27 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 2856

Banjir Masih Hantui Warga Medan, Burhanuddin: Serahkan kepada Ahlinya

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persoalan banjir masih menghantui warga Kota Medan, khususnya warga Medan Sunggal, Medan Tuntungan, dan Medan Selayang. Apalagi dalam beberapa hari ini, Kota Medan terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Keresahan warga ini terungkap dalam Reses Masa Sidang I Tahun III Tahun Anggaran 2021 yang digelar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu di Jalan Setia Budi Nomor 173-D Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (18/12/2021). Meski hujan mengguyur sejak pagi, namun antusias masyarakat menghadiri reses tersebut cukup tinggi.

Ini terlihat dari ratusan peserta yang hadir dari tiga kecamatan yakni Medan Sunggal, Medan Selayang, dan Medan Tuntungan. Mereka ingin menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada wakil mereka di DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan.

Khairul Hanafi, Kepala Lingkungan (Kepling) 7 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, menyampaikan, selama ini warga Kelurahan Tanjungrejo selalu menjadi langganan banjir. Apalagi, ada dua sungai yang membelah Kelurahan Tanjungrejo, yakni Sungai Batuan dan Sungai Selayang.

Jika sungai meluap, sebutnya, warga hampir di semua lingkungan khususnya di Lingkungan 4, 7, 8, 9, 11, 13, 14, 17, dan 19, selalu kebanjiran. “Kalau sudah banjir, kami sebagai kepala lingkungan yang selalu diprotes warga. Jadi, kami mohon kedua sungai itu segera dinormalisasi. Melalui reses ini kami meminta kepada Bapak Burhanuddin Sitepu agar ini disuarakan melalui paripurna DPRD Medan,” harapnya.

Sementara Agustinus Lase, Kepling 8 Tanjungrejo berharap agar dibangun darainase dan perbaikan jalan di Jalan Mawar, dari persimpangan Jalan Setia Budi, sepanjang 130 meter. “Drainase di sana belum pernah tersentuh cor beton dari Pemko Medan. Selama ini, hanya warga secara swadaya melakukan pembeton drainase di sana. Apalagi di sana ada pasar tradisional, jalannya selalu becek. Mohon ini juga menjadi perhatian Pak,” ungkapnya.

Persoalan banjir ini juga disampaikan Hj Nur Fatimah, warga Komplek Sakura Indah, Medan Tuntungan. Menurutnya, dua tahun pertama ia tinggal di komplek perumahan itu, tidak terkena banjir. “Namun memasuki tahun ketiga hingga saat ini, kami selalu kebanjiran. Kalau sudah turun hujan seperti saat ini, saya sudah stres. Saya sudah tua, tak sanggup lagi menguras-nguras. Mohonlah agar ada solusi dalam mengatasi banjir ini,” pintanya.

Menyikapi hal ini, Burhanuddin Sitepu mengungkapkan, persoalan banjir memang seperti tidak ada selesainya di Kota Medan. Dia pun menyayangkan ketidakhadiran Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dalam reses tersebut. Tampak hadir hanya Yulisnina, mewakili Dinas Sosial dan Sartika Wahyu, Kasi Trantib Kelurahan Tanjungrejo. Padahal, persoalan banjir pasti selalu muncul dalam setiap reses.

Meski begitu, Burhanuddin siap menampung dan memberi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat yang hadir. “Kalau saya menilai, ini salah urus. Orang-orang yang menangani persoalan banjir ini bukan ahlinya. Karena sampai sekarang masih meraba, belum ada solusinya. Makanya, serahkan pada ahlinya” kata Burhanuddin yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Medan membidangi pembangunan.

Menurutnya, penyebab banjir ini bukan cuma satu. Karenanya, normalisasi sungai saja tidak cukup kalau drainase tidak diperbaiki. Debit air tidak sebanding dengan drainase yang ada, sehingga ketika hujan deras air meluap ke jalan dan terjadi genangan air.

Burhanuddin juga mengungkapkan, dari pemetaan Pemko Medan, saat ini ada 1.500 titik genangan air di Kota Medan, dari sebelumnya hanya 500 titik. “Tahun 2022, pemko juga sudah mengalokasikan Rp1 triliun untuk mengatasi banjir ini. Jadi, dari segi anggaran tidak ada masalah lagi. Kita lihat saja nanti seperti apa hasilnya. Mudah-mudahan dengan adanya kedekatan emosional Wali Kota Medan dengan Kementerian PUPR, persoalan banjir ini bisa segera diatasi,” harapnya.

Sementara soal pembetonan jalan dan drainase di Jalan Mawar, Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Burhanuddin meyakini akan terselesaikan dalam waktu dekat. “Realisasinya akan saya sampaikan kepada Pak Kepling,” pungkasnya. (adz)

Warga Jalan Kantil Butuh Air Bersih, Burhanuddin Siap Fasilitasi Pemasangan Pipa PDAM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Kantil 20, Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal mengeluhkan persoalan air bersih. Pasalnya, selama ini warga di Jalan Kantil tersebut menggunakan sumur bor. Namun air yang dihasilkan tidak bersih.

“Airnya kuning, jadi kalau dipakai untuk mencuci baju putih, warnanya pun berubah jadi kuning,” kata Sri Wahyu Ningsih, warga Jalan Kantil dalam Reses Masa Sidang I Tahun III Tahun Anggaran 2021 yang digelar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu di Jalan Setia Budi Nomor 173-D Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (18/12/2021). Hadir dalam reses itu Yulisnina, mewakili Dinas Sosial dan Kasi Trantib Kelurahan Tanjungrejo, Sartika Wahyu

Untuk itu, dia mewakili warga lainnya mohon bantuan Burhanuddin agar dibantu untuk pemasangan air PDAM. “Karena, untuk biaya pemasangan pipa PDAM ke rumah warga di Jalan Kantil tersebut sangat mahal, kami tak mampu,” ungkap Sri Wahyu Ningsih lagi.

Menyikapi hal ini, Burhanuddin berjanji akan memperjuangkannya ke Pemko Medan. Karena menurut anggota DPRD Medan tiga periode ini, ada alokasi anggaran dari Pemko Medan di Dinas PU untuk pemasangan pipa dari pipa induk PDAM Tirtanadi ke rumah-rumah warga. “Memang kalau ditanggung oleh masyarakat sendiri, biayanya cukup besar. Makanya, Pemko Medan telah mengalokasikan anggaran melalui dinas terkait,” ungkapnya

Untuk itu, Burhanuddin menyarankan agar warga di Jalan Kantil tersebut membuat permohonan secara tertulis ke Pemko Medan dan akan diperjuangkannya. “Permohonan ini harus disampaikan secara tertulis dan ditandatangani oleh warga di sana. Setelah itu akan saya perjuangkan ke Pemko Medan. Mohon kepada Kepling 8 Kelurahan Tanjung Rejo agar membantu membuatkan surat permohonannya,” pungkasnya. (adz)

Perwal 17/2021 Sudah Direvisi, tapi Banyak Bilal Jenazah Usia 60 Tahun tak Dapat Honor

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah merevisi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 17/2021, tentang pemberian dana jasa pelayanan kepada masyarakat. Dengan revisi tersebut, tidak ada lagi batasan usia maksimal 60 tahun bagi bilal jenazah (mayit) sebagai penerima bantuan dari Pemko Medan. Bahkan, bantuan tersebut ditambah dua kali lipat.

Sayang, revisi tersebut tak tersosialisasi secara maksimal ke masyarakat. Pasalnya, masih banyak bilal jenazah yang tidak mengetahui perihal revisi Perwal tersebut. Hal ini terungkap dalam Reses Masa Sidang I Tahun III Tahun Anggaran 2021 yang digelar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu di Jalan Setia Budi Nomor 173-D Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (18/12/2021). Hadir dalam reses itu Yulisnina, mewakili Dinas Sosial dan Kasi Trantib Kelurahan Tanjungrejo, Sartika Wahyu

Hj Nur Fatimah, warga Medan Tuntungan, bersama enam rekannya, sudah lebih 20 tahun menjadi bilal jenazah di lingkungannya. Namun ketika Perwal Nomor 17/2021 itu diterbitkan, nama mereka dicoret dari daftar bilal jenazah yang menerima bantuan dari Pemko Medan. Pasalnya, usia mereka telah melebihi 60 tahun.

Meski mereka ikhlas mengerjakan fardhu kifayah tersebut, namun mereka khawatir karena takut dianggap melanggar Perwal tersebut. “Sekarang jadi dilema. Karena jika ada yang meninggal, kami tidak berani memandikan jenazah tersebut. Karena kalau kami mandikan, kami dianggap melanggar Perwal. Tapi kalau tidak kami mandikan, tidak ada bilal yang memandikan jenazahnya,” ungkap Nur Fatimah.

Karenanya, Nur Fatimah berharap kepada Burhanuddin Sitepu agar memberikan solusi atas dilema yang sedang mereka hadapi tersebut. Menyikapi persoalan ini, Burhanuddin Sitepu menjelaskan, Perwal dimaksud memang sempat menuai kontroversial di masyarakat. Bahkan, DPRD Medan telah meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk merevisi Perwal tersebut.

“Perwal itu sudah direvisi. Jadi, tidak ada lagi batasan usia bagi Bilal mayit yang menerima bantuan dari Pemko Medan. Bahkan, Wali Kota Medan telah melipatgandakan bantuan yang diberikan dari Rp300 ribu menjadi Rp600 ribu per bulan,” ungkap Burhanuddin.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan ini mengaku, kesejahteraan bilal jenazah dan penggali kubur menjadi program prioritas dirinya. “Ini sangat tidak manusiawi sekali. Tanpa ada bilal mayat dan penggali kubur, tak sampai kita ke liang lahat. Kok tega-teganya dipangkas? Ribut saya selaku anggota DPRD. Berdosa satu kampung, jika ada orang yang meninggal tidak mandikan dan dikuburkan,” tegasnya.

Untuk itu, Burhanuddin berjanji akan memperjuangkan para Bilal jenazah dan penggali kubur yang telah dicoret dari daftar penerima bantuan, agar mendapatkan kembali haknya dari Pemko Medan. “Saya yakin hak ibu tidak akan hilang. Yakinlah, tahun depan segera terealisasi,” tandasnya. (adz)

Zona Internasional KNIA Masih Ditutup

Pengumuman Aturan Perjalanan Domestik pada Nataru 2022 di KNIA. Sumut Pos/ ist.

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Manager of Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura II Kualanamu International Airport (PT AP II KNIA), Chandra Gumilar mengatakan, hingga saat ini pintu kedatangan internasional di Kualanamu masih dibatasi.

Pengumuman Aturan Perjalanan Domestik pada Nataru 2022 di KNIA. Sumut Pos/ ist.

Hal ini sesuai peraturan yang diterapkan Satuan Petugas (Satgas) Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

“Bandara di Indonesia yang masih aktif untuk kedatangan internasionalnya hanya lima, yakni Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, Bandara Sam Ratulangi di Manado, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, Bandara Hang Nadim di Batam, dan Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang. Selain itu, semua bandara zona kedatangan internasionalnya ditutup,” ujar Chandra kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (17/12).

Dia menuturkan, awalnya KNIA sudah ada persiapan membuka kembali zona kedatangan internasional, namun dibatalkan. “Jadi yang aktif cuma zona domestik saja,” imbuhnya.

Disinggung terkait pengawasan Virus Omicron masuk ke Sumatera Utara (Sumut), melalui penumpang dari KNIA, Chandra menjelaskan, pihaknya hanyalah sebatas operator semata. Terkait syarat dan peraturan penerbangan yang menentukan adalah Pemerintah.

“Jadi untuk pengawasan khusus memang tidak ada, hanya sesuai dengan Peduli Lindungi,” ucapnya.

Namun, tambahnya, ada aturan baru untuk perjalanan Domestik untuk Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, yang efektif mulai 24 Desember 2021-2 Januari 2022, yakni wajib vaksin dosis lengkap (dosis 1 dan 2) dan negatif hasil antigen dengan masa berlaku 1×24 jam. Anak usia di bawah 12 tahun, wajib menunjukkan hasil negatif PCR dengan masa berlaku 3×24 jam.

Kemudian, bagi yang belum vaksin dosis lengkap (dosis 1 dan 2), atau tidak divaksinasi sementara dibatasi untuk bepergian. Dan bagi yang belum vaksin dosis lengkap (dosis 1 dan 2), atau tidak dapat divaksinasi namun akan melakukan perjalanan dengan alasan medis atau berobat, wajib menunjukkan hasil negatif PCR 3×24 jam dan surat keterangan dari dokter Rumah Sakit Pemerintah.

“Peraturan ini berdasarkan surat edaran Menteri Perhubungan Nomor III Tahun 2021,” pungkasnya. (Dwi)

4 Kapolres di Sumut Dimutasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat jabatan kapolres di Sumatera Utara dan pejabat utama Polda Sumut mengalami rotasi. Hal ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri No ST/2567/XII/KEP/2021 – No ST/2570/XII/KEP/2021 tertanggal 17 Desember 2021.

Dalam ST yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri, Irjen Wahyu Widada, jabatan Kapolres Mandailing Natal dari AKBP Horas Tua Silalahi diganti Oleh AKBP M Reza Chairul yang sebelumnya menjabat Kabag Ops Polrestabes Medan. Sementara AKBP Horas Tua Silalahi mendapat jabatan baru di Baintelkam Mabes Polri.
Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi yang akan mengikuti Sespimti diganti oleh AKBP Irsan Sinuhaji yang sebelumnya menjabat Wakapolrestabes Medan.

Kemudian Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Roni Nicolas Sidabutar menempati posisi baru sebagai Kapolres Tanah Karo. Penggantinya AKBP Akhmad Muhaimin yang sebelumnya bertugas di Polda Jawa Tengah.
Sementara Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriyono pindah tugas ke Lemdiklat Polri.

Selain itu satu pejabat utama Polda Sumut, Kombes Donald Simanjuntak ditarik ke Mabes Polri karena akan mengikuti pendidikan. Posisinya digantikan oleh Kombes Joas Jerico Panjaitan yang sebelumnya menjabat Kabid Propam Polda Bali.

Dalam ST ini juga ada 4 pejabat Kapolda yang dimutasi dan ratusan perwira menengah dari seluruh Indonesia.(trb/net)

Longsor Timbun Rumah di Desa Hilihao, 1 Tewas 2 Kritis

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Bencana tanah longsor menerjang Desa Hilihao Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, Sabtu (18/12), sekira pukul 09.00 WIB. Pada peristiwa itu, seorang warga meninggal dunia tertimbun tanah, kemudian 2 orang saudaranya mengalami luka-luka akibat longsor.

Kepala Desa Hilihao, Yusman Harefa kepada wartawan mengatakan, saat ini jasad korban telah dievakuasi sementara kedua korban lainnya tengah menjalani perawatan intensif di RSUD M.Thomsen Nias.

“Kejadiannya sekitar pukul 09.00 wib. Tanah longsor menghantam rumah korban dan meratakan rumah korban dengan tanah sehingga pada peristiwa itu ada tiga orang korban, satu diantaranya meninggal dunia,” ujarnya.

Yusman mengatakan, tanah longsor ini diduga akibat tingginya curah hujan sehingga membuat resapan air di lereng gunung tidak tertampung lagi.(rri/net)

Tingkatkan Akses Keuangan Percepat Pemulihan Ekonomi, OJK Gelar Rakornas TPAKD 2021

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2021 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Kemarin. Sumut Pos/ ist.

SUMUTPOS.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah dan Industri Jasa Keuangan terus berupaya meningkatkan akses keuangan masyarakat yang diyakini bisa mendorong pemulihan ekonomi nasional dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2021 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Kemarin. Sumut Pos/ ist.

“Masih terdapat kesenjangan inklusi keuangan di wilayah perkotaan dan perdesaan, yaitu sebesar 83 persen dan 68 persen. Atas dasar hal tersebut, percepatan akses keuangan di daerah menjadi sangat penting dan perlu diperhatikan agar dapat menjangkau ke seluruh daerah,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2021 yang digelar secara hybrid, di Jakarta, Kamis (16/12).

Menurutnya, keberadaan TPAKD juga sangat penting dalam menyerap program-program yang dikeluarkan Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi seperti program KUR untuk mendorong kemajuan UMKM. “OJK terus mendorong penyaluran KUR ini. Kemarin kami telah bertemu dengan pimpinan perbankan membahas agar target KUR tahun ini Rp285 triliun bisa tercapai. Dan saya yakin sampai akhir tahun angka itu bisa tercapai,” katanya.

Melalui TPAKD ini, OJK juga mendorong adanya inovasi-inovasi pembiayaan sektor usaha masyarakat di daerah seperti pinjaman melawan rentenir ataupun pengembangan KUR klaster lainnya. “Kalau ada KUR klaster yang belum terlayani pembiayaan serta pengembangannya, bisa disampaikan ke OJK. Kalau ada masyarakat yang alami kesulitan akses pembiayaan tolong beritahu kami. Kami selalu berupaya membantu kebutuhan masyarakat,” imbaunya.

Ke depan, lanjutnya, OJK dan TPAKD akan terus mengembangkan program digitalisasi bagi UMKM mulai dari pembiayaan, pembinaan, promosi dan penjualan untuk semakin mempercepat kemajuan UMKM. Dia juga meminta dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk membentuk TPAKD di seluruh tingkat kabupaten/kota di wilayah Indonesia sebagai akselerator dalam rangka mendorong ketersediaan dan pemanfaatan produk/layanan jasa keuangan formal sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan masyarakat di daerah.

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam sambutannya menyampaikan, bahwa sampai dengan Desember 2021, telah terbentuk 325 TPAKD di 34 provinsi dan 291 kabupaten/kota.

“Berbagai program yang dilaksanakan TPAKD tersebut, yakni Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), Bank Wakaf Mikro (BWM), KUR klaster, Kredit Ultra Mikro, dan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)/Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS)/Asuransi Nelayan (ASNEL),” paparnya.

Kemudian, tambahnya, Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) termasuk Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB), Laku Pandai, Pemberdayaan BUMDes dan UMKM, Pembentukan Jamkrida dan program lainnya yang bekerja sama dengan para pelaku usaha jasa keuangan.

“Khusus untuk program KUR klaster, OJK bersama TPAKD telah membentuk ekosistem KUR klaster di beberapa daerah yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan berorientasi ekspor, di antaranya klaster alpukat pameling di Malang, klaster padi di Karanganyar, klaster umbi porang di Mojokerto, klaster padi, jagung dan peternakan sapi di Gorontalo, dan klaster sereh wangi di Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut),” sebutnya.

Program KEJAR, tambahnya, sampai triwulan III Tahun 2021, berhasil membuka 43,43 juta rekening tabungan segmen anak/pelajar, atau sebesar 67,2 persen pelajar Indonesia telah memiliki rekening, dengan nominal sebesar Rp26,3 Triliyun.

Sementara untuk Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) sampai triwulan III tahun 2021 telah diimplementasikan di 65 TPAKD dengan 92 skema kredit/pembiayaan, dan telah menyalurkan kredit kepada 133.889 debitur sebesar Rp1,3 Triliyun.

“Guna mendorong pelaku UMKM di daerah naik kelas, TPAKD juga menginisiasi berbagai program pemberdayaan UMKM, antara lain melalui digitalisasi UMKM seperti program KurBali.Com, UMKM Bangkit, UMKM Go Export, UMKM Naik Kelas dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Selama Tahun 2021, terang Tirta, untuk mendukung operasionalisasi TPAKD, telah dikeluarkan pula Buku Petunjuk Teknis (Juknis) Pembentukan TPAKD, serta Juknis Penyusunan Program Kerja TPAKD. Selain itu, telah dikeluarkan pula Generic Model Skema Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP) Pertanian untuk mendukung terciptanya ekosistem pembiayaan yang inklusif di sektor pertanian.

“Berbagai program kerja di 2022 telah disiapkan untuk semakin memperluas akses keuangan masyarakat seperti program kerja Akselerasi Pemanfaatan Produk/Layanan Keuangan Digital dan implementasi Business Matching dengan tematik. Mendorong sektor ekonomi unggulan daerah dan penguatan ekosistem keuangan digital,” pungkasnya. (Dwi)

Tingkatkan Kinerja Perusahaan, PT Inalum (Persero) Laksanakan Bimtek Pencegahan Korupsi Dalam Pengadaan Barang dan Jasa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka terus meningkatkan kinerja perusahaan, PT INALUM (Persero) bekerjasama dengan CV Enam Media melaksanakan Bimbingan Teknis “Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 14 Desember 2021 di Le Polonia Hotel-Medan. Turut hadir dalam pembukaan kegiatan Nanda Eko Dinata selaku Manager Office of the Board PT INALUM (Persero), Eka NAM Sihombing selaku Komisaris Utama CV Enam Media, dan Oktafian Syah Effendi dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Nanda Eko Dinata dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan atas Kerjasama dengan CV Enam Media, diharapkan para peserta dapat mengikuti dengan tekun sehingga pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat dipergunakan dalam pelaksanaan tugas demi meningkatkan kinerja perusahaan. Lebih lanjut, beliau juga mengucapkan terimakasih kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang telah berkenan menjadi narasumber dalam kegiatan ini.

Eka NAM Sihombing dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan PT INALUM (Persero) atas kepercayaan terhadap CV Enam Media sebagai mitra penyelenggara kegiatan ini, semoga kerjasama ini dapat ditingkatkan dan berkelanjutan dimasa mendatang. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan ini ada kekurangan dan hal yang kurang berkenan.

Oktafian Syah Effendi mewakili Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menyampaikan sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, karena sudah menjadi kewajiban Kejaksaan untuk ikut serta berpartisipasi dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi dalam berbagai sektor khususnya pada perusahaan-perusahaan BUMN. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada Pimpinan PT INALUM (Persero) dan CV Enam Media yang telah mempercayakan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebagai Narasumber.

Peserta yang terdiri dari berbagai unit di Lingkungan PT INALUM (Persero) memperoleh pengetahuan tentang pencegahan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa dari para narasumber yang yang kompeten. Dr. Eka Nugraha menyampaikan “Restorative Justice dalam Penanganan Perkara”, Dr. Panca Sarjana Putra menyampaikan “Pola Penanganan Masalah Pengadaan Barang dan Jasa Ditinjau dari Aspek Pidana dan Perdata”, dan Hendra Anthonius Ginting menyampaikan “Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Korupsi”.(rel)

Pemko Medan Tutup Sementara KCW Selama Nataru, DPRD Medan: Langkah yang Tepat

STAND KULINER: Stand kuliner berjajar yang disiapkan untuk para pedagang UMKM. Dalam kegiatan ini, KCW ini menerpkan konsep food court.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan, mengatakan sangat mendukung Wali Kota Medan Bobby Nasution yang telah memutuskan untuk menutup sementara Kesawan City Walk (KCW) dan Kawasan Balai Kota selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

KCW.

Penutupan sementara KCW dan kawasan Balai Kota selama Libur Nataru, dinilai sebagai langkah yang sangat tepat dalam mencegah terjadinya kerumunan dan mobilitas masyarakat selama libur Nataru.

“Saya secara pribadi dan kami di Komisi I DPRD Medan mendukung seratus persen kebijakan yang dilakukan Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution yang menutup sementara KCW dan Balai Kota selama libur Nataru. Kita mendukung, dan justru selama ini sayan

sudah berkali-kali menyuarakan hal itu. Alhamdulillah, Wali Kota Medan sepakat dengan apa yang kita sampaikan,” ucap Habib kepada Sumut Pos, Jumat (17/12).

Dikatakan Habib, Komisi I juga mendukung serta mendorong Pemko Medan yang akan melakukan pengetatan di titik-titik keramaian dengan mempergunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai massif. Apalagi saat ini, sambung politisi muda Partai NasDem itu, sejak Kamis (16/12) lalu. kasus Covid-19 Varian Omicron telah ditemukan di Indonesia. Meskipun belum ditemukan di Sumatera Utara dan Kota Medan pada khususnya, namun Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk memperketat masuknya orang dari luar Kota Medan.

Selain varian Omicron, Habib juga menilai bahwa pengetatan prokes selama Libur Nataru memang harus dimaksimalkan. Ia tidak ingin, moment Libur Nataru menjadi ruang untuk meningkatnya kembali angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. “Ada banyak program pembangunan yang sangat baik yang sudah disiapkan Pak Wali di Tahun 2022. Jangan karena kita abai, lalu angka Covid-19 kembali meningkat dan membuat rencana-rencana pembangunan itu menjadi terhalang,” sebutnya.

Untuk itu, Habib berharap agar setiap Kecamatan, Kelurahan, dan para OPD di lingkungan Pemko Medan dapat berkolaborasi dalam memperketat jalannya protokop kesehatan selama Libur Nataru.

Habib juga sepakat dengan Bobby Nasution, agar setiap pengelola Mal, Hotel, Restoran dan tempat-tempat umum lainnya di Kota Medan tidak menjadikan alat scan barcode aplikasi Peduli Lindungi menjadi ‘pajangan’ dan hanya seremonial belaka.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution, memutuskan untuk menutup sementara KCW dan Beranda Kreatif Medan di kawasan Balai Kota Medan guna mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca Natal dan Tahun Baru (Nataru), tepatnya sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Hal ini diputuskan Wali Kota Medan Bobby Nasution, saat memimpin Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Libur Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, Kamis (16/12) di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan.(map/sih)

Laboratorium Terpadu USU Ciptakan Produk Hand Sanitizer Berstandar WHO

ciptakan: Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil menciptakan produk Hada Hand Sanitizer .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – UPT Laboratorium Penelitian Terpadu Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil menciptakan produk Hada Hand Sanitizer yang berfungsi membersihkan tangan secara menyeluruh tanpa air dan sabun.

ciptakan: Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil menciptakan produk Hada Hand Sanitizer .

Pada kegiatan demonstrasi pembuatan Hada Hand Sanitizer, Jumat (17/12), Laboran UPT Lab Terpadu Martha Martinni, S.Si mengatakan, pembuatan produk hand sanitizer ini merujuk pada proses pembuatan yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO). Selain itu, hanya ditambahkan essential oil beraroma lembut agar nyaman untuk digunakan.

“Produk ini sama seperti produk yang di luar, merujuk dari proses pembuatan WHO dengan kandungan ethanol 96%, H2O2 3%, dan Gliserin 98% sesuai yang dianjurkan, hanya penambahan essential oil saja,” ucap Marthan

Ia menjelaskan, tidak ada efek samping dari penggunaan produk ini. “Setelah digunakan efeknya seperti produk di pasaran, tidak ada mengalami efek samping,” ucapnya.

Menurut Martha, terdapat beberapa kelebihan dari produk ini. Yakni diformulasikan dengan bahan food grade, cepat kering, tidak lengket dan tetap lembut ditangan.

Sejak berhasil dibuat pada awal Desember lalu, saat ini penggunaan Hada Hand Sanitizer hanya untuk kalangan terbatas dalam lingkungan USU.

“Hada saat ini hanya untuk kalangann terbatas, khususnya untuk  jajaran dan para laboran di UPT Lab Terpadu, belum diperjualbelikan,” katanya.

Martha berharap, dapat dilakukan pengujian klinis lebih lanjut terhadap Hada Hand Sanitizer agar bisa dipasarkan. “Semoga ini bisa dibawa keluar, dipasarkan dengan diuji lebih spesifik apakah memenuhi syarat untuk bisa dijual di pasaran,” tandasnya.(gus/sih)