Home Blog Page 2564

Fraksi Demokrat Ajak Semua Elemen Dukung Edy Rahmayadi Bangun Jalan di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terobosan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dalam menghadirkan program pembangunan infrastruktur dasar, dalam hal ini jalan raya provinsi se-Sumut, merupakan program yang mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat Sumut. Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut, Tangkas Manimpan kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Menurut Tangkas, program pembangunan infrastruktur tahun jamak (multiyears), yang dananya bersumber dari APBD merupakan salah satu terobosan yang baik untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Sumut. Dengan adanya penganggaran ini, semakin terukur target pencapaian pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Sumut.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi D dari Fraksi Partai Demokrat, Santoso menambahkan, dari beberapa pengamatan dan tinjauan Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut saat kunjungan kerja ke daerah pemilihan masing-masing langsung melihat kondisi jalan provinsi masih banyak dalam keadaan memprihatinkan, sehingga sangat perlu adanya perbaikan sesegera mungkin.

“Fraksi Partai Demokrat sangat mendukung terobosan pembangunan infrastruktur jalan yang akan dilaksanakan oleh Pemprovsu di bawah kepemimpinan Gubsu Edy Rahmayadi, dan Fraksi Partai Demokrat juga mengimbau kepada semua elemen untuk mendukung program ini, karena program Gubsu ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi seluruh masyarakat Sumut. Tapi di samping itu kami juga akan melakukan fungsi tugas pengawasan terhadap pelaksanaan program yang sangat baik ini,” tambahnya.

Santoso yang juga anggota DPRD Sumut dari Dapil 5 ini mengecam narasi pernyataan terbuka yang disampaikan seorang politisi yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun memeriksa Fraksi-fraksi DPRD Sumut. Hal ini dikhawatirkan akan membuat instabilitas DPRD Sumut dengan Pemprovsu di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah yang terbangun selama ini.

Santoso juga mengungkapkan, terobosan program infrastruktur jalan provinsi di Sumut pada 2022 hingga 2023 ini adalah program yang baik dari Edy-Ijeck, jika ada politisi yang mengkhwatirkan pelaksanaannya, maka sama saja beliau sedang mengkhawatirkan kepemimpinan ketua partainya. (adz)

Hyundai Rilis Tampilan Visual Stargazer, Didesain Khusus untuk Indonesia

VISUAL: Tampilan visual Stargazer hadir dengan desain karakteristik yang dinasmis.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) merilis tampilan visual Hyundai Stargazer, sebagai produk Multi Purpose Vehicle (MPV) yang dirancang khusus untuk Indonesia. Tampilan eksterior dari mobil tersebut menghadirkan desain dengan karakteristik yang dinamis, ekspresif, dan futuristis.

Hyundai Stargazer dirancang untuk hadir sebagai kendaraan dengan tampilan menarik sekaligus menjadi solusi atas kondisi jalanan di Indonesia. Konsep tipologi Sleek One Box dengan desain one curve yang menciptakan profil aerodinamis memberikan kesan interior yang lapang. Konsep tersebut semakin menegaskan Hyundai Stargazer sebagai MPV inovatif yang tangguh dan sesuai untuk segala iklim. Bagian paling ikonik yang terlihat adalah Horizontal DRL dan Distinctive H Rear Lamp yang melengkapi tampilan depan dan belakang kendaraan.

President Director PT Hyundai Motors Indonesia, Woojune Cha mengatakan, sebagai bagian dari komitmen Hyundai menjadi game-changer di Indonesia, pihaknya terus berupaya untuk memberikan produk sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Hyundai Stargazer didesain khusus sebagai tolok ukur baru di kelasnya, dan menjadi produk yang ikonik khas Hyundai, yang inovatif serta futuristik. Sebagai brand yang berfokus kepada pelanggan, kami senang produk ini dapat dibangun berdasarkan masukan pelanggan dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang aktif dan dinamis. Kami berharap Hyundai Stargazer akan mendapatkan respons yang sangat positif di Indonesia,” ungkap Woojune Cha.

Horizontal DRL pada Hyundai Stargazer, membuat tampilan depan semakin memikat. Mengingat Indonesia sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa, Hyundai mengaplikasikan bahasa desain tersebut, lewat Lampu Horizontal DRL ini.

Pada bagian belakang, MPV ini juga dihias oleh Distinctive H Rear Lamp yang menekankan, Stargazer merupakan produk dari Hyundai, meski tampak dari kejauhan. Selain itu, lampu H yang simetris melambangkan keseimbangan, kesatuan, dan keharmonisan yang menghubungkan Indonesia dari bagian Timur hingga ke Barat. Desain tersebut menunjukan inovasi Hyundai dalam menggabungkan teknologi dan nilai-nilai emosional. (rel/saz)

Menko Airlangga Ungkapkan Beragam Skenario Presidensi G20 Indonesia Mendukung Pemulihan Ekonomi Global

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia mendukung percepatan pemulihan ekonomi global dengan mengedepankan isu tersebut sebagai prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia. Berbagai Kementerian/Lembaga dari pusat dan daerah termasuk juga dari pihak swasta terlibat dalam penyelenggaraan berbagai pertemuan Working Groups dan Engagement Groups G20 yang telah berlangsung sejak awal tahun 2022 ini.

Presidensi G20 Indonesia sendiri fokus pada tiga prioritas utama yakni menata kembali arsitektur kesehatan dunia yang lebih inklusif dengan menjamin ketersediaan vaksin yang lebih merata dan sistem kesehatan yang tangguh dan inklusif. Kemudian mendorong transformasi ekonomi berbasis digital untuk mendorong UMKM, dan menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Prioritas selanjutnya yakni mempercepat transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Transisi energi bukan hanya harus adil antara kepentingan negara berkembang dan negara maju, tetapi juga harus terjangkau, baik dari sisi teknologi maupun pembiayaannya.

“Ketiga topik utama tersebut akan menjadi panduan bagi para Pemimpin Negara G20 untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang pro rakyat, konkret, dan dapat diimplementasikan. Di samping itu, Presiden RI Joko Widodo sudah menyampaikan arahan agar Presidensi G20 menghasilkan proyek dan kerja sama ekonomi yang implementatif sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi global,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Live Special TV One yang mengambil tema G20, di Jakarta, Senin (27/06).

Mengenai persoalan transisi energi, Menko Airlangga mengatakan bahwa Presidensi G20 Indonesia salah satunya digunakan untuk mengenalkan skenario Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission di tahun 2060. Negara anggota G20 juga harus berfokus pada sumber pendanaan untuk investasi pada transisi energi ke energi terbarukan.

“Ada semacam model yang sedang dibahas dengan ADB dan lembaga keuangan lain yakni model yang akan optimal secara ekonomi untuk mempercepat transisi, terutama energi yang berbasis fosil, khususnya PLTU,” tutur Menko Airlangga.

Dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis energi akibat perang antara Rusia dan Ukraina, setiap negara termasuk di Eropa mengutamakan energy security, karena mereka akan mengalami musim dingin sehingga membutuhkan diversifikasi suplai energi dari Rusia, misalnya dalam bentuk LNG dan batu bara.

“Dalam jangka menengah, energi terbarukan tetap penting. Indonesia tetap mendorongnya dengan berbagai kegiatan. Pemerintah juga akan memberikan insentif seperti insentif fiskal, sehingga proses transisi menuju energi terbarukan akan tercapai dalam waktu tak terlalu lama,” ucap Menko Airlangga.

Di sisi lain, dengan situasi seperti saat ini, dunia membutuhkan sumber pertumbuhan baru, dan salah satu yang paling memungkinkan adalah melalui digitalisasi yang akan makin pesat pasca pandemi Covid-19 ini. Wilayah ASEAN memiliki potensi digitalisasi yang besar dan akan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tingkat regional.

Indonesia sendiri mempunyai program inklusi keuangan yang antara lain mencakup digital financing melalui beragam produk fintech, serta program peningkatan skill masyarakat dengan pelatihan online melalui Kartu Prakerja, yang diharapkan bisa direplikasi oleh negara-negara lainnya di masa depan.

Menko Airlangga juga mengatakan hal yang bisa dicontoh negara lain dari Indonesia yakni reformasi struktural dalam peraturan perundang-undangan. Pemerintah bersama DPR telah meluncurkan UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2020, sehingga kebijakan dan langkah-langkah yang bersifat luar biasa di bidang keuangan negara bisa dilakukan dengan cepat.

Kemudian, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Menurut World Bank, UU Cipta Kerja merupakan upaya reformasi besar yang menjadikan Indonesia lebih kompetitif, serta dapat meningkatkan kualitas SDM, melanjutkan akselerasi pembangunan infrastruktur fisik dan digital, juga pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF).

Selanjutnya, UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang di dalamnya juga mengandung unsur green economy, antara lain tentang pajak karbon yang akan diterapkan pada pertengahan tahun ini. “Jadi Indonesia punya resiliensi lebih dan fleksibilitas untuk merespon risiko ketidakpastian yang muncul di pasar global,” ucap Menko Airlangga.

Sebagai Presidensi G20 tahun 2022 ini, Indonesia tentunya berusaha menyeimbangkan beragam kepentingan dari seluruh anggota G20, baik negara maju maupun negara berkembang. Hal tersebut berlaku dalam pembahasan banyak agenda Sherpa maupun Finance Track, termasuk isu kesehatan, energi, lingkungan, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Indonesia juga harus mengedepankan representasi yang setara. Hal ini dilakukan dengan mengundang perwakilan negara berkembang dan negara-negara yang terdampak dari isu global, misalnya negara di kawasan Pasifik sebagai yang paling merasakan dampak dari kenaikan tinggi air laut. Komunikasi rutin yang baik juga sudah dibangun dengan semua Sherpa di G20. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan global terhadap kepemimpinan Indonesia dalam G20. (rep/fsr/adv/*)

Resmikan Program SADARI EMAS, Pegadaian Kolaborasi dengan Bumdes

RESMI: Direktur Bumdes Bersama Teman Sejati Kecamatan Teluk Mengkudu Hariono, Camat Teluk Mengkudu Dra Sri Wahyuni dan para  pejabat PT Pegadaian Kanwil I Medan saat peresmian SADARI Emas.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – PT Pegadaian Kantor Wilayah 1 Medan berkolaborasi dengan Bumdes Teman Sejati Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdangbedagai meresmikan program SADARI Emas, Senin (27/6).

SADARI Emas, singkatan dari Desa Sadar Investasi Emas merupakan sebuah program yang dicanangkan PT Pegadaian untuk masyarakat desa yang sadar berinvestasi emas.

Pimpinan PT Pegadaian Kanwil I Medan, Arief Rinardi Sunardi mengatakan, kolaborasi PT Pegadaian dengan Bumdes baru pertama kali dilakukan di wilayah Sumatera Utara (Sumut) – Aceh. “Sinergi bersama Pemkab Sergai juga perdana dilakukan Pegadaian. Kerjasama seperti ini tidak hanya sampai sini saja, melainkan di program-program lainnya,” sebut Arief Sunardi.

Bicara soal investasi, Arief merincikan, saat ini banyak pilihannya.

“Pilihan Investasi bisa saja tanah, saham, properti. Namun, ada investasi yang paling dan aman, yakni emas. Investasi emas bisa dilakukan di Pegadaian, baik dalam bentuk cicilan maupun tabungan mulai dari 10 ribu rupiah,” ucap Arief.

Pilihan berinvestasi emas di Pegadaian banyak manfaatnya. “Emas bisa ditukarkan menjadi kebutuhan dana tunai jika dalam keadaan mendesak dengan menggadaikannya di Pegadaian,” beber Arief.

Pada kesempatan ini ada 2 jenis investasi emas yang ditawarkan oleh Pegadaian kepada Bumdes Teman Sejati dan masyarakat yaitu Kepemilikan emas batangan bersertifikat (individu, kelompok/arisan) mulai dari 1 gr; Kedua, Tabungan Emas Pegadaian, dimana masyakat dapat menabung emas mulai dari 0,01 gr atau Rp10.000 per transaksi.

Saat ini, sudah ada 2 kelompok masyarakat Bumdes Teman Sejati yang berinvestasi Produk Arisan Emas Batangan di Pegadaian. Hal tersebut dipelopori Kantor Pegadaian Area Medan 2 dimana pada kesempatan yang baik ini akan memfasilitasi 500 orang anggota Bumdes .

Selain berinvestasi emas masyarakat juga dapat menggunakan ragam produk Pegadaian sesuai keperluan  seperti Gadai Emas/ Perhiasan, Pembiayaan mikro (BPKB), Kepemilikan  Kendaraan Bermotor (AMANAH), Pembiayaan Porsi Haji, Pembayaran Angsuran Kredit melalui Agen Pegadaian di Kantor Bumdes Teman Sejati.

Bupati Sergai, Darma Wijaya mengaku, belum sepenuhnya mengenal produk bisnis PT Pegadaian. Namun, dia familiar mengenal tagline PT Pegadaian, ‘Mengatasi Masalah Tanpa Masalah’.

“Saya berharap PT Pegadaian sebagai perusahaan BUMN milik pemerintah terus melakukan sosialisasi dan literasi ke masyarakat Sergai. Program seperti SADARI Emas perlu diperluas lagi di seluruh kecamatan Sergai,” jelas nya.

Direktur Bumdes Bersama Teman Sejati Kecamatan Teluk Mengkudu, Hariono menyebutkan, Bumdes Bersama Teman Sejati didirikan sejak tahun 2018. (rel/ram)

Optimalkan PAD Medan dan Cegah Parkir Liar, ETLE Statis dan Mobile Segera Diterapkan

Wawancara: Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol I Made Agus Prasatya bersama Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Indra Darmawan Iriyanto saat diwawancarai wartawan, Kantor Ditlantas Polda Sumut, Jalan Putri Hijau Medan, Senin (27/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hal ini bertujuan agar tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan kesadaran tertib berlalu lintas semakin tinggi. Selain itu juga untuk menertibkan parkir liar.

“Kita siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Medan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penegakan hukum di bidang lalu lintas,” ujar Indra kepada sejumlah wartawan di Kantor Ditlantas Polda Sumut, Jalan Putri Hijau Medan, Senin (27/6).

Pihaknya mengapresiasi inisiasi Wali Kota Medan Bobby Nasution yang siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan Ditlantas Polda Sumut untuk mengoptimalkan potensi penerimaan PAD dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dalam hal ini, tahap awal partisipasi yang diberikan Wali Kota Medan Bobby Nasution adalah membantu 10 kamera ETLE untuk dioperasikan di titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas dan rawan kejahatan. “Selain itu, sistem ETLE ini juga akan digunakan dan dimanfaatkan untuk menertibkan parkir liar dengan mengolaborasi dan memadukan ETLE e-Parking,” ungkapnya.

Menurut Indra, ide Wali Kota Medan ini perlu didukung penuh karena penertiban parkir liar akan berdampak positif terhadap peningkatan PAD dan terjaganya keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran berlalu lintas atau Kamseltibcarlantas.

Dijelaskannya, bahwa dampak parkir liar yang dilakukan di badan jalan akan menimbulkan terjadinya penyempitan ruang jalan lalu lintas, berdampak pada pengurangan kecepatan laju kendaraan dan mengakibatkan kemacetan, sehingga akan merugikan banyak pengguna jalan. “Selain itu, parkir liar atau parkir sembarangan akan berakibat membahayakan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan,” tegasnya.

Sedangkan dampak positif penertiban, lanjutnya, penertiban parkir liar ini akan meningkatkan PAD. Ini salah satu unsur penting di mana PAD merupakan salah satu bukti komitmen Pemerintah untuk menjalankan sistem ekonomi Pemerintahan secara terdesentralisasi. Apalagi saat ini, PAD di berbagai wilayah di Indonesia menurun akibat pandemi Covid-19.

“Untuk itu, salah satu upaya yang dapat ditempuh Pemda untuk meningkatkan PAD, sepenuhnya tergantung sejauh mana kreatifitas daerah memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya. “Kami siap membantu berkolaborasi dengan sistem ETLE,” ucapnya.

Dia memaparkan, untuk menunjang diterapkannya ETLE Mobile di Medan maka telah dilakukan pelatihan bagi personel Ditlantas Polda Sumut. Pelatihan yang diprakarsai tim Subdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri ini diperlukan, agar anggota Lantas memahami dasar hukum penindakan pelanggaran lalu lintas dengan menggunakan ETLE Mobile, serta memahami tata cara penggunaan ETLE Mobile dengan menggunakan Handphone (Hp).

“Dengan beroperasinya ETLE Mobile ini, Ditlantas Polda Sumut siap melaksanakan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, khususnya di wilayah operasional Kota Medan, guna mendukung secara khusus kegiatan e-Parking dan ketertiban Jota Medan pada umumnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol I Made Agus Prasatya berharap, dengan penerapan ETLE, baik statis, portabel maupun ETLE Mobile, jajaran Ditlantas Polda di seluruh Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Pemda, khususnya dalam hal pengadaan peralatan yang dibutuhkan. “Ini penting mengingat dengan adanya ETLE, Pemda juga akan mendapatkan dampak positif, berupa pengoptimalan potensi penerimaan daerah dari pajak kendaraan bermotor,” kata Agus. (dwi/ila)

Unjukrasa di Gedung DPRD Medan, Minta Kadisdik Keluarkan SK Guru Honor

DEMO: Puluhan guru honorer di Kota Medan yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) berunjukrasa di depan kantor DPRD Medan, Senin (27/6) pagi.markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan guru honorer di Kota Medan yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) menggelar unjukrasa di depan kantor DPRD Medan, Senin (27/6) pagi. Para tenaga pendidik di Kota Medan meminta DPRD Medan agar lebih peduli dalam memperjuangkan nasib para guru honorer yang terancam dipecat akibat masuknya guru-guru honorer yang lulus seleksi PPPK dan dijadwalkan akan mulai bekerja pada tahun ajaran baru 2022/2023.

Dalam orasinya, Ketua FGTT Kota Medan sekaligus koordinator, Rahmah Nasution memohon kepada DPRD Kota Medan untuk merespon dan mengambil sikap terkait adanya kebijakan pihak sekolah atau Dinas Pendidikan yang merugikan tenaga guru hononer yang tidak ikut seleksi PPPK karena tidak ada formasi maupun yang ikut seleksi namun tidak lulus.”Kami berharap ada pertimbangan bagi guru honorer yang telah lama mengabdi di Kota Medan,” ucap Rahmah.

Sejumlah guru honor juga menyampaikan tuntutannya dalam orasinya. Salah satunya, meminta Kadis Pendidikan Kota Medan untuk segera mengeluarkan SK Guru honor. Selain itu, guru honor juga meminta Dinas Pendidikan agar mengawasi setiap Kepala Sekolah supaya tidak semena-mena dalam melakukan pemecatan terhadap guru honor akibat masuknya guru PPPK.

“Kami juga berharap agar Disdik Kota Medan bisa segera melakukan pemetaan kebutuhan guru. Bagi guru yang tidak mendapat dan tidak memenuhi jam mengajar, harusnya dilakukan rotasi per Kecamatan,” ujarnya.

Masih dalam tuntutan para guru, FGTT Kota Medan juga meminta Pemko Medan agar menaikkan dana insentive para guru pada tahun ajaran 2022 dan 2023. Begitu juga soal penambahan formasi guru bahasa Inggris dan guru agama untuk PPPK tahap 3 Tahun 2022 dan PPPK Tahun 2023, FGTT memintanya supaya dapat ditambah.

Seperti diketahui, saat berorasi, DPRD Kota Medan sedang menggelar paripurna. Dalam paripurna itu, turut hadir Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman. Saat itu, para guru honorer meminta Bobby Nasution untuk menemui mereka.

Setelah menunggu hampir tiga jam lamanya, Bobby Nasution pun menemui para guru honorer yang menggelar aksi unjuk rasa. Bukan hanya Bobby Nasution, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman juga turut menemui para guru honor yang mengadakan aksi unjukrasa setelah banyak guru honorer yang dirumahkan.

Dalam pertemuan itu, Bobby Nasution pun berjanji akan memafasilitasi pertemuan para guru honorer dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar. Selain itu, Bobby juga menjanjikan akan mengusahakan membuat SK kepada para guru honorer agar bisa mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Nanti akan saya buat jadwal untuk bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Medan dan akan mengusahakan agar seluruh guru honorer dapat SK PPG itu,” jawabnya.

Atas jawaban itu, FGTT Kota Medan mengaku senang atas jawaban Bobby Nasution dan berharap Bobby Nasution dapat menepati janji-janjinya. “Kami senang karena Wali Kita Medan mau menemui kami, tapi mudah-mudahan pak Bobby bisa tepati ucapannya untuk guru honor ini,” harapnya. (map/ila)

Ihwan Ritonga Terima Keluhan Guru, Guru Juga Butuh Liburan..

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Ihwan Ritonga mengaku prihatin saat menerima keluhan sejumlah tenaga guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang padat jam kerja dan tidak pernah cuti liburan. Ihwan mengatakan kondisi itu dapat terlihat saat ini, yakni disaat musim libur sekolah, para guru tetap harus bekerja.

Untuk itu, Ihwan meminta agar ke depannya keluhan para guru dapat menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan. “Kita minta Disdik Medan dapat mengakomodir keluhan para guru soal minimnya cuti liburan para guru,” ucap Ihwan, Senin (27/6) menyikapi keluhan guru.

Ihwan Ritonga pun mengaku sangat menyayangkan saat liburan semester anak sekolah saat ini, para guru dan kepala sekolah tetap melaksanakan tugasnya dan melakukan presensi seperti biasa. “Seharusnya guru ikut libur agar mereka bisa menghilangkan rasa penatnya di satu semester yang baru saja dilalui,” ujarnya.

Menurut Ihwan, jam kerja para guru ASN mulai Senin hingga Sabtu tentu dinilai sangat padat, apalagi bila dibandingkan dengan ASN lainnya yang bertugas lima hari dalam seminggu, yakni mulai Senin hingga Jumat.

“Tentu liburan untuk guru harus dipertimbangkan, guru juga butuh liburan. Guru harus fresh saat memberikan pelajaran terhadap anak didik,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan itu.

Dijelaskannya, mengingat hari kerja guru sebanyak 6 hari dalam seminggu, maka sangat tepat untuk dilakukan evaluasi terhadap masa libur para guru.

“Masa libur anak sekolah mulai 27 Juni sampai 9 Juli 2022. Harapannya, para guru bisa ikut libur dalam masa itu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ihwan meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan agar dapat melakukan evaluasi dan memperhatikan cuti liburan para guru. “Liburan sangat penting menghilangkan rasa jenuh agar kembali fresh, ini harus jadi pertimbangan,” pungkasnya. (map/ila)

Pemko Medan Diminta: Segera Keluarkan Perwal Perusahaan Daerah

Ratna Sitepu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam memaksimalkan pembenahan pasar-pasar yang ada di Kota Medan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan didorong untuk mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk perusahaan daerah, termasuk PUD Pasar Kota Medan. Hal itu disampaikan tokoh perempuan Kota Medan, Hj. Ratna Sitepu S.H, M.Kn kepada wartawan, Senin (27/6).

Dikatakan mantan Anggota DPRD Kota Medan itu, pada 30 Desember 2020, DPRD Medan telah mengesahkan Perda perusahaan daerah (PD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (PUD). Dengan perubahan ini, maka cakupan 3 perusahaan daerah Kota Medan semakin luas, termasuk PUD Pasar Medan dalam melakukan pengembangan pasar.

“Tapi Perda ini masih terkendala karena belum ada Perwal. Jadi kita harapkan agar ini segera dikeluarkan, sehingga pihak PUD Pasar bisa melakukan kolaborasi dengan para investor,” ucap Ratna.

Istri Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut H. Ilhamsyah itu mengatakan, diterbitkannya Perwal akan memudahkan PUD Pasar Kota Medan dalam membuat pasar yang lebih baik, bersih, dan tertata.”Semangat kolaborasi saat ini sudah terbangun di PUD Pasar, tapi sangat dibutuhkan dukungan juga dari sisi aturan,” ujar Ratna.

Ratna Sitepu menilai, dari sisi kinerja, PUD Pasar Kota Medan dibawah kepemimpinan Dirut Suwarno sudah berjalan dengan baik, karena berbagai persoalan internal sudah dapat diselesaikan.

Tinggal saat ini, PUD Pasar Kota Medan bisa mendapatkan dukungan untuk mengembangkan pasar-pasar yang ada di Kota Medan agar lebih bersih dan nyaman saat dikunjungi. “Jelas, aturan dari Wali Kota Medan ditunggu termasuk teman-teman di legislatif mendorong akan hal ini karena saat ini banyak Perda, tapi belum bisa berjalan karena belum ada Perwal,” pungkasnya. (map/ila)

Paripurna LPj APBD Kota Medan, Fraksi PKS Soroti Realisasi Belanja Daerah

PARIPURNA: Paripurna pengesahan dan penyampaian pendapat Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Medan.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Medan menyampaikan sejumlah catatan dalam Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun 2021, di antaranya memberikan catatan terkait rendahnya realisasi belanja daerah di 2021. Namun begitu, Fraksi PKS juga membahas terkait keberhasilan Pemko Medan dalam merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Catatan ini disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan dalam rapat Paripurna dengan agenda pengesahan dan penyampaian pendapat Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Medan tentang Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBDKota Medan Tahun Anggaran 2021, di gedung DPRD Medan, Senin (27/6).

“Setelah Fraksi PKS melakukan pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2021 dan berdasarkan rekomendasi Badan Anggaran DPRD Kota Medan serta dokumen laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas laporan keuangan tahun anggaran 2021 Fraksi PKS menyampaikan sejumlah catatan, diantaranya terkait realisasi pendapatan, lemahnya realisasi belanja daerah dan rendahnya realisasi anggaran kelurahan,” ucap Syaiful.

Namun begitu, kata Syaiful, Realisasi Pendapatan Kota Medan pada tahun 2021 sebesar Rp5,023 Triliun atau sebesar 96,43 persen patut untuk diapresiasi. “Fraksi PKS berharap Pemerintah Kota Medan bisa terus meningkatkan Pendapatan Kota Medan sehingga kegiatan dan program Pemerintahan Kota Medan bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Diterangkannya, Realisasi Belanja Daerah Kota Medan pada tahun 2021 adalah Rp4,499 triliun atau 78,5 persen dari anggaran yang sudah ditetapkan sebesar Rp5,73 triliun.

Oleh karena itu, Fraksi PKS masih melihat tingginya angka SiLPA pada realisasi APBD tahun anggaran 2021 yaitu sebesar Rp1,146 triliun. Pemerintah Kota Medan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah diharapkan lebih baik dan proporsional dalam melakukan perencanaan terhadap seluruh program kegiatan Organisasi Perangkat Daerah Kota Medan dengan mengedepankan program kegiatan yang menjadi skala prioritas.

Fraksi PKS juga menyoroti soal Rendahnya realisasi anggaran dana Kelurahan tahun anggaran 2021 yang berkisar 65 sampai 70 persen atau mengalami SiLPA sekitar Rp190 miliar. Menurut Fraksi PKS ini, hal ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Medan.

Untuk itu, Politisi Muda PKS meminta agar seluruh rekomendasi yang telah disepakati dalam Rapat Badan Anggaran terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan tahun 2021 dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Medan.

“Kemudian beberapa Rekomendasi BPK RI yang harus dilaksanakan Pemerintah Kota Medan yaitu memungut kekurangan pajak daerah, memvalidasi dan memungut potensi pajak reklame, melakukan pengamanan asset dan lain-lain. Maka dengan ini, Fraksi PKS meminta agar Pemerintah Kota Medan melaksanakan seluruh rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas laporan keuangan Tahun Anggaran 2021,” pungkasnya. (map/ila)