Home Blog Page 2692

Jika Terjadi Pungli Segera Lapor Dinas Koperasi, Bobby Beri Perlindungan Keamanan UMKM

TINJAU: Bobby Nasution saat mengunjungi stan salah satu produk UMKM.

MEDAN, SUMUTPOS – Menjelang hari raya Idul Fitri banyak ditemukan pihak ataupun oknum yang melakukan sejumlah permintaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menyikapi adanya indikasi modus pungutan berkedok THR yang dilakukan oleh oknum ormas, aparat, dan pegawai pemerintahan terhadap pelaku UMKM, Wali Kota Medan Bobby Nasution  menegaskan, bahwa pelaku UMKM jangan ragu melaporkan permintaan oleh oknum berkedok tunjangan hari raya (THR) kepada Pemko Medan dan pihak aparat kepolisian.

“Saya telah mengimbau kepada pelaku UMKM agar jangan ragu untuk segera melaporkan jika ditemukan indikasi modus pungutan berkedok THR kepada Pemko Medan dan aparat kepolisian. Selain itu jangan memberikan apapun kepada pihak atau oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Artinya Pemko Medan membuka ruang bagi UMKM untuk melaporkan Pungli Jelang Lebaran ,” Kata Bobby Nasution baru -baru ini.

Menurut Bobby Nasution, modus seperti itu sering muncul ketika mendekati lebaran maupun hari raya keagamaan. Tentunya perbuatan tersebut sangat meresahkan pelaku UMKM yang sedang bangkit akibat Pandemi Covid-19 yang melanda beberapa tahun belakangan ini. Oleh karenanya sebagai wujud jaminan keamanan terhadap UMKM Pemko Medan berkeinginan menghilangkan kebiasaan tersebut.

Tindakan tegas yang dilakukan Bobby Nasution ini merupakan bentuk keberpihakan menantu Presiden Jokowi dalam keamanan UMKM. Selain itu juga guna menghilangkan tradisi yang tidak baik di masyarakat.

“Saya tegaskan bahwa Pemko Medan bersama pihak aparatur termasuk TNI/Polri, dan kejaksaan secara bersama-sama ingin menghilangkan kebiasaan yang tidak baik di masyarakat tersebut. Artinya modus pungutan berkedok THR harus hilang dan tidak terjadi lagi di Kota Medan,” sebut Bobby Nasution.

Menindaklanjuti kebijakan Bobby Nasution, Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan telah membuka ruang seluas- luasnya bagi pelaku UMKM yang ingin melaporkan tindakan pungutan berkedok THR. Dijelaskan Kadis Koperasi dan UKM Benny Iskandar bahwa pihaknya telah menegaskan kepada seluruh jajarannya agar tidak melakukan tindakan tersebut.

“Kita telah membuka ruang kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM agar dapat melaporkan jika ditemukan tindakan pungutan berkedok THR ke Media Sosial khususnya Instagram Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan (diskopukmmedan),”jelas Benny Iskandar.

Benny Iskandar juga menambahkan, jika ditemukan jajarannya yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut, bagi ASN akan dilaporkan kepada Inspektorat dan bagi PHL akan langsung diberhentikan. “Kita akan tindak tegas jika ditemukan jajaran Dinas Koperasi dan UKM yang melakukan tindakan pungutan berkedok THR, Bagi ASN kita lapor Inspektorat dan PHL kita berhentikan. Sebab tindakan ini sudah sangat dilarang Pak Wali Kota,” Tegasnya.(map/han)

 

Nyatakan Muralitas, DPD Demokrat Sumut Gelar Lomba Mural Jelang Pelantikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat Sumatera Utara 2022 – 2027, partai berlambang mercy menyelenggarakan lomba mural yang bertajuk ‘nyatakan muralitas politikmu’, di Sekretariat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesia (BMI) Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (9/5/2022).

Ketua Panitia Lomba Mural, Ibrahim Marpaung menjelaskan, lomba ini dilakukan sebagai langkah memberikan wadah kepada pelukis dalam berkreasi. “Ini adalah cara kita bagaimana mengembangkan bakat maupun kreativitas anak anak muda kita di Sumatera Utara,” ujar Ibrahim.

Lomba ini, sambung Ibrahim, juga bertujuan untuk melihat, bagaimana politik di Sumut yang dituangkan dalam sebuah karya mural. “Untuk peserta sendiri ada sebanyak 30 orang, baik dari Kota Medan, Nias Selatan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, tapi kebanyakan dari Medan,” jelasnya.

Di lomba ini, urainya, peserta diberikan kebebasan dalam berkarya yang meliputi ekonomi, sosial, maupun politik di Sumatera Utara. Bahkan, kata Ibrahim, Ketua Demokrat Sumut, Lokot Nasution sempat menyambangi Sekretariat BMI Sumut untuk memberikan semangat kepada peserta lomba.

“Untuk juri sendiri itu dari DPD Demokrat Sumut. Jadi, sebagaimana yang disampaikan Ketua Demokrat Sumut Abangda Lokot Nasution, lomba mural ini bertujuan dan ingin menyampaikan, di Sumut ini bukan hanya ada musisi saja, tapi seni lukis seperti mural ini juga ada. Jadi tidak hanya ada Judika saja, tapi pelukis juga ada di kota ini,” tambahnya.

Batara Wisnu dan Tameng Demokrat
Bicara tentang wayang Jawa Tengah, sebagian orang mungkin akan teringat Pandawa dan Punakawan. Selain tokoh-tokoh tersebut, ada tokoh lain yang nggak kalah hebat dari mereka yaitu Batara Wisnu.

Batara Wisnu adalah anak dari Sang Hyang Manikmaya dan Dewi Umayi. Sebagai anak raja Tribuana, Batara Wisnu bukanlah putra mahkota satu-satunya. Dia memiliki lima saudara, yaitu Batara Sambo, Batara Brahma, Batara Indra, Batara Bayu, dan Batara Kala. Fisiknya yang hitam menjadi simbol keabadian. Dalam mitologi Jawa, Batara Wisnu juga menjadi Dewa Keadilan dan Kesejahteraan.

Sebagai dewa, Batara Wisnu beberapa kali memerangi musuhnya dengan menjelma sebagai sosok lain. Ketika berhadapan dengan raksasa Hargragiwa yang mencuri kitab Weda, dia menjelma sebagai Matswa (ikan). Ketika berhadapan dengan Prabu Hiranyakasipu, dia menjadi Narasingha (manusia berkepala harimau).

Cerita ini pula yang menginspirasi Herdi, salah seorang pemural untuk menuangkan idenya dalam seni lukis. “Konsep yang saya buat adalah Batara Wisnu. Dia adalah tokoh pewayangan yang memiliki kesaktian,” ujar Herdi.

Herdi juga menerangkan, sosok Wisnu ini adalah sosok tokoh yang membela kebenaran dan melindungi rakyatnya. “Di sini saya buat tameng dengan logo Demokrat yang dipegang Wisnu. Kesimpulannya, Demokrat inilah yang menjadi tameng Wisnu untuk melindungi masyarakat dan negaranya,” urainya. (adz)

Polres Karo Tangkap Dua Tersangka Pelaku Pembunuhan

PAPARKAN: Unit Tekab Satuan Reskrim Polres Tanah Karo dipimpin Kanit Resum Ipda Muh Ammar R Prajamanggala STrK, memaparkan dua tersangka pelaku pembunuhan di Mapolres Karo, Jumat (6/5)

KARO, SUMUTPOS -Unit Tekab Satuan Reskrim Polres Tanahkaro dipimpin Kanit Resum IPDA Muh. Ammar R. Prajamanggala STrK menangkap 2 tersangka pelaku pembunuhan di Depan Panglong Raya Jalan Bambu Runcing Kelurahan Padangmas Kabanjahe. Tersangka ditangka di sebuah rumah di Gang Kesehatan Kelurahan Padangmas Kabanjahe Kabupaten Karo, Jumat(6/5) pukul 07.00 WIB,

Kedua tersangkanya, BS(44), Warga Jalan Wagimin Gang Tambak Kelurahan Padangmas Kabanjahe Kabupaten Karo dan CM(31), warga Gang Kesehatan Kelurahan Padangmas Kabanjahe, Karo.

Kapolres Tanahkaro AKBP Ronny Nicolas Sidabutar SH SiK melalu Kasi Humas Iptu M Sahril menjelaskan, kedua tersangka diduga kuat telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian korban Rizal Rahman (32), warga Jalan Samura Gang Bersama Desa Samura Kabanjahe, Karo, Kamis (5/5) sekira pukul 22.30 WIB. Pelaku saat itu menganiaya korban di JL. Bambu Runcing Keluarahan Padangmas Kabanjahe, Karo.

Menurut keterangan saksi, Aprianta Tarigan(20) dan Ateng Ginting(35), korban datang ke Golden Billiyard di dekat lokasi kejadian dengan keadaan sudah berlumuran darah di bagian bahu sebelah kanan.

Melihat hal tersebut saksi kemudian langsung melarikan korban ke RS Umum Kabanjahe dan menghubungi Polres Tanah Karo. Dalam penanganan RS Umum Kabanjahe korban tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Menerima informasi tersebut, Tim Tekab Satreskrim dipimpin Kanit Resum langsung melalukan penyelidikan.

Berdasarkan hasil CCTV di Panglong Raya, tim berhasil mengantongi identitas kedua pelaku.

Lebih kurang 8 jam setelah kejadian, pada hari Jumat (6/5) pukul 07.00 WIB, tim menangkap BS di Depan Panglong Raya Jalan Bambu Runcing Kelurahan Padangmas Kabanjahe dan dilakukan pengembangan terhadap pelaku yang lain dan berhasil ditangkap CM, di sebuah rumah di Gang kesehatan Kelurahan Padangmas Kabanjahe Kabupaten Karo.

Turut juga disita alat yang digunakan pelaku untuk melakukan penganiayaan korban berupa 1 buah sepeda motor honda supra warna hitam tanpa Nopol warna hitam dan sebilah pisau warna putih gagang besi dengan panjang keseluruhan 25 Cm yangg terdapat bercak darah.

Peran keduanya adalah, BS yang melalukan penusukan terhadap korban sebanyak 2 kali ke arah bahu dan punggung sebelah kanan korban sedangkan CM yang mengendarai sepeda motor.

Dari keterangan pelaku, antara pelaku dan korban, ada memiliki permasalahan dan dendam dikarenakan sebelumnya korban pernah menggelapkan sepeda motor pelaku yang belum dikembalikan sampai saat ini.

Saat ini kedua pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Tanah Karo untuk proses penyidikan lebih lanjut dalam Laporan Polisi Nomor:LP/B/360/V/202 / SPKT/POLRES  KARO / POLDA SUMATERA UTARA, yang dilaporkan langsung oleh keluarga korban atas nama Misni Kumala. (deo/tri/azw)

PSDS Undang 20 Pemain Persiapan Menghadapi Liga 2 Musim 2022

Logo PSDS

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS – Tim promosi Liga 2 dari Sumatera Utara, PSDS Deliserdang juga akan memulai persiapan menghadapi Liga 2 musim 2022 di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Rabu (11/5) besok. Traktor Kuning akan menggelar seleksi yang diikuti seluruh pemain lama dan 20 pemain baru.

“Kita mulai latihan pada 11 Mei 2022. Latihan sekaligus seleksi itu akan dipantau langsung olrh Pelatih Syahrial Effendi dan Asisten Imam Faisal,” kata Manajer PSDS, Herman Sagita, Minggu (8/5).

Disebutkan, semua pemain PSDS yang bermain di Liga 3 diundang untuk ikut latihan. Namun, bukan otomatis langsung ikut bermain di Liga 2.

“Semua peman kemarin kita undang. Kemudian ada juga pemain baru sebanyak 20 orang. Diseleksi semuanya seiring waktu berjalan sambil latihan,” terang Herman.

Saat latihan nanti akan digelar seleksi berjalan. Pemain yang tidak bisa, maka akan langsung dikeluarkan. Tetapi bila pemain tetap bertahan hingga lolos seleksi, maka langsung dikontrak oleh managemen PSDS.

“Dalam seleksi ini tidak ada intervensi. Walau ada pemain PSDS yang ikut berjuang meloloskan ke Liga 2 namun bila tidak bisa dipakai, maka managemen dan pelatih tidak akan segan-segan untuk mengeluarkan,” tegasnya.

Sedangkan untuk 20 pemain baru yang diundang, merupakan berasal dari Pulau Sumatera. Pemain lokal akan diberdayakan semaksimal mungkin agar mampu ikut bersaing di Liga 2 nantinya.

“Tahap awal adalah 20 pemain. Jika nanti diperlukan, maka kita akan mengundang pemain lainnya. Kita juga melakukan lobi-lobi terhadap pemain lain saat seleksi berjalan,” sebutnya.

Target PSDS pada Liga 2 musim ini sepertinya tidak muluk-muluk. Sebagai tim promosi, mereka hanya berharap bisa bertahan.(btr/dek)

Seleksi Tertutup Pemain PSMS

SATU-SATUNYA: Legimin Raharjo (kanan) bakal menjadi satu-satunya asisten pelatih di PSMS yang berasal dari Medan.

MEDAN, SUMUTPOS – PSMS Medan bakal memulai persiapan menghadapi Liga 2 musim 2022 pada Rabu (11/5) besok. Persiapan diawali dengan seleksi tertutup bagi pemain yang diundang manajemen tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

MENURUT Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang, seleksi tertutup tersebut akan diikuti sekitar 30 pemain. Mereka merupakan pemain yang tampil pada Liga 3 musim lalu.

“Jadi pemain yang akan mengikuti seleksi tertutup ini adalah mereka yang kita undang. Ada sekitar 30 pemain yang kita undang. Mereka merupakan pemain yang musim lalu tampil di Liga 3. Ada yang dari Sumut dan ada juga dari luar Sumut,” ujar Mulyadi Simatupang kepada Sumut Pos, kemarin.

Mulyadi menambahkan, para pemain itu akan menjalani trial beberapa hari di Stadion Kebun Bunga. Trial tersebut akan dipantau langsung oleh Pelatih Kepala PSMS, I Putu Gede didampingi para asisten pelatih seperti Legimin Raharjo.

“Jadi seleksi itu akan dipantau langsung oleh Putu Gede. Beberapa pemain yang potensial akan langsung dikontrak,” ungkapnya.

Saat seleksi berjalan, beberapa pemain profesional yang sebelumnya sudah dilobi juga akan bergabung secara bertahap. Mulyadi memprediksi, pemain yang sudah deal akan berdatangan mulai 16 Mei mendatang.

Mulyadi menyabutkan, manajemen PSMS berencana mempertahankan sekitar 10 pemain musim lalu. Namun dia masih enggen menyebutkan nama-nama pemain tersebut.  Selain itu, manajemen juga akan melakukan negoisasi dengan pemain yang direkomendasikan pelatih.

“Jadi musim ini akan ada tiga cara perekrutan pemain yang dilakukan. Pertama melalui seleksi tertutup untuk pemain Liga 3. Kemudian dengan mempertahankan 10 pemain musim lalu. Terakhir berdasarkan rekomendasi pelatih,” jelasnya.

Untuk mantan pemain PSMS musim lalu, Mulyadi mengaku telah melakukan diskusi dengan I Putu Gede. Pelatih kelahiran Bali ini menyebutkan setuju untuk mempertahankan sekitar 10 pemain.

“Untuk 10 pemain musim lalu, juga sesuai dengan rekomendasi pelatih. Memang ada pemain yang gagal kita datangkan kembali, karena dia dikontrak tim Liga 1,” tambahnya.

Untuk pemain eks Liga 3, PSMS berencana mengontrak tiga hingga lima pemain. Sedangkan pemain yang berdasarkan rekomendasi pelatih akan ditentukan sesuai kebutuhan tim.

“Ada beberapa pemain yang sudah deal. Mereka akan segera bergabung ke Kebun Bunga. Mungkin mulai tanggal 16 nanti, mereka akan berdatangan ke Kebun Bunga,” tandasnya.

Manajemen sendiri sangat setuju dengan program I Putu Gede. Putu Gede lebih mengedepankan kerja sama dari pada individu. Untuk itu, dia tidak suka dengan pemain yang merasa bintang.

“Untuk itu, kemampuan para pemain PSMS musim ini akan merata. Pelatih juga sangat setuju dengan seleksi tertutup ini, karena merupakan kesempatan untuk mendapatkan pemain muda,” tegasnya.

I Putu Gede sendiri telah resmi menjadi pelatih PSMS musim ini. I Putu Gede sendiri akan membawa asisten pelatih kiper, fisik, dan analisis. Sedangkan asisten pelatih dari Medan adalah Legimin Raharjo. (dek)

Sumut Waspadai Hepatitis Akut Misterius, Jaga Kesehatan Saluran Napas dan Cerna

MEDAN, SUMUTPOS – Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mengakui, tengah mewaspadai adanya temuan kasus hepatitis akut misterius yang tidak diketahui etiologinya, (acute hepatitis of unknown aetiology), masuk atau turut ditemukan di provinsi ini.

Kepala Dinkes Sumut, drg Ismail Lubis mengatakan, hal ini menyusul setelah keluarnya Surat Edaran (SE) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI No: HK.02.02/C/2515/2022 tertanggal 27 April 2022, terkait kewaspadaannya, setelah sejumlah kasusnya ditemukan di berbagai negara.
“Ya, sesuai SE kami tindak lanjuti,” ungkap Ismail, Minggu (8/5).

Ismail juga menjelaskan, berdasarkan SE tersebut, WHO disebutkan telah menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya (Britania Raya) mengenai 10 kasus hepatitis akut misterius ini terhadap anak-anak usia 11 bulan hingga 5 tahun di Skotlandia Tengah, pada periode Januari sampai Maret 2022.

Bahkan, sejak secara resmi dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO pada 15 April 2022, jumlah laporannya terus bertambah. Terhitung per 21 April 2022, tercatat sebanyak 169 kasus yang dilaporkan di 12 negara, yakni Inggris 114 kasus, Spanyol (13), Israel (12), Amerika Serikat (9), Denmark (6), Irlandia (5), Belanda (4), Italia (4), Norwegia (2), Prancis (2), Romania (1), dan Belgia (1).
Menurut Ismail, kisaran kasus terjadi pada anak usia satu bulan sampai dengan 16 tahun. Dari 17 anak di antaranya, atau 10 persen, memerlukan transplantasi hati, dan satu kasus dilaporkan meninggal.
“Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare, dan muntah-muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam,” tuturnya.

Dia pun mengatakan, penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D, dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.
“Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41. SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus,” beber Ismail.

Ismail menyatakan, SE ini dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, SDM kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait, akan kewaspadaan dini penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya. Sehubungan dengan itu, di antaranya perlu dilakukan pemantauan perkembangan kasus sindrom jaundice akut di tingkat daerah, nasional, dan global terkait kasusnya.

Selanjutnya, memantau penemuan kasus sesuai definisi berdasarkan WHO, yakni konfirmasi (saat ini belum diketahui), probabel (seseorang dengan hepatitis akut/virus non-hepatitis A, B, C, D, E dengan AST atau ALT lebih dari 500 IU/L, berusia kurang dari 16 tahun sejak 1 Januari 2022), dan Epi-linked (seseorang dengan hepatitis akut/virus non-hepatitis A, B, C, D, E dari segala usia yang memiliki hubungan epidemiologis dengan kasus yang dikonfirmasi sejak 1 Januari 2022).

Kemudian, meminta dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memantau dan melaporkan kasus sindrom jaundice akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak. Memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Berikutnya, menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom jaundice. Menindaklanjuti laporan kasus dari Fasyankes dengan melakukan investigasi untuk mencari kasus tambahan.
Selain itu, meminta Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk meningkatkan pengawasan terhadap penumpang dan kru, alat angkut, barang bawaan, vektor, dan lingkungan pelabuhan dan bandara, terutama yang berasal dari negara terjangkit saat ini. Kemudian, meningkatkan upaya promosi kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah pintu masuk negara (bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas darat negara), serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Kepada masyarakat, jika anak ditemukan dengan gejala kuning pada sklera mata dan kulit, mencret, muntah, dan lain-lain, segera bawa ke fasilitas kesehatan (faskes), baik Puskesmas, rumah sakit, bidan, atau klinik,” harap Ismail.
Sementara terhadap fasilitas kesehatan, sambung Ismail, kepada faskes agar dalam 1×24 jam memberikan laporan jika menemukan kasusnya. Karena sesuai laporan WHO, KLB di Indonesia sudah ditemukan 3 kasus, meski ketiganya bukan berasal dari Sumut.
“Untuk Sumut sampai saat ini kasusnya belum ada,” bebernya.

Meski begitu, dia mengajak agar masyarakat khususnya kepada para orang tua untuk mencegah supaya anak tidak tertular hepatitis akut misterius yang tidak diketahui etiologinya. Hepatitis akut ini diketahui dapat dicegah tertular kepada anak dengan cara menjaga saluran cerna dan saluran napas.
“Untuk saluran cerna, dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan dengan orang lain, hindari kontak dengan orang sakit serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Sedangkan mencegah penularan dari saluran napas dengan cara mengurangi mobilitas, menggunakan masker jika bepergian, jaga jarak dengan orang lain serta hindari keramaian dan kerumunan,” jelas Ismail.

Ismail membeberkan, gejala awal hepatitis akut berat yang menyerang anak usia satu bulan hingga 16 tahun, umumnya antara lain mual, muntah, diare berat, dan demam ringan. Kemudian, setelah gejala awal, ciri-ciri gejala lanjutnya adalah air kencing berwarna pekat seperti teh, dan buang air besar berwarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah, kejang, dan kesadaran menurun.
“Langkah awal untuk penanganan hepatitis akut misterius ini dengan mewaspadai gejala awal. Jika muncul gejala awal, jangan panik dan segera bawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat, untuk mendapatkan pertolongan lanjutan,” imbaunya.
Jangan menunggu gejala lanjutan seperti kulit dan mata kuning agar tidak terlambat. Apabila terjadi penurunan kesadaran, segera bawa pasien ke rumah sakit dengan fasilitas ICU anak.
“Apapun penyakitnya, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah pencegahannya,” tegas Ismail lagi.
Seperti diketahui, sebanyak 3 orang anak di Indonesia meninggal dunia dengan dugaan mengidap hepatitis akut misterius dalam kurun waktu 2 pekan terakhir, hingga Sabtu (30/5), di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang, dan penurunan kesadaran. (ris/saz)

Pasar Mitra Tani Diresmikan, Buat Harga Bahan Pokok Terjangkau

KUNJUNGI: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, dan Dirjen PSP Kementan Ali Jamil, saat meninjau peresmian Pasar Mitra Tani di Lapangan Sejati Pratama, Pangkalan Masyhur, Medan Johor, belum lama ini

MEDAN, SUMUTPOS -Bersama Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, dan unsur Forkopimda Sumut, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau pelaksanaan Pasar Mitra Tani yang digelar di Lapangan Sejati Pratama, Pangkalan Masyhur, Medan Johor, belum lama ini.

Pelaksanaan Pasar Mitra Tani ini, merupakan hasil kerja sama antara Ditjen PSP Kementan dengan Pemprov Sumut dan Pemko Medan. Selain kebutuhan pokok, di Pasar Mitra Tani ini juga dijual hasil-hasil pertanian.

Adapun tujuan dari pelaksanaan Pasar Mitra Tani ini, untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok masyarakat dalam kondisi yang aman, terutama menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah. Harga jual di Pasar Mitra Tani ini, di bawah harga pasar. Beberapa barang yang dijual di bawah harga pasar antara lain beras 10 kilogram dijual seharga Rp95 ribu, dan telur Rp1.250 per butir.

Diharapkan Pasar Mitra Tani yang merupakan satu bentuk perhatian dari pemerintah ataupun negara ini, dapat mendekatkan lagi bahan pokok ini kepada masyarakat, sehingga masyarakat mudah untuk menjangkaunya.

Peresmian Pasar Mitra Tani ini dilakukan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, ditandai dengan pengguntingan pita. Selanjutnya, bersama Dirjen PSP Kementan Ali Jamil, dan Bobby, Edy mendatangi setiap stand. Mereka memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga barang di pasar tersebut.

Dalam acara peresmian ini, Dirjen PSP Kementan Ali Jamil, Edy, Bobby, dan unsur Forkopimda Sumut, juga menyerahkan tali asih kepada anak yatim, orang tua jompo, serta kaum duafa. (map/saz)

Kejatisu dan Poldasu Diharapkan Selidiki Jasa Insentif Tenaga Medis RSUD Dolok Sanggul 

RSUD Dolok sanggul.

HUMBAHAS, SUMUTPOS – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) diminta untuk menyelidiki dugaan pencucian uang jasa medis di RSUD Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang kini menjadi sorotan masyarakat.

Permintaan itu disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum untuk Transparansi Anggaran (Futra), Oktavianus Rumahorbo kepada sejumlah wartawan, Minggu (8/5).

Oktavianus mengatakan, terkait isi narasi pemberitaan salah satu media elektronik yang belum lama ini, lengkap dengan narasumbernya yang menegaskan adanya dugaan pencucian uang klaim jasa medis Covid-19 senilai Rp9 miliar.

Sebab, menurut dia, hal itu dapat diduga ada kolusi korupsi dan nepotismenya. Oleh karena itu, hal tersebut perlu diungkap dari hasil penyelidikan yang dilakukan kejaksaan ataupun kepolisian.

“Kita meminta Kejatisu, dan Poldasu untuk melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas dugaan pencucian uang klaim jasa tenaga medis di rumah sakit Dolok Sanggul milik Pemerintah Humbahas,” pinta Oktavianus.

Lebih lanjut Oktavianus mengatakan, jika perlu dugaan ini masuk ke ranah hukum. Agar, kasus ini tidak terulang kembali di Kabupaten Humbahas.

Dan ia pun percaya kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang baru Idianto, dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak dapat mengungkap dugaan pencucian ini.

“Jika kasus ini terbukti ada ranah KKNnya, harus juga digulir ke ranah hukum. Agar, terbuka siapa oknum yang terlibat dalam dugaan pencucian uang yang dimaksud narasumber ini,” pungkasnya.

Namun, sambungnya, jika hal itu tidak dilakukan pihak Kejatisu dan Poldasu, wajar jika publik menduga keras hukum di Sumatera Utara dalam melakukan penyelidikan dugaan korupsi lemah.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Dolok Sanggul dr Heppi Suranra Depari melakukan klarifikasi terkait pemberitaan tersebut melalui suratnya yang disampaikan Kominfo lewat media sosial Facebook akun milik Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.

Dalam surat itu disebutkan, penjelasan atas pemberitaan media sosial dan media elektronik terkait dugaan Pencucian Uang jasa medis klaim Covid-19 RSUD Doloksanggul ditandatangani dan berstempel Plt Direktur RSUD Doloksanggul dr Heppi Suranta Depari.

Pihak RSUD menjelaskan 4 poin fakta terkait pemberitaan tersebut, diantarnya, pertama pemberitaan yang menyatakan bahwa adanya dugaan pencucian uang jasa Covid-19 sebesar Rp9.000.000.000 pada tahun anggaran 2021. (des/ram)

 

 

Libur Lebaran, Samosir Terima Rp242 Juta

PANGURURAN, SUMUTPOS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berhasil meraih pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi masuk obyek wisata yang dikelola Pemkab Samosir sebesar Rp242.815.000 selama libur Lebaran 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir Tety Naibaho di Pangururan, Minggu, mengatakan, PAD tersebut diperoleh selama dua pekan yakni dari 29 April hingga 7 Mei 2022 atau selama masa Libur Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Jumlah pengunjung selama dua pekan tersebut mencapai 44.067 orang.

Selama Januari hingga awal Mei 2022, jumlah pengunjung ke Kabupaten Samosir sebanyak 118.625 orang dengan pendapatan retribusi memasuki objek wisata sebesar Rp 638.148.000.

Capaian ini menandakan bahwa industri pariwisata di Samosir dalam tren positif. Wisatawan yang berkunjung masih didominasi wisatawan lokal. Pertumbuhan pariwisata, tumbuh sesuai yang diharapkan dan semakin padat dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Destinasi favorit yang dikelola Pemerintah yang menyumbang pendapatan tertinggi yaitu Air Terjun Efrata di Kecamatan Harian sebesar Rp68.896.000, Pasir Putih Pangururan Rp49.465.000, Aek Rangat Pangururan Rp 28.220.000, dan Tomok Rp18.948.000.

“Dengan semakin terkendalinya COVID-19 dan Samosir masuk dalam Zona Hijau dan munculnya destinasi-destinasi wisata baru, Pariwisata Samosir semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (ant/ram)