27 C
Medan
Saturday, February 7, 2026
Home Blog Page 2684

Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah dan Bimbingan Teknis Pamong Inovasi 2022

PEMBUKAAN: Sekdakab Deliserdang Darwin Zein SSos membuka sosialisasi Indeks Inovasi Daerah dan Bimbingan Teknis Pamong Inovasi Kabupaten Deliserdang Tahun 2022, di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati Deliserdang, Rabu (16/3).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Deliserdang Darwin Zein SSos membuka sosialisasi Indeks Inovasi Daerah dan Bimbingan Teknis Pamong Inovasi Kabupaten Deliserdang Tahun 2022, yang bertempat di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati Deliserdang, Rabu (16/3).

Hadir pada acara tersebut, Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Drs Matheos Tan MM, Kepala Badan Badan Strategi kebijakan dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri Isman AP, Kepala Bappeda Litbang Deli Serdang Ir Remus Hasiholan Pardede MSi, Asisten I Drs H Citra Efendi Capah, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta para Camat se- Kabupaten Deliserdang.

Sekdakab Deliserdang Darwin Zein SSos dalam sambutannya mengatakan, bahwa sasaran inovasi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah.

Inovasi juga diharapkan dapat menyelesaikan persoalan yang ada di daerah. dengan inovasi, percepatan kinerja aparatur dan pemerintah daerah dapat berjalan lebih baik, ucapnya.

Darwin juga menyampaikan, pelaksanaan sosialisasi indeks inovasi daerah yang dilaksanakan pada hari ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan dan membuka wawasan bagi perangkat daerah tentang peningkatan pelayanan publik melalui berbagai pembaharuan yang dikemas dalam inovasi. Dan ini katanya merupakan aspek penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan serta kunci utama dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik serta mampu mendorong daya saing daerah.(btr/azw)

Membahayakan Anak-anak Sekolah, Satlantas Polres Langkat Razia Angkutan Desa

RAZIA: Petugas Satlantas Polres Langkat menindak angkutan desa yang membahayakan keselamatan anak sekolah di Kecamatan Bahorok, Langkat, Selasa (15/3) lalu.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Langkat melaksanakan kegiatan imbauan dan penindakan Operasi Keselamatan Toba 2022 di wilayah hukum Polsek Bahorok, Selasa (15/3).

Sasaran Operasi Keselamatan Toba ini diperuntukan bagi setiap sopir angkutan desa (angdes) yang membawa anak sekolah yang melintas di Jalan Bukit Lawang Simpang Empat Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.

Saat pelaksanaan operasi, petugas menemukan angdes mengangkut puluhan anak sekolah yang naik di atas angkutan.

“Puluhan anak sekolah tersebut kita turunkan dan sopirnya kita kasi peringatan keras untuk tidak membahayakan penumpang khususnya anak sekolah,” terang Kasat Lantas Polres Langkat AKP Hosea Ginting.

Selain razia angkutan desa, petugas juga membagikan masker terhadap sopir mini bus dan penumpang sebanyak 10 lembar.

“Kita juga membagikan masker terhadap pengendara sepeda yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya.

“Tujuan kegiatan penindakan Operasi Keselamatan Toba 2022 ini, untuk memberi cerminan diri kepada warga atau masyarakat, tentang penting dan mahalnya keselamatan serta kesehatan di masa pandemi,” tutup Kasat Lantas Langkat. (mag-2/azw)

Jika Abaikan Somasi Kedua, Ketua Komisi A DPRD Sumut Bakal Digugat ke PN

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto kembali disomasi oleh 8 calon komisioner KPID Sumut 2021-2024, agar mengklarifikasi dan menjelaskan mekanisme penetapan 7 nama dalam rapat pemilihan yang berlangsung ricuh, Sabtu 22 Januari 2022 dini hari lalu. Somasi kedua yang dikirim hari ini, Kamis (17/3/2022), menurut kuasa hukum mereka, Ranto Sibarani SH, sekaligus menjadi teguran hukum terakhir untuk politisi dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

“Somasi pertama kami kirim 10 Maret 2022 dan tidak ditanggapi. Sebab itu, kami ajukan somasi kedua dan yang terakhir. Kami berasumsi somasi pertama bisa saja tidak diketahui. Makanya, somasi kedua ini kami desak saudara Hendro Susanto menanggapinya,” ungkap Ranto.

Kata Ranto, somasi kedua ini berlaku sejak dikirimkan per 17 Maret 2022 hingga 7 hari ke depan, serta ditembuskan ke Ketua DPRD Sumut, Ketua Badan Kehormatan DPRD Sumut, Kapolda Sumut, KPK RI, dan Ombudsman Kantor Perwakilan Sumut. Jika diabaikan, lanjut dia, langkah hukum berikutnya adalah menggugat legislator dapil Binjai-Langkat itu ke PN Medan atas perbuatan melawan hukum.

“Kalau gugatan, pengadilan tidak bisa menolak perkara. Jadi ada asas peradilan. Peradilan tidak boleh menolak orang mendaftarkan perkara. Beda dengan kalau lapor polisi (makanya langsung gugat ke pengadilan). Kami akan daftarkan gugatan melawan hukum ke PN Medan,” ungkapnya.

Sejumlah hal yang harus ditanggapi Hendro Susanto selaku Ketua Komisi A DPRD Sumut adalah terkait surat penolakan dari Fraksi PDIP, penetapan 7 nama yang menggunakan sistem skoring, bukan musyawarah mufakat atau voting sebagaimana Tatib DPRD, kericuhan di rapat Komisi A yang videonya sempat viral.

“Dan jelas ada surat penolakan dari Fraksi PDI Perjuangan terhadap nama-nama komisioner yang ditetapkan secara sepihak dan tidak sesuai mekanisme oleh Ketua Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara. Siapapun sudah bisa melihat bahwa ada masalah dalam seleksi KPID tersebut, dikira masyarakat bodoh, tidak bisa membaca persoalan tersebut,” jelasnya.

Lalu uji publik yang tidak dilakukan sebelum fit and proper test, serta pertimbangan meloloskan Muhammad Syahrir dan Ramses Simanullang langsung ke DPRD padahal SK perpanjangan keduanya pernah dipersoalkan Hendro Susanto karena melanggar Peraturan KPI Nomor 1/2014 Pasal 27. “Substansi somasi ini agar saudara Hendro Susanto menjelaskan dasar hukum penetapan 7 nama yang diketoknya. Ini penting agar semua terang-benderang. KPID adalah lembaga negara dan seluruh akuntabilitasnya harus diketahui publik,” jelasnya.

Ranto juga melihat adanya desakan pihak-pihak tertentu agar Ketua DPRD Sumut meneken SK penetapan 7 komisioner karena menganggap proses pemilihannya sesuai koridor. Namun, ia tetap mengingatkan bahwa desakan itu menyesatkan serta menjerumuskan.

“Desakan itu sangat menyesatkan. Ketua Fraksi PKS saudara Jumadi bilang tak ada masalah. Dari mana tak ada masalahnya. Rekaman video rapat ricuh viral, Fraksi PDIP menolak, Ombudsman dan Badan Kehormatan terus dalami dan sudah memanggil Hendro, aduan ke Ditkrimsus Polda sedang berproses. Gubernur pun ikut disomasi. Janganlah kita jerumuskan DPRD jadi lembaga politik yang kotor dan tidak taat hukum,” tegas pengacara dengan kepala plontos itu.

Diketahui, Ranto Sibarani getol membantu 8 calon anggota KPID Sumut periode 2021-2024 yakni Valdesz Junianto Nainggolan, Tua Abel Sirait, Topan Bilardo Marpaung, T. Prasetiyo, Viona Sekar Bayu, Robinson Simbolon, Eddy Iriawan, dan Muhammad Ludfan untuk mengikis politisasi kotor dalam seleksi lembaga adhoc yang terjadi.

Selain somasi, 8 calon anggota KPId Sumut itu juga telah membuat laporan ke Ombudsman, Badan Kehormatan DPRD Sumut, dan melayangkan Somasi ke-1 kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dengan maksud meminta penjelasan Pemprov Sumut terkait SK perpanjangan Komisioner KPID periode 2016-2019 yang diteken Sekda DR Hj Sabrina.(adz)

Rakor Majelis Pengawas Notaris, Jalani Tugas dengan Baik dan Profesional

Rapat Koordinasi Majelis Pengawas Notaris.(ist).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara melalui Divisi Pelayanan Hukum dan HAM menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Majelis Pengawas Notaris berlangsung di Taman Simalem Resort and Lake Toba Kabupaten Karo, Rabu (16/3). Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan Protokol kesehatan dengan ketat.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman audit kepatuhan kepada tim pengawas dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan jabatan notaris yang dihadiri Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Purwanto, Kepala Divisi Administrasi, Rudi Hartono, Kepala Divisi Keimigrasian Ignatius Purwanto dan diikuti oleh Majelis Pengawas Wilayah (MPW), Majelis Pengawas Daerah (MPD) Wilayah Provinsi Sumatera dan unsur akademisi.

Kegiatan diawali tarian sambutan Mejuah-juah sanggar seni Gung Leto dilanjutkan pembukaan secara resmi kegiatan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Imam Suyudi selaku Keynote Speaker.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Imam Suyudi mengatakan Notaris merupakan pejabat yang berwenang untuk membuat akta autentik dan memiliki kewenangan lainnya yang diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris untuk kepentingan pelayanan masyarakat.

Lebih lanjut, Imam memberikan pemahaman jabatan Notaris merupakan Jabatan kepercayaan, yang mengandung makna, mereka yang menjalankan tugas jabatan dapat dipercaya dan karena jabatan Notaris sebagai jabatan kepercayaan.

“Sehingga orang yang menjalankan tugas jabatan juga dapat dipercaya yang keduanya saling menunjang, dimana hal ini terkait dengan pembuatan akta otentik,” ucap Imam.

Dengan itu, menurut Imam peran notaris menjadi sangat penting dalam pembuatan akta autentik sebagai alat bukti terkuat dan terpenuhi dalam setiap hubungan hukum dalam kehidupan masyarakat antara lain mencakup hubungan bisnis, kegiatan di bidang perbankan, pertanahan, kegiatan sosial, dan lain sebagainya.

“Majelis Pengawas harus dapat melakukan pengawasan kepada notaris dengan baik, cepat dan profesional. Pembinaan dan Pengawasan terhadap Notaris yang dilakukan secara lebih maksimal, terencana, dan masif oleh Majelis, tentu dapat berkontribusi positif untuk mencegah atau mengurangi timbulnya permasalahan,” ucap Imam.

Mengakhiri sambutannya, Imam mengharapkan adanya peningkatan pemahaman Majelis Pengawas Notaris baik Wilayah dan Daerah terhadap Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 9 Tahun 2017 Tentang Penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa Bagi Notaris.(gus)

Surya Manurung Dimata Sosok Pendidik, Kekurangan Fisik Tak Menjadi Kendala

SUMUTPOS.CO – Pemuda asal Kabupaten Asahan, Surya Manurung sempat viral karena mampu menyita perhatian publik pada akun aplikasi TikTok. Kekurangan fisik yang dimilikinya tidak menyurutkan keinginanya untuk membuat berbagai karya. Kini, pengikut Surya Manurung di media sosial asal China ini mencapai 971 Ribu.

Sutrisno, guru yang mengajar di SMK Pemda Kisaran mengatakan Surya Manurung semasa sekolah dikenal sebagai sosok baik dan rajin.

Sutrisno menceritakan bahwa ia mengenal sosok Surya dan keluarga, karena rumahnya tak jauh dari kediaman keluarga orang tua Surya di Jalan Iskandar Lingkungan V Kelurahan Mutiara Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan.

“Orang tua Surya termasuk tokoh agama di daerah kami. Ia dikenal sebagai sosok guru mengaji dan memiliki suara yang merdu. Waktu menempuh dunia pendidikan, Surya juga anak yang baik, tidak pernah melanggar indisipliner peraturan sekolah,” jelasnya.

Mantan Guru pendidik sosok Surya ini menceritakan, sebelumnya Surya berprofesi sebagai kuli bangunan. Namun berkat upayanya, kini ia lebih dikenal sebagai TikToker dan sempat beberapa kali tampil pada acara media nasional. Salut, walaupun memiliki kekurangan atau perbedaan fisik seperti manusia normal. Kini Surya mampu membuktikan bahwa ia juga dapat mengukir prestasi.

Di tempat berbeda, Surya bercerita bahwa tak mudah mencapai sampai sejauh ini. Ketika disinggung soal penghasilan yang terima, ia mangaku bersyukur atas apa yang diterimanya dari menggiati kegiatannya sekarang.

“Alhamdulillah la bang, cukup la buat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tetap bersyukur dan terus semangat membuat konten,” ucapnya.

Awalnya Surya menampilkan konten secara dadakan dan outodidag, kini ia memiliki tim kreator. Selain membuat konten pada aplikasi TikTok, Surya Manurung juga memiliki akun pada aplikasi YouTube dan Instagram. (dat/ram)

Titip Aspirasi ke Lokot, PW Muhammadiyah Minta Demokrat Lindungi Penceramah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD Partai Demokrat Sumut terpilih, Muhammad Lokot Nasution, terus menjalankan silaturahmi kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan yang ada di Sumatera Utara. Terkini, Lokot Nasution dan sejumlah kader Demokrat diterima Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumut.

Kedatangan Lokot Nasution mendapat apresiasi dan sambutan sangat baik. PW Muhammadiyah bahkan menitipkan aspirasi tentang keamanan pendakwah dan masalah ekonomi kerakyatan.

Kehadiran Lokot Nasution ke kantor sementara PW Muhammadiyah di Jalan Denai, Medan, diterima Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Prof DR Hasyimsyah Nasution MA dan Rektor UMSU, Prof DR Agussani MAP serta sejumlah pengurus PW Muhammadiyah lainnya. Antara lain Irwansyah Putra selaku Sekretaris PW Muhammadiyah, Ibrahim Sakti Batubara, Mario Kasduri, Muthalib, Muhammad Khalib dan Ihsan Rambe.

Lokot Nasution didampingi kader Demokrat Sumut yang juga memiliki kedekatan dengan tokoh Muhammadiyah. Antara lain mantan Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Ahmad Arief, Yudha Johansyah, Ketua DPC Binjai HM Sajali, Chairil Huda dan Pangeran SE, SH, MSP serta beberapa kader lainnya.

Lokot Nasution menyampaikan salam dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kepada PW Muhammadiyah Sumut dan warga persyarikatan Muhammadiyah di Sumut. Silaturahmi 360 derajat merupakan salah satu arahan Ketum AHY kepada pengurus partai untuk menyerap aspirasi dan berkoalisi dengan rakyat.

Lokot Nasution juga memohon doa restu kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah untuk selalu mendoakan dirinya dan Partai Demokrat agar bisa memimpin pada perhelatan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024.

“Silaturahmi ini merupakan lanjutan, di mana pada kesempatan beberapa waktu lalu Ketua Umum DPP Partai Demokrat juga bersilaturahmi ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Kami di tingkat DPD Partai Demokrat Sumut juga turut melaksanakan silaturahmi yang kami sebut sebagai silaturahmi 360 derajat,” katanya.

Menurut alumni SMA 3 Medan tersebut, Partai Demokrat sangat terbuka bagi warga Persyarikatan Muhammadiyah, memberikan amunisi yakni kader terbaiknya untuk membantu dirinya menakhodai Partai Demokrat bekerja memenangkan Pileg dan Pilpres pada tahun 2024. Termasuk menyambut dengan tangan terbuka menampung aspirasi untuk diperjuangkan lewat fraksi di DPRD.

“Saat ini kami memiliki 116 anggota legislatif di Sumut, dan telah diinstruksikan berjuang untuk memperjuangkan hak-hak rakyat serta mewujudkan masyarakat sejahtera secara ekonomi dan pemenuhan rasa aman,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Prof DR Hasyimsyah Nasution MA menyampaikan dua hal, terkait dengan ekonomi kerakyatan terkhusus terhadap peternakan di dekat wilayah perkebunan. Banyak masyarakat yang beternak di sekitar perkebunan, kesulitan dalam menggembala hewan-hewannya. Hal ini adalah aspirasi dari masyarakat yang telah disampaikan melalui Muhammadiyah.

Selanjutnya, tentang rasa aman dan nyaman dalam berdakwah. Tuduhan radikalisme ini cenderung membuat para penceramah punya rasa khawatir. “Aspirasi ini hendaknya ikut menjadi ruang perjuangan Partai Demokrat, dan kelak keberhasilan ini akan bisa menyertai kita semua dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa akan datang,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor UMSU, Agussani mengatakan, Muhammadiyah ini merupakan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan yang paling tertib administrasi baik itu keanggotaan dan dalam pengelolaan aset. Sehingga, Muhammadiyah memiliki banyak Amal Usaha yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dengan kehadiran Partai Demokrat di PW Muhammadiyah Sumut ini, Agussani mengatakan, ini merupakan sebuah langkah yang tepat mulai meminta saran, hingga masuk dalam politik alokatif, ini menjadi tolak ukur, dan ini menjadi komitmen Muhammadiyah. “Semoga kemitraan semakin nyata dalam kegiatan yang bersinergi untuk memajukan umat,” sebutnya.

Menerima aspirasi tersebut, Lokot Nasution menyampaikan, Partai Demokrat di Sumut melalui kadernya baik muslim dan non-muslim, pasti akan membela kepentingan para pendakwah, radikal itu hanya framing membuat label yang tak sejalan dengan kebijakan rezim saat ini.

“Muhammadiyah dan Partai Demokrat ini sesuai dengan isu kebangsaan. Kami akan terus lakukan kerjasama yang baik, dan akan terus ditingkatkan, dan selama ini sudah banyak sekali yg kami lakukan. Partai Demokrat tidak akan pernah jauh Muhammadiyah,” tutupnya. (adz)

Airlangga: Indonesia dan Singapura Eratkan Kerja Sama Bidang Pariwisata a

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hingga saat ini, Singapura masih menjadi negara mitra ekonomi utama Indonesia di bidang investasi dan perdagangan. Total Foreign Direct Investment (FDI) yang berasal dari Singapura pada tahun 2021 mencapai US$9,3 miliar dan tersebar tidak kurang pada 16.760 proyek.

Sementara itu, volume perdagangan bilateral antara dua negara mencapai US$27 miliar. Hal ini memperlihatkan eratnya hubungan kedua negara.

Dalam rangka untuk semakin memperkuat hubungan bilateral pada bidang perekonomian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng.

Pembahasan dilakukan terkait dengan perkembangan situasi pandemi Covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi, kerja sama dalam sektor energi baru terbarukan, serta penerapan travel bubble dan Vaccinated Travel Lane Singapura – Indonesia.

Isu perkembangan dunia, terutama dampak dari perang Rusia dan Ukraina juga menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Sebagai upaya untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata Indonesia dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, Indonesia telah meresmikan travel bubble antara Batam, Bintan dan Singapura pada pertemuan Leaders’ Retreat di Bintan tanggal 25 Januari 2022.

Menanggapi skema travel bubble tersebut, pemerintah Singapura telah meresmikan Vaccinated Travel Lanes (VTL) by Sea untuk mengakodomasi kunjungan bebas karantina menggunakan transportasi jalur laut menuju Batam dan Bintan.

“Pada 23 Februari 2022 telah dilakukan perjalanan pertama wisatawan dari Singapura menuju Nongsa Batam dengan mekanisme Travel Bubble. Lebih lanjut, pada 25 Februari 2022, sudah ada wisatawan yang melanjutkan perjalanan ke Lagoi Bintan,” ungkap Menko Airlangga.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Singapura dapat lebih mempromosikan skema travel bubble tersebut. Sejak pelayaran perdana bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) menggunakan skema travel bubble dan VTL by Sea pada tanggal 23 Februari 2022 menuju Batam dan tanggal 25 Februari 2022 menuju Bintan, terdapat lebih dari 200 PPLN menuju Batam dan 500 PPLN menuju Bintan yang telah berkunjung atau melakukan pendaftaran.

Namun demikian, Pemerintah Singapura masih menetapkan kuota per minggu sebanyak 350 orang dari Batam dan 350 orang dari Bintan menuju Singapura.

Sementara itu, terkait dengan skema bebas karantina VTL by Air menggunakan pesawat udara yang sudah dibuka oleh Singapura menuju Jakarta dan Bali, Menko Airlangga menyampaikan rencana untuk VTL dapat diperluas menuju Kota Makassar dan Medan.

Di Batam sendiri dilaporkan terdapat lebih dari 200 wisatawan yang datang dan terdaftar dari Singapura pada periode 23 Februari hingga 6 Maret 2022.

Sementara itu, di Bintan setidaknya ada 500 wisatawan yang datang dan terdaftar dari Singapura pada 25 Februari hingga 14 Maret 2022.

“Implementasi Travel Bubble atau VTL by Sea yang resiprokal di Lagoi Bintan, Nongsa Batam, dan Singapura akan menimbulkan efek positif dalam memulihkan perekonomian, khususnya di sektor pariwisata,” tutur Menko Airlangga.

Dalam pembahasan kerja sama di bidang energi baru terbarukan, Menteri Tan menyampaikan ketertarikan Singapura untuk kerja sama carbon neutrality dengan Indonesia dan pandangan bahwa Singapura memerlukan sebanyak dua atau tiga jalur transmisi kabel listrik bawah laut dalam rangka impor listrik dari Indonesia.

Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa terdapat dua komponen dalam ekspor listrik, yaitu harga listrik dan kredit karbon kemudian mengatakan akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan PLN mengenai sistem transmisi listrik tersebut.

Selebihnya dilakukan pembahasan mengenai rencana investasi data center di Nongsa Digital Park dengan memanfaatkan sumber energi baru terbarukan.

Turut hadir dalam pertemuan ini mendampingi Menko Airlangga yaitu Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo dan Asisten Deputi Kerja Sama Regional dan Subregional Netty Muharni. Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Singapura didampingi oleh Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar. (adv/*)

Tahun ini, Pemko Medan Luncurkan Sekolah Digital dan Inklusi

Kadis Pendidikan Medan Laksamana Putra Siregar. kominfo medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tahun ini, Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan Medan akan meluncurkan program sekolah digital dan inklusi. Saat ini tengah dilakukan pematangan rencana dan pengkajian yang lebih mendalam untuk menyukseskan program tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Medan, Laksamana Putra Siregar, kemarin, membenarkan hal tersebut. “Kita jadwalkan tahun ini Pemko Medan akan meluncurkan sekolah digital. Saat ini kita terus melakukan pengkajian lebih dalam lagi,” ujar Putra melalui sambungan telepon.

Sebagaimana yang kerap disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution, era digital memberikan tantangan sekaligus peluang. Dibutuhkan kecerdasan digital dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang tersebut. Menindaklanjuti hal tersebut, sebut Putra, Dinas Pendidikan Medan saat ini tengah bergiat untuk merealisasikan program sekolah digital tersebut.

Sekolah digital ini merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan. Program ini memanfaatkan teknologi informasi sekaligus mengakrabkan siswa dan guru digitalisasi.

“Sekolah digital ini merupakan sekolah berbasis digital. Di sini anak-anak juga akan dibekali kemapuan untuk memahami dan bisa serta terampil dalam mempergunakan instrumen berbasis digital,” terang Putra.

Dia menambahkan, sekolah digital ini juga melakukan berbagai cara dan strategi yang bertujuan untuk mengembangkann minat, bakat, dan kemampuan digital para siswa.

“Misalnya mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan untuk melakukan coding atau pemrograman,” ujarnya kemampuan dasar melakukan coding tentunya disesuaikan dengan daya tangkap siswa SD maupun SMP.

Keterampilan dan kecerdasan digital siswa yang dikembangkan dalam program sekolah digital ini, lanjut Putra, akan melahirkan generasi yang berperan dan mempunyai daya kompetitifdi era dirupsi ini.

“Dari sini juga dapat lahir calon-calon enterpreneur yang bergerak di bidang star up dan lapangan pekerjaan baru yang bergerak di sektor yang berbasis digital,” ucapnya.
Selain sekolah digital, Dinas Pendidikan Medan juga tengah mempersiapkan program sekolah inklusi. Putra mengatakan, sekolah inklusi memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, sosial, potensi kecerdasan, dan bakat istimewa.

“Sekolah inklusi ini tidak lagi memisahkan antara siswa reguler dengan anak-anak disabilitas,” ucap Putra.

Program sekolah inklusi ini juga dapat mengembangkan rasa empati kepada sesama manusia. Di sekolah inklusi ini, para siswa juga akan terlatih untuk dapat menghargai, menghormati, dan menerima satu sama lain dengan penuh empati.(mar)