Home Blog Page 2665

Manchester City vs Aston Villa: Ambisi Gerrard Bantu Mantan

MANCHESTER, SUMUTPOS.CO – Akhir persaingan Liverpool dan Manchester City dalam perebutan gelar juara Liga Inggris tinggal hitungan hari. Baik Liverpool maupun Manchester City akan melakoni laga terakhir di Liga Inggris musim ini, Minggu (22/5) malam pukul 22.00 WIB.

Kedua tim sama-sama melakoni laga kandang. Manchester City di Stadion Etihad menerima tantangan Aston Villa di Stadion Etihad. Pada waktu yang bersamaan, Liverpool menjamu Wolverhampton Wanderers di Stadion Anfield.

Karena posisi Manchester City lebih unggul di klasemen, Liverpool butuh bantuan tim lain untuk bisa meraih gelar juara Liga Inggris. Bantuan bagi The Reds terutama diharapkan datang dari Aston Villa.

Kemenangan Liverpool atas Wolverhampton Wanderers akan sia-sia jika Manchester City menekuk Aston Villa. The Citizen bakal tetap juara dengan poin 93, sedang The Reds akan tetap di posisi dua dengan 92 poin.

Menariknya, Aston Villa ditangani mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard. Selama 17 tahun membela The Reds, “kapten fantastis” ini belum pernah mempersembahkan trofi Liga Primer.

Akhir pekan ini jadi kesempatan baginya untuk mewujudkan mimpi meski dalam kapasitas sebagai pelatih tim lain.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson sampai berseloroh akan menelepon Steven Gerrard meminta bantuan untuk menjungkirkan Manchester City. “Semoga Stevie dan Villa bisa membantu kami di (markas) City. Saya mungkin akan meneleponnya, serius!” katanya.

Bak gayung bersambut, Manajer Aston Villa, Steven Gerrard menegaskan, timnya akan melakukan apapun yang mereka bisa lakukan guna menyulitkan Manchester City dalam laga pekan ke-38 atau terakhir Liga Inggris 2021/2022. Secara tersirat, ia ingin membantu mantan timnya itu meraih gelar juara.

Dia siap memimpin Aston Villa yang sementara ini menduduki posisi 14 usai bermain imbang 1-1 kontra Burnley di pekan ke-37 untuk menjegal langkah Manchester City jadi kampiun Liga Inggris. “Kami akan mencoba dan memberikan yang terbaik dan membuat para pendukung kami bangga pada hari terakhir musim ini,” ujar Gerrard dikutip dari BBC Sport, Jumat (20/5).

Meski punya tekad besar, Gerrard tak menampik pertandingan kontra City akan sangat sulit mengingat mereka baru saja bermain melawan Burnley pada Kamis waktu setempat atau cuma punya waktu istirahat dua hari sebelum memainkan laga pekan terakhir. “Kami memiliki sedikit waktu untuk mempersiapkan pertandingan melawan City. Kami akan mencoba dan membuatnya sesulit yang kami bisa untuk mereka. Kami akan berjuang untuk semua yang kami bisa,” pungkasnya.(bbs/adz)

Pemko Binjai Raih WTP

PENGHARGAAN: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah menerima penghargaan WTP.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Sejalan dengan ini, Pemko Binjai disebut telah meraih WTP sebanyak enam kali berturut.

Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Sumut, Eydu Oktai Panjaitan yang menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah di kantornya, Kamis (19/5).

Amir mengucapkan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Sumut karena telah berkenan menerima laporan keuangan Pemko Binjai. Dia berharap, kedepannya Pemko Binjai tetap dapat mempertahankan Opini WTP tersebut.

“Terima kasih atas kerja jeras seluruh pimpinan OPD beserta staf terkait, yang telah berhasil mempertahankan WTP yang keenam kali untuk Kota Binjai,” ujar Amir didampingi Inspektur, Eka Edi Saputra dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Erwin Toga Tua Parulian. (ted/azw)

Kunjungi Penderita Kanker Rahim, Sugiani Senang Dapat Perhatian Nawal Lubis

KUNJUNGAN: Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumut, Nawal Lubis mengunjungi penderita kanker rahim di kediamannya di Desa Dalu XA, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sugiani, warga Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, sangat senang mendapat perhatian dari Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis. Ia divonis mengidap kanker rahim sebulan lalu.

“Saya senang, mereka nengok saya, kasih perhatian kepada saya, senanglah,” ucap Sugiani, yang menahan tangis, usai kunjungan Ketua Yayasan Kanker Indonesia Sumut Nawal Lubis di kediamannya, Kamis (19/5) kemarin.

Sugiani menuturkan, dirinya sudah bertahun-tahun tidak lagi haid, namun pada suatu saat, darah kembali keluar. Awalnya ia mengira kembali haid, tapi setelah memeriksanya ke klinik, diketahui dirinya mengidap kanker rahim.

Tidak beberapa lama kemudian, mulai terasa sakit di tubuhnya. Kini, Sugiani tidak bisa lagi bekerja sebagai pencari barang bekas. Lantaran tubuhnya terus mengeluarkan darah.

Sugiani memiliki 10 orang anak. Sehari-hari, Ia bekerja sebagai pencari barang bekas. Sementara suaminya bekerja sebagai penjaga pabrik. Ia pun mengharapkan bantuan Ketua YKI Sumut Nawal Lubis agar dioperasi. “Saya mengharapkan bantuan Bu Nawal agar bisa dioperasi,” kata Sugiani.

Sugiani dan beberapa anaknya tinggal di rumahnya yang berdinding kayu dan tampak kecil. Sugiani hanya terduduk di atas kasurnya yang terletak di depan televisi, sewaktu Nawal Lubis datang. Ditemani anak terakhir dan cucunya, Sugiani nampak semringah ketika melihat kedatangan Nawal dan rombongan. Kemudian, Nawal meminta Sugiani tetap berbaring saja agar tidak kelelahan.

Nawal Lubis yang datang mengunjungi Sugiani memberikan motivasi agar tetap bersemangat dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan YME. “Terus semangat ya Bu, saya akan bantu semampu saya, tapi semuanya tetap harus berdoa sama Tuhan, “ kata Nawal.

YKI Sumut, katanya, akan terus memberi perhatian pada para penderita kanker seperti Sugiani. Nawal pada kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai. YKI juga membantu menyelesaikan permasalahan administrasi Sugiani pada BPJS-nya. Sehingga nantinya Sugiani bisa terbantu dalam menjalankan pengobatannya.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa menambah semangat ibu, kita sama-sama berjuang ya Bu, saya berusaha di bagian saya, ibu berjuang dengan semangat ibu,” kata Nawal. (gus/azw)

Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Kutalimbaru

PENGEREBEKAN: Polisi saat mengamakan sejumlah barang bukti saat menggerebek narkoba di Desa Sumbernelati, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Kamis (19/5) sore.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan Satres Narkoba Polrestabes Medan dan Polsek Kutalimbaru melakukan Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di Desa Sumbermelati, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Kamis (19/5) sore.

Lokasi yang menjadi sarang peredaran narkoba ini berupa warung ataupun arena yang menyediakan segala fasilitas narkoba jenis sabu. Di lokasi, disediakan peralatan narkoba, tempat pemakaian, hingga penjualan narkoba. Sekilas, tempat tersebut terlihat seperti warung makan.

Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru Iptu H Manurung mengatakan, penggerebekan dilakukan atas keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba di lokasi itu. “Penggerebekan tersebut merupakan arahan pimpinan untuk melakukan penindakan peredaran narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan,” ujarnya, Jumat (20/5).

Namun sayang, dalam penggerebekan itu tak ada satupun bandar maupun pengguna yang diamankan. Kuat dugaan, razia sudah bocor, saat petugas datang lokasi sudah tak ada orang. “Petugas hanya menyita sejumlah barang bukti yang tertinggal berupa paket bong sabu, ratusan plastik klip sabu dan alat bukti lainnya,” kata H Manurung.

Dia menyebutkan, petugas sempat menelusuri kawasan itu dan mendapati banyak gubuk-gubuk yang digunakan sebagai tempat peredaran serta menggunakan narkoba. “Petugas masih mendalami lebih lanjut untuk mengembangkan jaringan peredaran narkoba,” tandasnya. (ris/azw)

Polisi Ungkap Kasus Pembunuh Sopir Travel, Dua Tahun Jasad Korban Dikubur di Halaman Rumah

PEMBONGKARAN KUBURAN: Ratusan warga Parit Rimo, Kecamatan Padangtualang, Langkat, mesaksikan pembongkaran makam korban pembunuhan di Dusun Paritrimo, Desa Jatisari, Kecamatan Padangtualang Kabupaten Langkat, Kamis (19/5) malam.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Warga Dusun Paritrimo, Desa Jatisari, Kecamatan Padangtualang Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia di halaman rumah warga, Kamis (19/5) malam.

Menurut penuturan warga, penemuan kerangka manusia itu, berawal dari kecurigaan warga melihat tulang belulang manusia di samping rumah warga.

Kemudian, warga bertanya pada pemilik rumah, namun dijawab dengan sedikit binggung dan gagap, sehingga warga curiga.

Warga pun mengadukan hal itu ke Polsek Padangtualang. Akhirnya petugas kepolisian setempat, memboyong pemilik rumah ke Polsek Padangtualang untuk diintrogasi.

Saat ditanyai, pemilik rumah Marwan Syahputra (26) dan istrinya Ariyanti (26), mengaku bahwa tulang-belulang itu merupakan kerangka jasad sopir travel. Polisi kemudian mengembangkan kasusnya dan membongkar kuburan itu bersama tim inafis Polres Langkat.

Dari hasil interogasi, Marwan Syahputra mengaku, telah membunuhan sopir travel yang tidak diketahui identitasnya sekitar November 2018 silam.

Pengakuan pelaku, perbuatan tersebut telah direncanakan sebelumnya dengan maksud membunuh supir travel dan membawa kabur mobil dan sepakat pindah ke Mojokerto, Jawa Tengah, setelah berhasil melancarkan aksinya.

Sebelum melakukan aksinya, pelaku beserta keluarganya berangkat menuju rumah abang iparnya di Jalan Makmur, Gang Dahlia, No 14 Tembung, Kecamatan Percut Seituan, yang sebelumnya telah memesan mobil travel jurusan Medan-Blangkejeren.

Setelah pelaku dan keluarga dijemput oleh mobil travel sekira pukul 19.40 WIB, para pelaku berangkat beserta keluarganya dengan mobil travel jenis Innova Reborn warna hitam (plat nopol tdk diketahui).

Sekira pukul 00.30 WIB, saat mobil melintas di jalan umum Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, ibu pelaku bernama Leginah/almarhum berpura-pura mau muntah, sehingga sopir travel menghentikan laju mobil.

Kemudian pelaku Ariyati dan Leginah turun dari mobil, lalu pelaku Marwan Syahputra menjeratkan seutas tali nilon ke leher korban dari belakang sehingga korban meronta.

Dan oleh pelaku lain Wagimin, menusukkan sebilah pisau ke arah tubuh korban sebanyak 4 tusukan sehingga korban meninggal dunia.

Setelah korban rewas, korban dibalut dengan plastik terpal dan diletakkan di bagian belakang mobil. Pelaku Wagimin mengambil alih kemudi dan langsung melaju ke rumah pelaku di Dusun Parit Rimo Desa Jatisari, Kecamatan Padangtualang, Langkat.

Sekira pukul 03.30 WIB, para pelaku tiba di rumah. Mereka mengangkat mayat korban ke samping rumah dan menggali lobang sedalam 50 cm. Setelah lobang selesai digali, pelaku Marwan Syahputra menyusun potongan kayu rambung di dalam lubang dan disiram minyak solar sekaligus membakarnya.

Kemudian pelaku Wagimin dan Marwan mengangkat mayat korban dan membuangnya ke kobaran api tersebut. Di atas mayat ditimpakan lagi dengan sampah-sampah tanaman sekitar lokasi.

Sekira pukul 05.30 WIB setelah dipastikan mayat korban sudah hangus terbakar dan api mulai padam, para pelaku menutup bekas bakaran mayat dengan tanah dan sampah-sampah tumbuhan,

Selanjutnya, sekira pukul 08.00 WIB, tahun 2018, mereka/pelaku ber 4 pergi ke Nganjuk, Jawa Tengah dengan membawa mobil rentalan dan mengakui bahwa mobil tersebut telah disita/ditarik oleh pihak leasing Buana Finance.

Setelah beberapa waktu berjalan dan berlalu mereka berempat kembali ke Medan dan kembali tinggal di alamat rumah di Dusun IV Parit Rimo, Desa Jatisari.

Saat ini diketahui, bahwa Wagimin keberadaannya di Blang Kejeren Gayo Luwes. Sedangkan istrinya, Leginah sudah meninggal dunia

“Ada 2 orang saksi telah dimintai keterangan, yakni S (35) warga Dusun I Sumur Bor, Desa Tebingtanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, RW (38) warga Lingkungan Sidosari, Kelurahan Tanjungselamat, Kecamatan Padangtualang,” kata Kabag Humas Polres Langkat AKP Joko Sumpeno, Jumat (20/5/2022).

Kemudian, 3 orang yang diduga pelaku, yakni Marwan Syahputra (26) warga Dusun Parit Rimo, Ariyanti (26) istri Marwan Syahputra warga Dusun Parit Rimo, dan Wagimin (61) warga Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, telah diamankan bersama barang bukti beberapa potongan tulang manusia. (mag-2/azw)

Pemko Diminta Serius Cegah Masuknya Daging Sapi Berpenyakit ke Kota Medan

Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk melakukan langkah-langkah serius dalam mencegah masuknya daging sapi dari luar Kota Medan. Pasalnya saat ini, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi tengah merebak di tanah air, termasuk dari Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

 Permintaan ini datang dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution. Ia meminta, Pemko Medan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan), Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), PUD Rumah Potong Hewan (RPH), dan PUD Pasar Kota Medan untuk betul-betul memperhatikan dan memastikan bahwa semua daging yang masuk ke Kota Medan merupakan daging yang sehat dan tidak berasal dari hewan yang terpapar PMK.

 “Bisa dikatakan seratus persen daging sapi di Medan didatangkan dari luar Kota Medan, karena tak ada perternakan sapi di Kota Medan. Mirisnya, saat ini banyak daging sapi yang kita tidak tahu apakah daging-daging sapi itu terpapar Penyakit Mulut dan Kuku atau tidak. Disinilah dibutuhkan peran Pemko Medan, dalam hal ini OPD terkait seperti Distankan, Dinas Ketapang, PUD RPH dan PUD Pasar,” ucap Dedy kepada Sumut Pos, Kamis (19/5).

 Dikatakan Dedy, seharusnya Distankan dapat menerapkan aturan kepada Kabupaten/Kota lainnya agar memberikan jaminan bahwa setiap daging yang mereka datangkan ke Kota Medan telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan. Dengan kata lain, daging-daging sapi yang masuk ke Kota Medan merupakan daging yang berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) resmi dari luar Kota Medan atau bukan dari RPH liar.

 “Lalu, Dinas Ketapang juga harus rutin melakukan sidak ke pasar-pasar, baik pasar modern maupun pasar tradisional yang menjual daging sapi untuk memastikan bahwa daging sapi yang beredar di Kota Medan berasal dari hewan yang sehat dan tidak terkontaminasi penyakit apapun, termasuk PMK,” ujarnya.

 Selain itu, Dedy Aksyari selaku Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan juga menyayangkan belum adanya Perda aturan masuknya daging segar ke Kota Medan. Padahal seyogiyanya, Pemko Medan melalui PUD RPH dapat memberikan usulan tentang larangan masuknya daging segar ke Kota Medan.

 Sebab, sambung Dedy, Kota Medan memang tidak punya peternakan sapi. Akan tetapi, Kota Medan punya RPH yang dikelola oleh PUD RPH. Ditambah lagi, RPH Kota Medan satu-satunya RPH yang bersertifikasi halal di Sumatera.

 “Harusnya yang masuk ke Kota Medan itu bukan daging segar, tetapi sapi hidup. Sapi tersebut diperiksa kesehatannya dan dipotong di RPH milik Kota Medan, ini tentu akan jauh lebih terjamin keamanan dagingnya. Selain itu, Perda itu juga akan mendatangkan PAD yang besar bagi Kota Medan dari PUD RPH. Tapi sayangnya tak ada usulan Perda itu dari Pemko Medan, wajar saja kalau saat ini kondisi RPH Kota Medan memprihatinkan,” katanya.

 Untuk itu, Dedy meminta PUD RPH Kota Medan untuk segera mengusulkan Perda yang mengatur tentang kewajiban memotong hewan di RPH milik Kota Medan untuk setiap daging segar yang beredar di Kota Medan. “Sebab selain menjamin kesehatan dan kehalalan daging, pemotongan hewan di RPH milik Kota Medan juga mampu meningkatkan PAD Kota Medan. Tentunya, hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Medan yang ingin meningkatkan PAD Kota Medan,” pungkasnya.

 Seperti diketahui, saat ini terdapat 389 ternak sapi di Kabupaten Deliserdang  tang terserang PMK. Deliserdang sendiri merupakan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Medan dan merupakan jalur utama lalu lintas dalam menyuplai beragam produk barang dan jasa. termasuk juga kebutuhan daging dan lainnya.

 Selain itu, Deliserdang juga salah satu kabupaten yang sering menjadi pemasok daging sapi ke Kota Medan, selain Kabupaten Langkat dan daerah lainnya di Sumut hingga Aceh. (rel)