pencurian, Muhammad Syafei (54) warga Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tambangan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi yang merasa dirugikan membuat pengaduan ke Mapolsek Padang Hilir. Tertangkapnya pelaku, Karena wajahnya terekam di CCTV.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto didampingi Kanit Reskrim Polsek Padang Hilir Ipda Suryadi menyatakan benar telah melakukan penangkapan satu orang pelaku pencurian pemberatan didalam rumah warga dan indetitas pelaku diketahui karena terekam CCTV.

“Kini pelaku pencurian MSS, ditahan di Mapolsek Padang Hilir Resor Tebingtinggi. Pelaku dijerat sesuai tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke 3 dan 4 dari KUHPidana,” ujar AKP Agus Arianto.

Dijelaskannya, nasus pencurian terjadi, Jumat (29/7/2022) sekira pukul 20.00 WIB, sat itu, korban baru pulang dan melihat kondisi dapur berantakan, setelah dicek, dua tabung gas hilang dan pelaku juha mengambil uang dari dalam saku celana yang tergantung senilai Rp1,5 juta.

Kemudian korban melihat CCTV miliknya, langsung wajah pelaku terekam CCTV dan petugas Polsek Padang Hilir setelah menerima pengaduan korban langsung melakukan pengejaran.

“Pelaku berhasil diringkus petugas kepolisian ketika hendak kabur di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tambangan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka bahwa dia melakukan pencurian tersebut bersama temannya yang saat ini belum tertangkap,” bilang AKP Agus Arinto. (ian/ila)

KPU Medan Aktifkan Helpdesk untuk Parpol

AKTIF: KPU Kota Medan mulai aktifkan helpdesk pendaftaran dan verifikasi parpol calon peserta Pemilu 2024 mulai hari ini, Senin (1/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan mulai mengaktifkan helpdesk pendaftaran dan verifikasi partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024 mulai Senin (1/8).

Layanan konsultasi tentang mekanisme pendaftaran dan verifikasi maupun Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), dibuka untuk parpol di Kantor KPU Kota Medan, Jalan Kejaksaan No 37 Medan, mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

“Sesuai dengan Surat Dinas KPU RI No: 574/2022, yang disampaikan melalui Surat Dinas KPU Sumut No: 402/2022 tertanggal 30 Juli 2022, KPU Medan telah membuka layanan konsultasi bagi parpol calon peserta Pemilu, melalui helpdesk mulai hari ini (kemarin, red),” ungkap Anggota KPU Kota Medan M Rinaldi Khair di Kantor KPU Kota Medan, Senin (1/8).

Rinaldi mengatakan, meskipun pendaftaran yang dimulai 1–14 Agustus 2022 terpusat di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol No 29 Jakarta, namun KPU di tingkat kabupaten/kota telah diminta KPU RI juga membuka layanan informasi terhadap parpol di tingkat kabupaten/kota. Sebab parpol di daerah juga terlibat pada proses pendaftaran, terutama dalam menginput data keanggotaan yang minimal harus tersebar 1.000 atau 1/1.000 pada tingkat kabupaten/kota.

“Meski pendaftarannya terpusat di KPU RI, kami di KPU Medan akan standby. Karena bisa saja ada parpol di Medan yang saat ini masih melakukan input data keanggotaan ke Sipol yang butuh konsultasi,” jelas Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Medan itu.

Dia pun menyampaikan, selain informasi terkait pendaftaran, helpdesk juga dapat dimanfaatkan parpol untuk bertanya terkait mekanisme verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, terhadap persyaratan yang sudah didaftarkan ke KPU RI melalui Sipol.

Seperti diketahui, verifikasi administrasi sudah akan dimulai 2 Agustus-11 September 2022. Adapun sesuai dengan Pasal 35, Peraturan KPU No 4 Tahun 2022, tentang Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu, KPU kabupaten/kota akan melakukan verifikasi administrasi untuk membuktikan daftar nama anggota parpol yang tercantum di Sipol telah sesuai dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan e-KTP atau Kartu Keluarga (KK). Selain itu, varifikasi dugaan ganda anggota parpol; status pekerjaan yang tercantum dalam Sipol telah memenuhi syarat sebagai anggota parpol; usia dan/atau status perkawinan yang tercantum dalam Sipol telah memenuhi syarat; serta NIK apakah sudah terdaftar atau belum dalam Data Pemilih Berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris KPU Kota Medan, Fahrurrozi Risa mengatakan, tim helpdesk akan diaktifkan setiap hari, termasuk Sabtu dan Minggu. Ruang lingkup fasilitasi helpdesk adalah melayani konsultasi hal-hal terkait pendaftaran, verifikasi, dan penetapan parpol peserta Pemilu kepada parpol calon peserta Pemilu, serta melayani konsultasi dan fasilitasi penggunaan Sipol.

“Tim helpdesk KPU Medan nanti yang akan melayani semua kebutuhan konsultasi terkait pendaftaran dan verifikasi,” pungkasnya. (map/saz)

Jalan Pintu Air 4 dan Jalan Luku 1 Diperbaiki Tahun Ini

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi Jalan Pintu Air 4 dan Jalan Luku 1 di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, mengalami rusak parah. Kedua ruas jalan yang menjadi akses utama menuju Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) tersebut, tampak berlubang di sejumlah titik, sehingga membuat pengendara kendaraan bermotor kesulitan saat melewati kawasan tersebut.

Ditanya mengenai hal itu, Sekretaris Dinas PU Kota Medan, Habibi Gultom berjanji, segera memperbaiki kedua ruas jalan tersebut pada 2022 ini.

“Terima kasih informasinya. Kami akan prioritaskan pekerjaannya di 2022 ini,” ungkap Habibi, Senin (1/8).

Ditanya terkait bulan berapa pastinya jalan tersebut akan diperbaiki, Habibi mengaku belum dapat memastikannya.

“Saya koordinasikan ke Kabid Jalan dulu. Intinya, kami akan prioritaskan (pengerjaannya) di tahun ini juga,” tuturnya.

Sebelumnya, seorang warga Kelurahan Kwala Bekala, Ardi mengaku sangat prihatin, kondisi Jalan Pintu Air 4 dan Luku 1 yang masih saja mengalami kerusakan dan membuat masyarakat sekitar serta setiap pengendara kendaraan bermotor mengalami kesulitan saat melintas.

“Jalannya rusak parah, berlubang, dan berdebu. Kalau hujan lubangnya jadi genangan air, jadi seperti kubangan. Melintas pun susah. Banyak juga yang jatuh naik kereta (sepeda motor) di situ,” bebernya.

Mewakili warga Kelurahan Kwala Bekala, dia pun berharap, agar Pemko Medan melalui Dinas PU Kota Medan, dapat segera memperbaiki kondisi jalan tersebut. Sebab, jalan itu merupakan akses menuju Medan Zoo dan sejumlah sekolah di kawasan tersebut.

“Tolonglah cepat diperbaiki, warga sudah dari dulu mengeluh. Mau sampai berapa orang lagi jatuh naik kereta di situ? Dinas PU harus cepat geraknya. Kalau di daerah lain (di Medan) kami lihat sudah banyak yang diaspal, tapi di Kwala Bekala ini, masih saja jalannya rusak parah seperti ini. Padahal akses jalan ini kalau Sabtu-Minggu padat orang mau ke kebun binatang. Senin sampai Jumat ramai kendaraan antar jemput anak sekolah,” pungkas Ardi. (map/saz)

LPM Kota Medan Berharap Pemko Medan Terus Gelar Festival Kuliner Medan

Ketua DPD LPM Kota Medan, Hery Balon.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Medan, Hery Bolon, meminta dan mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk kembali menggelar Festival Kuliner Medan seperti yang baru digelar Pemko Medan di kawasan segitiga Istana Maimun dan Masjid Raya Medan pada 19 – 24 Juli 2022.

Keinginan itu berangkat dari aspirasi yang diterima LPM dari masyarakat dan pelaku UMKM di Kota Medan yang mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan Festival Kuliner Medan tersebut.

“Kegiatan ini sangat diminati oleh masyarakat Kota Medan, khususnya para pelaku UMKM. Masyarakat pelaku UMKM ini menyampaikan keinginannya kepada kami agar kegiatan seperti Festival Kuliner ini dapat digelar kembali, bahkan kalau bisa ditingkatkan lagi,” ucap Hery Bolon kepada Sumut Pos, Selasa (2/8/2022).

Dikatakan Hery, Festival Kuliner Medan merupakan salah satu solusi nyata dari Pemko Medan untuk para pelaku UMKM, khususnya di bidang kuliner yang selama ini mengaku kesulitan dalam memasarkan produk-produknya.

Untuk itu, Festival Kuliner Medan dinilai bisa menjadi wadah yang sangat berpotensi bagi para pelaku UMKM di Kota Medan dalam memasarkan dan menjual produk-produknya. Terbukti selama 6 hari digelar, Festival Kuliner Medan 2022 berhasil mencatat total transaksi keuangan hingga Rp605.778.000 dari total 82 tenant yang ikut dalam festival kuliner tersebut.

“Maka bagaimana mungkin kegiatan seperti ini dibilang hanya sekadar event semata, sementara banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaat kegiatan ini secara langsung. Kita berharap, kegiatan seperti ini dapat diteruskan bahkan ditingkatkan,” ujarnya.

Ia justru berharap, Festival Kuliner dan kegiatan sejenisnya dari Pemko Medan dapat dikembangkan hingga ke tingkat-tingkat Kecamatan. Dengan begitu, setiap kecamatan dapat memiliki wadah untuk memasarkan produk-produk andalannya di masing-masing kecamatan.

Selain itu, sambung Hery, Festival Kuliner juga diharapkan dapat menjadi ikon bagi Kota Medan. Dengan adanya ikon tersebut, pariwisata di Kota Medan, khususnya dibidang kuliner dapat lebih dikenal dan menjadi nilai jual tersendiri. Sebab sejatinya Kota Medan memang dikenal dengan ragam kuliner khasnya yang sangat diminati masyarakat, baik dalam kota maupun luar Kota Medan.

“Karena itu kuliner Kota Medan harus ditonjolkan untuk mendukung pengembangan pariwisata, salah satunya dengan gelaran Festival Kuliner Medan,” pungkasnya.
(map/ila)

Bobby Ingatkan Penanganan Sampah Dari Hulu hingga Hilir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan akibat aktivitas manusia yang harus ditangani secara serius mulai dari hulu hingga hilir. Demikian sambutan tertulis Wali Kota Medan Bobby Nasution yang disampaikan Plt Asisten Ekonomi Pembangunan, Mansursyah, saat membuka Focus Group Discussion (FDG) bertopik “Membangun Pola Pikir Masyarakat dan Nilai Ekonomi Sampah” yang diselenggarakan Pemko Medan melalui Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Medan, Selasa (2/8) di Hotel Grand Mercure.

Mansursyah memaparkan, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah mengubah mindset masyarakat. Perubahan mindset juga bukan sesuatu yang mudah. Selama ini, lanjutnya, masyarakat secara sadar maupun tidak sadar selalu mudah membuang sampah tanpa melakukan pemilahan terlebih dahulu. Padahal, jika mau meluangkan waktu sebentar saja untuk memilah, akan ditemukan sampah-sampah tersebut ada yang masih dapat bernilai ekonomis. “Untuk itulah, perlu adanya berbagai sosialisasi secara terus menerus dan berkesinambungan hingga tercapai perubahan perilaku masyarakat mengenai kesadaran nilai ekonomis dari sampah.

Mansursyah menambahkan, selain pemilahan sampah, penempatan bank sampah pada setiap kelurahan dan di pasar-pasar juga penting guna lebih menyortir sampah yang akan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Jika bank sampah secara masif dilaksanakan saya yakin sampah akan lebih banyak dapat dikurangi dan didaurulang, dan dampak positifnya adalah sampah yang awalnya musuh menjadi emas yang memiliki nilai ekonomis,” ucapnya seraya mengapresiasi kegiatan ini karena dapat menjadi salah satu pembelajaran agar dapat memberikan sosialisasi bagi masyarakat sosialisasi bagi masyarakat

Sebelumnya, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Medan, Ilyan Chandra Simbolon, melaporkan FGD ini berlangsung selama dua hari, mulai dari 2 sampai dengan 3 Agustus. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan rekomendasi upaya mengubah pola pikir masyarakat agar dapat memiliha sampah rumah tangga dan memahami potensi nilai ekonomi sampah.

Peserta dalam kegiatan ini adalah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Kecamatan se-Kota Medan, dan perwakilan PD Pasar. Sedangkan narasumber dalam FGD ini yakni Abdul Latif Wahid Nasution dari Kepul dan akademisi USU Dr. Fikarwin. (rel)