Home Blog Page 2669

Temui Wakil Wali Kota dan Kadisdik, FGTT Medan Dijanjikan SK Dinas

FOTO BERSAMA: Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman foto bersama Pengurus FGTT Kota Medan. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman menjanjikan tiga hal kepada guru honor di Kota Medan. Salah satunya, Aulia berjanji akan memberikan Surat Keterangan (SK) Dinas kepada para guru honor aktif di Kota Medan dalam waktu dekat. Dengan adanya SK Dinas tersebut, guru honor di Kota Medan akan memiliki status yang lebih jelas dan dilindungi hak-haknya dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai tenaga pendidik.

Hal itu diungkapkan pengurus Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) Kota Medan, yakni Ketua Rahma Nasution, Sekretaris Nita Novianti Harahap , Dian Melati S.Pd selaku Bendahara serta sejumlah pengurus FGTT Kota Medan lainnya, Rabu (18/5) petang usai menemui Wakil Wali Medan yang kala itu didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar.

“Setidaknya ada 3 hal hasil pertemuan kami dengan Pak Wakil Wali Kota Medan dan Pak Kadisdik hari ini. Salah satunya, dalam waktu dekat ini guru honor akan diberikan SK Dinas,” ucap Sekretaris FGTT Kota Medan, Nita Novianti.

Pasalnya, kata Nita, sejak tahun 2019 yang lalu, Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan tidak lagi mengeluarkan SK Dinas tersebut. Sehingga sejak tahun 2019 hingga pertengahan tahun 2022 ini, guru-guru honorer di Kota Medan tidak memiliki SK Dinas.

Selain itu, Aulia juga berjanji bahwa Dinas Pendidikan Kota Medan akan memobilisasi guru-guru honor yang terancam tidak mendapatkan kelas di sekolahnya. “Tadi dikatakan Pak Wakil Wali Kota dan Pak Kadisdik, saat ini Dinas Pendidikan sedang melakukan pemetaan agar tidak ada guru honorer sekolah negeri yang di pecat dan tidak bekerja lagi karena tidak lulus Passing Grade seleksi PPPK ataupun tidak memiliki formasi di sekolah tersebut,” ujarnya.

Dan terakhir, sambung Nita, Dinas Pendidikan Kota Medan meminta setiap guru honorer di Kota Medan yang sudah lulus Paasing Grade untuk bersiap-siap mengikuti tahap pemberkasan. “Sebab dalam penempatan, itu merupakan hak mutlak dari dinas pendidikan. Sedangkan untuk formasi tahap 3 (penerimaan PPPK) ini, Pemko Medan masih menunggu keputusan rapat Kemenpan dan Kemendikbud,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, T Edriansyah Rendy, mengaku mendukung langkah Dinas Pendidikan Kota Medan yang berjanji akan memfasilitasi para guru honor di Kota Medan yang tidak lulus PPPK untuk tetap bisa mengajar di sekolah tersebut.

Pasalnya menurut Rendy, PPPK merupakan program pemerintah pusat untuk meningkatkan taraf hidup para guru. Untuk itu, ia berharap agar para guru di Kota Medan tidak semakin terpuruk hidupnya hanya karena tidak lulus Passing Grade seleksi PPPK.

“PPPK ini sebenarnya tujuannya sangat baik, supaya para guru honor ini bisa jauh lebih sejahtera. Untuk itu, kita sangat mendorong dan mendukung Disdik Medan apabila memang ingin memfasilitasi para guru honor di Kota Medan yang tidak lulus PPPK untuk tetap bisa mengajar,” ucap Rendy kepada Sumut Pos, Kamis (19/5).

Dijelaskan politisi muda Partai NasDem itu, Disdik Kota Medan juga diharapkan dapat terus memperjuangkan penambahan kuota penerimaan PPPK untuk guru honor di Kota Medan. “Supaya yang tidak lulus PPPK di tahun lalu bisa ikut lagi di tahun ini. Semakin banyak guru honor di Kota Medan yang berstatus PPPK, maka akan semakin banyak pula guru yang meningkat kesejahteraannya. Dengan begitu, InsyaAllah mutu pendidikan kita juga bisa terus meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pemetaan terkait keluhan sejumlah guru honorer yang khawatir tidak lagi dipekerjakan oleh pihak sekolah karena kehadiran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Dikatakan Putra, pihaknya tengah melakukan pendataan ulang guru honorer dan PPPK yang baru saja lulus. “Saat ini guru PPPK belum ada yang masuk, semuanya masih dalam pemberkasan. Jadi guru honor ini sebenarnya masih sangat aman dan tetap bisa mengajar seperti biasanya,” jawab Putra, Kamis (19/5).

Dikatakan Putra, kalaupun nanti para guru yang lulus PPPK sudah mulai mengajar, maka para guru honorer akan tetap dipekerjakan dengan cara dipindahkan ke sekolah lain yang memang kekurangan tenaga pendidik.

“Jadi tidak ada yang mencari sekolah sendiri, semuanya lagi dalam proses pemetaan ulang. Dan nggak mungkin yang ada sekarang ini pindah, bisa-bisa proses belajar mengajar di sekolah yang jadi acak-acakan,” tuturnya.

Nantinya, sambung Putra, untuk tempat mengajar para guru honorer, akan diploating melalui pemataan ulang. “Nanti kami akan ploating, makanya saya minta seluruh kepala sekolah jangan menekan guru honorer untuk mencari sekolah baru. Selian itu, guru honorer diharapkan tetap sabar dan tenang serta ikuti arahan dari Dinas Pendidikan saja. Jika ada Kepsek yang mengancam pindah, maka segera laporkan ke kam, agar kepseknya kami peringati,” kata dia.

Dijelaskan Putra, saat ini Dinas Pendidikan Kota Medan tengah menerima 2.776 tenaga guru melalui jalur PPPK. “Pemberkasan yang sudah selesai itu baru 623 orang dan 1.055 peserta lagi masih dalam proses pemberkasan, dan masih ada 559 peserta yang masih verivikasi data kelulusan. Nah ini semua belum diresmikan mengajar di tempat kelulusannya,” pungkasnya. (map/ila)

Lomba Kelurahan Terbersih, Lurah P. Brayan Bengkel Baru Sangat Optimis Juara

FOTO BERSAMA: Lurah Pulau Brayan Bengkel Baru, Effendi Guru Singa (tiga dari kanan duduk) foto bersama Pegawai Kelurahan dan Kepling di depan Kantor Kelurahan Pulau Brayan Bengkel Baru, Jalan Komisi C, Komplek DPRD Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelurahan Pulau Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur optimis masuk dalam nominasi juara Kelurahan Terbersih Tingkat Kota Medan yang diselenggarakan Pemko Medan.

“Jujur saja kita sangat optimisme untuk masuk meraih nominasi juara dalam tingkat Kelurahan Terbersih Tingkat Kota Medan,” ujar g Lurah Pulau Brayan Bengkel Baru Kecamatan Medan Timur, Effendi Guru Singa, SE kepada wartawan Sumut Pos di Pendopo Taman PKK Kelurahan Pulau Brayan Bengkel Baru Jalan Komisi C Komplek DPRD Tingkat Sumut, Kamis (19/5).

Dilanjutkannya pria yang akrab disapa Effendi ini, bahwa optimisnya itu ditunjukkan dengan semua lini yang sudah dilakukan, salah satunya membuka Posyandu Remaja.

“Pihak kelurahan kita juga paling utama fokus dalam kebersihan. Nah untuk Kebersihan itu yang kita lakukan di Kelurahan itu yakni seperti melihat sampah di dalam drainase. Sampah dalam drainase dan di badan jalan juga kita fokus untuk dibersihkan,” ujarnya.

Dikatannya, sampah yang paling utama dilakukan pembersihan itu seperti di ruas jalan protokol mulai Jalan Brigjen Bejo sampai batas Jalan Cemara dan Jalan Krakatau. “Jadi kemarin di ruas Jalan Krakatau ada tertibkan pedagang kaki lima secara mandiri bersama Kasi Trantib dan kepling dengan persuasif tidak ada otoriter dan kesadaran warga,” kata Effendi.

Sehingga, sambungnya, kelurahan Pulau Brayan Bengkel Baru Kecamatan Medan Timur sudah tertata rapi dan terlihat indah.

“Memperindahnya itu salah satu dengan papan data saya upgrade dan tata PKK dan struktur organisasi di Kelurahan dengan baik serta secara rapi,” ujarnya.

Effendi juga sangat optimis menang karena menciptakan Taman PKK Kelurahan yang berada di depan kantor Kelurahan. “Ketika di sini saya menjabat sebagai lurah. Semua kita aktifkan kembali yakni medsos dan sudah aktif Mensos insya Allah kita aktif total dalam bekerja,” bilangnya

Effendi juga bilang, pihak Kelurahan Pulau Brayan Bengkel Baru mengutamakan tim kebersamaan dan kekompakan semua lini dalam amanah mengikuti perlombaan Kelurahan terbersih dan terbaik untuk tingkat Kota Medan.”Kita hanya tegaskan kita total optimis kalau sudah bekerja harus ada target,” ujarnya penuh semangat. (omi/ila)

Telkomsel dan Kredivo Inisiasi Layanan BNPL Telco ‘Telkomsel PayLater’

Telkomsel dan Kredivo berkolaborasi menghadirkan Telkomsel PayLater sebagai solusi layanan keuangan digital Buy Now Pay Later (BNPL) khusus telco yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara kedua belah pihak di Jakarta, Kamis (19/5).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menjalin kolaborasi dengan PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo) dalam rangka mengembangkan solusi layanan keuangan digital Buy Now Pay Later (BNPL) khusus telco bagi seluruh pelanggan Telkomsel, yakni Telkomsel PayLater. Kesepakatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara kedua belah pihak di Jakarta (19/5). Dalam kolaborasi ini, Telkomsel dan Kredivo akan mengoptimalkan aset ekosistem digital yang dimiliki untuk membuka lebih banyak peluang dengan memberikan kemudahan pembiayaan produk digital terintegrasi, yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun oleh pelanggan melalui aplikasi MyTelkomsel.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel Wong Soon Nam mengatakan, “Layanan keuangan digital BNPL saat ini terus mengalami pertumbuhan seiring dengan semakin tingginya adopsi gaya hidup digital masyarakat di tengah pandemi. Berdasarkan riset IDC InfoBrief: How Southeast Asia Buys and Pays, Driving New Business Value for Merchants[1] yang dirilis pada November 2021, transaksi paylater di Asia Tenggara akan mencapai USD 8,8 miliar pada 2025. Pada tahun tersebut, Indonesia berpotensi menjadi pasar terbesar BNPL di Asia Tenggara dengan total belanja masyarakat yang menggunakan BNPL meningkat 8,7 persen dibandingkan tahun 2020. Peluang inilah yang ingin Telkomsel raih melalui kerja sama yang terjalin dengan Kredivo. Kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel sebagai enabler untuk membuka lebih banyak peluang kemajuan bagi seluruh lapisan masyarakat dalam mendapatkan solusi inovatif berbasis digital yang menyentuh seluruh sektor kehidupan, yang kali ini kami implementasikan melalui produk keuangan digital BNPL khusus telco, dengan nama Telkomsel PayLater.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Telkomsel untuk selalu memberikan kemudahan bagi pelanggan agar dapat selalu terhubung dan menikmati ragam produk serta layanan digital terdepan Telkomsel untuk berbagai kebutuhan. Guna membuka semua peluang dan menghadirkan layanan keuangan digital yang melampaui harapan pelanggan, Telkomsel menjatuhkan pilihan pada Kredivo sebagai mitra strategis yang memiliki berbagai pengalaman dan keunggulan ekosistem untuk layanan BNPL.

CEO Kredivo Indonesia Umang Rustagi mengatakan, “Kami sangat bersemangat bekerja sama dengan Telkomsel, salah satu perusahaan operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia. Kerja Sama ini membawa kami satu langkah lebih dekat untuk mewujudkan visi kami melayani 10 juta pengguna dalam beberapa tahun ke depan dan merupakan sebuah pengakuan dari kepemimpinan Kredivo di industri PayLater Indonesia. Selain itu, ini menjadi salah satu capaian terbaru kami dalam memberikan layanan PayLater white-label kepada mitra yang berfokus di bidang telekomunikasi. Kami berharap fitur PayLater ini dapat membantu pengguna untuk menikmati layanan digital terdepan dari Telkomsel.”

Sebagai tahap awal, Telkomsel dan Kredivo telah menghadirkan layanan Telkomsel PayLater melalui super apps MyTelkomsel pada April 2022. Kehadiran Telkomsel PayLater ini  membuka pengalaman digital yang baru bagi seluruh pelanggan Telkomsel dalam memanfaatkan solusi keuangan digital secara lebih mudah, nyaman, dan aman. Untuk mendorong pemanfaatan solusi digital yang baru dihadirkan, pada tahap awal ini Telkomsel PayLater melalui Kredivo akan memberikan limit PayLater hingga Rp 30.000.000 yang bisa diajukan dan didapatkan oleh pelanggan terpilih. Limit tersebut dapat pelanggan gunakan untuk pembiayaan beragam produk Telkomsel, mulai dari pulsa, paket data, produk digital, dan layanan-layanan terdepan Telkomsel lainnya.

Guna membuka lebih banyak peluang, Telkomsel PayLater juga akan dikembangkan secara bertahap di luar platform MyTelkomsel. Pengembangan ini akan terus Telkomsel lakukan Telkomsel PayLater juga dapat menjadi solusi layanan keuangan digital bagi ekosistem digital Telkomsel lainnya, mulai dari Device Bundling, Dunia Games, MAXstream, hingga Telkomsel Orbit. Informasi lebih lengkap mengenai layanan Telkomsel PayLater dapat diakses lebih lanjut melalui https://www.telkomsel.com/telkomsel-paylater.

“Kehadiran Telkomsel PayLater ini menjadi bagian dari upaya kami dalam menghadirkan produk dan layanan digital yang customer-centric. Kami pun berharap, kehadiran Telkomsel PayLater ini dapat memperkuat komitmen Telkomsel dalam mengakselerasi inklusi keuangan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan sekaligus memberikan kemudahan untuk pelanggan. Telkomsel akan terus membuka peluang kolaborasi lebih luas untuk mengembangkan sektor keuangan digital nasional maupun lintas sektor industri di Indonesia dengan mengoptimalkan aset ekosistem digital yang kami miliki,” tutup Wong Soon Nam.

Telkomsel telah secara konsisten menghadirkan berbagai inisiatif dalam memperkuat ekosistem keuangan digital nasional dan membuka lebih banyak peluang. Berbagai inisiatif tersebut antara lain adalah menghadirkan layanan uang elektronik dan dompet digital LinkAja yang dihadirkan untuk mendorong inklusi keuangan dengan memberikan akses finansial menyeluruh bagi masyarakat, layanan one application for all financial services, Telkomsel Klop! yang hadir sebagai Financial Loan Aggregator yang menghubungkan financial company terpilih dengan konsumen Telkomsel, Telkomsel REDI untuk mengakselerasi transaksi perbankan melalui akses mobile digital yang terintegrasi, hingga aksi kolaborasi dan investasi strategis berkelanjutan dengan pemain lending fintech Tanah Air melalui Telkomsel Mitra Inovasi (TMI).

Awasi Perusakan Hutan, Ketua Komisi B DPRDSU Minta Pemprovsu Beli Helikopter

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jika benar-benar serius mengamankan hutan dari ancaman kerusakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, Pemprov Sumut melalui Dinas Kehutanan diminta segera membeli helikopter. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi B DPRD Sumut, Ahmad Fauzan Daulay saat memimpin rapat dengar pendapat dengan jajaran Dinas Kehuatan Provsu dipimpin Kadis Ir Harianto MSi di ruang komisi, Kamis (18/5/2021).

Menurut Fauzan, pengawasan dan menjaga hutan dari ancaman terjadinya pembalakan liar, tidak akan bisa dijangkau dengan hanya mengandalkan drone. “Dengan anggaran besar yang dimiliki Pemprovsu, saya kira Gubernur Sumatera Utara mampu membeli helikopter untuk kepentingan menjaga hutan kita,” kata Fauzan.

Ia mengingatkan, Dinas Kehutanan Pemprovsu harus memiliki visi yang jelas dalam menjaga, melestarikan dan menyelamatkan hutan di daerah ini. Sebab, fakta yang ada di lapangan, misalnya di Tabagsel, sudah semakin tidak akurat data luas hutan kita.

Fauzan juga menyayangkan kebijakan kebijakan provinsi yang menarik Dinas Kehutanan kabupaten/ kota ke provinsi, yang diganti dengan UPT-UPT. Namun sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan pemberdayaan terhadap UPT UPT tersebut. “Kalau memang kita serius menjaga dan melestarikan hutan di daerah ini, maka UPT-UPT dan para penjaga hutan inilah yang harus kita sejahterakan terlebih dahulu,” imbaunya.

Pihak Dinas Kehutanan misalnya menyebutkan, luas hutan di Provinsi Sumatera Utara 3 juta ha, namun fakta di lapangan Fauzan meragukan data tersebut. “Mungkin 2 juta hektar pun sudah tidak sampai saat ini,” sebutnya.

Pada bahagian lain, Ahmad Fauzan menyoroti seputar banyaknya alih fungsi izin HPH, banyak ditemukan di lapangan, semisal di daerah Tapanuli Bagian Selatan. “Memang sudah hilang izin HPH, namun kini beralih fungsi menjadi kebun, seperti dilakoni bekas PT Gruti,” ungkap Fauzan.

Sementara itu, Kadis Kehutanan Provsu Harianto dalam paparannya menyebutkan, panjang batas kawasan hutan di Provinsi Sumut yang sudah ditata batas sampai 2021 sepanjang 10.102,57 Km (62,89 %). Sedangkan, terkait dengan perlindungan dan pengamanan hutan, pada 2021 enam berkas perkara pidana sudah divonis (2 di KPH VI Sipirok, 1 di KPH IV Balige, 1 di KPH XV Kabanjahe, 1 di KPH XII Tarutung, 1 di KPH XIII Dolok Sanggul).

Turut hadir dalam rapat dengar pendapat ini, Sekretaris Komisi B Gusmayadi, anggota Ahmad Hadian, Muhammad Gandhi Faisal Siregar, Iskandar Sinaga, dan Ebenejer Sitorus. (adz)

Kasus Covid Terkendali Usai Libur Lebaran, Fraksi PDIP Apresiasi Bobby

DIRAWAT: Seorang pasien Covid-19 saat dirawat di salah satu rumah sakit di Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terkendalinya angka kasus Covid-19 di Kota Medan pasca libur Idul Fitri 1443 Hijriah atau Lebaran Tahun 2022 membuat Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinilai berhasil dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Terlebih lagi, penyebaran Covid-19 di Kota Medan beberapa kali menunjukkan angka 0 kasus pasca libur lebaran.

Penilaian itu disampaikan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, Robi Barus. Robi menilai, berdasarkan data itu, kinerja Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution layak untuk diapresiasi.

“Ada beberapa wilayah di Indonesia justru mengalami peningkatan kasus usai libur lebaran kemarin, tapi Alhamdulillah angka Covid-19 di Medan tetap dapat dikendalikan dan terus melandai sekalipun warga Kota Medan telah selesai libur lebaran. Ini sebuah pencapaian yang baik, kita berikan apresiasi untuk Wali Kota Medan, Bobby Nasution,” ucap Robi Barus.

Dikatakan Ketua Komisi I DPRD Medan itu, tetap melandainya angka Covid-19 di Kota Medan usai libur lebaran merupakan hasil dari upaya serius Pemko Medan hingga membuahkan hasil yang positif.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Medan dan OPD terkait diminta untuk terus mempertahankan tren positif ini. Salah satunya, Dinas Kesehatan diminta untuk terus secara gencar melakukan vaksinasi dan peningkatan prokes di tempat-tempat umum. “Vaksinasi Booster dan vaksinasi anak harus terus digenjot. Jangan sampai lengah, Dinas Kesehatan harus mendukung penuh keseriusan Wali Kota Medan dalam menekan angka Covid-19,” katanya.

Tak cuma itu, Robi Barus juga mengimbau kepada seluruh warga Kota Medan untuk tetap mematuhi prokes agar penyebaran Covid-19 di Medan tidak kembali melonjak. “Kita juga meminta kepada masyarakat untuk tidak lengah. Ayo tetap patuhi prokes dan ikuti vaksinasi lengkap. Kalau pandemi tetap bisa terkendali seperti ini, ekonomi juga akan terus bertumbuh, dan inilah yang kita harapkan bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah kota di Indonesia mengaku mulai menemukan penambahan kasus-kasus baru Covid-19 pasca libur Idul Fitri 1443 Hijriah atau Lebaran Tahun 2022. Namun begitu, hal itu tampaknya tidak terjadi di Kota Medan. Pasalnya, Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan justru mengaku masih belum menemukan adanya lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang Idul Fitri pekan lalu.

“Alhamdulillah tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang baru selesai libur lebaran,” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Pocut Fatima Fitri kepada Sumut Pos, Kamis (12/5).

Bahkan, kata dr Pocut, beberapa hari belakangan pasca libur lebaran, Kota Medan tidak menemukan adanya kasus baru harian atau 0 kasus. “Kasus hariannya banyak yang nol. Adapun kasus hariannya satu atau dua kasus per hari, lalu kembali nol lagi. Tidak pernah di atas tiga kasus perhari, begitu terus, jadi memang tidak ada lonjakan. InsyaAllah terkendali,” ujarnya.

Namun begitu, sambung Pocut, Pemerintah Kota Medan terus menggalakkan Vaksinasi Covid-19 kepada warga Kota Medan, termasuk vaksin tambahan ataupun vaksin booster. Saat ini, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan vaksinasi booster di fasilitas-fasilitas kesehatan di Kota Medan seperti di rumah-rumah sakit dan puskesmas.

“Tapi memang saat ini tidak semua rumah sakit, fokusnya ke rumah-rumah sakit pemerintah dulu karena keterbatasan vaksinnya juga, di RS Haji juga ada. Kalau di RS swasta juga ada, tapi tidak banyak. Tapi yang pasti, saat ini masyarakat tidak sulit untuk mendapatkan vaksinasi booster itu,” tutupnya. (rel)

Kasus Covid Terkendali Usai Libur Lebaran, Fraksi PDIP Apresiasi Bobby

DIRAWAT: Seorang pasien Covid-19 saat dirawat di salah satu rumah sakit di Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terkendalinya angka kasus Covid-19 di Kota Medan pasca libur Idul Fitri 1443 Hijriah atau Lebaran Tahun 2022 membuat Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinilai berhasil dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Terlebih lagi, penyebaran Covid-19 di Kota Medan beberapa kali menunjukkan angka 0 kasus pasca libur lebaran.

Penilaian itu disampaikan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, Robi Barus. Robi menilai, berdasarkan data itu, kinerja Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution layak untuk diapresiasi.

“Ada beberapa wilayah di Indonesia justru mengalami peningkatan kasus usai libur lebaran kemarin, tapi Alhamdulillah angka Covid-19 di Medan tetap dapat dikendalikan dan terus melandai sekalipun warga Kota Medan telah selesai libur lebaran. Ini sebuah pencapaian yang baik, kita berikan apresiasi untuk Wali Kota Medan, Bobby Nasution,” ucap Robi Barus.

Dikatakan Ketua Komisi I DPRD Medan itu, tetap melandainya angka Covid-19 di Kota Medan usai libur lebaran merupakan hasil dari upaya serius Pemko Medan hingga membuahkan hasil yang positif.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Medan dan OPD terkait diminta untuk terus mempertahankan tren positif ini. Salah satunya, Dinas Kesehatan diminta untuk terus secara gencar melakukan vaksinasi dan peningkatan prokes di tempat-tempat umum. “Vaksinasi Booster dan vaksinasi anak harus terus digenjot. Jangan sampai lengah, Dinas Kesehatan harus mendukung penuh keseriusan Wali Kota Medan dalam menekan angka Covid-19,” katanya.

Tak cuma itu, Robi Barus juga mengimbau kepada seluruh warga Kota Medan untuk tetap mematuhi prokes agar penyebaran Covid-19 di Medan tidak kembali melonjak. “Kita juga meminta kepada masyarakat untuk tidak lengah. Ayo tetap patuhi prokes dan ikuti vaksinasi lengkap. Kalau pandemi tetap bisa terkendali seperti ini, ekonomi juga akan terus bertumbuh, dan inilah yang kita harapkan bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah kota di Indonesia mengaku mulai menemukan penambahan kasus-kasus baru Covid-19 pasca libur Idul Fitri 1443 Hijriah atau Lebaran Tahun 2022. Namun begitu, hal itu tampaknya tidak terjadi di Kota Medan. Pasalnya, Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan justru mengaku masih belum menemukan adanya lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang Idul Fitri pekan lalu.

“Alhamdulillah tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang baru selesai libur lebaran,” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Pocut Fatima Fitri kepada Sumut Pos, Kamis (12/5).

Bahkan, kata dr Pocut, beberapa hari belakangan pasca libur lebaran, Kota Medan tidak menemukan adanya kasus baru harian atau 0 kasus. “Kasus hariannya banyak yang nol. Adapun kasus hariannya satu atau dua kasus per hari, lalu kembali nol lagi. Tidak pernah di atas tiga kasus perhari, begitu terus, jadi memang tidak ada lonjakan. InsyaAllah terkendali,” ujarnya.

Namun begitu, sambung Pocut, Pemerintah Kota Medan terus menggalakkan Vaksinasi Covid-19 kepada warga Kota Medan, termasuk vaksin tambahan ataupun vaksin booster. Saat ini, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan vaksinasi booster di fasilitas-fasilitas kesehatan di Kota Medan seperti di rumah-rumah sakit dan puskesmas.

“Tapi memang saat ini tidak semua rumah sakit, fokusnya ke rumah-rumah sakit pemerintah dulu karena keterbatasan vaksinnya juga, di RS Haji juga ada. Kalau di RS swasta juga ada, tapi tidak banyak. Tapi yang pasti, saat ini masyarakat tidak sulit untuk mendapatkan vaksinasi booster itu,” tutupnya. (rel)

Ganjar Milenial Sumut Bagikan 300 Paket Sembako ke Sopir Betor

SUMUT, SUMUTPOS.CO – Relawan Ganjar Milenial Sumatera Utara (Sumut) membagikan 300 paket sembako ke sopir becak motor (betor). Pembagian dilakukan di sejumlah titik wilayah Kota Medan, Sumut.

Koordinator Wilayah Ganjar Milenial Sumut, Yusup Elpa Sagala mengatakan, pembagian sembako adalah bentuk syukur para relawan. Terlebih, kata dia, momentumnya masih dalam suasana lebaran.

“Kegiatan bakti sosial berbagi paket sembako ini merupakan bentuk syukur
dan masih dalam rangka suasana lebaran. Paket sembako ini diserahkan langsung ke
pengemudi betor di beberapa titik,” kata Yusup dalam keterangannya, Kamis (19/5/2022).

Lebih lanjut, Yusup mengatakan pihaknya akan terus hadir di tengah masyarakat. Dia berkomitmen untuk menjadi representasi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dalam membantu masyarakat.

“Ganjar Milenial Sumut akan terus berupaya memberikan kontribusi kepada masyarakat dan hadirnya kami sebagai relawan Ganjar Pranowo dapat bermanfaat untuk masyarakat Sumut,” tuturnya.

Yusup berharap, program-program relawan ke depan dapat terus membawa manfaat. Menurutnya, hal ini juga upaya mengenalkan sosok Ganjar ke masyarakat.

“Harapan Ganjar Milenial Sumut dengan terselenggaranya program-program kami masyarakat dapat terbantu dan kami tidak lepas juga memperkenalkan Ganjar Pranowo kepada masyarakat,” pungkas Yusup.(rel/tri)

Tambah 100 Ribu BPJS Kesehatan, Wujud Konkret Bobby Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sektor kesehatan menjadi salah satu dari lima program prioritas utama Wali Kota Medan Bobby Nasution. Meski hingga kini fokus pada penanganan pandemi Covid-19, tapi orang nomor satu di Pemko Medan tidak mengabaikan sektor kesehatan lainnya. Teranyar, menantu Presiden Joko Widodo ini telah menambah 100 ribu penerima BPJS Kesehatan.

Selain ingin masyarakat, terutama yang kurang mampu bisa tercover BPJS Kesehatan, kebijakan yang dilakukan orang nomor satu di Pemko Medan ini juga sebagai bentuk upaya suksesi dari program Universal Health Coverage (UHC) di Kota Medan. Hal ini menjadi komitmen Bobby Nasution untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Seperti diketahui, UHC merupakan program yang memastikan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menghadapi kesulitan. Bahkan, Bobby Nasution ingin, di tahun 2024 seluruh warga Kota Medan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan cukup hanya dengan menunjukkan KTP saja.

“Di tahun 2023, saya ingin melihat bagaimana progres program UHC yang telah dilaksanakan. Untuk itu, dua tahun dari sekarang, saya ingin dan berharap program UHC sudah maksimal. Artinya, masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan cukup menunjukkan KTP saja,” kata Bobby Nasution beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Kota Medan, pada APBD Kota Medan Tahun 2022, sebanyak 100 ribu warga telah ditambahkan dalam kuota kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sementara itu, terkait progres pencapaian UHC, per April 2022 dari sebanyak 2.525.077 jiwa penduduk Kota Medan, sebanyak 2.155.806 jiwa (85,36 %) warga telah tercover BPJS. Artinya, tinggal sekitar 369.871 (14,64 %) warga yang belum tercover.

Dosen sekaligus akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Dr Fakhrur Rozi MIKom menilai positif kebijakan Bobby Nasution terkait penambahan 100 ribu kuota BPJS Kesehatan bagi masyarakat Kota Medan. Sebab, bilang Rozi, untuk masyarakat yang tergolong kurang mampu di kota sebesar Medan sudah seharusnya dicover BPJS-nya oleh pemerintah.

“Adanya penambahan seperti ini diharapkan ke depan juga bisa ditambah lagi oleh Wali Kota. Mungkin penambahan bisa disesuaikan dengan keuangan daerah,” bilang Rozi saat dihubungi.

Namun, yang tak kalah penting dari penambahan kuota adalah terkait pelayanan kesehatan yang diberikan baik itu di rumah sakit, puskesmas maupun fasilitas layanan kesehatan lainnya. “Dengan penambahan kuota ini, saya rasa Pemko Medan juga bisa segera mengoperasikan Rumah Sakit Tipe C di Medan Labuhan, sehingga masyarakat di kawasan bagian utara bisa merasakan pelayanan kesehatan yang diberikan Pemko Medan,” ujarnya.

Terakhir, sebagai seorang warga, Rozi berharap seluruh masyarakat bisa tercover BPJS kesehatannya. Terlebih, hal tersebut adalah tugas yang memang sejak lama menjadi hutang pemerintah. “Yang terpenting adalah Pak Wali memastikan Dinas Sosial bahwa yang mendapat kuota tersebut adalah orang yang berhak. Saya optimis di bawah kepemimpinan Pak Wali yang powerfull saat ini,” pungkasnya. (rel)

Tingkatkan Peluang Kerja Sama, Menko Airlangga Bertemu dengan Menkeu Singapura

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pembahasan perkembangan situasi pandemi Covid-19, perkembangan pengembangan KEK Kendal dan Pelabuhan Kendal, serta tantangan dalam menjawab kondisi geopolitik dunia saat ini menjadi beberapa hal yang dibahas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuannya dengan Menteri Keuangan Singapura H.E. Lawrence Wong di Jakarta, Rabu (18/05).

Menko Airlangga menyampaikan bahwa kita bersyukur untuk situasi pandemi Covid-19 di negara Indonesia yang sudah mulai terkendali, dan sekarang sedang menuju tahap endemi, namun tetap turut siaga, sejalan dengan yang dilakukan Singapura.

Menteri Lawrence Wong yang saat ini berperan sebagai Co-Chair Satgas Interkementerian Penanganan Pandemi Covid-19 Singapura mengungkapkan bahwa kondisi pandemi Covid-19 di Singapura sudah cukup terkendali, namun tetap siaga terhadap potensi munculnya varian virus baru di Kuartal III-2022. Khususnya ketika imunitas masyarakat Singapura yang sudah memperoleh vaksin ketiga atau vaksin booster mulai menurun.

Selanjutnya juga dibahas tentang upaya percepatan pembangunan dan investasi di KEK Kendal di Jawa Tengah. Hal ini menjadi harapan kedua Menteri mengingat terdapat peluang strategis dalam membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan potensi ekspor.

“Dikarenakan kedekatan jarak antara KEK Kendal dengan KIT Batang, maka diharapkan pembangunan pelabuhan baru dapat memfasilitasi kedua wilayah tersebut daripada membangun dua pelabuhan baru di masing-masing wilayah,” jelas Menko Airlangga.

Menteri Lawrence Wong mengamini hal tersebut dan juga mengharapkan pelabuhan baru tersebut dapat dilengkapi fasilitas dan teknologi modern. Seusai pertemuan dengan Menko Perekonomian hari ini, Menkeu Singapura tersebut akan melaksanakan kunjungan kerja ke Kendal.

Selebihnya, kedua Menteri bertukar pandangan mengenai tantangan dari kondisi geopolitik terkini yang terdampak perang Rusia dan Ukraina. Menko Airlangga mengatakan, sebagai salah satu anggota dari Champion Group of the Global Crisis Response Group (GCRG), Presiden Joko Widodo dipercaya oleh Sekjen PBB untuk mendorong konsensus global, serta melakukan advokasi solusi untuk mengatasi krisis pangan, energi dan keuangan global bersama dengan lima pemimpin dunia lainnya, yaitu Presiden Senegal, Kanselir Jerman, Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Denmark, dan Perdana Menteri Bangladesh.

Kerja sama dalam bidang energi baru terbarukan, Presidensi G20 Indonesia, serta rencana kunjungan Menko Perekonomian ke Singapura untuk menghadiri Asia Tech Singapore (ATxSG) juga menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menko Airlangga mengucapkan selamat kepada Menteri Lawrence yang telah terpilih sebagai Ketua People’s Action Party’s (PAP) Fourth-Generation (4G) Team sehingga akan diangkat menjadi Perdana Menteri Singapura berikutnya menggantikan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, apabila Partai PAP memenangkan Pemilu Singapura berikutnya pada 2025. PM Lee sebagai Perdana Menteri ketiga Singapura telah menjabat sejak 2004.

Turut hadir dalam pertemuan ini mendampingi Menko Airlangga yaitu Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Prio Pambudi. Sementara, Menteri Keuangan Singapura didampingi oleh Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar. (dep7/rep/fsr/*)

Mendag Sambut Menteri ASEAN di Bali Dengan Bebagai Budaya Indonesia

JIMBARAN, SUMUTPOS.CO –  Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyambut kedatangan para Menteri Ekonomi ASEAN di Jimbrana, Bali. Mereka akan mengikuti pertemuan ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Special Meeting pada 17–18 Mei 2022.

Para menteri ekonomi ASEAN disambut eksotisme tarian tradisional Bali dan hidangan kuliner nusantara yang disuguhkan pada jamuan penyambutan bersama pada Selasa (17/5). Pada acara santap malam dimulai, para menteri ekonomi ASEAN menikmati sore dengan pemandangan laut biru yang memukau.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan AEM Special Meeting, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menyambut para menteri ekonomi ASEAN dengan antusias. Selain tarian Bali, para tamu juga menikmati tarian dari berbagai tarian tradisional daerah di Indonesia.

“Sajian tari-tarian tradisional malam ini adalah keinginan menunjukkan keanekaragaman budaya Indonesia sebagai wujud keramahtamahan bangsa kita. Tarian malam ini juga untuk membangun suasana makan malam. Indonesia berharap, Pertemuan AEM Special Meeting kali ini berkontribusi positif bagi pengembangan ekonomi kawasan,” ujar Mendag Lutfi.

Sejumlah tarian tradisional Indonesia ini digelar di acara tersebut untuk memperkenalkan ragam budaya Indonesia. Tari-tarian tradisional yang ditampilkan yaitu Tari Cendrawasih, Tari Bali Panyembrama, Tari Oleg Tamulilingan, Tari Baris, dan Tari Legong. Tarian tradisional memberikan hiburan kepada para menteri yang hadir sembari menikmati makan malam yang disajikan.

Tari Cendrawasih menjadi tarian pertama yang disajikan. Para penari menggambarkan pesona dan keindahan burung-burung tersebut melalui gerakan-gerakan khas. Tarian selanjutnya adalah Tari Bali Panyembrama yang dibawakan penari-penari perempuan. Tari ini memiliki komposisi dengan gerakan yang menggambarkan penyambutan dewa-dewa yang turun ke kuil.

Tarian berikutnya adalah Tari Oleg Tamulilingan yang bercerita tentang sepasang kumbang jantan dan betina di suatu taman bunga. Dilanjutkan dengan Tari Baris yang menceritakan perjuangan kesatria ke medan perang. Tari Legong menjadi tarian pamungkas yang menutup sesi jamuan penyambutan.

Sedangkan kuliner nusantara yang disajikan yaitu lobster bakar bumbu rujak, sop iga sapi, selat solo, hingga es cendol. Suguhan makanan nusantara disajikan untuk memperkenalkan cita rasa khas
kuliner Indonesia.

“Kami berharap, alam yang memukau di Bali, suasana pantai yang menyenangan, tari-tarian tradisional yang menggambarkan budaya bangsa, dan kuliner nusantara dengan cita rasa yang khas dapat memberikan lebih banyak energi dan semangat kepada para menteri ekonomi untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi ASEAN,” pungkas Mendag Lutfi. (*/sih)