Home Blog Page 2481

Langkat Harus Capai Target Vaksinasi Booster

RAPAT: Plt Bupati Langkat H Syah Afandin SH memimpin rakor percepatan vaksinasi Booster usia 18 tahun, Senin (25/7).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tidak ingin lengah pada upaya penanggulangan Covid-19, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Langkat H Syah Afandin SH memimpin rapat koordinasi (rakor) percepatan vaksinasi dosis lanjutan (Booster) usia 18 tahun, Senin (25/7). Rapat berlansung di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat.

Digelar berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI nomor 440/3917/SJ, tentang percepatan vaksinasi dosis lanjut (Booster) bagi masyarakat, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam rangka pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Afandin secara tegas mengatakan pelaksana vaksin Booster adalah tanggungjawab bersama. Dirinya ingin Langkat mencapai target sesuai intruksi pemerintah pusat. “Ini menjadi tanggung jawab kita, baik secara perorangan maupun pemerintah pada pelaksanaan percepatan vaksinasi ini”, ucap Plt Bupati Langkat pada Rakor itu.

Ia menjelaskan percepatan pelaksanaan vaksinasi booster dilaksanakan secara nasional melalui berbagai strategi secara proaktif, persuasif, terfokus dan terkoordinir.

Untuk itu, Afandin ingin semua pihak terkait melaksanakan vaksin booster secara maksimal dan serius. Sehingga target yang telah dicanangkan pemerintah pusat dapat tercapai sesuai diharapkan.

“Semua pihak harus terus berkoordinasi mulai tingkat dusun hingga tingkat kabupaten melalui jenjang struktur. Kita ingin Langkat mencapai target vaksin booster,” tandasnya.

Turut hadir Plh Sekdakab Langkat dr H Indra Salahuddin MKes MM, Pasi OPS Kodim 0203/Lkt Kapten Inf Zulkarnain, Kabag OPS Polres Langkat Kompol Aris Prianto, para Kepala Perangkat Daerah dan seluruh camat serta kepala puskesmas jajaran Pemkab Langkat. (rel/azw)

Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan, Siswa Dilatih Membuat Produk dan Label Kemasan Makanan

BATU BARA, SUMUTPOS.CO – UPT. SMP Negeri 3 Air Putih Kabupaten Batu Bara,  berusaha membentuk jiwa kewirausahaan kepada  peserta didiknya melalui proses pembelajaran.  Memasuki  awal semester genap tahun pelajaran 2021/2022 pada pembelajaran IPS  kelas 9 bab. 3, siswa mempelajari tema Perdagangan Internasional  dengan sub materi  ekonomi kreatif.   Adapun tujuan pembelajaran ini agar siswa bisa menjelaskan pengertian ekonomi kreatif  dan sub sektornya serta hubungan antara ekonomi kreatif dengan industri kreatif.  Selain itu juga mengenalkan jiwa kewirausahaan, agar suatu hari nanti bisa  menjadi bekal bagi mereka berwirausaha dan dapat mengembangkan kearifan lokal yang ada di daerahnya masing – masing.

Pembelajaran yang diberikan tentunya tidak hanya dengan teori saja, tetapi didukung oleh praktik. Seperti yang dilakukan Arief Mahdian, S.Pd, guru di UPT. SMP Negeri 3 Air Putih Kabupaten Batu Bara. Melalui bimbingannya,  siswa diberi tugas praktik membuat produk olahan makanan secara sederhana dan juga sekaligus membuat labelnya berdasarkan kreatifitas siswa.

Tahap awal,  Arief mengajak siswa untuk memperhatikan beberapa jenis produk makanan dan minuman  baik yang dipampangkan di papan tulis, buku paket, maupun yang selalu diputar lewat iklan di televisi. Kemudian Afief memberikan tugas kepada peserta didik memperhatikan label pada setiap jenis produk  yang ditayangkan. ‘’Saya membagi siswa dalam beberapa kelompok belajar dan memberikan  instruksi selanjutnya mereka mencoba untuk membuat atau merancang sendiri label produk yang sederhana menurut  hasil diskusi mereka. Apakah produk makanan , minuman dan hasil kerajinan,’’ujarnya. Dari ketiga kategori produk tersebut,  siswa lebih setuju untuk membuat label produk makanan.

‘’Ada yang mengusulkan, jika mereka membuat label produknya tanpa ada produknya mereka rasa kurang pas. Karena di label sebuah produk akan tercantum jenis produk, komposisi, kemudian redaksi yang digunakan pun harus bisa menarik pembeli, sesuai apa tidak antara produk yang dijual dengan kalimat yang dituliskan di label tersebut. Ada lagi tanggapan yang lain bagaimana  jika mereka beli sebuah produk lalu mereka ganti label produknya,’’sambung Arief yang juga Fasda Kabupaten Batu Bara Program Pintar Tanoto Foundation ini.

Setelah mendiskusikan usulan – usulan tersebut, lanjut Arief, disepakati dibuatlah produknya dengan kreasi kelompok  masing masing dan  disertai pembuatan label dari produk  itu sendiri. Produknya

berupa  makanan dan minuman khas daerah dengan catatan dalam pengerjaannya harus menggunakan biaya yang seminim mungkin.

Pembuatan  produknya diberi waktu selama 2 minggu. Namun pembuatan label produk tetap dibahas pada setiap pertemuan , dengan tujuan agar siswa bisa terus menyempurnakan label makanan ataupun minuman yang bakal mereka kerjakan. Walau masih bersifat sederhana, dengan menggunakan pensil dan alat pewarna yang dikerjakan secara manual. Label juga bisa dikerjakan dengan menggunakan fasilitas komputer  yang hasilnya bisa di print out

Hasilnya, dalam waktu 2 minggu, para siswa berhasil membuat produk dan label makanan dari  bahan yang mudah didapati.   Adapun produk makanan yang dihasilkan siswa diantaranya kripik pisang, kripik  daun bayam, pisang goreng krispy, bolu,  kerak nasi  dan lain lain.  Setelah semua produk terkumpul , dari masing masing kelompok memperkenalkan produk yang mereka buat dengan promosi yang sederhana. Hasil kreasi siswa ini disukai  para guru yang ikut mencicipi produk buatan siswa.  Dikatakan Arief, siswa juga mengaku senang melakukan tugas ini dan hasilnya juga sudah baik.

Contohnya  dari kelompok Beruang membuat kerupuk Tempe dengan varian rasa pedas. Mereka memakai bahan seperti kerupuk tempe, bon cabe, garam dan minyak goreng. Kemudian untuk kemasannya mereka menggunakan plastik kemasan dan label produk yang sudah mereka desain dan di print. Contoh  lainnya dari kelompok Sakura.  Mereka membuat keripik pisang dengan brand atau label produk Banana Chips, dengan komposisi pisang kapok, garam, bumbu balado, dan minyak goreng. Setelah jadi mereka mengemasnya dalam kemasan plastik  dan label yang sudah mereka print.

‘’Dari projek ini sebenarnya saya bukan saja ingin memperkenalkan jiwa seorang pengusaha tapi juga ingin memperkenalkan karakter kerja sama tim, kemandirian,  dan kreatifitas. (sih)

Digitalisasi bagi Pelaku Ekonomi Perempuan di Sektor UMKM, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Seluruh pembicara Konferensi Tingkat Tinggi Women20 yang berlangsung Rabu (20/7) bertajuk "Forum Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Perempuan oleh KADIN Indonesia dalam Kolaborasi W20" berfoto bersama. (kedua dari kiri ke kanan) Muhammad Neil El-Himam, Deputi Bidang Produk Digital & Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf; Jerry S Justianto, Ketua Komite Tetap Strategi, Sumber Daya dan Kelembagaan/Managing Partner at Masima Corp; Widya Listyowulan, Vice President Public Policy and Government Affairs, Traveloka; Ujiana Sianturi, Ketua Asosiasi UMKM Sumatera Utara; dan Laksmi Shari De Neefe, Miss Universe Indonesia 2022, berdiskusi membahas pentingnya digitalisasi bagi para pelaku ekonomi perempuan di sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif, dalam sesi KTT Women20 bertajuk "Women Tourism and Creative Economic Forum by Indonesian Chambers of Commerce in Collaboration W20” di Danau Toba, Sumatera Utara, Rabu (20/7). Traveloka meyakini peningkatan adaptasi teknologi yang mumpuni memainkan peranan penting untuk mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya di sektor sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. (Dok. Traveloka)

Fitur Yamaha All New Aerox 155 Connected Cocok Untuk Aktivitas Anak Muda

BERSAMA: Para peserta Ngobrol Bareng Aerox diabadikan bersama. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Alfa Scorpii sebagai dealer utama motor Yamaha membeberkan bahwa ada idola baru di kalangan generasi Z. Yamaha All New Aerox 155 Connected, motor dengan kapasitas 155 cc memberikan kesan mewah dan atraktif bagi anak muda.

Tenaganya pun bisa disandingkan dengan motor sport. Motor satu ini menjadi idaman dan incaran anak muda, khususnya untuk mereka yang sedang berada di bangku kuliah maupun SMA. Unit Yamaha yang satu ini terkenal dengan sebutan “motor ganteng”. Sebutan ini dikonfirmasi oleh Karsendra Varna, selaku Promotion PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) area Sumatera.

Predikat All New Aerox 155 Connected sebagai ‘Motor Ganteng’ memancing Karsendra Varna memberikan respon “Karena memang segmentasi motor ini untuk anak muda, maka dibuat desain dan fiturnya sesuai dengan kebutuhan mereka. Memang tidak dapat dibantah, motor ganteng ini cocok sekali untuk anak muda. Fitur-fiturnya canggih dan desainnya juga trendy,” jelasnya dalam acara Ngobrol Aerox, di Mie Ayam Sinar Utama SPBU Sudirman, Minggu (24/07/2022).

Motor satu ini memiliki fitur yang cocok untuk aktivitas anak muda. Adanya Communication Control Unit (CCU) sepeda motor dapat terkoneksi dengan smartphone. Untuk anak muda yang memiliki banyak kegiatan, bisa dengan mudah mengetahui kondisi motor seperti oli dan aki, riwayat konsumsi BBM dan bahkan lokasi parkir terakhir saat terkoneksi.

Dilengkapi juga dengan electric power socket. Untuk generasi Z yang sering beraktivitas menggunakan handphone pastinya akan terbantu dengan fitur ini. Mengisi daya smartphone bisa dengan mudah dilakukan saat berkendara. Tidak ada lagi terhambatnya aktivitas karena smartphone yang kehabisan daya.

Riski, mahasiswa Potensi Utama Medan dan peserta acara Ngobrol Bareng Aerox ini mengatakan, Yamaha All New Aerox 155 Connected merupakan motor idamannya. “Aku suka karena desainnya sporty, jadi berasa lebih ganteng kalau pakai Aerox. Fitur-fiturnya juga canggih dan lengkap. Meskipun Aerox ini motor matic, tapi tenaganya sudah seperti motor sport. Motor paling ganteng tapi juga fungsional,” katanya.

Salah satu kelebihan dari motor All New Aerox 155 Connected terletak di segi mesin, mesin yang dimiliki motor ini sangat ganas. Mesin 155cc generasi baru yang dilengkapi dengan “Variable Valve Actuation” (VVA) membuat performa tarikan mesin lebih bertenaga.

Hal senada juga dikemukakan Ranji. Menurutnya, banyak teman-temannya pengguna Aerox yang sangat memperhatikan lifestyle, baik dari segi outfit ketika riding maupun tampilan motor yang dibuat lebih unik dan berkarakter.

“Tanpa disadiri hal seperti ini membuat Aerox cukup populer di tengah anak muda, buktinya selama beberapa tahun terkahir anggota komunitas AOC terus bertambah jumlahnya dan sebagian besar mereka aktif mengikuti kegiatan yang diadakan komunitas,” terang Ranji.

Terkait dengan fitur, Ranji juga menilai bahwa All New Aerox 155 Connected ABS sudah memiliki perangkat fitur lengkap yang mendukung kegiatan berkendara. Setidaknya ada tiga fitur favorit pada skutik ini yang benar-benar sangat diandalkan olehnya selama melakukan touring ke luar kota, yaitu fitur konektivitas Y-Connect, sistem pengereman ABS serta Electric Power Socket.

Lalu fitur rem ABS ini juga sangat membantu ketika touring dengan kondisi cuaca mendung selalu turun kabut dan membuat jalan menjadi basah. “Dengan ABS bisa menjaga ban tidak terkunci sehingga saat mengerem di permukaan licin traksi ban terjaga. Lalu terakhir adalah Electric Power Socket yang terpakai banget selama perjalanan untuk charging smartphone. Soalnya saya sepanjang jalan buka maps terus untuk pantau macet dan cari jalan pintas,” jelas Ranji.

Tidak hanya itu, urusan dapur pacu All New Aerox 155 Connected ABS juga turut mendapat apresiasi dari Ranji. Pasalnya, mesin Blue Core 155cc yang dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) terbukti handal menaklukan jalanan menanjak hingga pegunungan yang curam dan berkelok-kelok. “Performa mesin All New Aerox 155 Connected ABS sudah gak perlu diragukan lagi. Motor itu selalu nanjak terus dan bahkan untuk nyalip-nyalip juga enak,” ujarnya.

Karsendra Varna menambahkan, alasan dipilihkan Mie Ayam Sinar Utama SPBU Sudirman sebagai tempat acara Ngobrol Bareng Aerox, karena tempat tersebut mewakili karakter anak muda. Mie Ayam Sinar Utama mengusung konsep Internasional dengan target kaum milenial.
Lokasi yang terdiri dari dua lantai, yang menyediakan area rooftop outdoor dan menghadap langsung ke air mancur sehingga menambah kesan mewah setiap pengunjung. (dek)

‘Demam’ Fashion Week di Medan, Gubsu, Jalan Dipakai Melenggak-lenggok, Orang Tidak Bisa Lewat

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahyamadi angkat bicara terkait kegiatan masyarakat yang 'demam' fashion week di Kota Medan. Beberapa hari ini, terlihat kegiatan fashion week di persimpangan Jalan Kesawan/Jalan Balai Kota. 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahyamadi angkat bicara terkait kegiatan masyarakat yang ‘demam’ fashion week di Kota Medan. Beberapa hari ini, terlihat kegiatan fashion week di persimpangan Jalan Kesawan/Jalan Balai Kota.

Gubernur Edy mengungkapkan akan mendukung kegiatan fashion week tersebut, bila menjadi kegiatan positif. Namun, sebaliknya akan menolak jika sudah mengarah kegiatan negatif dan mengganggu ketertiban lalulintas bagi pengendara bermotor.

“Selama itu positif, Saya akan mengizinkan. Kalau selama itu, negatif,  Pasti saya larang, itu pada umumnya posisi saya,” ucap Gubernur Edy saat ditanya Sumut Pos terkait ‘demam’ fashion week di Medan, Senin (25/7) sore.

Disinggung apakah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mau memfasilitasi kegiatan Fashion Week tersebut. Gubernur Edy mengatakan tidak meski pihaknya memfasilitasi kegiatan ini. Karena, masih banyak pihak diluar pemerintah yang mampu memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Jangan provinsi yang menciptakan (memfasilitasi), badan-badan sosial, yang (bisa) melakukan hal itu,” sebut mantan Pangkostrad itu.

Gubernur Edy mencontohkan seperti kegiatan Car Free Day dilakukan setiap hari Minggu. Hal ini, sebagai kegiatan masyarakat yang positif untuk berolahraga. Sehingga pemerintah memberikan fasilitas secara baik dengan fungsinya.

“Kegiatan itu, seperti hari Minggu jalan atau Car Free Day. Dilihat bagus lanjut, bagusnya kayak apa?, kita demokrasi. Disitu ada fashion, apa fashion ini kehabisan tempat. Kalau itu tujuannya fashion,” kata Gubernur Edy.

Mantan Ketua Umum PSSI itu, menyarankan masyarakat yang melakukan kegiatan Fashion Week harus sesuai dengan tempat dan melihat fungsi dari fasilitas umum.

“Fashion itu, melenggak-lenggok gitu. Apakah ini, di jalan cocok?. Kalau cocok, dan manfaatnya tidak membuang sampah, oh boleh-boleh saja,” tutur mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.

Gubernur Edy dengan tegas kepada masyarakat menggelar Fashion Week, khususnya di Kota Medan, jangan sampai jalan yang berfungsi untuk perlintasan kenderaan bermotor terganggu dengan kegiatan tersebut.

“Tapi, saat mau lewat, tapi saya tidak bisa lewat. Karena kalian fashion, sudah diluar fungsi, jalan kok dipakai untuk melenggak-lenggok, jadi orang tidak bisa lewat. Nanti kita kordinasikan dengan baik,” tandas Gubernur Edy.(Gus/Tri)

Bobby Nasution: Medan Siap Jadi Daerah Pencanangan Penerapan Sistem SI ASN  & Simpegnas Dukung SPBE

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kehadiran Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SI ASN) yang telah terintegrasi dengan  Sistem Informasi Kepegawaian Nasional (Simpegnas) oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) disambut baik Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Apalagi, sistem aplikasi tersebut menjadi langkah dalam  penataan data dan sistem informasi kepegawaian untuk mewujudkan satu data ASN sesuai yang diamanatkan melalui Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Memang one system one data (satu sistem satu data) ini harus kita perkuat,” kata Bobby Nasution saat menerima kunjungan Kepala Kantor Regional VI BKN Medan Janry Haposan Simanungkalit di Balai Kota Medan, Senin (25/7/2022).

Selain bersilaturahmi sebagai pejabat baru, kedatangan Janry juga untuk menyampaikan bahwa Kota Medan dipilih menjadi daerah pencanangan penerapan sistem SI ASN dan Simpegnas dalam rangka mendukung SPBE. Direncanakan, pencanangan akan dilakukan langsung Kepala BKN RI pada 28 Juli 2022 mendatang.

Terkait itu,  Bobby Nasution mengaku Kota Medan siap menjadi daerah pencanangan. Namun, di samping itu, suami Ketua TP PKK Kota Medan Ny Kahiyang Ayu itu pun meminta agar program yang dicanangkan tidak sekadar seremonial semata. Tapi, sambungnya, BKN juga harus terus melakukan pendampingan dan penguatan agar program tersebut berjalan lancar.

“Kalau Medan berhasil, artinya BKN pun akan dapat nilai yang baik juga. Jadi, kami minta ini bukan hanya seremonial saja. Kita ingin seluruh data ASN Pemko Medan benar-benar terdata dan terpadu. Saya bahkan pernah meminta BKD mensinkronkan data dengan Disukcapil. Jadi, misalnya ada pensiunan kita bisa langsung terbitkan KTP terbarunya karena bagi para pensiunan untuk membayar pajak mendapat potongan. Jadi kalau bisa jangan saat membayar pajak, pekerjaan yang tertera masih ASN sementara sudah pensiun,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Regional VI BKN Janry Haposan Simanungkalit mengungkapkan bahwa SI ASN dan Simpegnas bertujuan untuk penataan sistem informasi ASN. Sebab, terang Janry, pengelolaan data kepegawaian di masing-masing instansi baik pusat dan daerah akan mencakup data perencanaan pegawai, pengadaan pegawai, pengembangan pegawai dan data kenaikan pangkat/pensiun.

Lalu, mutasi, status dan kedudukan, pemberhentian pegawai sampai dengan peremajaan data pegawai akan terhubung langsung dengan database nasional yang dikelola BKN melalui SIASN. (rel)

Intani Sumut Dukung PTPN II Lakukan Pembersihan Lahan Buluh Cina dari Penggarap

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Lahan PTPN II seluas 382 Ha di Kebun Buluh Cina, telah lama dikuasai penggarap selama lebih 20 tahun. Lahan itu ditanami dengan berbagai macam tanaman dan beberapa rumah penggarap yang berdekatan dengan rumah perkebunan.

Insan Tani dan Nelayan (Intani) Sumut melihat, kondisi ini akibat sebuah proses pembiaran oleh pihak-pihak yang berwenang, sehingga membuat para penggarap tidak mau pergi dari lahan Hak Guna Usaha PTPN II. “Intani Sumut mendukung PTPN II untuk segera melakukan okupasi lahan sebagai penyelamatan aset negara sehingga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan Negara dengan bekerja sama dengan Kepolisian, unsur pemerintah lainnya, sehingga para oknum mafia tanah yang mengambil keuntungan dari aset tersebut bisa diproses hukum,“ ujar Ir Yan Susendi, Wakil Ketua Intani Sumut kepada wartawan, kemarin.

Akibat penggarapan yang dilakukan, potensi lahan tidak menjadi optimal karena hanya memberikan keuntungan pribadi pada penggarap tanpa memberikan keuntungan pada Negara. Perlu ketegasan dari pihak PTPN II sehingga lahan kebun Buluh Cina bisa segera dioptimalkan dan mengamankan lahan-lahan lain yang masih dikuasai oleh penggarap,” tegas Yan Susendi yang aktif di pertanian hortikultura ini. (rel/adz)

Bersama Hendrik Sitompul, Yan Harahap Tinjau Realisasi Program Komisi VII di Dapil Sumut I

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Partai Demokrat, Yan Harahap mengunjungi Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I meliputi Medan, Deliserdang, Sergai, dan Tebing Tinggi. Kepala Staf Tenaga Ahli Fraksi Partai Demokrat ini turun bersama Anggota DPR RI Drs Hendrik H Sitompul MM untuk melihat program Komisi VII DPR RI terimplementasi dengan baik.

“Saya turun ke dapil Sumut I untuk melihat secara langsung program dari Komisi VII yang telah direalisasikan oleh Pak Hendrik,” ujar Yan Harahap menjawab wartawan, Senin (25/7/2022).

Program komisi VII, lanjut Yan Harahap, diantaranya meliputi pengadaan listrik bagi yang kurang mampu, program BRIN, UMKM, nelayan, bantuan untuk rumah ibadah serta program yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi daerah. “Saya sekaligus mau melihat situasi di masyarakat, perkembangan pasca menerima bantuan dari program komisi 7 ini, juga mendengarkan aspirasi masyarakat di Dapil Sumut I ini,” tambahnya.

Evaluasi dari program itu, lanjut Yan Harahap, sangat diperlukan. Mengingat program komisi 7 DPR RI terus berkelanjutan. “Kunjungan inj juga untuk membuktikan apakah masyarakat sudah benar-benar merasakan dampaknya. Jika belum tentu kita dapat mengevaluasinya,” tegas Yan.

Politikus Partai Demokrat ini mengatakan, pasca masa pandemi virus corona berakhir, masyarakat tentu merindukan kembali situasi normal, baik sosial maupun secara ekonomi. “Di sinilah peran para Politisi khususnya Anggota DPR RI, untuk membangkitkan ekonomi masyarakat melalui program yang ada, misalnya lewat Kunker, Kunjungan Spesifik dan Kundapil,” pungkas Yan Harahap. (adz)

PT Propernas Nusa Dua Teken Kerja Sama dengan Bank Sumut Syariah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna memenuhi pencapaian target penjualan di tahun 2022, PT Propernas Nusa Dua kembali menjalin kerjasama dengan perbankan untuk pembiayaan kredit perumahan rakyat fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) dengan Bank Sumut Syariah di Gedung Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan, Jumat (22/7/2022).

Direktur PT Propernas Nusa Dua Rizqi Aswaransyah Pratama sangat mengapresiasi proses kerjasama ini yang sangat cepat. “Saya ucapkan terima kasih atas proses kerjasama ini, sehingga memudahkan konsumen kami dalam melakukan proses memiliki rumah di Kota Mandiri Bekala ini,“ kata Rizqi.

Penandatangan ini memang prosesnya sangat cepat. Diawali dengan kunjungan Julian Helmi Lubis selaku pimpinan Unit Usaha Syariah Bank Sumut beserta tim pada 21 Juli 2022. Mereka langsung menyiapkan segala kebutuhan untuk proses kerjasama yang harus ditandatangani dalam waktu 24 jam.

“Bank Sumut Syariah merupakan salah satu perbankan yang terlibat dalam menyalurkan KPR FLPP yang merupakan program dukungan likuiditas pembiayaan perumahan untuk masyarakat erpenghasilan rendah (MBR) dari pemerintah yang dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” jelasnya.

Acara ini disaksikan Parlindungan Siallagan dan Daniel Tarigan dari PT Propernas Nusa Dua serta Pimpin Unit Usaha Syariah Julian Helmi Lubis, Pimpinan Bank Sumut KC Syariah Ringroad Irfan Sanusi Tarigan, Pimpinan Bank Sumut KCP Syariah Multatuli Sofian Hadi, Pimpinan Bidang Pembiayaan Ainal Fachri Harahap, Pimpinan KC Kampung Lalang Desi Trisnawati, Bisnis Manager Kampung Lalang Arif Fadillah, Pimpinan Produk KPR Donny Umbara

Diketahui, saat ini PT Propernas Nusa Dua yang merupakan sinergi usaha antara Perum Perumnas dan PTPN II tengah membangun Kota Mandiri Bekala di Jalan Meranti 1, Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, telah sold out untuk Cluster Cammelia yang pertama dan saat ini masih melakukan pemilihan unit untuk rumah type RS 40/96 dan RST 36/84 pada Cluster Elais.

Lokasi ini sangat strategis karena bebas banjir serta dekat dengan Kampus USU, lokasi Wisata dan Pasar Induk, tentu akan memudahkan bagi konsumen dalam melakukan aktifitas sehari-hari serta berlibur di akhir pekan karena hunian strategis dan terintegrasi di Medan Bagian Selatan. (adz)

Oknum Polisi Kasus Narkoba Dituntut 8 Tahun, Divonis 12 Bulan

Lobi depan Kantor PN Binjai.Tedi Akbari/Sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS. CO – Oknum polisi kasus narkoba berinisial SH warga Binjai Barat divonis 1 tahun kurungan penjara oleh Ketua Majelis Hakim, Ledis Meriana Bakara pada pertengahan Juni 2022 lalu. Putusan Ledis yang kini sudah dipromosikan sebagai Ketua Pengadilan Negeri Stabat ini jauh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Meirita Pakpahan yang menuntut 8 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan penjara.

Dalam tuntutan JPU, oknum polisi yang berdinas di Polres Langkat ini dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan diri untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar agar menyerahkan narkotika golongan I sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan pertama primair pasal 114 ayat 1 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Namun, majelis hakim menepis tuntutan jaksa.

Majelis berpandangan barang bukti berupa 4 paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 2,86 gram dan berat bersih 1,73 gram ini bukan milik SH. Melainkan milik RM yang ditangkap bersama dengan oknum polisi tersebut.

Karenanya, ketetapan majelis hakim dalam amar putusannya menetapkan sabu dan barang bukti lainnya berupa 8 plastik klip kosong, 1 skop sabu, 1 timba dan uang tunai senilai Rp90 ribu diserahkan kepada JPU untuk dijadikan barang bukti dalam perkara RM. “SH dengan RM ini beda berkas,” kata Humas PN Binjai, Wira Indra Bangsa, Senin (25/7).

Dia menjelaskan, saksi-saksi dalam persidangan tidak ada memberatkan terdakwa SH. Artinya, barang bukti tersebut tidak ada menyebutkan milik SH.

“Hanya RM yang bilang narkotika jenis sabu ini milik oknum polisi tersebut. Bagaimana mau dibuktikan barang bukti itu milik SH, sementara saat penangkapan, sabu tersebut dipegang oleh RM,” bebernya.

Dalam tuntutan JPU, hal yang memberatkan terdakwa adalah seorang penegak hukum. Sementara, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Binjai, Fatah Chotib menyatakan, pihaknya banding atas putusan yang dijatuhkan majelis hakim. “Sikap kami banding karena dari pasal dan hukuman berbeda jauh,” tukasnya.

Diketahui, RM dan SH diamankan Satresnarkoba Polres Binjai di Jalan Kuini, Lingkungan V, Kelurahan Limau Sundai, Binjai Barat, pertengahan Februari 2022. Penangkapan yang dilakukan polisi diketahui oleh SH yang ketepatan tengah di kediaman RM.

Dalam proses penangkapannya, polisi yang menyamar sebagai pembeli sabu memanggil nama RM untuk melakukan transaksi. Saat panggil nama RM, SH mendengar suara yang memanggil adalah anggota polisi.

Singkat cerita, SH berupaya kabur saat polisi mengamankan RM. Sayang, langkah SH berakhir kandas dan kini keduanya sudah meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai. (Ted/Tri)