24 C
Medan
Wednesday, February 4, 2026
Home Blog Page 2742

Menko Airlangga: RI Kembali Masuk Negara Pendapatan Menengah Atas

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku Indonesia kembali masuk dalam jajaran negara dengan pendapatan menengah atas. Airlangga menegaskan, hal itu didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 mencapai 3,7 persen year on year.

Airlangga mengatakan, jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia juga tercatat telah melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19. PDB per kapita di Indonesia pada 2021 naik setara 4.349 dolar AS atau sekitar Rp 62,2 juta per tahun. Padahal, PDB pada 2019 hanya di angka Rp 59,3 juta per kapita per tahun.

“Artinya kita sudah kembali kepada upper middle income country. Pencapaian tersebut tentu merupakan fondasi yang penting untuk pemulihan ekonomi,” tutur Airlangga, Rabu (16/2/2022).

Menko Perekonomian menambahkan, perlu reformasi struktural agar Indonesia mampu keluar dari jebakan kelas menengah atau middle income trap.

Menurutnya, secara spasial, Pulau Jawa sebagai basis industri dan salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi berhasil tumbuh positif sebesar 3,66 persen yoy. Sementara, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai wilayah Maluku dan Papua sebesar 10,09 persen yoy.

Hal ini sejalan dengan tingginya pertumbuhan sektor pertambangan di kedua daerah itu serta imbas dari kenaikan harga komoditas sepanjang 2021.

Selain itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara juga berhasil tumbuh positif sebesar 0,07 persen. Walaupun sangat bergantung terhadap sektor pariwisatanya yang mengalami penurunan kinerja sejak terjadi pandemi Covid-19.

Airlangga menjelaskan, bangkitnya kepercayaan masyarakat mengonsumsi barang ataupun jasa, telah mendorong pemulihan permintaan domestik serta menyebabkan peningkatan produksi sebagai respons dari dunia usaha.

Sepanjang 2021, PMTB (investasi) yang tumbuh sebesar 3,80 persen telah menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran. Sedangkan industri pengolahan yang menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi, berhasil tumbuh sebesar 3,39 persen yoy.

Menurutnya, perbaikan ekonomi Indonesia telah terlihat dari pertumbuhan positif sejak kuartal II hingga kuartal IV 2021, meski sedikit mengalami koreksi pada kuartal III karena kemunculan varian Delta.

“Setelah terkendalinya varian delta dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, ekonomi Indonesia berhasil melanjutkan pertumbuhan positif pada kuartal IV 2021 sebesar 5,02 persen yoy,” ujar Airlangga.

Ia menambahkan, seluruh komponen kembali bertumbuh positif. Perdagangan internasional pun terus mencatatkan kinerja impresif, ditopang pemulihan permintaan global dan meningkatnya harga komoditas.

Pada kuartal IV 2021, kinerja ekspor meningkat sebesar 29,83 persen yoy, sementara impor tumbuh sebesar 29,60 persen yoy.

Apabila dilihat dari sisi produksi, lima sektor kontributor utama yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan, kembali melanjutkan pertumbuhan positif dan mampu menopang ekonomi Indonesia.

Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan, serta akomodasi dan makanan-minuman, yang sempat terkontraksi pada kuartal III 2021 telah berhasil rebound dengan pertumbuhan positif pada kuartal IV 2021.

Dalam bidang kesehatan, penguatan strategi pengendalian pandemi Covid-19 juga terus dilakukan. Akselerasi vaksinasi melalui pemberian dosis vaksin ketiga (booster) terus ditingkatkan, sehingga akan menambah kepercayaan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi pada tahun ini.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga menegaskan, untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional dan penanganan Covid-19, pemerintah menganggarkan dana PEN sekitar Rp 455,62 triliun. Dana sebesar ini akan difokuskan pada tiga klaster. Antara lain, kesehatan sebesar Rp 122,5 triliun, perlindungan masyarakat Rp 154,8 triliun, dan penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp 178,3 triliun.

Airlangga mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa di atas 5 persen.

“Pemerintah terus optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dicapai di 5,2 persen di tahun 2022,” tegasnya. (adv/*)

PLN UIW Sumut Gelar Apel Gabungan Untuk Optimalkan Pendapatan Penjualan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN UIW Sumatera Utara melakukan Apel Gabungan Penertiban Pembayaran Rekening Listrik, Pembaharuan Data Pelanggan hingga Sosialisasi PLN Mobile di pelataran parkir kantor PLN UIW Sumatera Utara, Medan.

Acara yang dipimpin langsung oleh General Manager PLN UIW Sumatera Utara, Pandapotan Manurung, berlangsung khidmat. Kegiatan ini diikut oleh seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) yang tersebar di wilayah kerja PLN UIW Sumatera Utara.

Pandapotan Manurung menjelaskan kegiatan ini untuk mengingatkan pelanggan untuk melakukan pembayaran tagihan listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya, memperbaharui data pelanggan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Pokok Wajib Pajak hingga Titik Koordinat pelanggan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk implementasi penerapan Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Pasal 112, yaitu beberapa ketentuan perubahan yang pada Undang-Undang No 42 tentang PPN & PPnBM, serta dimuat pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 48 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2015 tentang impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu Bersifat Strategis Yang Dibebaskan dari Pengenaan PPN”. ujar Pandapotan Manurung

Pada kesempatan yang sama PLN UIW Sumatera Utara juga melakukan sosialisasi aplikasi PLN Mobile secara agresif kepada pelanggan. Hal ini dilakukan agar pelanggan setia PLN dapat mengakses dan menikmati layanan PLN dalam satu genggaman, tanpa harus datang ke kantor PLN.

Dengan aplikasi PLN mobile ini, pelanggan dapat melakukan permohonan pasang baru, penambahan daya, membayar tagihan listrik/pembelian token listrik, hingga pelanggan dapat melihat history pemakaian listrik.

Harapannya dengan adanya aplikasi PLN Mobile dapat menjadi alat komunikasi antara PLN dengan pelanggan serta sebagai salah satu trobosan untuk meningkatkan _customer experience. (Ila)

Survei CNN: Elektabilitas Airlangga Tertinggi, Publik Ingin Keberlanjutan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — Survei Citra Network Nasional menempatkan elektabilitas Partai Golkar dan Airlangga Hartarto di posisi tertinggi jika pemilu digelar hari ini.

Direktur Eksekutif Citra Network Nasional Dwi Harini Soejono menuturkan, dalam survei yang melibatkan 2.140 responden pada 22 Januari hingga 6 Februari 2022 ini, Golkar menjadi partai yang paling banyak dipilih sebagai Top of Mind.

“Partai Golkar menjadi partai yang paling banyak dipilih sebagai Top of Mind dengan tingkat keterpilihan sebesar 14,9 persen,” tutur Dwi Harini dalam keterangan kepada media, Rabu (16/2/2022).

Ia mengatakan, Golkar mengalahkan PDIP di posisi kedua dengan 14,8 persen. Di urutan ketiga, muncul Gerindra dengan 14,2 persen, disusul Demokrat 4,2 persen, dan Nasdem dengan 3,9 persen. Posisi enam hingga sembilan muncul PKS (3,2 persen), PKB (3,2 persen), PPP (1,2 persen) dan PAN (1,1 persen).

Survei Citra Network Nasional juga memberikan pertanyaan tertutup pada responden dari kalangan PNS, dosen dan mahasiswa, buruh, pelaku usaha, ibu rumah tangga hingga penguasaha dan petani. Hasilnya, Partai Golkar masih menjadi partai yang paling banyak dipilih responden.

Pada simulasi pertanyaan tertutup, elektabilitas Golkar mencapai 17,6 persen disusul Gerindra dengan 16,8 persen di urutan kedua dan PDIP dengan 16,4 persen di urutan ketiga. Dalam simulasi ini, Demokrat menempati urutan keempat dengan 7,2 persen, kemudian PKB (5,2 persen), dan PKS (5,2 persen).

Dwi Harini mengatakan, dari hasil surveinya, menunjukkan preferensi pilihan terhadap ideologi partai politik. Yakni, cenderung memilih partai politik berideologi nasionalis religius sebagai Top of Mind sebesar 39,4 persen.

Survei juga menunjukkan sejumlah faktor responden memilih parpol. Antara lain, sebanyak 4,7 persen dipengaruhi visi misi parpol, sebanyak 14,2 persen karena pemberian uang atau bingkisan.

Selain itu, sebesar 37,2 persen dipengaruhi karena kesamaan etnik dengan caleg atau capres, 30,8 persen dipengaruhi kesamaan keyakinan, dan 13,1 persen disebabkan faktor lain.

Masih di survei yang sama, pada simulasi jika pilpres dilaksanakan pada hari ini, Citra Network Nasional menemukan nama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai tokoh yang paling banyak dipilih responden.

“Pertanyaan ‘Siapah Tokoh yang Anda Pilih jika Pemilu Presiden dilaksanakan hari ini?” maka didapatkan hasil dengan peringkat pertama Airlangga Hartarto yang dipilih oleh 21,8 persen responden,” ujar Dwi Harini.

Di posisi kedua, muncul nama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan elektabilitas 15,3 persen, disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 8,1 persen responden. Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di urutan keempat dengan 7,5 persen.

Dwi mengatakan, nama Airlangga Hartarto juga muncul di urutan teratas dalam simulasi tertutup pilpres. Airlangga yang saat ini menjabat sebagai Menko Perekonomian dipilih sebanyak 23,5 persen responden.

Di urutan kedua dan ketiga masih memunculkan nama yang sama, yakni Prabowo Subianto (16,4 persen) dan Ganjar Pranowo (8,3 persen.

“Alasan responden memilih Airlangga Hartarto adalah karena Indonesia butuh keberlanjutan pembangunan yang sudah dijalankan Presiden Jokowi dan perbaikan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan akibat dampak pandemi Covid-19,” ujar Dwi.

Diketahui, survei Citra Network Nasional digelar menggunakan metode Field Study melalui wawancara mendalam dengan institusi dan stakeholder yang relevan. Survei dilakukan di 1.070 kecamatan di 34 provinsi di Indonesia. Hasil survei memiliki confidence level 95 persen dan confidence interval 2,12 persen. (advt/*)

Cemari Danau Toba, Gubsu Diminta Tegas Larang KJA

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota Komisi B DPRD Sumut, Sugianto Makmur meminta Gubsu Edy Rahmayadi bertindak tegas melarang keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba. Pasalnya, keberadaan KJA tersebut sudah sangat mencemari perairan danau vulkanik terbesar tersebut.

“Dulu sebelum ada KJA, perairan Danau Toba itu bersih dan tidak bau amis. Bahkan kalau kita mandi, airnya sangat segar dan baunya sangat natural. Kini setelah ada KJA, air danau itu bau amis,” kata Sugianto dalam perbincangan podcats Chanel Youtube TV Moncong Putih yang ditayangkan, Rabu (16/2/2022).

Dijelaskan Sugianto, bau amis bersumber dari kotoran ikan yang memakan makanan dari pelet dan mengeras dan tidak bisa diurai oleh air. “Kalau kita lihat air di akuarium yang kotoran ikannya tidak dibersihkan, maka air di akuarium itu akan menjadi hitam dan berbau. Kotoran ikan itu harus diangkat dari akuarium dan dibersihkan baru air di akuarium itu akan bersih kembali,” kata Anggota Fraksi PDI Perjuangan Sumut itu.

Sugianto mengungkapkan bagaimana dengan kondisi Danau Toba dengan kedalaman yang sangat dalam tentu kotoran ikan akan jatuh ke dalam perairan dan tidak terurai dengan baik, apalagi tidak tertembus oleh sinar matahari karena airnya terlalu dalam sehingga mengakibatkan air Danau Toba menjadi berbau dan tercemar. “Bayangkan sudah berapa ton kotoran ikan yang tak terurai jatuh ke dalam air Danau Toba yang mengakibatkan air Danau Toba bau amis seperti saat ini,” sebut Sugianto.

Di acara yang dipandu oleh host Aswan Jaya itu, Sugianto mengingatkan kembali agar Gubsu segera dengan tegas melaksanakan aturan pelarangan keberadaan KJA di wilayah perairan Danau Toba tersebut. (adz)

Tanggapi Aduan Nasabah, Asuransi Generali Tetap Menghormati Proses Hukum

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terkait dengan pemberitaan  “3 Tahun Lebih, Asuransi Generali Belum Bayarkan Klaim Nasabah”  di SumutPos.co pada 14 Februari 2022, manajeman PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia menyampaikan tanggapan atas pemberitaan tersebut. PT Asuransi Jiwa Gerenali menyampaikan  sangat berempati dengan kondisi yang dialami oleh nasabah dan segera melakukan proses penanganan klaim pada saat klaim diajukan.

Windra Krismansyah Head of Corporate Communications PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia menyampaikan, terkait dengan pengajuan klaim Nasabah AN pada bulan Oktober 2018, Generali Indonesia sudah memberikan keputusan pembayaran klaim dan sudah melalui proses yang sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana tercantum di dalam Polis.

Setelah mempelajari pengajuan klaim Nasabah yang diajukan setelah 5 (lima) bulan menjadi Pemegang Polis, Generali Indonesia menemukan adanya ketidaksesuaian informasi yang diberikan oleh Nasabah dengan fakta sebenarnya. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip asuransi utmost good faith, dimana Nasabah berkewajiban memberitahukan sejelas-jelasnya dan sejujur-jujurnya mengenai segala fakta-fakta penting yang berkaitan dengan dirinya. Dan pihak asuransi berkewajiban membayarkan manfaat kepada Nasabah sesuai haknya apabila Nasabah telah menyampaikan informasi dan data yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Ditambahkan Windra, pihaknya menghargai hak-hak nasabah dalam menempuh upaya hukum. Pihak Nasabah telah menempuh upaya hukum secara perdata di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dan telah mendapat keputusan hakim pada tanggal 29 September 2021 dimana isinya tidak mengabulkan tuntutan Nasabah atas pembayaran klaim. Putusan tersebut dikuatkan kembali dalam proses Banding yang diajukan Nasabah di Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta pada tanggal 30 November 2021. Generali Indonesia tetap menghormati proses hukum yang berjalan saat ini hingga berkekuatan hukum tetap.

Dikatakan Windra, dalam penanganan klaim maupun keluhan Nasabah, Generali Indonesia selalu berupaya mempermudah akses kepada Nasabah untuk mengajukan klaim secara online. ‘’Apalagi pada saat harus menerapkan physical distancing, kami membuka akses seluas-luasnya agar Nasabah merasa aman dan nyaman dalam berinteraksi. Nasabah bisa mengajukan klaim dan komplain dari Internal mana saja, bahkan tidak harus datang ke kantor Generali Indonesia. Semua diproses secepatnya sesuai dengan prosedur yang kami miliki. Generali Indonesia memiliki standar prosedur dalam menangani dan menyelesaikan Pengaduan Nasabah yang senantiasa mengacu kepada peraturan serta ketentuan yang berlaku,’’ujar Windra melalui surat tanggapan yang diterima redaksi SumutPos.co.

Sepanjang tahun 2021, Generali Indonesia telah membayarkan klaim jiwa dan kesehatan selama lebih dari Rp 1 Trilliun kepada lebih dari 202 ribu keluarga Indonesia, termasuk klaim kesehatan, penyakit kritis dan meninggal dunia. Nilai klaim tersebut juga mencakup klaim terkait COVID sebanyak lebih 7000 kasus senilai Rp253 miliar atau sebesar 25% dari keseluruhan klaim di tahun 2021. Hal ini menjadi bukti nyata, bahwa Generali Indonesia senantiasa berkomitmen kuat untuk memenuhi kewajibannya untuk membayarkan klaim nasabah, sesuai dengan syarat, ketentuan dan aturan yang berlaku. (rel/sih)

41 Warga Dairi Terkonfirmasi Covid-19

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 41 orang warga di Kabupaten Dairi terkonfirmasi Covid-19. Belakangan sebanyak 5 orang pegawai di Sekretariat Pemkab Dairi juga terkonfirmasi positif Covid-19.

PASCA diketahuinya 5 ASN pemkab Dairi terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 82 orang termasuk siswa PKL mengikuti rapid test antigen. Kepala Puskesmas Batangberuh, dr Eva Sinulingga mengatakan dari 82 orang yang menjalani rapid test antigen, sebanyak 5 orang positif/ terkonfirmasi Covid-19.

Sementara sebanyak 77 orang berstatus kontak erat. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jonny Hutasoit, membenarkan ada ASN di Sekretariat terkonfirmasi Covid-19. Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Pengendalian (P2P) pada Dinas Kesehatan kabupaten Dairi, dr Hardi Gurning dikonfirmasi, Selasa (15/2) membenarkan jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Dairi mengalami peningkatan.

Hardi Gurning menerangkan, data hingga Senin (14/2), jumlah warga Dairi terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 41 orang, dan kontak erat sebanyak 170 orang. Diketahui ke-41 orang terkonfirmasi positif tersebut sebanyak 24 orang di Kecamatan Sidikalang, Gunung
Sitember 6 orang, Sumbul 4 orang, Sitinjo 3 orang, Tanah Pinem 2 orang serta Pegagan Hilir dan Siempat Nempu masing-masing 1 orang.

Hardi mengatakan, seluruh pasien terkonfirmasi maupun kontak erat, kini menjalani isolasi mandiri di rumah, serta sebagian dirawat di RSU Sidikalang. (rud/han)

Perubahan Kondisi Kesehatan Saat Pra-Menopause, Menopause dan Pasca-Menopause

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DOSEN Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan pengabdian masyarakat di Klinik Bidan Risa di Pasar Tengah LK IV Kota Tebingtinggi.

Penyuluhan bertema tentang perubahan kondisi kesehatan saat fase pra-menopause, menopause dan pasca-menopause. Kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat terutama wanita yang sudah berusia >45 tahun agar mengetahui kondisi kesehatan saat pra-menopause.

Manfaat dari kegiatan ini diharapkan ibu-ibu yang sudah mengalami pra-menopause, menopause dan pasca-menopause dapat menyikapi perubahan kesehatan dengan baik. Tidak dengan rasa sedih sehingga mengeluarkan amarah yang berlebihan.

Kegiatan ini didasarkan pada hasil-hasil (pengajaran) pada mata kuliah Kesehatan Reproduksi. Kegiatan ini berupaya melakukan promosi kesehatan yang menjadi aktor utamanya adalah ibu pra-menopause, menopause dan pasca-menopause.

Kegiatan pengabdian fokus pada penyuluhan perubahan kesehatan pada ibu-ibu yang akan mengalami pra-menopause, menopause dan pasca-menopause.

Penyuluhan ini dilakukan Dosen Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia Medan yaitu Riska M, SST., MKM. ”Penelitian mengenai menopause telah banyak dilakukan. Namun dikalangan perempuan Indonesia, permasalahan seputar seksualitas saat ini masih belum banyak terungkap,” jelasnya di Medan, Selasa (15/2).

Seksualitas bagaimanapun sangat berkaitan dengan latar belakang budaya yang menganggap tabu untuk dibicarakan dan belum tereksplorasi secara mendalam terutama ungkapan langsung dari para perempuan menopause.

Penyuluhan ini, sebutnya, bertujuan mengeksplorasi makna dan arti pengalaman seksual perempuan menopause di Indonesia lebih mendalam. Bukan hanya pada dimensi fisiologis, tetapi juga pada dimensi psikologis dan sosial budaya.

Setiap perempuan akan mengalami masa menopause. Sebelumnya, akan mengalami masa pra-menopause ditandai dengan menstruasi tidak teratur.

Berdasarkan buku tentang kesehatan reproduksi usia lanjut yang diterbitkan oleh UWAIS Inspirasi Indonesia ditegaskan bahwa peran suami dalam siklus kehidupan wanita sangat penting.

Diantaranya sebagai pendukung lancarnya siklus kesehatan khususnya pada fase menopause dan kondisi kesehatan organ reproduksi menurun sehingga tidak dapat melayani suami dalam bidang kebutuhan seksual. Penerimaan dan dukungan suami sangat besar artinya bagi wanita menopause agar ketegangan yang muncul dapat dicegah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan usia harapan hidup orang Indonesia 75 tahun. Seiring meningkatnya harapan hidup manusia maka akan meningkat jumlah wanita usia lanjut. Sindrom menopause dialami oleh banyak wanita hampir diseluruh dunia. Sekitar 70-80 persen di Eropa, 60 persen di Amerika dan 10 persen di Indonesia.

”Dampak menopause yang sering terjadi di masyarakat adalah gangguan emosi, rasa takut menjadi tua, tidak tertarik, sukar tidur atau cepat bangun, sakit punggung dan mudah marah, sangat emosional dan spontan,” imbuhnya.

Situasi demikian dapat terjadi bila individu belum siap untuk menghadapi menopause. Upaya-upaya yang bisa dilakukan wanita pada masa menopause adalah untuk mengurangi berbagai keluhan yang sedang dialaminya yaitu dengan meningkatkan cara berpikir positif bahwa terjadinya menopause merupakan suatu proses alamiah yang harus diterima sebagai alur perjalanan hidup manusia. (dmp)

Sinergi Untuk Akselerasi Pembangunan Jaringan Gas Bumi Jawa Bagian Selatan

YOGYAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melaksanakan audiensi dengan dengan beberapa Kepala Daerah di Jawa Tengah bagian selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengakselerasi pembangunan jaringan gas bumi di wilayah tersebut. Adapun audiensi dilakukan dengan Walikota Yogyakarta, Bupati Kebumen, Bupati Kulonprogo, Bupati Sleman, Bupati Bantul, Bupati Purworejo dan Bupati Gunung Kidul.

“Kami perlu bersinergi bersama pemerintah daerah TK II maupun pemerintah kota dalam rangka percepatan pembangunan jaringan gas bumi (jargas). Sinergi tersebut meliputi penyelarasan program jargas dengan pengembangan fasilitas dan infrastruktur daerah yang ada. Selain itu, dukungan terkait kebijakan dan fasilitas pendukung infrastruktur jargas untuk menyukseskan program bauran energi daerah dan nasional. Target pemerintah, 4 juta sambungan jargas rumah tangga pada tahun 2024-2025 harus tercapai,” jelas Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto, (15/2/2022).

Sinergi lain dengan pemerintah daerah juga diperlukan agar dapat mensosialasikan pemanfaatan gas bumi kepada masyarakat setempat agar lebih familiar dengan gas bumi. Pemanfaatan gas bumi memiliki keunggulan lebih praktis, lebih aman, lebih ramah lingkungan, dan ketersediaannya lebih terjamin.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam kesuksesan program jargas ini. Kami membutuhkan sinergi, termasuk dengan BUMN, BUMD atau Perusda dalam pengoperasian dan pemeliharaan jargas,” imbuh Haryo.

Pembangunan 1 juta rumah tangga per tahun berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja, mengurangi impor LPG per tahun, pemanfaatan TKDN hingga 70%, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Jawa Tengah Bagian Selatan belum dilalui oleh jalur pipa distribusi gas bumi. Meskipun begitu, potensi pemanfaatannya cukup baik dimana wilayah Selatan Jawa juga terdapat beberapa potensi sumber gas yang apabila dimanfaatkan optimal dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan multiplier effectnya bagi wilayah tersebut. Oleh karena itu, PGN memerlukan skema transportasi logistik untuk membawa sumber gas yang akan diutilisasi untuk masyarakat setempat, yang salah satunya dengan menggunakan kereta api.

“Untuk skema pembangunan infrastruktur jargas akan dikombinasikan, baik secara pipeline dan beyond pipeline menggunakan Liquified Natural Gas (LNG) maupun Compressed Natural Gas (CNG) sehingga mempermudah transportasi dan rantai suplai gas bumi. Kami bekerjasama dengan KAI untuk membawa kargo LNG dengan kereta api,” jelas Haryo.

Pembangunan jargas rumah tangga juga berpotensi menyerap mitra dan tenaga kerja lokal. Benefitnya yaitu perputaran ekonomi bisa berjalan dan dapat membantu meningkatkan pendapatan asli daerah.

Pengembangan jargas rumah tangga di daerah diharapkan bisa menciptakan beberapa value creation untuk wilayah sekitarnya dan menjadi daya tarik bagi investor untuk membangun kawasan industri. (rel/ram)