25 C
Medan
Tuesday, February 10, 2026
Home Blog Page 2640

RZ Sumut Kolaborasi dengan Mitra untuk Ramadan Salurkan Bantuan

BERSAMA: Kepala Perwakilan Rumah Zakat Sumut M Yunus dengan perwakilan beberapa mitra foto bersama usai penyerahan bantuan secara simbolis yang akan disalurkan kepada penerima manfaat di Sumut pada ramadan, Rabu (30/3).M IDRIS/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Zakat (RZ) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan beberapa mitra, di antaranya Lazis MUI, Telkomsel, dan Komunitas Peduli Muslim Minoritas, akan memberikan bantuan kepada 50 ribu penerima manfaat di bulan Ramadan.

Kepala Perwakilan Rumah Zakat Sumut, M Yunus mengatakan, pihaknya meluncurkan gerakan yaitu Ramadhan Tahun ini #SaatnyaTumbuhBersama dengan target membantu dan memberdayakan 50 ribu penerima manfaat di Sumut dan sekitarnya. Penerima manfaat ini terutama yang benar-benar terdampak pandemi Covid-19 di 25 desa yang ada di Sumut.

“Kami melakukan serah terima donasi dari Telkomsel Poin dalam bentuk sembako kepada masyarakat, dan penyerahan penghargaan sinergi #SaatnyaTumbuhBersama dengan beberapa mitra yang berkolaborasi dalam kemudahan donasi untuk kebaikan diantaranya Lazis MUI, Telkomsel dan Komunitas Peduli Muslim Minoritas,” kata Yunus saat acara penyerahan simbolis bantuan dari beberapa mitra tersebut yang digelar di Medan, Rabu (30/3).

Turut hadir, General Manager Sales & Digitalization Management Area Sumatera Telkomsel Yusrizal, perwakilan Lazis MUI Medan Suherman, dan perwakilan Komunitas Peduli Muslim Minoritas Agus Salim Siregar.

Yunus mengungkapkan, di bulan Ramadan tahun ini ada 6 program istimewa yang ditawarkan, yaitu Berbagi Buka Puasa, Kado Lebaran Yatim, Bingkisan Lebaran Keluarga, Syiar Qur’an, Ramadhan Bebas Hutang, dan Wakaf Qur’an Braile. “Untuk pendistribusiannya akan dilakukan di wilayah binaan di Sumut dan sekitarnya,” ucapnya.

Lebih lanjut Yunus mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi hingga saat ini menimbulkan dampak terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat, begitu juga dengan Rumah Zakat. Namun demikian, adanya pandemi ternyata memberikan dampak positif karena menciptakan sebuah inovasi bagi pihaknya.

“Untuk memberikan kemudahan berbagi setiap hari di bulan ramadan, Rumah Zakat meluncurkan infak.id dan waqf.id 2.0. Adapun infak.id sendiri merupakan platform kemudahan berinfak yang telah ada sejak 2019, dan telah memiliki lebih dari 200.000 pengguna yang rutin berinfak setiap hari. Sementara waqf.id diluncurkan sejak awal 2021, sebagai platform donasi wakaf produktif,” ujar Yunus.

Menurut dia, infak.id dan waqf.id 2.0 memiliki kelebihan dari sisi desain yang mobile friendly dan transparansi laporan bagi para donatur. Secara berkala, Rumah Zakat juga merilis laporan pendistribusian dana infak dan wakaf yang terhimpun pada masing-masing platform.

“Tujuan development infak.id dan waqf.id adalah menjadikan berbagi sebagai gaya hidup umat muslim. Khusus untuk waqf.id, melalui platform ini Rumah Zakat ingin memberikan edukasi terkait keutamaan wakaf produktif kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun lalu, secara nasional ada sekitar 1,1 juta penerima manfaat di 27 provinsi yang disalurkan bantuan dari donatur dan mitra Rumah Zakat. “Alhamdulillah sekira 15 persen penerima manfaat keluar dari garis kemiskinan lewat program kita pada tahun 2021. Kita juga membantu UMKM agar bangkit dan terus bertahan menghadapi pandemi,” paparnya.

General Manager Sales & Digitalization Management Area Sumatera Telkomsel Yusrizal mengatakan, program Telkomsel Poin sudah dijalankan rutin dan memiliki target, yakni dapat berkontribusi membantu masyarakat secara luas, tidak hanya pelanggan Telkomsel saja. “Inilah bagian dari misi kita menggandeng semua pihak, dan kehadiran Telkomsel memiliki arti bagi masyarakat. Kami tidak hanya sekedar bisnis, tetapi juga beramal. Sebab, tumbuh dan berkembangnya Telkomsel tentu berkat doa dari masyarakat juga,” pungkasnya. (ris/ila)

PLN Sukses Kawal Listrik tanpa Kedip

PENTAS: Kegiatan PENTAS yang digelar selama dua hari di Pantai Bebas dan Ruang Terbuka Publik Parapat, Danau Toba dari tanggal 22-23 Maret 2022.

PARAPAT, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Parapat sukses mengawal kelistrikan pada Kegiatan Pertunjukan Seni Destinasi Super Prioritas ‘PENTAS’ di Pantai Bebas dan Ruang Terbuka Publik Parapat, Danau Toba.

Kegiatan PENTAS yang digelar selama dua hari dari tanggal 22-23 Maret 2022 ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada bulan Februari lalu dengan tujuan untuk mengembangkan destinasi wisata Danau Toba dan menggeliatkan pariwisata ekonomi kreatif di Kawasan Danau Toba.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno ini berjalan dengan lancar tanpa kendala. Dalam sambutannya, Sandiaga uno sangat optimis terhadap kebangkitan dan pemulihan ekonomi lokal akan tercipta melalui Pagelaran Even di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.

“PENTAS Danau Toba ini diharapkan berkontribusi secara maksimal dalam mendukung kebangkitan ekonomi dan industri parekraf di Indonesia, khususnya di Danau Toba. Diharapkan kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap bulan bahkan di Danau Toba ini nanti kita siapkan untuk even-even Nasional & Internasional,” kata Sandiaga Uno.

Dalam kegiatan tersebut, Menparekraf menyempatkan untuk meninjau lokasi Vaksin dan Bazaar usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Ruang Terbuka Publik, Parapat dengan menggunakan kendaraan JaMot (Jasa Online Motor) yang hadir untuk menjawab kebutuhan para penjual dan pembeli sebagai metode mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di Parapat serta berkomitmen penuh mendukung laju pertumbuhan UMKM.

Dalam hal mendukung kelancaran kegiatan PENTAS, General Manager PLN UIW Sumatera Utara, Pandapotan manurung langsung menugaskan Manajer UP3 Pematang Siantar dan Manajer ULP Parapat untuk terus mengawal supply listrik agar tidak terdapat kendala selama acara berlangsung.

“Acara PENTAS telah berjalan dengan aman dan lancar, PLN telah berupaya untuk menghadirkan layanan tanpa padam agar kegiatan ini berjalan dengan baik dengan menyiagakan 25 orang petugas yang ditempatkan di beberapa lokasi sekitaran Danau Toba. Acara ini sendiri disupply dari GI Pematangsiantar dan GI Porsea dengan sistem Auto Change Over Switch di GH Parapat,” tandas Pandapotan.

Pandapotan juga menyampaikan siap mendukung penuh dan melayani pemenuhan kebutuhan sistem kelistrikan yang dibutuhkan dalam memajukan pariwisata di Danau Toba maupun destinasi wisata lain Sumatera Utara. (ila/azw)

Pemkab Dairi Dapat 2 Penghargaan Dari Gubsu

TERIMA. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menerima penghargaan dari Gubsu, Edy Rahmayadi disela Musrenbang Provsu di hotel Santika Medan.SUMUT POS.CO/Kominfo Dairi.

DAIRI,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, mendapat 2 penghargaan dari Gubernur Sumatera Utara. Penghargaan diterima Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dan diserahkan Gubsu, Edy Rahmayadi disela Musrenbang Provsu di hotel Santika, Medan, Rabu (30/3/2022).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop mengatakan, penghargaan diterima Pemkab Dairi itu adalah Juara 2 kinerja pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi tahun 2021 tingkat provinsi.

Selanjutnya, pencapaian sebagai kabupaten/kota terbaik se Sumatera Utara dalam realisasi anggaran belanja tahun angaran 2021. Iswan menyebut, usai menerima penghargaan, Eddy KA Berutu bersyukur Pemkab Dairi bisa raih penghargaan dimaksud.

Menurutnya, prestasi diraih semua OPD tersebut dipersembahkan untuk masyarakat Dairi. Semoga prestasi ini dapat pertahankan, ini merupakan upaya mewujudkan program Dairi Unggul, kata Eddy.

Selain Dairi, ada 6 kabupaten/kota di Sumut menerima penghargaan penanganan stunting terintegrasi yakni kabupaten Deliserdang, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Kota Medan, Serdang Bedagai serta Pakpak Bharat. (rud).

Jelang Ramadan, Pemko Tebingtinggi Gelar Operasi Pasar

OPERASI PASAR MURAH: Pemko Tebingtinggi gelar operasi pasar dalam rangka menyambut Ramadan di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Rabu (30/3).sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi melalui Dinas Perdagangan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Tebingtinggi menggelar operasi pasar di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Rabu (30/3). Operasi pesar ini bertujuan untuk mengendalikan harga sembako menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan.

Pasar pengendalian harga ini dilaksanakan selama 2 hari dan akan berakhir Kamis 31 Maret 2022. Dalam kegiatan ini Dinas Perdagangan Kota Tebingtinggi menyiapkan bahan pangan berupa daging beku, beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Kadis Perdagangan dan UMKM Kota Tebingtinggi Zahidin menjelaskan, kegiatan pasar pengendalian harga ini dilaksanakan bekerja sama dengan PT Bulog Kantor Cabang Medan.

“Harga daging beku perkilogramnya Rp82.000, minyak goreng Rp20.000 perliter, gula pasir Rp13.500 per kilogram dan beras medium kemasan 5 kg dengan harga Rp47.500. Kalau dibandingkan harga di pasar pada hari ini, relatif yang kita sediakan lebih murah dari harga pasar,” jelas Zahidin.

Kondisi harga pasar saat ini menurut Zahidin relatif stabil walaupun ada kenaikan antara 2 sampai 3 ribu, kecuali misalnya komoditas cabai dan daging.

“Kalau minyak goreng curah memang para pengecer-pengecer kita belum mendapatkan harga subsidi, maka harganya fluktuatif. Sedangkan minyak kemasan, subsidinya sudah dilepas pemerintah menjadi harga ekonomis,” ujar Zahudin.

Bagi warga Kota Tebingtinggi dan sekitarnya yang sudah melakukan pemesanan lebih awal tidak ada batasan, namun bagi warga yang langsung datang tanpa memesan terlebih dahulu kita batasi hanya dapat membeli 2 kg daging beku.

“Harapan kita dengan kegiatan ini dapat membantu masyarakat Kota Tebingtinggi dan sekitarnya, mengingat saat ini kita akan memasuki Bulan Suci Ramahan. Bagi warga yang datang membeli tetap kita terapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19,” pungkas Zahidin.

Sementara itu menurut warga Kelurahan Satria, Ibu Awi mengungkapkan bahwa dirinya sudah terlebih dahulu melakukan pemesanan melalui pesan WhatsApp. “Saya hanya memesan daging karena lebih murah dari harga pasar,” akunya. (ian/azw)

497 Km Jalan Rusak Selesai Dibangun Sebelum Berakhir Masa Jabatan Edy-Ijeck

Fachril/sumut pos DIPERBAIKI: Jalan Young Panah Hijau tengah dalam perbaikan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, ingin meninggalkan prestasi bagus kepada warganya, sebelum masa jabatannya dan wakilnya Musa Rajekshah, berakhir pada September 2023. Salah satunya di bidang infrastruktur jalan. Ia menjanjikan, pembangunan 497,14 km jalan rusak di 33 kabupaten/kota di Sumut rampung pada Juni 2023 mendatang.

Menjelang 2023, Edy mengaku akan mengebut banyak kegiatan strategis yang diurainya dalam lima misi. Yaitu misi bermartabat dalam kehidupan, bermartabat dalam politik, bermartabat dalam pendidikan, bermartabat dalam pergaulan, dan bermartabat dalam lingkungan.

Terkait infrastruktur, Edy menyebutkan, pada tahun 2023, Pemprov menargetkan penanganan jalan strategis provinsi dalam kondisi baik. Jalan tersebut meliputi kawasan wisata, pusat produktivitas, perkotaan dan kawasan daerah tertinggal sepanjang 497,14 km. Ia juga menargetkan tingkat kemantapan Jalan Provinsi Sumut mencapai 85 persen.

“Penanganan jalan sepanjang 497,14 km, apapun alasannya, ini harus kita ciptakan dan harus kita bisa lakukan,” kata Edy dalam paparannya dalam Musrenbang RKPD Sumut tahun 2023 di Hotel Santika Medan, Rabu (30/3).

Ia merinci, pembangunan jalan rusak 497,14 km yang akan dimulai sejak April ini dalam proyek prioritas jalan dan jembatan bernilai Rp2,7 triliun itu, antara lain di Medan sepanjang 4,7 km.

“Karena memang jalan-jalan di Kota Medan lebih banyak adalah status jalan kota. Tapi 4,7 km ini harus benar-benar dilakukan dan bisa menjadikan jalan yang baik,” ujar Edy.

Kemudian di Deliserdang 15 km. “Saya minta masing-masing bupati dan wali kota ikuti perkembangan ini. Bulan Juni 2023, ini harus selesai semua. Bulan April ke depan ini sudah mulai dikerjakan,” tegas Edy.

Lalu Langkat 40,29 km. “Saya minta bupati catat dan kawal. Jangan ada yang mengganggu-ganggu dalam pekerjaan ini. Konsentrasi kita adalah membangun infrastruktur,” kata Edy.

Selain itu Tebingtinggi 6,97 km, Serdang Bedagai 20,9 km dan Batubara 12 km. “Berikutnya Asahan 44,8 km, yang harus kita jalan, kita perbaiki jalan ini. Ada yang kita bangun, ada yang kita renovasi, dan ini harus selesai bulan Juni 2023,” kata Edy.

“Pasti ada yang bertanya, kenapa harus 2023 Bulan Juni? Karena September harus sudah selesai. Saya akan meninggalkan pekerjaan yang sudah saya cita-citakan ini. Saya kejar cita-cita ini dari 2019 Bulan Februari, kita sudah merencanakan ini,” sambungnya.

Edy selanjutnya menyebutkan, Tanjungbalai 3,67 km, Labuhanbatu 11,6 km, Labuhanbatu Utara 4,2 km, Karo 26,67 km, Dairi 11 km, Pakpak Bharat 2,4 km, Simalungun 24,6 km, dan Pematangsiantar 5,64 km “Jadi di Bulan September di 2022 ini, Karo ini saya berharap menuju Berastagi sudah ada dua jalan, one way, jadi menuju Berastagi, dan pulang dari Berastagi menuju ke Medan. Ini harus jadi,” tegas Edy.

Kemudian Toba 14 km, Tapanuli Utara 14,3 km dan Humbang Hasundutan 12,5 km. “Di Tapanuli Utara yang bisa menghubungkan dengan Tapanuli Selatan, ini cukup besar anggarannya,” sambungnya.

Lalu Samosir hanya 9 km, karena Pemerintah Pusat sudah banyak membangun jalan di sana. Namun karena Samosir sebagai tujuan pariwisata dan superprioritas, kata Edy, harus tetap dibantu. Di Padang Lawas Utara sepanjang 34 km dan Padang Lawas 34,8 km, Sibolga 2,5 km, Tapanuli Tengah 4,7 km, Tapanuli Selatan 22,4 km, Padangsidempuan 15 km, dan Mandailing Natal 27,8 km.

“Ini di Padang Lawas ini, ada yang mendemo saya, dia minta pindah provinsi. Inilah di perbatasan Riau. Kita harap ke depan, dengan jalan bisa profesiobal, dia tak minta lagi, minta pindah,” sebutnya.

Kemudian Nias Utara 37,1 km, Nias Barat 24,7 km, Nias Selatan 6,4 km, Nias 2,5 km, Gunungsitoli 1 km. “Ini Nias yang sangat sangat saya prihatin dengan jalan-jalannya ini,” sebut Edy.

“Paling tidak dia sudah mengakui Sumatera Utara lah dengan jalan yang begitu buruk di (Kepulauan) Nias ini. Bulan Juni 2023, jalan-jalan dia sudah tidak buruk lagi,” tandas Edy.

Selain itu, akan dilakukan optimalisasi jaringan irigasi kewenangan provinsi sekitar 78.000 hektare, yang merupakan kewenangan provinsi dalam rangka mempertahankan swasembada beras. Juga pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Mebidang, pembangunan role model pengurangan luas kawasan kumuh terintegrasi dan rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 1.000 unit.

Serta penyediaan energi listrik dalam rangka pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga miskin sebanyak 8.745 kepala keluarga dan dukungan terhadap pelaksanaan sistem pertanian terintegrasi sebanyak tujuh unit pembangkit listrik tenaga surya. “Ke depan 2023 akhir, saya berharap tidak ada lagi rakyat kita yang tidak bisa dialiri listrik,” kata Edy Rahmayadi.

Di bidang pendidikan, Edy menargetkan capaian indeks pendidikan sebesar 68.85 – 69.35 poin dengan menetapkan prioritas peningkatan kualitas dan pemenuhan akses pendidikan melalui beberapa kegiatan strategis. Di antaranya, pembangunan unit sekolah baru menengah kejuruan dan khusus sebanyak 26 unit, pemberian bantuan operasional pendidikan untuk siswa jenjang SMK, SMK, dan SLB Negeri yang kurang mampu sejumlah 167.000 jiwa.

Selanjutnya, membangun kampung beasiswa S1, S2, dan S3 di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU). Kerja sama link and match Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau vokasi dengan dunia usaha dunia industri, penyelarasan kurikulum vokasi/SMK dengan jumlah sebanyak 70 kompetensi keahlian vokasi, pembelajaran berbasis produk dan bisnis dengan jumlah sebanyak 70 kompetensi keahlian vokasi.

Juga pembangunan 33 unit pojok baca dan gerobak baca, serta pengembangan perpustakaan digital. “Ini harus terwujud, rakyat harus membaca, tanpa membaca omong kosong akan membuka pikiran yang baik,” kata Edy.

Di bidang kesehatan, Edy menargetkan pencapaian indeks kesehatan sebesar 75,75 – 76,25 poin. Dengan beberapa kegiatan strategis, yakni penanganan Covid-19 melalui penguatan pola 3T (testing, tracing, treatment), percepatan vaksinasi, penyediaan obat – obatan, penguatan kapasitas rumah sakit dan pemberian insentif bagi tenaga medis, pembangunan dan rehabilitasi rumah sakit haji medan dalam rangka peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Selanjutnya pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronis (KEK), balita kurus dan anak sekolah sebanyak 250.000 jiwa dalam rangka penurunan prevalensi stunting. “Ini benar-benar difokuskan, bapak bupati walikota, kita masih tinggi nilai stunting kita saya harap ini bisa kita jawab,” ucap Edy.

Selain itu, dilakukan juga peningkatan kapasitas layanan kesehatan melalui penambahan 100 tempat tidur dalam rangka rehabilitasi narkoba pada rumah sakit jiwa Prof dr M Ildrem, kampanye gerakan masyarakat sehat, pemberian jaminan kesehatan bagi penerima bantuan iuran (PBI) provinsi kepada masyarakat kurang mampu sebanyak 420.000 jiwa dan penyediaan kontribusi bagi peserta PBI JKN sebanyak 4.733.689 jiwa. Serta layanan kesehatan bergerak melalui pengadaan delapan unit mobil medis/bus kesehatan.

Untuk bidang pertanian, nilai tukar tani ditargetkan sebesar 111,41 poin. Dengan kegiatan strategis seperti peningkatan produksi daging sapi menjadi sebesar 17.149,75 ton dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumsi, peningkatan produksi daging kambing atau domba menjadi sebesar 1.537,50 ton, mempertahankan swasembada beras dan jagung, dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumsi dan industri.

Kemudian peningkatan produksi cabai merah 190.011 ton dan bawang putih 1.421 ton serta bawang merah 18.675 ton untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi dan industri, serta peningkatan produksi perikanan tangkap 459.403,89 ton dan produksi perikanan budidaya 216.996 ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan ekspor.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Edy mengharapkan seluruh Bupati, Walikota, Forkopimda dan seluruh perangkat desa untuk bergandengan tangan atau bersinergi. Hal tersebut tidak dapat terwujud apabila berjalan sendir-sendiri. “Saya berharap ini jadi komitemen kita, menyejahterakan rakyat,” ucap Edy.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Zuhdan Arif Fakrulloh mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, agar RKP terwujud dengan baik, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bergerak bersama. Menurutnya OPD sudah didesain sedemikian rupa sesuai dengan kehendak kepala daerah. “Jadi kita memerlukan orkestrasi sehingga tujuan kita rancangan RKPD ini bisa dieksekusi dengan tepat,” ujar Zuhdan.

Zuhdan mengatakan, Pemerintah Pusat memberi dukungan dengan caranya tersendiri. Ia mengatakan dukungan bisa berupa platform, baik itu aplikasi ataupun aspek lainnya. “Karena ini akan memperbaiki kualitas tata kelola dalam pelayanan publik,” kata Zuhdan.

Dibuka dengan tari-tarian tradisional asli Sumut dan permainan dram oleh Gubernur Edy Rahmayadi yang didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, Musrenbag kali ini juga dimeriahkan dengan pameran produk-produk hasil kerajinan Sumut, seperti kain songket khas Toba, Simalungun, Mandailing, Angkola dan lainnya.

Turut hadir Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Plt Deputi Bidang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Subandi Sardjoko, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Pangdam I Bukit Barisan Achmad Daniel Chardin, Wakapolda Sumut Dadang Hartanto, dan Danlantamal I Belawan Djanarko Wibowo, Kepala Perwakilan BPK RI Eydu Oktain Panjaitan, serta Bupati dan Walikota se-Sumut. (gus)

Konjen Malaysia: Warung Bebek Goreng Pawito Layak Ekspansi Bisnis ke Malaysia

Bersama: Konjen Malaysia di Medan, Aiyub Omar bersama staf Kantor Konsulat Malaysia dan unsur pimpinan serta staf PT ADS, di Warung Bebek Goreng Pawito Jalan H. Adam Malik Medan, Selasa (29/3). Sumut Pos/ ist.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tidak hanya memuji kelezatan menu masakan yang dimiliki Warung Bebek Goreng Pawito, Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan, Aiyub Omar juga menyebutkan, usaha kuliner tersebut pantas melakukan ekspansi bisnisnya ke Malaysia.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri undangan silaturahim dalam kegiatan bertajuk ‘Pengenalan Masakan Khas Indonesia’, di Warung Bebek Goreng Pawito Jalan H Adam Malik Medan, Selasa (29/3).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, unsur pimpinan PT ADS (Asli Dari Solo) Wagiono selaku Direktur, Budi Aprianto Business and Development Manager, Eko Aprianto Operational Manager, Taufik Azhari, Region Manager dan Andika selaku Chef, dan Ketua Perwakilan Persatuan Wanita Luar Negeri Konsulat Jenderal Malaysia, Medan, Puan Hasnizah Hasan Aiyub Omar beserta rombongan dari kantor Konsulat Malaysia Medan.

Menurut Aiyub, PT ADS yang membawahi brand Bebek Goreng Pawito, telah dikenal memiliki menu masakan unggulan bebek goreng yang diramu secara khas nusantara tersebut, harus segera melihat peluang positif ini untuk dapat mengembangkan usahanya ke negeri Jiran. Baik itu berupa metode berinventasi langsung ataupun membuka peluang usaha franchise bagi investor di Malaysia.

“Saya siap membantu memediasi PT ADS untuk berinvestasi di Malaysia ataupun membuka peluang usaha franchise bagi investor di Malaysia,” katanya sembari mengucapkan terima kasih atas undangan silaturahmi yang digagas oleh PT ADS tersebut.

Dia juga merasa optimis, kalau usaha kuliner Bebek Goreng Pawito, dapat berkompetisi dengan baik di negaranya. Terlebih lagi kalau kepulauan Sumatera dan negara Malaysia mempunyai banyak persamaan baik dalam agama, budaya, tarian, sejarah, bahasa dan termasuk kuliner yang telah membentuk satu persamaan sosial budaya yang unik dan menciptakan hubungan istimewa sebagai serumpun.

Beberapa hidangan makanan di Medan, Sumatera khususnya dan Malaysia, memiliki banyak kesamaan dengan resep makanan terutamanya masakan Melayu. Seperti penggunaan santan, kelapa parut, kacang-kacangan, lontong, kerupuk kentang pedas atau kentang goreng tapioka dan cabai, menunjukkan wujudnya pengaruh Melayu dalam makanan kedua negara ini.

“Sebagai Konsul Jeneral Malaysia yang berada selama dua tahun lebih di Kota Medan, saya dapati kuliner-kuliner yang ada Medan sangat bervariasi dan memiliki pengaruh berbeda menurut wilayah dan daerah. Bahkan setengah masakan didominasi memiliki pengaruh dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok,” ungkapnya.

Dari segi sejarah, hubungan Malaysia dengan Indonesia dapat dijejaki bermula sejak abad ke-7, di mana Sumatera dan Tanah Melayu (Sekarang Malaysia), ketika itu pernah menjadi sebahagian dari kerajaan besar seperti, Majapahit, Aceh, Sriwijaya, Dharmasraya, Melaka dan Johor-Riau.

“Dalam masa ini, beragam etnik termasuk, Aceh, Minang, Bugis, Banjar dan Jawa hijrah ke Tanah Melayu dan membentuk masyarakat “melayu” yang signifikan pada zaman modren Malaysia selepas penjajahan asing,” jelasnya.

Pada penjajahan Inggris, sambung Aiyub, kehadiran buruh-buruh dari India dan China juga memberikan pengaruh besar bagi Tanah Melayu. Sehingga membentuk etnik utama di Malaysia.

Dalam kesempatan itu, berkaitan dengan dibukanya perbatasan Malaysia pada 1 April 2022 mendatang, Aiyub juga mengajak warga Indonesia untuk berwisata ke Malaysia menikmati masakan khas di sana.

“Saya mengundang masyarakat Medan yang sudah dua tahun tidak dapat menjejakkan kaki ke Malaysia, setidaknya dapat berwisata di Pulau Pinang menikmati nasi kandar, char kueh teow, asam laksa atau lok lok di akhir pekan. Di Melaka, kita juga bisa nikamati gulai asam pedas, sate celup, es cendol, dan laksa melaka. Dan sudah pasti, ada roti canai dan teh tarik di mana-mana,” harapnya.

Sementara itu, Direktur PT ADS, Wagiono mengucapkan terima kasih atas kehadiran Konjen Malaysia di salah satu resto mereka. Dia berharap dalam pertemuan bersahabat tersebut, dapat meningkatkan hubungan yang positif ke depannya.

Wagiono menjelaskan, Bebek Goreng Pawito merupakan salah satu produk makanan unggulan dimiliki perusahaan. Kehadiran Warung Bebek Goreng Pawito di kancah kuliner Medan sejak tahun 2010, tidak hanya mendapat perhatian dari warga Medan, tapi juga incaran bagi wisatawan yang datang ke Indonesia.

“Karena itu kami berharap investor Malaysia melirik usaha kuliner kami untuk bisa bekerjasama mengembangkan bisnis yang menjanjikan tersebut,” ujarnya. (Dwi)

Kasi Pidum Kumandangkan Azan kepada Bayi Tahanan Narkoba

LIHAT: Kasi Pidum Kejari Binjai Fatah Chotib, saat melihat tahanan berinisial S, usai melahirkan seorang bayi perempuan di RSUD Djoelham Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Aparat penegak hukum sejatinya tidak hanya melakukan penegakan hukum sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana saja. Namun juga, harus melihat sisi kemanusiaannya.

Ya, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kasipidum Kejari) Binjai, Fatah Chotib, meningkatkan rasa kemanusiaannya ketika melihat tahanan wanita berinisial S, yang sudah hamil tua.

Artinya, S yang jelang melahirkan ini terus dipantau kondisinya. “Tahanan berinisial S ini tersandung perkara narkotika. Berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Binjai,” ungkap Fatah, Rabu (30/3).

Sejak 25 Maret 2022 lalu, kondisi kandungan S terus dipantau. Sebab, sudah terlihat hamil tua. Singkat cerita, disepakati pada Minggu (27/3) lalu, S dibantarkan agar dapat melakukan persalinan. Menurut Fatah, S diprediksi akan melahirkan seorang bayi dari rahimnya pada Senin (28/3) malam.

“Namun berubah, akhirnya Selasa (29/3) pagi, S melahirkan seorang bayi perempuan dengan operasi cesar di RSUD Djoelham Binjai,” tuturnya.

Setelah tahanan narkoba ini melahirkan, Fatah melihat kondisinya. Setibanya di rumah sakit milik Pemko Binjai ini, dia menaruh rasa iba, melihat seorang ibu melahirkan sendirian tanpa didampingi oleh suami tercintanya.

“Saya kemudian bertanya kepada si S. Sehatkan? Bagaimana keadaan si bayi? Suami mana?” ujarnya mencontohkan sapaannya.

Jawaban S cukup mengejutkan. Kepada Fatah, S berujar, dia ketangkap bersama sang suami dalam perkara narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,05 gram. Bahkan kepada Fatah, S meminta tolong agar mengumandangkan azan dan ikamah kepada buah hatinya tersebut. Atas dasar kemanusiaan dan iba melihat hal ini, Fatah langsung mengumandangkan azan kepada bayi S. “Bayi S terlihat sehat. Setelah nanti sudah pulih, tentu akan dikembalikan lagi ke tempatnya. Dan bayinya akan diserahkan kepada keluarganya,” jelasnya.

S dan suaminya disangkakan polisi dengan Pasal 112 dan 114 KUHPidana. Dalam waktu dekat ini, S dan suaminya berinisial R, akan duduk di kursi pesakitan PN Binjai sebagai terdakwa. (ted/saz)

Deliserdang Raih 2 Penghargaan pada Pembukaan Musrenbang RKPD Sumut

TERIMA: Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, saat menerima penghargaan dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada Pembukaan Musrenbang RKPD Sumut di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (30/3).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pemkab Deliserdang meraih Juara Pertama Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Sumut dan Juara Pertama Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi 2021. Prestasi ini merupakan capaian 2 tahun berturut-turut, yakni pada 2021 dan 2022.

Wakil Bupati Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar menyampaikan, penilaian ini dilakukan tiap tahun oleh pemerintah pusat untuk kabupaten/kota yang menjadi fokus dari 2020 dan 2021. Pemkab Deliserdang telah masuk dalam urutan pertama terbaik se-Sumut.

Tahapan penilaian tersebut dimulai dari dokumen pendukung pelaksanaan Aksi Konvergensi 1 sampai 8, dan dokumen praktik baik (best practice) terkait pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting di Kabupaten Deliserdang.

Penghargaan diberikan langsung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, kepada Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar pada Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Provinsi Sumut di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (30/3).

Dalam kesempatan itu, Ali Yusuf menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak, khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, yang telah memberi pendampingan dan dukungan kepada Pemkab Deliserdang, sehingga memperoleh peringkat pertama PPD 2022 untuk tingkat Sumut.

“Bagi Pemkab Deliserdang, PPD 2022 ini merupakan satu bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk tetap konsisten meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan guna mewujudkan visi, Deliserdang yang maju dan sejahtera, dengan masyarakatnya yang religius serta rukun dalam kebhinnekaan,” ungkap Ali Yusuf.

Mengenai pencegahan dan penurunan stunting, Ali Yusuf menjelaskan, penurunan angka stunting di Kabupaten Deliserdang cukup signifikan, dari 25,7 persen pada 2018 menjadi 12,5 persen di 2021, berdasarkan survey SSGI 2021.

Hal ini tentunya merupakan hasil kerja bersama tiap stakeholder, komitmen, kolaborasi organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat, melalui beberapa kegiatan, antara lain melakukan pemetaan program, kegiatan dan sumber pembiayaan terkait percepatan pencegahan stunting hingga tingkat desa di daerah. Kemudian, melaksanakan pertemuan daerah percepatan pencegahan stunting bersama dengan seluruh OPD, camat, kepala desa, dan pihak terkait lainnya.

Melakukan pengumpulan dan publikasi data stunting serta program-program percepatan yang sudah dilakukan secara berkala, dan menggunakan data sebagai dasar untuk melakukan perbaikan program. Selanjutnya, menyusun kebijakan dan melaksanakan kampanye perubahan perilaku dan komunikasi antarpribadi untuk percepatan pencegahan stunting, dan terakhir meningkatkan peran desa dalam melakukan konvergensi percepatan pencegahan stunting di desa.

Sementara itu, terkait penghargaan PPD 2022, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Deliserdang, Remus Hasiholan Pardede menjelaskan, PPD 2022 merupakan satu bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada provinsi/kabupaten/kota atas prestasi perencanaan dan pelaksanan pembangunan daerah.

“PPD 2022 ini juga bertujuan memotivasi dan menjadi pembelajaran bagi daerah untuk mewujudkan pembangunan yang berkualitas. Untuk memperoleh prestasi ini, dilalui beberapa penilaian yang meliputi capaian pembangunan, kualitas dokumen perencanaan, proses penyusunan dokumen perencanaan dan inovasi,” jelasnya.

Menyangkut raihan prestasi pencegahan dan penurunan angka stunting, Remus menyebutkan, kebijakan dan strategi ke depan harus lebih holistik, intergratif, tematik dan praktik baik inovasi baru harus tetap dioptimalkan. Dengan demikian pencegahan stunting bisa difokuskan sebagai penanganan yang lebih preventif dan berkelanjutan untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Deliserdang yang maju dan berdaya saing. (btr/saz)

Airlangga Minta Pengusaha Bayar THR untuk Pekerja di Rakernas KSPSI

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi peran buruh atau pekerja dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Airlangga, buruh berkontribusi membuat perekonomian Indonesia pada 2021 semakin membaik dengan pertumbuhan sebesar 3,69 persen (yoy).

Menko Airlangga menegaskan, pemerintah telah meminta dan mengarahkan seluruh asosiasi pengusaha utnuk memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada pekerjanya masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai apresiasi pemerintah terhadap peran pekerja Indonesia.

“Pemerintah mengarahkan kepada semua asosiasi pengusaha, seperti APINDO dan KADIN, untuk memberikan THR kepada pekerjanya masing-masing di Lebaran tahun ini. Diharapkan THR ini akan membantu kesejahteraan masyarakat di tahun 2022 ini,” tutur Airlangga saat “Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Kongres X KSPSI Tahun 2022”, di Jakarta, Rabu (30/3).

Airlangga menambahkan, kondisi ketenagakerjaan Indonesia sudah mulai pulih. Hal ini ditunjukkan dengan turunnya angka pengangguran dari 7,07 persen (Agustus 2020) menjadi 6,49 persen (Agustus 2021). Penurunan pengangguran tersebut ditunjang dengan meningkatnya lapangan kerja selama 2021 yang mencapai 2,59 juta.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 mengakselerasi penerapan teknologi digital di Indonesia. Hal ini akan berpengaruh terhadap berbagai pekerjaan dan sektor usaha di masa depan. Banyak kegiatan usaha beralih ke teknologi digital, membatasi pekerja dan jam kerja, dan menghindari kontak langsung. Peralihan tersebut berdampak pada kondisi pasar kerja.

Berdasarkan laporan World Economic Forum – Future of Jobs 2020 diperkirakan ada 85 juta pekerjaan manusia yang akan tergantikan mesin dan akan muncul 97 juta pekerjaan baru yang melibatkan manusia, mesin, dan algoritma sebelum 2025.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) juga menyebutkan pada Kuartal II 2020 ada sebanyak 195 juta pekerja telah tergantikan dengan perubahan yang semakin cepat.

Saat ini, Indonesia juga dihadapkan pada tantangan bonus demografi yakni pada 2030 diperkirakan jumlah penduduk usia kerja akan mencapai 201 juta orang atau setara 68,1 persen jumlah penduduk.

Selain itu, data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2021, terdapat sebanyak 9,1 juta orang menganggur dan 1,93 juta angkatan kerja baru yang membutuhkan pekerjaan. Hal tersebut menunjukkan lebih dari 10 juta orang membutuhkan pekerjaan setiap tahun dan dapat terus bertambah dari tahun ke tahun.

“Untuk mengantisipasinya, pemerintah telah berupaya mereformasi struktural melalui penerbitan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja untuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak dan inklusif,” ujar Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar menegaskan, melalui UU Cipta Kerja, pemerintah memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para pekerja. Yakni, melalui penyempurnaan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan fleksibilitas jam kerja sesuai dengan kesepakatan antara pemberi kerja dan pekerja.

Pemerintah pun tetap menjamin hak-hak pekerja, seperti memperoleh upah yang layak, kebebasan berserikat, memperoleh kesempatan dan perlakuan yang sama, dan terpenuhinya pesangon saat terkena PHK.

Selain itu, Pemerintah memperkuat perlindungan bagi pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan mengatur ketentuan pemberian kompensasi kepada mereka ketika masa kontraknya telah selesai.

Terobosan lain adalah penyempurnaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dengan menambahkan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program JKP ini akan memberi perlindungan bagi pekerja ter-PHK agar dapat memenuhi kebutuhan hidup, meningkatkan kompetensi, dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan baru.

“Tambahan program ini tidak akan menambah beban pekerja karena iurannya ditanggung pemerintah,” jelas Menko Airlangga.

Program JKP memberikan tiga manfaat berupa uang tunai sebesar 45 persen dari upah untuk 3 bulan pertama dan 25 persen dari upah untuk 3 bulan berikutnya, pelatihan kerja, dan akses informasi pasar kerja. Melalui tiga manfaat tersebut, diharapkan pekerja yang ter-PHK dapat kembali masuk ke pasar kerja.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan, pemerintah juga menyelenggarakan program Jaminan Hari Tua (JHT).

Manfaat uang tunai yang diterima, bagi pekerja yang pensiun dengan upah Rp 5 juta per bulan dan masa kerja 10 tahun akan mencapai Rp 133.587.781. Dengan manfaat tersebut, pekerja tetap akan memperoleh perlindungan saat memasuki usia tidak produktif lagi dan mencegah terjadinya kemiskinan.

Pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas para pekerja, melalui program Kartu Prakerja. Program ini ditargetkan kepada pencari kerja, pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan, pekerja informal, maupun pekerja migran Indonesia yang membutuhkan peningkatan kompetensi dalam bekerja.

Sejak 2020 hingga 2021, tercatat sebanyak 11.440.629 orang telah menerima Kartu Prakerja dengan jumlah insentif yang disalurkan pemerintah mencapai Rp 27,48 triliun.

Seluruh upaya ini, akan menjadi pendorong meningkatnya kesejahteraan pekerja di Indonesia. Keberhasilan upaya tersebut juga tidak lepas dari peran Serikat Pekerja/Buruh.

“Hadirnya Serikat Pekerja/Buruh akan memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja/buruh dan anggota keluarganya,” tegas Airlangga.