27 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 2855

Wagubsu Tinjau Perbaikan Jalan DI Panjaitan di Tanjungbalai

VAKSIN: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumu) Musa Rajekshah melakukan temu ramah bersama tokoh masyarakat Tanjungbalai sekaligus meninjau jalan yang diperbaiki Pemprovsu) di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Sabtu (18/12).ist/sumut pos.

TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah melakukan temu ramah bersama tokoh masyarakat Tanjungbalai, sekaligus meninjau jalan yang diperbaiki Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemrovsu) di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Sabtu (18/12).

VAKSIN: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumu) Musa Rajekshah melakukan temu ramah bersama tokoh masyarakat Tanjungbalai sekaligus meninjau jalan yang diperbaiki Pemprovsu) di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Sabtu (18/12).ist/sumut pos.

Kehadiran Ijeck, pria sapaan Musa Rajekshah disambut hangat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungbalai Waris Thalib beserta jajaran Pemkot Tanjungbalai dan mewakili warga setempat, Sayuti Sinaga.

Dalam kesempatan itu, Ijeck berjanji pemerintah Provinsi Sumut akan segera memberbaiki sisa jalan rusak yang diperkirakan mencapai panjang 1,6 kilometer (km) lagi. Perbaikan jalan ini, diminta Ijeck juga harus didukung masyarakat agar berjalan dengan baik.

“Dahulunya jalan ini berlubang dan banyak genangan air, alhamdulillah sudah teratasi tapi belum selesai 1,6 km lagi. Inshallah tahun 2022 perbaikan di Jalan DI Panjaitan ini kita lanjutkan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumut, lanjut Ijeck menginginkan seluruh jalan di Sumut bisa diperbaiki. Beban jalan Pemerintah Provinsi Sumut mencapai 3000,05 km.

“Provinsi yang banyak badan jalannya diantaranya Sumut, namun tetap akan dilakukan perbaikan, perawatan dan pembangunan jalan baru. Untuk itu mohon bersabar, akan kita lakukan bertahap kalau sekaligus semuanya anggaran gak mampu,” ujar Ijeck.

Ijeck berharap masyarakat yang ada di sekitar proyek-proyek pembangunan pemerintah ikut membantu mengawasi, melihat, karena jalan yang tidak sesuai speknya tidak akan panjang umurnya. “Kami juga bersyukur di sini, kabarnya ada warga yang mau berkorban rumahnya harus tergeser. Alhamdulillah semua mau berkorban dan mau mengerti karena ini untuk semuanya untuk kemajuan kita bersama,” ujar Ijeck.

Sementara itu, mewakili warga Sayuti Sinaga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemkot Tanjungbalai atas pembangunan jalan yang telah terlaksana. “Jalan di Pasar Baru sudah berubah, dahulu parah sekali. Kami berharap ada perbaikan jalan untuk 1,63 km lagi pak biar sampai ke ujung. Dengan bagusnya jalan ini juga meningkatkan perekonomian warga karena jalur transportasi lebih lancar. Kami gantungkan harapan kami ini ke bapak Wagub Musa Rajekshah untuk perbaikan sisanya yang 1,63 km lagi,” tutupnya. (prn/han)

Wujudkan Cita-cita Pemekaran, Bupati Labuhanbatu Raya Diminta Saling Bersinergi

Ketua Panitia Silaturahim dan Sarasehan Refleksi 13 Tahun Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu, Rivai Nasution menyerahkan penghargaan kepada Bupati Labusel, H Edimin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu telah berusia 13 tahun. Kemajuan pembangunan di kabupaten hasil pemekaran yakni Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Labuhanbatu Utara (Labura), memang tidak kalah dengan daerah lain. Namun, pelayanan dan kesejahteraan masyarakatnya masih jauh dari cita-cita pemekaran.

Ketua Panitia Silaturahim dan Sarasehan Refleksi 13 Tahun Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu, Rivai Nasution menyerahkan penghargaan kepada Bupati Labusel, H Edimin.

Karenanya, agar Labura dan Labusel bisa cepat survive, perlu banyak belajar ke daerah-daerah hasil pemekaran yang sudah maju. Selain itu, Pemkab disarankan untuk merangkul dan meminta masukan dari tokoh-tokoh pejuang pemekaran, sehingga dapat mengetahui secara jelas apa cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai dari pemekaran itu.

“Perlu ada paguyuban kepala daerah hasil pemekaran, agar bisa saling bertukar informasi dan memberi masukan untuk kemajuan daerahnya masing-masing,” kata Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, Prof Dr Suwardi Lubis MA saat menjadi narasumber dalam Sarasehan dan Silaturrahim bertajuk Refleksi 13 Tahun Pemekaran Labuhanbatu; Harapan Baru Wujudkan Cita-cita Pemekaran Labuhanbatu yang digelar Ikatan Keluarga Labuhanbatu (IKLAB) Raya di Grand Inna Hotel, Jalan Balaikota Medan, Sabtu (18/12).

Suwardi mengatakan, untuk bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, di perbatasan masing-masing kabupaten pemekaran bisa digali potensi apa yang bisa dikembangkan secara bersama-sama. “Dengan program yang selaras di perbatasan antara 2 daerah yang sama-sama baru dimekarkan manfaatnya akan banyak. Misalnya, pengalokasian anggaran program jadi berkurang, karena ditanggulangi secara bersama dua daerah. Dampaknya, pembangunan berjalan lebih maksimal, infrastruktur bisa lebih baik, pelayanan bisa lebih baik dan ekonomi masyarakat di kedua daerah di perbatasan akan ikut meningkat,” ungkapnya.

Menurut Suwardi, hal seperti itu telah dilakukan daerah-daerah pemekaran di Pulau Jawa, dan hasilnya sangat positif. Suwardi juga menyebutkan, Labura dan Labusel adalah daerah yang kaya, karena kedua daerah ini seperti juga Labuhanbatu sebagai kabupaten induk, memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang sangat luas dengan sawit sebagai komuditas unggulannya. “Di era Otonomi Daerah, daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam dan produk-produk unggulan penghasil pajak dan devisa negara, bisa meminta bagi hasil yang sepadan pada pemerintah pusat. Sehingga dengan pemekaran, harusnya daerah-daerah ini tak akan kesulitan dalam pembangunan daerah dan mensejahterakan masyarakatnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi Kajian Ketatanagaraan MPR RI, H Rambe Kamaruzzaman yang juga didaulat sebagai narasumber dalam kegiatan itu menyampaikan, yang terpenting dari pemekaran suatu daerah adalah bagaimana good governance, pelayanan publik, dan daya saing daerah itu setelah dimekarkan. Rambe Kamaruzzaman yang cukup berjasa ‘menggiring’ lahirnya hak inisiatif DPR RI untuk menyetujui pemekaran Labuhanbatu, mengaku memiliki tanggungjawab moral agar Kabupaten Labuhanbatu, Labusel, dan Labura dapat lebih baik dari segi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik dan daya saing daerah setelah pemekaran.

Terkait pelayanan publik, Rambe mengaku memiliki hasil penilaian Ombudsman RI terhadap pelayanan publik pemda-pemda, termasuk Labuhanbatu Raya. “Hasil penilaian Ombudsman, pelayanan publik di Labuhanbatu, Labura, dan Labusel, belum ada yang baik, apalagi baik sekali. Penilaiannya ada yang sedang, buruk, dan buruk sekali. Saya tidak akan sebut daerah mana yang buruk dan buruk sekali itu. Silahkan Pemdanya instrospeksi dan segera tingkatkan pelayanan publiknya, karena itu juga cita-cita dari pemekaran,” sebutnya.

Bupati Labusel H Edimin yang hadir dalam acara itu mengatakan, Pemkab Labusel saat ini masih kesulitan untuk melaksanakan sejumlah program pembangunan, karena anggaran yang terbatas. Saat ini, kata Edimin, APBD 2021 Labusel hanya Rp800 miliar, menurun dari tahun sebelumnya yang Rp1 triliun. Penurunan APBD itu disebabkan adanya persoalan dalam pengelolaan RSUD yang sebelumnya sebagai salah satu penyumbang PAD. “Saya baru menjabat bupati 5 bulan lebih, ada persoalan sebelumnya dan imbasnya APBD turun saat saya memimpin, tapi ini kedepan akan kita perbaiki bagaimana APBD Labusel bisa meningkat lagi,” katanya.

Edimin mengatakan, pihaknya juga sedang memperjuangkan adanya bagi hasil yang sepadan dari pajak CPO. Sebab, di Labusel terdapat sekitar 24 pabrik CPO dan nilai produksinya setiap tahun lumayan besar mencapai Rp500 triliun lebih. “Bila dari hasil CPO Labusel kita bisa mendapatkan 5 persen saja bagi hasil pajaknya, PAD kita akan sangat besar, dan itu akan bisa menyelesaikan persoalan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selama ini bagi hasil pajak CPO yang didapat Labusel hanya Rp 5 miliar, kecil sekali,” ujarnya. (adz)

Dana PED Dairi 2021 Sebesar Rp6,9 Miliar, Ka BKAD: Sudah Terealisasi 56,94 Persen

TERANGKAN. Kepala BKAD Dairi, Dekman Sitopu (kiri) didampingi Sekretaris, James Rejeki Banurea menerangkan alokasi dana PED Dairi tahun anggaran 2021, Jumat (17/12).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, alokasikan anggaran bersumber dari dana alokasi umum (DAU) serta dana bagi hasil (DBH) tahun anggaran 2021 sebesar Rp6,9 miliar untuk dukungan program Pemulihan Ekonomi Daerah (PED).

TERANGKAN. Kepala BKAD Dairi, Dekman Sitopu (kiri) didampingi Sekretaris, James Rejeki Banurea menerangkan alokasi dana PED Dairi tahun anggaran 2021, Jumat (17/12).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Dairi, Dekman Sitopu didampingi Sekretaris, James Rejeki Banurea saat dikonfirmasi Jumat (17/12) memaparkan, dana PED merupakan dana peruntukan dari DAU dan DBH yang besarnya lebih kurang 1,2% atau sekitar Rp6,9 miliar.

Dimana, DAU Dairi tahun 2021 sebesar RP557 miliar, dan DBH sebesar Rp17 miliar. Pemkab Dairi tidak ada menerima khusus PED dari pusat, namun yang digunakan untuk PED bersumber dari peruntukan DAU dan DBH.

Dekman mengaku, ada banyak pertanyaan kepada mereka terkait alokasi pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sementara, untuk daerah adalah PED yang dialokasikan dari DAU dan DBH sesuai arahan pemerintah pusat, dan bukan dan PEN, sebutnya.

Dekman menjelaskan, dana PED Dairi tahun 2021 sebesar Rp6,9 miliar, digunakan untuk perlindungan sosial sebesar Rp2,3 miliar. Pemberdayaan UMKM sebesar Rp2,051 miliar. Selanjutnya, untuk subsidi pertanian sebesar Rp262 juta lebih.

Untuk pemberdayaan masyarakat sebesar Rp625 juta lebih. Penyediaan sarana dan prasarana layanan publik dan ekonomi sebesar Rp382 juta lebih. Pengembangan pariwisata dan kebudayaan sebesar Rp1,364 miliar. Dekman menambahkan, hingga minggu ketiga Desember 2021, realisasi dana PED Dairi tahun anggaran 2021 ini sebesar Rp3,978 miliar (56,94%), tandasnya. (rud)

Tebingtinggi Masuk Zona Hijau, Masyarakat Jangan Sampai Lalai Prokes

VAKSINASI: Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Kesehatan, Camat dan Lurah membuka gerai vaksinasi di Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.sopian/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Walaupun Kota Tebingtinggi sudah masuk zona hijau dalam hal penanganan pandemi Covid-19, masyarakat diminta agar tidak lalai dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

VAKSINASI: Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Kesehatan, Camat dan Lurah membuka gerai vaksinasi di Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.sopian/SUMUT POS.

“Walaupun capaian vaksin di Tebingtinggi sudah mencapai 73,85 persen dan Tebingtinggi sudah masuk zona hijau, tetapi masyarakat harus tetap patuh menjaga prokes seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan menjaga jarak dan tetap menjauhi kerumunan,”ujar Kadis Kominfo sekaligu Juru Bicara Pemko Tebingtinggi Dedi Parulian Siagian, Minggu (19/12).

Diterangkan Dedi, hingga tanggal 18 Desember 2021, tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19. Seluruh kelurahan yang ada di Kota Tebingtinggi berada pada Zona Hijau. “Kami berharap Pemko Tebingtinggi, TNI dan Polri bisa tetap mempertahankan zona hijau tersebut dengan tetap menyelenggarakan vaksinasi baik tahap I dan II,”katanya.

Djelaskannya, untuk capaian vaksinasi di Kota Tebingtinggi sebesar 73,85 persen dari total 133.616 orang. BOR adalah persentase pemakaian tempat tidur pada empat rumah sakit yang ada di Kota Tebingtinggi sebesar 0,93 persen atau 2 yang terisi dari 213 ketersediaan tempat tidur.

“Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk bekerjasama dalam mematuhi dan melaksanakan Protokol Kesehatan 5M sebagai salah satu upaya pencegahan agar Kota Tebingtinggi dapat terbebas dari pandemi Covid-19,” tegasnya.

Sedangkan Plt Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr Henny Sri Hartati menyatakan, capain vaksinasi di Tebingtinggi yang melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah terlaksana karena adanya kerja sama dan serbuan vaksinasi yang dilaksanakan Pemko Tebingtinggi, TNI dan Polri siang dan malam, setiap kelurahan membuka gerai vaksin baik vaksin tahap I dan tahap II.

Menyikapi adanya temuan sudah terkonfirmasi Covid Omicron di Indonesai sebanyak 3 kasus, dr Henny berpesan kepada seluruh masayarakat Kota Tebingtinggi agar tetap tenang dan selalu menjaga prokes yang ketat, masayarakat tidak melakukan perjalanan keluar negeri pada libur Natal dan Tahun Baru 2022.

“Mari sama jaga diri dan jaga sesama dari pandemi Covid, tetap tenang, tingkatakan daya tahan tubuh kita dan tetap patuhi prokes, sayangi nyawa anda serta keluarga,” bilangnya.

Sedangkan Camat Rambutan Marwansyah Harahap didampingi Lurah Lalang Hadi Supeno, Lurah Tanjung Marulak Hilir Suwarni dan Lurah Rantau Laban Fauzi mengatakan pihaknya berkordinasi dengan Kepling dan Babinsa dalam menghadirkan warga yang belum vaksin tahap I dan tahap II ke Gerai Vaksin di Kelurahan Lalang dalam percepatan target vaksinasi di Tebingtinggi.

“Sistem yang dilakukan dengan memadukan NIK KK milik warga dengan pihak Dinas Kesehatan warga yang sudah vaksin, apabila belum muncul di Aplikasi Peduli Lindungi dan sertifikat vaksin, maka Kepling dan Babinsa langsung menjemut ke rumah warga kemudian diajak vaksin.”tegasnya.(ian/han)

Salomo Pardede Kembali Pimpin POBSI Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Salomo TR Pardede SE MM kembali terpilih memimpin Pengprov POBSI Sumatera Utara periode 2022-2026. Salomo terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Provinsi (Musprov) POBSI Sumut di Hotel Danau Toba Internasional, Medan, Minggu (19/12).

BERSAMA: Salomo TR Pardede dan undangan bersama peserta dan panitia Musprov POBSI Sumut di Hotel Danau Toba, Sabtu (19/12). (IST)

Ini merupakan keempat kalinya Salomo TR Pardede memimpin POBSI Sumut. Keberhasilan dalam tiga periode sebelumnya membuat 13 dari 20 kabupaten/kota sepakat kembali mengusung Salomo Pardede memimpin POBSI Sumut.

“Salomo Pardede adalah sosok yang berhasil memajukan biliar di Sumut ini. Kami menilai tidak ada sosok yang melebihi dia. Jadi kami 13 pengcab dan pengkot kembali mendukung Salomo Pardede menjadi Ketua POBSI Sumut,” tegas Ketua Pengcab POBSI Kota Binjai, Ziko Firlando, perwakilan pengcab dan pengkot mengutarakan dukungan.

Karena diminta, Salomo mengaku siap kembali memimpin POBSI Sumut. Dia mengaku ingin menyelesaikan tugas yang masih tertunda. “Tugas berat telah menanti, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Saya memiliki target besar di PON 2024 nanti,” tegasnya.

Salomo berambisi menjdi juara umum cabang biliar pada PON 2024 mendatang. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh pengcab untuk siapkan atlet berbakat. “Saat ini ada 10 atlet, kita butuh empat atau enam orang lagi yang dipersiapkan menuju PON 2024 mendatang,” ungkapnya.

Selain PON 2024, POBSI Sumut juga akan menggelar Porwil Sumut dan Porprovsu 2022 mendatang. Salomo berharap semakin bertambah daerah yang ikut cabang biliar di Porprovsu 2022 nanti. “Saya ingin persaingan merata, tidak tertumpu ke satu daerah saja,” harapnya.

Sekretaris Umum PB POBSI Robby Suarly yang hadir menyaksikan, memuji proses musprov tersebut. Menurutnya Musprov POBSI Sumut berjalan dengan kebersamaan. “Kita berharap agar musyawarah di daerah lain juga seperti ini,” sebutnya.

Robby Suarly mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Salomo Pardede. Menurutnya Salomo Pardede merupakan sosok yang berhasil memajukan biliar Sumut. “Di tangan Salomo, biliar Sumut terus berkembang. Mulai dari PON 2008 hingga 2021 kemarin, biliar Sumut selalu meraih medali di PON,” paparnya.

Robby Suarly juga memuji perkembangan biliar Sumut, dimana saat telah memiliki 20 pengcab. Dia ingin pengurus biliar ada di semua kabupaten/kota Sumut. “Kita ingin biliar ada di 34 kabupaten/kota di Sumut,” tandasnya.

Gubsu melalui Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sumut M Tohir berharap agar biliar Sumut terus berkembang. “Biliar di Sumut berkembang pesat. Mulai dari 2008 hingga 2021 selalu meraih medali di PON. Semoga ke depan akan lebih baik,” harapnya.

Ketua Bidang Organisasi KONI Sumut, Drs M Syahrir mendukung cita-cita Salomo untuk menjadi juara umum di PON 2024. Dia menyebut, biliar adalah olahraga masyarakat di Sumut. “Kita berharap POBSI Sumut semakin banyak mencari atlet. Selain itu, dia memita Pemprovsu untum terus mendukung dengan menyedikan sarana. Sebab, prestasi harus dibarengi fasilitas,” ungkapnya.

Ketua Panitia Ir Halomoan Samosir melaporkan, musprov ini diikuti 16 dari 20 pengcab di Sumut. Dari 16 tersebut, 13 memiliki hak suara, dan tiga sebagai peninjau. “Dari 20, ada empat yang sedang menyusun pengurus. Dan, menurut tim penjaringan, hingga batas waktu pendaftaran tidak ada yang mendaftar,” ungkapnya.

Tidak ada mendaftar karena 13 pengcab sudah sepakat untuk mendukung kembi Salomo memimpin POBSI Sumut. Salomo Pardede juga terpilih menjadi formatur didampingi Idris Nasution (Langkat), dan Achmad Fadil Nasution (pengurus lama). Mereka diberi waktu 30 hari untuk menyusun kepengurusan. (dek)


Dukung Green Tourism, PLN Bakal Terangi Destinasi Wisata dengan Energi Bersih

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komitmen PT PLN (Persero) untuk mendukung target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060 juga menjangkau sektor pariwisata. Hal ini seiring dengan Deklarasi Glasgow untuk Aksi Iklim dalam Pariwisata pada Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26 yang mendorong rencana global yang konsisten untuk aksi iklim dalam pariwisata. 

Executive Vice President of Engineering and Technology PLN, Zainal Arifin menyatakan PLN akan mendukung penuh kawasan pariwisata yang menonjolkan Green Tourism dengan menyediakan energi listrik dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT).
 
“Jadi untuk kawasan wisata yang menonjolkan Green Tourism kita akan support energi listriknya juga dengan green energy,” tegasnya pada talkshow Smart City Conference bertajuk ‘Pembangunan Infrastruktur Dasar dan Amenitas di 10 Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional’, Selasa (15/12).
 
Salah satu contoh konkret PLN dalam mendukung pemenuhan suplai listrik di kawasan Green Tourism di Indonesia adalah dengan melakukan upaya konversi ke pembangkit berbasis EBT pada destinasi yang masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Saat ini, destinasi pulau terluar masih mengandalkan PLTD, yang selain mahal juga menimbulkan polusi CO2.
 
“Seperti di Wakatobi kita sudah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan baterai. Secara bertahap PLTD akan kita ganti dengan PLTS,” imbuh Zainal.
 
Dari sisi suplai saat ini, Zainal menambahkan, dari 10 kawasan pariwisata prioritas semuanya lebih dari cukup. Bahkan, untuk aspek dayanya sudah memenuhi aspek keandalan. Sehingga ketika ada satu pembangkit terbesar gangguan, suplai masih aman.
 
“Dari 10 lokasi, yang pas-pasan hanya Morotai. Tapi kami sudah ada planning tahun depan untuk memasang Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 10 Mega Watt (MW), jadi secara suplai sebetulnya tidak ada masalah,” ucapnya.
 
Untuk meningkatkan keandalan di beberapa kawasan pariwisata prioritas nasional, PLN bahkan menerapkan layanan Zero Down Time, atau layanan tanpa padam. Saat ini destinasi yang sudah disiapkan untuk layanan ini adalah kawasan wisata Borobudur dan Labuhan Bajo.
 
“Kami melihat kedua destinasi wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dengan beragam latar belakang sehingga menjadi representasi negara. Jika kita bisa memberikan layanan Zero Down Time di sana, tentunya bisa memberikan value buat PLN,” ujarnya.
 
Layanan yang biasanya ditetapkan pada kawasan-kawasan premium ini, seperti SCBD Jakarta, akan meningkatkan keandalan sistem dan meminimalkan gangguan kelistrikan. Layanan ini akan memastikan sampai dengan nol kemungkinan gangguan yang akan terjadi salah satunya dengan penyediaan sistem suplai listrik berlapis.
 
“Itu sebetulnya untuk pelanggan premium saja, tapi kami beranikan diri untuk mendukung destinasi wisata nasional,” katanya. (Ila)

Jemput Aspirasi Secara Door to Door, Warga Keluhkan Fungsi Drainase dan Penerangan Jalan ke Edriansyah Rendy

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Lingkungan 1, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan mengeluhkan drainase yang tidak layak atau tidak berfungsi dengan baik di wilayahnya. Akibatnya setiap kali turun hujan, kawasan tersebut kerap kali tergenang air. Mirisnya, air tak hanya menggenangi jalan, tetapi juga kerap kali masuk ke rumah-rumah warga.

Hal itu terungkap saat Sekretaris Fraksi Partai NasDem, T Edriansyah Rendy SH, menggelar Reses Masa Sidang I, Tahun Ketiga T.A 2021 di Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (19/12).

Pantauan Sumut Pos, politisi muda yang kerap disapa Rendy ini memiliki cara yang berbeda dalam kegiatan yang bertujuan untuk menjemput aspirasi masyarakat tersebut. Bukan dengan mengumpulkan warga, namun Rendy mendatangi konstituennya dari pintu ke pintu atau secara Door to Door. Hal itu dilakukannya, untuk menghindari kerumunan massa di masa pandemi Covid-19.

“Kalau hujan sedikit saja, pasti langsung banjir. Paritnya ini kecil kali, terus tersumbat juga, jadi gak bisa menampung air hujan itu. Akhirnya meluap, masuk ke rumah, sampai ke kamar-kamar,” ucap salah seorang warga, Ibu Jumiati saat dikunjungi Rendy di ke rumahnya yang terletak di Gg Persatuan Tengah, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Medan Marelan.

Jumiati mengaku, masalah itu telah terjadi dalam waktu yang cukup lama, bahkan menahun. Namun hingga saat ini, belum ada solusi atau perbaikan yang dilakukan untuk drainase yang ada di lingkungannya.

“Kami mohon supaya ada solusi untuk masalah ini. Kalau bisa diperbesar lah drainasenya ini, supaya bisa lancar air mengalir, jadi gak banjir lagi,” ujarnya.

Selain ke rumah Ibu Jumiati, putra mantan Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin itu juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga lainnya, salah satunya ke rumah Ibu Mardiani.

Kepada politisi muda Partai NasDem itu, Ibu Mardiani mengaku jika warga di lingkungannya juga mengeluhkan tentang tidak adanya penerangan lampu jalan di Gg Persatuan Tengah tersebut.

“Jadi kalau malam, ini jalannya gelap pak. Mengharapkan lampu dari teras-teras rumah orang lah jadinya, bahaya. Pertama, kita gak nampak jalan dengan jelas. Kedua, kan rawan kejahatan seperti itu. Tolong lah pak, supaya dipasangkan lampu jalan disini,” harap Mardiani.

Menanggapi keluhan Ibu Jumiati, Rendy pun langsung melihat kondisi drainase yang dimaksud. Rendy pun mengakui, jika drainase tersebut terlalu kecil sehingga tidak mampu untuk menampung air dalam debit yang tinggi.

Ia pun mengatakan akan berkoordinasi dengan Kelurahan Tanah Enam Ratus, termasuk untuk mempertanyakan mengapa drainase tersebut tidak diperbaiki dari Dana Kelurahan yang sudah dianggarkan sebesar Rp1,7 Miliar di tahun 2021 ini.

“Harusnya Dana Kelurahan bisa dipergunakan untuk memperbaiki drainase ini, nanti saya tanyakan apa kendalanya. Nanti saya minta supaya ini bisa diperbaiki paling lama di tahun 2022. Saya juga nanti akan koordinasi juga dengan Dinas PU,” jawabnya di lokasi.

Sedangkan untuk Ibu Mardiani, Rendy mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan.

“Soal lampu jalan, saya akan koordinasikan ke Dinas Pertamanan. Memang tadi saya lihat tidak ada lampu jalan di gang ini dan itu cukup rawan, nanti akan kita minta agar dipasangkan lampu jalan,” tuturnya.

Selain menampung aspirasi warga, dalam kesempatan itu Rendy juga tampak memberikan bantuan kepada warga berupa bahan pangan pokok. Ia berharap, pertemuan tersebut dan apa yang ia berikan dapat bermanfaat kepada masyarakat.

“Semua aspirasi ini saya tampung dan InsyaAllah akan saya sampaikan dalam rapat Paripurna di DPRD Medan nanti untuk dapat ditindaklanjuti oleh Pemko Medan,” pungkasnya. (map)

Momentum Presidensi G20 Indonesia Tingkatkan Kepercayaan Investor Global untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia tergabung dalam kawasan dan forum seperti ASEAN, APEC, dan G20 yang saat ini menjadi titik sentral pertemuan penting kerja sama kawasan regional dan dunia. Setelah menjadi Presidensi G20, Indonesia juga akan menjadi ChairmanshipASEAN pada 2023.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa ini merupakan momentum berharga bagi Indonesia dan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan Presidensi G20 Indonesia.

Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia berpeluang meningkatkan konsumsi domestik dalam negeri hingga 1,7 trilliun rupiah, penambahan PDB yang diperkirakan mencapai 7,47 trilliun rupiah, serta pelibatan tenaga kerja sekitar 33 ribu pekerja di berbagai sektor industri.

“Secara ekonomi, hal ini akan mendorong kepercayaan dari investor global untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional,” kata Menko Airlangga dalam webinar yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) yang bertema “Presidensi G20 Indonesia: “Tantangan, Kesempatan, dan Peran Masyarakat Indonesia” pada Jumat (17/12).

Selain memberikan keuntungan bagi pemulihan ekonomi nasional, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa dalam Presidensi G20 ini Indonesia berperan penting menjembatani keberagaman yang ada dalam Forum G20. Indonesia yang memiliki falsafah musyawarah dan mufakat diharapkan bisa menjembatani antar berbagai kelompok negara.

“Indonesia dan masyarakat dunia sedang menunggu Presidensi G20 Indonesia untuk mengambil kebijakan yang berwawasan ke depan, bersifat inklusif dan langkah-langkah yang konkret di luar narasi-narasi politik,” ungkap Menko Airlangga.

Untuk itu, Menko Airlangga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo mencita-citakan G20 sebagai platform kerjasama ekonomi dengan tiga sektor yaitu arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi melalui digitalisasi, dan transisi menuju energi yang berkelanjutan.

“Kita merasakan manfaat teknologi digital di berbagai sektor, dan tentunya kita akan terus mendorong sektor-sektor yang dapat menjadi mesin-mesin pertumbuhan baru sebagai nilai  dari ekonomi digital sendiri,” kata Menko Airlangga.

Indonesia diharapkan mampu melahirkan terobosan-terobosan baru, termasuk di sektor transisi energi bagi semua negara dengan mempromosikan adopsi teknologi yang terjangkau, mekanisme pembiayaan bersama, dan prioritas transisi energi yang berkelanjutan.

“Dalam upaya ini, kita akan melibatkan peran serta ilmuwan dan akademisi yang tergabung dalam Think 20 dan Science 20 yang  ini diharapkan bisa memberikan kontribusi ke tiga bidang tersebut juga transisi energi,” tutur Menko Airlangga.

Menutup paparannya, Menko Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah terus mengharapkan masukan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pakar dan akademisi untuk memaksimalkan manfaat Presidensi G20 Indonesia sehingga dapat membantu pemulihan bersama. (ltg/fsr/*)

Peringati HUT ke-24, YPSA Teken MoU KPOTI Sumut dan IGI Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO—Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) melakukan kolaborasi dengan berbagai lembaga.

BERSAMA: Pimpinan YPSA foto bersama Ketua Umum KPOTI Sumut, Agustin Sastrawan Harahap memeringati HUT ke-24 YPSA di Raz Hotel & Convention, Jalan Dr Mansyur Medan, Sabtu (18/12/2021). ISTIMEWA.

YPSA lakukan kerjasama dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Sumatera Utara dan Ikatan Guru Indonesia Provinsi Sumatera Utara saat resepsi HUT ke-24 di Sadafa Room, Raz Hotel & Convention, Sabtu (18/12/2021).

Ketua Panitia HUT ke-24 Bagoes Maulana menyampaikan, kerjasama ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty, Ketua KPOTI Sumut, Agustin Sastrawan Harahap dan Ketua IGI Sumut, Dewi Sri Indriati. YPSA juga berikan penghargaan tokoh masyarakat peduli pendidikan dan perkembangan di YPSA H. Farianda Putra Sinik SE (Ketua PWI Sumut) dan M Syukri Albani Nasution (tokoh ulama).

Agustin Sastrawan Harahap dalam Orasinya mengatakan, hampir di setiap daerah memiliki ragam permainan rakyat dan olahraga tradisional. Antara lain enggrang, terompah, hadang, ketapel glindingan, dan lainnya.

Keunikan permainan rakyat dan olahraga tradisional itu mengisyarakatkan bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang besar, kaya akan budaya dan memiliki wujud persatuan yang tinggi. Jenis-jenis permainan itu mengajarkan kita bela rasa, gotong royong, kebersamaan, welas asih, toleransi, adil, jujur, disiplin, sportivitas yang itu bisa didapatkan pada saat bermain,” terangnya. Dewasa ini, sebut dia, dengan ragam budaya Indonesia, Indonesia dihadapkan pada tantangan global dan dinamika sosial yang sangat kompleks.

“Indonesia dengan multikulturnya secara perlahan digerus perkembangan zaman,” kata Agustin.

Karenanya menurut dia, KPOTI adalah wadah penghantar gerakan yang tumbuh di masyarakat, memposisikan sebagai hulu dalam melakukan penggalian, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan permainan rakyat dan olahraga tradisional Indonesia, serta pendidikan karakter.

Tak kalah pentingnya, ujar Agus, terobosan pendidikan dengan menghadirkan kurikulum permainan rakyat dan olahraga tradisional di sekolah dari jenjang paling dasar hingga lanjutan, menjadi landasan yang kuat untuk KPOTI terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak khususnya dunia pendidikan.

“Kami ucapkan terimakasih kepada ketua YPSA yang telah memberikan ruang kepada KPOTI Sumut dan KPOTI Kota Medan untuk menghadirkan Pangkalan Olahraga Tradisional,” katanya.

Pihaknya harapkan para murid YPSA yang akan beranjak dewasa, sukses meraih cita-cita menjadi pribadi yang tangguh dan yang paling penting bisa memahami pribadinya dan orang-orang di sekitar. “Terutama miliki sikap bela rasa, negara, dan bangsa,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara ini, manajemen YPSA berikan penghargaan kepada peserta didik, guru, karyawan hingga orang tua baik bagi mereka yang berprestasi maupun atas pengabdian yang tulus di lingkungan sekolah tersebut.

Sekretaris Umum YPSA, Hj. Rizki Fadilah Raz dalam sambutannya mengatakan bahwa tema HUT ke-24 ini adalah “Education Young Muslim Scholars to Face Global Challenges”. Bahwa YPSA telah mengadakan serangkaian kegiatan dengan berziarah ke makam pendiri YPSA yang berguna untuk memberikan motivasi kepada anak-anak untuk menghormati orang tua.

“Sebelumnya YPSA mengadakan Shafiyyatul for Others dengan memberikan bantuan sembako kepada empat panti asuhan, donor darah bekerjasama dengan PMI dan memberikan bantuan kepada korban gunung meletus Semeru,” pungkasnya. (rel/prn)

Aplikasi Pintar Blackmaria Super App Hadir di Kota Medan

Co-founder dan CEO Blackmaria Agus Salim. Sumut Pos/ ist.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Blackmaria Teknologi asal Medan meluncurkan Aplikasi Pasar Transportasi B2B dan B2C di era persaingan bisnis transportasi berbasis aplikasi di Indonesia, Minggu (19/12).

Co-founder dan CEO Blackmaria Agus Salim. Sumut Pos/ ist.

Aplikasi yang dinamakan Blackmaria tersebut membangun fitur-fitur tambahan khususnya di segmen transportasi online untuk dapat bersaing dengan perusahaan yang sudah bertaraf unicorn dan decacorn di Tanah Air.

Aplikasi Mitra Blackmaria dapat digunakan bergantian untuk satu kendaraan, sehingga kepadatan lalu lintas, polusi dan keletihan driver dapat teratasi, selain memaksimalkan ROI pada kendaraan mitranya. Fitur peringatan SIM, Pajak kendaraan dan juga data servis kendaraan mitra berfungsi otomatis pada waktunya.

Blackmaria menggunakan konsep sharing ekonomi terhadap mitra dan penggunanya dengan sistem referal chain single level. Dengan konsep ini setiap penggunanya memiliki akses memasarkan Blackmaria dan membentuk ekosistem pendapatan sendiri.

Selain itu, Aplikasi Blackmaria dilengkapi dengan digital Wallet Paymaster dan juga Saveplus, solusi kembalian uang kecil yang cukup menyulitkan sekarang ini. Dengan Saveplus kembalian sekecil apapun bisa diterima dan akan diperkenalkan kepada merchant di seluruh Indonesia.

Berbeda dengan lainnya, Blackmaria tidak mengandalkan diskon besar-besaran untuk memasuki pasar yang cukup panas ini, Blackmaria menggunakan sistem loyalitas berbasis kilometer perjalanan dengan tawaran yang lebih menarik dari sebuah kupon diskon.

Banyak fitur serta ramah pengguna tersemat di Aplikasi Blackmaria dengan tema Clean, yang artinya tidak diramaikan dengan iklan promosi dan informasi yang begitu padat yang belum tentu dibaca oleh pengguna.

Co-founder dan CEO Blackmaria Agus Salim mengatakan, Blackmaria sudah ada sejak Tahun 2015 dan baru sekarang diluncurkan, rencana awalnya dua tahun silam disebabkan pandemi maka dibatalkan peluncurannya. Blackmaria adalah merek terdaftar di Singapura dan Indonesia, selain di Indonesia Blackmaria sudah didirikan di beberapa negara lain seperti UK, USA dan Australia.

“Selain transportasi berbasis B2B dan B2C yang sudah diluncurkan, Blackmaria telah siap memasuki pasaran food delivery menambah segmen pasar makanan yang sudah ada seperti Gofood, Grabfood dan terbaru Shopeefood. Blackmaria akan meluncurkan Fodexs-Food Express dalam rangkaian bisnis digitalnya selain transportasi dan juga jasa pengiriman instan CityBike,” ujarnya.

Untuk memperkuat ekosistemnya, lanjutnya, Blackmaria juga akan meluncurkan OTA atau online travel agen yang menawarkan rangkaian hotel dan maskapai dalam aplikasi terupdatenya nanti.

“Selain sektor korporasi, Blackmaria Partner adalah sistem francais blackmaria untuk melebarkan bisnisnya di seluruh indonesia dan mancanegara. Sistem multi tenan blackmaria di jangkakan dapat berkembang dengan pesat untuk pasar pasar di luar yuridiksinya,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah siap melebarkan sayap bisnis digitalnya ke seluruh Indonesia dan juga Mancanegara dan memilih Kota Medan sebagai Basecamp Blackmaria. Sebab, dirinya merupakan kelahiran Medan sekaligus pemilik tunggal Blackmaria dan berpengalaman di sektor keuangan serta Fintech.

“Untuk mitra dan juga pengguna yang penasaran dengan Blackmaria dapat mengunduh aplikasinya di Playstore Android and Appstore untuk pengguna IOS. Welcome Pack seperti saldo permulaan, kupon diskon, mil loyalitas tersemat untuk pengguna baru. Untuk tawaran lainnya dan juga promosi bisa dilihat di media sosial (Medsos), seperti Facebook dengan nama Blackmaria Indonesia,” pungkasnya. (Dwi)