27 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 2854

MUI Langkat Beri Penghargaan kepada Tokoh Sumut dan Langkat, Bupati Langkat Dinobatkan sebagai Tokoh Peduli Bilal Mayit

PENGHARGAAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA menerima penghargaan sebagai tokoh peduli Bilal Mayit dari MUI Langkat, Sabtu (18/12).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi barometer akhlak umat. Sebab, umat akan bersandar kepada fatwa yang dikeluarkan dalam menghadapi dinamika yang terjadi di masyarakat. 

PENGHARGAAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA menerima penghargaan sebagai tokoh peduli Bilal Mayit dari MUI Langkat, Sabtu (18/12).

HAL ini disampaikan Bupati Langkat, Terbit Rencana PA saat membuka Musda IX MUI Kabupaten Langkat yang digelar di Hotel Saka Medan selama dua hari, Sabtu (18/12) dan Minggu (19/12). Hadir dalam pembukaan Musda itu, Ketua MUI Sumut H Maratua Simanjuntak dan Tuan Guru Besilam Syekh Zikmal Fuad.

Dalam sambutannya, Bupati Langkat berharap, pelaksanaan musda ini berlangsung dengan baik, terhormat, serta mengedepankan azas musyawarah mufakat dan kalau bisa tanpa voting. “Dukungan MUI sungguh menjadi kekuatan bagi saya dalam melaksanakan amanah keumatan, dan ingatkan saya, tegur saya, apabila ada yang kurang tepat. Jangan biarkan saya sendiri tanpa saran dan masukan dari MUI,” pinta Terbit Rencana.

Menurut Saiful Abdi selaku Ketua panitia, Musda ini diikuti pengurus MUI Langkat dan pengurus MUI Kecamatan.  ”Kami akan memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat yakni Wakil Gubernur Sumatra Utara H Musa Rajekshah dengan katagori peduli mesjid di Kabupaten Langkat,” katanya.

Penghargaan juga diberikan Kepada Bupati Langkat Terbit Rencana PA dengan Kategori Tokoh Masyarakat Peduli Bilal Mayit. Di mana Bupati Langkat telah memberangkatkan 319 orang bilal mayit umroh dan 42 orang sedang menunggu keberangkatan dikarnakan Pandemi Covid 19.

Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak dalam sambutannya juga mengapresiasi kepedulian Bupati Langkat kepada para bilal mayit. “Sesuai dengan namanya, Terbit. Beliau adalah sosok yang peduli akan hidup dan kematian kepada masyarakat. Hidup, memberangkatkan masyarakat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah. “Kematian, beliau memperhatikan bilal mayit dan penggali kubur demi berjalannya fardhu kifayah, dan hal itu dilaksanakan dengan mengunakan dana pribadi Bapak Bupati,” ungkap Maratua.

Sementara Ketua MUI Langkat, Zulkifli Ahmad Dian dalam sambutannya mengatakan, mereka tidak henti-hentinya mengucapkan trima kasih atas dukungan Bupati Langkat yang sangat peduli dan selalu mendukung kegiatan MUI Langkat, termasuk Musda IX yang mengusung tema “Meneladani Keputusan Ulama sebagai Ketaatan Umat yang Berilmu, Beramal Soleh, dan Berakhalaqul karimah untuk Langkat yang religius” ini.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekdakab Langkat Indra Salahudin, Staf Ahli Bidang SDM Sosial dan Kemasyarakatan Sujarno, Inspektur Kabupaten Langkat Amril, Kadis Kominfo Syahmadi, Kakan Kemenag Langkat Zulfan Efendi, Para Kepala Perangkat Daerah lainnya, para unsur Muspida Kabupaten Langkat.

Musda ini ditutup Wakil Gubernur Sumatera Utara H Musa Rajekshah di dampingi Bupati Langkat melalui Kadis Pendidikan Langkat H. Syaiful Abdi, Minggu (19/12). Di Acara penutupan ini, Wagubsu Musa Rakjekshah menerima penghargaan  sebagai Tokoh Masyarakat Peduli Masjid yang di serahkan Ketua MUI Kabupaten Langkat. (rel/adz)

Sedikit Lagi Target Vaksinasi Covid-19 Sumut Tercapai, Nias Utara Paling Rendah

VAKSINASI: Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis mengunjungi kegiatan vaksinasi pelajar di Kota Medan, beberapa waktu lalu. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Target vaksinasi Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara sedikit lagi tercapai, guna memenuhi kekebalan tubuh kelompok atau herd immunity yakni minimal 70 persen.

VAKSINASI: Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis mengunjungi kegiatan vaksinasi pelajar di Kota Medan, beberapa waktu lalu. istimewa/sumutpos.

“Berdasarkan data bahwa realisasi penyuntikan dosis pertama vaksinasi Covid-19 di Sumut telah mencapai 69,57 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Ismail Lubis menjawab wartawan, Minggu (19/12).

Bahkan, kata dia, untuk vaksinasi Covid-19 dosis pertama secara kumulatif bisa menembus 70 persen pada akhir 2021 ini. Sedangkan capaian untuk dosis kedua, telah sebanyak 46,41 persen. “Artinya secara kumulatif sudah dapat 70 persen,” katanya.

Capaian persentase tersebut menurut dia, merupakan target dari pemerintah pusat yang menginginkan sebanyak 70 persen penduduk Indonesia harus sudah divaksin dosis pertama sampai akhir tahun ini. Terlebih penyuntikan vaksin Covid-19 merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi Corona.

Di Bawah 60 Persen

Di sisi lain, Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumut dr Hj Nora Violita Nasution mengungkapkan, masih ada daerah di Sumut yang capaian vaksinasi Covid-19 di bawah 60 persen, yakni Kabupaten Nias Utara. Menurut Nora, capaian vaksinasi Covid-19 di Nias Utara paling rendah dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Sumut. Angkanya saat ini masih mencapai sekitar 50 persen.

Untuk itu, sebut Nora, Dinkes Sumut akan terus mendorong agar kabupaten/kota di Sumut mencapai target vaksinasi 70 persen hingga akhir Desember tahun ini. Meskipun, tim yang bekerja sudah mulai kelelahan.

“Kita terus mengejar target 70 persen vaksinasi sampai akhir Desember. Namun, berdasarkan data yang ada ternyata baru 14 kabupaten/kota mencapai 70 persen persen lebih angka vaksinasinya. Sedangkan sisanya masih di bawah target. Angka vaksinasi paling rendah yaitu di Kabupaten Nias Utara baru 50 persen,” ungkap Nora saat menjadi narasumber dalam acara Musyawarah dan Seminar Forwakes Sumut, Sabtu (18/12).

Nora mengaku, pihaknya telah berupaya membantu Kabupaten Nias Utara untuk meningkatkan angka vaksinasinya dengan mengirim tenaga kesehatan. Akan tetapi, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi. “Kita sudah memperbantukan tenaga kesehatan sebanyak 13 orang untuk diberangkatkan ke Nias Utara. Namun, mengalami kendala transportasi udara karena pesawat yang berangkat ke sana sudah penuh,” katanya.

Lantaran menemui hambatan, lanjut Nora, pihaknya berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Polda Sumut. “Kita koordinasi dengan pihak Polda Sumut dan akan memberangkatkan dengan helikopter. Namun, karena kesibukan hingga akhirnya batal. Jadi, kami sudah enggak mengerti lagi bagaimana caranya agar membantu tenaga kesehatan itu untuk sampai di Nias Utara,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nora mengungkapkan, masih banyak kabupaten/kota yang mengeluhkan cakupan vaksinasi rendah. Di samping itu, ada ketidakselarasan data antara orang yang divaksin dengan vaksin yang telah disuntikkan. “Kenapa ada perbedaan data, karena dari dulu tidak terkoneksi atau tidak dipikirkan akan terjadi seperti ini. Jadi, kita masih ada selisih di Sumut, berapa yang diterima dengan jumlah orang divaksin,” cetusnya.

Dia menambahkan, sejauh ini, capaian vaksinasi di Sumut mendekati angka 70 persen untuk dosis satu. Sedangkan dosis dua di atas 45 persen. (prn/ris)

Dampak Tak Langsung Siklon Tropis Ray: Banjir & Longsor Masih Mengancam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan, banjir yang terjadi di Mandailingnatal (Madina) dan Gunungsitoli termasuk dampak tidak langsung dari siklon tropis Ray. Hal itu dikatakan Prakirawan BBMKG 1 Medan, Utami Al Khairiyah kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (19/12).

Menurutnya, hal ini juga terjadi di beberapa daerah tekanan rendah yang terdapat di sekitar Samudera Hindia Barat sebelah Barat Daya Aceh. “Kita mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana banjir ini, yang bisa mengakibatkan banjir bandang di beberapa wilayah di Sumut yang rawan,” ujarnya.

Utami juga mengungkapkan, BBMKG Wilayah 1 Medan memprediksi, selama Desember 2021 hingga Januari 2022, potensi tingkat bahaya longsor dan banjir di wilayah Sumut masih tergolong tinggi. Hal ini disebabkan, Sumut masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang. “Peringatan dini dari BBMKG Wilayah 1 Medan, waspadai hujan lebat untuk wilayah barat Sumatera dan pegunungan yang dapat berpotensi terjadinya banjir dan longsor untuk wilayah dataran tinggi, dan banjir di dataran rendah,” ujar Utami.

Dia pun mengimbau masyarakat Sumut, agar tetap mewaspadai bencana longsor dan banjir tersebut, karena curah hujan yang tinggi karena dampak Typhoon Ray. Disebutnya, adapun wilayah di Sumut yang rawan longsor tingkat menengah hingga tinggi, yakni Kabupaten Asahan, Dairi, Deliserdang, Humbanghasundutan (Humbahas), Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailingnatal (Madina), Nias, Samosir. Kemudian Simalungun, Serdangbedagai (Sergai), Binjai, Pematangsiantar, Simalungun, Tapanuli Tengah, Toba, Tapanuli Selatan, Pakpak Bharat, Padanglawas, dan Padanglawas Utara.

Utami menambahkan, untuk Kota Medan, kecamatan yang mengalami hujan deras disertai angin kencang, yakni Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Kemudian, Deliserdang, Langkat, Karo, Toba, Simalungun, Pematangsiantar, Asahan, Dairi, Humbanghasundutan (Humbahas), Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara (Labura), Nias, Nias Selatan, Samosir, Pakpakbharat, Tapanulitengah (Tapteng), dan Tapanuliutara (Taput).

LONGSOR: Musim hujan yang sedang melanda wilayah Panyabungan mengakibatkan longsor di Aek Milas Jalan Lintas Panyabungan-Batang Natal, Mandailing Natal (Madina), Sabtu (18/12).

Sebelumnya, Kepala BBMKG Wilayah 1 Medan, Hartanto melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (18/12), menyebutkan, hasil monitoring berdasarkan model analisis sinoptik pada 17 Desember 2021, menunjukkan adanya aktivitas Typhoon Rai di wilayah Laut China. Hal itu akan memicu tekanan rendah di Semenanjung Malaysia dan konvergensi di wilayah pantai barat Sumatera. Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Berdasarkan informasi, prakiraan berbasis dampak hujan lebat wilayah di Sumut, terdapat beberapa wilayah ‘Siaga’, yakni Pakpakbharat, Serdangbedagai (Sergai), Padangsidimpuan, Tapanuli Utara (Taput), Mandailingnatal (Madina), Deliserdang, Tapanuliselatan (Tapsel), Tapanulitengah (Tapteng), dan Sibolga.

“Sementara untuk wilayah ‘Waspada’, yakni Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu Utara (Labura), Niasutara, Gunungsitoli, Nias Selatan, Simalungun, Medan, Humbanghasundutan (Humbahas), Batubara, Labuhanbatu, Langkat, Padanglawas Utara (Paluta), Nias, Niasbarat, Tebingtinggi dan Binjai,” papar Hartanto.

Dijelaskannya, informasi tinggi gelombang 1,25-2,5 Meter berpeluang terjadi di wilayah Selat Malaka, tinggi gelombang 2,5-4,0 Meter berpeluang terjadi Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Nias.

Berdasarkan analisis tersebut, lanjutnya, wilayah Sumut, dalam tiga hari ke depan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dengan durasi lama dan cakupan wilayah yang luas sehingga dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologis (banjir bandang, longsor, angin kencang dan gelombang tinggi).

“Menyikapi kondisi tersebut agar para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Sumut pada 18-21 Desember 2021,” tukasnya.

Diketahui, banjir bandang yang melanda Mandailingnatal (Madina) menenggelamkan rumah rumah warga. Ratusan korban banjir di empat desa, di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina di evakuasi. Banjir yang melanda Madina kali ini merupakan yang terparah dalam 20 tahun terakhir. Tercatat ada 16 kecamatan dan 55 desa serta ribuan rumah terendam genangan banjir.

Bupati Madina HM Jakfar Sukhairi Nasution menetapkan status darurat bencana banjir dan longsor di wilayahnya. Darurat bencana berlaku mulai 18-31 Desember 2021. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 360/0947/K/2021, berdasarkan hasil rapat Forkopimda Madina, pada Sabtu (18/12) siang.

Dalam surat itu disebutkan, status darurat ini diputuskan dengan mempertimbangkan akibat curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan banjir, longsor sehingga mengganggu kehidupan dan kondisi penghidupan sosial ekonomi masyarakat. Selain itu, akibat kondisi ini juga telah menimbulkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum.

Berdasarkan data yang diperoleh Sumut Pos dari Dinas Kominfo Madina, terdapat 16 kecamatan di daerah itu mengalami banjir dan longsor. Banjir tersebut meliputi Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Barat, Panyabungan Timur, Panyabungan Selatan, Siabu, dan Hutabargot. Selanjutnya Kecamatan Nagajuang, Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek, Sinunukan, Natal, Kecamatan Muara Batang Gadis, Batahan, Kota Nopan, dan Panyabungan Utara.

Diakui Kepala Bidang Informasi pada Dinas Kominfo Madina, Sobar, pihaknya melalui BPBD telah melakukan upaya evakuasi masyarakat ke tempat yang lebih aman, serta mendirikan tenda posko pengungsi hingga dapur umum. “Mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat cuaca masih ekstrem. Pembersihan material longsor untuk membuka akses jalan dengan mendatangkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Madina,” terangnya.

Sementara untuk data yang dilaporkan, sejumlah rumah mengalami kerusakan, satu unit rumah rusak berat di Kecamatan Panyabungan Timur Desa Tobing Tinggi. Kurang lebih 187 rumah terendam di Kecamatan Ranto Baek, Desa Sampuran Huta Nauli.

Kemudian di Kecamatan Natal Desa Sikara-kara IV kurang lebih 400 rumah, Desa Bonda Kase 250 rumah, Balimbang 200, Kampung Sawah 350, Desa Patiluban Hilir 220, dan Desa Patiluban Mudik 250. Kecamatan Lingga Bayu Desa Kampung Baru 150, Kecamatan Panyabungan Barat Desa Longat 1 rumah mengalami rusak berat. Kecamatan Panyabungan Timur Desa Tanjung Julu 1 rumah tertimbun longsor dan 1 rumah di Desa Tobing Tinggi terendam banjir. “Dan untuk warga yang dievakusi sebanyak 4 KK di Kecamatan Panyabungan Barat, 15 KK di Kecamatan Ranto Baek, 23 jiwa di Kecamatan Panyabungan Timur,” ungkap Sobar.

Satu Orang Tewas

Sementara, Kota Gunungsitoli juga mengalami longsor dan banjir parah. Bahkan, satu orang dilaporkan meninggal dunia tertimbun rumah akibat longsor, Sabtu (18/12). Kejadian banjir melanda 7 desa di 3 kecamatan yaitu Desa Boyo, Desa Mudik, dan Desa Pasa Gunungsitoli di Kecamatan Gunungsitoli, Desa Afia, Desa Sowu, dan Desa Hilimbowo Olora di Kecamatan Gunungsitoli Utara, dan Desa Bakaru di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi. “Tinggi muka air saat kejadian berkisar antara 100 sampai 200 sentimeter,” kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (19/12).

Sementara longsor berdampak pada tiga wilayah yaitu Kecamatan Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli Barat, dan Kecamatan Gunungsitoli Alooa. Selain menyebabkan satu orang meninggal dunia, longsor mengakibatkan dua orang lainnya mengalami luka berat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli mencatat kurang lebih 475 KK harus mengungsi di Gereja dan Balai Desa sekitar. Pihaknya melaporkan kebutuhan mendesak untuk pengungsi saat ini adalah kebutuhan dasar berupa makanan.

Menanggapi terjadinya banjir dan longsor, Wali Kota Gunungsitoli menetapkan status Keadaan Darurat Kejadian Banjir dan Longsor selama 4 hari terhitung mulai Sabtu (18/12) hingga Selasa (21/12).

Sebagai upaya percepatan penanganan darurat, BPBD setempat bersama pemerintah daerah terkait telah mendirikan pos komando (posko) yang berpusat di Kantor BPBD Kota Gunungsitoli. Selain itu, posko-posko juga didirikan di setiap desa yang terdampak banjir dan longsor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Sumatra Utara yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang hingga Senin (20/12).

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga menginformasikan wilayah potensi gerakah tanah di Provinsi Sumatra Utara pada Desember 2021. Wilayah Kota Gunungsitoli teridentifikasi pada kategori menengah hingga tinggi dengan lima kecamatan termasuk di dalamnya.

Oleh karena itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. “BPBD diharapkan untuk selalu berkoordinasi dan memonitor kondisi cuaca serta meningkatkan komunikasi dengan pihak kecamatan maupun desa untuk kesiapsiagaan bersama,” pungkas Muhari.

DPRD Sumut memberi atensi serius terkait bencana alam yang menimpa sejumlah kabupaten/kota di Sumut, terkhusus Madina. “Para aparatur setempat kita minta sigap membantu rakyat yang tertimpa musibah tersebut, segera kerahkan bantuan yang diperlukan agar masyarakat tidak semakin sulit hidupnya,” kata Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting kepada wartawan, Minggu (19/12).

Terlebih kepada bupati dan wali kota secara keseluruhan, ia meminta menyiapkan aparaturnya terutama BPBD guna memantau wilayahnya. Mengingat berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, sejumlah wilayah di Sumut akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. “Kita tidak ingin tertimpa bencana, namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi sehingga jika bencana itu datang dapat diantisipasi dengan baik,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Ia turut mengimbau semua warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, merusak daerah aliran sungai dengan membangun secara serampangan hingga mempersempit badan sungai yang pada akhirnya tidak merusak dan merambah hutan secara membabi-buta hanya untuk kepentingan pribadi. (dwi/prn)

Lapas Narkotika Langkat Gelar Vaksinasi, Kapolres Langkat Lakukan Pantauan

TINJAU: Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, didampingi Kasi Binadik Lapas Narkotika Langkat Partomuan, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19.SAHRUL/SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk warga binaan pemasyarakatan Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, telah memasuki hari kedua. Sama seperti hari pertama, pemberian vaksin ini bekerja sama dengan Polres Langkat, Polsek Hinai, Batalyon Infanteri 8/Marinir, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Langkat.

TINJAU: Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, didampingi Kasi Binadik Lapas Narkotika Langkat Partomuan, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19.SAHRUL/SUMUT POS.

Dari informasi yang dirangkum, Sabtu (18/12) lalu, pelaksanaan vaksinasi ini dipantau langsung Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, yang didampingi Kasi Binadik Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat Partomuan, dan Kasi Administrasi Kamtib Wilman Marbun.

Pada pelaksanaan vaksinasi tersebut, Disdukcapil Langkat membawa langsung mobil layanan keliling administrasi kependudukan ke lokasi vaksinasi. Hal tersebut dilakukan, untuk mempermudah proses pendataan warga binaan pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, yang tidak memiliki KTP.

Menutup kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk warga binaan pemasyarakatan Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Kasi Binadik, Partomuan mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan vaksinasi tersebut.

“Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan aamiin,” ungkap Partomuan.

Diketahui sebelumnya, pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tersebut berjalan dengan sangat baik, walaupun pada saat pelaksanaan, kondisi cuaca diguyur hujan yang tak henti-henti. (mag-6/saz)

Musyawarah dan Seminar Forwakes Sumut, Mahbubah Lubis Terpilih Jadi Ketua

BERSAMA: Forwakes Sumut diabadikan bersama narasumber saat menggelar kegiatan musyawarah serta seminar di Pancur Gading Hotel dan Resort, Delitua, Deliserdang, Sabtu (18/12).M IDRIS/SUMUT POS.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumatera Utara (Sumut) menggelar musyawarah dan seminar di Pancur Gading Hotel dan Resort, Delitua, Deliserdang, Sabtu (18/12) lalu. Dalam kegiatan tersebut, Mahbubah Lubis terpilih sebagai Ketua Forwakes Sumut masa bakti 2021-2023.

BERSAMA: Forwakes Sumut diabadikan bersama narasumber saat menggelar kegiatan musyawarah serta seminar di Pancur Gading Hotel dan Resort, Delitua, Deliserdang, Sabtu (18/12).M IDRIS/SUMUT POS.

Budi, sapaan karib Mahbubah Lubis, terpilih dari hasil pemungutan suara, setelah unggul tipis dari ketua sebelumnya Yunan Siregar, dengan terpaut selisih hanya 3 suara. Budi pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Forwakes Sumut untuk beberapa tahun ke depan.

“Saya berharap ke depannya Forwakes Sumut akan lebih maju dan terus bisa berkontribusi sebagai pusat informasi dunia kesehatan di Sumut,” ungkap Budi.

Sementara itu, dalam musyawarah ini, juga diputuskan beberapa posisi penting mengisi struktur Forwakes Sumut. Di antaranya, Sekretaris Yunan Siregar, Wakil Sekretaris Mursal Alfa Iswara, Bendahara Anita Sinuhaji, dan Wakil Bendahara Nisa Lubis.

Sebelumnya, kegiatan ini diisi seminar bertajuk ‘Tantangan Jurnalis Menghadapi Pandemi Covid-19’, dengan narasumber Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumut Nora Violita Nasution, dan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sumut Destanul Aulia. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan MoU antara Forwakes Sumut dan IAKMI Sumut, terkait masalah kesehatan.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumut, Nora Violita Nasution, menyampaikan materi tentang persiapan menghadapi Omicron dan gelombang ketiga pandemi Covid-19, serta vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

“Walaupun kasus aktif Covid-19 sudah turun, tapi tugas kita belum selesai,” tuturnya.

Khusus untuk vaksinasi anak, dia pun mengaku, di Sumut kegiatannya sudah dimulai secara bertahap. Hal ini bagian dari upaya mengejar target 70 persen vaksinasi bagi masyarakat umum.

“Untuk anak, vaksin yang digunakan adalah Sinovac dan juga diberikan dosis 2 kali dengan jarak 28 hari. Vaksinasi ini adalah ikhtiar kita untuk menghindari penyakit. Karena data dari BPOM, sebanyak 23 juta anak di Indonesia telah bisa selamat karena divaksin dari bayi,” jelas Nora.

Sementara itu, Destanul Aulia menyampaikan, jurnalis adalah pihak yang mampu mengkonstruksi realitas melalui berita untuk menjadi wacana yang bermakna. Menurutnya, jurnalis kesehatan, walau tidak harus memiliki latar belakang kesehatan, namun tetap membutuhkan pengetahuan yang memadai tentang medis dan kesehatan.

“Jurnalis kesehatan itu harus efektif, akurat, seimbang, konsisten, dan mampu menghasilkan perubahan. Karena, media massa dalam komunikasi kesehatan berperan sebagai edukasi kepada masyarakat, mitigasi ketika terjadi bencana kesehatan, peringatan dan pengetahuan kepada masyarakat agar terhindar dari wabah penyakit. Ini tentu pekerjaan yang sangat mulia sekali, dan tidak mudah, apalagi di saat pandemi Covid-19,” pungkasnya. (ris/saz)

Jelang Nataru, Pemkab Karo Perketat Prokes di Destinasi Wisata

BAGIKAN: Kepala Dishub Kabupaten Karo, Gelora Fajar Purba, saat membagikan masker ke para pengendara, Jumat (17/12).SOLIDEO/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, jelang libur dan peringatan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), ada 7 strategi yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah. Satu strateginya adalah melakukan pengawasan protokol kesehatan (prokes) di tempat keramaian, seperti di pintu masuk tempat-tempat wisata. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas penduduk pada perayaan Nataru.

BAGIKAN: Kepala Dishub Kabupaten Karo, Gelora Fajar Purba, saat membagikan masker ke para pengendara, Jumat (17/12).SOLIDEO/SUMUT POS.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karo, Gelora Fajar Purba, Jumat (17/12) lalu. Menurut Gelora, pihaknya lebih memfokuskan pada titik kawasan destinasi wisata.

“Untuk Nataru, kami lebih difokuskan di titik wisata. Kemudian di titik wisata itu, telah diadakan vaksinasi dan juga swab test. Jadi semuanya harus mampu mengeluarkan surat dan memastikan, mereka sudah divaksin,” ungkap Gelora.

Bagi mereka yang memenuhi kriteria kesehatan, maka wisatawan ini akan dilakukan vaksinasi oleh petugas medis. Namun, jika mereka tidak memenuhi kriteria kesehatan, maka solusinya dilakukan swab antigen.

Ketika disinggung mengenai sanksi bagi para wisatawan yang belum vaksinasi. Gelora menjawab, Pemkab Karo tidak akan memberikan sanksi.

“Hal ini sesuai arahan dari Korlantas melalui vicom. Tapi, lebih kepada pendisiplinan. Jadi ending dan tujuannya, adalah menggugah kesadaran, tujuannya wisata sehat terhindar dari Covid-19. Makanya, jika mereka ditemukan belum divaksinasi, kami siapkan vaksin di sini,” bebernya.

Peraturan di tempat wisata selama libur Nataru, tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021. Diberlakukan sistem ganjil-genap, dan pengunjung tempat wisata selama Nataru dibatasi dengan kapasitas maksimal hanya 50 persen.

“Kewaspadaan ditingkatkan betul untuk destinasi pariwisata favorit sesuai peraturan di tempat wisata selama libur Nataru. Wajib menerapkan prokes ketat, dengan pendekatan 5M, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk screening di tempat wisata,” pungkas Gelora. (deo/saz)

Pemko Binjai Lelang 10 Jabatan Kadis dan Kaban, Ini Alasannya..

Ilustrasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemko Binjai membentuk Tim Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau lelang jabatan. Langkah ini diambil Pemko Binjai lantaran banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tak memiliki pejabat setara eselon 2 yang definitif.

Ilustrasi

Dari informasi yang dirangkum, Tim Pansel Terbuka sudah mengumumkan hal tersebut berdasarkan Pengumuman Nomor: 002-SELTER/PANSEL/XII/2021. Dalam pengumuman itu, ada 10 jabatan yang dilakukan seleksi terbuka.

Pertama, Staf Ahli Wali Kota Binjai Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Kedua, Staf Ahli Wali Kota Binjai Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan. Ketiga, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup. Kelima, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Kemudian, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Perdagangan. Ketujuh, Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Berikutnya, Dinas Komunikasi dan Informatika. Kesembilan, Dinas Sosial. Dan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

“Ya, ada seleksi terbuka yang sudah diumumkan,” ungkap Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Binjai, Rahmad Fauzi, ketika dikonfirmasi, Minggu (19/12).

Menurut Rahmad, pengumuman soal seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama ini, sudah diumumkan sejak Senin, 13 Desember 2021 lalu. Dan pendaftaran pun sudah ditutup Jumat (17/12) lalu.

“Sejak Senin sudah disebar (pengumuman seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama) ke semua OPD. Dan juga, kmai rilis di website Pemko Binjai,” jelasnya.

Adapun syarat menjadi peserta seleksi terbuka tersebut, yakni berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Sumatera Utara (Sumut), memiliki pangkat atau golongan serendah-rendahnya Pembina (IV/a), dan memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah S-1 atau Diploma IV.

Selanjutnya, harus memiliki kompetensi teknis, kompetensi menejerial, dan kompetensi sosial kultural, sesuai standar kompetensi jabatan yang ditetapkan. Memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas terkait dengan jabatan yang akan diduduki secara kumulatif setidaknya 5 tahun, memiliki rekam jabatan, integritas dan moralitas yang baik. Kemudian, berusia setinggi-tingginya 56 tahun pada 31 Januari 2022, sedang atau pernah menduduki jabatan administrator dan fungsional jenjang ahli madya paling singkat 2 tahun, serta sehat jasmani dan rohani.

Namun saat disinggung soal pendaftaran terakhir pada Jumat lalu, Rahmad tidak dapat memastikan.

“Kalau sampai Jumat, bisa terpenuhi 3 orang peserta, maka bisa dimulai pada Selasa (21/12) mendatang. Tapi kalau belum memenuhi, maka akan dilaksanakan lagi (seleksi terbuka) pada 27 Desember mendatang. Saya lagi di luar kota, belum tahu jumlah peserta,” tukasnya.

Sementara itu, Dinas Pariwisata, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Kepegawaian Daerah, serta Dinas Perumahan dan Pemukiman, juga tidak ada pejabat definitif. Kemungkinan seleksi untuk jabatan yang masih kosong ini akan dilakukan pada Tahun Anggaran 2022 mendatang. (ted/saz)

Varian Omicron Tunda Umrah hingga 2022

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama (Agama) RI, pemberangkatan umrah yang sejatinya pada 23 Desember 2021, kembali dibatalkan hingga tahun 2022. Keputusan itu diambil dengan adanya imbauan Presiden RI dan arahan Menteri Agama, agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri serta rapat dengan Asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Labuhanbatu, Sumut, Syafiruddin, Minggu(19/12.

“Untuk itu, keberangkatan jemaah umrah kembali ditunda hingga awal tahun 2022. Kita berharap kondisi segera membaik,” terang Syafiruddin.

Dikatakan Syafiruddin, penundaan pemberangkatan umrah lebih mengutamakan aspek perlindungan jemaah di tengah pandemi Covid-19, terlebih setelah adanya varian baru Omicron. Menurutnya, secara umum asosiasi PPIU mendukung imbauan pemerintah untuk menunda keberangkatan ke luar negeri. Ada kekecewaan dan kesedihan karena rencana umrah sudah lama tertunda.

Namun, semua pihak memahami kondisi pandemi yang belum usai, bahkan muncul varian baru. Tetapi ada harapan agar tetap ada pemberangkatan, meski jumlahnya diperkecil. Sebagai regulator dan pengawas penyelenggaraan ibadah umrah, Kemenag terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait terus mengupayakan terselenggaranya ibadah umrah yang sehat dan aman.

Penyelenggaraan umrah di masa pandemi juga sekaligus menjadi barometer penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M. Penundaan itu pun diakui sebuah keputusan yang pahit.

“Tapi ini dilakukan demi kebaikan bersama. Kami harap semua bisa memahami dan semoga ada hikmah dari keputusan ini. Artinya, kita menerima siaran pers dan seperti yang disampaikan, sama-sama kita tunggu perkembangannya,” papar Syafiruddin lagi. (fdh)

Wali Kota Tebingtinggi Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, Targetkan Pencapaian Vaksinasi

RAKOR: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiyathi bersama Kajari Sundoro Adi, Wakapolres Kompol Asrul Robert Sembiring, mewakili Kapolres, AKP Daud Pelawi membuka rapat percepatan vaksinasi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Persiapan menghadapi Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 serta pencapaian target vaksinasi, Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi menggelar rapat evaluasi yang dipimpin Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiyathi di Ruang Aula Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Kamis (16/12).

RAKOR: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiyathi bersama Kajari Sundoro Adi, Wakapolres Kompol Asrul Robert Sembiring, mewakili Kapolres, AKP Daud Pelawi membuka rapat percepatan vaksinasi.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi per tanggal 13 Desember 2021, capaian vaksin Kota Tebingtinggi sebanyak 67.24 persen untuk dosis pertama dan masih 46 persen untuk dosisi kedua.

“Kerjakan apa yang direncanakan, target harus tercapai. Target 70 persen sampai tanggal 30 Desember 2021, sedangkan target 100 persen harus tercapai di bulan Februari 2022,” tegas Wali Kota Umar Zunaidi dalam bimbingan dan arahannya.

Guna mencapai target vaksinasi, Umar menyampaikan untuk meningkatkan kegiatan vaksinasi secara terus-menerus. “Lakukan vaksinasi terus-menerus, target 2.600 per hari di 5 Kecamatan, 4 Kelurahan 8 Lingkungan bersama tim vaksinator dibantu dari Polres dan Koramil,” ujar Umar.

Menurut Umar, jadwal vaksinasi diharapkan tidak hanya dilakukan pada pagi atau siang hari, tapi juga di lakukan malam hari, serta kepada seluruh Camat dan Lurah, Umar kembali meminta untuk melakukan validasi data bagi masyarakat yang belum vaksin. “Kemungkinan telah melakukan vaksin tapi belum terdata atau belum termasuk dalam aplikasi P-Care Vaksinasi,” jelasnya.(ian/han)

Pemkab Dairi Lelang 41 Kenderaan Dinas & Paket Limbah Padat

DILELANG: Sejumlah kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Dairi saat dilakukan proses lelang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD), lelang 41 kendaraan dinas (randis) dan 4 limbah padat organisasi perangkat daerah (OPD). Dan proses lelang sudah selesai.

DILELANG: Sejumlah kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Dairi saat dilakukan proses lelang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kepala BKAD Dairi, Dekman Sitopu didampingi Sekretaris, James Rejeki Banurea kepada wartawan, Jumat (17/12) menerangkan, kendaraan dinas dilelang tersebut antara lain sepeda motor 33 unit serta mobil minibus sebanyak 7 unit.

Selanjutnya, 1 paket limbah padat (scrap) logam ferro C eks kenderaan dinas roda 2, 1 paket limbah padat (scrap) logam ferro C eks kederaan dinas roda 3, 1 paket limbah padat (scrap) logam ferro C eks kenderaan dinas roda 4 dan 1 paket limbah padat (scrap) logam ferro C eks kenderaan dinas roda 6.

Dekman mengatakan, berdasarkan hasil tim penilai total nilai limit aset yang dilelang sebesar Rp304.055.000. Sementara itu, hasil akhir lelang diperoleh sesuai penawaran peserta lelang sebesar Rp550.288.252.

Ada 6 aset tersebut tidak laku yakni sepera motor. Kendaraan tidak laku tersebut akan ditarik dari proses lelang, dan dikembalikan ke OPD masing-masing. Bagi pemenang lelang, diberikan waktu 5 hari masa pelunasan.

“Dan apabila pemenang lelang tidak meluanasi, jaminan hilang dan pelelangan batal,” ujar Dekman.

Dekman menyebutkan, lelang aset Pemkab Dairi kali ini termasuk tinggi. Dimana beberapa unit kenderaan/mobil laku terjual dengan nilai tinggi dari limit ditentukan tim penilai seperti mobil Jeep Daihatsu/F73 tahun 2001 dengan nilai limit sebesar Rp17.257.000, bisa terjual sebesar Rp87.001.000.

Lalu, mobil minibus jenis Toyota LF82/Kijang Krista tahun 2004 dengan nilai limit hanya Rp15.443.000, bisa terjual sebesar Rp53.326.000 serta mobil minibus jenis Mitsubishi Colt L300 dengan limit hanya Rp6.799.000, lalu sebesar Rp25.999.500.(rud/han)