Home Blog Page 2458

Pencuri Motor Polisi, Residivis Ditangkap

TERSANGKA: Dua tersangka pencuri sepeda motor polisi ditangkap Satuan Reskrim Polres Labuhanbatu.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebanyak dua tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) diamankan Satuan Reskrim Polres Labuhanbatu setelah melakukan pencurian di kediaman personel Polres Labuhanbatu di kawasan Jalan Batu Sangkar, Rantau Selatan Labuhanbatu.

“Kedua tersangka, ST warga Kelurahan Siodengan dan J alias E warga Kelurahan Sirandorung, Rantau Utara sempat menggondol 2 sepeda motor Kawasaki KLX dan Honda Astrea milik Aiptu Zulkifli Rambe,” kata Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki, di Mapolres Labuhanbatu di kawasan Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Senin (1/8).

Modusnya, kata Rusdi, tersangka menyasar rumah-rumah kosong dan yang ditinggal penghuninya. Atau gudang-gudang tempat penyimpanan yang tidak dijaga di seputaran Kota Rantauprapat.

Aksi kejahatan pencurian ini, Rabu (20/7) lalu. Tersangka ST sudah memantau gudang yang terletak di belakang rumah korban. Kemudian,mencari waktu yang pas untuk melakukan aksi kejahatannya. Pukul 02.00 WIB dini hari pelaku masuk ke dalam gudang melalui asbes yang terbuat dari pelepah sawit. Lalu pelaku membuka kunci engsel gudang dan membawa satu unit Kawasaki KLX.

“Sepeda motor tersebut didorong pelaku sampai simpang Perisai. Kemudian pelaku menelepon rekannya J alias E untuk menaiki Motor KLX tersebut. Kemudian ST mendorong menggunakan motor honda Beat menuju rumah K di dekat Rumah Sakit Umum Rantauprapat,” ungkap Rusdi.

Tak sampai di situ, tersangka ST kembali ke gudang rumah korban untuk mengambil lagi 1 unit motor Honda Astrea. Karena kunci kontak menempel di motor tersebut dan pelaku juga mengambil jeket warna Pink. “Pelakupun kembali membawa motor tersebut ke rumah saudara K,” papar Kasat Reskrim ini.

Mendapat informasi dan petunjuk yang kuat para tersangka berada di lingkungan Talsim Kelurahan Sirandorung, kemudian tim bergerak ke alamat tersebut dan mengamankan keduanya.

“Dengan mengumpulkan bukti-bukti pentujuk melalui rekaman CCTV tersangka ditangka. Selajutnya tim melakukan interogasi dan diketahui tersangka ST merupakan residivis yang sudah 4 kali keluar masuk penjara dalam kasus yang sama, dan kedua tersangka diproses dalam 3 perkara sekaligus,” papar Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu.

Yaitu, pencurian dengan pemberatan sebanyak dua perkara. Dan penggelapan sepeda motor 1 perkara. Kemudian para tersangka dan barang bukti diamankan ke Polres Labuhantu guna proses lebih lanjut,” papar Kasat Reskrim.

Akibat pebuatannya tersangka ST diterapkan pasa 363 aya (1) ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun dan tersangka J als E (43) diterapkan pasal 480 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun penjara. (fdh/azw)

Korupsi Pengerjaan Gedung Museum, Eks Kadisdik Tebingtinggi Divonis 1 Tahun Penjara

PUTUSAN: Dua terdakwa korupsi pengerjaan gedung museum, menjalani sidang putusan secara virtual di Ruang Tipikor Medan, Senin (1/8). gusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eks Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tebingtinggi, Pardamean Siregar divonis 1 tahun penjara. Sementara Wakil Direktur CV Bimo Mitra Sakti (BMS), Suryanto selaku rekanan divonis 4 tahun penjara, yang terbukti bersalah korupsi pengerjaan gedung museum yang merugikan negara Rp266 juta.

Selain itu, kedua terdakwa juga dijatuhi denda masing-masing sebesar Rp50 juta, subsider 1 bulan kurungan.

“Pasal 3 junto Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan ayat (3) Undang Undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Undang Undang No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang No 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ujar hakim ketua Sulhanuddin dalam amar putusannya, sebagaimana dikutip dari website PN Medan, Senin (1/8).

Untuk terdakwa Pardamean tidak dikenakan pidana tambahan. Majelis hakim seluruhnya membebankan biaya uang pengganti kerugian negara, terhadap terdakwa Suryanto sebesar Rp266 juta.

Dengan ketentuan jika tidak membayar uang pengganti paling lama 1 bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. “Dan apabila mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara 1 tahun,” kata hakim.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) asal Tebingtinggi, yang semula menuntut terdakwa Pardamean selama 6,5 tahun penjara dan terdakwa Suryanto selama 6 tahun penjara.

Diketahui, Tahun 2019 Dinas pendidikan Kota Tebingtinggi memperoleh Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp2 miliar, untuk kegiatan Pekerjaan Renovasi Gedung Museum sesuai dengan Nomor DPA SKPD Nomor: 1.16 01 18 08 5 2.

Selanjutnya Wali Kota Tebingtinggi melimpahkan wewenang kepada SKPD Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi yang disebut pejabat pembuat komitmen (PPK) dana alokasi umum (DAU) menetapkan terdakwa Pardamean Siregar selaku pengguna anggaran (PA) sekaligus PPK.

Kemudian, terdakwa Suryanto selaku Wadir I CV Bimo Mitra Sakti berdasarkan akta notaris Febry Wen ny Nasution SH, ditunjuk selaku rekanan sesuai dengan Surat Perjanjian Kontrak Nomor : 425/3154/ Disdik-TT/K-L/VIII/2019 pada 8 Agustus 2019, terhadap pekerjaan Renovasi Gedung Museum Taahun Anggaran 2019, pada Disdik Kota Tebingtinggi.

Perbuatan kedua terdakwa telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp266 juta lebih. (man/azw)

Bupati Dairi Bagikan Benih Jagung dan Alsintan Program KUR Klaster

BENIH JAGUNG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu serahkan benih jagung kepada anggota Poktan di Kecamatan Tanah Pinem.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan, produksi jagung petani di Kabupaten Dairi pada tahun 2021 meningkat sekitar 278 ton (21%). Hal itu disampaikan Eddy KA Berutu disela membagikan bibit jagung Hibrida dan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di aula Kantor Camat Tanah Pinem, Sabtu (30/7).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Iswan Togatorop mengatakan, di sela penyerahan bibit jagung dan alsintan.

Eddy KA Berutu menyampaikan, pertumbuhan produksi jagung Dairi tahun 2021 meningkat sebesar 278 ton (21%). Peningkatan itu, kata Eddy, terjadi karena adanya penambahan luas lahan dibudidaya petani.

Lanjut Eddy, saat ini Pemkab Dairi, telah menggulirkan program kredit usaha rakyat (KUR) Klaster Kopi dan Jagung. Ia berharap, program KUR Klaster jagung bisa dimamfaatkan petani untuk meningkatkan jumlah produksi.

Menurut Eddy, program KUR Klaster hasil kerjasama dengan PT Bank Sumut cabang Sidikalang, sangat baik diikuti petani. “Suku bunga rendah, ketersedia sarana produksi seperti pupuk dan benih dijamin,” ucapnya.

Di samping itu, sebut Eddy, pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) akan dimaksimalkan. Sementara terkait bantuan alsintan, bisa terwujud karena adanya dukungan DPRD lewat anggaran yang telah diusulkan oleh pemerintah. “Saya mengajak petani, ikut program KUR Klaster jagung,”ucap Eddy.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Robot Simanullang mengatakan, bibit jagung dibagikan sebanyak 4,5 ton varietas Asia 92.

Sementara alsintan berjumlah 7 unit yakni berupa alat penanam jagung dan 1 mesin panen jagung.

Hadir Sekretaris Daerah (Sekda), Budianta Pinem dan dihadiri anggota DPRD dari fraksi Golkar Carles Tamba.(rud/azw)

Dairi Budidaya Ihan Batak di Danau Toba

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Dairi, melalui lintas organisasi perangkat daerah (OPD), budidaya ikan Ihan Batak di kawasan Danau Toba tepatnya di Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan.

Budidaya dimaksud ditandai dengan pembangunan kolam konservasi Ihan Batak, dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan kolam di Desa Silalahi II, Kamis (28/7).

Kepala Dinas Komunikasi Informasi, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Iswan Togatorop mengatakan, pembangunan kolam konservasi kolaborasi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.

Iswan mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan kolam dilakukan Bupati Dairi, Eddy KA Berutu. Dalam kesempatan itu, lanjut Iswan, Eddy KA Berutu mengatakan, kini populasi Ihan Batak makin sedikit.

“Ikan air tawar yang punya nilai budaya tinggi itu harus kita selamatkan dari kepunahanya,” kata Eddy. Ia mengatakan, pengembangan Ihan Batak di Danau Toba ini, kerja sama Pemkab Dairi dengan Yayasan AUR Dairi Menenggoi.

Adapun model pengembangan Ihan Batak, pemerintah dan yayasan memberdayakan masyarakat melalui lahan yang mereka miliki. Untuk tahap awal, puluhan ikan dalam bentuk embrio diletakkan dalam kolam. “Nanti embrio dakan ditaruh dalam 3 sebagai kolam budidayanya,” ujarnya.

Disebutkan Eddy, akibat populasi semakin sedikit, menyebbkan harga jual ikan dibeli masyarakat sangat mahal.

Pantauan wartawan, harga Ihan Batak yang dibudidaya masyarakat dikawasan Danau Toba, harganya sentuh angka Rp150 ribu per ekor. Dari segi harga cukup bagus dan menguntungkan bagi peternak Ihan Batak.

Namun, persoalanya jika harga terlalu mahal, daya beli konsumen pasti akan menurun. “Jadi populasi perlu ditingkatkan supaya harga bisa terjangkau dan kelestarian Ihan Batak meningkat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini dihadir Ketua TP PKK, Ny Romy Mariani Simarmata dan undagan lainya.(rud/azw)

HUT ke-19 Kabupaten Humbahas, Bupati: Humbahas Alami Kemajuan Cukup Pesat

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Kamis (28/7) digelar sederhana.

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, tak luput mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat atas segala dukungan, pemikiran dan partisipasi baik secara langsung maupun tidak langsung guna mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Humbahas.

Hal itu disampaikan Dosmar dalam sambutannya usai rapat paripurna DPRD memperingati Hari Jadi Ke-19 Kabupaten Humbahas, dipimpin Ketua DPRD Humbahas Ramses Lumbangaol, SH dan dihadiri Pimpinan dan Anggota DPRD, Kamis (28/7).

Dikatakan Dosmar, dalam suasana penuh kebahagiaan ini, patut bersyukur dan berbahagia karena sejak berdiri Kabupaten Humbahas sampai sekarang sudah mengalami perkembangan dan kemajuan yang cukup pesat. Mulai, di bidang pemerintahan, bidang pembangunan maupun di bidang kemasyarakatan.

Lanjut dia, kiranya melalui peringatan hari jadi ke-19 ini, seluruh masyarakat Humbang Hasundutan senantiasa bersatu padu dalam melanjutkan program pembangunan.

“Jadi, kami dari Pemerintah Humbahas mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, atas segala dukungan, pemikiran dan partisipasi baik secara langsung maupun tidak langsung guna mewujudkan visi dan misi pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan,” ucap Dosmar.

Lebih lanjut Dosmar mengatakan, dalam hari jadi ini juga tak terlepas dari sumbangsih dari seluruh anggota DPRD yang telah memberikan pemikiran dan juga kritikan yang konstruktif.

Sehingga dapat dirasakan manfaat pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang dilakukan dari waktu ke waktu.

“Kami berharap bahwa hubungan harmonis dan kerja sama yang baik antara legislatif dan eksekutif tetap terpelihara untuk masa-masa yang akan datang,” katanya.

Dosmar juga tak luput menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Humbahas periode 2003-2015. ” Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas daya juangnya untuk meletakkan pondasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, sehingga semua hal tersebut dapat kita teruskan untuk kemajuan Kabupaten Humbang Hasundutan,” ucapnya.

” Kami juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada bapak dan ibu pemrakarsa atas perjuangannya sehingga terbentuknya Kabupaten Humbang Hasundutan,” tambahnya.

Dikatakan Dosmar, peringatan hari jadi ini yang mengambil tema, ‘Tingkatkan Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Humbang Hasundutan,’ ini hendaknya menginspirasi semua pihak untuk bersama-sama mengukir dan memaknai untuk bangkit bersama-sama menggali potensi sumber daya alam yang dimiliki dalam rangka meraih kemajuan untuk kesejahteraan rakyat melalui pembangunan di segala aspek kehidupan.

Dari potensi itu, sebut Dosmar, sesungguhnya Kabupaten Humbahas sangat potensial pengembangan pertanian. Untuk itu, Dosmar mengajak agar bersama-sama dan berkontribusi mendukung.(des/azw)

Wabup Nisel Buka Luahawara Festival 2022

PEMBUKAAN: Wabup Nisel, Firman Giawa pukul gong pada saat resmi buka acara Luahawara Festival 2022 di lapangan Kantor Camat Teluk Dalam. Sabtu, (30/7).

NISEL, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Nias Selatan (Nisel) Firman Giawa resmi membuka Luahawara Festival 2022 di Lapangan Kantor Kecamatan Teluk Dalam, di daerah Baloho, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Sabtu, (30/7). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam kata pembukaan yang disampaikan oleh Camat Teluk Dalam Hans Matin Wau, menyampaikan bahwa Luahawara Festival 2022 merupakan perwujudan dari aspirasi masyarakat Kecamatan Teluk Dalam yang disampaikan melalui para Kepala Desa beberapa bulan yang lalu. “Tujuan dari pelaksanaan dari Luahawara Festival 2022 ini adalah untuk membangun dan meningkatkan soliditas antar desa yang ada di wilayah Kecamatan Teluk Dalam”, ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup Nias Selatan mengharapkan kepada pemerintah tingkat Kecamatan Teluk Dalam dan desa agar pelaksanaan Luahawara Festival 2022 dari tanggal 30 Juli sampai 17 Agustus 2022 ditetapkan sebagai kegiatan tahunan, sehingga dapat dilaksanakan kembali pada tahun 2023.

“Atas nama Pemerintah Nias Selatan, saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Luahawara Festival 2022 hari ini, dan juga saya mengharapkan agar Luahawara Festival 2022 ini bisa dijadikan sebagai kegiatan tahunan, sehingga dapat dilaksanakan kembali pada tahun 2023,” ucap Firman Giawa.

Firman Giawa menegaskan bahwa dengan adanya kegiatan ini di setiap kecamatan, maka perekonomian masyarakat Kabupaten Nias Selatan bangkit kembali usai massa krisis Covid-19.

Selanjutnya, Sekcam Teluk Dalam Walaupun Sarumaha, dalam kata penutup menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, para donatur, para kepala desa/kelurahan, dan masyarakat Nias Selatan yang telah bekerja sama, sehingga acara pelaksanaan pembukaan Luahawara Festival 2022 ini dapat berjalan lancar.

Walaupun Sarumaha menambahkan bahwa Luahawara Festival 2022 diisi dengan Tari Kreasi, Pencak Silat, Volleyball, Futsal, Catur, Tarik Tambang, Balap Karung, Joget Balon, dan Luahawara Idol akan berlangsung dari tanggal 30 Juli 2022 hingga 15 Agustus 2022. Kegiatan berlangsung dari pagi hari, sore hari hingga malam hari yang akan diisi dengan penampilan dari para peserta Luahawara Idol dan dimeriahkan oleh artis-arti ibu kota. (mag-2/azw)

Kaji Perda Gender, Meryl Pimpin Bapemperda DPRD Sumut Belajar ke Ganjar

SEMARANG, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai menjadi mentor dalam kebijakan pengarusutamaan gender (PUG). Apalagi, Jateng telah mengaturnya dalam Perda Nomor 2 tahun 2022 tentang Pengarusutamaan Gender.

Untuk mempelajari Perda tersebut, Ketua Bapemperda DPRD Sumut Meryl R Saragih bersama anggotanya Meilizaf Latief, Syamsul Qamar, dan Irwan Simamora, sengaja datang ke Jawa Tengah untuk mempelajari Perda PUG tersebut.

“Kami di Sumatera Utara sedang melakukan kajian Ranperda ini. Luar biasa sekali di sini, bagaimana pemprov bisa mengimplementasikan kebijakan dan anggaran yang responsif gender di Jateng,” ujar Meryl usai bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Ruang Rapat Gedung A lantai 2 kantor Pemprov Jateng, Senin (1/8).

Menurutnya, penjelasan Ganjar tentang Perda PUG sangat komprehensif. Meryl menyebut, perda tersebut tak fokus pada laki-laki atau perempuan saja. Tetapi juga pada kelompok termarjinalkan. “Jadi ini sangat penting, apalagi masuk dalam SDGs poin ke 5 yang harus sama sama kita fokuskan ke depan,” ujarnya.

Jawa Tengah, menurut Meryl, telah memulai sejak lama dengan menyiapkan berbagai kebijakan dan anggaran yang responsif serta diturunkan melalui tindakan afirmasi sebelum dimatangkan dengan Perda PUG. “Di sini dijelaskan bahwa gender itu bukan hanya sekadar perempuan atau laki-laki tapi juga mengenai kaum difabel, anak-anak, masyarakat yang termarjinalkan,” ujarnya.

Anggota DPRD Sumut dari PDI Perjuangan itu mengatakan, Perda PUG di Sumut menghadapi tantangan yang luar biasa karena budaya patriarki yang tinggi. Padahal jumlah penduduk perempuan di sana mencapai 49 persen. “Kita di Sumatera Utara 49 persen itu penduduknya perempuan, jadi ini sudah seharusnya menjadi fokus di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan mudah-mudahan dapat segera kita sahkan perda PUG ini di sumut,” katanya.

Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasinya kepada DPRD Sumatera Utara yang telah berbagi ilmu dengan Jawa Tengah. Ganjar mengatakan pelaksanaan PUG di Jateng dijalankan dengan kesadaran melibatkan seluruh kelompok. Antara lain perempuan, anak dan disabilitas. “Sehingga ketika mereka menyampaikan gagasan aspirasi itu seluruh sektor paham bahwa itu loh yang dibutuhkan. Maka kalau kemudian membangun maka mesti punya perspektif itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menjelaskan sejumlah kebijakan yang ditelurkan terkait PUG. Salah satunya adalah 5NG (Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng). Kebijakan tersebut lahir dari kerentanan perempuan terutama yang hamil.

Selain itu juga ada beberapa aplikasi yang lahir, untuk mewadahi kelompok rentan lain. Yakni Apem Ketan (Aplikasi Pemetaan Perempuan dan Anak Kelompok Rentan) dan Aplikasi untuk Layanan Pengaduan Kekerasan atau Diyanti (Diadukan, Dilayani, Diobati).

Ganjar mengatakan, DPRD Sumut jangan melihat hasil regulasi yang sudah ada. Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, proses menuju pengesahan perda yang patut diketahui. “Saya ceritakan sama kawan-kawan dari DPRD Sumut behind the scene penting, karena dialog dengan DPRD-nya bagus banget bahkan DPRD Jateng itu jauh lebih banyak sering menginisiasi lebih dulu dan kita backup dari datanya, kondisi fakta lapangan, bahasa legislasinya itu kondisi sosiologisnya,” tandasnya. (adz)