MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebelum menghadiri agenda rutin, Wali kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyempatkan diri menyapa warga Kecamatan Medan Tembung yang tengah melaksanakan kegiatan gotong royong bersama di jalan Seser, Sabtu (27/9/2025).
Kehadiran Rico Waas bagaikan angin segar bagi warga, sebab mereka tidak menyangka orang nomor satu di Pemko Medan itu turun langsung untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.
Warga pun merasa bersyukur, karena kegundahan yang mereka rasakan selama ini terkait masalah drainase dan jalan yang rusak akhirnya ditanggapi langsung oleh Wali Kota Medan.
“Senang sekali Pak Wali datang kemari, kami bisa langsung sampaikan keluhan yang kami rasakan selama ini,” ucap salah seorang warga.
Setelah mendengarkan aspirasi dari sejumlah warga, Rico Waas langsung memerintahkan Perangkat Daerah terkait untuk segera mengatasi permasalahan tersebut.
“Tadi kita sudah dengarkan aspirasi dari warga yang mengeluhkan masalah drainasenya yang tersumbat dan jalannya juga cukup rusak, jadi segera langsung kita atasi,” kata Rico Waas.
Di hari itu juga, satu unit alat berat jenis backhoe di turunkan untuk membantu proses pengorekan drainase. Sejumlah petugas P3SU juga tampak diturunkan agar pengerjaan lebih cepat selesai.
Pada saat menyusuri jalan itu, Rico Waas mendapati saluran drainase dilokasi tersebut ternyata juga telah tertimbun.
Oleh sebab itu, Rico Waas menghimbau kepada warga sekitar agar tidak menutup aliran drainase yang ada, sehingga air dapat mengalir dan tidak menimbulkan genangan.
“Saya juga mengimbau kepada warga agar tidak melakukan penutupan drainase secara pribadi, karena akan merugikan warga lainya. Pelan-pelan ini akan kita perbaiki,” pungkas Rico Waas. (map/ila)
Para Srikandi UID Sumatera Utara bersama, Manajemen PLN UID Sumut dan Camat serta Ibu Ibu PKK Kecamatan Biru-biru saat bersuafoto.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Menyongsong peringatan Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program Srikandi Movement 2025.
Kali ini, PLN menghadirkan rangkaian kegiatan Workshop Business Model Canvas (BMC), pelatihan Digital Marketing, serta keterampilan membordir bagi ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri di Desa Candirejo, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deliserdang (25/9/2025).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para perempuan untuk mengasah keterampilan menjahit dan membordir yang tidak hanya berguna dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha baru. Dengan tambahan wawasan tentang model bisnis dan pemasaran digital, peserta diharapkan mampu mengembangkan produk kreatif yang bernilai jual tinggi dan siap bersaing di pasar modern.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Senior Manager Distribusi PLN UID Sumut Hariadi Fitrianto, Manager UP3 MedanEdy Syahputra, Kepala Desa Candirejo Edi Prayetna, Ketua TP PKK Desa Candirejo Aida Patria Edi Prayetna serta narasumber keterampilan menjahit, Nanda. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan ini mempertegas kolaborasi nyata antara PLN dengan pemerintah dan masyarakat.
Sebagai wujud keseriusan dalam mendukung kemandirian desa, kegiatan ini turut disertai dengan penandatanganan komitmen pemberdayaan desa bersama antara Champion Srikandi PLN UID Sumut, Yessi Indra, dengan Camat Biru-Biru, Rahmat Hidayat, S.IP.
Komitmen ini menandai sinergi PLN dengan pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi masyarakat di Kecamatan Biru-Biru.
Selain itu, PLN melalui Srikandi Movement juga menyerahkan bantuan alat bordir sebagai sarana pengembangan keterampilan menjahit dan membuka peluang usaha baru. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua TP PKK Kecamatan Biru-Biru, Ibu Munayu Rahmat Hidayat, yang juga merupakan Ibu Camat Biru-Biru.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Jelang Hari Kesaktian Pancasila, kita diingatkan bahwa nilai gotong royong, kebersamaan, dan semangat kemandirian harus terus diwariskan. Melalui Srikandi Movement, PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik andal, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang membekali ibu-ibu dan remaja putri dengan keterampilan nyata.
Harapannya, keterampilan ini tidak hanya memberi manfaat bagi keluarga, tetapi juga membuka jalan usaha baru, memperkuat kemandirian ekonomi desa, serta menumbuhkan perempuan-perempuan tangguh di Sumatera Utara,” ujar Syauki.
PLN meyakini, program Srikandi Movement 2025 merupakan langkah strategis dalam menumbuhkan ekosistem pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan. Dengan dukungan keterampilan, akses pasar, serta semangat gotong royong, perempuan desa dapat berkontribusi langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat pembangunan masyarakat di Sumatera Utara. (ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO– Bank Mandiri terus menunjukkan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan perekonomian kerakyatan di seluruh pelosok negeri. Wujud nyata dari komitmen ini ditandai dengan sinergi antara Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 dengan PT Pertamina Lubricants dalam memperkuat ekosistem bisnis sekaligus memperluas lapangan pekerjaan di Sumatera Utara.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup integrasi layanan perbankan digital pada seluruh value chain Pertamina Lubricants di wilayah Sumatera. Kemitraan ini menghadirkan solusi beyond banking bagi ekosistem Pertamina Lubricant.
Mulai dari digital channel untuk pembukaan rekening, program insentif yang mendorong pertumbuhan penjualan, hingga layanan engagement bagi pelaku usaha dalam jaringan Pertamina Lubricants. Regional CEO Region I/Sumatera 1 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa menegaskan, kerja sama ini merupakan bentuk nyata dari semangat “Sinergi Majukan Negeri” yang diusung Bank Mandiri di usia ke-27 tahun.
“Pertamina Lubricants memiliki jaringan bisnis yang luas dan strategis. Sinergi ini sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk mengakselerasi mitra bisnis dan UMKM melalui solusi digital yang mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta daya saing pelaku usaha, khususnya outlet dan bengkel di seluruh jaringan Pertamina Lubricant Sumatera Utara,” ujar I Gede Raka.
Kemitraan ini menghadirkan berbagai inisiatif yang menyasar seluruh rantai bisnis Pertamina Lubricants. Mulai dari program insentif bagi outlet dengan pertumbuhan saldo tertinggi, penghargaan untuk supervisor yang aktif mereferensikan pembukaan rekening Bank Mandiri, hingga promo hemat bagi pelanggan ritel melalui penukaran Livin’poin dalam transaksi kartu Mandiri.
Selain itu, kolaborasi ini juga meluncurkan e-money co-brand yang berfungsi ganda sebagai alat pembayaran sekaligus kartu keanggotaan untuk meningkatkan loyalitas outlet dan pelanggan Pertamina Lubricants. Melalui rangkaian program ini, Bank Mandiri tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai katalis pertumbuhan ekonomi daerah yang memperkuat fondasi bisnis UMKM sekaligus membuka peluang kerja baru.
Kerja sama ini juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah melalui Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya agenda peningkatan produktivitas rakyat, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan mendukung UMKM di rantai pasok Pertamina Lubricants, Bank Mandiri mempercepat akselerasi agenda pembangunan nasional yang menekankan kemandirian ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.
Sejalan dengan semangat kolaborasi ini, Bank Mandiri Region I Sumatera 1 telah berhasil mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp 99,6 triliun sepanjang semester I-2025, tumbuh 6,3% year on year. Pencapaian ini berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. (adz)
BERDAMPINGAN: Dian Taufik Ramadhan (dua kanan) saat duduk sejajar dengan Faisal Hasrimy, selaku mantan Pj Bupati Langkat (kanan) di Stabat.(Dokumen Diskominfo Langkat)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dian Taufik Ramadhan dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Langkat. Kabar pencopotan itu, dibenarkan KPU Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Namun begitu, Dian tetap berstatus sebagai Anggota KPU Langkat. Jabatan Ketua KPU Langkat diserahkan kepada Husni Mustofa, yang sebelumnya merupakan Koordinator Divisi (Kordiv) Teknis Penyelenggara Pemilu.
Koordiv SDM dan Litbang KPU Sumut Robby Effendi, membenarkan adanya pencopotan tersebut.
“Tiga hari yang lalu sudah kami terima suratnya. Benar, ada pergantian Ketua KPU Langkat,” ungkap Robby, Kamis (25/9).
Pencopotan Dian sebagai Ketua KPU Langkat usai pleno yang mereka lakukan. Hasil pleno dikirim ke KPU RI yang kemudian disetujui.
Terpisah, Dian mengakui terkait pencopotannya sebagai Ketua KPU Langkat.
“Ya (benar). Saya bukan Ketua KPU lagi,” ujarnya.
“Terkait pencopotan saya, itu pleno. Biasanya itu kan? Dan pleno pergantian ketua bukan hal yang luar biasa. Biasalah, namanya manusia, mana bisa kita puaskan semua. Akhirnya sepakat untuk mengganti saya,” pungkas Dian. (ted/saz)
APRESIASI: Ketua LPA Deliserdang Junaidi Malik SH, bersama Pembina Muslim Susanto, dan Surianto (Aceng), secara khusus mendatangi sekolah ketiga bocah itu untuk memberikan apresiasi, Rabu (24/9).
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tiga bocah asal Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang Serdang, Aqil Wijaya, Abdullah, dan Siti Fatimah Zahra mendadak viral di media sosial. Aksi terpuji ketiga bocah itu membersihkan musala sekolah dan menyusun meja belajar untuk anak-anak mengaji di SD Negeri 107403 Cinta Rakyat, mendapat apresiasi dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deliserdang.
Ketua LPA Deliserdang Junaidi Malik SH, bersama Pembina Muslim Susanto, dan Surianto (Aceng), secara khusus mendatangi sekolah ketiga bocah itu untuk memberikan apresiasi, Rabu (24/9/2025). “Anak-anak ini adalah contoh teladan. Di usia dini, mereka sudah menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Kita harus memberi dukungan penuh,” kata Junaidi Malik kepada wartawan di sela kunjungannya.
Junaidi berharap, semoga sikap positif ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh siswa, bahwa kebaikan sekecil apapun akan bernilai besar di mata masyarakat. “Saya dan pembina LPA Deliserdang berjanji, ke depannya insya Allah akan membawa ketiga anak-anak hebat ini untuk jalan-jalan keliling Danau Toba sebagai hadiah,” pungkasnya.
Senada dengan Junaidi, Pembina LPA Deliserdang Sarianto yang juga didampingi Muslim Susanto, mengapresiasi ketulusan dari ketiga anak Cinta Rakyat ini, Aqil Wijaya, Abdullah, dan Siti Fatimah Zahra. “Mereka bertiga adalah generasi emas bangsa. Kita perlu memastikan mereka tumbuh sehat, bersekolah dengan semangat, dan memiliki motivasi untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
“Yakinlah, di setiap usaha yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas pasti akan mendatangkan keberkahan. Tidak perlu menjadi anak pintar menjadi anak baik sudah cukup,” imbuhnya.
Sebelumnya, video aksi Aqil diunggah oleh guru olahraga sekaligus pengajar mengaji, Dedi Surya Putra. Rekaman CCTV yang diunggah ke akun media sosialnya langsung viral, menyedot perhatian netizen, dan banjir dukungan.
Dedi mengaku sengaja mengunggah video tersebut karena ingin menunjukkan kepedulian siswanya terhadap musala sekolah. Menurutnya, sikap itu jarang ditemui di tengah maraknya pengaruh negatif media sosial.
“Saya bangga sekali dengan mereka. Anak-anak ini tidak hanya rajin belajar, tapi juga punya jiwa sosial dan cinta pada rumah ibadah. Saya berharap mereka mendapat lebih banyak perhatian agar terus tumbuh menjadi anak yang baik,” ucap Dedi.
Lebih jauh, Dedi juga menyampaikan harapannya agar musala sekolah bisa mendapatkan bantuan pengeras suara. “Kalau ada speaker, anak-anak bisa belajar mengumandangkan azan dengan lantang. Itu akan jadi motivasi luar biasa bagi mereka,” tambahnya.
Berkat video viral tersebut, Aqil dan teman-temannya kini sudah menerima berbagai hadiah dari masyarakat, mulai dari jam tangan, sepeda, tas sekolah, botol minum, hingga uang tunai.
Kepala Sekolah Rahma br Purba SPd menyampaikan rasa bangganya terhadap siswanya yang telah membawa nama baik sekolah. Apresiasi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi ketiga bocah tersebut untuk terus berbuat kebaikan, sekaligus contoh nyata bagi anak-anak lainnya di Kabupaten Deliserdang. (rel/adz)
PIMPIN: Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, saat memimpin rapat koordinas pengaktifan kembali siskamling.(Dokumen Diskominfo Binjai)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, menekankan kepada jajarannya untuk merealisasikan pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan pos keamanan lingkungan (poskamling). Penekanan itu disampaikan Jiji, sapaan karib Hasanul Jihadi, pada rapat koordinasi di Aula Balai Kota Binjai, Rabu (24/9) lalu.
Rapat ini dalam rangka menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Nomor: 300.1.4/E.1/BAK, tentang Peningkatan Peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam Menjaga Kondusivitas Ketenteraman dan Ketertiban Umum di Daerah, pada 3 September 2025.
Jiji menyebutkan, siskamling bukan sekadar kegiatan ronda malam.
“Siskamling adalah simbol solidaritas sosial, kerja sama, dan kepedulian. Pemko Binjai berkomitmen mendukung penuh kegiatan ini,” ungkap Jiji.
“Kami akan terus bersinergi dengan pihak kepolisian, TNI, dan seluruh masyarakat, agar program keamanan lingkungan dapat berjalan secara berkesinambungan,” imbuhnya.
Dia juga mengatakan, pos ronda dapat difungsikan lebih luas.
“Pos ronda dapat menjadi pusat informasi masyarakat, tempat koordinasi kebencanaan, sekaligus wadah pembinaan generasi muda,” jelas Jiji.
“Kami berharap, OPD terkait dapat menyampaikan laporan mengenai kendala di lapangan, serta memberikan masukan agar pengaktifan siskamling ini berjalan lancar,” katanya lagi.
Dengan adanya pengaktifan kembali siskamling dan pos kamling, diharapkan masyarakat semakin terlibat aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. (ted/saz)
SATGAS: Rapat Konsolidasi Satuan Tugas (Satgas) Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.(Istimewa)
KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Antonius Ginting, menghadiri Rapat Konsolidasi Satuan Tugas (Satgas) Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No 30 Medan, baru-baru ini.
Rakornas dipimpin langsung Ketua Satgas Nasional KDMP yang juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Serta dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Kepala Bappenas Arief Prasetyo Adi, jajaran Kemenko Pangan, para bupati/wali kota se-Sumut, OPD Pemprov Sumut, serta unsur Forkopimda.
Dalam arahannya, Zulhas, sapan karib Zulkifli Hasan, menyampaikan, Koperasi segera dapat mengajukan proposal pinjaman pada pekan ini. Sehingga KDMP bisa mulai aktif bergerak dalam kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Menurunkan anggaran dari Kemenkeu ke KDMP memang tidak sederhana, karena banyak regulasi yang harus dipenuhi. Namun dengan menteri yang baru, kami berharap prosesnya lebih lancar. Senin atau Rabu, Koperasi sudah bisa mulai ajukan proposal pinjaman,” ungkap Zulhas.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut, Surya, optimistis KDMP akan menjadi instrumen penting dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah. Dia menargetkan pembentukan 80.000 Koperasi yang tidak hanya berorientasi pada kelembagaan, tapi juga benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi instrumen penting untuk kemajuan Sumut. Namun, kita harus memastikan koperasi ini berjalan dengan baik dan benar-benar bermanfaat,” jelasnya.
Meski demikian, Dia mengakui sejumlah tantangan dalam pengembangan KDMP, di antaranya keterbatasan modal, akses pembiayaan, serta kualitas SDM. Dari sekitar 6.100 Koperasi di Sumut, hanya sekitar 202 yang masih aktif beroperasi.
Di Kabupaten Karo, kendala serupa juga dihadapi, seperti rendahnya partisipasi masyarakat, yang terlihat dari minimnya jumlah anggota, citra negatif Koperasi akibat kasus bermasalah, serta maraknya pinjaman ilegal, hingga keterbatasan SDM pengelola.
Hingga saat ini, di Kabupaten Karo telah terbentuk 269 badan hukum Koperasi. Dari jumlah tersebut, 21 Koperasi sudah memiliki NIB, 21 memiliki NPWP, empat KDMP membuka rekening, 114 Koperasi memiliki microsite, dan dua Koperasi mulai menjalankan usaha. (deo/saz)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi Vickner Sinaga, mencopot tujuh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas dan mengganti tiga camat, dalam mutasi sejumlah pejabat di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Kamis (25/9) pagi. Selain mencopot Kepala UPT Puskesmas, dia juga mencopot dua dan mengisi posisi camat, serta mengangkat sejumlah pejabat fungsional.
Adapun ketujuh Kepala UPT Puskesmas yang dicopot, yakni Kepala UPT Puskesmas Parongil, Rismawati Doloksaribu; Kepala UPT Puskesmas Kentara, Veronika H Bakara; Kepala UPT Puskesmas Sitinjo, Lusianna Hayatri; Kepala UPT Puskesmas Tigalingga, Juliyenni Karo-karo; Kepala UPT Puskesmas Gunung Sitember, Jakaria Sembiring; Kepala UPT Puskesmas Silalahi, Duma Ratnawati Pangaribuan; dan Kepala UPT Puskesmas Kutabuluh, Notaris Karo-Karo. Kepala UPT Puskesmas yang dicopot, sebagian besar masih tetap ditempatkan di Puskesmas tersebut.
Sementara Camat Siempat Nempu, Binuar Malau, dicopot dan dimutasi menjadi Pengawas Sekolah Ahli Muda pada Dinas Pendidikan (Disdik) Dairi. Vickner mengangkat Rusmei Simbolon jadi Camat Siempat Nempu. Rusmei sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Siempat Nempu Hulu.
Selanjutnya, Camat Berampu Ramadyani Brampu dicopot dan dimutasi ke Badan Pendapatan Daerah. Dia digantikan Candra Efendi Sagala.
Untuk posisi Camat Siempat Nempu Hilir dijabat Mida Deliana Rajagukguk, yang sebelumnya menjabat Kasi Perekonomian Kantor Camat Silima Pungga-Pungga. Camat Siempat Nempu Hilir sebelumnya dijabat Jangihut Nadeak, yang memasuki masa pensiun. Selanjuntya diangkat Plt, Juliawan Rajagukguk, Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Setdakab Dairi.
Ada sebanyak 50 pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut. Pada kesempatan itu, Vickner mengatakan, semua pihak harus yakin, keputusan yang diambil ini merupakan yang terbaik untuk Dairi. Dia pun mengajak semua pejabat yang dilantik langsung bekerja sebagai pamong.
“Ada tiga hal yang ditekankan bagi pejabat baru dilantik. Seperti support pimpinan, informatif, dan membimbing bawahannya. Kemudian, jaga kekompakan. Bekerjalah melayani dengan sungguh-sungguh,” ungkap Vickner.
Pada pelantikan ini, Vickner didampingi Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Surung Charles Lamhot Bantjin.
Pelantikan kali ini tanpa dihadiri unsur Forkopimda. Terlihat hanya dihadiri para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Sementara itu, pelantikan yang dilakukan Bupati Dairi ini, diterpa isu adanya jual-beli jabatan. Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan 11 (Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat), Alfriansyah Ujung, pun berharap mutasi pejabat yang dilakukan Bupati Dairi, tidak benar karena adanya jual-beli jabatan.
Legislator dari PDIP itu, mengatakan, isu adanya jual-beli jabatan pada mutasi pejabat di Dairi kali ini, telah santer di tengah masyarakat. Menurutnya, isu yang disebut dengan istilah “top up” itu, diperkuat dengan adanya beberapa Kepala UPT Puskesmas yang berkinerja baik, namun dicopot. Sementara yang bermasalah dipertahankan.
“Kepala Puskesmas yang kinerjanya baik, dicopot. Bahkan ada yang aksinya dalam mendedikasikan diri sampai viral, juga dicopot. Justru yang bermasalah dipertahankan. Ini kan memperkuat isu itu. Namun sekali lagi, saya berharap isu itu tidak benar,” katanya.
Dia juga menyebutkan, dalam melakukan mutasi, Bupati Dairi diharapkan proporsional serta mempertimbangkan kemampuan dan aspek psikologis pejabat yang akan dimutasi dan dilantik.
“Dalam pelantikan kali ini, saya nilai kurang tepat. Ada Kepala Puskesmas di-nonjob-kan, lalu ditempatkan kembali di tempat yang sama. Sebelumnya dia pimpinan di situ, sekarang jadi anggota. Tentu ini akan mempengaruhi psikologi dan kinerja pejabat tersebut,” ujar Alfriansyah.
Ke depan, Alfriansyah berharap, dalam memutasi pejabat agar pimpinan memperhatikan Panca Prasetya Korpri. Yang satu poinnya adalah mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan. (rud/saz)
TEBINGTINGGI- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui PLN UP3 Pematangsiantar dan ULP Tebingtinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.
Hal ini diwujudkan dengan menggelar sosialisasi bahaya listrik serta edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2), yang berlangsung di Kantor Camat Tebingtinggi Kota, Selasa (23/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Camat Tebingtinggi Kota, Beta Situmeang, perangkat kecamatan, perangkat desa, hingga kepala lingkungan.
Dari pihak PLN hadir Manager ULP Tebingtinggi, Martha Retniati, bersama tim teknis dari K3L dan Keamanan, serta tim layanan pelanggan.
Dalam pemaparan yang disampaikan, PLN menekankan tiga poin utama, yaitu:
1. Pengenalan potensi bahaya listrik di rumah tangga maupun lingkungan sekitar.
2. Penerapan prinsip K2/K3 untuk mencegah kecelakaan kerja dan bahaya insiden kelistrikan.
3. Edukasi layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan kelistrikan secara cepat, praktis, dan transparan.
Manager ULP Tebingtinggi, Martha Retniati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata PLN dalam mewujudkan budaya sadar keselamatan di tengah masyarakat.
“Listrik adalah kebutuhan vital, namun juga memiliki risiko bila tidak digunakan dengan tepat. Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan masyarakat memahami cara yang aman dalam memanfaatkan listrik, sekaligus menumbuhkan budaya sadar keselamatan di setiap lapisan,” ujarnya.
Acara berlangsung interaktif, di mana peserta antusias menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait pemanfaatan listrik di wilayahnya. PLN pun siap menindaklanjuti masukan dari masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas layanan di Tebingtinggi dan sekitarnya.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah daerah bersama PLN dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
“Edukasi tentang bahaya listrik dan keselamatan ketenagalistrikan adalah investasi sosial jangka panjang. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat tidak hanya terlindungi dari risiko, tetapi juga mampu menjadi mitra PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan. Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah kecamatan dan masyarakat Tebingtinggi yang selalu bersinergi dengan PLN,” tutur Syauki.
Melalui kegiatan ini, PLN UID Sumut menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus membangun budaya keselamatan yang kuat di tengah masyarakat. (ila)
JUARA: Dini Sriwati, karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional I PalmCo, sukses meraih Juara Pertama dalam Lomba Baca Puisi Antar Insan Danantara Indonesia 2025 yang digelar oleh PT Balai Pustaka (Persero).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kiprah perempuan Indonesia kembali mencuri perhatian, kali ini dari panggung sastra nasional. Dini Sriwati, karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional I PalmCo, sukses meraih Juara Pertama dalam Lomba Baca Puisi Antar Insan Danantara Indonesia 2025 yang digelar oleh PT Balai Pustaka (Persero).
Kompetisi prestisius ini diadakan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/9/2025) dan mempertemukan para pecinta literasi dari berbagai latar belakang, instansi pemerintahan, pelajar, komunitas sastra, hingga perwakilan BUMN di seluruh Indonesia.
Dengan penuh penghayatan, Dini membacakan puisi “Percakapan di Sebuah Jembatan” karya Dewi “Dee” Lestari, salah satu penulis terkemuka Indonesia. Aksinya yang memukau berhasil menyentuh hati dewan juri dan para penonton, sekaligus mengantarkannya sebagai peserta terbaik dalam ajang nasional tersebut.
BERSAMA: Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa (kiri), Dini Sriwati (tengah) dan Direktur Utama Balai Pustaka Achmad Fahrodji (kanan), foto bersama.
“Puisi bukan hanya tentang kata-kata, tapi tentang jiwa yang bicara. Saya sangat bersyukur bisa mewakili PalmCo dan membawakan puisi ini dengan sepenuh hati,” ungkap Dini usai pengumuman pemenang.
Di tengah kesibukannya sebagai karyawan perkebunan, Dini mengaku tetap meluangkan waktu untuk berkarya dan berlatih membaca puisi.
“Saya percaya, setiap orang punya ruang untuk tumbuh. Bagi saya, puisi adalah tempat bernaung ketika pikiran penuh dan hati perlu bicara,” ungkapnya.
Dini juga menuturkan bahwa dukungan internal perusahaan dan komunitas literasi di PalmCo sangat besar dalam menyemangatinya untuk berani tampil dan berkompetisi.
“PalmCo memberi saya ruang dan kepercayaan. Ini jadi dorongan besar. Semoga prestasi ini bisa menginspirasi karyawan lain untuk menyalurkan bakat mereka,” pungkasnya.
Direktur Utama Balai Pustaka Achmad Fahrodji, dalam sambutannya mengatakan bahwa semangat yang ditunjukkan para peserta, terutama dari lingkungan BUMN, menjadi harapan baru bagi masa depan literasi nasional.
“Kami menyaksikan semangat luar biasa dari para peserta. Kemenangan dari insan PalmCo ini menunjukkan bahwa sastra bisa menjadi ruang inklusif untuk semua kalangan, termasuk mereka yang sehari-hari bekerja di sektor industri,” tutur Fahrodji.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan apresiasi mendalam atas prestasi tersebut. Menurutnya, kemenangan ini adalah refleksi dari wajah PalmCo yang inklusif, mendukung pengembangan diri karyawan secara holistik.
“Prestasi Ibu Dini adalah bukti bahwa PalmCo bukan hanya perusahaan kelapa sawit, tetapi juga tempat berkembangnya talenta, baik dalam bisnis maupun budaya,” ujar Jatmiko.
Jatmiko menambahkan, PalmCo berkomitmen membangun budaya kerja yang seimbang antara profesionalisme dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam lingkungan seperti inilah, potensi karyawan bisa tumbuh secara maksimal.
Selain itu, lanjutnya, PalmCo, sebagai bagian dari PTPN Holding, tengah aktif membangun ekosistem kerja yang tidak hanya menekankan produktivitas, tetapi juga keseimbangan batin dan mental melalui pendekatan berbasis nilai (value-based management).
“Kami percaya, karyawan yang utuh secara karakter akan memberikan kontribusi yang lebih bermakna bagi perusahaan dan masyarakat. Karena itu, kami akan terus membuka ruang bagi tumbuhnya talenta di berbagai bidang, termasuk seni dan literasi,” pungkas Jatmiko.
PT Balai Pustaka, yang merupakan BUMN di bidang penerbitan tertua di Indonesia, menyelenggarakan lomba ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi nasional dan mempererat hubungan antarinsan budaya lintas sektor.
Kemenangan Dini Sriwati menjadi catatan penting bahwa karyawan BUMN, khususnya di sektor perkebunan, memiliki potensi luar biasa di luar pekerjaan teknis dan administratif.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mencerminkan pentingnya humanisme dalam dunia korporasi. PalmCo memandang seni, budaya, dan literasi sebagai bagian dari pembentukan karakter karyawan, mereka tidak hanya unggul dalam target kerja, tetapi juga dalam nilai-nilai kemanusiaan dan intelektual. (ila)