29 C
Medan
Sunday, February 8, 2026
Home Blog Page 2668

Pabrik AQUA Langkat Ajak Anak-anak SD Bersihkan Sungai Kukam Sei Bingai

Sejumlah anak sekolah terlihat asyik memungut sampah yang tersebar di bantaran Sungai Kukam, Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Selasa (22/3/2022).

LANGKAT, METRODAILY – Sejumlah anak sekolah terlihat asyik memungut sampah yang tersebar di bantaran Sungai Kukam, Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Selasa (22/3/2022). Mereka dibantu masyaraka setempat, relawan dari Pabrik AQUA Langkat, dan tim SOI giat memasukkan sampah yang terkumpul ke dalam karung. Sampah terkumpul kemudian diangkut pakai truk sampah, dan dibawa ke bank sampah.

Kegiatan ini merupakan upaya Pabrik AQUA Langkat memperingati Hari Air Sedunia 2022 yang mengangkat tema “Groundwater: Making the invisible, visible”. Kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sumber air.

Para murid dari SD Namu Ukur dan SD Desa Pasar VI, Kwala Mencirim itu juga mendapat edukasi tentang pentingnya kebersihan di sepanjang sungai Kukam dan ikut melestarikan lingkungan.

“Sungai Kukam ini tak jauh dari lokasi pemukiman dan biasanya dimanfaatkan masyarakat dan anak-anak untuk berbagai keperluan. Untuk itu kita perlu secara bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitarnya, sehingga sungai Kukam ini dapat terus dimanfaatkan dengan baik,” kata Plt Camat Sei Bingai Tuahta Gurusinga, SE.

Sementara itu Kepala Desa Pasar VI Kwala Mencirim Waris Suryadi yang ikut hadir pada acara peringatan Hari Air se-Dunia di Langkat ini berharap kegiatan ini membentuk pola hidup bersih dan sehat di masyarakat Kwala Mencirim. “Dengan demikian, masyarakat akan menjadi terbiasa  untuk selalu merawat dan melestarikan lingkungan sekitar,” katanya.

Stakeholder Relations Pabrik AQUA Langkat Jimmi Simorangkir, mengatakan, upaya membangun kesadaran tentang kebersihan dan pelestarian lingkungan perlu dilakukan sejak usia dini. “Oleh karena itu kami –dalam rangka berpartisipasi pada kampanye global Hari Air se-Dunia 2022– mengajak anak-anak sekolah dan masyarakat sekitar pabrik untuk secara bersama-sama membersihkan bantaran Sungai Kukam ini. Karena sungai ini dimanfaatkan juga oleh masyarakat, terrmasuk anak-anak. Sungai yang bersih akan membuat semua pihak bahagia,” cetusnya.

Ditambahkan oleh Jimmi, melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk selalu bijak dalam menggunakan dan memanfaatkan air bersih, baik di sungai maupun di rumah masing-masing. “Air itu penting lho untuk kehidupan kita semua,” ungkapnya.

Aksi bersih di bentara Sungai Kukam dilanjutkan dengan lomba mewarnai poster Hari Air se-Dunia 2022. Kegaitan ini melatih anak-anak membuat poster yang berisi ajakan kebaikan untuk menjaga sumber-sumber air yang ada di sekitar mereka. Selain itu, kegiatan ini juga ikut melatih motorik halus anak-anak dalam berkarya. (Rel)

SMA Islam Plus Adzkia Beri Beasiswa S1 Full ke Jerman Senilai Rp800 Juta

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk apresiasi sekaligus memotivasi para siswanya, SMA Islam Plus Adzkia memberikan beasiswa S1 Full ke Jerman senilai Rp800 juta. Diharapkan, dengan beasiswa yang diberikan, para siswa yang mendapatkannya bisa bermanfaat bagi orang banyak di masa depan.

Kepala SMA Islam Plus Adzkia Medan, Fachrizal Barus MSc mengatakan, beasiswa ke Jerman itu diberikan kepada Farsya Nabila Tori, siswi kelas XII. Menurut penilaian selama ini, Farsya layak mendapatkan reward tersebut, karena prestasi dan perjuangannya selama ini.

“Rewad ini diberikan murni tanpa ada intervensi dari yayasan, kepala sekolah dan orang tua siswa. Beasiswa ini full diberikan mulai masuk kuliah sampai lulus, kalau tidak ada halangan Insyaa Allah Januari 2023 ananda Farsya akan berangkat ke Jerman,” ujar Fachrizal pada acara Adzkia Award 2022 yang digelar di aula sekolah tersebut, Jalan Tuasan Nomor 4/6, kelurahan Sidorejo, Medan Tembung, Selasa (22/3).

Lelaki jebolan UGM ini menjelaskan, selain reward beasiswa ke Jerman, mereka juga memberikan reward kepada para pemenang Adzkia Innovative Idea, yaitu study tour ke Amerika, Eropa dan Sabang. “Kami juga memberikan reward kepada siswa-siswi yang sudah berhasil menghafal Al Quran sebanyak 5 sampai 10 juz, yaitu reward uang tunai sebesar Rp1 juta. Kami juga memberikan reward kepada para siswa siswi yang berpreatasi dibidang Olimpiade yaitu reward keliling Ibukota Jakarta menggunakan helikopter, 3 siswa terpilih untuk study tour ke Sydney, Australia dan Ketua Osis tahun 2019 yang berangkat ke Istanbul Turki menghadiri Istanbul Youth Summit 2021,” bebernya.

Sedangkan Lilian Muchtar MA selaku Wakil Direktur Yayasan Adzkia Internasional, ketika ditemui wartawan di sela sela acara mengatakan, SMA Islam Plus Adzkia adalah sekolah dengan Bimbel terlengkap, tanpa PR dan ekstrakurikuler terbanyak sesuai dengan peminatan siswa. “Kami juga mempersiapkan para siswa untuk bisa masuk ke perguruan tinggi luar negeri, perguruan tinggi negeri dan sekolah kedinasan,” ungkapnya.

Para siswa dan siswi yang menerima reward kali ini tampak sangat gembira, bahkan beberapa diantara mereka menyampaikan rasa terima kasih dan gembiranya menggunakan bahasa Inggris ketika didaulat panitia untuk naik ke podium (adz)

Rangkaian KTT G20: Energy Transition Working Group Digelar Pekan Ini

YOGYAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan G20, yang merupakan pertemuan tingkat tinggi antar delegasi negara anggota dan delegasi undangan lain. Pertemuan ini akan membahas isu penting dunia untuk mengurangi emisi karbon, mengentaskan kemiskinan dan bangkit dari pandemi.

Dalam serangkaian Presidensi G20, terdapat Sidang Energy Transition Working Group (ETWG) yang dihadiri oleh 20 negara anggota G20, 10 negara undangan, dan 8 organisasi internasional, baik secara langsung maupun virtual.

Sebagaimana diketahui, Forum Transisi Energi G20 2022 terdiri dari Rangkaian Pertemuan, mulai dari Energy Transitions Working Group (ETWG)-1 di Yogyakarta yang dilaksanakan minggu depan. Selanjutnya, ETWG-2 di Labuan Bajo, dan ETWG-3 di Bali, serta Energy Transition Ministerial Meeting (ETMM). Puncak Presidensi G20 Indonesia adalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada September 2022.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi menjelaskan, PLN mendapat kepercayaan dari Kementerian ESDM untuk mendukung gelaran ETWG-1 yang diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 24-25 Maret 2022.

“Pada intinya PLN siap untuk mendukung tim Kementerian ESDM agar Energy Transition Working Group ini baik dari konsep, strategi, dan operasionalnya bisa berjalan dengan lancar,” kata Agung.

Pembahasan dalam sidang ETWG-1 meliputi tiga isu prioritas transisi energi, yakni akses, teknologi, dan pendanaan.

“Dan yang paling penting dari sidang tersebut adalah pembahasan rencana dan desain utama Road to Bali Communique (Komunike Bali) dari berbagai negara G20 untuk transisi energi,” ujar Agung.

Sebagai dukungan nyata PLN terhadap energi hijau, pada ETWG di Yogyakarta kali ini direncanakan beberapa acara antara lain Penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) pembangkit energi baru terbarukan (EBT), penandatanganan MoU Green Financing dan penandatanganan pembelian sertifikat EBT ( renewable energy certificate/REC).

Transisi energi G20 diluncurkan sebagai bagian Presidensi G20 Indonesia yang dimulai 1 Desember 2021 hingga KTT G20 di November 2022.

“Presidensi ini menjadi sangat penting bagi Indonesia sebagai warga global yang mempunyai peran penting mendukung energi bersih dan iklim dunia,” ujar Agung.

Titik berat pembahasan pertemuan ini adalah bagaimana menciptakan energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan dan modern untuk semua, terutama energi untuk elektrifikasi.

Sementara itu, di bidang teknologi akan dibahas upaya peningkatan dan pemanfaatan teknologi untuk pembangunan industri bersih, integrasi energi terbarukan dan efisiensi energi. (Ila)

Inovasi Penanganan Sampah, Makan Minum di Kafe Bayar Pakai Sampah

PENJELASAN: Seorang petugas menjelaskan kepada warga yang ingin menukarkan sampah dengan voucher makan dan minum di Kantor Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bisakah membayar makanan minuman di kafe pakai sampah? Bisa. Hal itu bisa dilakukan di Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. Warga cukup bawa sampah atau barang bekas ke Kantor Kelurahan Sei Agul, lalu sampah tersebut akan dinilai petugas. Selanjutnya warga tersebut diberi voucher makan-minum di kafe.

“Ini satu upaya kami dalam menangani sampah di wilayah Medan Barat. Sekaligus menumbuhsuburkan kesadaran warga, sampah juga mempunyai nilai ekonomis,” ungkap Camat Medan Barat Lilik, didampingi Lurah Sei Agul Muhammad Aidiel Putra Pratama, Senin (21/3).

Lilik mengatakan, satu program prioritas Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution adalah penanganan kebersihan. Dalam menjalankan program tersebut diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak berkompeten. Dan inovasi penanganan sampah di Kecamatan Medan Barat ini, pun terwujud oleh jalinan kolaborasi antara Kecamatan Medan Barat, startup Kepul, dan pengusaha kafe Janji Rasa, yang berlokasi di Jalan Karya Dame, Kelurahan Sei Agul.

“Masyarakat dapat membawa sampahnya ke Kantor Lurah Sei Agul setiap hari. Selanjutnya petugas dari Kepul akan menilai sampah tersebut dan memberikan voucher yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran di kafe Janji Rasa setiap Sabtu dan Minggu,” tuturnya.

Kolaborasi ini, lanjutnya, memecahkan masalah keterbatasan tempat pembuangan sampah sementara di wilayah Kecamatan Medan Barat. Karena, sampah yang dibawa masyarakat ke Kantor Kelurahan Sei Agul akan langsung dibawa ke gudang Kepul.

“Artinya, sampah itu tidak menginap di kantor lurah, namun langsung dibawa oleh Kepul ke gudang penyimpangan mereka,” jelas Lilik.

Lilik juga mengatakan, kolaborasi penanganan sampah yang dimulai di Kelurahan Sei Agul ini, juga akan dikembangkan ke kelurahan-kelurahan lain di Kecamatan Medan Barat.

“Kami juga akan mempeluas jaringan kolaborasi, bukan hanya dengan kafe-kafe lain, namun juga swalayan-swalayan yang ada di Medan Barat,” katanya, seraya menuturkan, kolaborasi ini juga akan menjaga agar nilai tukar sampah masyarakat ini kompetitif atau lebih tinggi dari harga pasar.

Sebelumnya, di Kelurahan Sei Agul juga telah berjalan program penanganan sampah bertajuk ‘Jumat Berkah’. Dalam program ini, warga dapat bersedekah ke masjid dengan menukarkan sampahnya dengan uang dan menyedekahkannya ke masjid.

Lurah Sei Agul, Muhammad Aidiel Putra Pratama menjelaskan, program ini hampir sama dengan sampah warga yang dapat ditukar voucher makan minum di kafe. Bedanya, dalam program ‘Jumat Berkah’ ini, uang hasil penukaran sampah warga disedekahkan ke masjid.

“Setiap hari, warga bisa datang membawa sampah ke Kantor Kelurahan Sei Agul. Selanjutnya petugas juga akan melakukan penilaian dan secara terbuka akan menyampaikan jumlah uang yang akan disedekahkan sesuai hasil penilaian,” ujarnya.

Dia pun mengatakan, petugas akan menyampaikan secara jelas nama dan lokasi masjidnya.

“Kami akan menggilir satu per satu masjid yang ada di Sei Agul,” sebut Aidiel, seraya mengatakan, program ‘Jumat Berkah’ ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan startup Kepul.

Dalam program ini, Kepul mengumumkan secara terbuka sampah maupun barang bekas yang dapat ditukarkan, serta nilai tukarnya. Nilai sampah yang ditawarkan Kepul ini juga bersaing dengan usaha-usaha penampung barang bekas lainnya. Saat ini, sampah atau barang bekas yang dapat ditukar, yakni botol plastik, kardus, seng, ember, dirigen, kaleng, goni, panci, kertas, bahkan minyak jelantah.

Lilik menegaskan, program ini akan terus disempurnakan. Dia berharap, program di Kelurahan Sei Agul ini, dapat menjadi percontohan bagi kelurahan-kelurahan lain di Kecamatan Medan Barat.

“Dan poin yang diharapkan bisa dipetik dari program ini adalah kesadaran masyarakat akan nilai ekonomis sampah,” pungkasnya. (map/saz)

Bagikan 1.000 Dosis Vaksin, Golkar Medan Ikut Dukung PEN

istimewa TINJAU: Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan HM Syaf Lubis, saat meninjau vaksinasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna mengejar target kekebalan massal atau herd immunity pada situasi pandemi Covid-19, DPD Partai Golkar Kota Medan menggelar vaksinasi Covid-19 dosis pertama, kedua, dan booster di Kantor DPD Partai Golkar Kota Medan, Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (19/3) lalu.

Pelaksanaan vaksinasi dihadiri langsung Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan HM Syaf Lubis, Ketua Harian M Rahmaddian Shah, Sekretaris Mulia Asri Rambe (Bayek), Bendahara Modesta Marpaung, serta Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga, yang juga Ketua AMPG Anggi Raditia Lubis. Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan M Afri Rizki Lubis, dan Sekretaris M Rizki Nugraha.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan HM Syaf Lubis, di sela-sela peninjauan vaksinasi, mengatakan, dalam kegiatan itu, pihaknya menyediakan total 1.000 dosis vaksin dan vitamin. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Yellow Clinic dan Puskesmas Bestari.

“Terdiri dari 700 vaksin jenis Sinovac untuk dosis pertama dan kedua, serta 300 vaksin Pfizer untuk booster. Ini diutamakan untuk kader dan masyarakat,” ungkap Syaf.

Syaf juga menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi ini merupakan wujud konkret Partai Golkar dalam mendukung pemerintah.

“Ini bentuk dukungan Golkar kepada pemerintah dalam mengejar target herd immunity. Apalagi, Ketua Umum DPP Golkar Pak Airlangga Hartarto, dan Ketua DPD Golkar Sumut Pak Musa Rajeckshah, selalu berpesan kepada kami, untuk selalu turun dan membantu masyarakat selama pandemi ini,” katanya.

Dengan menyukseskan vaksinasi, program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan berjalan maksimal.

“Kita semua tahu, akibat pandemi ini selain berdampak kepada kesehatan masyarakat, perekonomian juga terdampak. Karena itu, DPD Golkar Medan berkomitmen penuh mendukung pemerintah dalam menangani Covid-19 dan PEN,” tutur Syaf.

Selain itu, Syaf juga mengapresiasi kinerja Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sebab di tangan Bobby, Kota Medan bisa mencapai target vaksinasi Covid-19.

“Kita semua tahu, capaian vaksinasi dosis pertama di Medan sudah lebih 95 persen, dan dosis kedua 84 persen. Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan semangat Pak Bobby untuk menyukseskan program vaksinasi ini,” pungkasnya. (map/saz)

Warga Minta Perekrutan Kepling Bermasalah Diulang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga dari Kecamatan Medan Deli dan Medan Labuhan, menyambangi Balai Kota Medan dan Gedung DPRD Medan, Senin (21/3). Warga kembali meminta agar Pemko Medan melalui pihak kecamatan dan kelurahan, kembali melakukan perekrutan ulang kepada setiap kepala lingkungan (kepling) terpilih yang bermasalah, karena perekrutannya diduga tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pantauan Sumut Pos, puluhan warga lebih dulu meneriakkan tuntutannya tersebut di depan Balai Kota Medan. Di sana, mereka meneriakkan tuntutannya agar Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution berkenan untuk mengevaluasi proses rekrutment kepala lingkungan di Kota Medan.

“Kami minta supaya perekrutan kepling bisa diulang, banyak kejanggalan yang terjadi dalam perekrutan kepling yang terjadi baru-baru ini,” teriak warga.

Tak lama, Staf Ahli Wali Kota Medan, Muslim Harahap, turun untuk menerima tuntutan warga tersebut. Muslim menuturkan, pihaknya segera menyampaikan aspirasi warga ini kepada Wali Kota Medan.

Usia menggelar aksi di depan Balai Kota Medan, warga pun melanjutkannya ke Gedung DPRD Medan. Di sana, warga juga meneriakkan hal serupa. Dan sejumlah perwakilan warga pun diterima untuk masuk ke Gedung DPRD Medan, dan menyampaikan aspirasinya.

Warga diterima langsung Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong, dan anggota Abdul Latif Lubis. Dalam kesempatan itu, seorang perwakilan warga, Gelora br Pasaribu mengatakan, ada begitu banyak dugaan kecurangan yang terjadi pada proses perekrutan kepling di Kecamatan Medan Deli dan Medan Labuhan.

“Lingkungan 7, 9, 10 Kelurahan Mabar, lalu lingkungan 4, 7, 12, 16, 20, 23, 25, 28 Kelurahan Tanjungmulian

dan masih banyak yang lainnya. Ini semua bermasalah. Kami minta, yang menyalah ini agar diulang kembali proses perekrutannya. Tentunya diulang dengan mengikuti prosedur atau aturan yang berlaku,” harap Gelora.

Gelora pun menyampaikan satu kejanggalan yang ditemukan pihaknya. Satu di antaranya adalah ketika istri Camat Medan Deli yang masuk ke dalam tim penguji.

“Tim pengujinya istri Pak Camat Medan Deli, Ibu Dewi. Waktu itu dia bilang sama calon kepling yang tak terpilih, kau mau nilai berapa? Kami mau transparan, dibuat perekrutan ulang. Kami mau keadilan ada di situ,” harapnya lagi.

Menanggapi aspirasi warga, Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong mengatakan, pihaknya selalu menindaklanjuti setiap keluhan warga atas proses perekrutan kepling di Kota Medan.

“Sudah banyak camat dan lurah yang dipanggil dalam hal ini. Dan setelah ini, kami akan panggil lagi terkait keluhan ini,” jawabnya.

Politisi PKS itu, pun menegaskan, banyaknya keluhan warga atas proses perekrutan kepling menjadi bukti tidak beresnya Pemko Medan dalam menjalankan Perwal No 21 Tahun 2021, tentang Pedoman Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan.

“Ini bukti tidak benarnya eksekutif, bukti tidak beresnya Pemko Medan dalam menjalankan Perwal No 21 Tahun 2021. Harusnya masalah ini tidak terjadi kalau memang Pemko Medan mengikuti aturan yang tertuang dalam Perwal itu. Selain itu, harusnya masalah ini bisa diselesaikan di tingkat kecamatan,” tegas Rudiyanto.

Begitu pun, Rudiyanto meminta agar warga juga dapat melampirkan bukti-bukti tentang dugaan kecurangan yang disebutkan.

“Tapi kami juga meminta supaya warga juga jangan datang dengan asumsi saja, tapi datang dengan bukti. Kumpulkan buktinya, maka akan kita tindaklanjuti hal ini,” pungkasnya. (map/saz)

Tak Ada Solusi, Pemilik, Dinas Terkait, dan Kecamatan Bakal Digugat

RDP: Komisi 3 DPRD Medan saat gelar RDP terkait masalah kafe yang beroperasi 24 jam di Jalan Ambai, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Senin (21/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Diketahui dalam setahun terakhir, warga Jalan Ambai, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, dibuat resah dengan berdirinya kafe Pos Ambai Coffee. Keberadaan kafe ini dinilai berdampak negatif, baik secara sosial, lingkungan, dan kenyamanan warga sekitarnya.

Seorang warga sekitar, Farid Wajdi mengatakan, dalam proses pendirian kafe tersebut, warga terdampak langsung tidak pernah dimintai dan/atau memberi persetujuan, baik dari instansi pemerintah setempat maupun pemilik kafe. Sehingga sampai saat ini, warga tidak mengetahui dengan pasti ada atau tidak izin usaha kafe tersebut.

Dalam praktiknya, kafe tersebut telah beroperasi secara penuh mulai dari pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari, alias dioperasikan secara penuh dalam waktu 24 jam. Kafe dibuka, dan terbuka setiap waktu secara penuh waktu, dan pengunjung/tamu bebas keluar masuk tanpa ada pembatasan, baik dari sisi tempat maupun waktu kunjungan.

“Kami terganggu, karena kafe telah membuat suara bising seperti pasar malam, suara teriakan, tawa canda, atau ungkapan kotor dari perempuan dan laki-laki,” ungkap Farid, Senin (21/3).

Farid yang juga seorang Komisioner Komisi Yudisial ini, lebih lanjut menuturkan, selain itu dan yang sangat memprihatinkan, kafe tersebut juga telah dikunjungi pihak yang diduga para pelajar berseragam mulai dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Sedangkan aktivitas yang terdengar dari kafe sekitar pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB adalah suara bising pengunjung yang kerap bernyanyi.

“Parahnya suara itu tetap berlangsung meskipun beriringan dengan pelaksanaan waktu salat, bahkan termasuk pada waktu pelaksanaan khutbah Salat Jumat. Karena lokasi kafe dengan masjid terdekat hanya lebih kurang 250 meter,” bebernya.

Senada dengan Farid, Ketua BKM Ikhwania, dr Taufik mengatakan, pihaknya sering menerima keluhan dari para jamaah atas keberadaan kafe itu. Bahkan, ada jamaah yang rencananya akan pindah rumah agar bisa jauh dari kafe tersebut.

“Kalau sudah ada jamaah yang pindah, artinya jamaah masjid akan berkurang. Warga yang memang ingin istirahat dan hidup tenang sangat terganggu dengan kebisingan kafe itu,” tuturnya. Warga lainnya, Diurna Wantana mengaku, pernah menggrebek langsung kafe itu setelah sepekan dibuka. Tapi pengelola kafe menolak dengan komplainnya dengan menyuruhnya melapor kepada lurah dan kepala lingkungan.

Untuk itu, Penasehat Hukum Warga, Eka Putra Jakran mengatakan, pihaknya akan menerima solusi secara kekeluargaan dengan pemilik kafe, dalam menanggapi keresahan warga tersebut. “Jangan sampai 10 tahun ke depan banyak warga yang stroke karena setiap hari dengar kebisingan kafe. Kalau tidak ada solusi, maka kami akan gugat semua, baik dari pemilik kafe, dinas, dan pihak kelurahan serta kecamatan,” tegasnya.

Atas masalah ini, Komisi 3 DPRD Medan pun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan, Dinas Pariwisata Kota Medan, pihak kelurahan, dan pemilik kafe, Senin (21/3). RDP itu digelar guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait keberadaan kafe tersebut.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi 3 DPRD Medan M Afri Rizky Lubis, bersama anggota Komisi 3 lainnya itu, dipastikan pihaknya akan segera turun ke lokasi kafe yang telah meresahkan warga sekitar itu. Meski begitu, Komisi 3 mengaku kecewa dengan Dinas Pariwisata Kota Medan, sebab perwakilannya tidak hadir dalam RDP tersebut, tanpa alasan.

“Dinas Pariwisata dan pemilik kafe ini tidak menghargai kami, diundang tapi tidak datang tanpa ada alasan apapun. Komisi 3 segera turun ke lapangan untuk memberi peringatan ke pemilik kafe, atas keberadaannya yang meresahkan warga sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi 3, Hendri Duin menyatakan, keberadaan usaha di suatu tempat itu sangat penting untuk kemajuan perekonomian. Namun yang terpenting, pihak pelaku usaha harus tetap menjalin komunikasi dengan warga.

“Pihak kecamatan dan kelurahan pun harus proaktif jika ada keluhan warga. Komunikasikan agar bisa diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat,” pungkasnya. (map/saz)

Hari Down Syndrome Sedunia, Edy: Kebahagiaan Mereka, Harapan Kita

BERNYANYI: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis saat bernyanyi bersama anak-anak down syndrome.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Down Syndrome Sedunia, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumut Nawal Lubis mengajak anak-anak down syndrome bermain dan bergembira bersama di Taman Edukasi Cakra, Jalan Pamah, Delitua, Deliserdang, Minggu (20/3) lalu.

“Kita peringati Hari Down Syndrome Sedunia. Mari kita sayangi anak-anak ini semua, dengan kegiatan ini, mari kita hibur anak-anak kita, agar mereka selalu bahagia. Karena kebahagiaan mereka adalah harapan kita semua,” ungkap Edy.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumut Nurlela, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis, Ketua Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (Potads) Sumut Idayanti, serta pengurus Potads lainnya.

Pada orangtua anak downs syndrome, Edy berpesan, agar selalu bersyukur dan menjaga anak-anak tersebut, karena mereka adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Mari berikan yang terbaik sesuai kemampuan kita,” imbaunya.

Suasana gembira sangat terasa pada acara tersebut. Edy bersama Nawal bernyanyi dan bermain bersama anak-anak down syndrome yang hadir. Satu per satu anak-anak down syndrome tersebut diajak untuk bernyanyi dan menari bersama.

Kegiatan ini juga diisi dengan pagelaran fashion show oleh anak-anak down syndrome. Anak-anak pun lenggak-lenggok di karpet merah, bak model profesional. Mereka juga unjuk kebolehan dengan menortor di hadapan pengunjung.

Sementara itu, Ketua Potads Sumut Idayanti, mengucapkan terima kasih pada Gubernur Sumut atas dukungan dan perhatian selama ini pada anak-anak down syndrome.

“Terima kasih Pak Gubernur atas dukungan dan perhatiannya, sehingga terlaksananya kegiatan ini. Kami tetap berjuang untuk kemandirian mereka,” tuturnya.

Dia pun menyampaikan, Potads Sumut yang berdiri sejak 2010, telah beranggotakan 156 orang yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumut. Idayanti berharap pada pemerintah, untuk menyediakan rumah ceria down syndrom sebagai tempat berkumpul dan pusat informasi bagi masyarakat yang memiliki anak down syndrome.

Selain itu, Idayanti juga berharap bagi anak down syndrome dapat masuk ke sekolah umum seperti halnya anak-anak normal lainya. Dia pun menyampaikan pada orangtua yang memiliki anak down syndrome, yang membutuhkan informasi dapat menghubungi Potads Sumut, baik masalah kesehatan dan lainnya.

“Jangan pernah bersedih memiliki anak seperti ini, harus tetap semangat, mereka adalah titipan dari Tuhan yang pastinya akan memberikan yang terbaik,” ujar Idayanti.

Diketahui, down syndrome terjadi karena kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya memiliki tingkat kecerdasan rendah, serta kelainan fisik yang khas. Data WHO memperkirakan, 3.000 hingga 5.000 bayi terlahir dengan kondisi ini setiap tahunnya. (gus/saz)

KAMMI Sumut Minta Transparansi Penggunaan Dana Karang Taruna

Ketua KAMMI Sumut Akhir Rangkuti.(ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut menyoroti alokasi dana berasal dari APBD Sumut untuk karang taruna Sumut. Dengan itu, mendesak Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi untuk melakukan evaluasi. Karena, dana tersebut besar kemungkinan bisa disalahgunakan oleh oknum.

“Perlu transparansi dalam penggunaan anggaran APBD yang diperuntukkan kepada karang taruna. Apalagi APBD itu uang rakyat. Harus jelas dong, untuk apa dan untuk program apa,” ucap Ketua KAMMI Sumut, Akhir Rangkuti, Selasa (22/3).

Menurutnya, karang taruna merupakan organisasi pemuda binaan pemerintah yang perlu pengawasan dari semua elemen kepemudaan, khususnya Dinas Sosial dan Gubernur Sumatera Utara.

“Perlu evaluasi dan pengawasan melekat dari Dinas Sosial, khususnya Gubernur Sumatera Utara. Jangan biarkan karang taruna berkarya tanpa kontrol dan pengawasan,” ujar Akhir.

Sebagai organisasi pemuda plat merah, karang taruna jangan disalahgunakan menjadi jembatan untuk mendapatkan proyek-proyek di pemerintahan.

“Jangan jadikan karang taruna itu sebagai jembatan mengejar proyek. Kembalikan karang taruna sesuai tupoksinya,” tuturnya.

Kepada semua elemen pemerintahan, kata Akhir, diminta untuk tidak melayani oknum oknum mengatasnamakan karang taruna untuk mendapatkan proyek atau kegiatan.(gus)