26 C
Medan
Monday, February 9, 2026
Home Blog Page 2647

Kasus Penganiayaan di Lapangan Merdeka Gunungsitoli, Ade Ditikam di Depan Oknum Polisi

DIRAWAT: Dede Syukri Guci alias Ade Korban penikaman di Lapangan Merdeka Gunungsitoli, pada Rabu (23/3) lalu sedang menjalani perawatan di ruang ICU RSUD dr Thomsen, Gunungsitoli.

NISEL, SUMUTPOS.CO – Kasus penganiayaan yang dialami Dede Syukri Guci alias Ade di Lapangan Merdeka Gunungsitoli pada Rabu (23/3) lalu, disinyalir ada keterlibatan oknum polisi berinisial BZ.

Dugaan keterlibatan BZ, menurut keluarga korban, Ade ditikam sebanyak 3 liang oleh tersangka Syahrul Khair Zega alias Irul disaksikan oleh BZ. Bahkan BZ yang melaramng Fadil Ahmad Telambanua (18) untuk melerai cekcok antara Ade dan Irul.

Dijelaskan Fadil, adik ipar korban, sebelumnya sekira pukul 16.00 WIB pada Rabu(23/3) korban mendatangi rumahnya di Afilaza. Saat itu, korban minta ditemani ke Lapangan Merdeka yang jaraknya berkisar 300 meter dari rumah Fadil. “Kata abang ipar saya saat itu ada seseorang, yang telpon dia ngajak bertemu di Lapangan Merdeka, jadi dia minta dikawani,” tutur Fadil, yang mengaku tidak tau motif dari kejadian itu.

Tak lama kemudian dengan berboncengan naik sepeda motor, Fadil dan korban tiba di lokasi. Lalu keduanya memarkir sepeda motor persis di samping sepeda motor pelaku dekat tugu lompat batu, yang mana teman pelaku bernama Andi juga menunggu di tempat yang sama. “Kamu tunggu disini saja, biar saya aja yang jumpai dia,”ungkap Fadil menirukan ucapan korban.

Menurut Fadil, pelaku yang saat itu sudah menunggu di samping tugu lompat batu, antara pelaku sempat terjadi cekcok dengan korban. Lalu dengan tiba-tiba pelaku mengeluarkan pisau yang sudah diselipkan dipinggangnya, langsung menusuk korban sebanyak tiga kali. “Dari jarak sekitar 5 meter, saya lihat pelaku mengambil sesuatu dari pinggangnya. Lalu pelaku tusukkan ke bagian perut dan lengan abang ipar saya. Sempat saya lihat pelaku membuang pisau itu ketanah dibelakangnya,” sebut Fadil.

Melihat kondisi abang iparnya yang sudah sempoyongan, Fadil pun bergegas hendak melerai. Namun niatnya untuk menolong, dihentikan oleh BZ yang tiba-tiba datang menghadang Fadil. Bahkan BZ yang disebut-sebut oknum polisi bertugas di BNNK Gunungsitoli itu, sempat mengeluarkan pistol, lalu mengancam Fadil untuk tidak melerai. Padahal saat itu korban sudah sempoyongan setelah ditikam oleh pelaku. “Jangan ikut campur, biarkan saja mereka, hargai abang. Karena saya lihat dia pegang pistol, saya pun takut bang,” kata Fadil menirukan ucapan BZ, mengaku kenal dengan pelaku maupun oknum BZ.

Makanya kami curiga, karena Bang Boby ini saya kenal, dia kan aparat. Harusnya dia menghentikan penganiayaan itu. Namun malah membiarkan, bahkan menghadang danmengancam saya,” sambung Fadil.

Beruntung beberapa warga dilapangan Merdeka yang melihat kejadian itu mendekat, membuat pelaku dan oknum BZ pergi begitu saja meninggalkan korban yang sudah sekarat. “Setelah orang-orang berdatangan, pelaku dan temannya kabur. BZ juga pergi ke arah BRI seolah tidak ada yang terjadi,” sebut Fadil. “Penyebabnya saya tidak tau, padahal bang Irul (pelaku) dan bang Boby itu bertetangga dengan abang ipar saya di daerah Saombo,” sambungnya.

Senada dengan itu, istri korban Indah Telaumbanua juga mengaku hingga saat ini tidak tau penyebab musibah yang menimpa suaminya itu. Menurutnya selama ini korban tidak pernah bermasalah dengan orang. “Setau saya suami saya itu tidak pernah punya masalah. Dan dia juga bukan peminum alkohol, biasanya setelah selesai kerja langsung pulang ke rumah,” kata Indah.

Menurut istri korban, tak lama sebelum kejadian sempat melihat pelaku bersama temannya, berada di teras rumah oknum BZ. “Memang sebelum kejadian, saat saya lihat mereka di teras rumah si Boby. Kami ini kan tetangga pak. Kenapa mereka sampai tega menganiaya suami saya,” pungkasnya.

Sementara Ps Paur Subbag Humas Polres Nias Aiptu Yadsen F Hulu mengatakan terduga pelaku inisial SKZ alias Irul sudah diamankan. Saat ini Irul di tahan di RTP Polres Nias guna pemerikasaan lebih lanjut. “Terhadap tersangka SKZ telah dilakukan penahanan di RTP Polres Nias mulai Jumat (25/3) kemarin. Tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 2 subs pasal 351 ayat 1 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” terang Hulu.

Sedangkan teman tersangka inisial FFMM alias Andi yang juga turut diamankan oleh polisi, menurut Aiptu Yadsen Hulu, setelah dilakukan serangkaian penyidikan, penyidik belum menemukan bukti yang kuat yang dapat menjerat untuk ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan motif, hanya karena ketersinggungan tersangka. “Motif sementara, tersangka tersinggung dari informasi yang disampaikan FFMM alias Andi yang mengatakan korban tidak senang dengan tersangka,” Jelas Hulu. (adl/han)

BPS Dairi Sebut Ekonomi Dairi Tumbuh Sebesar 2,05% Tahun 2021

DAIRI,SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dairi, Asi Matanari menyebutkan, tahun 2021, sektor perekonomian di Dairi tumbuh sebesar 2,05 %, setelah mengalami kontraksi sebesar 0,94% di tahun 2020.

Sementara untuk indeks pembangunan manusia (IPM), mencapai 71,84%. Sedangkan untuk struktur perekonomian, sektor pertanian menyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar 42,9% pada tahun 2021.

Hal itu disampaikan Kepala BPS, Asi Matanari saat menjadi narasumber pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang-RKPD) kabupaten Dairi tahun 2023 diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi di gedung Balai Budaya Sidikalang, Senin (38/3/2022).

Dalam kesempatan itu, Asi Matanari menyampaikan materi tentang penguatan ekonomi Dairi dengan hilirisasi pertanian. Demikian diterangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop, Selasa (29/3/2022).

Lanjut Iswan, dalam kesempatan itu, Asi menyampaikan, perbandingan kontribusi beberapa sektor perekonomian di tahun 2021, sektor industri pengolahan berkontribusi hanya 0,4 persen.

“Sementara pertanian sangat besar yakni 40%. Hal tersebut sebagai indikasi bahwa hasil pertanian dari Dairi di kirim ke luar daerah tanpa diolah,” jelas Asi. Disebutkan, mengingat sektor pertanian penyumbang PDRB terbesar, pemerintah harus bergerak cepat untuk membuat program transformasi pertanian.

Menurutnya, menggunakan transformasi pertanian ada beberapa keuntungan diperoleh. Diantaranya, harga pasar terjamin, jangkauan pasar lebih luas serta membuka lapangan kerja, kata Asi.

Untuk mencapai transpormasi pertanian, Kepala BPS memberikan masukan kepada Pemkab Dairi yakni meningkatkan keahlian para petani untuk mengolah hasil pertanian, membina UMKM dalam pengolahan hingga pemasaran serta membangun sistem transformasi pertanian menjadi industri, ungkapnya.(rud).

Kepala BPS Dairi, Asi Matanari.SUMUTPOS.CO/Komimfo Dairi.

Dinsos Tebingtinggi Gelar Pelatihan Petugas Verifikasi, Validasi dan Penginput Data

MEMBUKA: Kepala Dinas Sosial Kota Tebingtinggi Khairil Anwar membuka kegiatan pelatihan verifikasi, validasi dan penginput data se Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dinas Sosial Kota Tebingtinggi Khairil Anwar Nasution membuka pelatihan petugas verifikasi, validasi dan penginput Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2022 se-Kota Tebingtinggi di Aula Dinas Sosial, Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, pada Senin (28/3) hingga Selasa (29/3).

Khairil Anwar mengatakan, warga yang layak harus menerima bantuan dan kategori kurang sejahtera harus diusulkan masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pendata harus mengedepankan verifikasi yang benar benar layak, yang kaya dan mampu harus dikeluarkan dari data DTKS Kota Tebingtinggi.

Dalam petugas verifikasi, petugas yang tidak bertanggungjawab melakukan pendataan, Dinas Sosial akan melakukan evaluasi. “Jika tidak mampu bekerja, maka petugas verifali harus keluar, kita siap menggantikan kepada petugas yang baru dan kredibel serta bertanggungjawab dengan pekerjaannya,” jelas Khairil Anwar, Senin (28/3).

Ditambahkan Khairil, masih ada data orang yang meninggal dan pindah dari Kota Tebingtinggi yang masuk DTKS.”Kita harapkan petugas verifikasi untuk melakukan pendataan ulang dan harus benar benar dilakukan verifikasi sesuai dengan ketentuan anturan sesuai dengan pengisian lembar form kunsioner.

Dijelaskan juga, terkait isu tentang adanya pengutipan uang kepada masyarakat untuk masuk DTKS, dikatakan Khairil pengutipan itu tidak ada, kita melakukan pendataan warga kurang mampu untuk masuk DTKS. “Kami juga meminta kepada petugas verifikasi untuk tidak coba coba memfaatkan warga miskin,” tegasnya.

Masih kata Khairil, apabila ada ditemukan pelaku yang mengataskan namakan Dinas Sosial melakukan pengutipan, baik petugas verifikasi dan orang lain, maka akan kami lakukan pemecatan dan melaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindak secara hukum.

Sedangkan tugas dan tanggungjawab petugas verifikasi yaitu melakukan verifikasi dan validasi dan pengiputan data di kelurahan masing masing, melakukan pendataan fakir miskin disetiap kelurahan, melakukan verifikasi kelayakan penerima bantuan sosial, melakukan verifikadi data PBI JKN harus dikroscek baik PBI Provinsi dan Pusat. “Ada 53.000 jiwa kita dapat bantuan PBI di Kota Tebingtinggi baik dari pusat dan daerah,” paparnya.

Sambungnya, petugas verifikasi melakukan kerjasama baru pengusulan dengan lurah, apakah masyarakat layak menerima bantuan sosial, menerima pendaftaran masyarakat yang miskin mengaku belum mendapat bantuan sosial apakah sudah masuk DTKS dan mengedukasi program pemerintah khususnya mengenai bantuan sosial pusat dan daerah.

Tampak hadir Kabid Dayasos Suhendri, Firman Sinurat, narasumber dari BPS Margaret dan petugas verifikasi se Kota Tebingtinggi serta Kordinator pendataan. (ian/han)

Sosialisasi Vaksin Usia 6-11 di MIN-3 Desa Pulau Rakyat

SOSIALISASI: Sosialisasi Vaksinasi terhadap Anak Usia 6 - 11 di MIN 3 Pulau Rakyat Asahan.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka membantu program pemerintah dalam percepatan vaksinasi Covid-19, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, melaksanakan sosialisasi kepada orangtua dan siswa, Senin(28/3). Kegiatan sosialisasi dan imbauan vaksinasi ini diberikan kepada orang tua dan siswa, target siswa yang disasar berkisar umur 6 s/d 11 Tahun. Dari kegiatan ini diharapkan agar mengerti dan memahami pentingnya vaksin guna untuk menaikkan kekebalan tubuh dari penyebaran virus Covid-19.

Sosialisasi vaksinasi ini bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Pulau Rakyat Kabupaten Asahan, Senin (28/3) yang diselenggarakan berkat kerja sama sekolah, puskesmas, dan forkopimcam.

Kepala sekolah MIN 3, Ibu Fitriani Nainggolan S.Pd engatakan, vaksinasi terhadap peserta didik adalah upaya sekolah untuk menjaga generasi penerus agar menaikkan kekebalan tubuh terkhusus di era pandemi seperti sekarang ini.

“Artinya jika peserta didik kebal terhadap penularan virus, proses belajar mengajar juga semakin lebih lancar,” ungkapnya.

Kita sama-sama berharap dan berdoa agar keadaan kembali normal. Untuk itu vaksinasi terhadap peserta didik haruslah menjadi perhatian kita bersama.

Harapan yang sama juga dikatakan oleh Polsek Pulau Raja Polres Asahan. Melalui Iptu B.Hutagaol dalam penjelasannya, pelaksanaan vaksinasi terhadap anak/siswa MIN 3 Asahan Usia 6-11 .tahun tidak berbahaya karena sudah dilakukan penelitian oleh pemerintah melalui Mentri Kesehatan dan BP POM RI.

Dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi saat ini, Kanit Sabhara ini juga berharap dapat terjalin silaturahmi dan kerjasama yang baik antara polri dengan guru, orang tua siswa dan Siswa MIN 3 Asahan Pulau Rakyat dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai masyarakat yang sehat dan kuat.

“Peran serta guru, orang tua dan siswa sangat di harapkan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid – 19,” pungkasnya.

Di tempat berbeda Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Dr. Nanang melalui stafnya ketika dikonfirmasi mengatakan memang banyak kegiatan vaksinasi serta sosialisasi yang dilakukan pihaknya dan jajarannya.

“Pada tingkat kecamatan, Kepala Puskesmas tiap kecamatan mengagendakan acara tersebut. Kemudian mereka membentuk tim bersama vaksinator untuk melakukan kegiatan yang dimaksud pada tiap daerah,” ujarnya.

Pada acara sosialisasi juga dihadiri Kapuskesmas Pulau Rakyat, Team Vaksinator Puskesmas Pulau Rakyat, Guru dan Staf MIN 3 Asahan Pulau Rakyat, Orang tua Siswa MIN 3 Asahan Pulau Rakyat. (dat/han)

Pemkab Karo Tingkatkan SP4N

TANDATANGAN: Penandatanganan kesepakatan peningkatan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) dengan Kemenpan RI.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemkab Karo beserta Pemkab/Pemkot se-Sumut menandatangani kesepakatan peningkatan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) dengan Kemenpan RI. Penandatanganan ini dilakukan dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi SP4N-Lapor di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan pada Kamis (24/03). Tujuannya untuk mempercepat penyelesaian pengaduan masyarakat.

Pada Tahun 2021, ada 231 laporan masuk melalui aplikasi SP4N-Lapor dan 151 telah dilakukan disposisi. Dari jumlah tersebut, 56 laporan selesai ditindaklanjuti dan sisanya 5 ditutup pelapor, 51 ditutup sistem, 2 dalam proses dan 93 belum ditindaklanjuti.

“Karena itu, penting meningkatkan SP4N-Lapor agar pelayanan publik kita semakin baik. Bukan hanya peningkatan SP4N, kita juga perlu mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar aplikasi ini digunakan dengan benar, sehingga pengaduan masyarakat bisa diselesaikan,” ungkap Inspektur Pemprov Sumut, Lasro Marbun.

Tahun 2022, Inspektorat Pemprov Sumut melalui Tim Administrasi dan Pejabat Penghubung Layanan Aspirasi setiap harinya akan memantau aplikasi SP4N-Lapor. Kemudian akan meneruskan dan menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat.

Selain itu, setiap triwulan inspektorat juga akan mengevaluasi tindak lanjut pengaduan masyarakat kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut. Inspektorat juga akan melakukan monitoring ke Kabupaten/Kota di setiap semester, melihat tindak lanjut pengaduan masyarakat.

“Secepatnya akan kita lakukan, mudah-mudahan bulan Juni peningkatan ini sudah lebih terlihat dan terus semakin baik ke depannya,” ungkap Lasro Marbun.

Berdasarkan data Kemenpan yang menindaklanjuti laporan lebih dari 50% pengaduan aplikasi SP4N-Lapor dan Kabupaten karo termasuk 10 besar yang menindaklanjuti laporan karena sudah 73% laporan ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Kemenpan-RB dengan Pemkab/Pemkot se-Sumut. Ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen setiap Pemerintah Daerah meningkatkan layanan pengaduan masyarakat.

Hadir dalam acara rapat ini antara lain anggota Ombudsman RI, Dadan S Suharmawijaya dan Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar. Selain itu juga hadir Inspektur serta perwakilan Pemkab/Pemkot se-Sumut. (deo)

Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam Potong Naik di Kota Tebingtinggi

PEDAGANG: Tampak pedagang ayam potong di Pasar Tradisional Gambir saat melayani pembeli walaupun kondisi harga ayam potong naik.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1433 hijriah, harga ayam potong mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Tebingtinggi, Senin (28/3). Naiknya harga ayam potong ini karena permintaan pasar sangat tinggi, sementara pasokan ayam potong yang berasal dari Kabupaten Deli Serdang saat ini mulai sedikit karena harus memasok ayam kewilayah lain.

Pedagang ayam potong di Pasar Tradisional Gambir Kota Tebingtinggi, Raidan (45) mengatakan naiknya harga ayam potong sudah terjadi empat hari belakangam ini, biasa menjual daging ayam potong untuk perkilonya hanya Rp 17.000, kini harganya naik menjadi Rp 24.000 perkg.

“Ada kemungkinan harga ayam potong akan naik terus harganya, apalagi kebiasaan masyarakat menyambut bulan suci ramadan tinggal beberapa hari lagi banyak mengkomsumsi daging ayam bersama keluarga saat menyambut ramadan,” bilangnya.

Menurut Raidan, memang kebiasaan saat datangnya hari hari besar umat beragama, biasa daging ayam yang menjadi menu favorit dalam bersama keluarga selalu naik harganya, walaupun naik harganya, masyarakat masih tetap membelinya sebagai bahan untuk protein hewani.

Kadis Perdangan Kota Tebingtinggi, Zahidin mengungkapkan bahwa memang kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok dalam menghadapi hari besar keagamaan, tetapi dalam situasi yang masih pandemi Covid-19, warga masyarakat dihimbau untuk tidak berbelanja secara berlebihan, tetapi berbelanjalah sesuai dengan kebutuhan.

Terkait harga ayam potong yang naik, dirinya mengungkapkan bahwa kenaikan harga ayam potong memang ada terjad tetapi masih diharga level aman, untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, masyarakat bisa beralih kebahan yang lain seperti telur dan ikan laut yang harganya belum naik. “Menyikapi kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik, kami akan menggelar operasi pasar bekerjasama dengan PT Bulog,” jelasnya.

Salah seorang ibu rumah tangga, Ramiah (56) saat ditemui di Pasar tradisional Gambir Menuturkan mahalnya harga daging ayam potong, karena menyambut datangnya ramadan, biasanya makan bersama keluarga besar.

“Naik harga ayam potong, terpaksa juga beli karena untuk memenuhi kebutuhan akan daging untuk makan bersama keluarga, terutama anak anak dan cucu. Yah, menjadi kebiasaan menyambut ramadan makan yang enak,” cetus Ramiah. (ian)

Mantan Kadisdik Tebingtinggi Didakwa Korupsi Pekerjaan Renovasi Museum

BACAKAN: JPU membacakan dakwaan terhadap kedua terdakwa dugaan korupsi pekerjaan renovasi Museum secara virtual, Senin (28/3). 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadis) Tebingtinggi, Drs H Pardamean Siregar MAP kembali diadili secara virtual, di Ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (28/3). Dia bersama Wakil Direktur CV Bima Mitra Sakti, Suryanto selaku rekanan, didakwa atas kasus dugaan korupsi pekerjaan Renovasi Gedung Museum, yang merugikan negara Rp266 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tebingtinggi menguraikan dalam dakwaannya, pada Tahun 2019 Dinas pendidikan Kota Tebingtinggi memperoleh Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp2 miliar, untuk kegiatan Pekerjaan Renovasi Gedung Museum sesuai dengan Nomor DPA SKPD Nomor: 1.16 01 18 08 5 2.

“Selanjutnya Wali Kota Tebingtinggi melimpahkan wewenang kepada SKPD Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi yang disebut pejabat pembuat komitmen (PPK) dana alokasi umum (DAU) menetapkan terdakwa Pardamean Siregar selaku pengguna anggaran (PA) sekaligus PPK,” ujar JPU.

Kemudian, terang JPU, terdakwa Suryanto selaku Wadir I CV Bimo Mitra Sakti berdasarkan akta notaris Febry Wenny Nasution SH, ditunjuk selaku rekanan sesuai dengan Surat Perjanjian Kontrak Nomor : 425/3154/ Disdik-TT/K-L/VIII/2019 pada 8 Agustus 2019, terhadap pekerjaan Renovasi Gedung Museum TA 2019, pada Disdik Kota Tebingtinggi.

“Perbuatan kedua terdakwa telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp266 juta lebih,” ungkap JPU.

Atas perbuatan kedua terdakwa, JPU menjerat kedua terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b,  ayat (2) dan ayat (3) UU No 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No 20 tahun 2001  tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

”Atau Pasal Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan ayat (3) UU No 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dikarenakan tim penasihat hukum kedua terdakwa tidak mengajukan keberatan atas surat dakwaan (eksepsi), majelis hakim diketuai Sulhanuddin menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda keterangan saksi.

Di luar persidangan, Eilen Prahmayanthy Siregar SH selaku tim penasihat hukum terdakwa Suryanto, mengaku jika perkara kliennya sebelumnya telah dihentikan (SP3) oleh Polres Tebingtinggi.

“Oleh Kejaksaan (Tebingtinggi) ini dinaikkan lagi, katanya ada novum (bukti baru). Bukti baru itu diambil dari kesaksian ahli yang diambil mereka (kejaksaan),” ungkapnya, didampingi Fadhlan Maulana SH dan Mursyda SH, dari Kantor Hukum Ciri Keadilan.

Mereka kecewa, lantaran kejaksaan tidak menyebutkan apakah saksi ahli tersebut merupakan ahli kontruksi atau tidak. Bahkan kata Eilen lagi, tentang adanya selisih anggaran menurutnya hanya sekira Rp800 ribu.

“Kenapa dibikin 39 juta dalam laporan mereka. Satu item aja yang kami hitung, ternyata cuma 800 ribu,” bebernya.

Menurutnya, terdakwa Suryanto sebagai rekanan yang mengerjakan proyek renovasi museum tidak secara terang diberitahukan dimana kerugian negara senilai Rp266 juta seperti di katakan JPU.

“Dan tidak ada diberikan terlebih dahulu waktu sanggahan terhadap pemeriksaan oleh ahli konsultan, terkesan sewenang-wenangnya jaksa menaikkan kasus ini atau dengan cepatnya P21 kan perkara,” jelasnya.

Terkait pengajuan penangguhan penahanan terdakwa Suryanto, Eilen berharap hakim mengabulkannya. “Karna kami lihat Suryanto ini perkaranya seperti dipaksakan, dan Suryanto ini memiliki anak yang harus ditanggungnya,” pungkasnya. (man)

Bank Sumut Luncurkan e-Pasar di Binjai

DIABADIKAN: Wakil Wali Kota Binjai H Rizky Yunanda Sitepu, diabadikan bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Azka Subhan, dan pihak Bank Sumut, serta jajaran.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – PT Bank Sumut Cabang Binjai meluncurkan aplikasi e-Pasar dengan QRIS (sistem pembayaran nontunai) di Pasar Kebun Lada, Senin (28/3). Wakil Wali Kota Binjai, H Rizky Yunanda Sitepu, pun menghadiri peluncuran tersebut.

Dalam sambutannya, Rizky menilai, kehadiran e-Pasar dapat menjaga dinamika penawaran dan permintaan produk pertanian agar lebih terjaga dan tidak merugikan berbagai pihak. Menurut dia, aplikasi tersebut merupakan terobosan baru untuk mewujudkan seruan jaga jarak di tengah pandemi dengan berbelanja melalui sistem digital. Dan tentunya juga dengan biaya yang cukup murah. “Langkah ini sebagai upaya menjawab pergerakan ekonomi di tengah pandemi,” ungkap Rizky.

“Saya atas nama Pemko Binjai, sangat mengapresiasi kegiatan launching e-Pasar dengan menggunakan QRIS ini. Hal ini membuktikan, Bank Sumut Cabang Binjai tidak pernah berhenti menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan berbagai terobosan dan inovasi digital untuk mempermudah transaksi nasabah selama pandemi,” imbuhnya.

Dia berharap, aplikasi e-Pasar dapat memberikan kemudahan kepada pedagang maupun pembeli untuk dapat memantau harga hingga jenis barang, tanpa harus mengunjungi lokasi penjualan. Juga sekaligus dapat membangun tradisi keterbukaan harga di pasar tradisional.

“Saya berharap nantinya Bank Sumut juga mampu mengeluarkan inovasi-inovasi terbaru lainnya,” harap Rizky.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Azka Subhan menyampaikan, pihaknya mendorong digitalisasi transaksi ekonomi di Indonesia. Satu di antaranya adalah dengan QRIS. Penggunaan QRIS ini, menurutnya, sebagai bentuk kemajuan suatu daerah dengan memanfaatkan aplikasi digital sebagai bentuk metode transaksi.

“Bank Indonesia sudah membuat standarisasi barcode dengan QRIS untuk menyederhanakan metode pembayaran dengan aplikasi apapun yang digunakan oleh masyarakat,” jelasnya. (ted/saz)

Rutan Kabanjahe Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan

RAPAT: Jajaran Rutan Kabnajahe saat menggelar rapat persiapan penyambutan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-58.

KARO, SUMUTPOS.CO – April 2022 menjadi momen penting bagi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Karena di bulan itu, ada Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan, untuk mengenang sejarah panjang perjalanan pembentukan sistem pemasyarakatan di Indonesia, yang lahir pada 27 April 1964. Tahun ini mengusung tema ‘Pemasyarakatan Pasti dan Berakhlak mewujudkan Indonesia Maju’.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Rutan Kabanjahe, Sangapta Surbakti, pejabat struktural dan jajaran, menggelar Rapat Awal Persiapan Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-58 di Ruang Zoom Karutan, Senin (28/3). Dalam pembahasan terkait persiapan pelaksanaan, beberapa kegiatan rencananya akan diselenggarakan, seperti Pekan Olahraga dan Seni Warga Binaan Pemasyarakatan, donor darah petugas pemasyarakatan, tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, kegiatan bakti sosial, vaksinasi Covid-19 booster bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan (WBP), dan tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58, juga kegiatan lainnya secara situasional.

Sangapta, dalam rapat tersebut, menekankan, Hari Bhakti Pemasyarakatan ini merupakan peringatan bersama seluruh insan pengayoman, tidak hanya insan pemasyarakatan. Dalam artian, di bawah Kementerian Hukum dan HAM merupakan satu dan tidak dapat terpisahkan. (deo/saz)

Masjid Ash Sholah Jalan Roso Marindal 1 Gelar Isra Mikraj 1443 Hijriah

Istimewa LANTIK: Ketua BKM Ash Sholah, Suroto, saat melantik kepengurusan Remaja Masjid Ash Sholah Periode 2022-2024 usai peringatan Isra Mikraj 1443 Hijriah.

PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Ash Sholah bersama remaja masjid, menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam 1443 Hijriah, sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1443 Hijriah, dan Pelantikan Remaja Masjid Ash Sholah Periode 2022-2024.

Adapun kegiatan yang mengusung tema ‘Membangun Generasi Muda Islam dalam Meningkatkan Ketakwaan dan Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah di Era Pandemi Covid-19’ ini, digelar di Masjid Ash Sholah, Jalan Roso, Dusun 8, Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Minggu (27/3) lalu.

Tampak hadir, Ketua BKM Ash Sholah Suroto, Penceramah Al Ustad Syafrizal Anas, Kepala Dusun 8 Desa Marindal 1 Andi Gapta, tokoh masyarakat Ustad H Yusro, Ustad Taufik Marpaung, Ustad Abdul Halim Rangkuti, Ibrahim, Hotman Adisyah Putra Simbolon, dan ratusan jamaah warga Jalan Roso.

Ketua BKM Ash Sholah, Suroto, dalam sambutannya menyampaikan, sesama Muslimin dan Muslimat harus terus menjalin silaturahim dalam menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini.

“Mari tingkatkan ibadah pada Ramadhan 1443 Hijriah ini, dengan melaksanakan puasa, salat 5 waktu, ditambah Tarawih, sunnah, membaca Alquran, dan bersedekah. Selain itu, mari kita bersama menyelesaikan pembagunan masjid dengan meringankan sumbangan demi kemakmuran dan kenyamanan bersama melaksanakan ibadah ke depannya,” ungkap Suroto.

Kepala Dusun 8, Desa Marindal 1, Andi Gapta mengaku sangat mendukung kegiatan yang digelar BKM Ash Sholah, dan mengaktifkan kembali remaja masjid sebagai generasi muda Islam.

Penceramah Al Ustad Syafrizal Anas, dalam tausyiahnya, mengajak jamaah dalam menyambut bulan suci Ramadhan untuk dapat meningkatkan ibadah, bersihkan hati, bersihkan diri, perbanyak membaca Alquran, dan bersedekah untuk bekal nanti di akhirat. (azw/saz)