Home Blog Page 261

Sentuhan Spiritual Penyuluh Agama KUA Binjai Timur Dampingi Penghuni Panti Jompo Belajar Alquran

PANDU: Seorang Pembimbing Program Penyuluhan Tahsin Alquran, Salim Fakhri, saat membimbing para lansia membaca Alquran di Panti Jompo Kota Binjai, Rabu (1/10). Program ini digagas Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Binjai Timur, sejak 2024.(Istimewa)
PANDU: Seorang Pembimbing Program Penyuluhan Tahsin Alquran, Salim Fakhri, saat membimbing para lansia membaca Alquran di Panti Jompo Kota Binjai, Rabu (1/10). Program ini digagas Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Binjai Timur, sejak 2024.(Istimewa)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Di sebuah ruang sederhana pada Panti Jompo Kota Binjai, suasana pagi itu tidak seperti biasanya. Tak ada suara televisi atau obrolan santai yang ramai. Yang terdengar hanyalah lantunan ayat-ayat suci Alquran, dibaca dengan lirih, namun penuh ketulusan. Suara-suara renta itu, mencoba melafalkan huruf demi huruf dengan tajwid yang benar, meski harus mengulang berkali-kali.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penyuluhan Tahsin Alquran yang digagas Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Binjai Timur, sejak 2024 lalu. Setiap Rabu, penyuluh agama datang membimbing para lansia memperbaiki bacaan Alquran mereka. Di antara mereka, Salim Fakhri menjadi satu sosok yang dengan penuh kesabaran mendampingi para lansia melewati proses pembelajaran yang tidak mudah.

Membimbing lansia bukan tanpa tantangan. Menurut Salim, usia senja membawa keterbatasan tersendiri, baik dari segi pendengaran, penglihatan, maupun daya ingat.

“Kadang mereka lupa huruf yang baru saja diajarkan. Kadang harus diulang sampai lima, enam kali. Tapi justru dari situlah letak keharuannya, mereka tetap semangat, tetap ingin bisa,” ungkap Salim dengan mata berkaca, Rabu (1/10) lalu.

Ada kalanya, rasa frustrasi menyelimuti suasana. Beberapa lansia merasa malu atau takut salah saat membaca di depan teman-temannya. Namun, dengan pendekatan yang ramah dan metode pengajaran yang interaktif, suasana kelas tahsin perlahan menjadi tempat yang nyaman, bahkan menyenangkan.
“Kesulitan mereka adalah ujian kesabaran bagi kami. Tapi senyum bahagia mereka setelah bisa membaca satu ayat dengan benar, itu tidak tergantikan,” jelas Salim.

Di antara para peserta ada sosok Nenek Yolanda (72), yang menjadi inspirasi. Meski tubuhnya renta dan suara mulai melemah, semangatnya membara. Setiap Rabu, sang nenek datang lebih awal, duduk di barisan depan, dan mengikuti arahan penyuluh dengan antusias.

“Walaupun saya sudah tua, saya ingin bacaan Alquran saya lebih baik. Kalau saya menghadap Allah Subhanahu wa Taala nanti, saya ingin membawa bacaan yang indah,” katanya dengan mata berkaca, suaranya bergetar menahan haru.

Kesungguhan Nenek Yolanda memotivasi peserta lainnya. Dia tak segan mengulang-ulang satu ayat yang sama, bahkan meminta bimbingan tambahan usai kelas. Ketika dia akhirnya mampu membaca dengan tajwid yang benar, ruangan kelas tahsin seolah dipenuhi rasa haru dan kebanggaan.

Bagi para penyuluh, program tahsin ini lebih dari sekadar tugas atau kegiatan rutin. Ini adalah misi kemanusiaan dan dakwah.

“Kami tidak hanya mengajarkan huruf dan makhraj, tapi juga menghadirkan ketenangan batin bagi mereka. Banyak yang bilang setelah ikut kelas ini, mereka lebih tenang, lebih damai,” beber seorang penyuluh.

Suasana religius yang tercipta dari kegiatan ini membawa dampak positif. Para lansia terlihat lebih ceria, lebih aktif secara sosial, dan merasa dihargai. Doa bersama yang selalu menutup kegiatan menjadi momen syahdu yang menyatukan hati.

Melihat dampak positif dari kegiatan ini, para penyuluh berharap program tahsin ini dapat diperluas dan didukung lebih banyak pihak.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berlangsung di satu panti jompo, tapi juga di tempat-tempat lain. Mungkin ke depannya bisa melibatkan relawan muda, atau dukungan fasilitas seperti mushaf besar untuk lansia yang sulit melihat,” harap Salim.

Salim juga berharap, ada dukungan dari pemerintah daerah maupun lembaga keagamaan untuk menjadikan program semacam ini sebagai bagian dari gerakan nasional mencerdaskan spiritual lansia.

“Karena siapa pun kita, berapa pun usia kita, kita tetap butuh dekat dengan Firman Allah,” tegasnya.

Di balik usia yang renta dan langkah yang mulai pelan, para lansia di Panti Jompo Binjai menunjukkan, semangat belajar tak pernah padam. Alquran menjadi cahaya yang menerangi hari-hari mereka, menjadi teman setia di masa senja. Dan di sana, di sudut kota kecil, para penyuluh agama terus menyalakan lentera harapan satu huruf, satu ayat, satu jiwa, dalam bimbingan kasih-Nya. (mag-2/saz)

DPRD Karo Setujui P-APBD 2025

PARIPURNA: Bupati Karo Antonius Ginting dan Ketua DPRD Karo saat menggelar Rapat Paripurna DPRD Karo.(Istimewa)
PARIPURNA: Bupati Karo Antonius Ginting dan Ketua DPRD Karo saat menggelar Rapat Paripurna DPRD Karo.(Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Antonius Ginting, didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan, dan Sekdakab Gelora Kurnia Putra Ginting, menyampaikan pidato pendapat akhir persetujuan bersama Kepala Daerah dan DPRD Karo, tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran (TA) 2025 pada Rapat Paripurna DPRD Karo, Senin (29/9) lalu.

Rapat ini mempertegas tentang Ranperda tentang Perubahan APBD TA 2025 yang telah disetujui. Dan Rancangan Peraturan Bupati Karo tentang penjabaran Perubahan APBD TA 2025 ini, akan disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara untuk dievaluasi. Dan evaluasi tersebut akan menyempurnakan Ranperda tentang Perubahan APBD TA 2025.

Antonius menegaskan, dan meminta kepada seluruh perangkat daerah, untuk dapat menyusun strategi dan langkah percepatan pelaksanaan program, kegiatan, subkegiatan, dan belanja daerah yang telah dianggarkan.

“Agar pencapaian target kinerja dapat terealisasi dengan baik, taat asas sesuai ketentuan, dengan memperhatikan sisa waktu efektif pelaksanaan anggaran,” ungkap Antonius.

Rapat ini dihadiri oleh Ketua, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Karo, jajaran Forkopimda, para asisten sekretaris daerah, staf ahli bupati, dan pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Karo. (deo/saz)

Masyarakat Melayu Langkat Desak Bupati Copot Kadis Pariwisata dan Kepala Bappeda

SERAHKAN: Koordinator Forum Melayu Langkat Bersatu menyerahkan tuntutan kepada Bupati Langkat Syah Afandin.(Teddy Akbari/Sumut Pos)
SERAHKAN: Koordinator Forum Melayu Langkat Bersatu menyerahkan tuntutan kepada Bupati Langkat Syah Afandin.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat suku Melayu yang tergabung dari berbagai elemen, mendesak Bupati Langkat Syah Afandin, mencopot dua pejabat pada jajarannya. Adapun kedua pejabat tersebut, yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). Desakan itu disampaikan massa yang mengatasnamakan Forum Melayu Langkat Bersatu, saat berorasi di depan Kantor Bupati Langkat, Kamis (2/10) lalu.

Massa menilai, kedua bawahan Ondim, sapaan karib Syah Afandin, itu tak mampu mengimplementasikan regulasi pemajuan kebudayaan daerah yang sudah tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024, Peraturan Bupati Nomor 34/2024, dan Instruksi Bupati Nomor: 430-19/Ins/2025.

Koordinator Forum Melayu Langkat Bersatu, Said menyebutkan, masih banyak pimpinan OPD atau kepala dinas beserta jajarannya tak mampu dan bahkan tidak ingin mengimplementasikan regulasi Pemajuan Kebudayaan Daerah tersebut.

“Kepada Bapak Bupati Langkat, kami meminta kepada bapak untuk segera mengganti Kepala Disbudpar Langkat. Karena kami menilai, sudah terlalu lama menjabat dan tidak ada perbaikan maupun kemajuan di sektor kebudayaan dan pariwisata,” tegas Said.

Menurut Said, Disbudpar Langkat adalah ujung tombak di dalam mengimplementasikan regulasi pemajuan kebudayaan.

“Kemudian kepada Bapak Bupati Langkat, kami meminta kepada bapak untuk segera mengganti Kepala Bappeda. Karena kami melihat di dalam perencanaan daerah, belum mengakomodir regulasi pemajuan kebudayaan daerah di Langkat,” ungkapnya.

Menanggapi desakan masyarakat Melayu, Ondim tidak mau terburu-buru mengganti kedua bawahannya.
“Ini kami lihat dulu, kami evaluasi, di mana sangkutnya dan penyebabnya. Kalau seandainya dinilai ini juga tidak berjalan, tentunya kesalahan itu ada di leading sector-nya,” jelasnya.

“Dan kami berharap tidak seperti itu, karena ini desakan moril, apa yang menjadi tuntutan kawan-kawan bisa terealisasi,” kata Ondim.

Ondim juga menuturkan, kedatangan Forum Melayu Langkat Bersatu ini mengingatkan Pemkab Langkat terkait regulasi tentang pemajuan kebudayaan daerah.

“Menurut kawan-kawan, Perda itu belum tersosialisasi dan terealisasi secara baik. Dan kami sudah menyepakati beberapa poin serta akan menindaklanjuti,” ujarnya.

“Seperti pakaian Melayu yang sudah ditetapkan setiap Jumat, bisa digunakan dalam bentuk penghormatan bagi masyarakat Melayu, yang sudah disepakati sebagai kelompok pendiri di Langkat,” imbuh Ondim.
Tak hanya itu, Forum Melayu Langkat Bersatu juga menyinggung soal situs-situs kesultanan yang butuh perhatian. Ondim juga mengakui hal tersebut.

“Dan apa yang disampaikan oleh kawan-kawan ini, benar adanya. Untuk itu, ke depan kami akan melakukan evaluasi, terhadap kinerja dinas-dinas terkait, kenapa hal ini bisa terjadi,” katanya.

“Dan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami melibatkan dari kelompok Melayu untuk ikut bersama-sama nanti dalam hal pelaksanaan evaluasi tersebut. Sehingga mereka bisa memberikan masukan, dan bisa melihat sampai sejauh mana langkah yang diambil terkait apa yang menjadi tuntutan,” pungkas Ondim. (ted/saz)

PLN UID Sumut Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Lewat Kunjungan ke PLTU Pangkalansusu

General Manager PLN UID Sumut, Ahmad Syauki (dua dari kiri) didampingi Senior Manager UBP Pangkalan Susu, I Nyoman Buda, (kiri) saat mengecek Pasokan Batubara PLTU Pangkalan Susu.
General Manager PLN UID Sumut, Ahmad Syauki (dua dari kiri) didampingi Senior Manager UBP Pangkalan Susu, I Nyoman Buda, (kiri) saat mengecek Pasokan Batubara PLTU Pangkalan Susu.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus memperkuat sinergi internal demi menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara.

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja General Manager PLN UID Sumut Ahmad Syauki, bersama jajaran manajemen ke Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Kamis (2/10/2025).

PLTU Pangkalansusu dengan kapasitas 4 x 200 MW merupakan salah satu pembangkit terbesar di Sumatera Utara dan menjadi penopang utama sistem kelistrikan Sumatera.

Kunjungan ini sekaligus memastikan bahwa rantai penyediaan energi, mulai dari pembangkitan hingga distribusi, berjalan optimal dan siap menjawab kebutuhan listrik masyarakat maupun dunia usaha.

Rombongan PLN UID Sumut diterima langsung oleh Senior Manager UBP Pangkalansusu, I Nyoman Buda, bersama jajaran manajemen.

Dalam paparannya, I Nyoman Buda menegaskan kesiapan seluruh unit pembangkit dalam mendukung sistem kelistrikan.

“Kami memastikan seluruh unit pembangkit dalam kondisi optimal, pasokan bahan bakar aman terkendali, dan pendistribusian listrik berjalan lancar sehingga tidak ada kendala dalam memenuhi kebutuhan konsumen,” jelas Nyoman.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sumut Ahmad Syauki, menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi antara unit pembangkitan dan distribusi dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal.

“Kunjungan ini adalah bagian dari agenda kami untuk memastikan rantai pasokan energi berjalan dengan baik. Keandalan listrik di Sumatera Utara tidak lepas dari peran strategis PLTU Pangkalansusu sebagai tulang punggung sistem kelistrikan. Kami mengapresiasi kesiapan dan kinerja tim UBP Pangkalansusu yang terus menjaga performa pembangkit. Sehingga, PLN dapat memberikan layanan listrik yang aman, andal, dan berkesinambungan bagi masyarakat serta dunia usaha,” ujar Syauki.

Rombongan juga dibawa ke lokasi pengangkutan bahan bakar untuk melihat langsung Pasokan energi PLTU. Kunjungan kerja ini menjadi momentum bagi PLN untuk memperkuat sinergi internal dalam menghadapi tantangan peningkatan kebutuhan energi listrik seiring tumbuhnya perekonomian di Sumatera Utara dan wilayah sekitarnya. (ila)

Telkomsel Hadirkan Konektivitas Andal di Desa Nosar: Harapan Baru bagi Masyarakat Tepian Danau Lut Tawar

Telkomsel terus memperluas pemerataan akses layanan jaringan terdepan hingga pelosok negeri, kali ini dengan menghadirkan infrastruktur jaringan di Desa Nosar, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, yang berada di tepian Danau Lut Tawar. Kehadiran jaringan Telkomsel di desa tersebut menjadi jawaban atas keterbatasan akses komunikasi yang sebelumnya dialami warga setempat.
Telkomsel terus memperluas pemerataan akses layanan jaringan terdepan hingga pelosok negeri, kali ini dengan menghadirkan infrastruktur jaringan di Desa Nosar, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, yang berada di tepian Danau Lut Tawar. Kehadiran jaringan Telkomsel di desa tersebut menjadi jawaban atas keterbatasan akses komunikasi yang sebelumnya dialami warga setempat.

ACEH TENGAH, SUMUTPOS.CO – Telkomsel terus memperluas pemerataan akses layanan jaringan terdepan hingga pelosok negeri, kali ini dengan menghadirkan infrastruktur jaringan di Desa Nosar, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, yang berada di tepian Danau Lut Tawar. Kehadiran jaringan Telkomsel di desa tersebut menjadi jawaban atas keterbatasan akses komunikasi yang sebelumnya dialami warga setempat.

General Manager Region Network Operations and Productivity Sumbagut Telkomsel, Nurdianto, mengatakan, “Telkomsel memahami pentingnya akses komunikasi dalam menunjang kehidupan masyarakat. Dengan hadirnya jaringan di Desa Nosar, kami berharap dapat membuka peluang serta kesempatan lebih luas bagi masyarakat, mulai dari pelajar yang kini bisa belajar lebih mudah, petani yang dapat mengakses informasi pertanian secara cepat, hingga masyarakat umum yang membutuhkan berbagai layanan dan komunikasi sehari-hari.”

Kehadiran jaringan di Desa Nosar bukan hanya memberikan kemudahan berkomunikasi, tetapi juga berpotensi membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Dukungan konektivitas ini dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas pendidikan, percepatan akses layanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peluang usaha digital maupun akses pasar yang lebih luas bagi produk hasil pertanian.

Saat ini, jumlah BTS Telkomsel di wilayah operasional Provinsi Aceh telah mencapai lebih dari 3.800 BTS, termasuk di antaranya lebih dari 1.900 BTS 4G yang menjangkau hingga ke wilayah pelosok. Hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk terus menghadirkan layanan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan semangat buka semua peluang, Telkomsel berkomitmen menghadirkan solusi digital yang mendukung terwujudnya pemerataan akses komunikasi, sehingga masyarakat Desa Nosar dan sekitarnya dapat semakin terhubung, berkembang, dan berdaya di era digital.(rel)

Pemko Medan dan PLN Jalin Kerjasama, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas dalam Penggunaan Listrik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan dan PT. PLN melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama terkait Pemungutan dan Penyetoran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Atas Tenaga Listrik dan Pembayaran Rekening Listrik Pemko Medan.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Manager PLN UP3 Medan Edy Saputra, Manager PLN UP3 Medan Utara Hiro Pingkir Pardede, dan Manager PLN UP3 Bukit Barisan Ramses Hutajulu di Hotel Aryaduta Medan, Rabu (1/10/2025).

Dalam sambutanya Rico Waas menekankan pentingnya listrik sebagai kebutuhan mutlak bagi masyarakat, terutama di era teknologi saat ini.

“Listrik menjadi kebutuhan mutlak bagi semua orang, apalagi di masa teknologi saat ini banyak alat elektronik yang berkenaan dengan listrik,” kata Rico Waas.

Maka dari itu, Rico Waas ingin melalui perjanjian kerjasama ini dapat meningkatkan transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas antara Pemko Medan dan PT.PLN dalam penggunaan listrik.

“Sebab kami ingin memberikan kejelasan kepada masyarakat tentang kinerja kita. Maka dari itu, kami ingin tahu perhitungan arus listrik yang digunakan masyarakat harus bisa dilihat secara jelas,” ujar Rico Waas.

Apalagi bilang Rico Waas, Pemko Medan dan PT.PLN juga merupakan bagian dari Pemerintah Pusat yang sama-sama dipantau kinerjanya.

“Kita ingin terbuka, menunjukkan kepada Pemerintah Pusat bahwa kita bergerak bersama bekerja untuk masyarakat,”tambah Rico Waas.

Rico Waas juga berharap pelayanan PLN kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan dan cepat tanggap atas keluhan listrik padam yang dirasakan masyarakat.

“Dengan memberikan pelayanan listrik yang baik, maka akan sangat membantu semua lapisan masyarakat,”pungkas Rico Waas.

Perjanjian kerjasama antara Pemko Medan dan PT. PLN ini juga disaksikan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Medan, M. Agha Novrian.(rel)

Iman Apresiasi Peluncuran UHC Prioritas Gubsu

APRESIASI: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih menghadiri sekaligus memberikan apresiasi kepada Gubsu Bobby Nasution di Lubukpakam Deliserdang, kemarin.
APRESIASI: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih menghadiri sekaligus memberikan apresiasi kepada Gubsu Bobby Nasution di Lubukpakam Deliserdang, kemarin.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, menghadiri peluncuran Universal Health Coverage (UHC) Prioritas di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Lubukpakam, Deliserdang, Senin (29/9). Wali Kota Iman Irdian Saragih memberikan dukungan dan apresiasi penuh atas peluncuran UHC langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Muhammad Bobby Nasution dan dihadiri oleh bupati/wali kota se Sumatera Utara (Sumut).

Melalui program UHC Prioritas ini, masyarakat Sumatera Utara (Sumut) dipastikan bisa berobat gratis di seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, cukup dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) Sumut.

Gubernur Sumut, Bobby Nasution menegaskan agar fasilitas kesehatan tidak lagi menolak pasien dengan alasan kamar penuh. “Tidak ada alasan penuh, kalau kelas tiga dibilang penuh bisa naik ke kelas dua tanpa tambahan biaya. Kalau kelas dua penuh naik ke kelas satu, jadi nggak ada alasan rumah sakit menolak pasien,” tegas Bobby Nasution.

Bobby juga menekankan bahwa UHC harus dimaknai bukan hanya sekadar urusan administrasi, tetapi pelayanan kesehatan yang benar-benar menyembuhkan masyarakat.

“Semua yang datang harus bisa sehat dan dilayani. Jangan ada pasien yang menunggu lama di IGD atau dipulangkan karena kamar penuh,” ujarnya Bobby.

Selain itu, dengan UHC Prioritas, masyarakat Sumut bisa berobat di mana saja, cukup dengan KTP Sumut. “Kalau ada mahasiswa asal Sumut yang kuliah di Yogya atau Bandung, mereka tetap bisa berobat di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS,” tambahnya.

Saat ini kepesertaan JKN di Sumut sudah mencapai 100,2 persen dengan keaktifan peserta sekitar 80,2 persen . Lebih dari 3,4 juta warga Sumut ditanggung Pemerintah Daerah, sehingga UHC berhasil tercapai lebih cepat dari target.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun, turut mengapresiasi capaian ini.
“Dilihat dari pencapaian Sumut, hasilnya sangat menggembirakan. Kami apresiasi Pak Gubernur beserta jajaran, DPRD, serta seluruh Pemkab dan Pemko di Sumut,” ujarnya.

Kemudian Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih juga berharap kepada rumah sakit Pemerintah RSUD Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi untuk terus meningkatkan pelayanannya, baik melayani pasien BPJS ataupun pasien non BPJS.

“Pemko Tebingtinggi sepenuhnya mendukung program Gubsu UHC Prioritas untuk masyarakat se Sumut. Dalam hal ini, rumah sakit yang menerima rujukan BPJS harus mengutamakan pelayanan terbaik kepada pasien,” harapnya, Selasa (30/9) di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi. (ian/azw)

Wali Kota Medan Tinjau Tiga Ruas Jalan di Medan Marelan, Rico Waas: Minggu Depan Langsung Kita Perbaiki

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kecamatan Medan Marelan berbahagia, tiga ruas jalan lingkungan yang ada di Kecamatan Merelan akan diperbaiki minggu depan.

Hal itu diketahui saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung ketiga ruas jalan yang akan diperbaiki diantaranya jalan Marelan VI, Gang Merdeka, Kel. Rengas Pulau, Jalan Sani Mutalib, Gang Mushola, lingk. 9, Kel Terjun dan jalan Sedar, Gang Lorong Bersatu, lingk. 17, Kel. Terjun, Jumat (3/10/2025).

Kehadiran Rico Waas ini pun disambut bahagia oleh masyarakat yang telah merindukan memiliki jalan yang bagus untuk beraktivitas.

“Alhamdulillah senang sekali Pak Wali datang kemari melihat kondisi jalan kami, karena kalau sudah hujan disini licin, banyak anak sekolah jatuh,” ujar Asih menceritakan kondisi jalan mereka.

Mendengar keluhan dari masyarakat tersebut, Rico Waas langsung memerintahkan Perangkat Daerah terkait untuk segera melakukan perbaikan.
“Minggu depan langsung kita perbaiki,” ucap Rico Waas.

Saat melakukan peninjauan, Rico Waas turut didampingi Plt Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Gibson Panjaitan, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kota Medan, John Ester Lase, Kabag Umum Rasyid Ridho, dan Camat Medan Marelan Zulkifli Syahputra Pulungan.

Disela peninjauan tersebut, Rico Waas mengatakan setiap rumah harusnya memiliki akses jalan yang baik, untuk itu Pemko Medan terus berupaya memberikan jalan yang layak bagi seluruh masyarakat.

“Secara bertahap kita akan perbaiki seluruh jalan yang ada di lingkungan, ini komitmen kami untuk memberikan jalan yang layak dan baik kepada masyarakat,” kata Rico Waas.

Lebih lanjut Rico Waas menuturkan, Pemko Medan tidak hanya memperbaiki jalan utama yang ada di perkotaan saja, namun jalan-jalan kecil yang ada di setiap lingkungan juga penting untuk mendapat perhatian.

“Jalan-jalan yang ada didepan rumah masyarakat ini kan juga penting untuk diperbaiki, karena bagian dari akses rumah masyarakat, jadi kita ingin memberikan efek keadilan bagi seluruh masyarakat,” pungkas Rico Waas.

Sementara itu Plt Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Gibson Panjaitan menerangkan ketiga ruas jalan akan dilakukan perbaikan drainase dan pengecoran jalan, dimana untuk jalan Sedar, Gang Lorong Bersatu, lingk.17, Kel. Terjun akan diperbaiki sepanjang 110 meter, kemudian untuk jalan Sani Mutalib, Gang Mushola akan diperbaiki sepanjang 170 meter dengan lebar lebih kurang 2.5 meter, sedangkan untuk jalan Marelan VI, Gang Merdeka, Kel. Rengas Pulau akan diperbaiki sepanjang 250 meter.

“Kita targetkan dalam waktu sebulan pengerjaan jalan dan drainase dapat selesai,” terang Gibson. (map/ila)

Operasi Katarak Martabe Buka Lagi di 2025, 1.400 Mata Bakal Melihat Indahnya Dunia

PASIEN: Sebanyak 40 pasien mengikuti seremoni pembukaan Operasi Katarak Gratis 2025 Tambang Emas Martabe. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di Tapanuli Selatan dan sekitarnya.
PASIEN: Sebanyak 40 pasien mengikuti seremoni pembukaan Operasi Katarak Gratis 2025 Tambang Emas Martabe. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di Tapanuli Selatan dan sekitarnya.

SUMUTPOS.CO – Ribuan warga Sumatra Utara telah kembali menatap dunia dengan mata terang berkat program Operasi Katarak Gratis PT Agincourt Resources (PTAR) sejak 2011. Bukan sekadar kegiatan sosial tahunan, inisiatif ini telah tumbuh menjadi warisan dedikasi perusahaan dalam membangun kualitas hidup masyarakat di sekitar Tambang Emas Martabe.

Tahun 2025 program bertajuk ‘Buka Mata Lihat Indahnya Dunia’ kembali digelar, menargetkan 1.400 mata untuk dioperasi di lima lokasi. Dimulai dari Rumah Sakit Bhayangkara Batangtoru, Tapanuli Selatan.

PEMERIKSAAN: Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi pasien sebelum menjalani tindakan operasi katarak.
PEMERIKSAAN: Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi pasien sebelum menjalani tindakan operasi katarak.

General Manager Operations & Deputy Director Operations PTAR, Rahmat Lubis, menuturkan bahwa pembukaan rangkaian operasi ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses kesehatan mata bagi masyarakat, khususnya mereka yang kesulitan menjangkau layanan medis. Sejumlah penderita katarak yang tinggal di area lingkar tambang di Batangtoru dan Muara Batangtoru turut merasakan manfaat program ini.

TETAP KUAT: Walau di usia senja, harapan untuk kembali melihat dengan jelas tetap kuat. Operasi katarak Tambang Emas Martabe menjadi jalan menuju hidup yang lebih cerah.
TETAP KUAT: Walau di usia senja, harapan untuk kembali melihat dengan jelas tetap kuat. Operasi katarak Tambang Emas Martabe menjadi jalan menuju hidup yang lebih cerah.

“Katarak sering kali membuat penderita kehilangan produktivitas dan kemandirian. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan kembali harapan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya di lingkar Tambang Emas Martabe,” ujarnya. (*)

Diingatkan Jangan Sampai Jatuh Korban Lagi, Pemkab Langkat Diminta Remajakan Pohon Perindang

TINJAU: Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony, saat meninjau pohon perindang yang rawan tumbang maupun patah di seputaran Lingkungan 3, Mesra Wonosari, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.(Istimewa)
TINJAU: Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony, saat meninjau pohon perindang yang rawan tumbang maupun patah di seputaran Lingkungan 3, Mesra Wonosari, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.(Istimewa)

SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat diminta untuk serius melakukan peremajaan pohon perindang. Itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony kepada wartawan, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kamis (2/10).
Legislator muda dari Partai NasDem ini, mengingatkan hal tersebut, agar menghindari jatuh korban lagi, masyarakat tertimpa batang pohon yang patah.

Diketahui, Ricky telah melakukan peninjauan terhadap pohon perindang yang rawan tumbang maupun patah pada sejumlah titik di Kabupaten Langkat, belum lama ini. Satu di antaranya, pada seputaran Lingkungan 3, Mesra Wonosari, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat. Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Langkat Syah Afandin.

“Saat itu, saya bersama Bupati Langkat meninjau langsung pohon di Jalan Wonosari, yang dahannya rawan patah. Ini harus serius diselesaikan, jangan sampai ada korban lagi,” ungkap Ricky.

Bagi Ricky, pohon perindang yang rawan tumbang atau patah memiliki risiko bahaya cukup tinggi. Karena itu, dia meminta agar Pemkab Langkat serius melakukan peremajaan secara berkelanjutan. Sebab, usia pohon perindang sudah mencapai puluhan tahun. Hal tersebut menyebabkan potensi patah ataupun tumbang yang kian riskan.

“Kami minta perawatan pohon yang rawan patah atau tumbang untuk tetap berlanjut. Banyak laporan dari masyarakat yang meminta agar pohon-pohon diremajakan, karena sudah berulang kali memakan korban,” bebernya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Langkat, Erwin Bachari menyatakan, pihaknya akan terus melanjutkan peremajaan terhadap pohon yang rawan tumbang maupun patah. Namun, progres pengerjaannya terkendala karena keterbatasan peralatan.

“Alat kami cuma satu, jadi terkendala di situ. Karena kami juga meremajakan pohon di lokasi lain,” pungkasnya. (ted/saz)