Home Blog Page 2727

Serapan Anggaran Dinas PU Tahun 2021 Hanya 60,7 Persen, Dewan Kritik Kinerja Kadis PU

DRAINASE: Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Kadis PU Kota Medan saat memantau drainase (foto kiri). Dan foto kanan, Pansus LKPj DPRD Medan saat rapat Pansus LKPj dengan Kepala Dinas PU Kota Medan, Topan Ginting, Senin (18/4). ISTIMEWA/SUMU TPOS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kinerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Topan Ginting disorot dewan. Pasalnya, serapan Dinas PU Kota Medan Tahun Anggaran 2021 hanya sebesar 60,7 persen. Alhasil, banyak pekerjaan fisik di Kota Medan yang tidak terealisasi pada tahun 2021 yang lalu. Berbagai kendala pun disebut-sebut sebagai alasannya, salah satunya adalah kurangnya waktu tender.

Hal itu pun menuai kritikan tajam dari wakil rakyat di Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Medan saat menggelar rapat Pansus LKPj dengan Kepala Dinas PU Kota Medan, Topan Ginting, Senin (18/4).

“60 persen itu sangat kecil, walaupun kami tahu di tahun 2021 itu bukan Pak Topan yang jadi Kadis PU nya. Makanya kami berharap di tahun 2022 ini, anggaran di Dinas PU yang terbilang cukup besar, yaitu lebih dari Rp1 triliun bisa terserap maksimal dan tidak Silpa seperti tahun 2021,” ucap Ketua Pansus, Haris Kelana Damanik.

Di dalam kegiatan yang turut dihadiri para Anggota Pansus seperti Wong Chun Sen, Erwin Siahaan, Mulia Asri Rambe (Bayek), Syaiful Ramadhan, dan Dame Duma Sari Hutagalung itu, Haris juga menekankan kepada Dinas PU Kota Medan untuk betul-betul mengerjakan pekerjaan fisik dengan sungguh-sungguh.

“Jangan justru supaya terserap maksimal lalu pengerjaannya asal-asalan. Kita melihat saat ini, ada banyak tumpukan pengorekan drainase yang dibiarkan di tepi jalan dan mengganggu para pengguna jalan,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra itu juga menyayangkan adanya tender yang tidak terkejar waktu di tahun lalu. Ia berharap, hal serupa tidak lagi terjadi di tahun ini. “Pak Kadis coba lah sering-sering terjun ke lapangan, jangan cuma ‘ngekor’ wali kota saja. Supaya pak kadis juga tahu, bagaimama kondisi ril di lapangan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Pansus Erwin Siahaan. Politisi PSI itu meminta agar Dinas PU dapat memprioritaskan pekerjaan fisik pada lokasi-lokasi yang telah dimasukkan anggota DPRD Medan ke dalam pokok pikiran (pokir).

“Anggota dewan itu menggelar reses pak, kami yang tahu bagaimana kondisi di lapangan. Makanya kami berharap, harusnya Dinas PU bisa memprioritaskan apa yang sudah kami usulkan dalam pokok-pokok pikiran,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Pansus Dame Duma Sari Hutagalung mengatakan, saat ini normalisasi sungai dan pengorekkan drainase hampir tidak dilaksanakan lagi. Padahal saat ini sudah masuk musim kemarau, yang seharusnya menjadi moment tepat bagi Pemko Medan dalam melakukan normalisasi dan pengorekan drainase.

Dikatakan Duma, normalisasi sungai dan pengorekan drainase seharusnya terus dilakukan dan jangan menggantung seperti terlihat saat ini. “Jangan karena di musim kemarau, pelaksanaan normalisasi sungai dan pengorekan drainase tidak dilaksanakan. Jangan nanti di situ ada musibah baru dilaksanakan normalisasi sungai dan pengorekan paret. Tentunya ini sangat tidak baik, sudah bencana baru dikerjakan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus, Wong Chun Sen berharap kinerja Topan Ginting bisa lebih baik dari Kadis PU Medan sebelumnya.

“Apalagi anggaran pada tahun 2022 ini lebih besar dan dikelola sendiri oleh PU Medan. Kiranya anggaran tersebut difungsikan untuk warga kota Medan,” ungkap Wong Chun Sen.

Menjawab hal itu, Kadis PU Kota Medan, Topan Ginting mengatakan, pada pelaksanaan pekerjaan baik untuk normalisasi sungai dan perbaikan jalan, pihaknya bekerja sebaik mungkin. Dan untuk pengadaan barang, pihaknya menggunakan e-katalog.

“Untuk pekerjaan pada tahun 2022 kita harus hati-hati dan sudah mendesainnya sebaik mungkin. Selain itu, kita sudah mengakomodir yang akan kita lakukan. Untuk e-Katalog seyogiyanya selesai Bulan 3 atau 4 ini, tapi tertunda karena adanya perubahan, salah satunya kenaikan harga besi,” pungkasnya. (map/ila)

 

 

 

Minta Tingkatkan PAD, DPRD Dukung Rencana Kerja PUD Pasar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Oleh sebab itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta seluruh perangkat di Pemko Medan untuk bisa meningkatkan PAD nya. Tak terkecuali kepada salah satu BUMD milik Pemko Medan, yakni PUD Pasar.

Untuk itu, PUD Pasar Kota Medan diminta untuk memaksimalkan kinerjanya, dengan tujuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Medan. Tak cuma dari Wali Kota Medan, dorongan itu juga datang dari para wakil rakyat yang tergabung dalam Pansus Ranperda tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) TA 2021. Namun tak cuma mendorong, Pansus LKPj juga mengaku siap mendukung segala rencana kerja yang dimiliki PUD Pasar.

Hal tersebut terungkap pada rapat LKPJ TA 2021 di Ruang Banggar DPRD Medan, Senin (19/4) petang. Rapat dipimpin Ketua Pansus LKPj TA 2021 Haris Kelana Damanik dan dihadiri anggota Pansus LKPj lainnya, seperti Mulia Asri Rambe (Bayek), Sudari, Wong Chun Sen, Rudiawan Sitorus, dan Erwin Siahaan.

Sementara itu dari pihak PUD Pasar, dihadiri Dirut Suwarno, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, dan Kabag Keuangan Zikriah.

Anggota Pansus LKPj Wong Chun Sen, mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung PUD Pasar Medan agar meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana pendukung di pasar. Dengan begitu, rasa aman dan nyaman bisa timbul bagi pedagang dan pengunjung.

Saran lainnya juga dilontarkan Mulia Asri Rambe (Bayek). Ia menjelaskan, pihanya akan tetap memantau kinerja direksi, sehingga kinerja PUD Pasar Kota Medan bisa lebih baik kedepannya. Tak cuma itu, Pansus LKPj juga akan merekomendasikan rencana program kerja para direksi ke kementerian. “Insya Allah besok kami akan ke Jakarta, ke Kementerian, jadi rencana-rencana kerja PUD Pasar akan direkomendasikan agar dapat memaksimalkan PAD,” ucapnya.

Sementara itu, Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno menuturkan beberapa rencana kerja PUD Pasar untuk meningkatkan PAD, yakni dengan berinovasi dalam mengadakan jajanan malam di pasar.

Suwarno juga menceritakan, sebagian bangunan pasar kondisinya sudah lapuk dimakan usia. Karena itulah, PUD Pasar telah mengundang beberapa investor agar mau terlibat dalam merevitalisasi pasar.

Tak hanya itu, Suwarno juga mengharapkan adanya regulasi yang memudahkan pasar-pasar yang dikelola oleh swasta agar masuk ke naungan PUD Pasar. Bila regulasi itu ada, maka tentu akan menambah kontribusi pendapatan terhadap Kota Medan. “Kami membuka kolaborasi dengan berbagai pihak dan mewacanakan adanya kuliner di pasar saat malam hari. Inovasi ini disambut baik oleh beberapa investor. Rencananya Pasar Halat dan Pasar Bakti dalam waktu dekat akan dilakukan rencana ini, sekaligus membuka tempat untuk UMKM kita,” pungkasnya. (rel)

TPA Terjun Makin Penuh Sampah, Diminta Serius Siapkan TPA Baru

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan kian memprihatinkan. Pasalnya saat ini, tumpukan sampah di TPA Terjun semakin menggunung. Sedangkan di sisi lain, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan belum juga memiliki lahan sebagai lokasi TPA alternatif bila TPA Terjun telah benar-benar penuh.

Hal itu terungkap dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Medan Tahun Anggaran 2021 yang dipaparkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Syarif Irsan Dongoran saat rapat Pansus LKPj di gedung DPRD Medan, Senin (18/4).

Mendengarkan paparan itu, Pansus LKPj meminta Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk serius dalam mempersiapkan lahan TPA yang baru dengan cara berkoordinasi kepada OPD dan pihak-pihak terkait mengenai hal itu.

“Dari dulu bilangnya TPA kita sudah mau penuh, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda Kota Medan bakal punya lokasi TPA yang baru. Ini sebenarnya Dinas Kebersihan serius atau tidak menyelesaikan masalah TPA ini,” ucap Anggota Pansus LKPj, Erwin Siahaan.

Di hadapan Ketua Pansus Haris Kelana Damanik dan sejumlah anggota Pansus seperti Wong Chun Sen, Dame Duma Sari Hutagalung, Erwin Siahaan, Mulia Asri Rambe (Bayek) dan Syaiful Ramadhan yang hadir dalam rapat itu, Erwin juga mengaku belum melihat adanya progres tentang penyediaan lokasi TPA alternatif yang baru itu.

“Hari ini bapak bilang sedang dibuat DED-nya, dari dulu juga bilangnya begitu. Tapi nyatanya kita belum dapat kepastian dimana pastinya TPA alternatif itu dan kapan beroperasinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Haris Kelana Damanik meminta agar Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk lebih fokus dalam berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Kelurahan. Pasalnya saat ini, sampah yang masuk ke TPA Terjun bukan hanya sampah yang berasal dari Kota Medan, melainkan juga banyak yang berasal dari kawasan Deliserdang. “Makanya satu hari itu bisa 2.000 ton lebih sampah yang masuk ke TPA Terjun. Ini harusnya bisa jadi perhatian Dinas Kebersihan,” katanya.

Sebelumnya, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Syarif Irsan Dongoran mengatakan, saat ini sebanyak 2.000 ton lebih sampah masuk ke TPA Terjun setiap harinya. “Kalau diprediksi, paling lama 3 tahun lagi TPA Terjun sudah penuh,” tuturnya.

Untuk itu, sambung Dongoran, tahun ini Pemko Medan sedang mempersiapkan DED untuk pengadaan lahan TPA yang baru di kawasan Talun Kenas, Kabupaten Deliserdang seluas 14 hektare. “Lalu Pemko Medan juga sedang berkoordinasi dengan Pemprovsu untuk mempersiapkan TPA regional,” pungkasnya. (map/ila)

Banyak Kafe di Medan Langgar Aturan Jam Operasional, Pengawasan Pemko Masih Lemah

BUBARKAN: Tim Satgas Kota Medan saat membubarkan pengunjung di salah satu kafe di Jalan HM Joni Medan, Kamis (1/7) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar menertibkan pelaku usaha, terutama kafe yang beroperasi hingga 24 jam di bulan suci Ramadan.

“Di sini saya menilai masih kurangnya pengawasan dari pihak Pemko Medan beserta jajarannya terkait penerapan SE (Surat Edaran) Wali Kota Medan,” ucap Ishaq di Medan, Senin (18/4).

Padahal, sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan No.442.3/4139 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 Kota Medan poin kedelapan disebutkan, bahwa jam operasional kafe hanya dibatasi sampai pukul 22.00 WIB.

Walau pemerintah memberikan kelonggaran kepada para pelaku rumah makan, restoran maupun kafe sebesar 100 persen dari kapasitas, namun restoran yang bisa beroperasi hingga 24 jam hanya restoran yang melayani take a way.

“Harapan kita, Pemko Medan tidak pilih kasih dalam penerapan peraturan ini, karena saya masih melihat beberapa kafe ditutup Satpol PP beserta jajaran kecamatan dan kelurahan. Akan tetapi, ada beberapa kafe yang tidak ditutup hingga kini. Artinya, masih ada ketidakadilan dalam penerapan aturan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, warga Kelurahan Sidorejo Hilir, Medan Tembung, Farid Wajdi, sebelumnya mengaku, Pos Ambai Kafe di Jalan Ambai hingga kini beroperasi tanpa mengenal waktu, meski memasuki bulan puasa Ramadhan.

“Di sini kan ada masjid, kami khawatir kehadiran kafe mengganggu warga yang beribadah, terlebih di bulan suci Ramadhan sekarang ini. Meski ibadah puasa berlangsung, tetapi kafe tetap buka melayani pengunjung, baik pagi, siang hingga malam. Kami meminta Pemko Medan mengambil tindakan keras agar memberikan efek jera,” pungkasnya. (map/ila)

Gubsu Buka Puasa Bersama Ratusan Guru Agama Islam

KATA SAMBUTAN: Gubsu Edy Rahmayadi memberikan kata sambutan pada buka puasa bersama para guru agama Islam di Halaman Rumah Dinas Gubernur. istIMEWA/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Disiplin yang dibangun selama bulan puasa dinilai dapat membangun sikap yang baik bagi kehidupannya manusia, terutama yang menjalankannya. Bahkan makna dari Ramadan, apabila diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di bulan yang lain, dapat membawa kemajuan bagi bangsa.

Demikian makna pidato yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi saat menjamu para Guru Agama Islam, berbuka puasa bersama dan makan malam di Halaman Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Sabtu (16/4) kemarin.

“Kalau tak lagi puasa, biasanya tak datang itu kalau diundang. Alhamdulillah, sekarang mau datang (pas puasa). Saya yakin kalau semua tertib seperti orang puasa, Insya Allah, cepat maju republik ini,” kata Gubernur.

Gubernur pun menyambut baik kedatangan ratusan guru agama di Kota Medan dan sekitarnya untuk berbuka puasa bersama. Dirinya pun mempersilakan masyarakat untuk datang ke rumah dinasnya. Apalagi saat puasa seperti ini, hampir setiap hari berbagai kalangan datang bersilaturahim menjelang berbuka puasa.

“Setiap saat bapak ibu boleh datang ke tempat saya. Habis ini kalau mau tarawih silakan. Dengan pertemuan begini, semoga puasa kita menjadi puasa yang terbaik,” pungkasnya.

Sementara dalam ceramahnya, Rektor UINSU, Prof Syahrin Harahap menyampaikan pesan pentingnya para guru yang mengajar Agama Islam, memberikan contoh teladan kepada para murid.(gus/ila)

Kondisi Depo Arsip Pemko Memprihatinkan, Layaknya Disebut Gudang

ARSIP: Kantor penyimpanan dokumen kearsiapannya Pemko Medan. Dewan Kota Medan menilai kondisi depo arsip Pemko Medan memprihatinkan. ISTIMEWA/SUMU TPOS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengaku akan terus memperbaiki sistem penyimpanan dokumen kearsiapannya. Namun sayang, saat ini kondisi Depo Arsip milik Pemko Medan disebut memprihatinkan karena dinilai lebih tepat disebut sebagai gudang dari pada Depo Arsip.

“Kondisi depo arsip kita berada di Jalan Pinangbaris, tepatnya di belakang kantor Dinas PU. Kondisinya sudah seperti gudang, bukan lagi depo arsip,” ucap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Dr Adlan S.Pd M.M saat mengikuti Rapat Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Medan Tahun 2021 di gedung DPRD Medan, Senin (18/4).

Di depo arsip tersebut, kata Adlan, tersimpan seluruh dokumen yang dimiliki Pemko Medan, termasuk dokumen-dokumen yang telah berusia tua.

“Untuk itu, kami sangat membutuhkan dorongan dari DPRD Medan untuk kondisi Depo Arsip milik Pemko Medan ini. Apalagi kami akan mengumpulkan berkas tentang Covid-19 ini disana,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Adlan, saat ini ada 1259 perpustakaan di Kota Medan yang ada dibawah binaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, termasuk perpustakaan yang berada di sekolah-sekolah. “Memang kita prihatin, banyak perpustakaan yang belum layak dan memenuhi standar. Makanya saat ini, kita telah mulai membenahi perpustakaan itu satu persatu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus LKPj, Wong Chun Sen meminta agar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan dapat lebih cepat membenahi seluruh perpustakaan yang ada di Kota Medan.

“Perpustakaan ini kan gudangnya ilmu. Tugas Dinas Perpustakaan adalah bagaimana membuat perpustakaan menjadi tempat yang senyaman mungkin, jadi bisa membuat semakin banyak orang ke perpustakaan dan setiap orang ingin lebih lama berada disana,” pintanya.

Selain itu, Ketua Pansus LKPj Haris Kelana Damanik, meminta kepada Dinas Perpustakaan agar segera membuat taman-taman literasi di Kota Medan. Sebab seyogiyanya, perpustakaan yang maju merupakan salah satu tolak ukur kota yang maju.

“Nantinya perpustakaan ini semuanya akan berbasis digital. Kedepannya harus lebih banyak buku elektronik (e-Book) yang dimiliki Dinas Perpustakaan,” pungkasnya. (map/ila)

Gubsu Buka Puasa Bersama Muzammil Hasballah

BUKA PUASA: Gubsu Edy Rahmayadi, memberikan kata sambutan di acara buka puasa bersama Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) dan Forum Da’i dan Ustaz Muda (Fodium) dan lainnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kegiatan rutin buka puasa bersama di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Minggu (17/4) terasa spesial. Qari bersuara merdu Muzammil Hasballah ikut buka puasa bersama Gubernur Edy Rahmayadi, Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) dan Forum Da’i dan Ustaz Muda (Fodium).

Pada acara buka bersama kali ini, Muzammil Hasballah memberikan ceramah di depan sekitar 1.000an jamaah yang hadir.

Dia mengingatkan untuk memperkuat iman dan takwa kepala Allah SWT. “Di bulan yang suci ini kesempatan kita sangat besar untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Jadi, harusnya kita tidak melewatkan kesempatan ini,” katanya, saat memberikan ceramah di halaman Rumah Dinas Gubernur Sumut.

Muzammil juga menjadi imam Salat Magrib di Halaman Rumah Dinas Gubernur Sumut. Suara merdu Muzammil menambah kekhusyukan jemaah saat Salat Magrib.

Edy Rahmayadi bersyukur di puasa ke-17 hadir orang-orang yang spesial di Rumah Dinas Gubernur Sumut. “Ini hari sangat spesial, hadir para remaja masjid dan da’i muda yang mungkin takjilnya lebih baik dari yang ada di sini,” kata Edy Rahmayadi.

Gubernur Sumut ke-18 ini juga meminta maaf kepada jemaah apabila dalam menjamu ada yang dirasa kurang.

“Mungkin di sana di sini ada kekurangan karena kita banyak sekali, tetapi yang terpenting adalah kebersamaan kita,” kata Edy Rahmayadi, disambut tepuk tangan jamaah.

Salah satu jamaah, Siti Khalimah merasa bersyukur bisa di imami langsung Muzammil Hasballah. Dia berharap bisa diimami qari bersuara merdu asal Provinsi Aceh ini.

“Alhamdulillah, hari ini sangat istimewa, imam Salat Magrib Muzammil yang suaranya sangat merdu, salat bersama Pak Gubernur dan bersama orang penting Sumut, kami sangat bersyukur,” kata Siti Khalimah.(gus/ila)

Antisipasi Kebutuhan Uang Tunai, Bank Mandiri Siapkan Rp4,9 Triliun

LAYANI : Karyawan Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 tengah melayani nasabah. Jelang Idul Fitri 1443 H Bank Mandiri Region I/Sumatera I menyiapkan Rp 4,9 Triliun untuk antisipasi kebutuhan uang tunai.

SUMUTPOS.CO – Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 menyiapkan kebutuhan uang tunai sekitar Rp 4,9 triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat selama 14 hari kedepan, yaitu pada 7 April – 9 Mei 2022 saat periode Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1443 H. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, alokasi pengisian ATM itu naik sekitar 19,5%.

Adapun Region I/Sumatera 1 meliputi wilayah Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Riau. Secara nasional, kebutuhan (net) uang tunai yang disiapkan Bank Mandiri mencapai sekitar Rp. 4,9 triliun untuk periode yang sama. Alokasi ini meningkat sekitar 19,5% dari periode yang sama pada tahun lalu.

Menurut Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1, Lourentius Aris Budiyanto, langkah ini merupakan antisipasi perseroan terhadap keputusan pemerintah yang telah mengizinkan masyarakat untuk melakukan aktivitas rutin pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri, termasuk perjalanan mudik, dengan tetap mengacu pada protocol kesehatan.

Sebagian besar dari alokasi kebutuhan uang tunai digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengisian ATM Bank Mandiri yang diprediksi mencapai sekitar Rp 124 M per hari pada periode tersebut, naik 19,5% dari rata kebutuhan harian pada tahun lalu.

“Kami memperkirakan puncak net kebutuhan uang tunai akan terjadi pada dua pekan menjelang Lebaran yang bertepatan dengan periode pembayaran gaji, THR dan penyediaan kas untuk pengisian ATM selama akhir pekan dan libur lebaran,” kata Aris dalam keterangan resminya, Kamis (14/4).

Guna mendukung penyaluran uang tunai ke masyarakat, dia mengatakan, Bank Mandiri juga akan mengoptimalisasi pengisian 13.035 mesin ATM Bank Mandiri yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus di seluruh Indonesia mulai pekan depan hingga saat libur Lebaran.

“Persiapan khusus tentu kami lakukan untuk mesin-mesin ATM yang berlokasi strategis seperti di rest area, bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hotel, SPBU dan tempat wisata,” katanya.

Selama libur bersama Lebaran nanti, pihaknya juga akan mengoperasikan sejumlah cabang secara bergilir di seluruh Indonesia untuk melayani setoran delivery order BBM/non-BBM oleh SPBU-SPBU. “Pengoperasian cabang-cabang ini merupakan implementasi komitmen kami agar dapat terus melayani kebutuhan nasabah, termasuk pada hari besar keagamaan,” katanya.

Adapun informasi lengkap tentang cabang-cabang yang operasional pada periode libur tersebut dapat diakses melalui link bmri.id/operasional cabang, layanan Mandiri Call 14000, serta layanan informasi berbasis kecerdasan bernama Mandiri Intelligent Assistant (MITA) pada akun resmi WhatsApp Bank Mandiri di +62 811-84-14000.

Sedangkan untuk kebutuhan transaksional, masyarakat dapat memanfaatkan super app Livin’ by Mandiri yang kini telah mampu memenuhi berbagai kebutuhan seperti buka tabungan modal selfie, satu akun untuk semua tabungan, quick pick, cek saldo dan top up otomatis e-wallet, tarik tunai tanpa kartu, Mandiri Tabungan Rencana (MTR) dan deposito, Quick Response (QR) payment dan smart reminder.

“Salah satu fitur utama Livin’ adalah kemudahan untuk top up mandiri e-money yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia yang akan melakukan perjalanan melalui jalan tol,” imbuh Aris.

Sedangkan bag penggunajalantol yang belummemilikikartumandiri e-money, Aris menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan stock kartu hingga lebih dari satu juta kartu hingga Mei nanti. Kartu prepaid ini dapat diperoleh di cabang, toko retail (Indomaret, Alfamart, dll), store resmi bank mandiri di ecommerce (Tokopedia, Blibli, Shopee), vending machine di lokasi transportasi dan stasiun.

Di samping layanan elektronik, Bank Mandiri juga memiliki lebih dari 100.000 mandiri agen yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia yang menjadi perpanjangan tangan Bank Mandiri dalam membantu nasabah melakukan transaksi keuangan. (sih)

Memasuki Masa Pensiun, 10 ASN Terima Tali Asih dari Bupati Asahan

BANTUAN: Bupati Asahan H Surya (kiri) menyerahkan bantuan tali asih kepada 10 ANS yang akan memasuki masa pensiun di Halaman Kantor Bupati Asahan, Senin (18/4).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pada pelaksanaan upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN), Bupati Asahan menyerahkan bantuan tali asih kepada 10 apartur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun di Halaman Kantor Bupati Asahan, Senin (18/4).

Bupati Asahan H Surya, BSc saat Bertindak sebagai Pembina Upacara Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan mengatakan, acara HKN yang digelar dengan tujuan mengingatkan kembali tentang peran penting serta kesadaran kita selaku Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana setiap ASN mempunyai tugas penting dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Bupati Asahan juga berpesan kepada seluruh ASN dimanapun berada agar melaksanakan peranan pentingnya sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dengan penuh tanggung jawab.

Sehingga, lanjutnya dalam pelaksanaan tugas harus dapat bekerja sama menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat meskipun dalam suasana bulan Ramadhan.

“Laksanakan tugas dan pengabdian saudara dengan penuh tanggung jawab, bekerjalah segiat mungkin, berikhtiarlah dengan penuh disiplin serta berikan keteladanan di tengah masyarakat dengan kehidupan yang damai, toleran dan harmonis, jadikan pelaksanaan Tugas sebagai ladang Amal sembari melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan bagi yang menjalankannya,” ujar Bupati Asahan.

Kemudian, Ia juga menegaskan kepada seluruh ASN Kabupaten Asahan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh dengan rajin berolahraga serta memberikan asupan gizi yang baik untuk tubuh.

“Ajak masyarakat juga untuk melakukan vaksinasi agar kesehatan dapat terjaga dengan baik dan herd immunity dapat tercapai ditengah masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam Acara Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin SSos MSi, Sekretaris Daerah Drs John Hardi Nasution MSi, Para Staf Ahli, Para Asisten, organisasi perangkat daerah (OPD), para pejabat administrator, pejabat fungsional, Camat Kistim, Camat Kisbar, dan perangkatnya. (dat/azw)

Polres Humbahas Gelar Ops Yustisi

BAGI MASKER: Polres Humbahas membagikan masker dalam Ops Yustisi di Pasar Tradisional Kecamatan Lintongnihuta Humbahas, Senin (18/4).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar Operasi (Ops) Yustisi di Pasar Tradisional Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbahas dengan mengimbau warga patuhi protokol kesehatan (prokes), Senin (18/4) pagi. Dalam kegiatan ini juga Polres Humbahas membagi-bagikan masker.

Kegiatan Ops Yustisi yang dilaksanakan yaitu pelaksanaan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan guna pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayah Kabupaten Humbahas.

Petugas terlihat menegur masyarakat yang tidak memakai masker dan langsung memberikan masker kepada masyarakat tersebut.

Petugas juga mengimbau masyarakat yang melintas untuk melaksanakan vaksinasi sampai dosis ke 3, agar herdimmunity terbentuk dan terhindar dari Covid-19.

Kapolres Humbahas AKBP Achmad Muhaimin SIK MH mengatakan bahwa kegiatan Ops Yustisi ini terus dilakukan untuk upaya penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat. “Jangan sampai Prokes menjadi kendor dan masyarakat lupa memakai masker dan menjaga jarak, yang nantinya berpotensi terjadi lonjakan kasus Covid-19,” tandasnya. (tri/azw)