27 C
Medan
Saturday, February 7, 2026
Home Blog Page 2685

Kajatisu Lantik 10 Kajari

markus/sumutpos MELANTIK: Kajatisu Idianto melantik10 Kajari , Senin (14/3) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Idianto, melantik sejumlah pejabat eselon III di lingkungan kerja Kejatisu. Dalam pelantikan itu, Idianto berpesan kepada jajarannya agar menghindari perbuatan yang menciderai rasa keadilan masyarakat.

Kajati Sumut menyampaikan, agar para Kajari yang baru dilantik segera pelajari, identifikasi dan evaluasi kondisi serta situasi wilayah. Kemudian, kendalikan dan monitor setiap perkembangan yang berpotensi menimbulkan ancaman, hambatan dan gangguan dalam pelaksanaan tugas.

“Jaga soliditas dan lakukan pembinaan seluruh jajaran di wilayah hukum saudara serta pastikan pelaksanaan penegakan hukum tidak menimbulkan kegaduhan. Pastikan juga seluruh personel di wilayah hukum saudara memiliki sensitifitas tinggi terhadap isu-isu penegakan hukum, khususnya yang menyangkut rakyat kecil, oleh karena itu tunjukan bahwa kejaksaan hadir untuk melindungi masyarakat,” ujarnya, Senin (14/3) sore.

Kajati juga mengingatkan agar mengawal penerapan pelaksanaan kebijakan Restorative Justice yang disandarkan pada nilai-nilai kearifan lokal sehingga terbentuk iklim harmonis dan saling melengkapi antara hukum nasional dan hukum adat. “Seperti yang ditegaskan Jaksa Agung RI agar seluruh jajaran insan Adhyaksa menjaga amanah dan menghindari perbuatan yang mencederai rasa keadilan masyarakat,” katanya.

Dalam rangka meningkatkan kinerja yang optimal dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat di daerah lingkungan Kejati Sumut, dia meminta kepada jajarannya agar selalu kompak, ikhlas, profesional, berintegritas dan disiplin dalam melaksanakan tugas.

Sejumlah eselon III yang dilantik dan serah terima jabatan adalah Asintel Kejati Sumut Dwi Setyo Budi Utomo dapat promosi jadi Koordinator pada Bidang Jampidum Kejagung RI jabatan Asintel Kejati Sumut diisi oleh I Made Sudarmawan, sebelumnya Kajari Jakarta Utara.

Aspidsus Kejati Sumut M Syarifuddin, dapat promosi jadi Koordinator pada Bidang Jampidsus Kejagung RI. Jabatan Aspidsus diisi oleh Anton Delianto sebelumnya Kajari Surabaya.

Kemudian, Aspidum Kejati Sumut Sugeng Riyanta dapat promosi jadi Kabag Reformasi Birokrasi pada Biro Perencanaan Jambin Kejagung RI dan digantikan oleh Arip Zahrulyani yang sebelumnya Kajari Sidoarjo.

Asbin yang selama ini dijabat oleh Plt sekarang dijabat oleh Sufari, yang sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat Pengamanan Pembangunan Infrastruktur Kawasan dan Sektor Strategis lainnya pada Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis Jamintel Kejagung.

Kajari Humbahas Martinus Hasibuan dapat promosi jadi Aspidum Kejati Riau, jabatan Kajari diisi oleh Anthony SH yang sebelumnya menjabai Kajari di Gunung Mas di Kuala Kurun. Kajari Langkat Muttaqin Harahap, dapat promosi jadi Asintel Kejati Banten dan digantikan oleh Mei Abeto Harahap sebelumnya Kajari Dompu.

Kajari Pematangsiantar yang belakangan ini kosong dijabat oleh Jurist Precisely, sebelumnya Kepala Subdirektorat Peredaran Barang Cetakan dan Media Komunikasi pada Direktorat Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan Jamintel Kejagung. Kajari Padang Lawas Utara Andri Kurniawan, dapat promosi jadi Kajari Demak, jabatan Kajari Paluta diisi oleh Hartam Edyanto, sebelumnya Kajari Bulukumba.

Kajari Padangsidimpuan Hendry Silitonga, jadi Kabag Penyusunan Program, Laporan dan Penilaian pada Sesjam Datun Kejagung RI digantikan oleh Jasmin Simanullang, sebelumnya Aswas di Kejati Kepri.

Kabag TU Kejati Sumut Raden Sudaryono, jadi Kajari Bone Bolango di Suwawa dan digantikan oleh Rahmad Isnaini sebelumnya Kasi Ipolhankam pada Asisten Bidan Intelijen Kejati Kalimantan Tengah. Kajari Asahan Aluwi, dapat promosi jadi Asdatun Kejati Banten digantikan oleh Dedyng Wibiyanto Atabay, yang sebelumnya Kajari Bantaeng.

Kajari Tanjungbalai Muhammad Amin, dapat promosi jadi Kajari Serdangbedagai, penggantinya Rufina Br Ginting, sebelumnya Koordinator pada Kejati Bengkulu. Kajari Serdangbedagai Donny Haryono Setyawan, dapat promosi jadi Aspidsus Kejati Jambi dan jabatan Donny digantikan oleh Muhammad Amin yang sebelumnya menjabat Kajari Tanjungbalai.

Kajari Gunung Sitoli Futin Helena Laoli, dapat promosi jadi Kajari Bangka di Sungai Liat dan digantikan oleh Damha, Koordinator pada Kejati Kalbar.

Kajari Mandailing Natal Taufiq Djalal, dapat promosi jadi Kajari Barru Sulawesi Selatan, jabatan Kajari Madina digantikan oleh Novan Hadian, yang sebelumnya Kajari Hulu Sungai Utara di Amuntai.

Koordinator Kejati Sumut Salman dapat promosi jadi Kajari Jayawijaya di Wamena dan penggantinya adalah Gunawan Wisnu Murdiyanto, sebelumnya Kasidik pada Asisten Bidang Pidsus Kejati DI Yogyakarta. (man/ila)

Dishub Medan Lakukan Penjaringan, Amankan 41 Jukir e-Parking Nakal

AMANKAN: Petugas Dishub Kota Medan mengamankan jurir e-Parking yang kedapatan menerima uang parkir secara tunai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dishub Medan bersama pihak kepolisian dari Polrestabes Kota Medan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap para juru parkir (jukir) e-Parking di 65 titik tersebut yang masih saja berani menerima retribusi parkir secara tunai.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis didampingi Kabid Parkir Nikmal Lubis mengatakan, pihaknya telah melakukan razia terhadap jukir e-Parking nakal sejak sepekan yang lalu, tepatnya sejak Senin, 7 Maret 2022.

Selama lebih dari sepekan itu, Dishub Medan bersama Polrestabes Medan telah berhasil mengamankan 41 Jukir e-Parking yang masih menerima retribusi parkir secara tunai. “Total sampai hari ini sudah ada 41 jukir e-Parking yang kita amankan, mereka masih kedapatan menerima retribusi parkir secara cash. Padahal jelas kita tekankan bahwa pada 65 titik e-Parking di Kota Medan, itu wajib cashless,” ucap Iswar kepada Sumut Pos, Selasa (15/3).

Dikatakan Iswar, hal itu harus dilakukan agar penerapan e-Parking betul-betul berjalan di Kota Medan. Dengan berjalannya e-Parking dengan baik, maka masyarakat pengguna jasa e-Parking dapat merasakan pelayanan parkir secara maksimal.

Tak cuma itu, dengan berjalannya e-Parking dengan baik, maka kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir juga dapat ditekan semaksimal mungkin. “Ke depan, kita akan terus melakukan pengawasan dan penindakan kepada para jukir e-Parking tersebut. Selain itu, kita juga telah meminta kepada pihak ketiga selaku pengelola e-Parking untuk memberikan pemahaman kepada para jukirnya agar tidak lagi berbuat curang dengan menerima retribusi parkir secara tunai,” pungkasnya.

Selain itu, Iswar juga mengingatkan kepada setiap masyarakat yang beraktivitas di Kota Medan untuk menyukseskan penerapan e-Parking dengan meningkatkan transaksi pembayaran retribusi e-Parking di Kota Medan. Pasalnya, Dishub Kota Medan memiliki program berhadiah bertajuk Gebyar Ramadan kepada masyarakat pengguna jasa e-Parking di Kota Medan.

Sebagai hadiah utama, Dishub Medan telah menyediakan satu unit sepeda motor kepada masyarakat penguna jasa e-Parking yang beruntung. “Tahun ini Dishub Medan memiliki program Gebyar Ramadan. Kita mengajak masyarakat untuk menyukseskan program e-Parking di Kota Medan dengan meningkatkan transaksi pembayaran parkir non tunai. Sebagai hadiah utama, satu unit sepeda motor telah kita siapkan untuk pengguna jasa e-Parking yang beruntung,” tuturnya.

Nantinya, kata Iswar, dalam setiap transaksi pembayaran parkir non tunai pada setiap titik e-Parking di Kota Medan, para pengguna jasa e-Parking akan mendapatkan bukti struk pembayaran dari juru parkir (jukir). Pada bukti pembayaran tersebut, terdapat nomor pembayaran yang akan menjadi nomor undian. “Setiap struk bukti pembayaran harap disimpan, karena nomor bukti pembayaran akan menjadi nomor undian. Bila beruntung, pemenang utama akan mendapatkan satu unit sepeda motor,” ujarnya.

Sesuai tema Gebyar Ramadan, pengundian akan dilakukan tepat di bulan Ramadan. Program ini telah dimulai sejak Senin (7/3) dan akan berlangsung sampai hari pengundian. Untuk itu, Iswar meminta masyarakat untuk turut menyukseskan program e-Parking di Kota Medan dengan tidak melakukan pembayaran parkir secara tunai pada titik-titik parkir di Kota Medan yang telah menetapkan sistem e-Parking.

“Bila ada jukir e-Parking yang mengarahkan untuk membayar retribusi secara tunai, jangan mau, langsung tolak saja. Dengan membayar secara tunai, pengguna jasa e-Parking tidak akan mendapatkan struk pembayaran. Artinya, pengguna jasa e-Parking kehilangan satu nomor undian,” tuturnya.

Tak cuma sepeda motor, Iswar juga memastikan akan ada hadiah hiburan lainnya bagi para pengguna jasa e-Parking yang beruntung.

Kemudian, Dishub Medan juga mengaku telah menyiapkan hadiah utama yang sama, yakni satu unit sepeda motor bagi jukir e-Parking terbaik. “Jadi nanti hadiah sepeda motornya ada dua. Satu untuk pengguna jasa parkir, dan satunya lagi untuk jukir e-Parking terbaik. Nantinya kita akan melakukan penilaian untuk jukir terbaik ini,” ujarnya. (map/ila)

Penuhi Ruang Terbuka Hijau, Pemko Medan Sudah Bebaskan 3 Hektare Lahan

BERSAMA: Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman foto bersama Kepala OPD Kota Medan dan lainnya dalam kegiatan sosialisasi Perda tentang rencana tata ruang.markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengklaim terus berkomitmen dalam memenuhi angka minimal jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Medan. Apalagi, komitmen terhadap pemenuhan RTH itu telah tercantum dalam salah satu misi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan tahun 2021-2026, yaitu Medan membangun dengan program unggulan revitalisasi penambahan taman dan hutan kota.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman, saat mewakili Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.1 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruangn

Wilayah (RTRW) Kota Medan tahun 2022-2024 di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (15/3).

Dikatakan Wiriya, sebagai bentuk keseriusan Pemko Medan dalam memenuhi RTH tersebut, Pemko Medan terus menambah lahan untuk dijadikan kawasan RTH. Bahkan dalam waktu dua tahun terakhir, Pemko Medan telah membebaskan lahan seluas 3 hektar untuk dijadikan kawasan RTH. “Dalam kurun waktu dua tahun ini Pemko Medan telah membebaskan lahan dengan fungsi ruang terbuka hijau seluas 3 hektar,” ucap Wiriya dalam kegiatan yang turut dihadiri para pimpinan OPD, Camat dan Lurah se-Kota Medan.

Untuk itu Wiriya berharap, Perda No.1 Tahun 2022 tentang RTRW Kota Medan dapat menjadi dokumen perencanaan spasial yang dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kota Medan. Salah satunya dalam memberikan kemudahan bagi investasi di kota Medan, namun tetap mempertahankan keberlangsungan lingkungan hidup melalui penyediaan ruang terbuka hijau.

“Rencana tata ruang ini harus betul-betul dipikirkan secara matang guna mendongkrang potensi investasi di Kota Medan. Oleh sebab itu saya berharap, seluruh peserta dapat mempedomani Perda Kota Medan ini sehingga pembangunan di kota Medan tidak terhambat,” ujarnya.

Dijelaskan Wiriya, berdasarkan Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, disebutkan bahwa RTH terdiri dari RTH Publik dan RTH Privat. Dalam UU ini diatur, luas RTH Publik paling sedikit 20 persen dari luas wilayah kota. Tentunya hal ini menjadi tantangan bagi Pemko Medan, mengingat laju urbanisasi Kota Medan merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia dan berdampak pada ketersediaan lahan perkotaan. Oleh karena itu, alokasi RTH telah diupayakan semaksimal mungkin dalam Perda No.1 Tahun 2022.

“Untuk itu kami terus mendorong perwujudannya melalui pembebasan lahan dan serah terima prasarana, sarana dan utilitas perumahan,” jelasnya.

Sebelumnya, Wiriya juga membacakan sambutan tertulis Wali Kota Medan Bobby Nasution tentang beberapa hal penting yang mendasari eksistensi Perda RTRW Kota Medan.

Pertama, Kota Medan dalam konstelasi regional memiliki fungsi strategis mulai dari penetapan sebagai pusat kegiatan nasional dalam rencana tata ruang wilayah nasional hingga sebagai pusat kegiatan di kawasan perkotaan inti dalam rencana tata ruang kawasan perkotaan Mebidangro.

Selain itu juga, isu penataan ruang di Kota Medan selama ini memiliki tendensi, yakni terjadinya ketimpangan wilayah utara dan selatan yang dibuktikan dari analisis densitas pusat pelayanan yang cenderung berada di pusat kota. “Padahal secara keruangan, kawasan utara memiliki potensi untuk dikembangkan dengan lebih baik,” sebutnya dalam kegiatan yang turut menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Kasubdit Perencanaan Tata Ruang, Direktorat Pembinaan Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I, perwakilan Kementerian ATR/BPN Nuki Hariati, Kasi Pengaturan dan Pembinaan Tata Ruang Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Penataan Ruang Provinsi Sumut Nerita Hyrumape, dan Kepala Bappeda Kota Medan Benny Iskandar.

Potensi tersebut, lanjut Wiriya, didukung dengan adanya ketersediaan lahan yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan pusat kota. Selain itu, di keberadaan Pelabuhan di kawasan utara juga memudahkan sistem logistik dan potensi untuk dikembangkan menjadi Waterfront City.

“Hal ini lah yang menjadi latar belakang dilakukannya revisi terhadap Perda rencana tata ruang terdahulu. Apalagi ini juga sejalan dengan implikasi undang-undang cipta kerja pada aspek penataan ruang, dimana penataan ruang merupakan langkah strategis Pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan investasi dan penciptaan lapangan kerja,” pungkasnya. (map/ila)

Pemkab Dairi & Universitas Nomensen Gelar Olimpiade

SAMBUTAN. Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu sampaikan sambutan saat pembukaan olimpiade tingkat SMA/SMK dan Madrasah hasil kerjasama dengan Universitas HKBP Nomensen Medan di SMKN 1 Sidikalang.SUMUTPOS.CO/Komimfo Dairi.

DAIRI,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi bekerjasama dengan Universitas HKBP Nomensen, gelar kegiatan olimpiade tes potensi skolastik dan akademik tingkat SMA, SMK dan Madrasah, Selasa ( 15/3/2022).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop mengatakan, olimpiade berlangsung di SMKN 1 Sidikalang, memperebutkan piala Bupati Dairi.

Iswan mengatakan, bagi para juara akan gratis uang kulaih selama 1 tahun di Universitas HKBP Nomensen. Lanjut Iswan, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dalam sambutannya mengatakan, olimpiade ini sangat penting khususnya pelajar kelas XII yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.

Kegiatan juga mewujudkan Dairi Cerdas seperti visi misi Pemkab Dairi dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang Unggul. Ditambaahkan Eddy, olimpiade tes potensi skolastik, bentuk evaluasi.

Dengan harapan, dapat memiliki critical thinking dalam diri pelajar sebagai generasi milenial, seraya menyampaikan apresiasi kepada Universitas HKBP Nomensen sudah melaksanakan kegiatan dimaksud.

Rektor Universitas HKBP Nomensen, Dr Haposan Siallagan mengatakan, Dairi gudangngnya SDM hebat. Sebanyak 30% dosen Universitas HKBP Nomensen, putera/puteri dari Dairi. Kehadiran kami, untuk memotivasi anak Dairi agar mampu jadi pemipin sukses dimasa mendatang, ucapnya.

Berikut nama pemenang olimpiade dimaksud, untuk jurusan IPA, juara 1, Debora Sihombing, juara 2, Bernarda Sinurat dan juara 3, Cika Kudadiri ketigannya pelajar SMAN 1 Sidikalang.

Sementara untuk jurusan IPS, juara 1Putri Yuni Damanik, juara 2, Audina dan juara 3, Yogi Kudadiri, ketigannya pelajar dari SMKN 1 Sidikalang.

Universitas HKBP Nomensen Medan, memberikan kesempatan kepada 30 orang masing-masing dari jurusan IPA dan IPS yang masuk 30 besar dalam olimpiade tersebut, ujar Iswan Togatorop. Hadir Kepala Dinas Pendidikan Dairi, Fatimah Boangmanalu. (rud).

Sejumlah Program Jalan Ditempat, Wali Kota Medan Diminta Evaluasi Kadinkes

Haris Kelana Damanik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan menilai, kinerja Kadis Kesehatan Kota Medan dr Taufiq Ririansyah, masih terbilang lamban. Bahkan sejumlah program peningkatan pelayanan kesehatan jalan di tempat. Karena, Wali Kota Medan Bobby Nasution diminta untuk mengevaluasi jabatan Taufiq Ririansyah.

Anggota Komisi II DPRD Medan, Haris Kelana Damanik mencontohkan, Kadis Kesehatan Kota Medan yang baru saja dilantik pada akhir Desember 2021 lalu itu, dinilai belum mampu meningkatkan penanganan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Medan. “Soal penyakit DBD, tetap selalu terlambat penanganannya. Kami melihat, Dinkes melakukan tindakan fogging setelah terdapat kasus. Padahal sepatutnya dilakukan pencegahan sebelum ada yang terkena DBD,” ucap Anggota Komisi II DPRD Medan, Haris Kelana Damanik, Selasa (15/3).

Dikatakan Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan itu, Dinkes Kota Medan juga belum melakukan peningkatan pelayanan pada puskesmas-puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Kota Medan secara signifikan.”Program di Dinkes Medan terkesan jalan di tempat, minimnya penyuluhan dan sosialisasi tidak transparan, Bahkan, sejumlah program seperti digitalisasi belum ada tanda-tanda pelaksanaan,” ujarnya.

Untuk itu, Haris meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk kembali mempertimbangkan jabatan Kadis Kesehatan yang diberikannya kepada Taufik.”Bila kinerja Kadis masih saja seperti ini, sepatutnya Wali Kota Medan mempertimbangkan jabatan Taufiq Ririansyah,” kata Haris.

Bahkan saat membacakan Hasil Laporan Reses Anggota DPRD Medan pada Senin (14/3) lalu, Haris juga menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan tidak ada melakukan peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu, balita dan lansia pada Posyandu maupun Puskesmas, begitu juga soal pelayanan Jampersal bagi warga masih minim. Bahkan, sosialisasi untuk pelaksanaan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Covid-19 juga dinilai tidak maksimal.

“Kita minta kepada Kadis terkait supaya hal di atas menjadi perhatian serius. Dinkes harus melakukan peningkatan pelayanan di Puskesmas demi kepentingan umum,” sebut Haris seraya menyebutkan bahwa DPRD akan memanggil Kepala Dinas Kota Medan untuk rapat evaluasi triwulan.

Sebelum saat membacakan Hasil Laporan Resesnya, Haris juga meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemko Medan mampu berkreasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Untuk itu, Haris menyarankan agar Pemko Medan melalui BAPPEDA supaya menjalin komunikasi dengan segenap stakeholder sehingga efisien dan memperoleh hasil positif demi kemajuan kota Medan.

“Kami berharap, pelaksanaan reses dapat diakomodir Pemko Medan dengan skala prioritas. Program yang menjadi kebutuhan utama warga demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Medan harus cepat terealisasi,” tuturnya.

Pada kesempatan itu juga, Haris menyampaikan hasil capain dari pelaksanaan reses. Ia menjelaskan bahwa saat ini warga Kota Medan sangat membutuhkan perbaikan dan peningkatan infrastruktur, kebersihan, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial. “Dan yang paling utama, kepada Polri, TNI dan Badan Narkotika Nasional (BNN), supaya dapat membentuk Satgas anti Narkoba dan perjudian di Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

 

 

Derma Express Hadir di Medan, Perawatan Diri Terbaik dengan Harga Terjangkau

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Derma Express, klinik estetik kini hadir di Kota Medan, tepat di jalan sayap di Jalan Tengku Amir Hamzah nomor 35 A, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. Derma Express berikan pelayanan terbaik dengan pelayanan dokter berstandar internasional.

Managing Director of Derma Express, dr Stiven Eli menjelaskan klinik estetik yang dibuka di Kota Medan merupakan Cabang Derma Express ke- 6 yang ada disejumlah daerah di Indonesia. Derma Express ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Medan dan sekitarnya dalam perawatan diri agar dapat tampil sempurna.

Stiven mengungkapkan pandemi COVID-19 ini, memberikan tantangan bagi Derma Express untuk mengembangkan sayap usaha. Dimana, masa pandemi ini pelayanan dengan menerapkan Protokol kesehatan dengan ketat.

“Derma Express ini buka sejak di masa pandemi. Angka pasien meningkat, angka-angka rekor tembus di masa pandemi,” sebut Stiven kepada wartawan di Kota Medan, Rabu (16/3) siang.

Stiven menjelaskan bahwa Kota Medan sangat potensial mengembangkan usaha. Karena, masyarakatnya sudah sangat peduli dengan penampilan fisik yang baik dan cantik.

*Kota Medan sangat potensial dan kota terbesar di Indonesia, banyak masyarakat tertarik dengan penampilan fisik, terutama di bagian wajah,” ucap Stiven.

Derma Express hadir dengan berbagai perawatan atau treatment skin mulai dari treatment facial, mesoline, laser, rejuvenation, hingga treatment contour wajah seperti botox, filler dan tarik benang menggunakan benang perfect lift yang sudah mendapatkan izin Departemen Kesehatan (Depkes). Yang mana, dapat mengencangkan kulit kendur dan meremajakan kulit serta merangsang produksi kolagen dengan daya tahan hingga 2 tahun dan tanpa rasa sakit.

“Membedakan kita sama yang lain, klinik sama dengan (pelayanan) klinik premium. Tapi, harga lebih jauh (terjangkau),” sebut Stiven.

Di tahun 2021, Derma Express mendapatkan Award of Appreciation, untuk nominasi Top 3 Pluryal Mesoline User. Treatment baru dari Derma Express yaitu Fabulous Forehead Ultra turut dikenalkan pada kesempatan ini. Treatment contour wajah ini memberikan manfaat untuk dahi yaitu memudarkan kerutan dan menjadikan dahi tampak glowing.

Stiven mengatakan bahwa Derma Express konsisten dalam memberikan treatment aman yang terjangkau dan juga berkualitas untuk semua lapisan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa penampilan fisik memiliki pengaruh yang cukup tinggi dalam standar hidup seseorang, maka kami hadir untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dengan berbagai treatment dan skincare yang telah bersertifikasi BPOM yang aman untuk berbagai jenis kulit” jelas dokter Stiven.

Klinik Derma Express Medan hadir dengan nuansa fresh, modern, dan unik yang memberikan kesan menarik untuk para DexPeople. Tidak hanya itu, para pengunjung juga dapat menikmati promo cashback 50% untuk semua jenis treatment selama 1 bulan dan juga DexPeople dapat merasakan sensasi bermain di Glowing Arcade yang ada di klinik Medan.

Dokter Winda Windata yang merupakan Head Dokter Derma Express Medan berharap dengan adanya pembukaan cabang di Medan ini, Derma Express dapat memenuhi kebutuhan DexPeople.

“Saya bersama tim dokter Derma Express tentunya memiliki harapan untuk dapat menjawab kebutuhan DexPeople agar dapat memiliki kulit yang sehat dan wajah yang proposional,” sebut Winda.(gus)