27 C
Medan
Sunday, February 8, 2026
Home Blog Page 2669

Ade Jona Center dan PAC Gerindra Medan Labuhan Gelar Sunatan Massal

BERSAMA: Unsur Ade Jona Center dan PAC Partai Gerindra Medan Labuhan diabadikan bersama.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang Ramadan 1443 Hijriah, sebanyak 100 anak dikhitan massal di Kantor PAC Partai Gerindra Kecamatan Medan Labuhan, Jalan Yos Sudarso Km 15,5, Sabtu (19/3) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan atas inisiasi Ade Jona Center, bekerja sama dengan PAC Gerindra Medan Labuhan, sebelum dikhitan, anak-anak dari berbagai kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Labuhan, menjalani proses tepung tawar.

Ade Jona Prasetyo melalui perwakilannya dari Ade Jona Center, Yudi Pranoto mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yang berada di wilayah utara Kota Medan Utara, khususnya Kecamatan Medan Labuhan.

Dalam pesannya yang disampaikan Pranoto, Ade Jona mengucapkan selamat dikhitan kepada anak-anak tersebut, dan berharap mereka menjadi lebih sehat.

“Beliau berpesan kepada adik-adik agar selesai dikhitan lebih bisa meningkatkan ibadahnya, tak lupa dengan kewajibannya untuk belajar. Dan yang terpenting kata beliau, selalu patuh dan taat kepada Allah Subhanahu wa Taala dan kedua orangtua,” ungkap pria yang karib disapa Tolep ini.

Pesan terakhir, Ade Jona meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan 5M.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Guru Aditoro didampingi Kiki Amanda Sari, mengatakan, kegiatan sepenuhnya didukung oleh Ade Jona Center.

“Terima kasih kami dari PAC Gerindra Medan Labuhan, atas dukungan yang diberikan abangda Ade Jona Prasetyo, hingga terlaksananya kegiatan khitanan massal ini,” tuturnya.

Tak lupa juga mereka mengucapkan terima kasih kepada pembina PAC Partai Gerindra Kecamatan Medan Labuhan Siti Suciati dan Surianto.

Anak-anak yang didampingi para orangtuanya yang mengikuti khitanan massal tampak begitu antusias.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, Camat Medan Labuhan Indra Utama, perwakilan dari DPC Partai Gerindra Kota Medan Bagus, tokoh masyarakat Syaiban, dan ranting-ranting Partai Gerindra di Kecamatan Medan Labuhan. (map/saz)

Public Expose bank bjb : Right Issue Sukses, bank bjb Optimistis Jadi ‘Tandamata untuk Negeri’

Publik Expose bank bjb yang digelar secara hybrid , Selasa 22 Maret 2022.

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Sukses melakukan right issue, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten menyiapkan langkah besar untuk dapat menjadi “elite bank”. Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi menyatakan, aksi korporasi penambahan modal melalui hak memesan terlebih dahulu (right issue), berjalan dengan sukses.

“Alhamdulillah, terlaksana dengan optimal. Bahkan oversubscribe 100,48 persen dengan total proceed Rp924,99 miliar. Angka tersebut setara dengan 682.656.525 saham seri B yang diterbitkan,” kata Yuddy Renaldi dalam kegiatan Publik Expose bank bjb yang digelar secara hybrid , Selasa 22 Maret 2022

Yuddy mengungkapkan, hal itu merupakan bentuk kepercayaan investor terhadap kinerja bank bjb selama ini. Salah satunya, perkembangan bank bjb yang hingga kini sudah hadir di 14 Provinsi di Indonesia.

“Kami terus memberikan kontribusi bagi perekonomian dan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar di Indonesia, sebutnya, bank bjb terus tumbuh lebih besar sebagai sebuah konglomerasi keuangan. Mereka tak maju sendiri, melainkan bersama anak usaha yang dimiliki, mulai dari bank bjb Syariah, bjb Sekuritas hingga anak-anak usaha lainnya baik yang sudah ada maupun yang akan dikembangkan lebih jauh.

“Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, kami peduli terhadap kinerja yang sehat, balance sheet yang solid, dan tentu tata kelola yang baik. Berbagai langkah kami lakukan untuk dapat mendukung hal tersebut,” tambahnya.

Yuddy pun memaparkan keberhasilan bank bjb mengarungi masa-masa sulit sepanjang masa pandemi, sejak 2020 lalu. Di tengah beragam kesulitan itu, faktanya bank bjb menunjukkan performa yang menawan. Inilah yang memicu optimismenya menghadapi masa depan bank bjb yang lebih cerah.

“Laba bersih tahun buku 2021 telah menembus angka psikologis Rp2,02 trilliun, didukung oleh portofolio bisnis yang sehat dengan rasio non performing loan (NPL) hanya sebesar 1,24 persen dan pencadangan yang memadai dengan coverage 150,8 persen,” ujarnya pula.

Lebih lanjut Yuddy menjelaskan total aset bank bjb juga tumbuh positif pada angka 12,4% atau sebesar Rp158,4 triliun dan menjadi yang terbesar di antara BPD di Indonesia atau termasuk ke dalam 14 besar di Industri perbankan Nasional.

Best practice pun diterapkan dalam proses internal bank bjb. Salah satunya di akhir tahun 2021 lalu, mereka memperoleh Serifikasi SNI ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, yang mempertegas komitmen kami dalam penerapan tata kelola yang baik di bank bjb.

“Dengan kinerja yang baik, bank bjb memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang di masa yang akan datang, Menjadi elite bank yang merupakan pemimpin pasar di wilayah operasional bank bjb, sehingga dukungan dari para nasabah dan pemegang saham sangat dibutuhkan untuk dapat merealisasikan hal tersebut,” katanya lagi.

Atas kepercayaan tersebut, dia menjanjikan pertumbuhan bank bjb yang lebih baik, melanjutkan pertumbuhan bisnis yang sehat, memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholders, melalui pertumbuhan bank bjb baik secara bank only maupun konsolidasi sebagai satu konglomerasi keuangan yang terus tumbuh lebih besar.

“Kami berterima kasih kepada semua pemangku kepentingan, mulai dari OJK, BEI, pemegang saham pengendali Pemprov Jawa Barat serta pemerintah daerah lainnya se-Jawa Barat dan Banten, DPRD, dan berbagai pihak yang membantu aksi korporasi ini. Tentu saja kepada para investor dan pemegang saham, kami berterima kasih dan optimistis bisa melanjutkan langkah menjadikan bank bjb sebagai ‘Tandamata Untuk Negeri’,” tambah Yuddy. (rel/sih)

INALUM Tegaskan Komitmen Dukungan Terhadap Green Economy Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS. CO- PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau yang dikenal sebagai INALUM menyampaikan komitmen perusahaan dalam hal mendukung program pemerintah dalam menciptakan ekosistem industri Green Economy di Indonesia yang menjadi program nasional Net Zero Emision 2060 dalam hal ketersediaan energi untuk ekosistem industri.

Direktur Operasi dan Portofolio PT INALUM (Persero) Danny Praditya menyebutkan bahwa INALUM sudah melakukan semangat Green Economy sejak awal perusahaan berdiri dengan dibangunnya dua PLTA di Sumatera Utara sebagai sumber energi berkelanjutan untuk operasional perusahaan dan INALUM tentu saja akan tetap berkomitmen menjaga ketersediaan energi hijau dalam operasional perusahaan.

“Sebelum Presiden Jokowi menyerukan semangat Green Economy, INALUM secara operasional sudah lebih dahulu melakukan semangat tersebut sejak tahun 1976. Hal tersebut bisa dilihat dari 2 PLTA INALUM yang berada Sungai Asahan yang saat ini menjadi energi untuk seluruh operasional perusahaan di Pabrik Peleburan Kuala Tanjung.

Dengan dua sumber energi tersebut, kami tetap berkomitmen untuk selalu menghadirkan energi hijau sebagai bagian dari pengembangan usaha INALUM di Indonesia,” tegas Danny.

Danny juga menyebutkan bahwa komitmen INALUM dalam menggunakan bauran energi terbarukan diadaptasi juga di perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota holding MIND ID. Ia menyebut, saat ini perusahaan-perusahaan sedang melakukan transisi penggunaan energi seperti pembangunan PLTS dan PLTG berkolaborasi dengan BUMN lain demi ketersediaan sumber energi hijau yang sustainable dan terbarukan.

“Komitmen INALUM dalam ketersediaan energi hijau dari PLTA juga diadopsi oleh perusahaan-perusahaan lain yang menjadi bagian dari Holding Industri Pertambangan MIND ID. Seperti pembangunan PLTS dan PLTG.

Selain itu kami juga melakukan beberapa kolaborasi dengan BUMN lain sebagai langkah perusahaan dalam ketersediaan sumber energi yang hijau, sustainable dan terbarukan. Tentunya, semua ini dilakukan dengan kehati-hatian agar hasilnya bisa maksimal,” ujar Danny.

PT INALUM merupakan satu-satunya perusahaan peleburan Aluminium di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1976 dan merupakan perusahaan peleburan di Indonesia yang menggunakan energi terbarukan dari PLTA sebagai sumber energi operasional.

Diketahui saat ini PT INALUM (Persero) sebagai perusahaan BUMN sedang melakukan beberapa aksi korporasi strategis antara lain Proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi, Optimalisasi Smelter Kuala Tanjung, Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery di Mempawah, dan Pembangunan Aluminium Remelt IAA.

Proyek strategis tersebut diharapkan bisa membuat INALUM mampu memenuhi kebutuhan pasar aluminium yang masih memiliki potensi besar di Indonesia dan Regional.(rel)

Setiap Bangunan Wajib Miliki IMB, Meski Cuma Pagar

SOSIALISASI: Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu, saat gelaran Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda Nomor 1 Tahun 2022 di Jalan Bunga Mawar Nomor 104 Medan, Minggu (20/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setiap bangunan harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), karena berhubungan dengan tatanan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Medan. Termasuk juga pagar beton dengan ketinggian lebih dari 1,5 meter.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu, menyikapi pertanyaan yang disampaikan Mansyur, warga Kelurahan PB Selayang 2, Kecamatan Medan Selayang, saat gelaran Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda Nomor 1 Tahun 2022, tentang RTRW Kota Medan 2021-2041 di Jalan Bunga Mawar Nomor 104 Medan, Minggu (20/3) lalu.

Menurut Burhanuddin, kalau sudah materialnya terdiri dari semen bercampur pasir, sesuai ketentuan, itu sudah disebut bangunan. Sehingga, berdasarkan peraturan yang berlaku, setiap bangunan harus memiliki IMB. “Kalau tinggi pagarnya cuma 1,5 meter ke bawah, itu tidak perlu mengurus IMB. Tapi kalau di atas 1,5 meter, wajib mengurus IMB,” ungkap Burhanuddin.

Selain itu, lanjut Burhanuddin, jika bangunan pagar keliling setinggi 2 meter atau lebih, wajib memberikan ruang atau celah untuk dapat melihat ke dalam. “Jika tidak ada celah untuk melihat ke dalam, itu sudah menyalahi ketentuan dan wajib ditindak,” tegasnya.

Namun, jika bangunan pagar di dalam gang kecil, tidak ada kewajiban untuk mengurus IMB. “Asalkan tidak mengganggu ketentraman warga sekitar dan ada izin dari warga sekitar, saya kira tidak perlu IMB. Cukup kesepakatan dengan warga sekitar saja,” jelas Burhanuddin lagi.

Sebelumnya, H Rahman Brutu, warga Lingkungan 6, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, mengaku, sosilisasi yang dilaksanakan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Dia menyampaikan keluh kesahnya terkait banjir yang kerap dialaminya. Menurut Rahman, dia menetap di Kota Medan sejak 1956. Saat itu dia mengaku hampir tak pernah merasakan banjir, meski tinggal berdekatan dengan Sungai Babura. “Pernah sekali merasakan banjir, di 1958. Itupun tidak separah saat ini. Kalau sekarang, banjirnya sampai ke atap rumah saya. Terpaksa saya dan istri naik ke atap untuk menyelamatkan diri, kalau tidak sudah inna Lillahi wa inna Ilaihi raji’un,” sebutnya.

Menyikapi persoalan banjir yang kerap dihadapi warga Kota Medan, Burhanuddin mengaku sudah lelah menyuarakannya dari lembaga DPRD Medan. Pasalnya, Pemko Medan terkesan terus menerus melakukan kesalahan yang sama dalam menangani masalah banjir. “Tahun ini, dianggarkan Rp1 triliun untuk penanganan banjir dari APBD Kota Medan. Jika ini tidak ada hasilnya, maka harus mereka pertanggungjawabkan kelak di akhirat,” tegasnya.

Menurutnya, dalam penanganan banjir, seharusnya Pemko Medan legowo menyerahkannya pada ahlinya. “Buat kontrak kerja, minta garansi. Sehingga pekerjaan yang dilakukan bisa maksimal,” pungkas Burhanuddin. (adz/saz)

Jadi Raksasa BPD, Ini Langkah bank bjb

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) terus menancapkan pengaruhnya menjadi bank besar di Indonesia. Berbagai program jangka menengah dan panjang tengah dirancang untuk menjadi raksasa BPD di Indonesia.

Hal itu disampaikan jajaran direksi bank bjb saat hadir menjadi pembicara live Youtube Mirae Asset “Kamu Beli Saham Apa”, Kamis (20/3/2022). Hadir Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi, Direktur Keuangan bank bjb Nia Kania, Direktur Information Technology, Treasury & International Banking bank bjb Rio Lanasier.

Dalam paparannya, Yuddy menyebut, saat ini bank bjb terus menggenjot pendapatan utama baik dari segmen konsumer, korporasi, UMKM, komersial, dan lainnya. Juga terus melakukan penetrasi keuntungan dari fee based income layanan digital.

“Kami kedepan juga ada rencana yang saat ini sedang intense dibicarakan dengan BPD lain. Ini seiring ketentuan terbitnya POJK bahwa BPD harus memiliki modal inti harus minimal Rp3 triliun. Kalau tidak terpenuhi, akan turun kelas. Namun dari POJK ini ada esepsi, bahwa BPD bisa berkumpul atau membuat KUB (Kelompok Usaha Bank), ” beber dia.

KUB ini nantinya akan membawa bank bjb menjadi holding BPD. Saat ini sudah ada 5 BPD yang intense berkomunikasi dengan bank bjb. “KUB ini akan menjadi fokus kami, terutama dalam pemanfaatan digitalisasi oleh BPD lainnya, ” kata Yuddy.

Menurut dia, bank bjb saat ini telah menyiapkan Capex (capital expenditure) hingga Rp500 miliar untuk memperkuat digitalisasi layanan keuangan. Perseroan berkomitmen tidak pelit belanja Information Technology (IT). Apalagi, digitalisasi adalah keniscayaan yang sebagaimana kebutuhan zaman yang serba cepat dan mudah.

Tak hanya itu, bank bjb juga terus memperkuat layanan keuangan dari sisi pembiayaan. Misalnya bjb Indah (Infrastruktur Daerah), memfasilitasi pinjaman modal bagi pemerintah daerah. Sehingga mereka bisa mendapat pinjaman secara mudah untuk membiayai pembangunan infrastruktur daerah.

“Banyak pemerintah daerah yang minati ini pembiayaan bjb Indah ini. Tidak cuman pemda di Jabar dan Banten, tapi pemda lainnya juga sangat berminat. Bahkan, untuk program ini Non Performing Loan (NPL)-nya 0, artinya sangat bagus kinerjanya, ” beber Yuddy.

bank bjb juga memiliki program bjb Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera). Program pembiayaan bagi ultra mikro yang tidak bankable namun ingin memajukan usahanya. bjb Mesra adalah fasilitas kredit tanpa bunga dan agunan. Namun hanya bisa diakses oleh komunitas di rumah ibadah.

“Target perseroan kedepan mencatat pertumbuhan hingga double digit. Kami akan menjadi elit bank, yaitu menjadi tuan rumah di wilayah kita sendiri. Intinya bagaimana kita kolaborasi dan open minded. Termasuk bagaimana kita juga berupaya penuhi kebutuhan milenial, ” beber dia.

Terkait KUB, Direktur Keuangan Nia Kania mengatakan, secara potensi BPD di Indonesia memiliki nilai aset yang cukup besar. Jika BPD ini menjadi satu kesatuan, akan menjadi entitas bisnis yang cukup besar. Secara aset, BPD di Indonesia mencapai lebih dari Rp800 triliun.

“Setelah KUB ini terbentuk, banyak kerja sama yang bisa dibangun. Di mana antar BPD bisa kerja sama SDM, jaringan kantor, treasure, kredit, dan lainnya. Ini potensinya luar biasa besar, ” kata dia.

Sementara itu, Direktur Information Technology, Treasury & International Banking bank bjb Rio Lanasier mengatakan, bank bjb saat ini sedang menggagas terbangun nya super apps. Rencananya dalam waktu dekat akan segera di-launching.

“Super apps ini nantinya menjawab kebutuhan konsumen yang kian besar. Super apps ini satu aplikasi untuk semua layanan keuangan. Aplikasi ini juga nantinya akan memudahkan digitalisasi pada KUB, ” imbuh dia. (rel/sih)

Rights Issue bank bjb Sukses Besar, Hari Pertama Lebih dari 75% Diserap Investor

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Aksi korporasi berupa Perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue yang dilakukan bank bjb yang dimulai Rabu (9/3) dalam rangka untuk memperkuat struktur permodalan agar perusahaan semakin bisa ekspansif menyalurkan kredit, mendapat respons positif dari kalangan investor.
Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi,menyampaikan di hari pertama perdagangan HMETD minat investor sangat baik.

“Alhamdulillah di hari pertama perdagangan HMETD Minat investor sangat baik, dari total target yang ditetapkan telah lebih dari 75% diserap oleh pemegang saham,” ucap Yuddy, dalam Siaran Pers, Kamis (10/3). Dengan antusiasme yang tinggi dari investor, bank bjb optimis aksi korporasi kali ini akan mencapai target. bank bjb sendiri menargetkan meraih dana Rp924,99 Miliar dari rights issue.

“Tentu hal ini semakin meningkatkan optimisme penyerapan rights issue kami dengan target dana 924,99 milliar rupiah. Mengingat masa perdagangan masih panjang sampai tanggal 16 maret 2022. Di tahun ini selain rights issue kami juga berencana untuk menerbitkan kembali obligasi subordinasi sebanyak-banyaknya Rp1 triliun rupiah,” jelas Yuddy.

Pencapaian yang diraih bank bjb di hari pertama gelaran rights issue membuktikan investor menaruh kepercayaan kepada manajemen bank bjb. Dengan serapan lebih dari 75 persen untuk perdagangan rights issue ini, bank bjb optimistis bahwa rights issue bank bjb akan terus diminati investor.

Tingginya minat terhadap rights issue bank bjb mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap visi yang dibangun bank bjb untuk semakin fokus pada sektor ekonomi produktif, seperti UMKM, korporasi, konsumer, dan juga pengembangan digitalisasi yang diharapkan semakin menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

Pencapaian positif rights issue bank bjb disaat kondisi ekonomi masih tertekan pandemi, membuktikan strategi, dan penjelasan maksud tujuan rights issue yang disampaikan manajemen direspons positif para pemegang saham.

Keberhasilan ini akan mengobarkan semangat bank bjb untuk semakin memberi manfaat kepada shareholder, sekaligus juga mengakselerasi ekonomi dan memberikan kontribusi positif bagi para pemangku kepentingan, dan perekonomian nasional. .

Sejatinya, antusiasme investor dalam merespons aksi korporasi bank bjb, sangat wajar mengingat bank berkantor pusat di Jalan Naripan, Kota Bandung, ini mencatat kinerja kinclong mulai dari laba bersih dan kredit yang meningkat hingga terus ditekannya Non Performing Loan (NPL) bank bjb. Sampai dengan Desember 2021, laba bank bjb tercatat Rp2,6 triliun.

bank bjb menawarkan sebanyak-banyaknya 682.656.525 Saham Biasa seri B dengan nilai nominal Rp 250 per saham, dan dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp 1.355 per saham.
Jumlah dana yang akan diterima perseroan dari PMHMETD I ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp924.999.591.375. HMETD akan dibagikan kepada para pemegang saham Perseroan yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 7 Maret 2022.

Yuddy menyatakan, dengan kinerja keuangan dan rencana strategis yang dimiliki, pihaknya yakin rights issue atau HMETD akan diminati kalangan investor.
“Saya ajak investor dan pemegang saham untuk tak pernah ragu mengambil HMETD. Kami mengajak yang belum, segera memiliki saham BJBR,” ujarnya. (rel/sih)

Kinerja Kinclong, Yuddy Ajak Investor Tak Sia-siakan Right Issue bank bjb

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Kinerja kinclong bank bjb hingga Oktober 2021 menjadi modal bagi Yuddy Renaldi untuk mengajak investor agar tidak menyia-nyiakan kesempatan pada right issue yang masa perdagangannya mulai 9-16 Maret 2022.

Saat menghadiri investor gathering bank bjb, Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi memaparkan sejumlah indikasi positif kemajuan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten Tbk tersebut. Mulai dari laba bersih dan kredit yang meningkat hingga terus ditekannya non performance loan (NPL) bank bjb.

“Sampai 31 Oktober 2021, laba bersih bank bjb naik 24,8 persen (yoy) menjadi Rp1,6 triliun,” katanya dalam acara yang digelar secara hybrid tersebut, Selasa (1/3/2022).

Pertumbuhan kredit bank bjb, hingga Oktober juga menunjukkan kemajuan berarti. Total kredit tumbuh 5,9 persen menjadi Rp94,9 triliun, ditopang kenaikan kredit konsumer sebesar 2,6% menjadi Rp61,1 triliun.

Total aset pun terus menjulang. Kini, bank bjb, entitas berkode saham BJBR di Bursa Efek Indonesia itu memiliki aset Rp161,8 triliun. “Tumbuh 3,6 persen year on year,” sebutnya.

Tak hanya itu, bank bjb juga berhasil menekan tingkat kredit bermasalah atau non performing loan. Jika sebelumnya NPL bank bjb mencapai 4,4 persen, menurut Yuddy, hingga Oktober 2021, turun menjadi sekitar 3 persen.

“Minggu depan, kita akan gelar analys meeting. Insya Allah, performa akan lebih baik di akhir 2021,” sebutnya.

Meskipun analyst meeting baru akan digelar pekan depan, Yuddy sudah menunjukkan optimismenya. Dia berkeyakinan, dengan laporan keuangan yang pencatatannya sangat baik, laba bersih bank bjb tahun 2021 ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Pun, NPL lebih bisa ditekan ketimbang angka yang lebih rendah dibanding Oktober 2021.

“Kami selalu menjaga bank bjb harus tumbuh lebih baik, lebih sehat,” katanya.

Karena itulah, dia menyatakan dengan kinerja keuangan dan rencana strategis yang dimiliki, pihaknya yakin right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) akan diminati kalangan investor.

“Saya ajak investor dan pemegang saham untuk tak pernah ragu mengambil HMETD. Kami mengajak yang belum, segera memiliki saham BJBR,” ujarnya.

Selain performa keuangan yang kinclong, Yuddy juga menyebutkan keinginan bank bjb menjadi bank hybrid terus dipacu. Menurutnya, hal ini akan menarik minat nasabah dari kalangan apa saja, baik konvensional maupun milenial.

“Untuk kalangan milenial, kami sedang menyiapkan super apps bjb DIGI yang akan diluncurkan Mei nanti,” ucapnya.

Direktur Technology, Treasury & International Banking bank bjb Rio Lanasier mengatakan pembangunan ekosistem digital itu merupakan komitmen yang segera terwujud.

Untuk itu, bank bjb bekerja sama dengan Amazon Web Service (AWS) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCI) guna mendukung information technology (IT) digital enablement. Tak hanya itu, bank bjb pun meraih sertifikasi Sistem Manajemen Layanan Teknologi Informasi (ISO 20000) dan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISO 27001).

Sertifikat itu menunjukkan komitmen kuat dari bank bjb kepada nasabah untuk memberikan layanan terbaik yang didukung dengan keamanan informasi yang terstandarisasi dalam aspek confidentiality, integrity and availability di dalam penggunaan layanan digital banking.

“Super apps bjb DIGI ini sekarang dalam tahap tes terakhir. Kemungkinan akan dirilis Mei 2022, bersamaan dengan HUT bank bjb,” sebutnya.

Rio menuturkan super apps itu dibangun untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan perbankan. Tak hanya kepada nasabah, super apps itu itu bisa melayani masyarakat yang belum menjadi nasabah.

“Untuk capex super apps ini nilainya sebesar Rp500 miliar yang digelontorkan secara berkesinambungan. Multiyears karena digitalisasi tak mungkin satu tahun satu titik. Targetnya, kita perkuat ekosistem, terutama ASN dan milenial digicash,” katanya.

Dia memastikan, bank bjb pun akan meningkatkan kapasitas hardware hingga 15 juta pengguna. Hal itu dilakukan berdasarkan pertumbuhan yang relatif cepat untuk pengguna layanan digital tersebut.

Sedangkan, Direktur Keuangan bank bjb Nia Kania menyebutkan performa keuangan hingga saat ini menunjukkan pertumbuhan positif. Sektor kredit pun diharapkan dapat tumbuh 9-10% tahun ini dengan npl yang terjaga di level 1.3-1.6%.

“Bahkan, hingga 28 Februari 2022, revenue kita tumbuh signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhannya naik double digit, lebih dari 20 persen (yoy),” kata Nia.

Sementara itu, persiapan menjadi bank hybrid itu pun ditegaskan Direktur Operasional bank bjb Teddy Setiawan. Proses pengembangan super apps bjb DIGI itu diakuinya beriringan dengan pembangunan human capital.

Dia menyebutkan, insan bank bjb kini didominasi kaum milenial. Pasalnya, 85-90 persen karyawan itu tergolong milenial yang relatif lebih ramah terhadap digitalisasi.

“Sekarang, layanan bank bjb 70:30 didominasi offline. Ke depan, bukan mustahil porsi itu akan terbalik dengan dominasi online. Untuk itu super apps hadir,” katanya. (rel/sih)

Kompetisi Jurnalistik, Agincourt Resources Berterima Kasih pada Peserta

DARING: Pengumuman Pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2021 yang digelar secara daring, Jumat (18/3).

SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe mengumumkan para pemenang kompetisi Karya Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2021 bertemakan ‘Melestarikan Lingkungan Demi Mas Depan’ dalam acara yang digelar secara daring pada Jumat 18 Maret 2022.

Kompetisi yang diadakan oleh PTAR untuk kelima kalinya ini diikuti oleh 23 wartawan dari Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Medan dengan total 30 karya jurnalistik. Kompetisi jurnalistik ini dimaksudkan untuk mengapresiasi para jurnalis media massa di Sumatra Utara yang selama ini mendukung operasional Tambang Emas Martabe melalui karya-karya jurnalistiknya.

Wakil Presiden Direktur PTAR, Ruli Tanio menyatakan tema kompetisi jurnalistik tahun ini sejalan dengan upaya perlindungan lingkungan yang merupakan salah satu prioritas tertinggi perusahaan. “Kelestarian Lingkungan Hidup adalah prioritas utama perusahaan, PTAR akan terus melanjutkan program-program lingkungan yang fundamental, terstruktur dan kolaboratif bersama seluruh stakeholder,” kata Ruli. Ruli menegaskan upaya pelestarian lingkungan serta pengelolaan keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama dan diperlukan komitmen serta kerjasama sinergis antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, media dan institusi terkait, untuk tercapainya tujuan melestarikan lingkungan demi masa depan.

Dalam Kompetisi Jurnalistik Tambang Emas Martabe kali ini Netty Guslina,dinyatakan sebagai Juara 1 mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 12 Juta Rupiah dengan karya pemberitaannya berjudul “Barumun Sanctuary Tiger Beri ‘Napas Baru’ Bagi Harimau Sumatra yang Tertindas”. Juara 2 mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 9 Juta Rupiah diraih oleh Sukri Falah Harahap, jurnalis Waspada.id yang menulis tentang “Gerak Naposo Nauli Bulung (NNB) Tapanuli Selatan Lestarikan Lingkungan”. Lalu artikel berjudul “Di Tangan Marandus Taman Eden Tak Lagi Tandus” karya Jan Piter Simorangkir, meraih juara 3 dengan hadiah sebesar 6 Juta Rupiah.

PTAR juga mengumumkan 3 jurnalis yang meraih juara harapan dan memberikan apresiasi senilai masing-masing 2 Juta Rupiah. Ketiga juara harapan yaitu Arifin Al Alamudi, jurnalis IDN Times.com dengan artikel “Perjuangan Erwin Menyelamatkan Habitat Penyu di Pantai Muara Upu”, Ikhwan Nasution jurnalis Medanbisnisdaily. com dengan judul artikel “Bersama Mengembalikan DAS Batangtoru yang Mulai Terkikis” dan Dzulfadli Tambunan jurnalis Koran New Tapanuli dengan judul artikel “Lubuk Larangan Kearifan Lokal Pelestarian Ekosistem Sungai.”

Lestantya R. Baskoro, wartawan senior dan dosen Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) yang merupakan salah satu juri menyatakan keunggulan para pemenang terletak pada detail objek yang diliput, latar belakang masalah, penyampaian bahasa, struktur penulisan, dan nilai informasi. Menurut Lestantya, isu pelestarian lingkungan, memiliki kekuatan penulisan, dapat menciptakan inspirasi pihak lain. “Sebenarnya inilah yang diharapkan dari sebuah penulisan berita lingkungan yakni mengajak dan menggerakkan pembaca untuk peduli dan mencintai lingkungan,” kata Lestantya.

“Pada tulisan berjudul “Barumun Sanctuary Tiger Beri “Napas Baru” Bagi Harimau Sumatra yang Tertindas” karya Netty Guslina, pembaca diajak memahami bagaimana peran serta Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala (YPBMM) dalam program penyelamatan harimau Sumatra dan diberikan gambaran tentang kondisi Panthera Tigris Sumatra tersebut di hutan Sumatra,” kata Lestantya.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono menyampaikan apresiasi kepada para pemenang. Katarina menjelaskan, pengumuman para pemenang ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Penguatan Kompetensi Jurnalis yang dilaksanakan pada 11 November 2021 di Medan dan 7 Desember 2021 di Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara dan diikuti total 80 jurnalis.

“Melalui kegiatan penguatan kompetensi jurnalis atau media capacity building yang telah dilakukan rutin sejak tahun 2013 kami melihat program ini sudah berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi dan pengetahuan para jurnalis baik di level regional dan provinsi,” kata Katarina. Menurutnya, program ini adalah salah satu komitmen rutin PTAR dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas rekan-rekan media di Sumatra Utara.

Di tahun 2022 ini di mana memasuki usia satu dekade produksi, PTAR menekankan akan kemajuan keberlanjutan dengan memberikan perhatian besar pada pelestarian keanekaragaman hayati. “Untuk itu kami pun mendorong rekan-rekan media untuk berinisiatif menulis artikel tentang pelestarian lingkungan di Sumatra Utara yang konstruktif dan inspiratif,” kata Katarina.

Sementara itu Netty Guslina, Sang Juara 1 menyatakan terima kasih kepada Tambang Emas Martabe yang rutin menggelar kegiatan kompetisi jurnalistik seperti ini. “Dengan kompetisi seperti ini memberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan menulis para jurnalis di Sumatera Utara, dan harapannya, Martabe tetap konsisten dengan kegiatan seperti ini,” kata Netty.

Sukri Falah Harahap, peraih Juara 2 bersyukur bisa meraih Juara 2. “Alhamdulillah saya meraih juara kedua, yang mana gaya penulisan karya jurnalistik tersebut murni saya aplikasikan dari ilmu yang didapat pada pelatihan jurnalistik lingkungan diselenggarakan PTAR bersama LPDS di PIA Hotel Pandan Tapanuli Tengah beberapa bulan lalu,” kata Sukri sembari menambahkan terimakasihnya atas komitmen PTAR untuk turut serta meningkatkan kompetensi dan kapabilitas wartawan di Sumatera Utara, khususnya di Tapsel, Tapteng dan Taput.

Jan Piter Simorangkir, peraih Juara 3 berterimakasih kepada PTAR yang sudah ikut mendorong dan mencerdaskan jurnalis di wilayah lingkar tambang dan Sumatra Utara.(rel/ram)

Bank Ramai-ramai Datangi bank bjb, Wacanakan Sinergi BPD se-Indonesia?

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Peraturan Otoritas Jasa Keuangan OJK (POJK) Nomor 12 /POJK.03/2021 tentang Bank Umum dengan kategorisasi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) mendapat respons positif dari pelaku perbankan di Indonesia.

Perubahan pengelompokan yang asalnya menggunakan BUKU, kini berdasarkan modal inti ini menjadi angin segar bagi perbankan untuk berkembang bersama. Seperti halnya bank pembangunan daerah (BPD) yang jumlahnya cukup banyak, namun terbatas oleh kecukupan modal.

Pascaterbitnya POJK tersebut, banyak BPD yang mulai melirik terbangunnya kelompok usaha bersama (KUB). Buktinya, beberapa BPD mulai saling bertemu untuk melakukan sinergi bisnis. Tak hanya itu, beberapa kali pertemuan juga membahas tentang pengembangan BPD.

Beberapa pertemuan yang telah terjadi diantaranya antara bank bjb dengan Bank Bengkulu, Bank Sumut, Bank Kalteng, Bank Jateng, dan lainnya. Pertemuan itu mayoritas dihadiri jajaran direksi, komisaris, pemda, dan lainnya.

Kerja sama bank bjb dan Bank Bengkulu misalnya dalam rangka penggunaan infrastruktur bersama khususnya teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, likuiditas, pembiayaan bahkan permodalan. Kerja sama ini penting mengingat bank Bengkulu berada pada kelompok KBMI 1 dengan modal inti sebesar Rp1 triliun (per September 2021).

Sementara, kunjungan BPD Kalteng dan BPD Sumut berlangsung selama dua hari pada hingga 11 Februari 2022. Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah mengatakan, pihaknya belajar banyak dari bank bjb. Meskipun saham mayoritas milik pemerintah daerah, tapi keberadaannya diterima masyarakat luas.

“Ini yang kami pelajari, bagaimana kepercayaan nasabah bisa timbul. Dengan ini kami berkeinginan Bank Sumut juga bisa melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Semetara dalam rangka pengembangan BPD Jawa Tengah, Komisi C DPRD Provinsi Jateng melakukan kunjungan ke bank bjb. Kunjungan untuk melakukan studi banding pengembangan BPD hingga menjadi bank besar nasional.

Menurut Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Hariyanto, studi banding itu sebagai langkah untuk menggali inspirasi pada pengelolaan BPD Jateng. Juga sebagai kaitanya bagaimana bisa membuat ekosistem BUMD di jasa keuangan tetap dalam spirit kebersamaan dan kolaborasi.

Langkah bank bjb go public juga menjadi pembelajaran bagi Jawa Tengah. “Banyak manfaat yang bisa diambil setelah tercatat di bursa efek. Kami juga akan rumuskan pada Perda yang akan dibahas di 2022 mendatang,” jelas dia.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan, POJK 12 ini mempermudah perbankan dalam mengembangkan bisnis. Baik untuk melakukan transformasi dan akselerasi digitalisasi maupun sinergi perbankan yang dapat meningkatkan efisiensi bagi operasional perbankan.

Menurut Yuddy, bank bjb sangat terbuka untuk kolaborasi, tidak terbatas pada Bank Bengkulu saja, tidak menutup kemungkinan bank bjb akan bersinergi dengan BPD yang lainnya juga dalam waktu dekat. “Tentunya sinergi yang dilakukan haruslah memberikan manfaat yang positif bagi kedua belah pihak, jadi dalam kerangka pengembangan bisnis bersama sama, ” pungkas dia.

Dengan dilakukannya sinergi, dari sisi kemampuan pembiayaan akan meningkat mengingat bank bjb dengan modal yang jauh lebih besar akan mampu menyerap kebutuhan kredit dengan nilai yang lebih besar. Misalnya untuk pembangunan infrastruktur daerah maupun project strategis dengan skema pembiayaan bersama.

Menurut dia, bank bjb siap bersinergi dan kolaborasi dengan BPD lain di Indonesia dengan semangat meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan pemerintah daerah. kolaborasi bank bjb dengan BPD lain di Indonesia bertujuan untuk kemajuan bersama serta saling menguntungkan.

“Kolaborasi adalah hal paling penting yang harus dilakukan BPD serta melakukan inovasi dan bertransformasi agar bisa bersaing di industri perbankan,” katanya.

Diketahui bank bjb merupakan BPD terbesar di Indonesia dengan infrastruktur yang mumpuni sehingga infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan oleh BPD secara bersama sama. Saat ini, bank bjb sedang fokus dalam pengembangan infrastruktur IT. Hal itu dibuktikan dengan dilakukannya kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi untuk pengembangan digitalisasi. Kerja sama dibangun untuk mendukung IT digital enablement dalam rangka modernisasi infrastruktur menuju era digital dengan ISO 20000 dan ISO 27001.

Kerja sama pengembangan digitalisasi bank bjb dilakukan dengan Amazon Web Service (AWS), PT DCI Indonesia, serta Alibaba Cloud. DCI Indonesia merupakan data center Tier IV pertama di Asia Tenggara yang mampu memberikan layanan infrastruktur data center yang handal, aman, terpercaya sesuai dengan standar operasional global. DCI menjamin SLA 99.999% atau waktu downtime maksimal 5 menit dalam setahun.

Sementara Amazon Web Service (AWS) merupakan penyedia platform cloud paling komprehensif dan digunakan secara luas di dunia yang menawarkan lebih dari 200 layanan unggulan. Sedangkan Alibaba Cloud adalah penyedia ratusan produk dan layanan teknologi terdepan berstandar internasional, yang juga menyediakan layanan CyberSecurity. Alibaba Cloud Indonesia adalah satu-satunya yang memiliki scrubbing center dan 3 data center di Indonesia.

Untuk menjamin keamanan dan sistem yang baik, bank bjb juga telah memperoleh sertifikasi ISO 20000 dan ISO 27001. Bahkan, pencapaian ini menempatkan bank bjb berhasil mencatatkan rekor baru dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) pertama di Indonesia yang melakukan sertifikasi ISO 20000 dan ISO 27001 secara bersamaan.

Sertifikasi ISO 20000 (Sistem Manajemen Layanan Teknologi Informasi) dan ISO 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) ini, menunjukkan komitmen yang kuat dari bank bjb kepada nasabah untuk memberikan layanan terbaik yang didukung dengan keamanan informasi yang terstandarisasi dalam aspek confidentiality, integrity dan availability di dalam penggunaan layanan digital banking.

Standarisasi ISO 20000 dan ISO 27001 bank bjb saat ini berfokus dalam produk layanan Digital Banking bank bjb yaitu DIGI dan DigiCash by bank bjb. Ke depannya, proses standarisasi ISO 20000 dan ISO 27001 ini akan diterapkan kepada layanan lainnya di bank bjb. (rel/sih)

Pasar Kamu di Deliserdang, Wisatawan Harus Cobain Sensasinya

istimewa KUNJUNG: Wagub Sumut, Musa Rajekshah mengunjungi Pasar Kamu untuk merasakan aneka kuliner tradisional.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Usai melaksanakan Salat Subuh berjemaah di Masjid Nurul Ihsan Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menyempatkan diri mengunjungi Pasar Kamu Desa Denai Lama, Deliserdang, untuk merasakan aneka kuliner tradisional, Minggu (20/3) kemarin.

Kehadiran Ijeck, sapaan Musa Rajekshah disambut hangat oleh para pedagang dan pendiri Pasar Kamu Dedy Sofyan. “Pagi ini hampir terlewatkan, ternyata ada tempat di daerah Pantai Labu seperti ini. Menyesal saya tadi kalau tak mampir ke mari. Pak Dedy ini yang punya ide sudah setahun lebih, karena Covid-19 ide ini dibuat,” ujar Ijeck, sembari mengatakan Pasar Kamu singkatan dari Pekan Sarapan Karya Anak Muda.

Sesampai di Pasar Kamu, Ia langsung berkeliling melihat jajanan yang dijual. Ijeck mengaku antusias dan mengapresiasi karena semua yang dijual adalah hidangan tradisional khas Melayu, Jawa, Batak dan lainnya.

“Saya sudah keliling, semua yang dijual adalah makanan tradisional, makanan kampung. Dihidangkan pakai daun, lebih higienis, suasananya tradisional sekali, stand jualan pakai atap rumbia, pedagangnya pakai pakaian tradisional, dan pelanggan duduknya di tikar. Ide yang kreatif dan inovatif, sayangnya Pasar Kamu ini cuma hadir di hari Minggu, semoga ke depan bisa ditambah lagi jadi hari Sabtu dan Minggu,” ujar Ijeck.

Ia pun mengajak para wisatawan lokal, khususnya masyarakat sekitar untuk mengunjungi Pasar Kamu merasakan sensasi kuliner tradisional dengan suasana kearifan lokal. “Wisatawan yang mau ke Danau Toba juga bisa menjadikan tempat ini sebagai lokasi yang dikunjungi sebelum ke Danau Toba karena dari Bandara Kualanamu jaraknya sangat dekat. Rasakan sensasinya, makan berbagai jajanan tradisional, duduk di tikar di bawah pohon-pohon,” katanya.

Menanggapi hal ini, Dedy Sofyan mengaku makanan yang dijual di Pasar Kamu banyak di antaranya makanan Khas Melayu yang notabene suku asli di Desa Denai Lama. Pedagang di sini juga bukan dari Desa Denai Lama saja, tapi ada dari desa lainnya di Pantai Labu. “Kue khas Melayu yang dijual diantaranya ada kue dangai, kue rasida, kue kekaras, pulut panggang dan lainnya. Tapi ada juga jajanan khas Mandailing, Batak, Jawa juga,” ujarnya.

Ide Pasar Kamu ini, tambah Dedy muncul saat Covid-19 melanda. “Saat Covid-19 ada yang kehilangan pekerjaan, jadi kita rembuk kira-kira apa yang bisa kita buat dan apa potensi kita di kampung. Nah, potensinya yah kulinernya, jadi kuliner ini yang kita jual, modalnya pun gak terlalu banyak dan gak perlu menghadirkan keahlian dari luar. Maka hadirlah Pasar Kamu ini, dan ternyata peminatnya besar dan bisa membantu pemasukan warga,” ujar Dedy.

Menanggapi ini, Ijeck pun berpesan agar dalam memulai satu hal, seperti membuka usaha tidak perlu harus memiliki tempat mewah dan harus di pusat kota. “Intinya harus kreatif, berinovasi, dan semangat kerja keras. Yakin pasti berhasil apa-apa yang kita ingin dapatkan dengan doa. Semoga Pasar Kamu ini semakin sukses agar semakin banyak yang terbantu dari tempat ini,” harap Ijeck.(gus/ram)