Home Blog Page 2639

Penutupan Rakerwil PW Al-Washliyah, Gubsu: Musyawarah Adalah Senjata dan Kekuatan

RAKERWIL: Gubsu Edy Rahmayadi  hadiri Penutupan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I, Pimpinan Wilayah Al-Washliyah Provinsi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Jabatan Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi semangat bermusyawarah Pengurus Wilayah (PW) Al-Jamiyatul Washliyah saat acara Penutupan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Al-Washliyah pertama tahun 2022. Menurutnya, tugas mengurusi organisasi besar ini tidak mudah, terutama menyiapkan regenerasi.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi sesaat sebelum menutup secara resmi Rakerwil Al-Washliyah Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Minggu (29/5). Hadir di antaranya Ketua PW Al-Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara  dan jajaran pengurus wilayah, penceramah Ustaz Abdul Latif Khan, pengurus daerah, organisasi bagian serta sejumlah pejabat.

“Saya senang sekali melihat anak muda seperti ini, Dedi Iskandar Batubara. Kita harapkan memegang organisasi yang begitu besar. Saya setuju bahwa musyawarah itu adalah senjata dan kekuatan. Termasuk saya yang berkeinginan dapat mengubah keadaan lebih baik lagi,” sebut Gubernur.

Karena itu, selain sebagai Gubernur, Edy Rahmayadi juga merupakan penasihat yang menginginkan organisasi Al-Washliyah lebih baik dan besar dari sebelumnya. Untuk itu, perlu disiapkan para kader yang akan memimpin organisasi besar. Apalagi di dalamnya, banyak para ulama yang hebat dan diyakini mampu membawa kebaikan bagi umat.

“Musyawarah lah anda, yakinkan bisa dan pastikan bisa. Saya ini bicara, juga sebagai Edy Rahmayadi. Karena itu, Pak Dedi Iskandar Batubara, tugas anda besar, tak gampang memimpin Al-Washliyah. Tetapi dengan ilmu anda, saya yakin pasti bisa,” pungkas Gubernur.

Sementara dalam sambutannya, Ketua PW Al-Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang berkenan memberikan fasilitas sekaligus mengundang Halalbihalal Idulfitri 1443 H di kediaman dinas.

“Kita datang bukan sekadar bertamu ke Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara. Kita datang ke rumah Penasihat Al-Washliyah. Jadi mohon maaf, karena yang hadir adalah para kader, warga dan pengurus serta guru/dosen, para pimpinan daerah (kabupaten/kota), pimpinan organisasi bagian. Jadi ini bukan hanya Rakerwil, tetapi sekaligus Halalbihalal,” sebut Dedi.

Dedi menegaskan, Rakerwil merupakan sarana bermusyawarah, dimana Rasulullah SAW termasuk yang senang melakukan musyawarah. Karenanya tradisi bertemu orang-orang untuk membicarakan satu masalah adalah pekerjaan Sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, sehingga Al-Washliyah melaksanakan ajaran itu.

“Raker ini adalah cara kita untuk berkumpul bersama, mengumpulkan pikiran-pikiran kita, menyesuaikan arah perjuangan kita, agar target kita membesarkan Washliyah, melanjutkan estafet perjuangan para ulama, tidak berhenti di kita, tetapi mampu meneruskannya sampai ke generasi berikutnya,” katanya.

Namun dirinya memahami, bahwa tidak semua rumusan dan rekomendasi hasil musyawarah dapat menyenangkan semua pihak. Untuk itu, pihaknya tetap kepada kewajiban menjalankan panca amal Al-Washliyah, dengan tegas terhadap kemungkaran, dan mengikuti setiap yang ma’ruf (baik).

“Ini prinsip kita bermusyawarah. Ada masalah, kita duduk bersama. Hingga hari ini, di usia menjelang satu abad ini, sudah waktunya keberadaan Al-Jamiatul Washliyah benar-benar menjadi organisasi terbesar di rumahnya sendiri, di Provinsi Sumatera Utara ini,” jelasnya.

Dedi yang juga Anggota DPD RI menggarisbawahi hal penting tentang kepemimpinan. Bahwa untuk sebuah kebaikan, siapapun yang memberi saran dan pendapat kepada Al-Washliyah, sekalipun tidak punya jabatan di kepengurusan, jika sarannya baik, nasihatnya bisa diterima, maka wajib diikuti. (gus/han)

Terekam CCTV, Pencuri Kabel Milik Telkomsel Diciduk

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Adanya kerugian yang ditimbulkan akibat pencurian kabel milik PT Telkomsel di Jalan Suprapto tepatnya di Pasar Tradisional Gambir Kota Tebingtinggi, membuat PT Telkomsel membuat laporan ke Mapolres Tebingtinggi, Sabtu (28/5).

Dari hasil rekaman CCTV, dua pelaku pencuri kabel berhasil diringkus Sareskrim Polres Tebingtinggi, kedua pelaku, Sabar Pangihutan Purba (19) warga Dusun VI Desa Penggalangan Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai dan Ari Jonson Purba (23) warga Jalan 13 Desember Kelurahan Rambung Kota Tebingtinggi berhasil diamankan.

“Kedua pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian kabel milik PT Telkomsel, mereka mencuri karena tidak memiliki pekerjaan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya masih ditahan,” jelas Kasie Humas Polres Tebingtinggi, AKP Agus Arianto, Minggu (29/5).

Deny Afrizal (43) pekerja PT Telkomsel mengaku perusahaan mengalami kerugian mencapai Rp 5,5 juta dan layanan gangguan kepada constumer PT Telkom karena kehilangan kabel.  Barang barang yang hilang diantaranya pipa Galvanis sepanjang 14 meter, pipa paralon sepanjang 14 meter dan kabel optik sepanjang 15 meter.

“Akibat hilangnya kabel optik, perusahaan merugi. Tapi Polres Tebingtinggi bekerja cepat dan berhasil meringkus dua orang pelaku pencurian,” bilangnya.

Pasal yang dipersangkakan Pasal 363 Ayat (1) ke- 4e, 5e dari KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dan kurungan penjara paling lama tujuh tahun. (ian/han)

Hadiri HUT Apeksi di Lampung, Dimiyathi: Dongkrak Perekonomian Daerah

APEKSI: Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi bersama OPD Tebingtinggi menghadiri kegiatan HUT Apeksi ke 22 di Bandar Lampung.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi hadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 22 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung dan di ikuti oleh 58 Wali Kota se- Indonesia.

APEKSI sendiri dimulai pada 27 Mei 2022 sampai dengan 29 Mei 2022, yang dibuka langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo yang dipusatkan di Hotel Novotel Lampung dan Gedung Graha Wangsa di Bandar Lampung.

Pj Walikota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi mengapresiasi pelaksanaan APEKSI di Kota Bandar Lampung yang dirayakan sangat istimewa, Pj Walikota Tebingtinggi mengatakan kegiatan seperti ini tentu akan mendongkrak ekonomi daerah dan meningkatkan kebersamaan pemerintah kota dalam bersinergi dan berkolaborasi.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menghadiri sekaligus membuka Expo Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2022 di Graha Wangsa Kota Bandar Lampung, Jumat malam (28/5).

Dalam arahannya, Menteri Tjahjo mengatakan peran APEKSI yang didalamnya terkait dengan pemerintahan, birokrasi, Aparatur Sipil Negara dan juga masyarakat, sangat penting dalam upaya membangkitkan ekonomi dengan membangun kolaborasi terukur dan konsolidatif dengan berbagai pihak, sehingga percepatan pemulihan ekonomi lebih terarah dan lebih cepat tercapai.

Turut hadir rombongan Pemko Tebingtinggi Ketua TP PKK Kota Tebingtinggi Nyonya Muhammad Dimiyathi, Plt Sekda Kota Tebingtinggi Bambang Sudaryono, Kadis Kominfo Dedi Siagian, Kadis Perdagangan Zahidin, Kadis Damkar Abdul Halim Purba, Kabag Pemerintahan Ramadhan Barkah Pulungan. (ian)

Halalbihalal DPP PMMA, Surya: Jalin Komunikasi Menuju Asahan Berkemajuan

istimewa HALALBIHALAL: Bupati Asahan Surya BSc beri sambutan pada halalbihalal di DPP PMMA.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H. Surya BSc meminta agar PPMA terus menjalin komunikasi dengan Pemkab Asahan demi kemajuan Kabupaten Asahan. Hal itu disampaikan pada halalbihalal Perkumpulan Persaudaraan Masyarakat Asahan (PPMA) di depan Sekretariat DPP PPMA, Simpang Lima Kisaran, Kabupaten Asahan, Sabtu (28/5).

Pada Halal Bihal ini Bupati Asahan H. Surya, BSc didampingi oleh beberapa OPD hadir mengikuti serangkaian kegiatan halal bihalal tersebut.

“Kepada PPMA saya berharap dapat memberikan pokok pikiran dalam membangun Kabupaten Asahan. Jangan jadikan perbedaan yang kita miliki sebagai sebuah perpecahan bagi kita, tetapi jadikan perbedaan sebagai perekat bagi kita,” katanya.

“Jalin terus komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan demi kemajuan Kabupaten Asahan. Saya juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitru 1443 H, mohon maaf lahir dan batin,” tambahnya.

Kegiatan Halalbihalal ini dilakukan untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi antar sesama pengurus DPP, DPD, DPC dan juga dengan Forkompinda Kabupaten Asahan. Hal ini disampaikan Junaidi, S. Ag saat memberikan sambutannya sebagai Ketua Pelaksana kegiatan Halal Bihalal tersebut.

“Harapan kami dengan semangat dan dukungan dari Bupati dan masyatakat Kabupaten Asahan, PPMA dapat lebih berkembang kedepannya. Terima kasih kepada Bupati Asahan yang telah mendukung acara ini,” ucapnya

Sementara Ketua DPP PPMA Ir. Aris Fadillah Lubis mengucapkan terimakasih kepada Dewan Pembina PPMA, Dewan Penasehat dan Bupati Asahan yang telah banyak membantu dan memberikan support kepada PPMA demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Asahan.

“Saat ini DPP PMMA sedang merangkul saudara kita yang berada di luar Kabupaten Asahan untuk membuat DPD PPMA di daerahnya,” ucap Aris (dat/han)

107 Pejabat Fungsional Pemkab Deliserdang Dilantik

DILANTIK: Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan melantik 107 pejabat fungsional di aula cendana lantai III Kantor Bupati.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan diwakili Sekdakab Darwin Zein S.sos mengambil sumpah dan melantik 107 orang Pejabat Fungsional yang digelar di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati Deliserdang, Senin (30/5).

Adapun Pejabat Fungsional yang dilantik diantaranya,  Maridi SE, sebagai Analisis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda pada Dinas SDA BMBK, Burhanuddin ST sebagai Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Muda pada Dinas Cipta karya dan Tata Ruang, Vionita Pelawi SE sebagai Perencana Ahli Muda pada Dinas Budporapar, Rudy Heryanto S.Kom sebagai Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Muda pada Dinas Kominfo Stan, Suhaida S.Sos sebagai Analisis SDM Aparatur Ahli Muda pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM kemudian Aidil Sarjono S.AP sebagai Analisis SDM Aparatur Ahli Muda pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM.

Bupati H Ashari Tambunan dalam sambutannya yang disampaikan Sekdakab Darwin Zein S.Sos pada pelantikan tersebut menjelaskan penyederhanaan birokrasi ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021,  dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang lebih dinamis, dan profesional dalam upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi untuk mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada publik sesuai dengan bidang keahlian.

“ Jagalah amanah dan jadikan ini sebagai pertanggung jawaban saudara kepada masyarakat, karena jabatan yang saudara emban, bukanlah jabatan yang bisa di isi oleh sembarang orang, Pengisiannya didasarkan pada keahlian dan keterampilan yang dibuktikan dengan penilaian tertentu,” ucap Sekda. (btr/han)

Pelaku Pungli Viral Berakhir Damai

PELAKU: Wajah pelaku dalam potongan video yang viral di medsos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Unit Reserse Kriminal Polsek Binjai Barat mengamankan terduga pelaku pungutan liar yang viral di media sosial, pada Minggu (29/5). Pelaku yang bernama Budi Syahputra alias Budi (39) merupakan warga Jalan Cokelat, Gang Bidan, Kelurahan Sukamaju, Binjai Barat.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Binjai, Iptu Junaidi menyatakan pelaku diamankan karena sehubungan telah terjadi video viral yang diupload di media sosial dengan judul warga Stabat dikompas preman di Binjai Barat.

Dia menjelaskan, Budi viral berawal dari korban, M Ichsanuddin (27) warga Lingkungan VII, Kelurahan Dendang, Stabat merekam aksi dugaan pungli yang dilakukan oleh pelaku. Saat itu, korban sedang memuat ampas tahu ke mobilnya.

“Kejadiannya di Jalan Letnan Umar Baki, Kelurahan Sukaramai, Binjai Barat pada Sabtu (28/5) sore. Saat korban memuat ampas tahu, Budi Syahputra mendatanginya dan meminta uang dengan alasan SPSI,” kata Iptu Junaidi, Senin (30/5).

Atas hal tersebut, korban keberatan. Bahkan, korban juga resah lantaran dimintai uang dengan cara maksa hingga mengancam.

“Korban merasa keberatan dimintai uang sebesar Rp35 ribu per bulan oleh pelaku dengan alasan uang SPSI,” bebernya.

Setelah pelaku diamankan, lanjut Junaidi, pihaknya menghubungi korban untuk dilakukan mediasi. Oleh korban, menurut dia, memaafkan tingkah laku dan perbuatan pelaku.

Alhasil, pelaku diminta untuk membuat surat pernyataan di atas materai agar tidak mengulangi perbuatannya. “Kami melakukan restorative justice atas hal ini dan membuat video testimoni. Alhamdulillah, kedua belah pihak sudah berdamai,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 20 detik menampilkan seorang pria yang diduga melakukan pungutan liar di Jalan Umar Baki, Binjai Barat. Video tersebut kemudian viral dan diunggah ulang oleh beberapa media sosial.

Dalam video yang dilihat wartawan, korban merasa resah atas tindakan terduga pelaku.

“Ini ya preman mintai duit. Awak setengah mati cari kerja, dia ntah siapa,” ujar korban dalam video.

“Aku muat barang sendiri, dia minta duit. Enak kali dia minta duit,” tambah perekam video. (ted/ram)

Petani Karo Diminta Beralih ke Organik

PANEN: Bupati Karo panen padi organik di Desa Singgamanik.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory S Sebayang panen padi pertanian organik dan launching posyandu remaja yang diselenggarakan oleh perkumpulan pemberdayaan perempuan pijer podi (Yapidi) di desa singgamanik pada Selasa lalu.

Dalam kesmepatan itu Cory mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkan ketergantungan petani terhadap sarana produksi seperti pupuk dan pestisida kimia yang sebagian besar merupakan produk impor, dapat semakin berkurang sehingga mampu menurunkan biaya produksi, menghasilkan produk yang lebih sehat untuk dikonsumsi dan ramah lingkungan.

“Kita ketahui bahwa kemampuan anggaran untuk bantuan benih dan subsidi pupuk sangatlah terbatas. Salah satu upaya yang sangat strategis untuk dilaksanakan pada saat ini adalah pemanfaatan sumberdaya yang ada disekitar petani seperti pembuatan pupuk organik dan sebagainya,” ujarnya.

Usai melaksanakan panen padi, Bupati Karo melanjutkan kegiatan launching posyandu remaja yang juga dipelopori oleh perkumpulan pemberdayaan perempuan Pijer Podi (Yapidi). Bupati Karo berharap Posyandu Remaja ini dapat menjadi sebuah wadah masyarakat yang dapat memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan, menemukan alternatif pemecahan masalah dan membentuk kelompok dukungan remaja.

Bupati Karo juga mengapresiasi serta berterimakasih kepada perkumpulan pemberdayaan perempuan pijer podi yang telah turut berpartisipasi bersama- sama dengan Pemerintah Kabupaten Karo. “Pemerintah Kabupaten Karo mengucapkan terimakasih kepada perkumpulan pemberdayaan perempuan pijer podi yang telah berpartisipasi bersama sama dengan Pemerintah Kabupaten Karo untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas petani dalam pemanfaatan sumber daya lokal melalui implementasi pertanian organik dan telah ikut serta dalam membentuk kader posyandu remaja di desa singgamanik kecamatan munte ini,” ungkapnya.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kadis Kesehatan drg. Irna Safrina Sembiring, Kadis Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Sarjana Purba, STP., MM, Kadis Pertanian Ir. Metehsa Karo Karo, Camat Munte Drs. Oberlin abri virgo sembiring, Plt. Kadis Kominfo Frans Leonardo Surbakti S.STP, Kapolsek Munte dan Kepala Desa Singgamanik. (deo/ram)

PAD Binjai Terus Turun

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pendapatan Asli Daerah Kota Binjai tercatat terus turun sejak beberapa tahun belakangan ini. Akibatnya, status Kota Binjai turun menjadi kota kecil sekitar tiga yang lalu. PAD merupakan salah satu indikator untuk mengembalikan kembali status Kota Binjai menjadi kota sedang. Namun karena PAD terus anjlok atau tidak tercapai target, buntutnya status Kota Binjai pun turun menjadi kota kecil.

Politisi Partai Amanat Nasional Kota Binjai, Aidil Putra menyatakan rasa herannya karena Pemko yang tidak mampu mencapai realisasi PAD setiap tahunnya. Hal tersebut, dia menilai, karena ada Peraturan Wali Kota yang belum diperbarui.

“Yang hampir capai target, Pajak Bumi Bangunan. Kalau yang lainnya, merosot terus,” kata dia, Senin (30/5).

Selain itu, hingga berita ini ditulis, Anggota komisi C Dewan Perwakilan Rakyat DPRD Kota Binjai ini menyatakan belum ada laporan triwulan pertama dari Pemko Binjai. “Belum ada laporan triwulan pertama ini, sementara sekarang sudah mau masuk triwulan kedua,” ujarnya.

Dia juga menyesalkan sikap Pemerintah Kota Binjai yang belum juga menuliskan laporan PAD pada triwulan pertama tahun 2022 ini. “Bagaimana saya mau beberkan PAD Kota Binjai pada triwulan pertama ini. Sampai saat ini belum ada sama kami,” ujar dia.

Padahal ada sejumlah sektor yang dapat menggenjot PAD Kota Binjai. Namun sayang, keseriusan SKPD terkait dinilai tidak serius. Ditambah lagi Kota Binjai cuma memiliki lima kecamatan. Sudah daerah kecil, PAD pun tidak dimaksimalkan.

Karenanya, dia merasa, kalangan legislatif Kota Binjai sejatinya harus bergandengan tangan bersatu untuk merumuskan dan membentuk Panitia Khusus PAD. Sebab, menurut dia, Kota Binjai mampu meraih PAD sebesar Rp300 miliar.

“Itu masih asumsi saya tanpa ada data. Namun kalau kita libatkan lembaga independen untuk menghitung potensi PAD ini, saya rasa angka yang keluar kemungkinan segitu (Rp300 miliar),” serunya.

Pun begitu, Aidil merasa bergerak sendiri dalam pembentukan Pansus PAD. Alhasil hingga kini, Pansus PAD tak kunjung terbentuk.

“PAD Kota Binjai pernah capai Rp150 miliar setahunnya, tapi tidak ingat persis saya tahun berapa. Namun sekarang, turun terus, tak pernah capai Rp150 miliar lagi,” pungkasnya. (ted/ram)

Serentak di 31 Kab/kota Se-Sumut, Partai Buruh Ajukan Pencatatan ke Kesbangpol

Ketua Partai Exco Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Exco Partai Buruh Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan kesiapannya untuk mengikuti verifikasi peserta pemilu pada 2024 mendatang. Hal tersebut dengan ditandainya para pengurus yang telah mencatatkan keberadaanya di Kesbangpol daerah masing-masing.

Ketua Partai Exco Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo menjelaskan, Senin (30/5), sebanyak 31 Kabupaten Kota Pengurus Exco nya telah mencatatkan

“Dari 31 Kabupaten Kota, kita sudah tercatat 2 Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kesbangpol setempat, yakni Kabupaten Labuhanbatu dan Batubara. Sedangkan 29 kabupaten/kota lainnya per hari ini secara serentak, pengurusnya telah mendatangi kantor Kesbangpol guna mencatatkan keberadaan Partai Buruh di kabupaten/kota masing-masing,” ujar Willy didampingi Sekretaris Partai Buruh Sumut, Ijon Tuah Hamonangan Purba, kepada Sumut Pos di Medan, Senin (30/5).

Berkaitan hal tersebut, Willy berharap kepada Kepala Kesabngpol di kabupaten/kota di Sumut yang sudah dikunjungi pengurusnya dapat dengan segera mengeluarkan SKT Partai berlogo rumpun padi tersebut.

“Untuk Partai Buruh Provinsi SKT Kesbangpol kita sudah keluar, dan semua 9 persyaratan Sipol KPU sudah kita lengkapi semua. Maka kita berharap Kesbangpol di kabupaten/kota dapat juga mengeluarkan SKT nya paling lama seminggu kedepan,” harapnya.

Dia menambahkan, partai yang diusungnya kali ini dapat lolos menjadi peserta Pemilu 2024 mendatang, guna memperjuangkan aspirasi rakyat kecil nantinya.

“Insyaallah kami siap, dan semoga kita ikut Pemilu, tujuan kami nantinya adalah menyuarakan aspirasi kaum buruh, petani, nelayan, rakyat miskin desa dan miskin kota untuk mewujudkan cita cita kesejahteraanya, itu saja,” tegasnya.

Willy merincikan, sebanyak 31 kabupaten/kota yang sudah ada pengurus Partai Buruhnya dan sudah siap diverifikasi KPU adalah, Kota Medan, Deliserdang, Langkat, Binjai, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Pematangsiantar, Simalungun, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padanglawas, Padangsidempuan, Sibolga, Tapanulitengah, Tapanuliselatan, Mandailingnatal, Tobasa, Samosir, Humbanghasudutan, Karo, Pakpakbharat, Dairi, Gunungsitoli, Nias, Niasbarat, Niasutara, dan Niasselatan.

“Dua Kabupaten lagi sedang kita penuhi dalam beberapa minggu ke depan, yaitu kepengurusan di Kabupaten Tapanuliutara dan Padanglawas Utara, mohon doanya,” pungkasnya. (dwi/ram)

Narkoba Makin Marak di Karo

MINTA:Jan Erba Sebayang (48) dan Pdt Masada Sinukaban selaku tokoh pemuda dan agama Karo prihatin dengan maraknya narkoba di Bumi Turang.

KARO, SUMUTPOS.CO – Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, khususnya jenis sabu di Kabupaten Karo belakangan ini sangat meresahkan masyarakat. Karena jika dibiarkan, kondisi ini akan merusak masa depan generasi muda Karo.

Karena itu, masyarakat berharap narkoba jenis sabu bisa bersih dari Tanah Karo, dengan kesigapan dan kinerja maximal aparat yang berwenang. Maraknya narkoba ini juga terbukti dengan banyaknya warga menjadi korban narkoba  baik sebagai penguna dan keluarga penyalahgunaan  Narkoba tersebut.

Hal ini jelas terlihat dari data rehab di BNNK juga melalui berita – berita penangkapan narkoba yang tidak pernah berhenti, bisa di lihat di dalam penjara banyak sekali tahanan yang ditangkap dan menumpuk dengan kasus sabu – sabu.

Jan Erba Sebayang (48) salah satu tokoh pemuda Karo yang peduli terhadap masa depan generasi muda melihat dari hasil tangkapan yang tanpa henti ini, berarti cenderung aparat melindungi bandar – bandar besarnya dan menangkap pemakai dan bandar – bandar kecil saja. Sehingga perputaran sabu – sabu tetap beredar, terlihat dari banyaknya penangkapan kasus sabu sabu yang tiada henti.

“Artinya banyak yang ditangkap tapi yang beredar masih tetap sama alias tidak berkurang,” ujarnya pada Minggu (29/5).

Karena kondisi ini tegasnya lagi, kinerja Kapolres Tanah Karo perlu dievaluasi karena selama kepemimpinan beliau narkoba semakin marak.

Kapolres Tanah Karo melalui Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Hendri Tobing yang dikonfirmasi berdalih pihaknya akan konsisten memberantas narkoba yang ada di wilayah Karo.

“Kami juga dalam pelaksanaan tugas di lapangan banyak dibantu oleh masyarakat yang slalu memberikan informasi terkait peredaran narkoba di Kabupaten Karo,” katanya.

Sementara itu Pendeta Masada Sinukaban selaku tokoh agama mengatakan, seperti yang sama – sama kita tahu bersama bahwa narkoba sangat marak di Tanah Karo, maka hal ini adalah masalah kita bersama.

Untuk menumpas narkoba dari bumi Turang ini maka pihak kepolisian harus menangkap bandar-bandar besar narkoba, bukan hanya pemakai dan pengedar kelas teri.

Sambungnya, memang serba sulit karena masalah narkoba ini adalah salah satu bisnis yang sangat menggiurkan, maka semuanya kita harus bersatu Baik media, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, bukan hanya tugas Polri dan BNN, tandasnya. (deo/ram)