30 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 2755

Tiba di Terminal Cargo KNIA, 389.300 Dosis Astrazeneca Dikawal Brimob

KAWAL: Sat Brimob Polda Sumut saat mengawal vaksin Astrazeneca di Terminal Cargo KNIA, Kabupaten Deliserdang, Selasa (8/2).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 389.300 dosis vaksin Astrazeneca tiba di Terminal Cargo Kualanamu International Airport (KNIA), Kabupaten Deliserdang, Selasa (8/2). Untuk itu, Satuan Brimob Polda Sumut pun melakukan pengawalan.

Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Heriyono mengatakan, pemerintah pusat kembali mengirim ratusan ribu dosis vaksin Astrazeneca ke Sumut. Vaksin tersebut nantinya akan disalurkan ke daerah-daerah yang ada di wilayah Sumut.

Adapun untuk pengawalan vaksin ini, lanjut Heriyono, diturunkan satu regu personel Brimob Polda Sumut, yang dipimpin Kanit 2 Subden Bantis Detasemen Gegana, AKP Sandro Situngkir. “Vaksin ini langsung dikawal Brimob mulai dari Terminal Cargo KNIA menuju Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumut di Jalan HM Yamin Medan,” ungkap Heriyono.

Heriyono juga menjelaskan, selama proses pengawalan, berjalan dengan aman dan lancar. Dalam pengamanan vaksin tersebut, melibatkan personel dari Koramil 23/BRG, Polsek Kawasan KNIA, PJR Polda Sumut, dan Polresta Deliserdang. “Vaksin diserahterimakan kepada pihak Dinas Kesehatan Sumut, yang diterima langsung oleh Damhuri, selaku staff pengurus Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumut,” pungkasnya. (dwi/saz)

Lapas Binjai Gelar Vaksinasi Booster

DIVAKSIN: Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian, saat mendapat vaksinasi booster.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai melaksanakan vaksinasi booster kepada jajaran pegawai. Kepala Lapas Binjai, Maju Amintas Siburian, pun turut mendapat vaksinasi booster pada kesempatan tersebut.

Seperti biasa, petugas tenaga kesehatan mengecek kondisi kesehatan kepada penerima vaksin booster. Pelaksanaan vaksinasi booster atau lanjutan ini, berdasar Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/II/252/2022.

“Ada 53 pegawai lingkup Lapas Binjai dan 3 dari tenaga kesehatan, sudah mendapat vaksinasi booster. Pelaksanaan ini kerja sama dari Dinas Kesehatan Binjai dan Polres Binjai,” ungkap Maju, Selasa (8/2).

Bagi jajaran pegawai yang belum mendapat vaksinasi booster, Maju mengimbau agar jangan takut. “Bagi yang belum (divaksin booster), bisa datang langsung ke Klinik Polres Binjai, untuk mendapatkan vaksinasi,” jelasnya.

Vaksinasi booster dilakukan untuk meningkatkan proteksi individu, terutama pada kelompok masyarakat rentan. Juga untuk memperbaiki efektivitas vaksin yang telah menurun. Artinya, vaksinasi booster ini dilakukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan dan memperpanjang masa perlindungan. Penerima vaksinasi booster berusia 18 tahun ke atas, dan telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap, minimal 6 bulan sebelumnya.

Sementara, warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Binjai, juga terus gencar mendapatkan vaksinasi. Gelombang pertama, ada 173 WBP mendapat vaksinasi pertama dan kedua. Gelombang kedua, jumlah penerima vaksinasi jauh lebih tinggi, yakni sebanyak 1.305 WBP. (ted/saz)

Bobby Nasution Terima Penghargaan Inisiator Olahraga Tingkat Nasional

PENGHARGAAN: Wali Kota Medan, Bobby Nasution menerima penghargaan dari Ketua PWI Pusat, Atal S Depari pada rangkaian peringatan HPN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/2). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution SE MM menerima penghargaan inisiator olahraga tingkat nasional SIWO PWI dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN), Selasa (8/2) di Kendari Sulawesi Tenggara.

Bobby Nasution menjadi salah satu dari 6 Bupati/Wali kota se Indonesia yang menerim penghargaan. Pemberian penghargaan tersebut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpor) RI Zainuddin Amali.

Selain Bobby, Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani juga menerima penghargaan kategori Ketua KONI.

Penghargaan Inisiator Olahraga ini merupakan agenda tetap SIWO PWI Pusat yang dilaksanakan setiap tahun bersamaan dengan HPN.

Penghargaan yang diterima Wali Kota Medan Bobby Nasution merupakan usulan SIWO PWI Sumut karena sejak dilantik menjadi Wali Kota Medan Februari 2021, menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut menunjukkan kepedulian dan perhatian luar biasa untuk membuat olahraga di Kota Medan lebih menggeliat.

Begitu juga dengan Ketua KONI Medan Drs Eddy H Sibarani yang aktif melaksanakan pembinaan olahraga melalui berbagai multi even seperti Pekan Olahraga Kota (Porkot), Porwil Kota Medan dan single event.

Usai menerima penghargaan Bobby Nasution mengucapkan terimakasih kepada Menpora, PWI dan SIWO atas apresiasi Inisiator Olahraga Tingkat Nasional. Bobby juga mengatakan penghargaan yang diterima menjadi pemicu atau motivasi semangat untuk membangun olahraga di Kota Medan.

Penghargaan kepada dirinya dan Ketua KONI Medan membuktikan kolaborasi yang baik dalam meningkatkan dan pembangunan olahraga di Kota Medan.

Ke depan kata Bobby, sesuai dengan penjelasan Menpora terkait implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) bahwa olahraga harus semakin di massalkan dan dibudayakan serta didukung pembangunan sarana dan fasilitas olahraga yang memadai.

“Kami dari Pemko Medan dan KONI Medan akan semakin meningkatkan kolaborasi untuk menjawab apa yang diharapkan dari DBON,” kata Bobby.

Sementara sesuai hasil dari Panitia seleksi, ada tujuh Gubernur dan enam Bupati/Wali Kota dari berbagai daerah menerima penghargaan. Penerima penghargaan lainnya adalah 5 Ketua KONI dan tiga legislatif.

Adapun para kepala daerah tersebut, Gubernur Papua Lucas Enembe, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyiah dan Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi.

Selanjutnya, Gubernur Riau, Syamsuar, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang terakhir Gubernur Lampung, Arinal Junaidi.

Selain itu 6 Bupati/Wali Kota yang menerima penghargaan, Wali Kota Medan Bobby Nasution, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Bupati Maluku Tenggara M Thaher Hanubun, Bupati Gresik Fandi Ahamd Yani, Wali Kota Gorontalo Marten A.Taha dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Kategori KONI, Drs Eddy H Sibarani (Ketua KONI Medan), Muhammad Nasir (Ketua KONI Kalimantan Utara),
M Nizar Rahmatu (Ketua KONI Sulawesi Tengah), Ahmad Saefudin – KONI Jawa Barat), Kenius Kogoya (Sekretaris KONI Papua)

Kategori Legislatig Rahmat Mirzani Djausal (DPRD Provinsi Lampung), H. Abdurrahman Shaleh (Ketua DPRD Sulawesi Tenggara),Jhony Banua Rouw (Ketua DPR Papua).

Sebelumnya Ketua PWI Pusat Atal S. Depari dalam sambutan sebelum penyerahan penghargaan mengatakan, tujuh Gubernur dan enam Bupati/Wali kota mendapat penghargaan karena berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 lalu.

“Alasan kedua adalah, anggarannya besar untuk peningkatan prestasi di bidang olahraga. Para kepala daerah ini tidak pelit mengalokasikan anggarannya untuk olahraga,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi melalui Asisten II Pemprov Sultra, Suharno menyampaikan, sebagai salah satu penerima penghargaan turut bangga dan akan terus mengembangkan olahraga di Bumi Anoa.

“Kita berharap olahraga semakin maju dan berkembang. Prestasi atlit kita di ajang internasional ditingkatkan, sehingga bisa mengangkat derajat negara kita melalui prestasi olahraga,” ucapnya.

Sementara itu, Zainuddin Amali selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) akan terus melahirkan atlit melalui budaya olahraga. Indonesia ingin meningkatkan budaya olahraga di tengah-tengah masyarakat.

“Harus menjadi kebiasaan hidup olahraga sehingga akan lahir talenta-talenta muda, harus dari masyarakat yang sehat bukan dari masyarakat yang kurang sehat,” sebutnya. (rel/dek)

Jaga SSK dan Pemulihan Ekonomi, OJK Sinergi dengan Pemerintah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) dan momentum pemulihan ekonomi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyepakati komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi. Hal ini terungkap dalam Rapat Berkala KSSK I tahun 2022 yang diselenggarakan melalui konferensi video, pada Jumat (28/1) lalu.

Demikian diutarakan OJK dalam melalui website resminya dan siaran pers tertulisnya yang disampaikan Kepala Sub Bagian Informasi dan Dokumentasi OJK Kantor Regional Sumatera Utara, Ardiansyah, Rabu (2/2).

“Pemulihan ekonomi nasional berlanjut, didukung oleh perkembangan pandemi Covid-19 yang terkendali dan mulai pulihnya aktivitas masyarakat. Namun demikian, terdapat potensi risiko yang perlu diwaspadai, baik dari sisi domestik maupun global. Potensi risiko dari sisi domestik terutama terkait kenaikan kasus Covid-19,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, untuk mendukung kebutuhan penanganan kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka penanganan dampak Covid-19, Pemerintah bersama BI melakukan bauran kebijakan fiskal dan moneter, antara lain melalui dukungan pembelian SBN oleh BI.

Dijelaskannya, BI menempuh kebijakan suku bunga rendah, stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan injeksi likuiditas (quantitative easing), OJK mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan, serta LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan yang rendah dan memberikan relaksasi denda keterlambatan pembayaran premi penjaminan perbankan.

“Sinergi kebijakan di dalam KSSK juga ditujukan untuk mengupayakan terbentuknya tingkat suku bunga di sektor jasa keuangan yang lebih efisien. Dengan dukungan berbagai kebijakan tersebut, pemulihan ekonomi telah terjadi di semua sektor dan semakin merata, meskipun kecepatan pemulihannya masih sangat bergantung pada jenis aktivitas usaha dan dampak pandemi pada sektor terkait,” bebernya.

Ardiansyah menambahkan, dukungan KSSK terhadap sektor perbankan menjadi bagian dari paket kebijakan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi melalui intermediasi perbankan. Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS sesuai kewenangan masing-masing mengimplementasikan kebijakan untuk memberikan keyakinan perbankan dalam menyalurkan kredit/pembiayaan, mendukung likuiditas industri perbankan, menjaga kinerja perbankan, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

“KSSK turut berperan di dalam mendorong aktivitas ekspor yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian di masa pandemi. Di dalam Paket Kebijakan Terpadu KSSK, terdapat kombinasi kebijakan antara Pemerintah cq Kemenkeu dengan BI untuk mendorong aktivitas ekspor,” jelasnya.

Dalam hal ini, papar Ardiansyah, UMKM sebagai segmen usaha yang banyak menyerap tenaga kerja turut didorong untuk secara optimal berkontribusi pada pemulihan ekonomi. “Pentingnya UMKM di dalam perekonomian menjadi perhatian khusus KSSK yang diimplementasikan dalam bentuk kebijakan insentif fiskal Pemerintah, makroprudensial BI, dan prudensial sektor keuangan OJK,” sebutnya.

Untuk tahun 2022, terangnya lagi, bauran kebijakan BI diarahkan untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional. Dalam hal ini, kebijakan moneter akan lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas, sekaligus untuk memitigasi dampak potensi risiko global dari normalisasi kebijakan di negara maju, khususnya Bank Sentral AS (The Fed). “Sementara kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi-keuangan inklusif dan hijau,” tandasnya. (Dwi)

Kadisdik Sumut Mengundurkan Diri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Utara, Prof. Wan Sayfuddin dikabarkan mengundurkan diri jabatannya. Namun, belum diketahui persis penyebab guru besar Universitas Sumatera Utara (USU) itu, mengundurkan diri.Kabar tersebut, dibenarkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M Fitriyus kepada wartawan di Kota Medan, Selasa (8/2). Ia mengakui surat pengunduran diri Prof Sayfuddin sudah diterima secara resmi.

Fitriyus mengungkapkan, Prof Sayfuddin mengundurkan diri sebagai Kadisdik Sumut, terhitung sejak, Selasa (8/2) kemarin. Dikabarkan guru besar ini, akan fokus mengajar di Kampus USU.”Iya, beliau secara sukarela mengundurkan diri, karena kesibukan beliau di USU. Artinya hari ini beliau tidak masuk lagi,” kata Fitriyus.

Fitriyus mengatakan, pihaknya sudah menerima surat pengunduran diri sejak beberapa hari lalu. Namun, ia belum tahu siapa orang yang menggantikan Prof Sayfuddin sebagai Kadisdik Sumut nantinya. Hal itu akan dilakukan penunjukan langsung oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. “Segeralah (akan ditunjuk penggantinya), mungkin hari ini itu atau besok. Sudah beberapa hari lalu lah (mundur), iya (melalui surat resmi),” pungkas Fitriyus.

Untuk diketahui, Prof Sayfuddin hanya menempati kursi kepala dinas selama hampir 1 tahun. Ia dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara menjadi Kadis Pendidikan Provinsi Sumatera Utara pada Kamis, 18 Februari 2021 lalu.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengatakan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi harus segera mengangkat pelaksana tugas (Plt) sebelum dilakukan proses lelang untuk menetapkan pejabat pengganti yang defenitif.

“Penting segeranya dilakukan pengangkatan Plt dan proses lelang untuk mendapatkan pejabat pengganti yang defenitif. Disebabkan banyaknya agenda agenda pendidikan yang harus dilakukan dalam waktu dekat,” kata Abyadi, kemarin.

Abyadi mencontohkan di depan mata adalah, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2022-2023. Karena dalam rangka menghadapi PPDB tahun ini, Disdik provinsi harus segera menyiapkan petunjuk teknis (juknis) PPDB berdasarkan Permendikbud No 1 tahun 2021 tentang PPDB, menyiapkan aplikasi yang baik dalam pelaksanaan PPDB secara daring, dan sebagainya.

“Sebagaimana kita tahu, bahwa pelaksanaan PPDB secara daring ini termasuk tugas yang agak pelik sejak 2017. Tahun 2021, pelaksanaan PPDB ini begitu sangat kacau. Bahkan lebih kacau dari pada waktu pertama kali Provinsi Sumut melaksanakan PPDB daring tahun 2017. Jadi, pelaksanaan persiapan PPDB secara daring ini butuh persiapan yang sangat matang. Karena itu, pengangkatan Plt dan selanjutnya segera dilakukan lelang jabatan, harus segera dilakukan,” ucap Abyadi.

Abyadi mengharapkan agar Gubsu mencari figur-figur yang memiliki kompetensi dalam memimpin perangkat daerah yang mengelola pendidikan ini. Karena Dinas Pendidikan ini merupakan salah satu penyelenggara pelayanan publik yang paling banyak diakses oleh publik, maka figur yang akan dipilih seharusnya adalah sosok yang memiliki komitmen meningkatkan kualitas layanan publik di Dinas Pendidikan.

“Setidaknya, figurnya adalah sosok yang memiliki kemampuan atau kecakapan dalam memimpin. Kemudian, mengerti substansi tugas tugas di Dinas Pendidikan, memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni baik komunikasi kepada atasan maupun ke bawah hingga ke satuan pendidikan (sekolah),” jelas Abyadi.

Abyadi mengingatkan agar jangan mengangkat pejabat berdasarkan hubungan kekeluargaan, kekerabatan, apalagi dengan motif atau faktor lain. Hal ini, akan menjadi hambatan dalam melakukan proses pembinaan. “Tapi, pilihlah pejabat berdasarkan kemampuannya, kompetensinya dan komitmennya. Terutama komitmen terhadap peningkatan kualitas layanan publik,” pungkas Abyadi. (gus/ila)

Pengurus Kelenteng Cin Tiong Toa Bagi 100 Paket Sembako

PEMBAGIAN SEMBAKO: Panasihat Kelenteng Cin Tiong Toa, Asong secara simbolis membagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu, di Jalan Perwira 6/Metal No 31 Medan, Minggu (6/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Kelenteng Cin Tiong Toa Medan membagikan 100 paket sembako kepada warga kurang mampu di Jalan Perwira 6/Metal No 31 Medan, Minggu (6/2). Pemberian paket berupa 5 kilogram beras, 1 kotak mie instan, 1 kilogram gula, 1 liter minyak goreng, dan 2 kotak bubuk tea ini dalam momen syukuran perayaan Tahun Baruk Imlek.

Ketua Panitia Acun mengatakan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek ini bukan melambangkan suatu agama tertentu, namun tradisi yang dirayakan oleh seluruh suku khususnya Tionghoa. “Ini tradisi di mana bisa saling berbagi,” tutur Acun didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aan, Humas Lilik, Ahui, dan Penasihat Indra Gunawan alias Asong. Acun juga menjelaskan bahwa pemberian sembako yang digelar ini sebagai wujud bahwa pihaknya adalah organisasi yang mengakomodir semua kalangan masyarakat.

“Kami memang sangat peduli dengan masyarakat yang kurang mampu, apalagi di masa pandemic Covid-19 ini, tentu bantuan bantuan seperti ini sangat diperlukan,” terang Acun ditimpali pengurus lainnya, Aan, Lilik, Ahui, dan Asong.

Sementara Panasihat Kelenteng Cin Tiong Toa, Asong

sangat mendukung dan mendorong pelaksanaan acara bakti sosial ini. “Saya sudah katakan bahwa kami sangat konsisten membantu masyarakat yang kurang mampu, ini adalah momen Imlek, hari kebesaaran keagaman lainnya juga kami lakukan yang sama,” tegasnya

Sejak Kelenteng Cin Tiong Toa didirikan, memang berperan dalam mempererat persatuan dan kesatuan dalam mengisi kebersamaan tanpa memandang latar belakang agama, suku, atau kelompok.

Asong pun meminta kepada seluruh pengurus kelenteng untuk turut aktif melakukan kegiatan serupa, seperti perayaaan Idul Fitri, Natal dan Imlek, serta hari besar lainnya. “Sehingga jangan khawatir dan jangan sungkan ketika memang harus ada kegiatan rutin seperti ini, yang harus kita lakukan,” ucapnya.

Bantuan sembako itu diserahkan secara simbolis oleh Panasihat Kelenteng Cin Tiong Toa, Asong kepada perwakilan masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). (azw)

Klarifikasi Polemik, Ombudsman Undang Ketua DPRD Sumut dan Komisi A

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara mengundang Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting untuk mengklarifikasi perihal adanya dugaan praktik maladministrasi dalam mekanisme pemilihan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID).

“Kita undang Ketua DPRD Sumut untuk koordinasi permintaan klarifikasi Jumat, 11 Februari,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar di Medan, Selasa (8/2/2022).

Menurut Abyadi pelaporan terkait dugaan maladministrasi dalam proses seleksi calon anggota KPID Sumut harus diproses cepat. Sebab, hal itu berkaitan dengan tahapan seleksi. “Ini bagian dari RCO (Reaksi Cepat Ombudsman). Kita tidak ingin proses ini terlambat, makanya langsung diproses,” ungkapnya.

Di hari bersamaan, kata dia, Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto juga mereka undang untuk dimintai klarifikasi terkait persoalan tersebut. “Jadi ada dua yang diundang, Ketua DPRD dan Ketua Komisi A. Surat undangan klarifikasi sudah diantarkan hari ini,” urainya.

Dipantau Ombudsman RI

Terpisah, Ombudsman RI komitmen memantau perkembangan laporan pengaduan 9 calon komisioner KPID Sumut 2021-2024 di Ombudsman RI Perwakilan Sumut. Anggota Ombudsman RI, Dadan Supardjo Suharmawijaya mengaku sudah tahu soal laporan tersebut.

“Betul kami sudah terima informasinya. Saya diberitahu rekan saya yang juga salah satu calon komisioner yang membuat aduan,” ungkap Dadan saat dikontak di Jakarta, Selasa (8/2/2021).

Kendati informasi yang disampaikan sifatnya informal, Dadan mengaku langsung meresponsnya dengan serius. “Saya langsung kontak dan forward link-link berita yang sudah viral kepada Pak Abyadi Siregar. Beliau kan kepala perwakilan kita di Sumut,” katanya.

Mantan Direktur Riset Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) ini yakin, seluruh proses dan tahapan aduan di Ombudsman RI Sumut berjalan sesuai prosedur tanpa intervensi dari pihak manapun. “Ombudsman RI itu lembaga independen, tak boleh dicampuri siapapun. Saya percaya aduan para calon komisioner tuntas secara baik. Kebetulan fokus kerja kita belakangan ini memantau proses-proses seleksi di berbagai daerah. Di Jawa Tengah, Ombudsman ikut memantau seleksi penerimaan Akpol,” ujar Dadan.

Kata Dadan, dia akan terus berkomunikasi dengan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai SOP Ombudsman RI. “Saya sudah paham di mana masalahnya. Teman-teman di Ombudsman Sumut juga pasti sedang mendalami dan segera menindaklanjuti aduan teman-teman calon komisioner. Sabar saja ya,” ujarnya.

Seperti diketahui, 9 calon komisioner KPID melaporkan dugaan praktek maladministrasi perihal penetapan tujuh calon terpilih ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut. Pasalnya, penetapan tujuh nama oleh Komisi A DPRD Sumut pada 22 Januari 2022 lalu dilakukan dengan cara yang tidak tepat dan berpotensi melanggar hukum dan rasa keadilan. (adz)

Wali Kota Medan Dukung Sabam Sirait Jadi Pahlawan Nasional

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution mendukung dan memberikan perhatian penuh atas pengusulan politisi senior Sabam Sirait sebagai pahlawan nasional. Sabam Sirait, di mata Bobby adalah tokoh panutan yang harus dikenang dan diingat generasi milenial akan integritas dan sumbangan pemikirannya dalam dunia politik nasional.

“Generasi milenial harus banyak belajar dari pemikiran-pemikiran Pak Sabam Sirait. Beliau tokoh politik dari Sumatera Utara yang melesat menjadi tokoh politik nasional. Bagaimana beliau berkiprah sebagai politisi di 7 Presiden RI adalah pelajaran penting bagaimana menjadi politisi yang sesungguhnya,” kata Bobby di Seminar Nasional ‘Pengusulan Sabam Sirait Menjadi Pahlawan Nasional’ di aual FK Universitas HKBP Nomensen, Selasa (8/2/2022).

Bobby merujuk pada bagaimana sosok Sabam Sirait memiliki humanisme yang tinggi untuk berempati pada perjuangan bangsa Palestina untuk menjadi negara merdeka. Begitu pula kepeduliannya memperhatikan dan mendengarkan keluhan AM Fatwa saat dipecat dari Pemda DKI Jakarta karena memprotes kasus kekerasan di Tanjung Priok.

“Saya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas sumbangsih Pak Sabam Sirait dalam segenap pemikirannya. Beliau adalah sosok yang luar biasa dan Pemko Medan patut memberikan penghargaan dengan mendukung pengusulan Bapak Sabam Sirait sebagai pahlawan nasional,” katanya yang disambut apresiasi yang luar biasa oleh Ketua Panitia DR RE Nainggolan dan para hadirin, serta sejumlah pembicara dalam seminar nasional tersebut. (adz)

Airlangga : Survei, Investor Optimis Terhadap Penyempurnaan UU Cipta Kerja

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Reformasi struktural yang tengah dilakukan Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja cukup banyak mendapatkan atensi dari publik, termasuk dengan adanya gugatan UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK). Setelah UU Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh MK, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya penyempurnaan untuk menjaga kepastian iklim berusaha dan memastikan tetap berjalannya reformasi struktural.

Dipengaruhi oleh kondisi berusaha yang saat ini sudah relatif membaik dan pandemi Covid-19 yang terkendali, optimisme dunia usaha terlihat masih tetap terjaga. Optimisme tersebut terungkap dari hasil Survei Litbang Kompas yang diadakan pada 27 Desember 2021 hingga 25 Januari 2022 bahwa mayoritas pelaku usaha atau sebanyak 84,7% responden yang terdiri dari pelaku usaha mikro, kecil, menengah, dan besar, tetap optimistis menyikapi kondisi berusaha di tahun 2022.

Persepsi pengusaha terhadap kemudahan berusaha di Indonesia pada Desember 2021 pasca putusan MK terkait UU Cipta Kerja juga masih positif, bahkan lebih optimistis dibandingkan kondisi pada April 2021. Sebanyak 76,5% pelaku usaha tercatat optimistis memulai usaha baru pada bulan Desember 2021 dan kondisi ini meningkat dari April 2021 yang mencatat optimisme pelaku usaha sebesar 71,2%.

Dalam acara After Noon Tea ke-8 Kompas Collaboration Forum, Jumat (4/02), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir sebagai pembicara utama, mengungkapkan bahwa kalangan investor dan berbagai negara sangat menunggu reformasi struktural yang tengah dilakukan Indonesia.

“Dengan proses perbaikan yang ada, kami percaya bahwa revisi UU Cipta Kerja ini dapat dilakukan lebih cepat dari tenggang waktu yang diberikan oleh MK,” ujar Menko Airlangga.

Salah satu langkah penyempurnaan yang dilakukan oleh Pemeritah yakni dengan melakukan revisi atas UU Nomor 12 Tahun 2011 untuk mengatur metode omnibus sebagai landasan hukum yang baku dalam pembentukan peraturan perundang-undangan termasuk memasukkan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan dengan metode omnibus.

Selain itu, Pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan partisipasi publik (meaningful participation) untuk memenuhi hak masyarakat yang berupa hak untuk didengarkan pendapatnya (right to be heard), hak untuk dipertimbangkan pendapatnya (right to be considered), dan hak untuk mendapatkan penjelasan atau jawaban atas pendapat yang diberikan (right to be explained).

Dalam kajian atas substansi, Pemerintah dan DPR selaku pembuat undang-undang dalam melakukan perbaikan proses pembentukan UU Cipta Kerja memiliki kesempatan untuk mengkaji kembali beberapa substansi yang menjadi keberatan dari beberapa kelompok masyarakat.

“Sebagai tindak lanjut, DPR dan Pemerintah sudah sepakat untuk memasukkan revisi undang-undang terkait dengan pembentukan peraturan perundang-undangan dan revisi UU Cipta Kerja di dalam program legislasi nasional prioritas di tahun 2022 dan ini menjadi persyaratan administratif daripada perundang-undangan tersebut,” ujar Menko Airlangga.

Dalam acara tersebut juga terungkap bahwa revisi UU Cipta Kerja dalam waktu dua tahun ke depan diyakini tidak akan terlalu memengaruhi optimisme pengusaha. Penyempurnaan UU Cipta Kerja juga diharapkan dapat menghindari munculnya ketidakpastian di masa depan akibat sejumlah penolakan dan gugatan ke MK.

Pemerintah juga diminta untuk dapat meluruskan bahwa berbagai produk hukum yang merupakan turunan UU Cipta Kerja masih berlaku selama revisi UU dilakukan. Selain itu, Pemerintah juga diharapkan dapat bergerak cepat untuk mengomunikasikan perkembangan positif dari proses revisi UU tersebut kepada investor, khususnya ke arah yang mendukung peningkatan kepastian, keyakinan berusaha, dan efisiensi iklim usaha.

Selanjutnya, Menko Airlangga meminta pelaku usaha untuk tidak khawatir, mengingat kepastian kegiatan dari penanaman modal sendiri sudah dinaungi lewat payung hukum UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Berbagai kesepakatan perdagangan dan investasi bilateral akan ikut menjamin kepastian berusaha bagi investor asing.

“Terkait kepastian berusaha, Indonesia memiliki peraturan berlapis yang menjamin. Dengan bilateral investment treaty dan jaminan investasi, para investor tetap dijamin di Indonesia. Dan kebijakan yang dilakukan mulai dari kebijakan fiskal dan yang lain, implementasinya tetap karena pengaturannya sudah ada,” pungkas Menko Airlangga. (ltg/fsr/*)

Ditempa Lingkungan dan Karakter, Sabam Sirait Layak jadi Pahlawan Nasional

Sejarahwan, Asvi Warman Adam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sabam Sirait tumbuh menjadi politisi nasional karena ditempa oleh lingkungan dan karakter yang kuat. Pada tahun 1955, Sabam tinggal di rumah Jenderal TB Simatupang dan banyak menimba ilmu politik sejak kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1956.

“Sabam Sirait juga giat membaca buku-buku politik saat di rumah TB Simatupang, karena di sana ada perpustakaan yang lengkap,” kata Sejarahwan Asvi Warman Adam di depan Seminar Nasional ‘Pengusulan Sabam Sirait Menjadi Pahlawam Nasional’ di aula FK Universitas HKBP Nomensen, Selasa (8/2/2022).

Hadir dalam seminar itu Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial RI, Nurharjani, Gubernur Sumut yang diwakili oleh Kaban Kesbanglinmas Provsu Safruddin. Hadir pula Wali Kota Medan Bobby Nasution via zoom, Ketua MUI Medan Prof M. Hatta yang juga penasehat panitia, Sejarahwan Prof Suprayitno, Pengamat Politik dari USU Dr Warjio, pengamat media J. Anto, dan lainnya.

Dalam pemaparannya di depan peserta seminar dan Ketua Panitia DR RE Nainggolan, Asvi mengatakan, Sabam Sirait terbentuk menjadi tokoh politik yang berkualitas karena bergaul dengan tokoh-tokoh politik kaliber pada zamannya, yakni Batara Simatupang dan Tapi Omas Ihromi.

Sabam Sirait juga kerap berjumpa dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Mohammad Hatta, wartawan kemerdekaan Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar, dan tokoh politik Alex Kawilarang. “Lingkungan kampusnya juga mendukung Sabam Sirait sempurna menjadi politisi. Beliau berkesempatan bergaul dengan mahasiswa dari seluruh Indonesia,” katanya.

Asvi menyebutkan, di Asrama Daksinapati UI, Sabam Sirait juga sering berdiskusi dengan Ben Mboi, yang belakangan jadi dokter dan gubernur NTT dan Kamil Kamka yang belakangan jadi Irjen Kementerian Kehakiman dan Ketua BK3AM.

“Bahkan di Asrama Pegangsaan Timur UI, Sabam Sirait adalah kawan diskusi Ekonom Widjojo Nitisastro dan Soebroto yang pernah menjadi menteri pertambangan dan energi di era Presiden Soeharto. Ada juga Cosmas Batubara dan dr Abdul Gafur yang juga pernah menjadi menteri pemuda dan olahraga di masa orde baru. Jadi Sabam Sirait tumbuh dan ditempa dalam lingkungan politik yang komplet dan berkelas nasional,” pungkas Asvi. (adz)