Home Blog Page 2648

Tim Supervisi Kunjungi Desa-desa di Deliserdang

BATARA/SUMUT POS SUVERVISI: Pemkab Deliserdang menerima kunjungan tim suvervisi dari Pemprovsu.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab), Drs Citra Effendi Capah MSP menerima Tim Supervisi Desa Pelaksana Tertib Administrasi PKK, Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK, Hatinya PKK dan IVA Test, Kesrag PKK, Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), dan Posyandu tingkat Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Tahun 2022 di Balairung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, Lubuk Pakam, Rabu (25/5).

Dalam sambutannya, Citra Effendi Capah menyebutkan kedatangan tim supervisi dengan tujuan untuk mengamati secara langsung situasi dan kondisi riil dari setiap desa yang dikunjungi, sekaligus juga untuk menemukan potensi pada desa-desa yang dikunjungi, serta keberhasilan dan kekurangan yang harus dibenahi untuk penyempurnaan ke depan.

Pada tahun ini, tim supervisi Sumatera Utara memfokuskan supervisinya pada desa/kelurahan.

“Pelaksana tertib administrasi PKK, PAAR, UP2K, PHBS PKK hatinya PKK, IVA Test, karenanya saya berharap kepada seluruh masyarakat yang akan disupervisi agar mempersiapkan dan memenuhi desanya masing-masing serta kepada seluruh lintas sektoral, selaku anggota dan pembina Tim Penggerak PKK Kabupaten agar lebih proaktif melakukan pemantauan dan pembinaan melakukan aksi-aksi nyata,” kata Asisten I.

Melalui pendampingan di setiap desa, Asisten I berharap tim supervisi bisa memberikan masukan, ide, saran, gagasan dan pengetahuan kepada seluruh masyarakat desa yang dikunjungi agar termotivasi untuk mengembangkan desanya masing-masing.

“Sebuah potensi yang dimiliki inilah harapan yang bisa kami sampaikan. Semoga apa yang kita lakukan pada hari ini mendatangkan kebaikan sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Deli Serdang,” ucap Asisten I.

Acara pun dilanjutkan dengan ekspose kegiatan 10 Program Pokok PKK oleh Ketua TP PKK Kabupaten Deliserdang, Hj Yunita Ashari Tambunan.

Setelah itu, Nirman Nasution, dari Tim Supervisi Provinsi Sumatera Utara, tahun 2021 lalu, supervisi tidak bisa terlaksana karena dampak pandemi Covid-19. Dan tahun ini, supervisi bisa kembali berlangsung secara tatap mukam

“Perkembangan kegiatan PKK telah mengalami beberapa perubahan sejak keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) No.99 tahun 2017, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.36 tahun 2020 serta hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 9 tahun 2020, tentunya banyak hal yang berubah dan harus kita sikapi secara menyeluruh dan terintegrasi serta terkolaborasi,” jelasnya.(btr/han)

9 Calon Pengantin akan Dinikahkan di Gedung MPP Tebingtinggi

SOPIAN/SUMUT POS TERIMA: Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi ketika menerima kunjungan Ketua Pengadilan Agama Kota Tebingtinggi Devi Oktari.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemko Tebingtinggi mengapresiasi dan mendukung penuh rencana pelaksanaan sidang isbat nikah terpadu, karena diyakini dapat membantu masyarakat dalam pengurusan administrasi kependudukan.

Hal itu disampaikan Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi saat menerima Ketua Pengadilan Agama (PA) Hj Devi Oktari dalam rangka pelaksanaan sidang isbat nikah terpadu di Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Rabu (25/5).

“Saya mendukung dan apresiasi kegiatan ini, kiranya membantu dan memudahkan masyarakat guna penerbitan dokumen kependudukan dan untuk memudahkan masyarakat. Segala hal kelengkapan demi kelancaran kegiatan agar dipersiapkan, silahkan koordinasikan ke Bapak Bambang, Bapak Sri Imbang dan Bapak Aidil,”kata Dimiyathi.

Adapun maksud audiensi ini, seperti yang disampaikan Ketua PA Devi Tari , selain untuk silaturahmi dengan Pj Wali Kota Tebingtinggi yang baru, juga menyampaikan rencana penyelenggaraan sidang isbat nikah terpadu, yang akan dilaksanakan di gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi.

“Rencana akan melaksanakan Sidang Isbat Nikah Terpadu yang akan diikuti oleh 9 pasangan pada Selasa 31 Mei 2022, di MPP. Mereka yang akan menikah diseleksi terlebih dahulu, baru kita sidangkan (mengesahkan pernikahan karena mereka yang akan menikah di Sidang Isbat Nikah terpadu ini belum keluar Buku Nikahnya),” jelas Devi.

Menurutnya, ketika keluar penetapan pengesahan perkawinan mereka dari PA, maka pihak Kemenag akan menerbitkan Buku Nikah dan mereka meneruskan ke Dukcapil untuk mengeluarkan KK dan Akta Kelahiran Anak atau Kartu Identutas Anak, hari itu juga sudah bisa dikeluarkan,” urai Ketua PA Devi Oktari.

Lebih lanjut, Devi menyampaikan bahwa kegiatan ini mendapat bantuan dari CSR BSI (Bank Syariah Indonesia), sehingga masyarakat yang mengikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu ini benar benar fee tanpa ada biaya.

Turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bambang Sudaryono, Kepala DPMPTSP Surya Dharma, Kadis Dukcapil Muhammad Fachri, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tagor Mulia. (ian/han)

Pemkab Deliserdang Bentuk Tim Pencegahan PMK Kecamatan

RAPAT: Sekda Kabupaten Deliserdang Darwin Zein,S.Sos didampingi Kabag Ops Polres Deliserdang Kompol Ricky P Atmaja memimpin rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lantai II Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Rabu(25/5).BATARA/sumut pos.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak seperti lembu dan kambing milik masyarakat, diperlukan pembentukan tim dan pendirian posko di setiap kecamatan.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang Darwin Zein,S.Sos saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Wilayah Kabupaten Deliserdang, di Lantai II Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Rabu(25/5).

Turut hadir dalam acara tersebut mewakili Kapolresta Deli Serdang, Kabag Operasional Kompol Ricky P. Atmaja S.I.K., mewakili Dandim 0204/DS Kapt. Kav. B. Sitinjak, Para Pimpinan OPD serta Para Camat se-Kabupaten Deliserdang.

Untuk itu, lanjut Darwin, langkah langkah awal yang dilakukan antara lain, memperketat pengawasan lalu lintas secara ketat dan melengkapi masing masing dengan sarana biosecurity, melakukan koordinasi lintas sektor untuk pengawasan lalu lintas ternak dan pencegahan penularan, menyusun peraturan persyaratan lalu lintas ternak Form keterangan asal ternak yang ditandatangani kades atau lurah serta SKKH.

Selanjutnya, mengidentifikasi ketersediaan SDM, obat obatan, desinfektan, peralatan medis dan logistik lainnya yang diperlukan melaksanakan pelatihan/ peningkatan kompetensi petugas Puskeswan, melakukan komunikasi informasi dan edukasi( KIE) pada masyarakat, peternak, pedagang dan usaha peternakan tentang PMK serta membentuk kader relawan kesehatan hewan Desa dalam langkah deteksi dini, menerapkan SOP penanganan produk dan produk sampingan.

Sementara Kabag Ops Polresta Deliserdang Kompol Ricky P. Atmaja S.I.K mengatakan, tujuan dari kegiatan ini dalam waktu dekat diharapkan tidak terjadi kepanikan pada saat penularan. Untuk itu, harus dilakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada masyarakat khususnya kepada peternak.

“ Kegiatan pencegahan bisa melibatkan Bhabinkamtibmas dalam langkah deteksi dini di desa-desa dengan memahami SOP agar tidak menimbulkan masalah”pungkasnya. (btr/han)

Eddy Berniat Dua Periode Bupati Dairi

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS KONSOLIDASI: Ketua DPD I Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah bersama Ketua DPD II Golkar Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dan Ketua DPD II Golkar Karo, dan Pakpak Bharat diabadikan di sela menggelar kegiatan konsolidasi dan pendidikan politik di Hotel Beristera, Sitinjo, Rabu (25/5).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah didampingi Ketua DPD II Golkar Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, membuka kegiatan konsolidasi dan pendidikan politik bagi pengurus kabupaten serta pengurus kecamatan bagi Kabupaten Dairi, Karo, dan Pakpak Bharat. Kegiatan digelar di Hotel Beristera Sitinjo, Dairi, Rabu (25/5).

Ketua DPD II Golkar Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPD I, mempercayakan DPD II Golkar Dairi, jadi tuan rumah penyelenggaraan konsolidasi dan pendidikan politik Partai Golkar bagi 3 kabupaten hari ini.

Eddy mengatakan, DPD II Golkar Dairi, siap menjalankan arahan dan strategi disampaikan Ketua DPD 1. Arahan dan strategi itu yang kami gunakan untuk memajukan Golkar di Dairi.

“Kami akan berusaha kerja ke dalam untuk melakukan pembenahan mulai tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa termasuk keluar atau kepada masyarakat melalui kegiatan sosial,” kata Eddy

Ia mengajak semua pengurus DPD II dan pengurus kecamatan, memanfaatkan kesempatan baik ini untuk meningkatkan kemampuan berpolitik serta mempersiapkan partai kita dalam menghadapi pesta demokrasi pemilihan presiden, legislatif dan pemilihan kepala daerah tahun 2024 mendatang.

Eddy menambahkan, selain konsolidasi dan pendidikan politik bagi kader Partai Golkar. Kegiatan dimaksud dirangkai dengan silaturahim dengan tokoh masyarakat, agama dan organisasi kepemudaan.

Dalam kesempatan itu juga, Eddy KA Berutu, menyampaikan keinginanya, akan kembali maju sebagai Calon Bupati Dairi untuk periode kedua pada pemilihan kepala daerah (Pemilukada) tahun 2024 nanti.

Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah menegaskan, kegiatan pendidikan politik dan konsolidasi dilakukan, kita mau memberikan pemahaman kepada semua kader partai golkar di tiga kabupaten, apa tujuan kita masuk berorganisasi ke partai golkar.

Selanjutnya, apa tujuan kerja kita dalam pesta demokrasi tahun 2024 dan seperti apa pola kerja yang akan kita lakukan. Menurutnya, kerja politik tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba, tepati terencana dan terukur.

“Melalui konsolidasi ini, kita minta supaya Ketua DPD II kabupaten/kota termasuk Ketua DPD II Dairi, perkuat basis massa menghadapi pemilu 2024. Pengurus kecamatan (PK) harus diaktifkan temasuk pengurus desa harus ada,” tegasnya.

Di sampaikan Ijek, tidak bisa hanya sekadar memenuhi tujuan politik saja, tetapi harus siap berkorban untuk kerja politik Partai Golkar. Untuk target kerja Pilpres, kita sudah sepakat mulai dari pusat sampai jajaran terbawah, akan mencalon ketua umum kita, Air Langga Hartarto.

Ijek menambahkan, target kerja ini harus terencana dan terukur. “Saya menginginkan seluruh kader harus paham berorganisasi di partai golkar. Jangan hanya ikut-ikutan. Secara internal kita rapatkan barisan, begitu juga kader yang sudah menjauh harus kita dekati,” tegasnya.

Ijek juga menginstruksikan supaya semua Ketua DPD harus melakukan kegiatan sosial. Kegiatan jangan hanya sementara. “Semua Ketua DPD kabupaten/kota, jangan hanya menunggu arahan dari Ketua DPD 1, dan harus melakukan terobosan untuk memajukan partai golkar Sumut,” tandasnya.

Hadir Sekretaris DPD I, H Datuk Ilhamsyah, Bendahara DPD I, HM Ikhwan Nasution, anggota Fraksi Golkar DPRD Sumut, Frans Dante Ginting, Ketua DPD Karo, Ferianta Purba, Ketua DPD II Pakpak Bharat, Elson Angkat, Sekretaris DPD II Golkar Dairi serta pengurus PK dari kabupaten Dairi, Karo, dan Pakpak Bharat. (rud/azw)

 

 

 

 

 

 

Bupati Dairi Apresiasi Pendirian Sopo Pendidikan Petani

DIABADIKAN. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu bersama Ketua Hitada, Benpa Hisar Naban ( kiri) diabadikan bersama petani usai peletakan batu pertama pembangunan Sopo Pendidikan Petani di Desa Sitinjo 2, Kecamatan Sitinjo.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, apresiasi pembangunan sopo (rumah) pendidikan bagi petani dilakukan Himpunan Tani Dairi (Hitada) Desa Sitinjo 2, Kecamatan Sitinjo.

Apresiasi disampaikan Eddy KA Berutu, saat menyampaikan sambutan disela menghadiri peletakan batu pertama Sopo Pendidikan Petani Desa Sitinjo 2, Kecamatan Sitinjo, Selasa (24/5).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop, Rabu (25/5) mengatakan, pendirian Sopo Pendidikan petani, memperingati ulang tahun Hitada ke-20 tahun ini, katanya.

Lanjut Iswan, inisiasi pembangunan Sopo Pendidikan Petani ini, berawal dari motivasi Ephorus Emiritius HKBP Pdt SAE Nababan yang ditulis dalam bukunya berjudul, Selagi Masih Siang.

“Saya senang bertemu di sini, kita bertemu untuk masa depan, Ephorus Emeritus SAE Nababan sudah memulai, kita disini pun sudah melakukan. Saya minta kepada kita, untuk saling mendukung satu sama lain soal pertanian,” ujar Eddy.

Eddy menyebut, Sopo Pendidikan Petani ini penting bagi kita semua, untuk kembali membudayakan bertani terutama bagi kaum muda.

“Saya bangga dilakukan Hitada, kontribusi bagi anak-anak petani berprestasi sangat diperlukan. Kita berdoa, aspirasi dan niat baik kita ini akan diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkas Eddy KA Berutu.

Ketua Hitada, Benpa Hisar Nababan, inisiator sekaligus penyumbang lahan untuk pembangunan Sopo Pendidikan Petani mengatakan, petani boleh miskin tapi anak-anak petani harus maju, demi menaikkan derajat hidup petani itu sendiri.

“Hitada berkontribusi untuk memberi semangat bagi para petani dan anak anak petani. Bahwa, walaupun petani miskin namun anak-anaknya harus menikmati pendidikan yang sama dengan yang lain, terutama untuk menikmati sekolah lanjutan”, kata Benpa.

Mantan Wakil Ketua DPRD itu mengatakan, kehadiran Hitada untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak petani, menjawab tantangan dihadapi dunia pertanian dan petani itu sendiri. (rud/azw)

Selanjutnya, untuk menjawab tantangan pertanian itu seperti, bagaiaman pasar pertanian, bagaimana solusi kuota pupuk bisa terjawab, juga solusi pertanian organik. Itu semua akan bisa terjawab apabila orang-orang pintar yang notabene adalah anak petani mendapat kesempatan belajar yang lebih tinggi,” sebut Benpa.

Di antara anak petani yang sedang dipromosikan mendapat beasiswa kuliah ke luar negeri, Dian Sitanggang mengatakan, keinginannya untuk melanjutkan kuliah di Taiwan. Ia bisa kuliah di luar negeri berkat dukungan dari Hitada, juga orangtuanya.

Hadir Camat Sitinjo Simon Tony Malau, Pendeta Eko Sahputra Nainggolan dari GMII, tokoh masyarakat serta para petani di bawah naungan Hitada.(rud/azw)

Tekan Kasus Kekerasan Anak, Ijeck Sepakat Bangun Perlindungan Berbasis Desa

BERBINCANG: Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, berbincang dengan Wagub Musa Rajekshah saat diterima kunjungannya di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tetap komitmen dalam mengurangi angka kasus kekerasan pada anak. Karena itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah alias Ijeck sepakat dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) untuk membangun perlindungan berbasis anak dan desa.

Hal ini disampaikan Wagub Sumut saat menerima kunjungan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait di Rumah Jabatan Wagub Sumut, Jalan Teuku Daud, Medan, Selasa (24/5) kemarin.”Upaya-upaya untuk menekan kasus kekerasan kepada anak sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun masih saja Sumut berada di delapan besar dalam jumlah kasus kekerasan terhadap anak,” ujar Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah.

Untuk itu, lanjut Ijeck, pihaknya mengajak teman-teman dari lembaga perlindungan anak, dinas terkait maupun kepala daerah di kabupaten/kota termasuk para orang tua membantu menurunkan jumlah kasus kekerasan terhadap anak tersebut.

“Kita pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Jadi ini harus ada kesadaran dari masyarakat khususnya keluarga. Karena kalau tidak ini akan menjadi masalah yang besar ke depan,” katanya.

Bukan hanya itu, berdasarkan pengalaman qagub saat mengelola perusahaan sawit milik keluarganya bahwa dengan membentuk play group di desa juga membantu anak-anak agar terhindar dari upaya-upaya di luar kendali orangtuanya. Bahkan jika perlu dana desa juga bisa digunakan untuk membantu pembangunan perlindungan berbasis desa tersebut.

Lebih lanjut Ijeck juga mengatakan bahwa bangsa ini bangsa yang besar. Mental anak harus disiapkan dengan baik. Untuk itu ia berharap kepada seluruh orangtua untuk memberikan perhatian khusus kepada anak.

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menyambut baik komitmen Wagub Sumut untuk peduli dalam menurunkan angka kasus kekerasan kepada anak. Program-program yang berbasis pedesaan dan kekeluargaan sangat membantu menyelesaikan kasus kekerasan terhadap anak.

“Saya kira tidak berlebihan jika di setiap desa itu ada kader-kader perlindungan anak. Seperti yang saya sampaikan tadi bagaimana membangun perlindungan anak berbasis desa atau kampung. Kemudian juga gerakan perlindungan anak berbasis komunitas,” ucapnya.

Dengan gerakan itu maka kata aktivis anak tersebut dapat terminimalisir. Pak Wagub kata Arist juga sudah melakukan upaya-upaya dalam meminimalisir kasus kekerasan terhadap anak. Dan ke depannya kami meminta kepada pemerintah daerah melalui Wagub Sumut untuk ikut menguatkan masyarakat desa supaya desa itu benar-benar ramah anak.

“Ini komitmen kami dengan Pak Wagub. Mudah-mudah berjalan dengan baik. Karena dari pengalaman empirik kami dengan membangun perlindungan anak berbasis desa dan keluarga bisa mengurangi. Jangan hanya menyerahkan penegakan hukum kepada polisi,” pungkasnya.(gus/azw)

 

 

 

Polisi Bantah Siswi SMKN I Dolok Sanggul Tewas Minum Racun

Maria semasa hidupnya.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Isu siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) meninggal karena minum racun, dibantah oleh pihak Kepolisian Resort Humbang Hasundutan (Humbahas).

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Humbahas Iptu Master Purba mengatakan, bahwa penyebab meninggalnya pelajar SMK Negeri 1 Dolok Sanggul bernama Maria Goretti boru Simatupang, warga Dusun Jungkang Desa Saitnihuta Kecamatan Dolok Sanggul yang berusia 16 tahun hingga membuat geger masyarakat, pada Minggu (22/5) lalu itu, karena sakit.

Hal itu berdasarkan surat pernyataan orangtua korban kepada pihaknya. “Sesuai keterangan keluarga, dan warga sekitar itu dikarenakan asam lambung,” jelas Master via WhatsApp, Selasa (24/5).

Master menjelaskan, sesuai hasil interogasi pihaknya langsung kepada pihak keluarga korban, dan warga sekitar bahwa kronologis kejadian itu, pada tanggal 21 Mei 2022 sekitar pukul 18.00 WIB pelajar ini dibawa oleh kedua orangtuanya ke Rumah Sakit Dolok Sanggul untuk diperiksa.

Dari rumah sakit, anak dianjurkan untuk dirawat. Dan pada hari Minggu (22/5) sekitar pukul 10.00 WIB, pelajar ini sudah meninggal dunia. “Menurut dari keterangan orangtua korban si anak sudah ada riwayat penyakit asam lambung sejak kelas SMP,” jelasnya.

Ditambahkan Master, orangtua korban juga sudah membuat surat pernyataan tidak ada menuntut terhadap siapapun atas meninggalnya korban.

” Orangtua dari almh Maria Goretti telah membuat pernyataan bahwa meninggalnya Maria adalah meninggal dikarenakan sakit dan wajar serta tidak ada menuntut terhadap siapa pun terhadap meninggalnya maria,” tambah Master menjelaskan.

Terpisah, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Dolok Sanggul Hotman Manurung ketika dikonfirmasi, membenarkan ada siswinya meninggal, pada Minggu (22/5).

” Ada, Maria Simatupang Kls Xl Sekretaris. Meninggal Minggu kemarin,” kata Hotman via WhatsApp.

Ketika disinggung penyebab meninggalnya korban, Hotman mengaku ada dua versi. “Menurut keluarga meninggal karena penyakit lambung, tapi menurut yang lain, karena minum racun. Wali kelas mewakili sekolah hadir di sana kemarin. Dan, saya tidak hadir kemarin kebetulan saua di Diknas Medan,” katanya.

Disinggung, apakah ada dirinya melakukan penelusuran penyebab meninggalnya korban dari sekolah, Hotman mengaku ada dengan memanggil wali kesiswaan, 2 orang guru BP, wali kelas dan wakil humas.

“Tadi pagi (Selasa, 24/5)sudah saya telusuri , siapa tahu ada penyebab psikis dari sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa hasil keterangan dari yang dipanggilnya itu , bahwa sebelumnya ada sekelompok siswa yang mengolok seorang guru dengan membuat pelecehan. Dari sekelompok itu, sebanyak 5 orang, termasuk korban (Maria).

Kemudian, pihaknya memanggil orangtua dengan membuat surat panggilan, termasuk orangtua korban agar hadir pada hari, Sabtu (21/5) di sekolah.

Dan, pada hari Sabtu (21/5) orangtua kelima pelajar hadir, termasuk orangtua korban. Dan, disekolah, masing-masing orangtua meminta maaf atas kelancangan anak mereka. Selanjutnya, terdengar kabar Maria meninggal karena minum racun.

“Ada kelompok mereka siswa yg mengolok guru dengan sebutan melecehkan guru. Lima orang, termasuk Maria tersebut. Jumat dikirim surat panggilan orangtua.

Sabtu orangtua hadir termasuk orangtua Maria. Orangtua Maria dan yg lainnya hadir dan memohon maaf atas kelancangan anak mereka.Selanjutnya, terdengar kabar Maria meninggal karena minum racun,” beber Hotman.

Ditambahkan Hotman, dari pemanggilan orangtua, korban ternyata sempat berpesan akan minum racun sebelum meninggal.

“Orangtua Maria mengatakan ketika di sekolah Maria ada bilang akan minum racun. Ini cerita dari guru BP yang menerima ortu yang dipanggil tersebut,” beber Hotman.

Disinggung, apakah mungkinkah dapat tekanan korban dari guru, sehingga ada menyebut sebelum meninggal akan minum racun, Hotman mengaku akan mengusut kembali. ” Saya, akan usut lagi besok (Rabu, 25/5) lae, kepada guru yang saya duga ada latar belakangnya,” tegas Hotman.

Disinggung, apakah korban pernah mengeluh sakit lambung semasa hidupnya, baik kepada gurunya atau temannya, Hotman mengaku belum menelusuri sampai kesitu. ” Saya, belum telusuri Lae,” pungkasnya. (des/azw)