Home Blog Page 2747

IKLAB Raya Anugerahi Amarullah Nasution sebagai Tokoh Pendidikan Nasional

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ikatan Keluraga Labuhanbatu (IKLAB) Raya memberikan penghargaan luar biasa kepada Dr H Amarullah Nasution SE MBA sebagai Tokoh Pendidikan Nasional. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas segala pengabdian, loyalitas, pengorbanan, dan prestasi yang telah diberikan Amarullah dalam dunia pendidikan di Negara Republik Indonesia.

Penganugerahan tokoh pendidikan nasional ini diberikan kepada Amarullah dalam kegiatan Sarasehan dan Silaturahim Bupati Labuhanbatu Raya dengan Tim Pemekaran dan Ikatan Keluarga Labuhanbatu (IKLAB) Raya pada 18 Desember 2021 lalu. Drs Rivai Nasution MM selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, kiprah Amarullah di dunia pendidikan tak diragukan lagi. Sehingga dia layak mendapat penganugerahan tersebut.

Diketahui, Dr H Amarullah Nasution SE MBA merupakan salah satu pendiri sekaligus ketua Yayasan Universitas Labuhanbatu (ULB) yang didirikan pada 29 Juli 1998 di Kota Rantauprapat (Labuhanbatu) dan Kota Pinang (Labuhanbatu Selatan) serta Aek Kanopan ( Labuhanbatu Utara ) Sumatera Utara. Pendirian yayasan tersebut untuk memenuhi keinginan masyarakat Labuhanbatu Raya yang sangat mendambakan kehadiran suatu lembaga perguruan tinggi di daerahnya yang sejak kemerdekaan, belum pernah memiliki perguruan tinggi.

Amarullah Nasution dilahirkan di Dusun Martopotan Kelurahan Langgapayung pada 29 Juli 1943 buah pernikahan dari Alm H Baginda Pinayungan Nasution dan Almh Hj Sori Omas Hasibuan. Amarullah Nasution menempuh pendidikan formal mulai Sekolah Rakyat (SR) 6 tahun plus kelas II Madrasah Diniyah, SMP, SGB dan SMA hingga perguruan tinggi.

Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi UI Jakarta pada 1971. Kemudian, ia menempuh pendidikan Pascasarjana (S2) dari University of Georgia, Athen’s pada tahun 1989, dan Doktor (S3) lulus dari University of Georgia, Athen’s 1993 keduanya di Amerika Serikat dengan konsentrasi dalam bidang Manajemen Bisnis.

Kemudian ia memulai karier PNS sebagai Direktur SMEA Negeri Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, kemudian pindah ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Jabatan Sekretaris Wilayah Depnaker Transkop Provinsi Aceh di Banda Aceh 1972. Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Resort Tenaga Kerja di Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara pada 1974 berkedudukan di Langsa.
Karier PNS-nya diakhiri sebagai Kepala Kanwil Ditjen Binaguna Depnaker Provinsi Irian Jaya dengan Pangkat Golongan Pembina Tk.I (IV/B) dan berhenti atas permintaan sendiri pada tahun 1981 dengan masa kerja 12 tahun tanpa hak pensiun.

Tak berhenti sampai di situ. Amarullah kemudian memulai pengalaman di Luar Negeri pada tahun 1976 dengan mendapat penugasan dari Departemen Tenaga Kerja untuk mengikuti Man Power Planning Course di Utah University Salt Lake City Amerika Serikat selama 9 tahun. Pada tahun itu pula, dia mendapat tugas dari Departemen Tenaga Kerja mengikuti Comparative Study (Studi Banding) tentang Labour Market Information System ke India, Pakistan, Bangladesh, Kamboja, Vietnam dan Thailand.

Kemudian pada 1988 s/d 1993, Amarullah belajar ke Amerika Serikat untuk memperoleh Pendidikan Master dan Doktor. Melaksanakan Ibadah Haji ke Mekkah pada 1992. Sedangkan Karya Ilmiah yang pernah di hasilkan antara lain, Business Policy 1993 (Materi Kuliah S2), Personal Management (Bahan Kuliah) Fakultas Ekonomi, Analisis Lingkungan Usaha 1994 (Bahan Kuliah) dan Perencanaan Tenaga Kerja 1994 (Bahan Kuliah S2).

Di bidang keorganisasian, pada tahun 1982 s/d 1990 ia berturut-turut menjabat sebagai Rektor Universitas Williem Iskandar di Jakarta. Sebagai Direktur Pusat Studi Pembangunan Sumatera Utara (PUSPASU) di Jakarta. Sekjen Jamiah Batak Muslim Indonesia (JBMI) di Jakarta, Direktur Utama P4 Internasional Consultant, Direktur Utama Institut of Manajement Jakarta Internasional (IMJI) Jakarta dan Dosen Fakultas Pascasarjana di berbagai Perguruan Tinggi di Jakarta.

Pernah juga ia menjabat sebagai Anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014, sebagai Ketua GMNI DKI Jaya selagi menjadi mahasiswa, Sekjen Jamiah Batak Muslim Indonesia (JBMI) di Jakarta, dan pada tahun 2016 sampai sekarang menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Labuhanbatu Raya (Iklab Raya) sejak tahun 2012 -2018, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Nasution Dohot Anak Boruna (DPD IKANAS) Sumut.

Di bidang konsultan bisnis, sampai sekarang masih aktif sebagai tenaga ahli/konsultan senior bidang kajian ekonomi, keuangan dan kelembagaan untuk proyek-proyek yang dibiayai oleh Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, UNDP dan Bank Pembangunan Islam untuk wilayah Asia Pasifik.

Kesibukannya sekarang dalam rangka peningkatan kualias SDM, kualitas beragama, dan bermasyarakat yakni sebagai tenaga pengajar/dosen, juga memimpin beberapa institusi pendidikan yang didirikan beliau ,seperti Universitas Riau Kepulauan Batam(UNRIKA) Pesantren Darul Falah Kota Pinang, dan Akbid Bunda Serumpun Pekanbaru , Dan terakhir beliau juga baru mendirikan Yayasan Perguruan Tinggi Swasta Padang lawas Utara pada tahun 2019 dengan membuka Institut Tekhnologi dan Sains (ITS Paluta) serta tahun 2020 membuka cabang di Kabupaten Padang lawas Selatan (ITS PALAS) dan tahun 2021 membuka cabang di Kabuaten Madina ( ITS Madina ).

“Semoga Sosok beliau senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan serta usia yg panjang demi membangun dunia pendidikan di bumi persada Republik.Indonesia yang kita cintai ini,” pungkas Rivai. (adz)

Hary Tanoe Lantik Boyke Novrizon Eks Demokrat Jadi Waketum Perindo

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Eks Politikus Partai Demokrat Boyke Novrizon bergabung dengan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Bulatnya keputusan Ketua Umum Angkatan Muda Demokrat (AMD) ini, karena visi kebangsaan dan perjuangan Partai Perindo untuk menyejahterakan rakyat.

“Negara mau besar, negara mau bangkit, tentu rakyat harus sejahtera, bangsa sejahtera,” ungkap Boyke seusai Pelantikan sebagai Wakil Ketua Umum Partai Perindo oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo di Kantor DPP Partai Perindo, Jl Diponegoro 29, Menteng, Jakarta, Jumat (8/4/2022).

Hal ini, kata Boyke yang merupakan pendiri Organisasi Front Pemuda Mahasiswa 98 ini, menjadi daya tarik bukan hanya bagi dirinya, tetapi tokoh-tokoh lain yang juga banyak akan bergabung dengan Partai Perindo.

“Karena kami menganggap Pak Hary Tanoesoedibjo sangat _concern_ dan _firm_ mengenai persoalan ini, gagasan soal Politik Kebangsaan serta pembangunan ekonomi kerakyatan dan UMKM, mungkin Partai Perindo salah satunya yang sampai hari ini tetap fokus, selalu fokus untuk rakyat kecil,” tuturnya.

Mantan aktivis 98 yang merupakan pendiri Kesatuan Aksi Mahasiswa Reformasi 98 ini berharap ke depan Partai Perindo bisa menjadi besar, menjadi partai parlemen. Dia berharap kehadirannya bisa berguna dan memberi manfaat untuk kebesaran Partai Perindo.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengatakan Boyke dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Kajian Strategis Pembinaan Organisasi Sayap, termasuk Relawan dan hubungan organisasi nonpemerintahan.

“Saya melihat Pak Boyke ini _kan_ petarung. Sudah di politik begitu lama kariernya, merupakan tokoh 1998, waktu reformasi. Banyak aktif di organisasi. Di partai politik sudah hampir 20 tahun, di Pemuda, juga di DPP partainya dengan keterlibatan aktivitas yang beragam dan juga mengenal dan dikenal oleh banyak orang,” ungkapnya.

Kehadiran Boyke, kata Hary, bisa membawa angin segar di bidangnya, supaya Partai Perindo bisa menjadi partai besar di 2024 mendatang.

Boyke bertugas untuk membina seluruh sayap Partai Perindo, memastikan memilliki jaringan nasional, kegiatannya jelas dan berdampak positif di dalam membangun Partai Perindo.

Selain itu, Boyke akan membangun relawan-relawan perjuangan partai dan sayap baru, termasuk terkait kedekatannya dengan banyak ulama, maka akan memperkuat jaringan ulama dengan membuat majelis-majelis kegiatan agama.

Hary mengungkapkan, ke depan akan semakin banyak tokoh-tokoh yang akan bergabung dengan Partai Perindo.

“Partai Perindo itu inklusif, partai untuk semua yang mau berjuang bersama-sama untuk kesejahteraan Indonesia,” kata Hary. (rel/ram)

Menteri BUMN Ajak Petani Karo Gabung Program Makmur, Begini Manfaatnya

Staf khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menyosialisasikan program Makmur kepada petani di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), baru-baru ini.

KARO, SUMUTPOS – Agustus 2021 lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meluncurkan program Makmur. Ia terus meluaskan penerapan program Makmur yang memberikan banyak manfaat pada petani. Melalui Staf Khusus III, Arya Sinulingga, Erick menyosialisasikan program yang memiliki makna Mari Kita Majukan Usaha Rakyat kepada petani yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Arya mengatakan, program Makmur bisa dimanfaatkan oleh para masyarakat Kabupaten Karo, yang sekitar 75% merupakan seorang petani. “Tanah Karo ini kan 75% nya petani. Saya sudah keliling ke 11 titik Makmur dan ternyata Karo belum masuk program Makmur,” demikian ungkap Arya.

Arya mengatakan bahwa program Makmur merupakan salah satu upaya dan solusi yang diberikan pemerintah kepada petani tanah air untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari usaha tani. Makmur menjadi solusi bagi petani lantaran program ini merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan segala bentuk kebutuhan pertanian, mulai dari project leader, pihak asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, offtaker, dan pemerintah daerah.

“Program Makmur ini bisa bantu petani Karo untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Terbukti kita di Karawang peningkatan produktivitasnya mencapai 30%,” kata Arya.

Selain itu, dikatakan Arya bahwa Program Makmur mampu menjawab tantangan yang selama ini dihadapi oleh para petani. Adapun keluhan yang sering didapatkan para petani adalah mengenai ketersediaan pupuk. Melalui program Makmur ini, Arya memastikan kebutuhan pupuk petani akan lebih terjamin, apalagi pupuk yang dimanfaatkan merupakan non subsidi atau komersil.

Program Makmur ditawarkan untuk dilaksanakan di atas lahan seluas 200 hektar untuk komoditas jagung di Kabupaten Karo, Sumut. Acara sosialisasi ini juga dihadiri oleh petani hortikultura, petani serewangi, petani jagung, petani kopi, dan petani binaan Bank BRI.

Arya meminta kepada BUMN yang terlibat dalam program Makmur khususnya Pupuk Indonesia untuk menindaklanjuti dari acara sosialisasi ini. Dia pun berharap para petani di Kabupaten Karo dapat bergabung dalam program Makmur yang telah diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir pada Agustus 2021.

“Selanjutnya setelah pertemuan ini, langsung saja Pupuk Indonesia bersama dengan ID Food, BRI, Jasindo untuk follow up. Ada petani yang tadi minta untuk uji tanah dan petani yang kesulitan pendanaan. Supaya makin banyak lagi petani yang terbantu dengan program Makmur,” ungkapnya.

Hingga Maret 2022, program Makmur telah dilaksanakan di atas lahan seluas 92.884 hektar dan diikuti oleh 37.818 orang petani yang tersebar di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara.

Dari lahan seluas 92.884 hektar ini, terdiri dari beberapa komoditas seperti padi di lahan seluas 18.212 hektar dan diikuti oleh 15.625 petani. Sawit di lahan seluas 47.102 hektar dan diikuti 10.643 petani. Tebu di lahan seluas 17.721 hektar dan diikuti oleh 5.753 petani.

Selanjutnya, komoditas jagung di lahan seluas 7.596 hektar dan diikuti oleh 2.932 petani. Hortikultura di lahan seluas 1.955 hektare dan diikuti oleh 2.589 petani. Perkebunan Rakyat di lahan seluas 298 hektare dan diikuti 276 petani. (Rel)

Nyambi Edarkan Sabu-sabu, Jukir Dituntut 8 Tahun Penjara

JALANI SIDANG: Erianto Agustinus Panggabean, terdakwa kasus narkotika saat menjalani sidang tuntutan secara virtual di Ruang Cakra 9 PN Medan, Jumat (8/4). Agusman/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Erianto Agustinus Panggabean (46), warga Jalan Mura Mas, Medan Sunggal, dituntut 8 tahun penjara. Juruparkir (jukir) ini, dinilai terbukti mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 9,2 gram, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (8/4).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Yanti Panjaitan, dalam nota tuntutannya, menuturkan, perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. “Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut terdakwa Erianto dengan pidana penjara 8 tahun, denda Rp800 juta, subsider 3 bulan penjara,” ungkap Yanti.

Usai mendengarkan tuntutan, Hakim Ketua Donald Penggabean, memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan pada sidang pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, pada 11 Desember 2021, 4 personel Polsek Medan Area, mendapat informasi tentang adanya transaksi jual beli narkotika di Jalan Bahagia by Pass, Kecamatan Medan Kota.

Setelah diberitahu ciri-ciri terdakwa yang menaiki sepeda motor Honda vario berwarna silver, personel polisi kemudian melakukan penangkapan, persis di depan sebuah rumah makan Jalan Bahagia by Pass Medan. Dari terdakwa, petugas mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 9,2 gram. Selanjutnya petugas membawa terdakwa ke Polsek Medan Area untuk penyelidikan lebih lanjut. (man/saz)

Polisi Tangkap Residivis saat Bobol Toko Sepeda

Istimewa DIAMANKAN: Residivis yang ditangkap polisi saat membobol toko sepeda di Jalan Gajahmada Medan, Rabu (6/4) dini hari.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang residivis berinisial AJS, warga Desa Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, ditangkap personel Polsek Medan Baru, saat membobol toko sepeda di Jalan Gajahmada Medan, Rabu (6/4) dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, AKP Martua Manik mengatakan, pelaku ditangkap atas informasi penjaga toko sepeda yang curiga adanya maling masuk ke dalam toko. Takut terjadi hal yang tak diinginkan, kemudian meminta bantuan kepada personel polisi yang kebetulan melintas ketika berpatroli. “Jadi saat itu, petugas mendapat informasi, ada pencuri yang sedang beraksi di toko sepeda. Petugas lalu bergerak cepat dan berhasil menangkapnya,” ungkap Martua, Jumat (8/4).

Dalam aksinya, lanjut Martua, pelaku berdalih mendapati ruko tersebut dalam keadaan tidak terkunci. Pelaku masuk dan naik ke lantai 3, lalu mengambil barang-barang yang ada di dalam menggunakan kabel dan selang air.

“Pelaku ini merupakan residivis dalam kasus pencurian, dan baru bebas dari lapas pada 2021 lalu,” tuturnya.

MMartua membeberkan, dari tangan tersangka disita barang bukti berupa pakaian pelaku saat beraksi, satu smartwatch (jam pintar) merek Infinix, satu sepeda merek PCO, satu unit bor listrik merek Krisbow, satu jersey sepeda, dan satu kaos oblong warna hitam.

“Pengakuan pelaku, sebelumnya pernah melakukan pencurian di satu rumah Jalan Merget, Petisah Tengah, Medan Petisah pada 20 Maret 2022. Pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman di atas 5 tahun penjara,” pungkasnya. (ris/saz)

Tinjau Pengosongan Eks Perisai Plaza, Bobby: Penyewa Minta Waktu Seminggu

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution dan jajaran saat meninjau pengosongan gedung eks Perisai Plaza, Kamis (7/4). Pada kesempatan itu, pihak penyewa gedung meminta aktu sepekan untuk benar-benar mengosongkan tempat itu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna memastikan pihak penyewa eks Gedung Perisai Plaza telah mengosongkan fasilitas tersebut, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution pun meninjau tempat yang berlokasi di Jalan Pegadaian, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun itu, Kamis (7/4) lalu.

Setibanya di lokasi, Bobby yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M Sofyan dan Kepala Satpol PP Rakhmat Harahap, langsung memasuki gedung dengan luas 1.767 meter persegi itu, dan mengecek satu per satu ruangan di sana.

Usai meninjau eks Gedung Perisai Plaza tersebut, Bobby mengatakan, Pemko Medan telah berkomunikasi dengan pihak penyewa, yang saat ini difungsikan sebagai tempat hiburan Heaven Hell.

“Alhamdulillah, mereka bersedia mengambil barang-barangnya. Jadi kedatangan saya ke sini untuk memastikan saja. Di samping itu, Pemko Medan melalui Satpol PP ingin membantu masyarakat yang menyewa di sini, untuk memindahkan barang-barangnya dengan sukarela dan tidak ada paksaan. Kami hanya berkomunikasi ke mereka untuk melakukan pengosongan. Kami juga membantu pihak yang menyewa untuk sama-sama mengosongkan gedung ini,” ungkap Bobby.

Bobby juga menjelaskan, pihak penyewa meminta waktu satu pekan untuk benar-benar mengosongkan gedung tersebut. Sebab hingga saat kni, masih banyak barang-barang milik penyewa yang tertinggal di dalam gedung, mulai dari televisi, audio set, meja billiard, dan lainnya.

“Sekali lagi, kami pastikan kehadiran kami untuk membantu pihak penyewa. Dan mereka meminta waktu satu minggu untuk benar-benar mengosongkan tempat ini,” tuturnya.

Selain memastikan telah dilakukannya pengosongan ruangan, Bobby juga ingin mengecek barang-barang di tempat tersebut, tidak ada yang rusak pada saat dilakukannya penertiban pada Sabtu (2/4) lalu.

“Tadi kami cek dan tanyakan langsung kepada pihak yang menyewa, apakah ada yang rusak atau tidak? Pihak penyewa menjawab tidak ada rusak satu pun. Jadi kedatangan saya juga untuk memastikan kebenaran di lapangan seperti apa,” beber Bobby.

Selanjutnya, menyikapi adanya klaim, gedung itu milik penyewa, Pemko Medan pun memiliki bukti-bukti, gedung tersebut adalah aset milik Pemko Medan.

“Hari ini (Kamis), Alhamdulillah, dengan teman-teman aparat lingkup Pemko Medan, dapat dibuktikan, gedung ini milik kita (Pemko Medan). Secara legalitasnya, seperti yang saya jelaskan kemarin. Yang dilelang bukan aset dan fisiknya, tapi kontrak kerja samanya, yakni dengan sistem build operate transfer (BOT),” jelasnya.

Sedangkan untuk ke depannya, Bobby mengaku, telah memiliki sejumlah rencana untuk memungsikan gedung tersebut.

“Tunggu saja. Nanti saya sampaikan gedung ini akan digunakan sebagai tempat apa,” pungkasnya. (map/saz)

Ijeck: Kebutuhan Darah 6.000 Kantong per Bulan

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah, membeberkan manfaat berdonor darah, baik bagi para pendonor hingga penerimanya.

“Banyak manfaat yang didapat dari donor darah. Pertama dari kesehatan orang yang berdonor darah, tubuhnya akan lebih segar, karena darah yang dikeluarkan akan digantikan dengan yang baru. Prosesnya itulah keajaiban dari Allah Subhanahu wa Taala. Kalau badan sudah segar, tidur pun nyenyak. Banyak lagi manfaat lain donor darah untuk kesehatan,” ungkap Ijeck, sapaan karib Musa Rajekshah, yang juga Ketua PMI Kota Medan, Jumat (8/4).

Selain tubuh yang akan menstimulasi pembentukan darah baru yang segar, Ijeck juga menyampaikan, secara agama, tolong-menolong antarsesama akan mendapat kebaikan di dunia hingga akhirat.

“Kesadaran donor darah ini perlu. PMI tak bisa bekerja sendiri, semua harus ikut ambil bagian. Suatu hari kita juga pasti butuh pertolongan orang lain, maka selagi bisa menolong, pergunakan. Apalagi darah gratis memang sudah diberi Allah Subhanahu wa Taala untuk kita. Kebaikan di dunia diberi sehat, dan di akhirat dapat pahala, karena kita tulus membantu, menyelamatkan nyawa orang lain,” tuturnya.

Sementara itu, PMI Kota Medan, lanjutnya, memiliki stok darah yang mencukupi.

“Hari ini (kemarin, red) stok darah kita ada 1.233 kantong, dan stok kita setiap hari di atas 1.000. Kebutuhan Medan dalam sebulan itu, rata-rata mencapai 6.000 kantong per bulan. Bahkan kita sering membantu memenuhi kebutuhan stok darah ke kabupaten kota lain,” beber Ijeck.

Saat Ramadan, lanjut Ijeck, biasanya para pendonor memang berkurang. Namun PMI Kota Medan, menurutnya, telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk tetap menjaga persediaan terjaga.

“Kita ada kegiatan mendatangi masjid selesai Salat Tarawih, dengan membuka mobil pelayanan donor darah. Kemudian, menyasar lebih banyak masyarakat yang tidak berpuasa, ada dari jemaat Nasrani, Hindu, Budha, dan lainnya,” katanya.

Aktivitas PMI Kota Medan tidak hanya donor darah saja, menurutnya mereka juga malaksanakan kegiatan pelayanan ambulans, tanggap darurat bencana, serta pendidikan dan pelatihan.

“PMI Medan telah menyiapkan 3 jenis layanan ambulans, seperti 3 unit ambulans gawat darurat, 3 unit ambulans transportasi, dan 4 unit mobil jenazah. Untuk mobil jenazah, PMI Medan telah memberikan 2 unit ke PMI Medan Denai dan Medan Marelan,” papar Ijeck.

Dalam kesempatan itu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan, Harry Butar-butar menyebutkan, pihaknya terus berkomunikasi kepada berbagai kelompok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan darah.

“Kerja sama dengan yayasan-yayasan, TNI-Polri juga rutin melakukan donor darah, serta perusahaan, juga instansi swasta. Semua kami hubungi untuk mendonorkan darah,” jelasnya.

Stok darah, lanjutnya, tidak bisa disimpan dalam waktu lama, karena masa kedaluwarsanya hanya 35 hari. Sehingga untuk rhesus negatif, pihaknya telah memiliki contact list pendonor dengan sistem on call.

“Kami ada database untuk contact person pendonor rhesus negatif. Dan sejauh ini, mereka juga sangat bermurah hati, jam berapapun dibutuhkan mereka mau datang,” pungkasnya. (gus/saz)

PUD Pasar Bersama Bank Sumut Sosialisasi KUR Mikro di Pasar Kampunglalang

SOSIALISASI: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suawrno beserta jajaran, bersama pihak Bank Sumut saat sosialisasi KUR Mikro di Pasar Kampunglalang, Kamis (7/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna percepatan pemulihan ekonomi, khususnya untuk pedagang di pasar tradisional, PUD Pasar Kota Medan berkolaborasi dengan Bank Sumut, dalam menyosialisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro. Kegiatan ini diadakan di Pasar Kampunglalang, Jalan Klambir 5, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (7/4) lalu.

Sosialisasi ini dipimpin Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, dan Pimpinan Area Bussines Head Cabang Medan Bank Sumut Ali Akbar. Turut mendampingi dari PUD Pasar Kota Medan, yakni Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, Kepala Cabang 2 Budi F Putra, dan Kepala Pasar Kampunglalang Dohar Simatupang. Sementara dari Bank n Sumut, dihadiri Pimpinan Divisi Retail Bank Sumut Syafrizal Syah, dan Area Bussines Head Cabang Kampunglalang Desy Trisnawaty.

Setiba di pasar, Suwarno dan rombongan Bank Sumut berkeliling dan menyosialisasikan kepada pedagang perihal KUR Mikro. Alhasil, respons pedagang terhadap sosialisasi ini pun sangat positif.

“Seperti arahan Pak Wali Kota untuk percepatan pemulihan ekonomi, maka kegiatan ini merupakan satu langkahnya,” ungkap Suwarno.

Sementara itu, Pimpinan Area Bussines Head Cabang Medan Bank Sumut, Ali Akbar menuturkan, Pasar Kampunglalang merupakan pasar ketiga dilakukannya sosialisasi ini. Sebelumnya, sosialisasi yang sama juga sudah dilakukan di Pusat Pasar dan Pasar Petisah.

Ali juga menjelaskan, atensi pedagang terhadap program KUR Mikro ini cukup tinggi. Setelah ini, pihaknya akan terus menyosialisasikan program tersebut ke pasar-pasar lainnya yang ada di bawah naungan PUD Pasar Kota Medan.

“Kita tahu sendiri, pandemi membuat pedagang kesulitan mengembangkan usahanya. Jadi, hadirnya program ini, diharapkan dapat mempermudah dan membantu pedagang mengembangkan usahanya,” pungkasnya. (map/saz)

Keliling Bersama Bobby ke Kesawan dan Istana Maimun, Ganjar: Heritage Medan Bagus

BINCANG: Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat berkunjung ke Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kedatangan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ke Kota Medan, tak disia-siakan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution. Sejak Kamis (7/4) sore hingga Jumat (8/4), Bobby mendampingi Ganjar untuk berkeliling kawasan Kota Tua Kesawan, yang merupakan kawasan heritage di Kota Medan.

Seperti diketahui, Bobby tengah fokus pada penataan kawasan heritage. Bahkan sebelummya, Pemko Medan juga beberapa kali melakukan studi banding ke kawasan Kota Tua Semarang, Jateng, sebagai percontohan untuk penataan kawasan Kesawan.

Berdasarkan pengamatan, Ganjar dan Bobby tampak berjalan kaki mengelilingi kawasan Kesawan. Setelah berkeliling, keduanya pun singgah ke Tjong A Fie Mansion. Ketika itu, Ganjar tampak sangat antusias melihat rumah peninggalan tokoh Tionghoa tersebut.

Dalam kunjungannya ini, Ganjar juga mendengar sejarah Tjong A Fie dan kepeduliannya untuk menolong sesama. Karena itu, dia berharap, bangunan tersebut dapat dijaga dan dirawat, agar bisa memberikan nilai positif bagi generasi muda.

“Heritage Medan bagus. Tadi sudah diskusi sama Pak Wali, ternyata dia telah n

memperbaiki ini. Menggerakkan heritage itu tidak mudah, maka Pak Wali pernah ke Semarang,” ungkap Ganjar, usai melihat kondisi di dalam rumah Tjong A Fie yang terletak di Jalan Ahmad Yani Medan/Kesawan.

Menurut Ganjar, Kota Semarang memang lebih dulu menata kota tuanya. Tapi berdasarkan pengamatannya, bangunan heritage di Kota Medan berjumlah lebih banyak.

“Heritage ini luar biasa. Ya wisata, ya menggali sejarah, juga menggali peradaban,” katanya.

Sementara itu, Bobby juga tampak menjelaskan sejumlah sejarah yang ada di kawasan Kesawan, termasuk rumah Tjong A Fie kepada Ganjar.

Selain ke Rumah Tjong A Fie, Bobby juga membawa Ganjar ke Masjid Gang Bengkok, yang juga terletak di kawasan Kesawan.

Sementara sehari sebelumnya, Kamis (7/4), Bobby membawa Ganjar ke Istana Maimun yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Medan. Sore harinya, Ganjar berbuka puasa di Rumah Makan Bintang Jalan Taruma, Medan Petisah.

Saat mengunjungi Istana Maimun, sekira pukul 16.30 WIB, Ganjar tampak takjub ketika melihat keaslian arsitektur istana yang masih cukup terjaga, walau telah berusia lebih dari 100 tahun. Terlebih lagi, Ganjar mendapat informasi, Istana Maimun akan direvitalisasi oleh Pemko Medan.

“Keren ini, masih kokoh. Kalau direvitalisasi lebih bagus. Saya dengar akan direvitalisasi oleh Pak Bobby. Bagus sekali, harus didukung,” kata Ganjar.

Setelah dari Istana Maimun, Ganjar dan rombongan bertolak ke Rumah Makan Bintang. Tidak lama kemudian, Bobby pun tiba di lokasi.

“Maaf Pak, tadi ada banyak kegiatan. Agak telat baru sampai ke sini,” tuturnya menyapa Ganjar.

“Ya enggak apa apa Mas. Keren Istana Maimun. Apalagi mau direvatilisasi,” sambut Ganjar.

Ganjar pun menceritakan, dia menyempatkan diri untuk berkunjung ke Istana Maimun. Karena itu, dia takjub dengan bangunan yang masih seperti aslinya. Dia berharap, Istana Maimun terus dilestarikan, sehingga bisa menjadi sarana masyarakat untuk berlibur ataupun mengenal sejarah Kota Medan.

Mendengar kekaguman terhadap keaslian dan arsitektur Istana Maimun, Bobby pun mengucapkan terima kasihnya kepada Ganjar.

“Terima kasih ya Pak atas dukungannya,” pungkasnya. (map/saz)

Human Intiative Gelar Inspirasi untuk Negeri, Tanamkan Nilai-nilai Kemanusiaan

KETERANGAN: Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati, bersama Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Rulli Nuryanto, saat menyampaikan keterangan di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (7/4).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Human Initiative menyelenggarakan acara bertajuk ‘Initiative Forum; Inspirasi untuk Negeri, Berdikari dengan Kolaborasi’ di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (7/4) lalu. Acara tersebut juga digelar secara virtual.

Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati menjelaskan, kegiatan ini merupakan public expose, sebagai upaya untuk terus menjaga nilai-nilai kemanusiaan Human Initiative, menguatkan kolaborasi kebaikan, juga menumbuhkan kepercayaan publik dalam bergerak bersama menumbuhkan kemandirian.

Acara dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Rulli Nuryanto, dan sejumlah peserta Initiative Forum dari berbagai lintas. Di antaranya dari Kemenko PMK, Kementerian Koperasi dan UKM, Bappenas, BNPB, internasional dan nasional NGO, korporasi baik nasional maupun Lokal, serta mitra dari retail dan media masa lokal dan nasional. Selama acara berlangsung, keguiatan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Di Initiative Forum, lanjut Tomy, Human initiative menyampaikan sharing pemaparan tentang kinerja Human Initiative selama 2021, dalam sesi bernama Initiative Talk.

“Dalam aktivitas ini, juga disampaikan tentang jangkauan manfaat serta penerima manfaat yang telah terbantukan lewat program-program Human initiative selama masa pandemi,” ungkap Tomy.

Kemudian, lanjut Tomy, pada sesi tersebut terdapat juga pemaparan dari beragam mitra kolaborasi Human Initiative, dengan tujuan untuk menguatkan kolaborasi aksi kemanusiaan.

“Selain itu, terdapat Initiative Award yang merupakan aktivitas pemberian penghargaan kepada mitra kolaborasi Human Initiative,” jelasnya.

Hal ini, sambungnya, sebagai apresiasi kepada mitra kolaborasi Human Initiative yang telah aktif membantu Program Human Initiative sepanjang 2021. Peraih penghargaan tersebut terdiri atas 3 kategori, yakni korporasi/CSR, organisasi nirlaba, dan komunitas.

“Pada Initiative Forum juga terdapat pameran serta pemaparan 3 program inti Human Initiative, yakni initiative for children, initiative for empowerement, dan initiative for disaster,” beber Tomy.

Sebagai contoh, sambung Tomy, terdapat pertunjukan kreasi anak-anak binaan Human Initiative, pameran ‘Rumah Senyum’ yang kerap kali Human Initiative gunakan untuk mitigasi bencana, produk-produk UMKM binaan Human Initative, dan beberapa pameran lain.

“Sahabat inisiator, terima kasih kepada para pihak yang turut mendukung perjalanan Human Initiative dari tahun ke tahun. Mudah-mudahan acara Initiative Forum ini dapat membantu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, edukasi masyarakat, dan menumbuhkan kemandirian, sehingga dapat terus bermanfaat dalam membangun bangsa,” pungkas Tomy. (dwi/saz)