30 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 2754

Pengerjaan U-Ditch Tetap Dilanjutkan, Komisi IV Mengaku Kecewa

DRAINASE: Drainase dengan menggunakan U-Ditch atau saluran dari beton bertulang dengan bentuk penampang huruf U di salah satu titik Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan mengungkapkan, pihaknya di Komisi IV DPRD Medan sebelumnya telah meminta agar proyek pengerjaan drainase dengan menggunakan U-Ditch atau saluran dari beton bertulang dengan bentuk penampang huruf U pada sejumlah titik Kota Medan dapat ditunda.

Ketua Fraksi PKS DPRD Medan itu mengatakan, permintaan penundaan pengerjaan harus dilakukan dikarenakan beberapa hal. Sebab, proyek tersebut harus dikaji secara detail. Khususnya, tentang seberapa besar manfaat pengerjaan drainase dengan menggunakan U-Ditch dalam mengatasi masalah banjir di Kota Medan.

“Pada saat Kadis PU Kota Medan dijabat Pak Zulfansyah, kami sudah sampaikan untuk menunda pengerjaan proyek tersebut. Ternyata sekarang dilanjutkan, begitu terjadi pergantian kepala dinas PU ke Pak Zulfansyah. Jelas kami sangat kecewa, apalagi hasilnya banyak dikeluhkan masyarakat,” ucap Syaiful, Selasa (8/2).

Syaiful menilai, waktu pengerjaan drainase dengan sistem U-Ditch juga terlalu mepet. Sehingga, dikhawatirkan pengerjaan tersebut tidak maksimal bahkan terkesan asal jadi, begitu juga dengan bahan yang digunakan.

Politisi PKS ini menambahkan, pihaknya sudah banyak menerima laporan dari masyarakat terkait proyek pemasangan U-Ditch tersebut, termasuk masalah kualitas pengerjaannya. “Kami juga sudah memanggil Kadis PU Kota Medan sekarang terkait pengaduan masyarakat tersebut. Kadis berjanji akan memperbaiki jika tidak sesuai dengan perencanaan dan siap menindak pemborong yang mengerjakan. Apabila tidak sesuai spesifikasi, pihak ketiga akan di black list,” ujarnya.

Syaiful menambahkan, pihaknya tidak ingin pemasangan U-Ditch tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan atau berkualitas rendah. Sehingga, anggaran yang dihabiskan tidak bermanfaat dan tidak mampu mewujudkan visi misi Wali Kota Medan dalam mengatasi banjir di Kota Medan.”Jangan sampai anggaran yang besar tidak bisa menangani banjir di Kota Medan dan tidak ada manfaatnya terhadap masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Kadis PU Kota Medan Topan Ginting menyebutkan jika Dinas PU Kota Medan telah bekerja sungguh-sungguh dan bertindak tegas kepada pelaksana pekerjaan yang bermasalah, salah satunya untuk pekerjaan pemasangan U-Ditch di Jalan Sei Belutu.

Apalagi setelah ditinjau langsung Bobby Nasution, Dinas Pekerjaan PU Kota Medan mengaku semakin terpacu untuk bertindak cepat, pekerjaan pemasangan U-Ditch pun dapat diselesaikan.

Kadis PU Kota Medan Topan Ginting membenarkan, bahwa pekerjaan pemasangan U-Ditch yang sempat ditinjau Bobby Nasution itu telah selesai. Selain itu, permasalahan tidak adanya saluran pembuangan dari rumah warga ke drainase juga sudah dituntaskan.

“Ada juga permasalahan di Sei Belutu kemarin, seperti tidak adanya saluran drainase pembuangan dari rumah warga ke drainase. Ini juga sudah kita bereskan, sudah kita imbau kepada pelaksana supaya menyambung aliran dari rumah warga ke drainase,” katanya.

Topan menambahkan, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan agar dapat dengan cepat mengatasi persoalan bila ditemukan kendala. Disamping itu, untuk tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan, dia juga telah meminta kepada pelaksana pekerjaan agar tidak meletakkan material galian di bahu jalan.

Topan pun mengklaim, pemasangan U-Ditch di Jalan Sei Belutu memberikan manfaat pencegahan banjir, sebab hasil pekerjaan ini akan membuat air mengalir dengan lancar.”Dengan pemasangan yang baik, aliran air akan lancar, apalagi memang dimensinya besar, karena pemasangan U-Ditch ini juga merupakan tindakan antisipasi agar drainase dapat menampung debit air yang lebih besar,” tambahnya.

Terkait kontraktor yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal, Topan menyatakan bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi dengan memberikan pinalti berupa denda.

Dia juga menyatakan, sebelum membayar pekerjaan kontraktor, Dinas PU Medan akan melakukan pengujian terlebih dahulu dan hasil pengujian ini akan mempengaruhi pembayaran yang akan dilakukan. (map/ila)

 

 

 

 

 

 

Korban Begal Tak Tercover BPJS Meninggal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indrajit Dermawan (19), korban dugaan pelaku begal yang tidak tercover BPJS Kesehatan, akhirnya meninggal dunia pada Senin (7/2). Korban yang masih berstatus pelajar SMA ini meninggal, setelah seminggu tidak sadarkan diri saat dirawat di ICU RS Thamrin, Medan.

Nenek korban, Sabariah (54) menuturkan, cucunya meninggal sekitar pukul 10.20 WIB. “Sudah dirawat di rumah sakit selama seminggu, tapi akhirnya meninggal,” ujarnya, Selasa (8/2).

Sabariah mengatakan, pihak keluarga sangat berharap bantuan dari dermawan dan juga LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) terkait biaya perawatan selama di rumah sakit. Sebab, total biaya perawatan medis cucunya mencapai Rp201 juta dan tidak tercover BPJS Kesehatan meskipun terdaftar sebagai peserta. “BPJS (Kesehatan) tidak mengcover, total biaya Rp201 juta. Sudah kami bayar Rp20 juta dari hasil pengumpulan donasi. Makanya, kami berharap ada dermawan dan juga LPSK bisa membantu membayar sisanya Rp180 juta. Selain itu, kami berharap kepada polisi agar menangkap pelaku yang membuat cucu saya seperti itu,” katanya.

Dia mengungkapkan, jenazah cucunya bisa keluar dari rumah sakit meski belum melunasi biaya perawatan lantaran dibantu oleh salah seorang anggota DPRD Medan. “Ada jaminan dari anggota DPRD (Medan), makanya bisa kami bawa pulang untuk dikebumikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sabariah mengatakan, kejadian yang dialami cucunya bermula pada Sabtu (29/1) dini hari. Indrajit yang tengah pergi naik sepeda motor bersama teman-temannya bertemu dengan gerombolan pemuda yang mengendarai sepeda motor saat melintas di Jalan Kapten Sumarsono, Medan.

“Karena melihat ada orang ramai-ramai dan teriak-teriak, cucu saya sama teman-temannya minggir. Tapi, gerombolan pemuda ini malah menyerang cucu saya dan membacoknya di bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Enggak tahu mereka geng motor apa begal, setelah jatuh lalu dianiaya. Teman-teman cucu saya lalu menolongnya dan membawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Semula korban dilarikan dan menjalani perawatan di RS Advent. Kemudian dipindahkan ke RS Bunda Thamrin. “Tempurung kepalanya pecah, dan pecahan masuk ke otak. Itu makanya harus dioperasi dan tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia,” kata Sabariah.

Ia menambahkan, sebelum kejadian naas itu, rencananya Indrajit akan pergi ke Jakarta. “Padahal dia mau ke Jakarta, jadi malam itu dia enggak mau keluar. Tapi, kawan-kawannya datang dan dibilang untuk perjumpaan terakhir. Kemudian diajak nongkrong, namun mendapat kabar sudah tidak sadarkan diri di rumah sakit,” kata Sabariah.

Terpisah, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Heri Sihombing mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban dan sedang melakukan penyelidikan. Menurutnya, yang bersangkutan bukan korban begal tapi korban tawuran. “Akibat tawuran itu, bukan begal. Sampai saat ini kami masih berupaya keras mengungkap kasusnya. Mohon doa dan dukungannya, anggota kami masih bekerja di lapangan dan sudah ada beberapa saksi yang diminta keterangannya” ujar Heri. (ris/ila)

Tekan Angka Penyebaran Covid-19, Kapolres Tebingtinggi Pimpin Operasi Yustisi

STOP: Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono langsung menyetop pengendara motor dalam razia operasi yustisi. SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono bersama jajaran Polsek Padang Hilir memimpin langsung operasi yustisi dan vaksinasi, di Jalan Syek Beringin, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Selaaa (8/2).

Bagi warga yang melintas kedapatan tidak menggunakan masker saat keluar dari rumah diberikan tindakan hukuman sosial, dan bagi warga yang kedapatan tidak bisa menunjukan surat vaksinasi dan aplikasi peduli lindungi langsung dilakukan vaksinasi di gerai yang disediakan tidak jauh dari lokasi operasi yustisi.

Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono mengatakan, operasi yustisi akan tetap di laksanakan diwilayah hukum Polres Tebingtinggi, selain capaian vaksinasi mencapai seratus persen, operasi yustisi juga untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

“Tebingtinggi mulai menunjukkan kenaikan angka penyebaran Covid-19. Dengan adanya peningkatan operasi yustisi ini, maka laju peningkatan angka Covid-19 bisa ditekan di kembalikan pada angka nol,” jelasnya.

Kembali diimbau kepada masyarakat, untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Bagi warga yang belum vaksin, untuk segera melakukan vaksinasi baik tahap I dan tahap II yang sudah disediakan di gerai vaksin yang ada.

“Dalam operasi yustisi ini masih banyak ditemukan warga yang mengabaikan protokol kesehatan, banyak warga keluar tidak menggunakan masker, bahkan masih banyak juga ditemukan yang belum melakukan vaksin,” tegasnya. Salah seorang warga, Rubiahni (54) mengaku takut untuk melakukan vaksinasi karena memiliki riwayat penyakit darah tinggi. (ian/han)

Pemkab Asahan Berlakukan PPKM Level 1

VAKSINASI: Bupati Asahan H. surya BSc ddampingi Kapolres dan Forkompimda meninjau vaksinasi serentak.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali memberlakukan pelaksanaan PPKM level I, sebagai upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19 varian baru Omicron.

Hal ini disampaikan Bupati Asahan H. Surya BSc usai mengikuti pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terutama kepada kelompok lansia yang diinisiasi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara serentak di seluruh Indonesia secara virtual, Selasa (8/2).

Pada pelaksanaan vaksinasi ini Kapolri Jenderal Pol, Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kepada jajaran Polri baik Polda maupun Polres di seluruh Indonesia agar membantu Pemerintah Daerah dalam percepatan vaksinasi Covid-19 terutama vaksinasi pada kelompok lansia.

Kapolri juga mengatakan, vaksinasi ini memiliki manfaat untuk meningkatkan herd immunity dalam tubuh dari serangan wabah virus covid-19. Apalagi saat ini wabah virus varian baru Omicron telah masuk ke Indonesia yang penyebarannya mengalami peningkatan di Indonesia.

Bukan itu saja, Kapolri juga meminta agar PPKM dilaksanakan kembali dan imbauan Prokes Covid-19 terus di berikan kepada masyarakat.

Selanjutnya Kapolri meminta kepada jajaran Polri untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat yang belum divaksin dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat tersebut.

“Mari sama-sama kita mencegah penyebaran wabah virus Covid-19, agar perekonomian di Indonesia dapat berjalan kembali,” tutup Kapolri.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi saat memberikan arahannya, agar percepatan vaksinasi Covid-19 disetiap daerah terus ditingkatkan.

Dan kepada masyarakat diharapkan dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 dan mematuhi Prokes Covid-19, sehingga penyebaran wabah Covid-19 dapat dicegah penyebarannya.

Setelah mengikuti Vaksinasi Serentak Kelompok Lansia Polres Asahan Bersama Kapolri secara virtual ini, Bupati Asahan bersama dengan Kapolres Asahan, Danlanal Tanjung Balai Asahan, OPD, Camat Sei Dadap, Kepala Desa Tanjung Alam meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lokasi virtual tersebut di Halaman Kantor Kepala Desa Tanjung Alam, Kecamatan Sei Dadap.

Pada peninjauan tersebut, Bupati Asahan mengatakan pelaksanaan percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Asahan akan ditingkat lagi sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Kapolri dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Terkait tentang PPKM, Kabupaten Asahan saat ini berada pada PPKM Level 1 dan Pemerintah Kabupaten Asahan akan terus melaksanakan PPKM ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk pelaksanaan Prokes Covid-19, Pemerintah Kabupaten Asahan akan meningkatkannya lagi dengan dibantu TNI-Polri. Hal ini dilakukan agar masyarakat Kabupaten Asahan terhindar dari wabah Covid-19.

“Pemerintah Kabupaten Asahan akan mendukung dan melaksanakan Keputusan Pemerintah Pusat, apalagi Keputusan tersebut untuk kepentingan masyarakat terkhusus masyarakat Kabupaten Asahan,” ucap Bupati Asahan.

Menutup pembicaraannya Bupati Asahan mengimbau masyarakat Kabupaten Asahan untuk segera melakukan vaksinasi covid-19, karena vaksinasi ini bermanfaat untuk meningkatkan herd immunity tubuh dari serangan wabah Covid-19. (dat/han)

Wilayah Percut Seituan Bakal Terapkan Gas Sistem Saluran

DIABADIKAN: Sekda Kabupaten Deliserdang Darwin Zein, saat diabadikan bersama perwakilan PT PGN Tbk di Kantor Bupati Deliserdang, usai beraudiensi, Jumat (4/2).

PERCUT, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deliserdang Darwin Zein, menerima audensi perwakilan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (4/2) lalu.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan PGN pusat, Timbul Duffy B Aritonang, didampingi perwakilan PGN Medan, Kahfi, menjelaskan, penggunaan gas ke depannya tidak lagi seperti sekarang yang menggunakan tabung, melainkan melalui sistem saluran.

“Tapi langsung dialirkan, sifatnya seperti air. Pastinya lebih praktis dan tidak bingung jika gas habis di waktu yang menyulitkan. Dan kalau biayanya dikonversi dengan yang tabung, ini lebih murah,” ungkap Timbul.

Lebih lanjut Timbul menjelaskan, pada 2019 dan 2020 lalu, sudah dilakukan pengembangan di Kecamatan Tanjungmorawa dan Lubukpakam. Pada 2022 ini, rencananya akan kembali dikembangkan di wilayah Kecamatan Percut Seituan, serta Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

“Tapi masih perlu pembahasan lebih lanjut. Jadi kalau ada beberapa kekurangan, ketidaklengkapan, atau ada keterlambatan di beberapa teknis pelaksanaan sebelumnya, kami berharap di tahun ini lebih baik lagi, untuk memudahkan masyarakat,” tuturnya.

Sekda Kabupaten Deliserdang, Darwin Zein, yang didampingi Kabag Perekonomian dan SDA Sri Ekayani, Kabag ADM Fatimah Zahara Nasution, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Muhammad Salim, mengapresiasi langkah PGN. “Kami mendukung program ini untuk kemudahan masyarakat. Mudah-mudahan program ini bisa segera terwujud,” pungkasnya. (btr/saz)

Abdul Latip Jadi Ketua Peradi Binjai-Langkat

istimewa BERSAMA: Abdul Latip saat diabadikan bersama Hotman Paris.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Abdul Latip terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Wilayah Binjai-Langkat. Sosok pengacara ternama yang biasa disebut ‘Hotman Paris’ Kota Binjai ini, banjir ucapan selamat dari kalangan insan jurnalis.

Dia terpilih sebagai Ketua Peradi Binjai-Langkat usai berhasil meraih perolehan suara terbanyak dalam Musyawarah Cabang Luar Biasa di Stabat, Kabupaten Langkat, akhir pekan lalu.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut membantu dan memberikan dukungannya kepada saya, hingga saya bisa terpilih sebagai Ketua Peradi Binjai-Langkat,” ungkap Latip, Senin (7/2) lalu.

Latip berjanji, akan lebih bersungguh-sungguh bekerja untuk membesarkan Peradi Binjai-Langkat ke arah yang lebih baik lagi. Tak lupa, dia juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak, agar dapat menjalankan tugasnya dan amanah yang telah diberikan ini dengan baik. “Saya akan berusaha keras membesarkan nama Peradi di Binjai dan Langkat,” katanya.

Terpilihnya Latip sebagai Ketua Peradi Binjai-Langkat, tidak hanya disambut suka cita dari kalangan advokat saja. Tapi juga dari kalangan masyarakat luas, yang ikut merayakan terpilihnya dia sebagai Ketua Peradi Binjai-Langkat.

Satu yang ikut bersyukur atas terpilihnya Latip sebagai Ketua Peradi Binjai-Langkat, tentu saja adalah rekan-rekan dari wartawan. Hal itu memang tak mengherankan. Sebab dalam kesehariannya, Latip dikenal dekat dan sering bergaul dengan rekan-rekan jurnalis.

Beberapa jam setelah diumumkan hasil Musyawarah Cabang Luar Biasa Peradi Binjai-Langkat di Stabat, Kabupaten Langkat, beranda halaman media sosial (medsos) Facebook Latip pun langsung ramai dibanjiri ucapan selamat atas terpilihnya Latip sebagai Ketua Peradi Binjai-Langkat.

Mereka yang memberikan ucapan selamat sangat beragam. Mulai dari politisi, pejabat publik, pengurus partai, wartawan, hingga masyarakat kecil pun tak ketinggalan ikut memberikan ucapan selamat. Mereka mengaku senang atas terpilihnya Latip sebagai Ketua Peradi Binjai-Langkat. Sebab menurut mereka, selama ini sosok Latip memang dikenal sebagai pribadi yang baik dan mudah bergaul dengan siapa saja. (ted/saz)